Halaman

Senin, 08 Desember 2008

SELAMAT HARI RAYA 'IDUL ADHA

Liburan weekend yang cukup menyenangkan. Tiga hari man........ He he he...... itu istilah Princessku kalau ngomentari sesuatu yang menurutnya agak gimanaaa gitu. Pakai man......segala. Entah dari mana. Aku sih menikmati banget kebersamaan yang cukup lama dibanding biasanya ini.

Kemarin Mas Farras n Mas Hafizh sudah "menyulap" mobil Papanya yang kotor banget seperti habis off road menjadi kinclong! Ya, mereka nyuci mobil berdua sambil ciprat-cipratan air.

"Maa......Mas Hafizh nggak mau bantuin nyuci mobil tuh."
"Ya kalau nanti dia bantu Alhamdulillah, kalau nggak ya sudah pahalanya buat Mas Farras semua."

He he he........yang kecil memang agak sering complain kalau Masnya nggak berpartisipasi. Padahal Masnya makin dia begitu makin suka gangguin. Toh akhirnya mereka berdua nyucinya. Disaksikan oleh kambing dan sapi yang menatap takjub dari kejauhan di sekitar masjid. Ha ha ha........"Mas, tuh teman-temannya ngelihatin." Mereka saling ledek.

Waaah.......... tadi pagi pasti sudah pada shalat 'Ied kan?! Habis itu....... wuiiih ........pada menyaksikan qurbannya disembelih ya? Trus, nyate bareng ya? Duuuh...... pasti asyik nih. He he he.......kok nggak ngajak-ngajak sih?

Aku sih pagi-pagi bangunin anak-anak untuk shalat subuh di masjid. Lha..... sudah adzan kok masih pada narik selimut? Padahal AC sudah aku matiin sebelum subuh, biar pada nggak nyaman lagi tidurnya. Ha ha ha........mamanya kejam ya? Setiap jam 3 pagi AC semua kamar dimatikan. So, aku berharap sebelum subuh mereka sudah mulai kurang nyaman tidurnya karena nggak dingin lagi. Yah, trik ini sih lumayan berhasil. Hi hi hi......soalnya, habis itu remote aku taruh di kamarku. So, mereka nggak bisa nyalain AC lagi. Tapi.......sering gagal juga sih, kalau mereka cuek!! Nggak peduli AC mati, panas atau apapun juga, tetep....."ngleker".

Meski disunahkan berpuasa sampai sesudah shalat Ied, aku tetep siapin susu mereka sebelum aku berangkat ke lapangan untuk diminum usai shalat. Aku buat susunya panas, supaya pulang shalat sudah jadi anget. Setelah semua siap, kami berenam jalan ke lapangan. Saat lewati masjid, Princess digendong Mas Hafizh. Habisnya, di situ banyak kambing dan sapi yang tentu saja banyak kotorannya. Mas Hafizh khawatir Adek cantiknya kena kotoran itu, kelamaan cium bau nggak sedapnya, karena jalannya Vania tentu saja "thimik-thimik". Sementara aku dengan cueknya begandengan tangan dengan Pacarku. Berlian-berlianku yang urusin Adeknya. Waduuuuh.........Mama Papa macam apa itu??

Di lapangan, kami misah. Papa n Mas-Masnya di barisam laki-laki, Aku berdua Vania di barisan perempuan. Shaf terdepan selalu aku pilih. Hmmm..... tahu sendiri, Princessku kadang mau keluar barisan, cari Mas atau Papanya. Nah, kalau paling depan kan ada tempat kosong di depannya untuk memisahkan dengan shaf laki-laki. Makanya kami nggak akan ganggu orang lain jika keluar barisan. Lagian lebih mudah bagi Vania melongok cari Papa atau Mas Masnya jika kami duduk di barisan terdepan. He he he......alesannya nggak syar'i ya? Ups........sory deh, ilmunya masih segitu.

Weeee........ternyata karena nggak ketemu Neneknya, Vania agak gelisah dan mencari-cari. Memang biasanya kalau ada Neneknya kami akan duduk bertiga, Princess di tengah. Tahu deh, hari ini Mamaku tercinta kok nggak kelihatan. Weee...... ternyata beliau duduk bareng temannya. Walhasil Vania nggak tenang selama nunggu shalat. Dan......selesai shalat dia langsung ngajak aku pulang. Gimana nih, kunci rumah yang bawa Papanya. Mesti "lontang lantung" di luar nih, nunggu khotbah selesai baru Papa n Mas Masnya pulang. Akhirnya aku dipaksa Princess untuk menemaninya melihat kambing dan sapi yang hendak disembelih nanti.

Habis shalat, ke rumah Mama yang sudah siapin sarapan lezat buat kami. Trus kami ziarah ke makam Papa. Trus.......pulang. "Mamaa.....kok kambingnya sudah nggak ada?" Begitu Vania bertanya saat lihat kambing di masjid sudah nggak ada karena sudah dipotong. Ya, karena kami pulang sudah lumayan siang.

Berqurban di daerah terpencil melalui sebuah lembaga biasa kami lakukan. Ya, di Jakarta sih disamping sudah banyak yang berqurban, juga semiskin-miskinnya orang Jakarta pernah makan daging. Lha kalau di daerah terpencil tuh ternyata banyak yang benar-benar belum pernah merasakan lezatnya daging. Sediiih.....haru......jika mendapat laporan berupa foto hewan qurbanku disertai nama kami di kalungkan di lehernya. Walaaah.....panitianya ini mau laporan apa ngatain kami mirip binatang di foto itu ya? Nah, surat dari penerima qurban itu yang bikin trenyuh. Ada yang bilang; "Terima kasih Bu Dewi mau berqurban di sini. Alhamdulillah saya bisa merasakan makan daging. Baru kali ini saya makan daging." Entah bener atau tidak, aku tetep trenyuh. Hikcs......hikcs.........airmata kadang nggak terbendung (sambil ngupas bawang merah baca suratnya kali ya..........ha ha ha.......).

Duluuuu, terkadang kami juga berqurban di masjid sini 1 kambing, untuk pembelajaran bagi anak-anak. Biar mereka merasakan langsung pemotongan hewan qurban kami. Kali ini tidak. Itu saja sudah sekian puluh kambing dan 4 sapi hanya di masjid dekat rumah. Padahal di komplek kami saja ada beberapa masjid. Wuih.....banyak kan!

Tapi, kali ini Mama qurban di masjidnya. Waaah......bagian sekedarnya untuk pequrban Mama berikan ke kami. Hmmm.......masak bersama asyik nih. Seperti biasaaa.......

Siang daging dipotong-potong Pacarku, dan aku siapkan bumbunya. Biar bumbu merasuk, aku biarkan setelah daging dan bumbu dicampur rata. Selepas Magrib, Mas Hafizh jemput Nenek untuk barbeqyu bersama. Waaah.......kerjasama masak daging di depan rumah sangat rame! Asap terbang ke mana-mana. Eh.....mesti ngasih tetangga ya? He he he ......kali ini kami bandel. Nggak bagi-bagi sama sekali. Yaa......tetangga juga sedang pada makan-makan. Malahan Papanya tadi diundang makan di masjid. Tapi karena kami juga sedang "pesta" ya dia menolak halus.

Sambil mendengarkan Princess "ngoceh" nggak ada habisnya, Mas Hafizh dan Neneknya menusuk daging yang mau dibakar. Pacarku sibuk dengan kipas dan asap. Hi hi hi.... Aku membalik daging dan membumbuinya saat sudah setengah mateng. Mas Rafi wira wiri ambil ini itu yang kami butuhkan dan terlupa belum disipakan. Mas Farras didaulat untuk istirahat karena besok ujian. Tugas dia hanya makan setelah mateng. Vania menjadi "live performer". Duuuuh.......tetangga keganggu nggak ya? Maaf deh.......

"Hmmm......mak nyus.....Ma.........."
"Iya Mas, mak nyuuuus..............."

Begitu komentar Mas Rafi setiap comot daging yang sudah masak. He he he....rupanya Princess cantik nggak mau ketinggalan. Dia juga ikut mencicipi daging yang mateng. Namun, berbagai lagu selalu kembali meluncur dari bibir mungilnya setiap mulutnya sudah kosong. Dan........jelaslah! Koreo yang indah mengiringi nyanyian merdunya itu. Neneknya sampai tersenyum dan gemes banget melihatnya.

"Kapan dia diem? Setelah tidur ya?"
"Ya iyalah Nek, masa ya iya donk."

Ha ha ha.......neneknya diajak ngobrol "gaul" sama cucu-cucunya. Untung Mamaku ini memang asyik banget diajak gaul oleh berlian-berlianku. Ayo aja deh! Kadang beliau pergi berduaan dengan Mas Hafizh untuk bowling, makan, atau shalat Jum'at di Istiqlal kalau Mas Hafish libur. Kompak bener!!

Lalu........kami makan bersama-sama hasil karya kami yang memang mak nyuuussss........ Setelah itu jus mangga mengatasi kolesterol yang tadi masuk tubuh lengkap dengan karbon dari hasil pembakaran tadi. Pisang goreng coklat keju menjadi makanan penutup yang lekker!!

Hmmmm........akhir liburan weekend panjang yang indah.........sebelum akhirnya kami terlelap di peraduan. Mimpi indaaah..............

Selamat Hari Raya Idul Adha. Mohon Maaf Lahir Batin.

Tidak ada komentar: