Halaman

Kamis, 22 Januari 2009

SALAH KOSTUM

22 Januari 2003. Persis di hari ulang tahunku, seperti hari ini hari ulang tahunku juga, aku berangkat haji. Seneng, harap-harap cemas (maklum, baru pertama kalinya pergi ke tanah suci), dan............... hikcs........ sedih harus ninggalin berlian kecilku yang saat itu masih usia 4 tahun. Waaaaaa.............. masih lengket uet uet sama Mamanya. Si buntel, dempal, lucu, yang ikut menyiapkan koper trolly kecilnya dengan diisi bekalnya jika pergi, lalu ditariknya masuk mobil. Makin nggak tega ninggalinnya.

Hhhhh............akhirnya, dengan Bismillah aku berangkat. Daaan........... berlianku aku anjurkan meninggalkanku terlebih dulu saat aku masih briefing di JHCC sebelum berangkat ke airport. Mendingan dia yang ninggalin daripada aku yang pergi duluan. Mau pergi lama, terlama malah aku berpisah dengannya sejak dia lahir. Belum-belum aku sudah kangen.

Perjalanan panjang ke King Abdul Azis terasa cukup nyaman dengan pesawat Emirate yang mewah dan megah. Makanan internasional yang yummy! Secara, aku tuh nggak masalah sama makanan. Asal.......... porsi tiap kali makan jangan banyak-banyak. Sudah gitu, pakai transit di Dubai, nginep di Airport hotel yang ok banget sekamar berdua Pacar.

Dubai, sekitar hotel pun menjadi objek eksplorasi kami berdua yang memang banyak kepingin tahu dan jiwa petualangnya kumat! Sementara transit hanya sehari dan besok adalah perjalanan penting yang utama. Yaa...... berpuas diri aja hanya muter sekitar hotel. Namun, ternyata hanya kami berdua yang mengeksplorenya. Yang lain sih bijak, memanfaatkan istirahat di kamar hotel yang nyaman. Emang mau pergi haji atau piknik??? Hi hi hi...... sorry. Habisnya sayang sih, kalau ada tempat baru nggak dijajah dulu.

Naaaah......... setelah mandi dan berihrom di hotel, barulah aku melanjutkan perjalanan. Tengah malam aku sampai sana. Duingiiiiiin............ alhamdulillah, aku sudah siap dengan jaket wolku. Ha ha ha......... sudah dapat contekan kalau musim di sana sedang dingin. Bahkan saat di Madinah, sempat suhu di luar ruangan mencapai 5 derajat. Makanya, hampir tiap foto outdoorku bermasker lengkap dan baju berlapis-lapis. "Mamanya manaaaa?" Demikian Rafi sering complain saat lihat fotoku yang nggak menyisakan tanda-tanda wajahku. Mana kelihatan lebih "ndut" karena pakaiannya berlapis!

Sampai Mekah, setelah memasukkan barang ke kamar hotel, aku berdua Pacarku yang suka sok tahu, PD habis, langsung menuju Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah Umrah. Subhanallah............. tak kuasa aku menahan airmataku saat sampai di depan Masjid indah nan megah itu. Apalagi saat masuk dan menyaksikan kokoh dan gagahnya Ka'bah! Aku langsung bersujud dan memohon kepada Allah, untuk segera bisa membawa ketiga berlianku (saat itu baru ada 3) datang ke sana, kiblat shalatnya.

Alhamdulillan, dengan usaha dan ijinNya tentu saja, do'aku terkabul. Tahun 2004, aku bisa membawa ketiga berlianku ke tanah suci untuk berumrah. Yah, sekalian ziarah ke makam Bapak, Eyang Kakung mereka di Ma'la. Wuiiiih.......... senengnyaaa..............

Kalau saat pergi haji adalah berangkatnya persis di hari ulang tahunku, maka saat umrah pulangnya tiba di hari ulang tahun Rafi yang ke 5. Dan mendadak perayaan diadakan di hotel setempat.

Merasa sudah berpengalaman........... sok tahunya kumat lagi............... maka akupun dengan PD mempersiapkan segala sesuatunya. Berlianku sempat protes karena kami tidak bisa mendapatkan pesawat Emirate. Jadwalnya tidak pas jika menggunakan pesawat itu. Tapiii........... Royal Brunai juga lumayan bagus kok.

Meski sedikit manyun saat harus transit dan antri di imigrasi di tengah malam, saat ngantuk berat, Rafi bisa menikmati perjalanan panjang denganku. Tidak ada masalah besar selama perjalanan. Biasaa........... ketiga berlianku tetep bisa main di manapun. Beberapa airport tempat transit pun mereka manfaatkan sebagai play ground. Namun saat harus antri imigrasi............. Rafiku akan sebel!

Hmmm........... mungkin karena kami sekeluarga berlima, maka kamar luas........ bahkan yunior suit kami dapatkan. He he he........... aku bisa sekamar berdua Pacar dengan kamar luas dan king size bed, sementara ketiga berlianku mendapat kamar sendiri untuk bertiga dengan 3 bed kecil. Memang berkah, karena kamar yang kami dapat terdiri dari 2 bedroom, 1 ruang tamu, 1 ruang duduk, dan kamar mandi besar.

Pengalaman kedinginan di Madinah saat berhaji tahun sebelumnya, membuatku menyiapkan anak-anak dengan jaket lengkap saat kami sampai Madinah malam hari, dan langsung jalan-jalan ke masjid sesudah chek-in.

Lho..........lho............lho........... ternyata saudara saudara.............. panaaaas banget cuacanya. Lha kan kami ke sana di bulan Juni akhir sampai Juli awal. Lhaaa......... ya sedang musim panas! Ha ha ha..........nggak kepikiran blass!! Secara, sejak berangkat, malem dingin, di pesawat........ dingin, di airport saat transit.........dingin, di hotel.........dingin!!

Ha ha ha........... berlianku protes semua dan langsung melakukan adegan buka-bukaan di depan Masjid Nabawi. Eit............ jangan ngeres dulu ya, yang dibuka tuh jaket dan uba rampenya. Mereka menyisakan T-shirt dan celana panjangnya saja!!! Rupanya kami terkena penyakit "SALTUM alias salah kostum".

Besok-besoknya............ seluruh jaket masuk koper paling bawah, yang hanya dibuka saat tertentu. Dan................. berlian-berlianku bebas merdeka dengan segala pakaian tipis sesuai acaranya saja. Kemasjid ya pakainya yang rapi. Kalau jalan ya santai, casual. Gitcu!!

Ternyata mereka bukannya kedinginan seperti saat aku haji, tetapi malahan............... kepanasan bangets! Xi.......xi...........xi. Mamaaaaa.......... lain kali jangan sok tahu ya! Mereka protes tapi tetep sayang dan senang aku berhasil mengajak mereka ke sana. So.......memorable.

Ntar ada ceritaku tentang kepanasan di tanah suci, ulang tahun Rafi di tanah suci, dll. Lain kali yaaa..............

Tidak ada komentar: