Halaman

Selasa, 11 Desember 2007

IBU YANG MENGAGUMKAN

Saya memasukkan salah satu cerita blog saya ke milist. Karena menurut saya cerita ini bisa menginspirasi teman-teman saya untuk menjadi lebih bersyukur.

Kebetulan kok ya tokohnya perempuan...seorang ibu hebat yang sangat pandai mensyukuri karunia Allah. Nah gara-gara itu, ada seorang teman (laki-laki) yang ngambek. Karena tokoh yang sering saya angkat adalah Ibu, perempuan. Padahal ada juga seorang Bapak, di Pursuit Happiness.

Ya memang kebanyakan yang tangguh dalam menghadapi kenyataan hidup seperti itu adalah seorang ibu. Dan ibu tersebut biasanya memang sangaat hebat, tangguh, tabah, gigih, bahkan saat harus berjuang sendiri karena suaminya menyerah dengan meninggalkan mereka.

Namun, yang membuat saya angkat topi untuk mereka, mereka tidak lantas mencari tempat curhat yang merugikan orang lain. Ya, mereka tidak curhat kepada suami orang lain yang bisa menyebabkan rusaknya rumah tangga orang lain tersebut. Mereka mencari profesional, komunitas, lembaga, buku, untuk berbagi dan mencari solusi. Itulah hebatnya mereka dan ini yang pantas dikagumi.

Karena terkadang, seorang ibu curhat masalah rumah tangganya kepada temannya yang laki-laki (suami orang lain). Ini biasanya dilakukan oleh wanita pekerja kantor, mereka curhat ke teman kantor laki-laki (suami orang lain) dengan alasan kalau cerita ke teman laki-laki lebih enak, rahasia dijaga, dsb. Padahal, sangat aneh jika meminta suami orang lain untuk mendengar cerita rumah tangganya, masalah anaknya, terkadang aib suaminya, dan menjaga agar merahasiakannya. Dan, sangat aneh lagi jika laki-laki tersebut harus merahasiakannya dari istrinya sendiri. Perempuan macam apa itu?!

Hal ini sangat berbahaya karena sangat mungkin akan membuat laki-laki (suami orang) tersebut akan merahasiakan masalah istri orang terhadap istrinya sendiri. Lho??? Bukannya harus menjaga rahasia istri sendiri malah menjaga rahasia istri orang lain (belum tentu juga ceritanya bener!)? Dia juga bisa merasa diperlukan, simpati, dan kemudian berakibat merusak rumah tangganya sendiri yang sebenarnya tidak bermasalah jika tidak ada orang lain (teman perempuan) yang curhat. Tidakkah laki-laki itu sadar jika istrinya yang seperti itu maka aibnya akan yang disebarkan ke laki-laki lain? Atau tidakkah dia berfikir jika perempuan itu sanggup menyebarkan aib suaminya maka dia pasti sangat sanggup memfitnah demi keuntungan pribadinya?

Menurut saya pribadi, istri / ibu yang seperti ini memang bukan istri yang baik, bukan ibu yang baik. Karena istri yang baik tidak akan menceritakan keburukan suaminya kepada orang lain apalagi kepada suami orang lain. Istri yang baik tidak akan meminta suami orang lain menjaga rahasia rumah tangganya dari istrinya sendiri. Ibu yang baik tidak akan membuka aib bapak dari anak-anaknya kepada bapak anak lain.

So, wajar dong saya menaruh respect kepada ibu mengagumkan yang tidak merusak rumah tangga orang lain meski dia mempunyai anak yang berkebutuhan khusus, ditinggalkan suami, mencari nafkah seorang diri, tetapi tetap tahu kalau anaknya itu berlian yang membutuhkan cutting, shaping, oleh tangan yang tepat, IBUnya. Ya, Ibu yang meski punya banyak masalah, tetap tidak menambah masalah dengan merusak rumah tangga orang lain.

Tidak ada komentar: