Halaman

Minggu, 20 Januari 2008

34. Kemauan Untuk Berubah

Rahasia Bisnis Orang Jepang
Oleh : Ann Wan Seng

Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia


Bangsa Jepang bangsa paling konservatif,
karena tidak mudah menerima budaya dan
ide dari luar.


SEBELUM ZAMAN pemerintahan Meiji, Jepang menerapkan dasar tutup pintu untuk negara luar. Akibatnya, Jepang menjadi negara terbelakang dan paling lambat membangun. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa paling konservatif, karena tidak mudah menerima budaya dan ide dari luar. Mereka hidup seperti katak di dalam tempurung dengan dunia yang terbatas. Sikap ini merupakan puncak dan dasar yang diterapkan sejak ribuan tahun.

Namun, setelah membuka pelabuhan dan mengadakan hubungan dengan dunia luar, ekonomi Jepang tumbuh dengan cepat, sehingga menjadi negara yang memimpin, bukan lagi dipimpin. Mereka juga berada di urutan terdepan dalam berbagai bidang, dan menjadi pemimpin di Asia dalam hubungan dagang serta berbagai forum tingkat internasional.

Untuk memelihara pertumbuhan dan pencapaian ekonomi, Jepang melakukan beberapa peralihan besar dalam struktur perindustriannya yang melibatkan berbagai keperluan ekspor dan impor. Tujuannya adalah menyesuaikan industri Jepang dengan tenaga kerja yang semakin mahal dan perubahan skenario ekonomi dunia, sehingga mereka bisa bersaing dan mampu bertahan di era globalisasi. Jepang sadar persaingan semakin sengit dengan munculnya Korea Selatan dan Cina sebagai saingan terdekat. Untuk memelihara dan mempertahankan kedudukannya sebagai penguasa ekonomi dunia, negara itu mengadakan perubahan dan menerima pembaharuan setiap hari.

Salah satu rahasia dan formula kesuksesan Jepang adalah kemauannya untuk berubah mengikuti arah dan aliran ekonomi dunia. Jepang melakukan berbagai upaya untuk beradaptasi dengan dunia yang senantiasa berubah, membuat berbagai perubahan untuk menjaga kepentingan ekonomi mereka. Di antaranya adalah memindahkan produksi mereka dan menciptakan industri-industri di negara yang sedang membangun. Perindustrian dan perpindahan itu ternyata menguntungkan karena mereka dapat menghemat biaya pengeluarannya. Sekaligus membantu Jepang mencari pasar baru di negara-negara sedang membangun dan kurang maju yang memiliki jumlah penduduk yang banyak.

Untuk menghadapi persaingan dan perubahan iklim ekonorni global, Jepang melakukan beberapa persiapan untuk menghadapi segala kemungkinan di masa depan. Beberapa faktor juga dikenal sebagai dasar yang membuat Jepang mampu mempertahankan kekuasaan dan daya saingnya di tingkat internasional. Di antaranya adalah tabungan yang tinggi, permintaan dalam negeri yang rendah terhadap tabungan itu, dan ekspor yang melebihi impor. Meski begitu, sejauhmana Jepang dapat mempertahankan kemakmuran ekonominya masih jadi bahasan hangat di kalangan analis ekonomi. Ada yang mengatakan ekonomi Jepang akan jatuh dan menghadapi krisis keuangan yang serius. Krisis keuangan yang melanda Asia pada tahun 1997 dan kemandekan ekonomi dunia pada awal abad milenium menimbulkan berbagai spekulasi apakah Jepang dapat mempertahankan kemakmuran dan kemewahan ekonomi yang mereka cicipi selama ini.

Namun semua kata-kata itu tidak pernah dihiraukan Jepang. Mereka terus bekerja, berusaha memperbaiki kualitas produknya dan terus membuat perubahan yang diperlukan demi memajukan ekonomi mereka. Jepang tidak sedikit pun merasa bimbang karena mereka pernah berhadapan dengan keadaan ekonomi yang jauh lebih buruk.

Karena pengalaman itu pula, rakyat Jepang juga memiliki kecenderungan untuk menabung dan berbelanja tidak melebihi dan pendapatan mereka. Mereka berbelanja seperlunya dan tidak mengambil cuti ataupun jalan-jalan ke luar negeri. Gaya hidup itu mungkin sudah berubah sekarang, saat ini rakyat Jepang semakin boros dan suka berbelanja. Walaupun semakin banyak orang Jepang yang melancong ke luar negeri, mencari kesenangan dan mencari pasar spekulasi, tetapi mereka masih mempertahankan cara dan disiplin bekerja. Walaupun ekonomi Jepang sedikit tergugat, tapi tidak memberikan kesan besar karena kedudukannya sebagam sebuah negara super power. Ekonomi Jepang masih stabil dengan memperlihatkan keuntungan setiap waktunya.

Jadi, apakah Jepang akan tetap menjadi nomor satu dan menjadi jagoan ekonomi dunia atau tidak sebenarnya tergantung pada pertumbuhan ekonomi negara maju lain dan pembangunannya Jepang tidak bisa hidup sendirian karena ekonominya bersandar pada negara lain. Jepang tidak sendiri dalam hal ini karena negara itu mengembangkan sayapnya ke negara-negara lain untuk memastikan pergerakan ekonomi dunia tidak berhenti. Dunia memerlukan Jepang dan Jepang memerlukan dunia. Matahari pasti terbenam, tetapi akan terbit lagi seperti semula dan keesokan harinya dan hari-hari berikutnya.


[ Fakta Menarik ]

Faktor-faktor yang membuat Jepang berkuasa dalam persaingan antar negara :
• Jumlah tabungan yang banyak
• Tingkat permintaan dalam negara yang rendah
• Jumlah ekspor melebihi impor

_____

Ada pula yang mengatakan ekonomi Jepang akan jatuh
dan berhadapan dengan krisis keuangan yang serius

_____

Rakyat Jepang juga memiliki kecenderungan
untuk menabung dan berbelanja
tidak melebihi pendapatan mereka.
_____

[ bersambung ]

Tidak ada komentar: