Halaman

Senin, 28 Januari 2008

36. Bekerja Dalam Tim

Rahasia Bisnis Orang Jepang
Oleh : Ann Wan Seng

Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia

Aspek R&D dapat dilakukan dengan bekerja
dalam tim dan bekerja sama dengan semua
pihak yang terlibat.

PENCAPAIAN LUAR BIASA ekonomi Jepang sering dikaitkan dengan penelitian dan pengembangan (Research & Development) , serta peningkatan teknologi berkelanjutan yang dicapai perusahaan. Kedua aspek ini penting untuk menghasilkan produk bermutu tinggi dan dapat memenuhi keinginan pasar. Jepang tidak hanya sukses menyingkirkan pendapat Barat terhadap produk mereka, tetapi juga sukses membuktikan bahwa produk mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dunia, termasuk konsumen di Barat sendiri.

Produk Jepang jauh lebih murah dibandingkan produk Barat dengan mutu yang sama. Semua itu dicapai melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek R&D tidak boleh diabaikan untuk mencapai status negara yang maju. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan bekerja dalam tim dan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat.

Sejak kecil, orang Jepang sudah dididik dengan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, dan kesempurnaan. Karena itulah, orang Jepang cermat, cerewet, dan teliti dalam membuat keputusan. Mereka memberikan perhatian pada tiap masalah setiap pekerjaan tidak boleh dianggap remeh dan dilakukan sekadarnya saja. Mereka melakukan pekerjaan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik. Mereka juga mengutamakan kualitas. Untuk memperoleh kualitas yang baik, kemahiran dalam bekerja, penggunaan bahan mentah yang berkualitas dan pengguna waktu yang optimal, perlu diperhatikan secara khusus. Ini untuk menghindari pemborosan yang menyebabkan peningkatan biaya dan mengurangi kadar produktivitas.

Proses pembentukan sikap dan karakter ini dimulai saat anak-anak mulai memasuki bangku sekolah. Pada masa prasekolah pelajar-pelajar yang pintar dididik dengan bahan pelajaran yang menitikberatkan pada aspek penciptaan dan menciptakan barang baru. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan pendidikan yang berbentuk permainan organis, caranya dengan membagi anak-anak dan para pelajar dalam kelompok-kelompok tertentu. Setiap kelompok diberi tugas agar mereka dapat bekerja sebagai satu tim. Penekanan bekerja secara berkelompok ini merupakan wujud organisasi dan perusahaan di Jepang. Setiap anggota harus berpartisipasi dalam kelompoknya untuk menumbuhkan sikap ini, pertemuan dan percakapan setiap hari atau setiap minggu perlu di lakukan untuk meningkatkan kemahiran dan produktivitas masing-masing kelompok.

Semua pekerja dianggap sebagai bagian organisasinya. Para pekerja merasa bangga bila mengaitkan diri mereka dengan organisasi tempat mereka bekerja. Mereka juga mewakili organisasi dan lebih suka memperkenalkan diri sebagai anggota sebuah organisasi daripada sebagai individu. Mereka merasa bangga bekerja di sebuah organsisasi yang berprestasi. Harga diri mereka meningkat bila dapat mewakili organisasi tersebut, sekaligus meningkatkan semangat dan prestasi kerja mereka.

Dalam organisasi di Jepang, kedudukan individu tidak penting, meski memiliki pangkat tinggi. Penilaian kehebatan seseorang dibuat berdasarkan sejauh mana ia dapat bekerja sama dengan rekan satu timnya. Apa yang dilakukan para pekerja tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk rekan setim. Kerja dalam tim dapat mengeratkan hubungan antarpekerja dan hal ini menjadi salah satu faktor kesuksesan organisasi di Jepang.

Selain R&D dan pembangunan teknologi, keberhasilan Jepang juga banyak dipengaruhi oleh semangat kelompok yang menjadi bagian utama seluruh organisasi di Jepang, baik formal maupun nonformal. Tidak ada jurang yang memisahkan setiap anggota dalam kelompok. Hubungan mereka bisa diibaratkan seperti hubungan dalam keluarga besar. Setiap anggota saling membantu dan percaya satu sama lain. Ketaatan dan kesetiaan mereka pada organisasi jauh lebih besar dan kecintaan mereka terhadap anak dan istri di rumah. Setiap perintah ketua dihormati dan pendapat bawahan dihargai. lnilah yang mendorong para pekerja di Jepang untuk bekerja mati-matian demi memajukan organisasinya. Masa depan dan hidup-mati mereka adalah bersama-sama organisasi.


[ Fakta Menarik ]
Nilai-nilai didikan bangsa Jepang:
Kejujuran
Kebersihan
Kesempurnaan
_____

Sikap kerja berkelompok
sudah dimulai sejak masa kanak-kanak
dan dilanjutkan masuk bangku sekolah
_____

Penilaian keberhasilan seseorang dibuat
berdasarkan sejauhmana ia dapat bekerjasama
dengan rekan setimnya.
_____

[ bersambung ]

Tidak ada komentar: