Halaman

Selasa, 13 Januari 2009

MATA AIR

Malam ini saat Mas Masnya shalat di masjid, Vania berdua aku saja. He he he........ Papanya tadi telpon kalau lagi rapat. So, bisa pulang malem donk! Ya iyalah........ sekarang aja sudah Isya'. Kasihan juga dia. Hujan gini, masih di luar rumah...... he he he........... padahal di kantor kan juga terlindung ya? Tapi........ di sana kan nggak sehangat di rumah! Nggak senyaman di rumah.

Dari TV terdengar iklan pemerintah tentang penyediaan air di daerah Sulawesi. Ha ha ha.........TV kok "terdengar" sih? Iya! Memang kami nggak nonton TV. Meski TV nyala, seringkali kami nggak nonton. Waduuuuuh............ mubadzir donk!! Hmmmmm........ nggak juga sih. Karena jika setel TV di saluran berita, discovery, atau disney dan nickleodeon, maka berita atau bahasanya bisa didengarkan. Hhhhh........... bukannya beli radio aja!!! Ha ha ha..........jangan sewot gitu ah!

Heiiii......... bahkan sinetron atau iklan pun, bisa jadi sarana pembelajaran kita lho. Yaaa....... asal kita selalu positive thinking dan kreatif aja dalam mencerna dan mengolah suatu tontonan dengan kemampuan analisa kita. Jangan selalu menghina apapun juga deh. He he he........... makanya kalau anak nonton TV didampingi dan diarahkan orangtuanya.

Tapi memang ada manfaatnya kok! Ya, sebenarnya, apapun itu pasti akan membawa manfaat jika kita pandai menyikapi dan mengambil pelajarannya. Rafi yang masih 9 tahun aja sudah biasa nonton kartun dalam bahasa Inggris tanpa terjemahan. Padahal sih, nggak ada les atau pembelajaran khusus. Dan dia mengerti dari ucapan para tokohnya. Bukan dari gambarnya.

Naaaah.........malam ini, iklan yang aku nggak sangka Princessku mendengarnya, karea sedang asyik bermain denganku, ternyata terdengar juga oleh kuping mungil nan sensitif itu.

"Mamaaa........... mata air itu apaan sih?" Dia bertanya sambil tangannya menunjuk matanya sendiri yang lucu mengerjap.
"Mata air?"
"Iya Maaaa........... mata air. Itu lho di TV bilang di desanya su ada mata air. Emang mata air apaan? Dia nggak punya mata? Apa nggak punya air?"

Waduh.........waduuuuhhh............. aku dibombardir pertanyaan kritis dari Vania kecilku yang masih 2 tahun tentang mata air. Gimana jawabnya nih..........???? Bingung tapi mesti puter otak cepet! Lha dia nungguin jawabanku sekarang juga! Tuuuuh.......... lihat! Mata cantiknya menunggu penuh harap.

"Ooo....... itu tempat air keluar dari tanah."
"Oooo...........maksud Mama KERAN?"
"Bukan cintaku, kalau keran kan dari pipa PAM. Naaaah......mata air tuh airnya dari tanah, bukan dari PAM."
"Mata.......air! Oooo......airmata? Nggak kok, dia nggak nangis tuh?"
"Bukan Cintaku, beda donk. Mata air bukan air mata."
"Mmmmmm....... apaan sih Mama itu? Mama ndak tahu ya?"

Gimana coba? Dia pakai bilang "MAKSUD MAMA" lagi! Kan aku tambah takjub sama kemampuan berbahasa Vaniaku ini? Ha ha ha......... meski dulu Mas Masnya juga seperti itu sih! Tapi kan sudah lama aku nggak dengar anak kuecil ungil ngomong seperti itu. Ya............langsung aku peluuuk...........soen........... n gemesi dia penuh sayang.

Semakin aku menjelaskan, semakin mendapat tanggapan kritis dan lucu yang keluar dari bibir mungil nan cantik itu. Akhirnya kamipun bercanda, peluk-pelukan, karena aku belum berhasil membuat Vania puas dengan jawabanku. So...... aku masih mencari cara menjelaskan yang "PAS", tidak membodohi, ilmiah, mudah dicerna oleh anak usia 2 tahun! Sampai sekarang..............belum nemu, saudara.......... saudara........

Ternyata Mamanya perlu belajar lagi! Hayooo............. siapa bilang jadi orangtua, jadi ibu rumah tangga, ngurus anak, itu gampang, nggak perlu pendidikan tinggi? Nggak perlu pinter? Nggak perlu banyak ilmu? Nggak perlu selalu belajar??? Siapa yang masih punya pendapat shallow........"Kalau CUMA mau ngurus anak, ngapain sekolah tinggi-tinggi?"

Yang berpendapat seperti itu...................kelaut aje!!!!!

Senin, 12 Januari 2009

NENEK MAIN GAME

Sudah tahu donk, kalau Mamaku tuh bisa ngeblend sama berlian berlianku, cucu-cucunya. Ya, memang!! Mamaku tuh "gaul" habis! Yaaa......... gaulnya sih sama cucunya lho. Asyiiiik aja mereka. Nyambung, gitcu!

Jalan berduaan sama berlianku yang gede sih sudah biasa. Kadang mereka naik Bus Trans Jakarta ke Istiqlal untuk shalat Jum'at jika Mas Hafizh libur sekolahnya. Atau main bowling ke Senayan. Atau......... sekedar makan sate kambing di warung dekat stasiun kereta, yang kata Mama sih terkenal enak. He he he........... maklum, aku bukan pengamat wisata kuliner yang baik. Jarang jajan sih! Secara, nenek merasa lebih asyik ngajakin cucunya.

Waaaah...............pokoknya mereka tuh "nyambung", asyik, akrab. Seneng sih ngelihatnya. Si Nenek kelihatan seneng, menikmati, bahagia,.............serasa muda kali ya?!. Berlianku juga asayik-asyik aja nemeni Neneknya. Banyak juga ilmu, ketrampilan, dan pengalaman hidup yang ditransfer dari 2 generasi yang berbeda itu.

Kalau mereka jalan naik mobil, Neneknyalah yang setir. Berlianku masih terlalu muda untuk mendapatkan SIM A. Kalau sudah gituuuu................. Neneknya jadi bermuda banget!!

"Nek, mobil itu tadi yang setir anak muda. Masa Nenek kalah sih, disalip anak muda!"
"Jadiiii............., kita kejar ya Nak?"
"Iya donk Nek. Sikat."

Suuiiiiiiiiiing.................... langsung tancap gas aja Mamaku nyalip mobil tadi setelah dikompori cucu-cucunya. Bahkan seringkali nggak mau ambil karcis Tol di pintu masuk dan rela membayar 2 kali lipat jarak terjauh di pintu keluar karenanya.

Walah................walaahhhhhhhhhhhhhhhh.............. memang Nenek ini lincah banget.

Main musik dan nyanyi bareng juga menjadi kebiasaan kami. Si Nenek pasti semangat banget nyanyi, sementara cucunya main musik. Kadang malah kelihatan Nenek minta diajarin main gitar sama berlianku. Lhaaa........... berlianku tuh sabar aja ngajarinya. Meski sampai sekarang ya belum berhasil!

"Jari Nenek sudah susah nih........" Begitu Mamaku bilang karena memang kesulitan.

Suatu hari, Mama datang ke rumah saat anak-anak libur. Mereka asyik banget di depan komputer. Yah, memang mereka hanya aku ijinkan main game saat libur. Hari sekolah, komputer hanya buat ngerjain tugas sekolah atau belajar!

Ha ha ha.........rupanya karena merasa dicuekin, Mama pelan-pelan mendekati komputer. Daaan............. melihat, bertanya, minta diajari main. Tak......... tik..........tak...............tik........... rupanya lama-lama Nenek asyik di depan komputer!

"Hhhhhhh...........kok nggak menang-menang ya?"

Ha ha ha..................rupanya Mamaku sudah dibuat penasaran sama game komputer.

Sejak saat itu setiap datang ke rumah, Mama langsung "nangkring" duduk di depan komputer................... main game!!! Bahkan, jika ada sesuatu yang harus dibicarakan sama aku, Mama akan ngajak ngobrol sambil beliau asyik di depan komputer. Kalau mau pergi....................... susahnya minta ampun!!

"Gimana Ma, jam berapa kita jalan?"
"Ntar lagi ya, tunggu Mama. Hampir menang nih!"

Kalau sudah gitu, aku mending ngerjain hal lain sampai Mama ngajakin pergi. Karena............ bakalan lama!!! Secara...........nggak menang-menang!!!! Xi..... xi................ xi.............. alamat nggak jadi pergi ya?! Memang!! Mama baru beranjak jika sudah sadar kalau sudah terlalu lama main.

Ternyata............Nenek pun terbius oleh GAME!!!!!

Minggu, 11 Januari 2009

BISNIS.............UNTUNG ???

Halllloooo.................... akhir weekend nih! Hayooo........... ngapain aja weekend ini? Semoga weekendnya menyenangkan, membahagiakan, membawa berkah.

Hmmmmm......... kali ini aku mau bicara tentang "untung - rugi". Walaaaah........ kok tumben amat? Iya! Karena sering aku menemui orang yang salah tentang arti dan maksud dari kata-kata balik modal, untung, dan rugi ini. He he he........... terlebih bagi yang nggak "Mengeluarkan Modal".

Gini nih!

Seringkali orang mengira, belum "balik modal" berarti orang yang mengeluarkan modal awal belum boleh menerima masukan apapun, malahan masih harus nombok uang lagi selama masa itu.

Sedangkan "untung" adalah jika orang yang mengeluarkan modal sudah menerima uang, meski hanya sedikit sekali, sangat jauuuuuh dari seluruh uang yang dia keluarkan.

Contohnya:

A mengeluarkan modal (uang) Rp 500 juta untuk modal suatu kegiatan. Balik modal dari kegiatan tersebut adalah 10 tahun.

Bagi orang yang nggak ngerti, maka A tidak akan menerima uang sama sekali selama 10 tahun tersebut. Malahan masih mungkin dan harus menambah lagi mengeluarkan uang selama 10 tahun. Naah......... setelah 10 tahun, barulah A boleh menerima uang masuk. Dan jika sudah menerima uang "lebih", meski masih sangaaaaat kecil dan jauuuuuh dari modal yang dikeluarkan, mereka sebut sudah "untung".

Waaaah............. ini SALAH BESAR !!!!

Yang bener, jika masa balik modal adalah 10 tahun, maka dari modal Rp 500 juta yang dikeluarkan tersebut, harusnya A menerima uang masuk setiap bulan sebesar Rp 500 juta dibagi 120 bulan = Rp 4.166.666,67 selama sepuluh tahun penuh.

Setelah 10 tahun dengan setiap bulan menerima uang masuk "bersih" sesudah dikurangi SELURUH biaya maupun pengeluaran lainnya, sebesar Rp 4.166.666,67, maka uang masuk pada bulan ke 121 barulah disebut "UNTUNG". Sedangkan uang masuk "bersih" setiap bulannya selama 120 bulan atau 10 tahun, barulah pengembalian modalnya.

So, jangan menganggap orang yang mengeluarkan modal sudah untung jika dia sudah mulai menerima uang hasil usahanya. Karena itu namanya "Belum Untung" sama sekali!!!!! Alias masih sangat rugi, sampai seluruh uangnya kembali, dan sesudah seluruh uang modalnya kembali dia masih menerima hasil usahanya, barulah dia "UNTUNG".

Intinya sih............ jangan suka menghitung dompet orang deh. Yang penting, kerjakan saja kewajiban dengan baik, amanah, dan bertanggungjawab.

Sabtu, 10 Januari 2009

MAMA DIKTATOR ???

Ha ha ha............serem banget ya judulnya????

Berlianku memang lucu, pinter, kreatif, meski seringkali mereka itu ............. ngeselin!!! He he he........... tapi aku cintaaaaa banget sama mereka, sekesel apapun aku dibuatnya.

Aku memang sangat sayang sama mereka, karena mereka adalah berlian milik Allah yang dipercayakan padaku untuk mengurusnya. Dan............. pada saatnya, aku HARUS mengembalikan mereka kepada pemiliknya............ dalam kondisi terbaik yang bisa aku upayakan. Ya..................kondisi TERBAIK!!!!! Karena saat mulai dititip juga dalam kondisi "sempurna". Heiiii........ bahkan bayi yang lahir cacat fisik dan mental terparah sekalipun, adalah bayi sempurna, ciptaan sempurna, pilihan, yang terbaik yang Allah hadirkan pada ayah bundanya.

Hhhhhhhhh................ sangat tidak gampang, bukan?

Naaah......... that's why, aku tuh berusaha sekuat tenaga, pikiran, materi, dan segala kemampuan untuk menjaga titipanNya itu agar bisa mngembalikan dengan baik. Salah satu caranya adalah...........bersikap FIRM!!! Tegas, konsisten, dan nggak "lembek" oleh rayuan gombal dari anak-anak. He he he............. padahal sih, sering lho aku tuh "klepek-klepek", nggak sanggup menolak rayuan maut berlian-berlianku. Padahal.............. itu seharusnya nggak boleh terjadi. Karena, nantinya mereka akan melancarkan jurus-jurus lain yang lebih kampiun untuk melancarkan pemenuhan keinginan mereka, yang tidak seharusnya diluluskan!

Yaaaahh...............gaswat deh, kalau kita berhasil ditaklukkan oleh mereka. Ini khusus untuk hal-hal yang prinsip dan memang nggak bisa diganggu gugat lho!! Secara, mereka tuh........pinter, cerdas, kreatif, inovatif, pokoke TOP BGT deh akalnya!

Makanya.....................kalau sudah berseberangan pendapat dengan mereka, dan itu hal prinsip, aku harus yakin dengan pendapatku,.............he he he........... jadi malu nih mau ngomongnya..................

Hhhhhhhhhhhhh..............Ok......Ok......... dalam posisi itu, aku menggunakan hak prerogatifku sebagai IBU..............jurus.............HARUS!!!!!

Ha ha ha..........iya!! mereka harus mengikuti apa yang sudah aku tetapkan.
Sayur harus dimakan, harus shalat lima waktu.......... berjama'ah di masjid jika nggak ada uzur, dll. Tapiiii...... itu semua juga sudah melalui pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, pendampingan, dll. Gak asal nyuruh juga lho.

"Aduuuuuh................Mama kok gitu?"
"Waaah.............nggak asyik deh, Mama maksa!"
"Gimana sih, katanya kita boleh berpendapat? Kok Mama nggak mau ngalah?"
"Iya nih, maunya menang sendiri!"
"Nggak demokratis!"
"Yah......payah! Mama DIKTATOR!!!"
"Mama Amerika! Maunya berkuasa! Ngomongnya demokratis, tapi ........ MAKSA!!"

xi.......xi.............xi......... lucu banget mereka mengomentari kekerasanku mempertahankan pendapatku. Dan mereka harus..............nurut!!!!! Mereka sih menyampaikannya dengan candaan yang lugu, konyol, akrab, dan he he he.......rasanya sih cintaaaaa banget sama aku. Mode GR ON! Yaaah...... karena memang ada hal yang nggak bisa ditawar, ya aku tanggapi komentar mereka itu dengan santai dan bercanda aja.............. teteeep penuh cinta.

"Waaah.............masa sih, Mama "cuma" disamain sama Amerika? Lha kan Mama ini Inggris!! Jajahannya lebih luas, kekuasaannya lebih besar, lebih kaya raya, uangnya lebih gede nilainya, bahasanya menguasai dunia............ meski wilayahnya kecil!"

Alhamdulillah, meski tetep ada ngedumelnya, mereka tahu kalau urusan tertentu aku memang nggak terima tawaran mereka untuk "damai".

Jumat, 09 Januari 2009

PRINCESS SEKOLAH

Pagi-pagi Vaniaku sudah rewel. Apaaa aja salah sama dia. Rengekannya, teriakannya, ngomelnya, marahnya itu lho! Waduuuuuh........... bikin senewen. Secara, selama ini Princess cantikku itu so......sweet. Gak rewelan blasss!!! Semua negotiable. He he he.......... kayak diplomat aja ya dia?

Heiiii......... tapi tahu nggak (kayaknya pada lebih tahu dari aku ya!), itu adalah salah satu proses tumbuh kembangnya. Ya! Saat masuk usia 3 tahunan saat anak mulai mahir berbicara, (Vania masih 2 tahun sih tapi sudah pinter ngomong), biasanya , menguasai banyak kosa kata, emotion, reaksi, maka dia mulai "mencoba" menerapkan pengetahuannya tentang ekspresi diri dalam keseharian. Anak kecil aja tahu ya! Menerapkan ilmunya, dan tidak berhenti hanya sekedar tiori, ide, atau wacana.

Marah...........
Bentak..........
Ngomel..........
Mukul.........
Merengut dan galak....
dll

Dia keluarkan saat dia mau menyampaikan sesuatu. Jangan dibentak ya, nanti dia kaget! Yaa........kalau cuma kaget mukanya sih nggak papa........ Yang jadi masalah adalah jika hatinya, jiwanya yang kaget. "Kenapa ya Mama marah, bentak, kan aku cuma mau nyoba kemampuanku seperti orang lain yang lebih besar? Apa aku salah? Atau ...... Mama benci sama aku?" Mungkin begitu hatinya bertanya. Takutnya, jiwa dan hatinya luka! Sakit! Ternoda oleh sikap orangtuanya yang sebel dengan tingkahnya.

"Tapi gimana donk? Dia tuh nyebelin banget! Ntar jadi alat lagi ngerengek saat minta sesuatu atau nggak setuju!" Mungkin pada bertanya gitu ya? Tenaaaang.......... Belanda masih jauh! Ya jauhlah........... kan di benua Eropa sana! Ha ha ha.........

Bagaimana kalau kita tanya maunya apa dengan tenang, sabar, dan ajak dia diskusi mengenai sikapnya? Naaah........... usut punya usut............ Vaniaku minta pergi ke sekolah! Dia siapkan bekal dan tasnya (seperti Mas Masnya kalau mau sekolah)sendiri. Setelah aku mandikan, aku antar dia ke sekolah, lalu aku tinggal dia dengan Ms Yuli, guru Play Group sekolahku. Untung Mamanya punya sekolah! He he he.......... nggak juga sih. Dulu Mas Masnya juga gitu. Saat minta sekolah, ya aku hanya antar n aku serahkan ke guru yang bertugas di kelasnya. Percayain ke dia. Terbukti, semua berlianku "manis" di sekolah, no complaint at all dari guru maupun temannya. Malahan aku lebih banyak mendengar compliment.

"Bye Mamaaaa.......... Adek sekolah dulu sama Ms Yuli yaaa....... nanti Mama jemput!"

Sok tua banget nggak sih? ya sudah, aku nggak pakai keluar mobil deh. Langsung....... meluncur untuk urusan lain. Lumayan juga sih.......... nggak repot n jadi lebih cepat karena nggak sambil ngurus Princess. Ho..........ho......... bukan juga mau lepas tangan dan mau enaknya lho! Aku sih seneng n menikmati kerepotan ngurus berlian indah titipan Allah, semuanya!

"Wan.......tcu......tri........for........."

Ha ha ha............. masih terbayang Vania ngitung dalam Bahasa Inggris sampai empat, lalu teriakan tegas......."NO!!"........ jika tidak mau atau tidak setuju, atau kata santun "YES" jika setuju. Mas Rafi memang rajin mengajak adeknya belajar tanpa disadari, seperti jika aku mengajak berlianku belajar saat mereka kecil dulu. He he he.........sampai sekarang sih. Ternyata, setelah mereka remaja pun belajar tetap yang terbaik adalah belajar yang menyenangkan, tanpa beban, bahkan tanpa anak merasa jika sedang belajar. Learning by doing atau learning by playing, singing, dan ing ing lainnya yang disukai anak-anak. Xi..xi...........xi....... nggak ilmiah blass ya bahasannya?

"Bahasa itu mesti dibiasakan dari kecil, Mamaaa..........." Begitu Mas Rafi beralasan jika dia ngajarin Adeknya Bahasa Inggris.

Hhhhh............. meski aku sudah mengajarkan banyak hal, ternyata Princess kecil tetap ingin sesekali bersosialisasi dengan anak lain........... meski mereka lebih besar dan lebih tua umurnya. Setidaknya nggak terlalu jauh dari usianya, tidak sejauh usia Princess dengan usia Mas Masnya kali ya? Apalagi usia Princess dengan usia Mama Papanya! Walaaaah............ baru nyadar kalau sudah tuir!!! Perasaan masih baru kemarin lulus SMA. Masi berasa sweet seventeen aja, ternyata sudah merangkak menuju......... sweet......dak, alias enampuluh!!! Iya lho, bentar lagi (kalau masih diberi kesempatan) tahu-tahu usia kita 60!!!

Ya wis, berarti aku memang mesti bersegera menyiapkan investasi terbesarku yang lifetime, bekal perjalanan pulangku,............amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan............anak shaleh dan shalihah!

Selamat belajar Princess......................miss u!

Kamis, 08 Januari 2009

SEKOLAH UNGGULAN ????

Pagi ini aku antar Pacar ke stasiun untuk nyambung naik kereta ke kantornya dan berlianku nyambung angkot ke sekolah. Princess ternyata meneruskan tidurnya setelah tadi ikut shalat subuh di masjid. Dia terlihat nyaman di carseatnya dengan senyum manis di bibir mungilnya itu.

Waaah......... ternyata jalanan jauh lebih ramai dari sebelumnya. Gara-gara peraturan baru pemda DKI yang "memaksa" anak-anak masuk sekolah jam 6.30, maka kemacetan bukan hilang tetapi justru menjadi lebih pagi. Kasihan....... terlihat mereka grusa grusu, panik, dan makin semrawut. Setelah Papanya turun di stasiun, aku terkena palang kereta api. Hm....... nggak tega rasanya melihat anak sekolah yang naik motor dan kelihatan buru-buru, juga para orangtua yang nganter anaknya dengan membonceng 2-3 anak sekaligus. Aku ngalah saja dengan mereka. Semua terlihat panik meski masih jam 6 pagi. Mungkin sekolah mereka masih jauh. Semrawut sekali jalanan.

Airmataku nggak bisa aku bendung. "Mbrebes mili". Aku biarkan mereka mendahuluiku, meski kadang mereka main serobot. "Oalah nak....... mbok ya hati-hati." Begitu aku nasihati mereka meski hanya bisa mbatin. Lalu ada juga anak sekolah yang sejak aku berangkat sampai aku balik arah masih di pinggir jalan yang sama. Tapii..... saat aku balik kok dia ngusap2 matanya? Duuuuh.......apa dia nggak dapet angkot lalu nangis takut telat ya? Mau nolong....... tapi posisiku susah dan aku bawa Princess kecil. Akhirnya aku hanya berdo'a buat dia. Lalu...... beberapa anak kecil berseragam sekolah susah nyebrang. Akhirnya aku berhenti memberi kesempatan. Lha kok mereka malah ragu dan nggak nyebrang? Sampai tan ten ton mobil di belakangku. Waaah......... makin takut mereka nyebrang. Yo wis, aku jalan lagi. Mau baik kok susah ya???

Ini semua terjadi sejak diberlakukan peraturan baru, masuk sekolah jam 6.30!!! Aku dengar sih, yang masuk kantor siangan memang tertolong sekali dengan peraturan baru ini. Seneng mereka!! Nggak mikirin anak-anak "gedandapan" mesti masuk pagian, Pak, Bu!! Mendingan biar para pegawai yang ngalah, kerjanya berangkat siangan, pulang maleman dikit. Tapi anak-anak jangan dikorbanin!!! Buat mereka nyaman belajar, cukup istirahat, cukup tidur. Jangan salah ya, bukan dimanja lho!! Disiplin mah tetep!! Bangun subuh ya HARUS! Tapi bukan berangkat sekolahnya yang subuh.

Malahan aku dengar sekolah unggulan ada yang masuknya lebih pagi lagi. Padahal, masuk sekolah unggulan tuh syarat nilai UAN juga tinggi! Eeee.......ternyata biaya sekolahnya juga tinggi!!! Padahal setahuku sih, mestinya gratis.....tis.....tis. Mereka harusnya hanya beli buku untuk diri sendiri, seragam, dan ongkos. He he he..........sok tahu amat Dew!! Ada peraturannya nggak?!! Ups........sorry, nggak tahu sih. Hanya logika aja! Habis pakai uang rakyat tapi nggak transparan sih.

Gini...... Kalau memang sekolah negri itu harus bayar, kenapa nggak pernah dengar adanya peraturan bahwa di DKI itu biaya masuk anak SD sekian, SMP sekian, SMA sekian. Juga SPP tiap bulan sekian. Atau, kalaupun ditentukan oleh sekolah, mestinya ada juga peraturan yang mengatakan bahwa biaya diatur oleh sekolah masing-masing. Atau apalah, yang penting ada tertulisnya berapa dan untuk apa. Lhaa.....kan semua fasilitas baik gedung, meja, kursi, buku perpustakaan, laboratorium, kurikulum dan operasional disediakan oleh negara dengan uang rakyat? Gaji guru juga dari negara, bukan?! Malahan ada insentif tambahan untuk guru dari DKI.

Trus........buat apa bayaran yang dipungut? Kenapa tiap murid masuk bayar? Tiap bulan bayar? Tiap tahun bayar uang OSIS, tetapi tiap ada kegiatan masih harus bayar? Nggak peduli yang nggak mampu. Memang sih yang keberatan disuruh ngadep, bawa surat keterangan tidak mampu. Waduuuuh......... kok nggak ada "pride" nya gitu Pak, Bu?? Kan mereka berhak nyekolahin anaknya di sekolah negri? Mereka juga berhak nanya uang yang mereka bayarkan untuk apa, karena sekolah dijalankan dengan uang rakyat!!!! Malahan saat Idul Adha tiap anak juga dipungut buat korban! Lhaaa.....yang berkorban bukannya hanya untuk yang mampu??

So, yang bisa masuk sekolah unggulan ya yang nilai UAN tinggi (belum tentu pinter lho!!) juga yang punya uang banyak. Sayangnya........entah sengaja atau tidak, sering orangtua menuntut anaknya masuk sekolah unggulan karena........GENGSI!!! Walaaaah.......... kasihan amat kamu, Nak.......... Kalau aku sih bilang ke berlianku; "Mama sih bangganya pada kalian bukan karena bisa masuk sekolah unggulan, tetapi........... di manapun kalian berada, kalianlah unggulannya. Unggulan dari segi pribadinya. Anak Islam yang shaleh dan shalihah."

Lagi......makin favorit, unggulan, apapun istilahnya suatu sekolah, maka nilai UAN yang disyaratkan makin tinggi, uang masuk dan SPP makin besar, dan......... jam sekolah makin pagi (katanya.....), makin ketat. Lhaaa.......di mana letak sekolah unggulannya ya? Kalau sekolah unggulan mestinya sekolah yang mampu mendidik anak yang nilai UAN nya biasa aja atau malah jelek, menjadi pinter dan nilainya bagus, dengan proses belajar yang menyenangkan! He he he.......... berani nggak??????

Lain jika sekolah swasta........ Semua-muanya dibiayai sendiri. Mulai dari gedung, sarana prasarana, operasional, gaji, belum lagi segala macam iuran. Lagian, sekolah swasta sih bukan pakai uang rakyat! Weeeeee.......malah sering diprotes sana sini. Padahal, kalau nyekolahin di swasta ya mesti siap dengan biaya sendiri semua! Tidak ada campur tangan pemerintah dalam dana. So, uangnya murni dari pendiri. Yaa......orangtua nggak berhak ngutik-utik kan??? Sejatinya, bahkan jikapun "untung" secara materi, uang, maka itu ya haknya pendirinya, sudah capek mengupayakan pendidikan anak, korban dana, belum lagi........korban perasaan. He he he ....... Kalau mau ngutak utik masalah uang sekolah....... ya masuk aja di sekolah negri, yang biayanya memang dari rakyat.

Ha ha ha......... memang sekarang jamannya sedang kebalikan. Seperti kartun aja ya! "HARI KEBALIKAN........" Jadi setiap kelakuannya harus terbalik!

Rabu, 07 Januari 2009

TELUR.........PECAH............ BELAJAR

Duluuu.........saat baru bisa jalan sekitar usia 11 bulan, Princess asyik sekali. Aku yang juga sedang asyik masak nggak begitu memperhatikan. Aku pikir...... yang penting nggak bahaya. Lalu...............

"Mama......... Adek itung yaaa.........."
"Boleh saja pujaan hati Mama........"
"Tatu.......dua........tiga.........tatuu.............dua............tigaaaa...... kresek.... thor......."
"Waaah.......hebat! Anak Mama memang pinter! Two thumbs up deh!"

Heiiii............ beneran lho, dia ngitung sampai 3 di usia menjelang setahun. Bukan hebat sih, sejak mereka belum bisa bicara, aku memang sudah ngajari macam-macam, termasuk angka. So, saat mereka bisa bicara sudah banyak kosa kata yang dikuasai. Tinggal melancarkan dan membetulkan ucapan. Itu akibat punya Mama cerewet, banyak omong, sampai-sampai bayi merah aja diajak ngobrol!!! Hi hi hi............. sorry, aku memang cerewet. Daripada ngrumpi......dosa, ngomelin suami......dilawan he he he.... ngomong sendiri.......dikira gila lagi! Yaaah......kan mendingan ngajak ngobrol bayiku. Nggak banyak protes karena belum bisa ngomong! Paling kalau dia sudah sebel dan bosen dengan "ocehan" ku dia pipisi badanku. "Bonus nih Maaa.......... pengharum tubuh!!!" Ha ha ha........ Sedeeeepp...................

Hmm............ tapiiii.......... suara apa ya itu yang kresek dan thhor? Saat aku berikan jempolku untuk kehebatannya, akupun membalikkan badan. Waaaah......... Masya Allah............. di lantai sudah tergenang lebar karena pecahan 6 butir telor yang tadi dihitung oleh berlian cantikku.

Hhhhhh............ untung lantaiku selalu bersih saat aku masak. So, berlianku bisa bantu sambil "nglesot" di lantai, dan sayuran yang mereka taruh sembarangan saat bantuin aku nggak kotor. Demikian juga telur itu, nggak kotor kotor amat sih. Hi hi hi.........jurus pengiritan, eman-eman! Sebisanya aku selamatkan telur untuk diolah. Selebihnya................ wassalam! Pelajaran menghitung ternyata perlu dibayar setengah kilo telur! Ha ha ha............... nggak papa!

Akupun merasa mempunyai kesempatan memberikan pelajaran baru; telur mentah itu bisa pecah dan isinya akan tumpah! Disamping baunya amis (Vania sensitif akan bau), juga bikin kantong Mama cepet tipis! Ha ha ha.......... yaaa......dia mesti tahu apa itu mubadzir. "Emangnya anak segitu ngerti?" He he he........bukan Dewi kalau nggak percaya kalau anak itu huebat bat bat! Kasih tahu aja, pasti akan ngerti. Kalau nggak sekarang ya nanti dia akan ngerti.

Intinya............jangan asal melarang, atau malah menakuti anak tanpa penjelasan logis dan benar! Karena, kesalahan anak di mata kita, belum tentu kenakalan anak. Sangat mungkin anak sedang proses belajar, proses tumbuh kembang, yang perlu arahan kita, ibunya. Haaa........Bapaknya juga donk ah!

Saat aku masak rawon, telor asin adalah partner ideal buat menemani rawon di meja makan, disamping tempe goreng, taoge pendek, daun kemangi, sambel dan krupuk. Walaaah.......lengkape, bikin ngiler gak? Lhaaa....... barang baru, sontak aja Vania penasaran.

"Mamaa........ini apaan? Telur ya? Apaan sih?"
"Ooo.......iya cintaku, cantikku, ini namanya TELUR ASIN. Warnanya beda karena ini dari telur bebek. Yang biasanya kan telur ayam. Trus......ini rasanya asin. Naaaah........ yang ini sudah mateng. Makanya kalau dikupas nggak pecah dan berantakan isinya. Adek mau ngupas? Sini Mama ajarin."
"Iya......horeee..........Adek kupas telur asin. Iya Ma?"

Panjang banget ya penjelasannya? tenang.......... dia pasti ngerti. Kalau nggak ngerti kan bisa tanya. Lagian........... nggak ada quiz kok! Ha ha ha........... Lalu aku asyik berdua ngupas telur asin. Weeeee..........Princessku pinter banget! Termasuk mengetokkan telur sebelum dikupas ke benda keras. Xi......xi......xi...... setiap yang mau makan pasti dibajak telur asinnya sama Vania.......... untuk dikupasin! Pelajaran kali ini nggak makan korban............ kecuali Papa n Mas Masnya mesti nahan lapar karena nungguin telur asin selesai dikupasin Princess! Sejak itu dia pecinta telor asin.

Beberapa hari lalu........... mungkin karena dia lupa pelajaran telur mentah atau telur asin. Secara, rentang konsentrasi anak kan masih terbatas. Atau dia confuse antara telur asin, telur mateng, atau mentah, juga berhitung. Ditambah.......... dia kesel karena di freezer nggak ada ice cream kesukaannya. Atau karena hal lain, aku juga nggak tahu karena saat dikonfirmasi Vania mogok untuk memberi penjelasan. "No coment." katanya seperti artis yang diwawancarain wartawan infotainment.

Saat aku asyik di depan komputer.......... dia juga asyik sendiri. Katanya sih bantuin rapi-rapi. Tadinya dia persis di belakangku merapikan boneka, tas, alat masakannya sendiri. Tiba-tiba................

"Sudah Ma, Adek mau cuci tangan donk! Baunya nggak enak!"
"Adek tadi ngapain? Kok tangannya amis gini?"
"Itu Ma......rapiin kulkas!"
"Haaaa............."
"Nggak papa kok, telurnya nggak berantakan di lantai. Sudah Adek rapiin."

Aduuuuuh.......... rupanya dia merapikan telurku sambil dihitung di dalam plastik, saling timpa. Mana sepertinya sambil sedikit dijatuhin karena dia kan ngitung! Trus........ didesakin sama jagung manis yang masih utuh????? Ampiuuuuun......... torog lagi ............pecah lagiii........ hikcs.......

Kalau digambar nih, diilustrasiin, maka perasaanku campur aduk; ada bangga, seneng, kesel, merasa rugi (hikcs......hikcs.........telurku hancuuuuur......banyak), gemes, sekaligus nggak tahu mesti ngomong apa.

Karena muka Vania tuh poloooooos......... matanya bening indah menohok mataku...... merasa bangga sudah bantuin tanpa diminta. Tapi ada sedikit tanda tanya juga. Mungkin dia merasa reaksi Mamanya kok aneh!

Ya wis, aku langung bimbing dia untuk dibersihkan tangannya sambil aku beritahu betapa hebatnya dia sekaligus tentang perlakuan telur mentah dan benda keras seperti jagung. Dia mengangguk angguk lucu. Entah mengerti atau malah menganggap aku yang plin plan ya??

Telur mentah......pecah..... telur asin........nggak pecah..... jagung ......... benda keras......... bisa pecahin telur........ bisa bantuin ngupas telur asin........ Sudahlah Maaa.........gak usah mikirin telur! Sudah rapi kan......... bobok aja yuk, Adek ngantuk nih!!

Selasa, 06 Januari 2009

MY DEAR FRIEND

Entah kenapa..........walaaah......masa selalu nggak tahu kenapa sih??? He he he...... iya memang nggak tahu kenapa, akhir-akhir ini aku kepikiran seorang temanku. Temanku yang baik, kuat, hebat, lucu, pinter, dan tabah. Temanku yang satu ini sungguh hebat! Aku sangat kagum padanya. Wajah manisnya itu lho! Selaluuuuuu aja terlihat ceria, sumringah, penuh senyum ikhlas. Meski aku tahu, jalan hidup yang dilaluinya tidaklah mudah..........setidaknya bagiku. Belum tentu aku sehebat dia jika dalam posisinya.

Sudah berapa tahun ya, aku nggak bersapa sama dia? Di mana dia sekarang? Apa kabarnya sekarang? Miss her so much! Heiii........... bagaimana kabar jagoan kecilnya? Ya, jagoan kecilnya tuh teman baiknya berlianku, Rafi. Best friend. He he he........ dia akan "curhat" sama Rafi jika ada kejadian apapun di rumahnya. Apalagi jika dimarahi mamanya. Ya iyaaa......mamanya yang cantik itu. Yang teman baikku juga. Yang sekarang aku loss contact sama dia. Ha ha ha.......padahal, aku sih yakin banget nggak mungkin Ibunya marah. Lha Ibunya sabar banget. Mungkin anaknya aja yang peka, ngerti kapan Ibunya marah.

Yang jelas, sejak Vania lahir aku sudah nggak pernah ketemu dia. Terakhir dia datang ke rumah saat perutku buncit, lucu. Katanya aku hamil apa cacingan? Kok badannya nggak "ndut"? Hanya perutnya buncit? Mana masih berpinggang pula! He he he...... busung lapar kali. Perut uncit badan tetep nggak ndut.

Lalu........ saat aku telpon dia, Ibunya yang angkat n cerita kalau dia dalam perjalanan ke airport. Hikcs.......hikcs............. sediiih banget ditinggalin. Aku memang sudah tahu dia mau ke negeri orang, karena aplikasinya memang diterima. Sudah dia tunda setahun demi jagoannya yang ganteng dan lucu itu. Aku telpon berkali-kali ke Hpnya. Eee....... sibuuuk terus.

Hhhhhhhh............... sampai sekarang, aku belum pernah lagi berhubungan sama dia. Where are you??? Masih di Amrik kah? Atau sudah pindah ke negara lain? Ajak-ajak donk.......... Lho?? Kangen apa "klayu" to iki?

Mbak Atik, mamanya Kevin,............ wherever you are.........semoga Allah selalu melindungi dan memberkahi. Amiiin............

Senin, 05 Januari 2009

MASUK SEKOLAH DIPAGIIN???

Hari ini adalah hari pertama anak sekolah di Jakarta HARUS masuk lebih pagi. Jam 6.30 sudah mulai pelajaran!!!! Kuliah subuh, Pak?!!

Entahlah, kenapa Pemerintah DKI mengeluarkan kebijakan yang sama sekali nggak bijak ini. Dia punya anak yang sekolahnya jauh dari rumah tanpa fasilitas transportasi memadai nggak sih! Apa iya, anak-anak harus dikorbankan hanya demi lancarnya lalulintas Jakarta? Lagian............itu juga nggak menjamin!!! Nggak usah "lempar batu sembunyi tangan" deh Bapak2 dan Ibu2 hebat yang memutuskan peraturan ini. Kalau nggak bisa mengatasi kemacetan, jangan bersembunyi di balik anak-anak!!!! Emang angkot sudah tertib? Metromini dan kopaja sudah taat aturan? Sepeda motor sudah rapi? Dan heiiii............ Anda-Anda sendiri, apa sudah merasa taat aturan?? Coba deh..........introspeksi diri dulu! Biasanya sih kesemrawutan, ketidak tertiban, kerusakan di muka bumi ini dilakukan oleh ORANG DEWASA. Bahkan, jikapun anak-anak melakukannya itu juga karena orang dewasa!!!

Hhhhhhh.............sebeeelllllllllllll!!!!!

Ha ha ha.........pagi-pagi sudah sewot, ngomel, marah-marah!! Habisnya, aku sangat nggak ngerti dengan keputusan seenaknya ini. Selaluuuuuu..........anak-anak yang jadi korban. Orang dewasa yang matrek, anak-anak yang ditinggalin, dicuekin, dihukum dengan hanya dilimpahi materi, dididik nggak bener, dibiarin bingung nggak ngerti mau ke mana melangkahkan kakinya menuju ke masa kehidupan berikutnya. Orang dewasa yang nggak mampu menguasai diri, anak-anak yang menjadi korban. Apa pada nggak sadar sih, kalau anak-anak tuh masa depan bangsa? Masa depan umat manusia?

Aku prihatin sekali dengan anak-anak sekarang. Bahkan, aku juga jadi sulit membesarkan anak-anakku jika masyarakat masih seperti ini. Karena perlu sekampung lho, untuk membesarkan, membentuk, hanya "seorang" anak. Hayooo......... apa ungkapannya? Dalam bahasa Inggris sih. Nah.................PR ya!!! Besok mesti dikumpulin sebelum setengah tujuh!!!! Awas telat!!!!!!!!!!!!

Ha ha ha.......................

Sabtu, 03 Januari 2009

TARGETKU GAK SAMPAI................. HIKCS........ HIKCS.........

Waaaaauuuuhhh.............. sudah Januari 2009??? Haaaaaaa............ kok waktu berlari begitu cepaaat???? Sediiiiiiiiihhh............... gimana ngejarnya niiih??? Duuuuuuuhhhh.................. waktunya bisa di "pause" nggak ya?????

Iya nih, aku sediiiiih bangets. Gimana nggak sedih coba???? Sekarang sudah Januari ajaaa??? Huaaaaaaaaa..............ampiuuuuuunnnn................ kekejar nggak ya?? Secara logika sih, nggak mungkin banget nih.

Apaan sih, heboh amat??? He he he.......... aku kan punya janji, target, yang harus aku capai dan wujudkan. Nah, seperti biasa, aku selalu memberi patokan waktu untukku sendiri. Daaaann.............seperti biasa juga, aku pasti akan mengejarnya, meraihnya, berusaha mencapainya sekuat dan semaksimal mungkin. Kenapa? Karena aku hebat? Ha ha ha..............sayangnya sama sekali bukan karena itu. Tapi karena aku tuh nggak mau gagal, pantang kalah, percaya dengan kemampuan diri yang cukup besar......... sehingga terkesan sombong, gengsi kalau punya target nggak tercapai.

Lhoooo............. kok gitu ya?? Jelek memang, ada kesombongan. Tapi itu juga yang selama ini membuatku bisa mencapai segala sesuatu yang aku ingin capai. Itu yang membuat aku survive. Yang membuat aku maju. Yang membuat aku terus berkarya. Namun, tetep aja di bagian kesombonganku itu..............aku salah. So, aku mau memperbaikinya, meski ke PD anku tetep aku ingin pertahankan.

Naaaah.............sekarang, aku mau ehem................ membela diri!!! Xi........xi...................xi................. malu sih sebenarnya. Kayaknya bukan Dewi deh kalau gagal, lalu berusaha membela diri. He he he............. maklum, jarang gagal sih!! Sudah deh, pada maklum aja kalau aku narcist. So, nacist..... mode ON! Waaaahh.........berarti bagus ya sesekali gagal, biar tahu diri! Introspeksi diri. Sedikiiiiit........... rendah hati!! Ha ha ha......ya jangan sedikitlah kalau rendah hati kan bagus Dew!!!!

Ok, pembelaan diriku, bahwa karena drop, sakit, beberapa bulan lalu, yang membuatku nggak bisa bangun, sehingga usahaku menjadi mandek, berhenti, stag, matot alias....................macet total!!! Eeeeee.............lha kok setelah sembuh, aku tuh maleeeeeessssssssss....................banget meneruskan pekerjaanku itu. Nggak ada motivasi sama sekali untuk mengejar target yang sudah aku canangkan. Mungkin juga karena aku menjadi ilang mood, ditambah semua urusan tertumpuk. He he he................alesan banget ya??!!!! Biarinlah!

Oi..........oi.............oi............ apaan sih targetku yang nggak kesampaian itu?? Waduuuuuhhh....................gimana nih ngakunya?? Maluuuuuuuu........... Aku sudah janji pada diri sendiri dan penggemarku. Cieeeee........... gayaaa..... sok...... memangnya siapa yang ngefans??? Ha ha ha............. ada donk!!!

Ya.....ya...........aku mau ngakuuuuu........... Jangan pada sewot gitu donk!! Aku janji mau lounching bukuku di hari ulang tahunku, 22 Januari 2009!!! Lhaa......... sekarang nulisnya aja belum kelar!! Mungkinkah tercapai? Would you help me, pleasee................

Kamis, 01 Januari 2009

PRINCESS DENGAN "MIKE" NYA

Helllooooo................. masih liburan? Masih bermalas-malasan? Masih berkebun? Masih melukis? Atau............ malahan lagi kebanjiran "job", pesenan, atau lagi laris manis bisnisnya? Waaahh.......semoga pada dalam kondisi terbaik, sesuai harapan, sesuai impian.

Aku sih........biasaaa....... ngurusin "berlian" sambil ngumpulin berlian juga buat biayain "berlian". Ha ha ha............ bingung??? Masa sh, gitu aja bingung? Nggak mungkin donk ah. Pembaca blogku tuh semuanya cerdas, pinter, bijak, hebat........ seperti yang nulis! Walaaah........... sempet-sempetnya narcistnya kumat ya.

Ehemmmmmmmmmmmm....................ok deh, silahkan saja yang mau males-malesan..... berkebun......... melukis.......... atau yang sedang sibuk dengan bisnisnya, hayo.....semangat donk!! Asyik kan, meski sibuk di saat orang lain liburan, tapi kan.......... ho....ho.........ho............ rekening jadi makin gede tuh........ heiii..........digitnya naik terus lho!!! Semoga berkah yaaa............

Sudah tahu kan kalau Princessku suka nyanyi? Sudah tahu kan kalau dia nyanyi tuh penuh penghayatan? Sudah tahu kan gaya nyanyinya Ok?? Sudah tahu kan lenggang lenggoknya menghanyutkan? He he he........... paling tidak Mama Papa n Mas Masnya terhanyut dan jadi ikutan nyanyi n nari sama Vania. Dan.............. kami semua HARUS bertepuk tangan, memberikan standing applaus untuk performance Princess kami itu. Walaaah............... kok maksa gitu ya??? Memang!!

"Ayo Papa Mama tepuk tangannya manaaa...........?"
"Mas Mas tepuk tangan donk, kan Adek sudah nyanyi."
"Ayo semuanyaaaa..............."

Begitulah Princess minta tanggapan dari kami audience nya. Dan............ maksa!! Xi......xi.......xi.............. salah sendiri yang dipaksa mau.

Naaah........yang pada belum tahu nih, jika Vaniaku nyanyi, selalu dan selalu menggunakan MIKE. Ya, mike yang biasanya untuk orang nyanyi, pidato, atau Imam shalat, biar terdengar lebih jelas meski pendengarnya agak jauh dan banyak!! Tapiiiiii.......... mikenya Vania jelas berbeda dengan mike mereka semua itu. Ini special!!! Lain daripada yang lain. Nggak mungkin ada yang pakai selain Princess. Bener-bener eksklusif!! Ha ha ha.............penasaran donk!!

Sisir bayinya yang berupa sikat mungil.......tinggal dipegang gagangnya dengan sikat di atas, sudah bisa menjadi mike. Pensil atau spidol dipegang meninggi........ jadilah mike juga. Sendok........ akan jadi mike juga jika dia hendak makan tetapi sudah nggak sabar nyanyi mengikuti sajian musik di televisi or radio. Gagang pintu yang urung kami gunakan karena kurang pas ukurannya, karena terlanjur dibeli ya disimpan saja dulu. Eeee......rupanya Vania lebih kreatif dengan memanfaatkannya sebagai salah satu pilihan "mike" nya. Juga banyak benda lain yang berubah fungsi menjadi mike di tangan mungil namun otak cemerlang cantikku Vania.

Suatu siang, sudah saatnya tidur siang. Vania juga sudah kelihatan ngantuk, matanya tinggal lima watt alias sudah redup. Ya sudah aku ajak dia ke kamar untuk tidur siang. Lha kok nggak bobok juga meski sudah lama kami di kamar. Mana Princess cantikku malahan berdiri-diri di tepi ranjang kami sambil nyanyi. Waduuuuhh....... aku jadi khawatir dia terbentur kepalanya di pagar ranjang yang terbuat dari besi. Dia tuh posisinya agak bungkuk, merendah sampai kepalanya serendah pagar besi. Trus, nunduk-nunduk pula. Rawan terbentur.

"Adeeek.........ayolah bobok. Sekarang sudah waktunya bobok. Nanti sore kita bisa main lagi, nyanyi, nari, baca, atau nulis. Badan cantik Adek juga perlu istirahat, sayang............ Lagian ngapain Adek ke situ sih?
"Mamaaa.........ntar dulu yaaa........... Adek lagi nyanyi."

Lalu tangannya memegang ujung pagar besi, mulutnya nyanyi persis di depan ujung pagar besi yang terbungkus kuningan bulat keci.............seperti megang MIKE!!!! Oooooalaaaahhh............Princess menggunakan ujung pagar besi tempat tidur yang terbungkus kuningan sebagai..............standing mike!!! Ha ha ha........ kreatif sekali. Bahkan aku tadinya bingung dengan tingkahnya yang selalu "mojok" di sudut itu sambil memegangi pagar ranjang saat nyanyi.

Kemudian.......... saat Princess main dengan Mas Masnya dengan skuter dan mobil kecilnya, sometimes diapun akan berhenti dan nyanyi. Aku bingung kenapa stang skuternya tidak dipendekkan agar setinggi dadanya dan bukan setinggi kepalanya sehingga dia akan enak berskuter ria. Hmmmmm.......... saat stang skuter tinggi itulah dia akan nyanyi dengan memegang skuter dan mulut di depan salah satu ujung stang. Weee........lhadalah..............stang skuter itupun tidak luput dari ide briliant Princessku untuk menjadi.............. standing MIKE!!!

Ha ha ha.......... saat Mas Farras datang dan keheranan dengan tingkah Adeknya itu, Princess malu-malu melepaskan "standing mike"nya. Namun dia akan segera melanjutkan aksinya begitu Mas Farras pergi. Akhirnya Mas Farraspun mengerti akan tingkah polah lucu nan cerdas Adeknya. Diapun berlalu dengan senyum simpul penuh arti agar Adek nggak malu.

Saat Mas Rafi yang melihat..............bukannya malu dan menghentikan aksinya, tetapi Vania justru menunjuk sisi lain dari stang skuternya agar Mas Rafi ikut nyanyi dan memanfaatkan sisi lain stang tersebut sebagai mike. So............. merekapun bernyanyi bagaikan duo hebat........dengan memegang standing mike dari stang skuter!!!! Mas Rafi memang masih mau mengikuti permainan Adek meski dia juga merasa melakukan hal "konyol". He he he..........demi cintanya pada Adek cantik!

Ada yang merasa lebih kreatif dibanding Princess dalam memanfaatkan sesuatu menjadi mike????

PRINCESS NGEBLOG

Hari ini pacarku tercinta libur. Horeee........... akhirnya........ Secara, minggu kemarin meski libur tetep mendapat tugas........sejak habis subuh sudah jalan. Hhhhh.........sebelll!! Tapii.....seperti biasaa....... I try enjoy it. Walaaah...... hidup di dunia kan hanya sekali, ngapain dibuat sebel kan??!!

Tuh....setelah pulang dari masjid shalat Isya', mereka sedang main musik, nyanyi, nari, he he he...... pokoke yang mau happy mesti ke sini kali ya?? Ha ha ha............. masa gitu aja sok Dew!!

Heeii......... itu kok tumben Vaniaku nggak nyanyi ya? Biasanya dia langsung nyanyi, lenggang lenggok, ambil "mike", merem melek nggak karuan saking menikmati n menghayati lagu. Xi...xi........xi........... Rosa bisa ngeper kali kalau lihat gaya menyanyinya Princess cantik kami ini. Pesaing berat!!!

Ternyata dia asyik di depan Laptop Papanya yang ditinggal main gitar. Saat aku pergoki, matanya menatapku melas, mohon pengertianku karena dia mainin mouse. "Adek lagi tulis Mamaa........ Boleh kok sama Papa kalau Adek pinjam komputernya." Ya sudah, kasihan juga melihat sorot matanya itu.

Trus..........lho.....lho........lho........ ternyata di blogku ada sebuah posting yang aku nggak merasa nulis. Hanya g 3. Laluuu...........

"Bagus ya?"
???????
"Itu lho Mamaaa.......... yang di komputer Mama itu bagus banget ya."
"Yang ini cinta?"
"Iya, itu yang tulis Adek. Buat Mama biar Mama nggak capek. Ya.....bagus kaaan........"
"Oooo.......... iyaa, bagus banget. Terima kasih pujaan hati Mama sudah bantuin Mama nulis di sini. Waduuuh...... pasti yang baca seneng banget ya, indah sih yang nulis."
"Sama-sama Mama, Adek pinter ya Mama? Adek hedab (dia kadang mengucapkan kata terbalik konsonannya, maksudnya hebat)?"

Mau apa coba, kalau dia melaporkan sendiri bahwa dialah yang nulis, posting, dalam rangka membantu Mama. Ha ha ha............dia pikir dia meringankan tugas Mama yang banyak di depan komputer. So, dengan dia posting "tulisannya" itu, maka beban Mama lebih ringan.

Allahu Akbar!!! Ciptaan Allah yang berupa anak kecil itu memang hebat!! Berlian!!!

g 3.

MAAFIN AKU YAAA.........................

Setelah memasuki tahun baru Hijriyah beberapa hari lalu, hari ini adalah penghujung tahun 2008 Masehi. So, hari ini adalah hari pertama tahun yang baru.........2009!! Hmmmm.........tambah tahun, umurpun tambah banyak, dan jatah hidup, menikmati indahnya dunia, kesempatan menabung dan menyiapkan perbekalan untuk kehidupan abadi, makin berkurang. Makin sempit waktu kita!!

Heeeiiiiii..............wake up semuanyaa.......... kita mesti bersegera!! Kita must be hurry!!! Kita semua nggak tahu kapan waktu kita akan tiba. Sekarang ini kita sedang berada di antrian. Kita sedang ada di barisan. Kita sedang menanti. Kita sedang menunggu giliran yang PASTI. Giliran................mati!!!

Naah........di sisa waktu yang makin pendek ini, sudah siapkah kita? Sadarkah kita bahwa malaikat maut sebenarnya sudah mengirimkan utusannya kepada kita untuk memberi peringatan? Munculnya keriput, uban, gampang capek, penyakit, menurunnya segala kekuatan fisik, memudarnya kecantikan, dll. Sudah cukupkah "bekal" kita? Sudah sanggupkah menanggung akibat semua perbuatan kita? Sudah siapkah kedatangan "tamu special" yang PASTI datang, Malaikat Pencabut Nyawa, Izroil????

Saat mau pergi seharian saja, aku pasti menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk menyiapkan makanan anak-anak selama aku pergi. Demikian juga jika aku pergi ke luar kota, luar pulau, atau luar negeri yang hanya memakan waktu beberapa hari, dibawah seminggu. Semua perlu persiapan. Baik untuk aku saat pergi maupun untuk anak-anak yang ditinggal.

Waktu akan pergi haji 5 tahun lalu, aku sudah mulai siap-siap beberapa bulan sebelumnya. Mulai dari membayar uang muka ONH, ngurus nomer PORSI, dll sampai menyiapkan segala perlengkapan untuk selama di tanah suci. Koper-koper dengan segala isinya sudah dicicil sejak lama. Belum lagi menyiapkan keperluan untuk anak-anak selama ditinggal. Padahal aku perginya hanya 27 hari, nggak sampai sebulan.

Lalu.....saat akan pergi ke Eropa, aku sudah siapin sejak lama juga. Mulai ngurus Visa, booking tiket, bayar asuransi perjalanan, koper dan isinya untuk perlengkapan di sana, oleh-oleh, dll termasuk persiapan untuk anak-anak yang ditinggal juga. Perginyapun hanya sebulan.

Masa iya sih, kita nggak menyiapkan segala keperluan kita untuk pergi "selama lamanya"???? Pergi ke alam abadi? Menuju kehidupan abadi, kekal, selamanya??? Think about that!!!

Mestinya sih kita nyiapin segala keperluan kita untuk bekal kita nanti di sana. Kalau makin lama perginya ya logikanya bekal yang diperlukan makin banyak. Harusnya karena kita perginya selamanya, ya bekalnya nggak terbatas!!! Sebanyak-banyaknya yang bisa kita bawa. Amal kebaikan!!!!!!

Dan.....heeiiii..........kita juga bisa ninggalin "sesuatu" untuk selalu mengirimkan hasilnya, bunganya, setiap kali dia menghasilkan, Ilmu yang bermanfaat, buku, tulisan, ide, dan hal-hal lain yang kita upayakan saat kita masih ada di dunia ini, namun manfaatnya masih akan terus bisa dinikmati siapapun di dunia ini. Amal jariyah.

Trus...........jangan lupa juga ninggalin persediaan untuk yang kita tinggal. Karena kita ninggalin mereka untuk selamanya, maka kita harus memberi peninggalan yang nggak ada habisnya. Yang forever. Ilmu, kepandaian, sikap dan sifat yang baik, karakter sempurna. Di mana kita bisa meninggalkan semua itu? Ya pastinya di anak-anak kita, generasi penerus kita. Anak shaleh dan shalihah. Bahkan merekapun selalu bisa mengirimkan segala kebutuhan kita nanti di sana. Do'a dan perbuatan mereka akan selalu kita rasakan kehadirannya. So, jika anak kita tidak kita didik dengan baik, adzab pun akan senantiasa terkirim kepada kita di sana. Setiap perbuatan, ucapan, sikap, cara berpikir dari anak kita, baik atau buruk, kita akan selalu menerima "kiriman"nya. Pembukuan ganda selalu terposting. Di buku anak kita dan di buku kita. Bisa baik, bisa buruk. Bisa pertolongan atau tambahan siksa.

Naaah.................sekarang masih menganggap mengurus anak, mendidik anak, menyiapkan generasi, mengemban amanah Allah yang berupa anak keturunan, sebagai pekerjaan ringan, mudah, sampingan, bisa disambi, nggak terlalu memerlukan kepandaian, kecerdasan, kebijakan, dan bahkan bisa diserahkan kepada sembarang orang yang nggak kompeten???? Merasa cukup jika anak diurus pembantu, babby sitter, sopir??? Merasa karir dan segala kenikmatan dunia jauuuh lebih utama dibanding mengurus mereka?? Masih meremehkan profesi Ibu Rumah Tangga????? Cobalah sedikit menggunakan kecerdasan yang diberikan Allah untuk berfikir benar.

Eeee.........iya, aku juga berharap semua anakku, anak didikku, karyawanku, hasil karyaku, tulisanku, termasuk......... blogku ini, bisa memberi manfaat bagi semuanya. Bagiku, keluargaku, teman dan sahabat semuanya di seluruh penjuru dunia. So, ini menjadi bagian dari peninggalanku jika aku harus "pulang" nantinya. Jika ada tulisanku yang menyakiti, menyinggung, atau membuat Anda kurang berkenan...............waaaah...... sama sekali nggak ada maksud begitu.

Kejujuran belum tentu indah didengar. Keterus terangan nggak mesti menenangkan. Kebenaran memang sering tidak enak. Teguran kadang memang menyakitkan. Obat kadang pahit. Tapi........semuanya itu kita perlukan. Dan aku berusaha memberikan itu semua. Karena saat ini lebih banyak orang yang lebih memilih memberikan kenyamanan, pujian. Karena memang tidak enak menegur orang. He he he...tapi aku memilihnya. Yah.....semoga saja bermanfaat. Semoga.....meski yang merasa ditegur pernah marah atau sakit hati. Tuuuh.....kan........nggak enak negur orang, dimusuhi. Makanya orang memilih memuji, sehingga disukai. Meski memuji sering menjerumuskan.

Namun, meski maksudku baik......tetep aja, maafin aku yaa.............

Rabu, 31 Desember 2008

PAKAI PAYUNG DONK NEK................

Alhamdulillah, mama tercinta sehat. Memang dasar mamaku itu lincah banget, nggak mau diem. Ya........jalan terus sana sini. Sering juga sih, minta anter or temenin aku. So, tiga dara dari tiga generasi jalan bareng. Mama, aku, n Princess. He he he.........nggak masalah sih, yang penting beliau sehat, senang, menikmati hidup, bahagia.

Naaah.......dia juga nenek yang asyik. Kalau lama nggak ketemu, he he he ......... padahal lamanya tuh palingan seminggu dua minggu, Princessku pasti sudah nanyain neneknya.

"Maaa......... Nenek kok nggak ke sini?"
"Memang kenapa sayang.......? Adek kangen Nenek?"
"Iyaaa..........."

Ha ha ha........kalau sudah ketemu neneknya........Vania akan loncat-loncat kegirangan, lari, lalu..........loncat ke gendongan neneknya. Waduuuuh....... untung neneknya sigap n kuat. Asal............. jangan keterusan, kan Vania makin gedhe makin berat, kasihan neneknya. Lalu mereka akan sibuk berdua. Nyanyi, nari, baca, atau ngobrol akrab.

Tik Tik Tik bunyi hujan hatiku sedih.......bla..bla..........bla........

Suatu hari Vania nyanyi "Tik Tik Bunyi Hujan", dan neneknya menyanyikan lagu yang sama namun versi keduanya. Princess memperhatikan neneknya dengan seksama. Ha ha ha........rupanya dia nggak hafal karena memang belum pernah dengar. Secara, aku juga nggak hafal. Xi..xi........xi...... cemen ya Mamanya, lebih hebat neneknya.

"Karena Vania terlihat bengong, Nenek menjelaskan maksud lagu itu. Kan hujan Dek, jadi kita nggak bisa main di luar. Makanya sedih. Gitu lho Dek."
"Kalau Nenek mau main di luar, nggak usah sedih. Pakai payung aja Nek."
????????????????

Ha ha ha...........spontan Neneknya tertawa mendengar komentar Princess yang cerdas itu. Rupanya Vania kasihan sama Nenek yang merasa sedih nggak bisa main di luar karena hujan. So, dia memberikan solusinya...........pakai payung!!! Langsung aja Nenek memeluk Vania dengan gemes dan bangga.

"Kok Nenek nggak kepikiran ya sayang............pakai payung aja!!!"

Selasa, 30 Desember 2008

LHO........KOK ILANG ???

Hhhhhhhhhhhh.............aku nyeseeeell................sebeeellll.............. sekaligus malu!! Ha ha ha.........lama-lama kok geli sendiri dengan kelakuanku ini. Dasar sok tahu sih.

Ceritanya, semalem aku buka blogku. He he he....... setelah seharian nggak buka blog, waaah.......asyik nih kalau nulis. Mumpung Princessku lagi asyik sama Papanya. Tahu deh mereka ngapain, pokoke nggak ada gangguan yang biasanya selaluuuuu aja datang. Entahlah, semua isi rumah tuh mungkin merasa kehilangan kalau nggak "mepetin" aku. Apalagi Vania...........juga Papanya. Ha ha ha...............

Wuiiih..........tambahan flag counter ku sudah bekerja. Weeee..............we...... we......... hebat juga ya blogku yang memang dikunjungi dari banyak negara, nggak tahunya dari USA banyak!! Runer up setelah visitor dari Indonesia lho!! Siapa ya yang baca? Ha ha ha..........GR!! Padahal ya kan ada Masku n keponakan yang stay di sana. Wajar aja ya banyak visitor dari sana. Tapii......... orang memang narcistnya suka kumat, ya tetep bangga! Xi.xi...xi..................dasar!!!

Hmmm.........kok rasanya tampilannya kurang bagus ya? Mana ada flag yang cuma kelihatan setengah lagi. Dibenerin ah...............

Kutak.......kutik............kutak.................kutik...........

Haaaaaaaa..................????? Kok malah ilang semua?? Lho, kok malah nggak ada lagi flag yang menunjukkan berapa dan dari mana saja pengunjung blogku???? Hikcs............hikcs............huaaa............... nangis deh!!

Ya, aku memang belum gitu ngerti mengenai pemasangan dan editing flag counter ini. He he he.......ngaku!!! So, ternyata aku salah ngedit malahan ilang. Sebeeelllll...................sama kelakuanku yang sok tahu dan selaluuuu pengen tahu agar lebih baik. Ya......resikonya gini nih!! ILANG!!! Ya wislah, aku pasang baru lagi. Sorry ya sahabat yang sudah berkunjung, tercatat, eee.........ilang bendera negaranya................ups! Bendera negara tempat nginternet!!! Sorry..... kan nggak mesti nginternetnya dari negara mana, dianya warga negara tersebut.

Nggak papa!! Belajar memang perlu. Gagal itu "cambuk" agar lebih hati-hati dan bangkit lagi. Bijak ya?? He he he....................tetep aja............NYESEL !!!

Yang pada canggih ngeblog, ajarin donk!!!!

Senin, 29 Desember 2008

PENDIDIKAN AKADEMIS.........LEBIH HEBAT ???

Waduuuh...........liburan panjang membuat Jakarta sepiiiiii. Asyik sih, jadi nggak ada kemacetan di jalan raya. Merdeka!!! Ha ha ha........andai lalu lintas Jakarta selalu nyaman........nggak semrawut, nggak saling serobot, nggak pada mau menang sendiri, nggak egois. Nggak perlu sepi asal tiap pemakai jalan raya tertib, taat aturan, punya etika berkendara, hmmm.........yakin deh bakalan nyaman berkendara di Jakarta. Ke mana ya sifat-sifat baik warga negara yang dulu menjadi kebanggaan Indonesia? Kok menguap???

Ternyata........di dunia mayapun lalu lintasnya sepi! Pada liburan ya! Setahuku sih sudah banyak yang pada pakai layanan internet yang bisa mobile. Nggak kayak aku, masih yang mesti duduk manis di depan komputer. He he he....... tapi, nggak masalah lho. Alhamdulillah masih bisa mengambil manfaat sebanyaknya dari fasilitasku yang masih agak "ketinggalan" jaman ini. Jangan sampai ya, yang sudah menggunakan fasilitas jauh lebih canggih daripada aku, tetapi nggak bisa memanfaatkan apa-apa dari situ. Jangan malahan fasilitas hebat hanya untuk "merendahkan" diri dengan browsing yang nggak mutu!

Beberapa hari lalu aku melihat tayangan sebuah televisi. Acaranya sih tentang suatu partai. Wuiiih........canggih lho partai itu. Ya, kata mereka sih anggotanya kebanyakan berpendidikan akademis yang cukup tinggi, Sarjana Strata 1. Yang di bawah itu relatif sedikit. Dan mereka akan mengusung suatu usulan agar presiden itu nanti pendidikannya minimal S1. Wow.........hebat ya!!

Tapiii...........saat ketuanya (entah ketua atau apa, pokoknya elitenya deh) ngomong,............eng ing eng............kurang berbobot, muter-muter, he he he.........menurutku sih kurang mencerminkan pendidikan akademisnya yang tinggi. Kalau nggak salah sih...............bener!! He he he.......sorry becanda! Dia tuh Strata 3 alias DOKTOR. Harusnya kan semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin cerdas dia berbicara, semakin wise pendapatnya, semakin bisa merangkul berbagai kalangan.

Weeee...........lha kok saat dia berbicara di acara lain di televisi juga..............sama kelautnya! Entah ya kalau di telinga orang lain, menurut pandangan orang lain. Tapi menurutku sih kurang sesuai antara tingkat pendidikan dengan yang diomongkan. Yah......memang sih pendapatnya seperti pendapat masyarakat kebanyakan, populis, tapi........tetep aja menurutku itu bukan pendapat yang tepat. Padahal mestinya seorang doktor sanggup melihat dan mendudukkan suatu masalah dengan kacamata yang ideal meski bukan pendapat yang disukai umum. Hoiii........ gaya bener ya aku menilai seorang doktor?? Waaah...... tapi aku sih yakin seyakin-yakinnya kalau dia memang seorang doktor sejati tidak akan tersinggung apalagi marah jika membaca tulisanku ini. Dia PASTI bisa menerima kritikan orang sepedas apapun, karena luasnya pengetahuan dia, tingginya pendidikan dia, betapa open mindnya dia. Lha kan dia doktor!!

Trus, di acara lain.......ada seorang elite politik juga yang pendidikan akademisnya "cuma" SMA. Tapi kayaknya sih sekarang sudah sekolah lagi lho!! Hebat kan semangat belajarnya? Biar sudah cukup "sepuh" masih mau menempuh pendidikan akademis lagi. Hmm.......untuk kaliber dia, mestinya kalau bukan karena berjiwa besar ya malu lho sekolah lagi......... S1 apa ya.

Nah......yang ini, Ok lho pendapatnya, cara berpikirnya, wisenya. Rasanya yang doktor tadi bakalan kalah kalau digrading lagi secara fair, sekarang (up to date), objektif, pokoke bener-bener deh.

So, apakah yang pendidikan akademisnya lebih tinggi menjamin seseorang lebih pintar? Lebih bijak? Lebih luas pengetahuannya? Lebih open mind? Hmmmm.......... sangat salah ya pendapat yang demikian. Bahkan kalau menurutku sih, dari segi akademispun belum tentu yang pendidikan akademisnya lebih tinggi selalu lebih pandai, lebih mengerti, lebih menguasai, bahkan bidangnya sendiri. Ha ha ha......... yakin amat ya Dew! Yes!!! Aku yakin itu. Secara, sekarang ini banyak orang yang sekolah hanya untuk mendapat gelar, titel, ijazah, dan pengakuan formal lainnya. Ilmunya? Ups...............sorry, sering tidak sesuai dengan gelarnya.

Berarti apa nggak perlu sekolah tinggi??? NO!! Tetep perlu, tapi ya benar=benar mencari ilmu, mengembangkan diri, mengoptimalkan kemampuan. Dan............ yang nggak punya kesempatan sekolah formal pun tetep harus selalu belajar. Ingat, menuntut ilmu itu wajib bagi setiap individu. Menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang lahat.

So, selamat belajar.................. jadilah BERLIAN!!!

Minggu, 28 Desember 2008

RAME KALAU ADA ACARA ???

Hari ini, seperti biasa berlianku semua plus Papanya shalat jama'ah di Masjid dekat rumah. Ya, meski hari libur tetapi tadi pagi Papanya mesti pergi untuk suatu tugas. Tadinya aku kira sampai sore atau bahkan malam. So, meski kesel aku sudah siap aja bakalan "alone" di hari libur gini. He he he...........padahal sih, alone apanya?? Lha kan ada sekompi berlian di rumah yang pastinya rame terus.

Waaah..........ternyata siang-siang dia sudah menampakkan diri. Hi.hi..hi....... emangnya mahkluk halus ya, pakai menampakkan diri!! Segede itu sih biar ngumpet ya tetep kelihatan. Kecuali.............mati lampu!! Ups...........sorry!! Jangan marah ya cintaku.

Ya sudah, asyik-asyikan bersama................lanjut!!! Tetep sih.......... di rumah saja!! Tapi, untuk keluarga sekreatif kami, mana mungkin hari berlalu dengan "dingin". Adaaaa..............aja ide-ide cemerlang yang muncul untuk membuat "rame"!! Acaranya sih itu-itu aja; main musik, nyanyi, joget, masak, makan, dkk. Standart banget ya! Tapi.......... akan menjadi asyik di tangan kami, ahlinya!! Ha ha ha...........dasar narcist!

Hmmm...........sejatinya suatu kegiatan menjadi mengasyikkan atau tidak bukan tergantung jenis kegiatannya atau tempatnya. Tetapi...........tergantung kita yang melakukannya. Heiii........bukan masalah ketrampilan atau keahlian lho!! Just, tergantung hati dan perasaan kita dalam melakukannya. Biar suaranya fals habis, kalau menyanyikannya dengan "hati" akan mengasyikkan. Biar asal gerak, kalau melakukannya dengan riang akan membuat kita bagaikan penari profesional. Biar rasanya "ngalor ngidul", jika kita masaknya dengan "cinta" maka akan membuat kita bagaikan chef ternama.

Naaah..........saat shalat Maghrib tadi, komplit deh pada shalat jama'ah di masjid. Pulangnya, Pacarku melaporkan percakapannya dengan berlian gantengku yang kecil, Rafi. Dan dia bingung bagaimana menjelaskan kepada berlian kecilku yang cerdas dan kritis atas suatu kejadian yang kelihatannya sepele. Namun, seringkali di matanya menjadi masalah serius yang mesti dikritisi. Dan............dia benar!!!! Itu suatu masalah serius yang harus dipecahkan.

"Papa, kenapa ya masjid itu ramainya cuma kalau ada acara?"

Ha ha ha........secara, dia adalah jama'ah tetap di masjid. Yang selalu shalat di masjid jika dia ada di rumah. Ya, semua berlianku akan senantiasa memakmurkan shalat jama'ah di masjid. Jika hanya ada 1 shaf pun, niscaya ada berlianku diantaranya. So, dia bisa menilai kapan masjid ramai dan kapan sepi.

Dan hari ini memang ada acara "dzikir bersama" di masjid kami. Dan acaranya mulai sesudah ashar, jam 17.00. Itulah kenapa saat Maghrib masjid masih ramai, dan yang ikut shalat berjama'ah pun banyak.

He he he.........berlianku yang cerdas, berlianku yang kritis, keep shining.............

Sabtu, 27 Desember 2008

BAHAGIANYA ....................

Setelah seharian sibuk sana sini, liburan, sambil jalan-jalan, kok ya bisa sambil menjajagi bisnis baru.........asyik ya. Sebenarnya sih asyik atau tidaknya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kalau dibuat berat.......... hidup memang akan berasa sangaaaat berat. But, kalau aku sih, mendingan dibawa enjoy, asyik, menyenangkan. Makanya hidup berasa sangaaaaat indah. Apalagi syurga ya??!!!

Rupanya Mamaku tercinta masih nungguin aku untuk minta diantar belanja. Ya.......pulang dari "jalan", meski sebenarnya capeeek berat, aku antar juga Mama. Setelah mandiin Princess, aku antarin Mama dengan penuh ikhlas, makanya capek nggak terasa blass!! Malahan hati ini rasanya legaaaa bisa ngantar Mama. Padahal...... aku mesti nyetir. Selesai belanja, aku langsung antar Mama pulang ke rumahnya.

Hhhhhh........ mau sedikit relaks sambil buka E-mail, blog, FB, kali aja ada berita or E-mail penting. Tapi kayaknya biasa-biasa aja sih. Sayup-sayup aku dengar berlian-berlianku main gitar sambil nyanyi bareng Papanya. Lalu........ ha ha ha....... mereka tertawa bareng, rameeee, akrab, hangat, indah deh! Sebentar-sebentar terdengar pula mereka saling belajar kunci lagu baru, nyanyi bareng, lalu terdengar mereka saling ledek, lalu.............. ha ha ha..........tertawa riang banget.

Heeeiiiiiiii........... capek badanku seharian beraktifitas nggak lagi jadi masalah. Aku merasa bersyukur banget, aku merasa beruntung banget, aku merasa mendapatkan anugerah terindah karena "memiliki" mereka semua. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatNya untuk keluarga ini. Semoga keberkahan senantiasa melingkupi kami semua. Amiiiin.....................

Jumat, 26 Desember 2008

LIBUR

Waaah..........asyik ya liburnya panjang. Berartiiii............bisa berduaan sama Pacarku lamaaa................ Ups, anak-anak di kemanain yaaa??? Heee.......... ya tetep di sini, ngumpul, ngapain aja barengan!! Meskipun bagi aku, Ibu, mana ada liburan?! Makin panjang liburnya makin banyak orderan he he he................

Hayoooo.......liburan pada ke mana?? Ke luar kota? Luar pulau? Atau....... luar negeri?? Asyik donk!! Bon journey............... jangan lupa oleh-olehnya ya.

Hmmm.............kalau aku sih, di rumah aja!! Ngumpul sekeluarga. Asyik-asyikan bersama. Main musik, nyanyi, masak, baca, berantem.........xi...xi.....xi....... jangan donk ah, dan........... so pasti masak n makan bersama. Ini memang suka ngumpul di rumah apa jurus pengiritan??? Emmmmmmmmmm.....dua-duanya kali yaaaa..........

Yang jelas, dari pagi aku sudah jalan berdua Pacarku. Eh......bertiga tentu! Untuk sementara ini memang Princessku masih satu paket sama aku. So, di mana ada aku (masih) selalu ada Vania. Kami menyusuri jalanan komplek sampai depan. Trus...... ada metromini sedang ngetem. Naiklah kami bertiga. Bisa dibilang kosong jika dibanding hari kerja. Sampailah kami di Pulo Gadung. Wuih......lumayan cepet. Asyik nih jika disambung Bus Trans Jakarta. He he he ......... naik Bus ini bertiga, serasa kami naik Bus di Bruxels dulu.

Nggak sampai dzuhur kami sudah di rumah lagi. Makan bersama berlian-berlianku lagi. Nyanyi n main musik bersama lagi. Pokoke acara bersama lagi. Asyiiiiiik............ lagi. Telpon-telponan n chating sama Adek, Mama, sms an, waaah....... asyiiik aja!!

Memang libur enaknya males-malesan, ngerjain apa sesukanya, syukur kalau penghasilan tidak libur. Ha ha ha........ malah lagi rame?? Wuiiih......... itu baru namanya asyiiik. Liburan, tapi cash inflow lancar selancar air hujan yang dicurahkan dari langit pada musim hujan, sampai banjir! Kalau banjir rejeki sih.........siapa nolak??

Besok ngapain ya?? Pasti ada yang asyik yang bisa dikerjakan. Gimana kalau jalan-jalan sambil survey penambahan usaha baru? Waaah........semoga tahun depan tambah lagi "pintu rejeki". Amiiin..............

Selamat menikmati liburan yaaa..................

Kamis, 25 Desember 2008

VIRTUAL DOCTOR

Nih, berlian dari Indonesia!! Siapa bilang anak Indonesia tidak cerdas??? Mereka hanya perlu diasah, dipoles, diarahkan. Simak kisah "berlian" di bawah ini.

DEPOK - Karier seorang Dokter di masa depan sepertinya akan sedikit terancam. Pasalnya, sebuah perangkat lunak yang disebut Virtual Doctor diyakini dapat menggantikan peran seorang dokter.

Program tersebut dapat menentukan jenis penyakit maupun memberikan resep obat hanya hitungan menit.

Namun siapa yang tahu, bahwa penemu Virtual Docter merupakan anak SMA. Ya, dia adalah M Ironnanda Kurnia Jabbar dan Dirgantara Reksa Ginanjar. Mereka merupakan siswa SMA Pribadi Indonesia-Turki, Jawa Barat.

Ciptaan tersebut dibuktikan pada ajang International Science and Technology Exhibition, pada 28 Oktober sampai 1 November 2008, di Puerto Allegro, Brasil. Tidak tanggung-tanggung, kedua remaja ini langsung menyabet emas dalam ajang tersebut. Alhasil, beasiswa hingga jenjang S3 sudah diraih kedua siswa ini.

Dalam wawancara kepada okezone beberapa waktu lalu, Desta, panggilan dan Dirgantara Reksa Ginanjar, mengaku program ini dibuat karena kebutuhan masyarakat kurang mampu untuk berobat. Namun karena biaya yang mahal, mereka enggan untuk datang ke dokter.

Berawal dari hobi mengutak-atik komputer, Desta dibantu Iron, panggilan M Ironnanda Kurnia Jabbar, serta guru pembimbing pada Mei 2008 membuat eksperimen, dan terciptalah virtual dokter.

Dia menjelaskan, cara kerja program ini dengan cara memasukan data kondisi badan saat mengalami suatu gejala sakit.

"Kita mendesain suatu program yang bisa mendeteksi penyakit dalam tubuh. Cara kerjanya dengan mendeteksi gejala-gejala dalam tubuh kita," tuturnya.

Dalam proses penyimpulan penyakit, program ini akan melengkapi dengan peta atau lokasi rumah sakit yang bisa dituju, serta obat yang kita makan untuk menyembuhkan penyakit itu.

Sayangnya, program ini masih sebatas penyakit ringan. Seperti demam berdarah, influenza, typhus, diare dan rabies. Sang penemu mengaku, hasil temuan ini perlu disempurnakan.

"Buat kita masih kurang, belum puas sehingga perlu disempurnakan, " tegasnya. (kem)

http://news. okezone.com/ index.php/ ReadStory/ 2008/12/06/ 1/171351/ 2-siswa-sma- depok-ciptakan- virtual-doctor

Rabu, 24 Desember 2008

KUE BANTAT

Hari Minggu kami membuat kue bolu. He he he .........like usually, kue mudah, tinggal aduk-aduk, tuang, panggang, beres!! Mas Hafizh mix semua-mua bahan, Papa menyiapkan oven, Princess yang njilati adonan. Ha ha ha .............enak ya?

Jika ngumpul, nganggur dikit, kami pasti sudah mulai "usil" pengen melakukan sesuatu bersama. Banyak pilihan sih, mulai main musik n nyanyi bareng, masak bareng, "jalan" ke suatu tempat asyik atau sekedar muterin jalan tol, main game bareng (kalau ini Mamanya nggak ikutan), atau diem semua karena masing-masing asyik dengan bukunya.

Kalau lagi dingin, laper, ya..........apalagi kalau bukan pada nyari makanan. Kok nggak ada? Ya masak menjadi pilihan kami. Ok! Lets go!!! Masak man............ Ada telor, terigu, coklat, rasanya cukup deh buat masak kue gampang seadanya.

Biasanya memang hanya aku dan berlian-berlianku. Waaah.........kali ini pacarku sedang libur, ya sudah ngeblend aja sekalian. Berlianku sih sudah biasa masak bareng. Papanya ini agak new comer sih. Sejak ada berlian-berlian kami, dia agak tersingkir dari kegiatan masak bersama. He he he......tergusur, gitcu! Dulunya sih masih pemeran utama, agak "sok" juga sih meski sebenarnya ngerusak. Hi...hi.....hi.......

Begitu gabung............waaaah........kreatifnya "kumat". Cara masak kue dimodifikasi sedemikian rupa hingga sesuai keinginannya. Kebeneran hari itu dialah yang paling banyak terjun menyelesaikan pembuatan kue. Kembali menjadi pemeran utama. Berlian-berlianku lagi asyik dengan kegiatan mereka bersama. Mereka semua libur tapi nggak ada yang mau keluar. Semua tumplek bleg di rumah main bareng.

Ok. Semua adonan sudah siap dipanggang, lalu aku beresin alat-alatnya sambil nunggu kue mateng. Lalu............. lho?? Kok kuenya nggak ngembang (meski memang aku nggak pernah pakai pengembang, tapi biasanya ngembang), susah dikeluarin dari cetakan lagi!! So, kue menjadi sobek sana sini nggak karuan.

"Waaah.......ini pasti gara-gara Papa! Kuenya nggak jadi bagus."
"Enak aja! Ini memang sengaja, bentuknya gini, artistik kan?"
"Papa alesan ah. Marahin donk Ma!"
"Coba aja rasanya pasti lebih yummy. Ntar tahu-tahu habis deh sama Mas Hafizh."

Ha ha ha .........anak dan Papanya sama aja. Mereka saling ledek, saling hina, saling serang........bercanda! Biar hancur, toh kuenya tetep dimakan. Lha memang enak meski nggak lembut n ngembang bagus. Senin sepulang kantor Pacarku clingak clinguk.

"Kue bantatnya di mana?"
"Sudah habis tuh."
"Hafizh juga kan yang habisin?"
"Iya."

Hmmm..........dia nggak lagi berkomentar mendengar jawabanku. Hanya senyum bangga menghiasi bibirnya. Bangga sudah membuat kueku jadi BANTAT?????

But, I still love him verry much. Love you cintakuuu.............

Selasa, 23 Desember 2008

HARI IBU UNTUKKU

He he he.........akhirnya.........ada juga kado special untukku dari orang-orang terkasih. Padahal sih, aku sudah pasrah, nggak berani berharap takut kecewa. Secara, anak-anakku kan laki-laki semua, keturunannya Martis pula. Waaah.........nggak romantis blass!!! Jangan diharap deh. Bahkan Rafi yang sebenarnya sangat care, perhatian sama orang lain, kayaknya sudah ketularan. Ha ha ha.........kok berprasangka gitu ya. Walaaaah........mamanya mulai ngambek nih!! Uring-uringan sendiri.

Rafi tuh memang anaknya sejak kecil care banget. Hampir tiap ada even tertentu, dialah yang paling ingat dan berinisiatif untuk paling tidak sekedar memberi ucapan dan ciuman sayang. Ulang tahun, hari ibu, atau even lainnya. Bahkan jika gurunya ulang tahun dia akan memberi hadiah berupa tulisannya sendiri.......English of course.

"Mama........hari Senin nanti kan 22 Desember. Naaah.......Hari Ibu alias Mother's Day. Aku kasih hadiah apa ya ke Mama?"
"???????????"
"Ups..........waduuuh Maaa........aku salah nih. Gimana donk, kan aku mau ngasih Mama surprise....????? Harusnya tuh aku diskusinya sama Papa. Bukan sama Mama. Maaaa........lupain aja ya kalau aku hari ini ngajakin Mama diskusi masalah ini. Ok??!!"

Ha ha ha...... beberapa hari lalu berlian gantengku ini keceplosan mengutarakan niatnya memberi surprise ke aku. Eeee..........kok malah menceritakan rencananya ke aku. Trus.......aku disuruh lupain n anggap nggak pernah dengar apa-apa darinya. Dia tempelkan kedua telapak tangannya ke mulutnya, sambil dia berlarian tak tentu arah. Lucuuuu...... banget. Sepertinya dia tuh nyesel banget sudah keceplosan ngomong sama aku. Badannya yang dempal itu tambah lucu! Belum lagi matanya lirik sana sini..... jenaka banget.

Tapiiiii..........kok sampai tadi sore mereka adem ayem aja ya? Boro-boro surprise! Hhhhhh.......... Manyun sih sebenarnya. Tapiii.....ya sudahlah! Ngapain dipikirin, ngapain sedih, mending juga mensyukuri anugerahNya aja. Be happy!!!

"Mas Farraas.......kok nggak latihan? Kan mau lomba English. Mas Farras sudah dipercaya guru, teman, dan sekolah untuk mewakili mereka berlomba antar sekolah. Kok nggak Mama lihat latihan? Hmmm....... itu namanya nggak pegang amanah dengan bertanggungjawab. Kalau sudah usaha maksimal masih kalah ya nggak papa. Tapi jangan kalah padahal belum usaha. Nggak bersyukur itu namanya."

He he he ........cerewetnya kumat!! Lho!! Kok mereka yang asyik main di lantai kamar malah kelihatan salah tingkah begitu ya saat aku buka pintu untuk tegur Farras? Hhhh......... dasar berlianku memang nggak hentinya main-main. Sulit membedakan kapan mereka main atau belajar. Nggak enak aja sama guru, teman, n sekolahnya kalau dia kalah karena kurang menyiapkan diri.

Malamnya........Papanya pulang membawa donuts dengan topping khusus. Katanya sih untukku dan untuk Mama, nenek mereka.

"Maaa.......ini donut buat Mama, Selamat Hari Ibu yaaa.......Mama nggak suka donutnya ya. Buat kami aja yaaa.........yummy........."

Ha ha ha.........mereka membeli donut untuk hadiahku, karena mereka suka. Jadi, mereka memberiku hadiah yang mereka suka. Ini sih sudah biasa! Akhirnya hadiahku ya untuk mereka sendiri. Namun, kartu berbentuk hati yang mereka buat sendiri itu yang lebih membahagiakan aku. Rupanya saat aku masuk kamar mereka itulah mereka membuat kartu itu. Makanya pada salah tingkah. Akunya aja yang nggak "ngeh".

Sayang, scannerku sedang error. Aku nggak bisa scan dan posting kartu itu. Aku deskripsiin aja yaa..........

Kartu berbentuk hati, dengan lukisan hati, bintang, dan warna warni indah, di luar bertulisan "I LOVE MOM". Lalu di dalamnya bertulisan; "SELAMAT HARI IBU. Ma, makasih ya udah mau membesarkan dan mendidik kita, selalu menolong di saat kita susah, selalu tersenyum di saat kita senang, menemani di malam gelap, menyenangi di saat terang siang. Makasih yaaa Ma! Mudah2an Allah selalu menjaga Mama. Amiiin!! Kami semua sayang Mama, We Love Mom." Trus, mereka semua tanda tangan termasuk Princess kecilku tandatangannya diwakili mas Rafi.

Hmmmm.........kartu yang indah, dibuat oleh berlian-berlian indah, disampaikan dengan hati dan niat indah di hari yang indah. Membuat hatiku berasa makin indah...................

Demikian juga mereka membuat satu lagi kartu dengan gambar dan kata-kata berbeda untuk nenek mereka. Mas Hafizh dan Mas Rafi yang antar ke rumah Nenek. Eeee..... lalu malah Nenek ikut ke rumah. Merekapun main musik dan nyanyi bersama. Rameeee........... Buat Mamanya Papa (Ha ha ha di kartu untuk neneknya disebut demikian) karena ini hari ibu bukan hari nenek. Itu alesan mereka.

Semoga Mamapun merasakan kebahagiaan karena cucu-cucunya care meski hanya sekedar diberi kartu buatan sendiri dan donut bertopping indah. Aku yakin Mama tahu ini dibuat dan diberikan dengan penuh cinta anak, menantu, dan cucu-cucunya.

SELAMAT HARI IBU........................

Senin, 22 Desember 2008

SELAMAT HARI IBU

Ibu.
Ya, kembali Ibu disebut-sebut beberapa hari ini. Mengapa? Karena menjelang hari ibu. Karena hari ini adalah hari ibu. 22 Desember adalah hari ibu. So, hanya tanggal inikah kehebatan, kesetiaan, kebaikan, kebijakan, kasih sayang seorang ibu dihargai? Sementara di hari lain selama setahun.............peran seorang ibu seolah dianggap sesuatu yang "gampang", nggak ada artinya apalagi nilainya. Dan itu hanya karena profesi ibu tidak mendatangkan uang. Bahkan, meski hanya sehari, masih banyak orang yang tidak peduli dengan peran ibu. Seolah, peran ibu adalah sepele............

Padahal..........Ibu adalah "jantung di dalam rumah tangga". Jika Ibu baik, maka rumah tangga akan berjalan baik. Jika Ibu bermasalah, rumah akan merasakan dampaknya. Untuk itu, Ibu selalu menekan segala gundah demi rumah tangganya, demi anaknya.

Ibu selalu ada untuk anak-anaknya. Ibu selalu memberikan yang terbaik yang dia punya untuk anak-anaknya. Bahkan........Ibu akan mengupayakan yang tidak dimilikinya untuk diberikan kepada anak-anaknya. Ibu akan selalu menyediakan bahunya untuk menjadi sandaran anak-anaknya. Ibu tidak akan pernah merasa capek untuk anak-anaknya. Ibu akan selalu berdo'a untuk kebaikan anak-anaknya. Ibu akan mengorbankan apa saja demi anak-anaknya.

Jika seorang ibu merasakan dingin badannya, ia akan menyelimuti anaknya. Jika Ibu merasa lapar, dia akan memberi makan anaknya. Jika ibu merasakan panasnya sinar matahari, dia akan memayungi anaknya. Jika ibu merasa sedih, dia akan menghibur anaknya. Seorang ibu tidak akan pernah membiarkan anaknya merasakan kesulitan yang dihadapinya.

Bagi yang masih mempunyai ibu di dunia ini, hadapilah Ibu dengan kasih sayang, kesabaran, cinta yang tulus. Jika ibu sedih, hiburlah dan buat dia tersenyum kembali. Jika ibu marah padamu, hadapilah dengan penuh cinta. Berikan pundakmu untuknya bersandar, lihatlah bagaimana dulu ibu memelukmu saat kamu marah dan menangis di waktu kamu kecil. Meski seberapapun tingkahmu menjengkelkannya.

Jangan ceritakan, apalagi menumpahkan masalah hidupmu pada Ibu. Karena Ibu akan tetap memikirkannya meski masalah itu sudah selesai bagimu. Itu akan membuatnya sedih berkepanjangan. Itu akan membuat berat hidupnya.

Ceritakan kebahagiaanmu, maka dia akan jauuuuh lebih berbahagia dari yang kamu rasakan, hanya karena mendengarmu berbahagia. Dan tidak akan pernah dia menginginkan bagian untuknya.

So, jadikan setiap hari adalah HARI IBU.

Selamat Hari Ibu.....................May Allah bless you all.

Sabtu, 20 Desember 2008

PRINCESS NGGAK ASI LAGI.......

Waaah..........nggak ngerasa Vaniaku sudah 2 tahun. So, proses penyapihannya dari ASI harus dilaksanakan. Agak ketar ketir juga sih menjelang penyapihan itu meski sudah pengalaman waktu dulu Mas Masnya. Tapi kan..........sudah 7 tahun lalu terakhir nyapih. Hmmm........mesti yakin, menguatkan hati, meluruskan niat, n......... Bismillah...................

Aku terbiasa menyampaikan apa adanya pada berlianku jika mau nyapih. Nggak pernah aku bohongi dengan mengoleskan rasa tidak enak apalagi menakut-nakutinya. Jangan deh!! Bayi itu sangat cerdas, aku sangat yakin itu. Allah sudah menciptakan mereka dengan sempurna, pasti mereka bisa memahami jika aku ajak mereka berbicara. Apalagi, Princessku sama seperti Mas Masnya dulu yang sudah bisa bicara sejak umur setahun. Makanya sekarang sudah "canggih" bicaranya, berkomunikasi, bahkan bisa berdebat atau berdiskusi sederhana.

"Adek..........."
"Dalem Mama................"
"Adek kan sekarang sudah 2 tahun. Jadi Adek seharusnya sudah nggak "bobo tetek" lagi. Jadi Adek minumnya "dot" ya. Atau susu cair. Adek boleh pilih sendiri deh. Bagaimana?"
"Apa Mamaa..........? "ndot"? Susu? Nggak boleh bobo tetek?"
"Iya.......kan Adek sudah besar, sudah 2 tahun."
"Ok........Adek..........HEDAB (maksudnya hebat).............."

Ha ha ha.............gampang banget ya nyapihnya? Wuih...........canggih amat? Eits......tunggu dulu. Kita lihat nanti kelanjutannya.

"Mamaaa...........bobo tetek donk!"
"Lho??? Adek sudah 2 tahun kaaannn..................?"
"Iyaaa..............."
"Berartiiii..........................."
"Nggak boleh bobo tetek lagiiii.........................yuk, buka donk Maa......."

Lho, piye to iki?? Kok dia pura-pura nggak tahu gini?? Mana langsung buka-bukaan sendiri lagi!!

"Nggak boleh cintakuuu.........sudah besar, dot aja ya."
"Mamaaaa.......nggak mauuuu..................."
"Ok, gimana kalau Adek mimik dot dulu, kalau sudah habis satu botol boleh bobo tetek. Tapii........jangan keseringan bobo teteknya. Gimanaa.........?"
"Ok, Adek mau ndot donk. Habis itu bobo tetek yaaaa............"

Hmmm.....lumayanlah. Dia akhirnya minum susu dengan dotnya sampai habis. Laluuu................

"Mamaaa........ndotnya habis, sekarang baru deh bobo teteknya."

Ya sudah, aku mesti menepati janjiku. Dia minum ASI lagi setelah susu dotnya habis.

Saat naik mobil Papanya yang setir, dia duduk di carseatnya di belakang. Kemudian dia melepaskan diri dan berdiri di belakang berpegangan kursi kami sambil nyanyi. Lama kelamaan....... dia pindah ke depan, langsung duduk di pangkuanku.

"Mama pake sitbet ya? Bagus ya....."
"Iya donk."
"Waaah..........sitbetnya bagus ya......." Sambil mulai memeriksa seatbeltku, pegang-pegang dadaku..........
"Mamaaa........bobotetek yuk!"

Gubrag!!! Ternyata dia melakukan aksinya dengan cara halus dan bertahap. Walaaaah........ kok ya sudah pinter melakukan diplomasi gini????? Dan, dia terus menerus melancarkan aksinya dengan berbagai rayuan mautnya. Mana lucuuuuu banget. Bikin gemes sekaligus nggak tega. Akhirnyaaaa............. aku nyerah!! Nggak tahan dengan bujukannya yang meluluhkan hatiku. Aku mengaku kalah dan salah!!

Ya. Harusnya aku konsisten, konsekuen dengan apa yang pernah aku katakan pada Princessku ini. Aku nggak boleh termakan rayuannya semaut apapun. Heiiii..... baby tuh cerdas luar biasa. Dia akan melakukan berbagai cara untuk melancarkan keinginannya. Mulai yang positif hingga negatif dan mempermalukan orangtuanya.

Aku gagaaaalll.........................

He he he .........ternyata aku harus belajar tegas, firm, konsisten. Ok. Nanti dicoba lagi. Ternyata dia memang mau bobok. So, mungkin masih sulit baginya bobok tanpa ASI yang selama ini menemaninya sebagai pengantar tidur.

Traaaataaaa...........malam berikutnya dia sudah bisa bobok dengan tepukan lembut Papanya dan pelukan Mamanya. TANPA ASI!!!!! Berhasil......berhasil......Horeeeeee!

Tapi ternyata belum seratus persen. Yaa....sesekali dia masih kangen dengan kebiasaannya, dan aku masih "payah" dan nggak tega menolak rayuan mautnya. Namun, aku yakin berhasil. Kalaupun kangen dikit, wajarlah! Secara, dia biasa ASI fuul tanpa susu kaleng. Dan saat disapih, without nangis kejer nggak karuan. Santai aja!!! Ha ha ha..........dia jadi sering menanyakan hal yang sama ke Mas maupun Papanya.

"Mas sudah 2 tahun...........?"
"Iya Dek, memang kenapa?"
"Berartiiiiiiii.................?"
"Mas nggak bobo tetek lagi."

Terpaksa Masnya harus menjawab PERSIS seperti jika Adeknya minta ASI dan ditanyakan pertanyaan serupa.

Dasar berlianku, selalu bersinar indah. Keep shining................

Jumat, 19 Desember 2008

WALK TO.......EVERYWHERE

Sekarang ini sedang ngetrend yang namanya.......bike to work. Banyak orang di Jakarta yang berangkat dan pulang kerja dengan mengendarai sepeda. Heii...... malahan, aku dengar di radio kalau sudah mulai banyak anak SMA yang ke sekolah naik sepeda. Cukup jauh lagi! Dari Bintaor sektor sembilan, malah lebih jauh lagi, sampai ke kebayoran baru. Mereka berangkat dari rumah jam 5 pagi! Top ya?!

Hmmm.......bagus juga sih. Sehat karena membakar kalori, otot jadi kuat, bangunnya lebih pagi, ngirit lagi! Seandainya di Jakarta angkutan umumnya bagus, banyak, disiplin, dan tepat waktu, lalu selain angkutan umum masyarakat lebih memilih naik sepeda, waaah........asyik ya?! Amiin......semoga hal itu cepat terwujud.

Kalau mau nyambung kendaraan umum, ya mbok jalan kaki saja kan sehat. Kalau angkutan umumnya banyak, tepat waktu, bersih, taat aturan, kan bisa dihitung waktu yang diperlukan untuk perjalanan. Jalan, naik kendaraan umum, jalan, naik kendaraan umum, sampai ke kantor atau tempat yang dituju. Ok kan! Sehat, hemat, tepat waktu.

Habisnya, masa sih orang-orang pada pemalas semua! Ke mana dikit, naik bajaj, naik ojek, naik taxi. Pemborosan dan menyuburkan kemalasan yang menyebabkan penumpukan lemak, colesterol, dll. Sudah makannya nggak sehat, he he he.......itu lho, jenis makanan yang; "Lima detik di lidah.........selamanya di pinggang!" Padahal, kan bisa jalan ya. Berjalan kaki barang 10-15 menit kan biasa lagi. Malahan 30 menit juga nggak papa donk! Sehat! Lha kalau jalan di Mall aja berjam-jam kuat??!!

Memang sih di sini belum terkondisi jalan kaki. Bisa jadi karena pejalan kaki sudah nggak diberi tempat untuk berjalan oleh pedagang, atau karena masyarakatnya yang males ya sehingga trotoar dipakai oleh pedagang?? Tapi aneh ya? Katanya kita tuh tertinggal dari negara lain, tapi kok pada manja gitu?? Biasanya sih kalo orang merasa punya kekurangan ya bekerja keras, hemat, rajin, tekun, prihatin, bersatu, bahu membahu, saling bantu dan mendorong, gitu!! Bukannya malah boros, males, saling menyalahkan, ngrusak, sok gaya lagi! Piye to iki, kok kontradiktif gini ya??

Aku tuh kalau jalan kaki ke depan dari rumah, dibilang sama orang "pelit", punya uang kok nggak mau naik ojek! Walah.......lha wong aku tuh kalau nggak kepaksa ya jalan aja, sehat badan sehat kantong. He he he.........di mana-mana aku biasa jalan. Apalagi kalau berdua pacar. Waaaa........asyikan juga jalan. Bahkan di kota lain atau negara lain kami sering memanfaatkan anugerah Allah yang berupa kaki yang mampu membawa kami ini ke mana-mana. Hemat dan jadi tahu banyak tempat berikut jalannya.

Waktu di Mekkah, Madinah, Ajiziah, Kuala Lumpur, Dubai, Rotherdam, Amsterdam, Den Haag, Utrech, Paris, Bruxels, Antwerpen, bahkan waktu di Jerman kami menyusuri sepanjang sungai Rhain berdua........hujan rintik-rintik lagi! Romantis kan............. Eh, ini sih agak dibuat-buat suasananya. Padahal kenyataannya bukan cuma rintik-rintik........tapi deras juga, sampai tinggal kami berdua yang menyusuri tepi sungai yang biasanya rame banget itu! Ha ha ha.....agak nekat juga sih! Maklum, memanfaatkan waktu yang nggak bisa lama di sana.

Indahnya, sungai besar bersih dengan kapal yang mondar mandir. Di atasnya melintas rel kereta api yang setiap menit banyak kereta berlalu lalang. Iya!! Relnya aja bukan cuma ganda tapi banyak berjejer. Makanya enak naik angkutan umum di sana, tepat waktu, bersih, murah. Aku heran kalau ada teman ke suatu negara yang angkutan umumnya ok banget kok malah naik taxi. Mahal, nggak bisa menikmati suasana, nggak ngeblend, n.......nggak bisa ceritain ke anak bagaimana mereka jika harus tinggal di sana. Aku sih yakin berlianku bakalan jadi warga dunia, bertandang ke berbagai negara, nantinya. Naaa.....Mama Papanya latihan kalau nanti nengokin mereka. Ha ha ha...............

Andai di Jakarta angkutan umum banyak, lancar, tepat waktu, bersih, murah. waaah..... aku pasti dengan senang hati akan naik kendaraan umum dan disambung jalan kaki. Bawa Princess?? Ya nggak masalah kalau bisa bawa baby strollernya di bis atau kereta. Dan di jalan pun ada lintasan yang diperuntukkan pejalan kaki, keramahan dan kebaikan masyarakat kita yang katanya bagus ini kembali dibiasakan. Jadi menghormati orang lain.........dan aku akan nyaman jalan maupun naik kendaraan umum hanya berdua Vaniaku.

Wuiiih..............asyiknya.............I wish!!

Kamis, 18 Desember 2008

CEMBURU

Wiiiih.........cemburu! Ha ha ha.............. hayooo......siapa yang belum pernah cemburu atau dicemburui??? Atau, siapa yang "sudah" tidak lagi merasakan cemburu atau dicemburui?? Waduuuh.........kasian deh loe!! Nggak nikmat banget hidupnya. He he he ................Kepompong kupu kupu........kasihan deh loe!

Ngomongin cemburu, biasanya sih nggak bisa dipisahkan dengan yang namanya "cinta". Deeeee........kalau ngomongin cinta aja, pada melek deh! Tapi memang sih mau diakui atau tidak, cemburu dan cinta ya erat banget kaitannya. Mereka tu sodaraan, sedulur. Masa sih kalau nggak cinta bisa cemburu? Masa sih bisa bilang cinta tapi "sama sekali" nggak ada cemburunya? Ya nggak mungkin lah!! Masa nggak mungkin donk!! He he he .....jayus ya??

Ada seorang istri yang sedih, nangis, sebel, ngadu, curhat, atau apapun namanya ke aku. Dia bilang kalau dia dianggap kuno, paranoid, nggak PD, sakit jiwa, dan sebutan jelek lainnya oleh seseorang. Malahan dia juga suruh ibu itu ke psikiater!! "Waduuuh.......siapa yang tega banget itu, Bu?" Dengan bijak dan lembut aku bertanya. Ehem........sok banget ya aku??? Ya iyalah.........biar dia tenang.

"Hikcs......hikcs.......yang ngatain itu teman kerja suami saya Buu...... huu....huu..... seolah dia tuh hebat, pinter, baik, hua.......wa........"
"Lha memang apa hubungannya dia berani ngatain Ibu seperti itu?"
"Saya juga nggak tahu. Dia perempuan. Tapi memang dia suka curhat masalah rumah tangganya ke suami saya. Saya nggak suka, saya protes sama suami saya. Lha saya bukan apa-apa, cuma waspada. Banyak lho Bu, selingkuh hanya gara2 hal sepele. Curhat, perhatian, gitu. Apa salah kalau saya jaga rumah tangga saya sendiri Bu? Huaaa.......huaa........masa dia ngatain saya sakit jiwa, suruh ke psikiater, pake ngasih literatur segala. Sok banget ya Bu. Padahal kan saya Ibu rumah tangga didikan Ibu Dewi yang selalu update pengetahuan saya. Yang dia tahu pasti nggak seberapa dibanding saya." Ssst........dia ikutan narcist kayak aku!!

Eh........nangisnya itu aku yang bikin lebay. Aslinya gak gitu amat. Biar seru!! Biar menarik. Biar gayeng bacanya. Seperti sinetron gitchu!! Ha ha ha.........ups, maaf ya kesedihan orang kok dijadikan guyonan. Nggak kok, biar sharingnya nggak streng, relax aja man............ Masalah narcist, aku nggak ngajarin lho!!

"Trus, kenapa orang itu yang ngatain Ibu seperti itu? Kan Ibu protesnya ke suami, bukan ke dia? Apa hubungan dia dengan suami Ibu?"
"Entahlah Bu, suami saya sih nggak anggep dia selain teman. Mungkin karena sekarang suami saya nggak mau lagi diajak curhat. Dia mungkin sebel sama saya karena itu, mengira saya cemburu, saya marah. Lha biarin aja saya kalaupun cemburu sama suami sendiri ya Bu. Yang penting nggak ganggu suami orang seperti dia ganggu suami saya dengan masalah rumah tangganya. Apa bukan dia yang paranoid, sakit jiwa, nyebarin aib suaminya kan sama aja nyebarin aib sendiri ya Bu. Seperti kata Ibu, jangan sekali-kali nyebarin aib suami. Sejelek-jeleknya dia kan suami kita. Kalau ngadu ke ahlinya aja, seperti ke Ibu."

Lho??? Masak dia bilang aku ahlinya?? Alamaaak.......... gara-gara aku sering memberi masukan, memberi arahan, "ngerih-erih" kalau ada yang murka dan sedih di depanku. Eee........aku mendapat begitu banyak gelar. Mulai konsultan pendidikan, konsultan rumah tangga, konsultan gizi anak, psikolog, sampai konsultan bisnis. Walaaaah....... apa ya pantes to?? Aku tuh sekedar share apa yang aku punya. Yah.....itung-itung belajar juga dari masalah orang lain.

"Ibu, tenang aja. Ibu sama sekali nggak salah. Nggak perlu ke psikiater, mahal!! Mending uangnya dipakai untuk belanja bahan makanan sehat, beli buku bagus, ke SPA biar tambah cantik, senam, atau......... nraktir saya. Yang sakit tuh bukan Ibu, tapi yang sakit masih di RS sana, diopname. Ibu sangat berhak menjaga rumah tangga Ibu sendiri. Ibu berhak protes sama suami seperti itu, karena memang bukan "hak" perempuan itu curhat sama suami Ibu. Haram!! Yang bisa membuat rumah kita aman, kuat, bahagia, ya kita sendiri. Tapi yang bisa ngrusak?? Banyak!!

So, biarin aja anjing menggonggong.........Ibu tetep jadi istri dan Ibu yang baik. Kalaupun Ibu cemburu.......ya sah-sah aja donk! Cemburuin suami sendiri. Ibu cemburu karena masih cinta kan? Bagus itu. Cinta dan cemburu jangan hanya saat pacaran atau pengantin baru! Selamanya. Jangan seperti teman suami ibu yang segitu jahatnya ngumbar aib suaminya sendiri. Apalagi sampai ngatain Ibu? Mending juga cemburuin suami seperti Ibu, lebih bermartabat dibanding nyebarin aib suami. Ok?! Jadi kapan traktir saya nih?"

Ha ha ha........aku memang sering memberi masukan lalu aku ajak dia bercanda. Tapi tetep serius lho maknanya. Makanya mereka senang dan nggak merasa digurui. Lha........aku juga bukan guru. Hi....hi.....hi...... akhirnya kami sudah ber ha ha hi hi berdua. Tanpa gosip, tanpa rumpi, tanpa ngomongin kejelekan orang lain, even teman suaminya yang sudah ngata-ngatain dia itu. Memang beda sih! Eh.......terbukti ya Ibu rumah tangga ini jauuuuh lebih intelek dibanding wanita karir teman suaminya itu. (Ingat tulisanku sebelumnya kan?) So, kalau suaminya nggak mau ketularan bodoh ya jangan terlalu bergaul sama wanita karir teman kantornya itu (yang bodoh ceritain aib suami sendiri ke orang lain), Mending makin dekat dengan istrinya yang intelek dan santun itu kan....................

Lalu dia pergi dengan hati berbunga, penuh cinta dan tetep dibumbui cemburu pada suaminya. He he he.........aku memang mengatakan ke dia jika cemburu tuh tetep diperlukan untuk keindahan romantika rumah tangga, meski sudah puluhan tahun menikah. Hanya orang nggak punya cinta atau nggak pernah dicintai yang mengatakan cemburu bukan tanda cinta, kuno, nggak mutu, dsb. So, cuekin aja!!! Kepompong kupu-kupu...........kasihaaaaaan deh loe!!!

Rabu, 17 Desember 2008

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Xi.....xi.........xi.......... gaya banget ya judulnya? Kayaknya hebat gitu! Memang maunya ya hebat donk. Bisa memberdayakan perempuan.

Heiiiii........biasanya sih yang aku dengar, memberdayakan perempuan tuh membuat perempuan yang tidak mempunyai penghasilan (materi) menjadi berpenghasilan. Waaaah.......kalau aku sih beda! Itu bukan memberdayakan perempuan, tetapi membuat perempuan menghasilkan uang! Belum tentu mereka jadi lebih berdaya. Karena yang menghasilkan uang belum tentu berdaya. Bingung ya? Pegangan deh!

Walaaah..........Dewi itu kok sukanya sok, aneh, nggak lazim pendapatnya, he he he...... Sampai pernah lho ada yang bilang ke aku; "Dik Dewi bagus punya prinsip seperti itu. Tapi sekarang ini kan jamannya orang gila. Kalau Adik sendirian yang nggak gila, maka Adik yang dianggap gila oleh orang-orang itu."

Ha ha ha ............bukan Dewi kalau nggak punya jawaban jitu! Narcistnya mode ON lagi nih!

"Biarin aja Pak, toh kita sama-sama tahu kalau yang anggap saya gila tuh orang gila. Buat apa saya pikirin dan ngeblend untuk jadi gila juga supaya "dianggap" waras, nggak gila? Saya tetap akan jadi diri saya, pegang prinsip saya, yang penting semua saya lakukan karena Allah. Biarin aja dibilang "gila" oleh orang gila. Ha ha ha.....Bapaak.....Bapak......orang omongan orang gila aja kok dipikirin."

Kembali ke............pemberdayaan perempuan!! Kalau aku sih setuju kalau harus diberdayakan yang namanya perempuan itu. Tapiiii......... lebih pada diberdayakan agar lebih luas pengetahuannya, banyak ilmunya, bijak dalam bertindak, smart dalam mengambil keputusan, cerdas dalam menentukan skala prioritas, tidak "dangkal" dalam pemikiran, dll.

Dan ini mencakup seluruh perempuan Indonesia! Bukan hanya ibu rumah tangga. Banyak lho, wanita karir yang belum berdaya secara intelektual, moral, bahkan secara ekonomi. Lho?? Iya!! Mungkin mereka berpenghasilan, bahkan sangat mungkin penghasilannya besar. Tapi mereka belum berdaya secara ekonomi karena belum cerdas dalam memanfaatkan uangnya. So, dia perlu diberdayakan agar menjadi "cerdas" dalam membelanjakan uangnya, memanfaatkan waktunya, dan memanage sikapnya.

Trus, mereka juga mesti diberdayakan agar "cerdas" dalam menentukan skala prioritas. Mana yang lebih penting dan menguntungkan secara lebih dalam melihatnya. Tidak berpikir dangkal, hanya secara materi saja. Hanya keperluan sekarang. Hanya kesenangan pribadi, kepuasan pribadi, eksistensi diri pribadi. He he he........nggak berarti nggak boleh eksis lho! Masalah eksistensi ini juga tanggungjawab suaminya lho. Kalau suami mengakui, menghargai, kayaknya nggak perlu cari-cari eksistensi di luaran ya.

Naaah.......... biar suami seperti itu (selalu klepek-klepek), secara......laki-laki itu memang tidak secerdas perempuan. Jadi gampang terpengaruh hal-hal yang dangkal. Ha ha ha....... jangan pada protes ya, para suami. Ngaku aja deh, memang kalian sering dangkal cara berpikirnya. Nggak melihat bagaimana, siapa yang setia mendampingi dalam susah, siapa yang rela melakukan apa aja, siapa yang cinta, eeee........ begitu punya jabatan dikit, uang dikit, belagu!! Sudah belagu, bodoh lagi! Xi....xi....xi....... jangan sewot Bapak Bapak ya...............ini hanya berlaku untuk suami yang "belagu". Lho, kok melantur!

Biar suami selalu klepek-klepek, makanya kita berdayakan diri kita menjadi istri yang cerdas, smart, cantik luar dalam............... pokoke rugi besar deh kalau suami mau macem-macem!

Naah.........kalau pemberdayaan tersebut bisa dilakukan, wuiih.........cari uang mah ........sepele! Ha ha ha.........beneran! Paling tidak, dia akan sangat piawai dalam efisiensi, handal dalam management rumah tangganya, Ok dalam mendidik anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa ini yang hebat. Ho ho ho........para suami PASTI akan "klepek-klepek" deh menghadapi istri seperti ini!

Negara akan kuat, kokoh, jika perempuannya seperti ini semua. Ekonomi.........wah....... nggak usah diragukan lagi deh kemajuannya. Bisa-bisa ekonomi dunia di tangan kita, Indonesia.

Selasa, 16 Desember 2008

NUNGGU KEHILANGAN ??

Pagi ini kembali aku bercucuran air mata. Hikcs........hikcs..........rasanya gimanaaaa gitu. Entah sedih, nyesel, marah, atau justru bahagia. Yang jelas, aku kangen berat dengan Bapak Ibu, aku merasa sudah gagal menjadi anak sewaktu beliau berdua masih ada di dunia fana ini. Iya, aku merasa sudah mengecewakan banyak. Aku belum berbuat apapun untuk beliau berdua.

Memang sih, sejak kecil aku tuh kebanggaan beliau berdua. He he he.......anak yang lain juga membanggakan padahal, tapi katanya sih...........aku tuh "berbeda". Ehem...... lagi sedih aja masih sempat kumat narcistnya ya?! Susah........... bawaan lahir kali ya!

Tapi setelah dewasa aku merasa banyak mengecewakan karena prinsipku yang berbeda. Aku heran juga sih, karena setahuku Bapak tuh priyayi yang jujur, dedikasi tinggi, baik, lurus. So, aku hanya "niru" beliau. Hmmm............. apa beliau kasihan aja ya melihatku mengikuti jejaknya, yang beliau tahu banget itu adalah jalan hidup yang tidak nyaman. Mungkin beliau sayang banget sama aku, jadi khawatir aku sakit, aku sedih, aku kecewa, aku tersingkir karena berbeda.

Ha ha ha..........memang sangat mungkin banyak pilihan hidupku yang salah. So..........aku harus menanggung akibat kesalahanku sendiri kan?! Bisa jadi Bapak Ibu dulu berusaha memberitahuku untuk tidak memilih yang salah. Untuk tidak menjerumuskan diriku sendiri ke ketidak nyamanan seumur hidup jika salah menjatuhkan pilihanku. Karena beliau tahu jika aku salah pilih, aku tidak akan begitu saja melepaskan diri, waktu nggak bisa diputar ulang. Banyak hal yang akan menjadi pertimbanganku. Banyak pihak yang aku pikirkan perasaannya, hatinya, hidupnya. Meski akhirnya akulah yang harus menahan diri dalam kesakitan yang harus aku rasakan selamanya. Sampai mati. Mungkin beliau berdua takut aku seperti itu.

Tapi semoga tidak sampai di akhirat nanti. Semoga di alam sana aku bisa terlepas dari semua sakit, semua lara, semua duka. Semoga aku bisa bahagia di sana selamanya.

Hikcs...........hikcs...........makin sedih!! Tapi aku harus semangat, harus berbuat, semoga beliau berdua di sana bisa selalu tersenyum melihatku di sini. Semoga beliau berdua tetap dan selalu bangga pada aku, anaknya, yang dulu banyak mengecewakan. Semoga apa yang aku lakukan adalah benar, meski tidak lazim di masyarakat sekarang........yang matrek!! Semoga beliau berdua nyaman, bahagia, selalu tersenyum di manapun juga alamnya selamanya...............Amiiin.

Nah, biar nggak nyesel seperti aku, bahagiakan orang-orang yang seharusnya kita bahagiakan SEKARANG!!! Jangan merasa bisa menundanya nanti. Jangan sia-siakan waktu yang kita punya. Jangan sampai menunggu kehilangan. Waktu kita hanya sebentar! Akankah diisi dengan menyakiti orang yang seharusnya kita bahagiakan?? Yang menjadi tanggungjawab kita di mata Allah? Apalagi jika hanya demi kepuasan semu, kebanggaan semu, kehebatan semu, demi orang lain yang bukannya nambah amal malahan nambah dosa karena itu "haram" adanya, yang sebenarnya hanya akan menambah kayu bakar kita sendiri di neraka???!! Buka mata hati untuk menentukan skala prioritasmu.

So, jangan nunggu kehilangan orang yang kita cintai untuk membahagiakannya ya! Ntar nyesel lho!!!