Halaman

Kamis, 29 November 2007

LHO, KOK ANAK-ANAKKU MALES SHALAT KE MASJID?

Adzan Maghrib sudah berkumandang...................................

Iqamat sudah diperdengarkan.............................

Kok anak-anak masih pada asyik dengan kegiatannya? Nggak seperti biasanya mereka begini? Saya perhatikan, sudah 2-3 hari ini adaa saja alasan mereka bergantian minta ijin tidak shalat berjamaah ke masjid.

“Maaa, aku sedang makan.”
“Maaa, aku sedang mandi.”
“Maaa, aku nggak shalat di masjid dulu ya, capek.”
“Maaa, hujan gerimis, boleh dong nggak ke masjid.”

Begitu mereka beralasan bergantian. Tapi, hari ini kok kompak? Semua masih santai, tidak ada yang tergopoh-gopoh berlari ke Masjid karena raka’at pertama sudah mulai. Ya, mereka kadang nunggu baca surat apa gerangan sang Imam shalat saat itu. Jika surat pendek, mereka segera melesat ke masjid takut ketinggalan raka’at pertama. Tapi, jika surat panjang, wah, nyantai dulu aah.toh suratnya panjang, masih sempet ngikut imam di raka’at pertama. Bandel memang, namanya anak-anak, karena banyak surat yang mereka hafal, malah dijadikan alat untuk lambat-lambat ke masjid.

Mulai dari.................:
“Siapa yang mau uang Rp 1.000,- dan siapa yang mau Rp 27.000,-?”
“Bagaimana Allah mau memberikan yang kalian minta kalau kalian tidak melaksanakan apa yang Allah suka?”
“Kira-kira papa mama Allah kasih rejeki nggak ya kalau anak-anaknya nggak shalat jamaah di masjid?”
“Siapa yang mau rumah iiiiiindaaaaaaaaaaaaah banget di syurga?”

Sampai...........:
“Mama tidak mau kalian tidak shalat jamaah di masjid padahal tidak ada uzur!”
“Mulai sekarang, pulang sekolah mandi, makan, dll supaya saat shalat Maghrib tidak ada yang beralasan macam-macam untuk tidak berjamaah di masjid. Mama tidak mau anak-anaknya tidak dicintai Allah karena tidak melakukan apa yang Allah suka!”

He he he, galak ya? Nggak sih, semua ngomongnya pakai ngelus dan ciumi mereka lho. Kalau parah, baru deh agak menunjukkan kesedihan hampir nangis gitu. Mereka nggak mau lihat mamanya sedih, apalagi sampai nangis gara-gara tingkah mereka.

Alhamdulillah, sekarang sudah tidak begitu lagi. Mereka sudah shalat jamaah ke masjid tanpa disuruh. Tapi memang saya harus sekali-sekali memotivasi mereka. Lha, kan papanya sampai rumah sudah lewat Isya’.

Saya memang tidak ingin anak-anak saya tidak melakukan apa yang Allah suka, termasuk shalat berjamaah di masjid.

Tidak ada komentar: