Halaman

Kamis, 20 Maret 2008

46. Mengikuti Keativitas [1]

============ ========= ========= =
THE WAHANA DHARMA NUSA CENTER
[ Seri : "Membangun Bisnis Indonesia" ]
============ ========= ========= =
[BQ]

Rahasia Bisnis Orang Jepang
Oleh : Ann Wan Seng

Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia

Mekanisme penerjemahan di Jepang sangat baik sehingga buku yang baru diterbitkan di
Barat sudah ada di pasaran mereka dalam beberapa hari saja.

BANGSA JEPANG sadar bahwa untuk menjadi bangsa yang kuat, mereka harus menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan bahasa dunia. Pada tahun 1684, Kekaisaran Jepang mendirikan institut penerjemahan. Tradisi penerjemahan di Jepang telah dimulai sejak ratusan tahun yang lalu. Sejak abad 19, Usaha-usaha menerjemahkan buku dari bahasa Cina, Belanda, Prancis, Spanyol, dan Inggris, dilakukan dengan serius. Usaha tersebut masih berlanjut sampai hari ini.

Bidang penerjemahan di Jepang Iebih maju daripada Negara-negara lain. Mekanisme penerjemahan di Jepang sangat baik sehingga buku yang baru diterbitkan di Barat sudah ada di pasaran mereka dalam beberapa hari saja.

Bangsa Jepang tidak pintar menggunakan bahasa Inggris, tetapi mereka sukses menguasai pengetahuan pengetahuan lain melalui buku terjemahan. Penelitian yang dilakukan pada berbagai hal menjadikan bangsa Jepang sebagai bangsa yang bijak dan kreatif.

Walau pernah dijuluki peniru yang pintar, tetapi peniruan diikuti dengan proses kreatif dan inovasi baru untuk menciptakan teknologi yang baru pula. Beberapa nilai tambahan juga diberikan pada teknologi tersebut agar pengguna barang mereka lebih merasa akrab dan nyaman. Tidak heran produk Jepang lebih disukai daripada produk Barat. Jepang sejak dulu telah menggalang penerapan teknologi melalui pemindahan dan penyesuaian. Mereka mempelajari setiap komponen teknologi yang dibawa masuk, sebelum menjalankan penelitian dan memperbaikinya

Untuk memperkuat posisinya sebagi penguasa besar ekonomi dunia, Jepang berusaha mengembangkan pengaruhnya ke selatan seperti Asia Pasifik, Afrika dan Amerika Latin. Untuk mengembangkan sayapnya ke negara tersebut, Jepang memerlukan kreativitas agar produk dapat diterima masyarakat setempat. Pasalnya setiap negara memiliki budaya dan cita rasa yang berbeda.

Oleh karena itu, produk yang dikeluarkan harus sesuai dengan kebutuhan dan selera mereka. Daya kreativitas diperlukan untuk menarik perhatian negara yang sosial budayanya berbeda dengan negara asal. Tanpa kreativitas, barang Jepang tentu tidak bisa mengalahkan produk Barat yang dikenal bermutu dan tahan lama.
_______

Goningumi terdiri dari lima orang
yang bekerja sama mencari ide-ide baru
_______

[ besambung ]

Tidak ada komentar: