Halaman

Senin, 07 Januari 2008

ANAK MAMA

Saya terkadang agak khawatir dengan psikologis anak-anak saya dalam pergaulan. Mengapa?? Karena mereka mempunyai ibu yang mempunyai pandangan, menerapkan pola asuh dan pola didik tidak populer seperti saya. Mereka mempunyai ibu yang “berbeda”. He he he, tahu diri tuh!!

“Gimana Mas, di sekolah?”
“Fine fine aja, Ma.”
“Bener nih, fine fine aja?”
“Yap!!”
“Nggak pernah ada yang ngatain Mas macem-macem? Nggak pernah diledekin?”
“Misalnya seperti apa, Ma?”
“Yaa, Mas dikatain anak Mama, gitu? Kan mungkin yang paling sering mamanya datang ke sekolah, nanya ke guru tentang anaknya, ngasih masukan ke guru, Cuma Mama.”
“Oooo kalo itu sih sering, tapi dulu. Sekarang mereka sudah nggak pernah ngatain gitu lagi. Ya, sejak Mas jawab kata-kata mereka. Tahu tuh kok mereka nggak ngomong gitu lagi.”
“Emang Mas ngomong apa ke mereka?”
“Ya biasa aja sih jawabannya. Mas bilang kalo memang aku anak Mama. Lha memang kamu anak siapa? Anak pembantu? Anak baby sitter? Anak tetangga? Atau anak siapa? Yah, mungkin mereka iri aja karena mereka nggak punya Mama hebat, pinter, dan penuh perhatian seperti mamaku.”

Well well well, saya sangat bersyukur ternyata anak-anak saya pandai bersyukur. Mereka mensyukuri saya sebagai mamanya dan bukan malah komplain karena saya mamanya “berbeda”.

Tidak ada komentar: