Kemarin, berlian gantengku terkecil RAFI, pergi ke kebun raya Bogor dengan semua teman dan gurunya. Di sana, mereka bermain, belajar, main drama, dan.....membagi rapot dan penghargaan. Di Berlian Bangsa School, memang selalu menerapkan pembelajaran yang "comfort" bagi anak. Kapanpun anak belajar, mereka juga bermain dan ibadah. Dan kapanpun mereka bermain, juga belajar dan ibadah.
Lho??!!
Lha iyalah.......ibadahnya anak-anak itu ya belajar dan bermain, bermainnya anak itu ya belajar dan ibadah. Belajarnya anak itu ya bermain dan ibadah. Ha ha ha....... jangan bingung!!! Pegangan..................
Hm........memang sih, alhamdulillah, di manapun berlianku sekolah selalu meraih prestasi tertentu. Hua....ha.....ha...... jangan pada sebel ah! Namanya juga mamanya, agak muji anak ndiri boleh donk!!
Akademis? Yaaah.....lumayanlah. Secara, mereka memang cerdas. Hanya masalah usahanya aja. Kalau usahanya OK, waaaaa........kasihan teman-temannya, jauuuh!! Sayangnya mereka lebih sering "males" baca buku pelajaran. Tahu tuh niru siapa?? So, mereka hanya lumayan. Tapi memang aku nggak mematok prestasi mereka harus "begini".
Naaah.....yang aku sangat tekankan ke anak-anakku adalah "akhlaq". Ya, aku sangat ingin anak-anakku mempunyai akhlaq Islam. Yang mana, anak Islam itu seharusnya jujur, disiplin, bersih, sopan, tegas, berani, rendah hati, bersahabat, cinta lingkungan, pembelajar. Naah....jika mereka seperti itu........PASTI pintar!!
Aku nggak bisa menemaninya ke sana. Hhhh......sedih deh. Kasihan dia nggak ada mamanya seperti teman-temannya. But.......dia tuh ngerti banget kondisi mamanya yang repot n punya adek bayi. Tapi kan karyawan Yayasan n guru-guru adalah karyawan Mamanya. So, aman aja sih. Karena aku ada janji "meeting" di kantor orang jam 9 pagi sampai selesai. Itu juga Princess so pasti ikut.
Sore, sepulang Rafi dari kebun raya............ TA............TA............ ada apa tuh di dada sebelah kirinya?? Wow.........ternyata dia mendapatkan predikat sebagai murid dengan "BEST ATTITUDE". Hei............itu bukan karena sekolah milik mamanya lho! Sejak dulu dia bersekolah di sekolah lain, dia juga selalu mendapat berbagai penghargaan karena prestasinya.
Best attitude, bagiku itu adalah predikat paling bagus dibanding yang lain. Hmmmmm..........RAFI memang BERLIAN. Keep shining!!!!!!!!!!!
Blog ini berisi pengalamanku dalam menjaga amanah yang Allah titipkan kepadaku. Berat, repot, bingung, bahagia. ASI, pengasuhan,pendidikan,parenting, wanita, ibu, rumah tangga, keluarga,karir, semua deh. JANGAN MEMBENARKAN YANG BIASA TETAPI BIASAKANLAH YANG BENAR. Itulah yang aku lakukan, tidak peduli yang aku lakukan tidak populer, karena tanggung jawabku bukan pada manusia lain tetapi pada Sang Pencipta. Semoga blog ini bermanfaat bagiku, dan pembaca semua. Amiin.
Selasa, 24 Juni 2008
Senin, 23 Juni 2008
FOTO ???
Hmmmm..........sahabat baruku protes. Dia minta aku untuk posting foto-foto di blog ku. He he he..... ya kan Irma? Memang sih, banyak yang minta seperti itu. Deeee........ kok jadi GR gini ya. Ha ha ha..... ntar ya di upload fotonya. Tenang....tenang.......semua dapat tanda tangan. Xi.......xi.......xi.......
Sebenarnya sih, aku tuh sukaaa banget membuat foto-foto berlianku dari mereka lahir hingga sekarang. Juga mendokumentasikan tingkah polah mereka, bagaimana aku meng "handle" nya, dalam tulisan-tulisan. Naaahh.....sebagian tulisan itu aku tuangkan dalam blog ini. Seharusnya memang cerita itu didukung foto-foto yang cukup juga. Tapi, aku sengaja nggak upload fotonya. He he he........
Mengapa? Penasaran Kan.............
Nah!! Itulah tujuannya. Kalau ada fotonya lengkap, nanti semua punya gambaran yang sama. Kalau nggak dimuat fotonya, pasti masing-masing pembaca akan mereka-reka sendiri sesuai kreatifitas masing-masing. Foto hanya satu dua muncul, agar sedikitnya ada kemiripan antara imaginasi pembaca dengan kondisi realnya.
Walaaah.....guayaaaa.......bener ya??? Lha jelas donk! Kita kan bukan selebritis yang ditayangkan banyak infotainment. Kita ini agak "misterius". Ha ha ha...........
Nggak juga sih, tapi juga ada unsur "ngirit". Kan kalau uploadnya banyak ntar bayar internetnya mahal. Belum seperti di Paris yang "pake sepuasnya", bayar sama......atau malah sudah free??? Belum kayaknya ya..........
Monggo...........
Sebenarnya sih, aku tuh sukaaa banget membuat foto-foto berlianku dari mereka lahir hingga sekarang. Juga mendokumentasikan tingkah polah mereka, bagaimana aku meng "handle" nya, dalam tulisan-tulisan. Naaahh.....sebagian tulisan itu aku tuangkan dalam blog ini. Seharusnya memang cerita itu didukung foto-foto yang cukup juga. Tapi, aku sengaja nggak upload fotonya. He he he........
Mengapa? Penasaran Kan.............
Nah!! Itulah tujuannya. Kalau ada fotonya lengkap, nanti semua punya gambaran yang sama. Kalau nggak dimuat fotonya, pasti masing-masing pembaca akan mereka-reka sendiri sesuai kreatifitas masing-masing. Foto hanya satu dua muncul, agar sedikitnya ada kemiripan antara imaginasi pembaca dengan kondisi realnya.
Walaaah.....guayaaaa.......bener ya??? Lha jelas donk! Kita kan bukan selebritis yang ditayangkan banyak infotainment. Kita ini agak "misterius". Ha ha ha...........
Nggak juga sih, tapi juga ada unsur "ngirit". Kan kalau uploadnya banyak ntar bayar internetnya mahal. Belum seperti di Paris yang "pake sepuasnya", bayar sama......atau malah sudah free??? Belum kayaknya ya..........
Monggo...........
Minggu, 22 Juni 2008
HMMMM...............MAK.....NYUUUUSSSS........
Haiiii.............hari Minggu!! Wah.....lagi pada libur, enaknya sih, istirahat di rumah....................n................MASAK !!!
Lha iyyalah! Kalau pada di rumah, pastinya mulut mau ngunyaaaah terus. He he he......secara, anakku kan jagoan semua yang besar. Pasti aja makannya OK!! Lhaaa.....kalau beli, boros!! He he he........ Lagian, nggak tahu ya sehat nggak. Sementara jelas bikin nggak sehat kantong!!
Hmmmm...........masak rawon daging, baby labu, goreng tempe tahu. Waaahh........sip deh kayaknya. Sederhana, enak, n.............buanyaaaak!!! So, pagi-pagi kami berlima........eeee.......berenam donk, Maaaa!! Adek kan juga ikutan.......ngrencokin!!! Ha ha ha, memang saat aku n Mas Masnya sibuk di dapur, Vania cantik nggak mau kalah.
"Masyak......masyak......masyak.......Mamaaaaaa............"
Begitu dia merajuk ingin ikut masak kami. Akhirnya dia juga aku kasih kesibukan dengan sayuran, yang ternyata....... dia berantakin sesukanya. Namun, dengan muka serius, mulut manyun, mata fokus, n tangan super sibuk, dan sangaaat marah jika tiba-tiba ciuman beruntun mendarat di muka lucunya dari kami semua bergantian karena gemesnya. Memang dia sangat menggemaskan.
Rasanya harus ada "camilan" nih! Heiiii.......aku beli singkong lho tadi di yuk sayur langganan. Naaah.......Papanya aku kasih tugas marut aja ya. Mas Farras potong gula merah, uplak uplek uplak uplek...........sreng..........jadi deh "klenyem" alias misro.
Setelah semua beres..........
"Waaaah.......aromanya sedaaaap Maaa......., boleh aku mulai makan?"
Rupanya Mas Farras nggak tahan untuk segera menyantap "hasil karya" kami. Tanpa menunggu yang lain dia segera memulai makan, disusul yang lain. Aku teruskan berberes ria. Lho, Princess sudah tertidur di pundak Papanya tuh. OK!! Mama harus siapin kamar untuk Vania cantik. Hmmmm malaikat kecil kami tidur dengan nyaman n damai.
"Maaaa, MAK NYUS !!!"
Bahagianya mendengar pujian mereka n rasa syukur mereka atas makanan yang hanya rawon, tempe n tahu goreng, serta penutupnya.............klenyem!!
Biasanya, Princess akan ikut bilang "MAK NYUUUS" dengan mulut monyong lucu sekali. Ha ha ha............kami tertawa bersama membayangkan tingkah Princess kami.
"Heeiiiiii.......dilarang ciumin adek!!!"
He he he aku langsung memberi larangan karena Mas Masnya sudah berancang-ancang lari ke kamar adeknya. Kalau nggak......GUBRAK!! Adek bangun, rewel karena terganggu tidurnya, n.......Mamanya capek!!
BON APETIT
Lha iyyalah! Kalau pada di rumah, pastinya mulut mau ngunyaaaah terus. He he he......secara, anakku kan jagoan semua yang besar. Pasti aja makannya OK!! Lhaaa.....kalau beli, boros!! He he he........ Lagian, nggak tahu ya sehat nggak. Sementara jelas bikin nggak sehat kantong!!
Hmmmm...........masak rawon daging, baby labu, goreng tempe tahu. Waaahh........sip deh kayaknya. Sederhana, enak, n.............buanyaaaak!!! So, pagi-pagi kami berlima........eeee.......berenam donk, Maaaa!! Adek kan juga ikutan.......ngrencokin!!! Ha ha ha, memang saat aku n Mas Masnya sibuk di dapur, Vania cantik nggak mau kalah.
"Masyak......masyak......masyak.......Mamaaaaaa............"
Begitu dia merajuk ingin ikut masak kami. Akhirnya dia juga aku kasih kesibukan dengan sayuran, yang ternyata....... dia berantakin sesukanya. Namun, dengan muka serius, mulut manyun, mata fokus, n tangan super sibuk, dan sangaaat marah jika tiba-tiba ciuman beruntun mendarat di muka lucunya dari kami semua bergantian karena gemesnya. Memang dia sangat menggemaskan.
Rasanya harus ada "camilan" nih! Heiiii.......aku beli singkong lho tadi di yuk sayur langganan. Naaah.......Papanya aku kasih tugas marut aja ya. Mas Farras potong gula merah, uplak uplek uplak uplek...........sreng..........jadi deh "klenyem" alias misro.
Setelah semua beres..........
"Waaaah.......aromanya sedaaaap Maaa......., boleh aku mulai makan?"
Rupanya Mas Farras nggak tahan untuk segera menyantap "hasil karya" kami. Tanpa menunggu yang lain dia segera memulai makan, disusul yang lain. Aku teruskan berberes ria. Lho, Princess sudah tertidur di pundak Papanya tuh. OK!! Mama harus siapin kamar untuk Vania cantik. Hmmmm malaikat kecil kami tidur dengan nyaman n damai.
"Maaaa, MAK NYUS !!!"
Bahagianya mendengar pujian mereka n rasa syukur mereka atas makanan yang hanya rawon, tempe n tahu goreng, serta penutupnya.............klenyem!!
Biasanya, Princess akan ikut bilang "MAK NYUUUS" dengan mulut monyong lucu sekali. Ha ha ha............kami tertawa bersama membayangkan tingkah Princess kami.
"Heeiiiiii.......dilarang ciumin adek!!!"
He he he aku langsung memberi larangan karena Mas Masnya sudah berancang-ancang lari ke kamar adeknya. Kalau nggak......GUBRAK!! Adek bangun, rewel karena terganggu tidurnya, n.......Mamanya capek!!
BON APETIT
Sabtu, 21 Juni 2008
PRINCESS NGGAK NGANTUK ??
Sudah tahu kan, kalau Princess ikut datang di acara "reunian" ku dengan teman kuliahku? Ya pasti, dia tuh selalu ikut ke manapun aku pergi. Hm......semua babyku sampai umur 2 tahun memang "nginthil" aku terus. Ha ha ha...............
Nah, kan acaranya tuh mulainya aja after office hour. Naaaah............tentu saja selesainya juga malem. Itupun sakjane masih pada "nggak rela", terbukti setelah bersalaman ria, masih aja ngobrol sambil jalan............malah kadang..........sering..........berhenti lagi untuk melanjutkan ngobrolnya. So, malem deh "bubar"nya.
"Hei.....kok masih belum ngantuk? Sudah malem gini lho..."
Begitu komentar salah satu temanku melihat Vaniaku masih kelihatan seger. Memang, Princess masih senyum sana senyum sini, masih cerewet, jawab kalau ditanya, masih lari sana sini. Waaahh.............masih "heboh" deh pokoknya.
Tapi, hari itu kami pulang jam 10 an. Lhaaaa............masih sore Om!! Secara, sejak pulang dari Eropa, Vania cantikku masih ngikut jam tidur di sana. Seminggu pertama di Indonesia, dia tidurnya jam 3 PAGI !!! Bayangkan bagaimana Mamanya harus menemani setiap hari!!! Ha ha ha..........begadang!!!
Lalu, minggu berikutnya mulai agak "sore". Naaah.......sekarang sih, sudah lumayan........ jam 10 - 11 sudah lelap.
Bener juga, sampai mobil dia langsung minta ASI, lalu................ "slep" terlelap dalam mimpi indah. Alhamdulillah, sampai rumah nggak bangun lagi sampai subuh menjelang. Amaaaan.......................
Nah, kan acaranya tuh mulainya aja after office hour. Naaaah............tentu saja selesainya juga malem. Itupun sakjane masih pada "nggak rela", terbukti setelah bersalaman ria, masih aja ngobrol sambil jalan............malah kadang..........sering..........berhenti lagi untuk melanjutkan ngobrolnya. So, malem deh "bubar"nya.
"Hei.....kok masih belum ngantuk? Sudah malem gini lho..."
Begitu komentar salah satu temanku melihat Vaniaku masih kelihatan seger. Memang, Princess masih senyum sana senyum sini, masih cerewet, jawab kalau ditanya, masih lari sana sini. Waaahh.............masih "heboh" deh pokoknya.
Tapi, hari itu kami pulang jam 10 an. Lhaaaa............masih sore Om!! Secara, sejak pulang dari Eropa, Vania cantikku masih ngikut jam tidur di sana. Seminggu pertama di Indonesia, dia tidurnya jam 3 PAGI !!! Bayangkan bagaimana Mamanya harus menemani setiap hari!!! Ha ha ha..........begadang!!!
Lalu, minggu berikutnya mulai agak "sore". Naaah.......sekarang sih, sudah lumayan........ jam 10 - 11 sudah lelap.
Bener juga, sampai mobil dia langsung minta ASI, lalu................ "slep" terlelap dalam mimpi indah. Alhamdulillah, sampai rumah nggak bangun lagi sampai subuh menjelang. Amaaaan.......................
"PASANGAN LEGENDARIS"
Hari Kamis, 19 Juni 2008 ada undangan "reunian" dari seorang temanku yang barusan lulus S3......jadi DR, gitcu loh!! Sebenarnya sih, dia "ditodong" sama kami-kami untuk ngundang makan-makan. Ha ha ha......kasihan ya, akhirnya syukuran dadakan. Hmm....tapi sepertinya sih, dia OK aja tuh, nggak keberatan. Memang temanku semua baik kok. Lagian, sekalian reuni. Secara, yang diundang memang teman-teman seangkatan waktu kuliah dulu. Heii.......sudah 18 tahun lalu lho, kebersamaan kami di kampus itu berakhir. Yah..... tapi kami tetep ber "hai" lewat dunia maya, n sekali-sekali "copy darat". He he he.........
Nah............aku tuh seangkatan sama suamiku tercinta. Pernah sekelas lagi. So, kamipun meluangkan waktu untuk datang. Sudah kangen juga sama mereka, teman-teman seangkatan. Dengar-dengar sih, mereka sedang "OK" alias sedang bagus di profesi masing-masing. Ya, semua sudah "sukses". Kalau bagiku, semua mereka memang sangat mungkin sedang sukses, meski mungkin ada diantara kami yang "secara kasad mata" tidak sukses dengan ukuran umum sekarang. Lha ukuran sukses itu kan berbeda pada masing-masing orang. Tergantung "pencapaian" yang mereka ingin raih, usaha, dan kendala apa yang berhasil mereka lalui. Ada yang merasa sukses karena menduduki jabatan tertentu, gelar tertentu, kekayaan tertentu, prestasi tertentu, atau pencapaian lain yang orang lain tidak tahu.
Ups.......kok ngelantur ya. Intinya, seneng ketemu mereka. Seneng melihat keberhasilan mereka (suer!! setulus hati aku seneng melihat mereka berhasil dalam hidup). Seneng juga melihat mereka nggak banyak berubah, masih "RAME", dan kebanyakan mereka sudah "besar" dalam arti bukan hanya karirnya hebat, tetapi juga badannya meluas. Ha ha ha....jangan marah ya! Luas asal sehat nggak papa kok, "luas is beautiful".
"Naaaa......ini dia pasangan legendaris kita." Begitu sambutan spontan tuan rumah yang sedang memberi sambutan saat aku n suamiku masuk ruangan. Malu deh telat, tadi kami shalat di masjid bawah dulu. Vania kecil juga bawa mukena lho! Kembaran sama Mama, dibuatin nenek. Hand made gitu! Kami sih senyum-senyum aja mendengar julukan yang dia berikan.
Dia memang sahabat dekat kami. Bahkan, saat suamiku ke rumah Bapak, minta ijin menikahi aku ke Bapak pertama kali, dialah yang menemani suamiku (eh, waktu itu belum suami ya). Waah....hebat juga ya kami ini, kok seperti orang ngetop aja, dapat julukan begitu. But, heiiiii..........lama-lama aku jadi penasaran.......sebenarnya mengapa ya dia juluki kami pasangan legendaris? Lha sepertinya kami biasa biasa aja. Terlalu biasa malah. Nggak "sehebat" mereka semua. Hmmm....meski kami sendiri sih, "merasa" hebat. Ha ha ha......boleh donk PD!! Biar lebih bersyukur, lebih optimis, dan yang terpenting, lebih berprasangka baik sama Allah.
Gara-gara itu, sampai sekarang aku masih pengen tahu mengapa dia juluki kami "Pasangan Legendaris". Ha ha ha........sebenarnya sih keren juga tuh julukan, bikin GR aja deh Pak Doktor ini. Ya sudahlah, aku berprasangka baik aja. PASTI maksud julukan itu TOP habis deh! Bagus! Xi.....xi......xi.....xi..... yamg lain jangan sewot ya!!!
Nah............aku tuh seangkatan sama suamiku tercinta. Pernah sekelas lagi. So, kamipun meluangkan waktu untuk datang. Sudah kangen juga sama mereka, teman-teman seangkatan. Dengar-dengar sih, mereka sedang "OK" alias sedang bagus di profesi masing-masing. Ya, semua sudah "sukses". Kalau bagiku, semua mereka memang sangat mungkin sedang sukses, meski mungkin ada diantara kami yang "secara kasad mata" tidak sukses dengan ukuran umum sekarang. Lha ukuran sukses itu kan berbeda pada masing-masing orang. Tergantung "pencapaian" yang mereka ingin raih, usaha, dan kendala apa yang berhasil mereka lalui. Ada yang merasa sukses karena menduduki jabatan tertentu, gelar tertentu, kekayaan tertentu, prestasi tertentu, atau pencapaian lain yang orang lain tidak tahu.
Ups.......kok ngelantur ya. Intinya, seneng ketemu mereka. Seneng melihat keberhasilan mereka (suer!! setulus hati aku seneng melihat mereka berhasil dalam hidup). Seneng juga melihat mereka nggak banyak berubah, masih "RAME", dan kebanyakan mereka sudah "besar" dalam arti bukan hanya karirnya hebat, tetapi juga badannya meluas. Ha ha ha....jangan marah ya! Luas asal sehat nggak papa kok, "luas is beautiful".
"Naaaa......ini dia pasangan legendaris kita." Begitu sambutan spontan tuan rumah yang sedang memberi sambutan saat aku n suamiku masuk ruangan. Malu deh telat, tadi kami shalat di masjid bawah dulu. Vania kecil juga bawa mukena lho! Kembaran sama Mama, dibuatin nenek. Hand made gitu! Kami sih senyum-senyum aja mendengar julukan yang dia berikan.
Dia memang sahabat dekat kami. Bahkan, saat suamiku ke rumah Bapak, minta ijin menikahi aku ke Bapak pertama kali, dialah yang menemani suamiku (eh, waktu itu belum suami ya). Waah....hebat juga ya kami ini, kok seperti orang ngetop aja, dapat julukan begitu. But, heiiiii..........lama-lama aku jadi penasaran.......sebenarnya mengapa ya dia juluki kami pasangan legendaris? Lha sepertinya kami biasa biasa aja. Terlalu biasa malah. Nggak "sehebat" mereka semua. Hmmm....meski kami sendiri sih, "merasa" hebat. Ha ha ha......boleh donk PD!! Biar lebih bersyukur, lebih optimis, dan yang terpenting, lebih berprasangka baik sama Allah.
Gara-gara itu, sampai sekarang aku masih pengen tahu mengapa dia juluki kami "Pasangan Legendaris". Ha ha ha........sebenarnya sih keren juga tuh julukan, bikin GR aja deh Pak Doktor ini. Ya sudahlah, aku berprasangka baik aja. PASTI maksud julukan itu TOP habis deh! Bagus! Xi.....xi......xi.....xi..... yamg lain jangan sewot ya!!!
Jumat, 20 Juni 2008
PDAM SEMENA - MENA
Kemarin, 19 Juni 2008, datang pegawai Aerta / PDAM membawa surat tugas dan akan melaksanakan "PENYEGELAN" ke rumah saya. Saya tidak di tempat, seorang karyawan saya telpon saya. Kemudian saya suruh tanya "mengapa" katanya karena saya belum bayar tagihan bulan April yang jatuh tempo pembayarannya Mei 2008. Katanya, teguran dan
peringatan ada di tagihan yang jatuh tempo Juni 2008.
Lalu saya suruh karyawan saya menunjukkan tagihan yang jatuh tempo Juni 2008 (saya sendiri yang sudah membayarnya) yang menunjukkan TIDAK ADA tunggakan sama sekali alias NOL!! Namun, pegawai saya disuruh telpon kantor PDAM untuk menanyakan tunggakan, dan dijawab memang ada tunggakan, dan BARU AKAN DITAGIH SEBAGAI TUNGGAKAN di tagihan bulan depan. Namun, prosedurnya memang harus disegel 5 hari sesudah jatuh tempo, yang berarti kemain, meski belum ada pemberitahuan tentang adanya tunggakan. Dan baru akan diberitahu kalau kami mempunyai tunggakan bulan depan. So, DISEGEL DULU, BARU BULAN DEPAN DIBERITAHU ADA TUNGGAKAN!!
Jadi, kami HARUS disegel sekarang, namun baru diberitahu mempunyai tunggakan yang menyebabkan disegel sekarang ini, bulan depan!! Walaah....walahhh.... ini apa namanya??? Yang bego (maaf kasar) siapa ya? Kalau sudah disegel, buat apa bulan depan diberitahu?? Apa ini alasan aja karena terlanjur "MALU" karena salah??
Dan, mereka sama sekali nggak mau tahu, dengan alasan banyak pekerjaan, langsung disegel. Karena yang ada karyawan, dia nurut saja. Kalau saya ada, tentu saya tidak akan ijinkan karena menurut saya itu SANGAT ANEH DAN SEMENA-MENA. Mana ada prosedur yang aneh bin ajaib seperti itu? Perusahaan sebesar itu kok menerapkan prosedur "AMBURADUL"? Weleh.....weleh......MALU Pak!!!
Mereka "berlindung" di balik aturan yang mereka tulis di balik tagihan, katanya kalau 5 hari sesudah jatuh tempo tidak bayar langsung di segel. Lha kalau orang lupa, sehingga "tidak merasa" kalau belum bayar, apalagi di tagihan TIDAK ADA TUNGGAKAN, maka harus pasrah langsung disegel tanpa pemberitahuan sebelumnya. BARU AKAN DIBERI TAHU BULAN DEPANNYA !! HA HA HA.....guyon, Pak????
Sementara saya sendiri yang membayar tagihan bulan Juni 2008 dan saat membayar sudah menanyakan apakah ada tunggakan atau tidak. Ini saya tanyakan karena bulan sebelumnya saya pergi ke LN, siapa tahu ada tunggakan karena orang-orang rumah lupa, agar bisa sekalian saya lunasi. Eeeee................ jawaban petugasnya pun TIDAK ADA TUNGGAKAN sama sekali.
Duuuuuh..................... lha apa memang manajemen PDAM se amburadul itu? Kok sayang betul ya sudah mengeluarkan biaya besar untuk manajemen asing sekelas Thames, tapi masih acak adul? Mendingan juga ditangani anak negeri sendiri yang pinter dan bener, jujur dan amanah.
Hmm............ apa perlu saya kembali mengabdi pada negara ini di PDAM? Mendingan juga kita bentuk manajemen sendiri dari anak bangsa, yang bukan dari KKN, yang memang profesional. Gusur aja semua pejabat di PDAM yang nggak bisa mimpin anak buahnya kayak gini!
Bagaimana ya Bapak Ibu, yang baik. Apakah memang seperti itu?
Mohon masukannya. Terima kasih
peringatan ada di tagihan yang jatuh tempo Juni 2008.
Lalu saya suruh karyawan saya menunjukkan tagihan yang jatuh tempo Juni 2008 (saya sendiri yang sudah membayarnya) yang menunjukkan TIDAK ADA tunggakan sama sekali alias NOL!! Namun, pegawai saya disuruh telpon kantor PDAM untuk menanyakan tunggakan, dan dijawab memang ada tunggakan, dan BARU AKAN DITAGIH SEBAGAI TUNGGAKAN di tagihan bulan depan. Namun, prosedurnya memang harus disegel 5 hari sesudah jatuh tempo, yang berarti kemain, meski belum ada pemberitahuan tentang adanya tunggakan. Dan baru akan diberitahu kalau kami mempunyai tunggakan bulan depan. So, DISEGEL DULU, BARU BULAN DEPAN DIBERITAHU ADA TUNGGAKAN!!
Jadi, kami HARUS disegel sekarang, namun baru diberitahu mempunyai tunggakan yang menyebabkan disegel sekarang ini, bulan depan!! Walaah....walahhh.... ini apa namanya??? Yang bego (maaf kasar) siapa ya? Kalau sudah disegel, buat apa bulan depan diberitahu?? Apa ini alasan aja karena terlanjur "MALU" karena salah??
Dan, mereka sama sekali nggak mau tahu, dengan alasan banyak pekerjaan, langsung disegel. Karena yang ada karyawan, dia nurut saja. Kalau saya ada, tentu saya tidak akan ijinkan karena menurut saya itu SANGAT ANEH DAN SEMENA-MENA. Mana ada prosedur yang aneh bin ajaib seperti itu? Perusahaan sebesar itu kok menerapkan prosedur "AMBURADUL"? Weleh.....weleh......MALU Pak!!!
Mereka "berlindung" di balik aturan yang mereka tulis di balik tagihan, katanya kalau 5 hari sesudah jatuh tempo tidak bayar langsung di segel. Lha kalau orang lupa, sehingga "tidak merasa" kalau belum bayar, apalagi di tagihan TIDAK ADA TUNGGAKAN, maka harus pasrah langsung disegel tanpa pemberitahuan sebelumnya. BARU AKAN DIBERI TAHU BULAN DEPANNYA !! HA HA HA.....guyon, Pak????
Sementara saya sendiri yang membayar tagihan bulan Juni 2008 dan saat membayar sudah menanyakan apakah ada tunggakan atau tidak. Ini saya tanyakan karena bulan sebelumnya saya pergi ke LN, siapa tahu ada tunggakan karena orang-orang rumah lupa, agar bisa sekalian saya lunasi. Eeeee................ jawaban petugasnya pun TIDAK ADA TUNGGAKAN sama sekali.
Duuuuuh..................... lha apa memang manajemen PDAM se amburadul itu? Kok sayang betul ya sudah mengeluarkan biaya besar untuk manajemen asing sekelas Thames, tapi masih acak adul? Mendingan juga ditangani anak negeri sendiri yang pinter dan bener, jujur dan amanah.
Hmm............ apa perlu saya kembali mengabdi pada negara ini di PDAM? Mendingan juga kita bentuk manajemen sendiri dari anak bangsa, yang bukan dari KKN, yang memang profesional. Gusur aja semua pejabat di PDAM yang nggak bisa mimpin anak buahnya kayak gini!
Bagaimana ya Bapak Ibu, yang baik. Apakah memang seperti itu?
Mohon masukannya. Terima kasih
Kamis, 19 Juni 2008
HARI BARU SEMANGAT BARU
Assalamu'alaikuuuummmm....................
Pagiii.....semuaaaa..................
Waaah....sudah pada bangun kan?? Pasti donk! Sudah pada beraktifitas malah.
Heiii.....hari ini Mas Hafizh libur. Mas Farras sudah sekolah bareng Papanya ngantor tadi. Ya, jam 5.30 pagi-pagi mereka biasanya memang sudah "meluncur".
Hmmm........semalam adek Vania tidurnya maleeeem......semua sudah tidur dia masih ngajak Mama main, becanda, jalan keliling rumah. Kalau Mama pura-pura tidur, dia nggak peduli! Dia tetep aja main. Lhaaa....mana mungkin Mamanya tidur, meski ngantuuuuuuk beraaaaat, capeeek, teleeer!
Lha sampai sekarang dia masih terlelap di alam mimpi. Yaaah....mamanya ya sejak sebelum subuh harus bangun, siapin sarapan Papa n Mas Farras, siapin susu, siapin bekal Mas Rafi, etc.....etc....... Memang nggak bisa tidur pagi, nggak biasa. Masih ngantuk sih, masih capek juga, belum fit. Ya iyaaalah....kurang tidur!
But, heiiiii.............tetep semangat donk! Hari baru, semangat mesti baru!! Allah juga akan memberi rejeki baru, berkah baru, lebiiiiih membahagiakan!
Selamat pagiiiiiiiiiiiiiiii..................................
Pagiii.....semuaaaa..................
Waaah....sudah pada bangun kan?? Pasti donk! Sudah pada beraktifitas malah.
Heiii.....hari ini Mas Hafizh libur. Mas Farras sudah sekolah bareng Papanya ngantor tadi. Ya, jam 5.30 pagi-pagi mereka biasanya memang sudah "meluncur".
Hmmm........semalam adek Vania tidurnya maleeeem......semua sudah tidur dia masih ngajak Mama main, becanda, jalan keliling rumah. Kalau Mama pura-pura tidur, dia nggak peduli! Dia tetep aja main. Lhaaa....mana mungkin Mamanya tidur, meski ngantuuuuuuk beraaaaat, capeeek, teleeer!
Lha sampai sekarang dia masih terlelap di alam mimpi. Yaaah....mamanya ya sejak sebelum subuh harus bangun, siapin sarapan Papa n Mas Farras, siapin susu, siapin bekal Mas Rafi, etc.....etc....... Memang nggak bisa tidur pagi, nggak biasa. Masih ngantuk sih, masih capek juga, belum fit. Ya iyaaalah....kurang tidur!
But, heiiiii.............tetep semangat donk! Hari baru, semangat mesti baru!! Allah juga akan memberi rejeki baru, berkah baru, lebiiiiih membahagiakan!
Selamat pagiiiiiiiiiiiiiiii..................................
Rabu, 18 Juni 2008
VANIA JADI FOTO MODEL
Rugi rasanya sudah sampai Eropa nggak jalan-jalan di waktu luang kami. Beberapa tempat menarik minat kami untuk "jalan" ke sana. Kamipun berpetualang sebagai "local people". Naik bus, kereta, maupun metro sudah menjadi keseharian kami. So, kamipun lebih leluasa n membaur.
Hmmm.....ternyata waktu sangat kurang. Banyak negara n tempat menarik yang belum sempat kami kunjungi. Next time mesti ke sana lagi. Nunggu undangan "Ratu" kali ya...........
Waaahhh.....udara musim semi ternyata masih cukup dingiiiin bagi kami. Suhu tertinggipun masih dingin. Vania kecil rupanya "cocok". Meski harus tetep memakai mantel kecil yang membuatnya makin kelihatan lucu n mungil.

"Bonjour........."
"Onju..................."
"Ca va......?"
"Va...va......."
Hei.....rupanya Princess punya banyak fans. Mana kalau ditegur, dia jawab....dengan bahasa Perancis.........ha ha ha.........hebat juga ya???
"Parlez-vous France?"
"Wi.....wi......" (Ini sih Mamanya yang bisikin.........ha ha ha.....padahal, Mamanya juga nggak ngerti bener nggak jawabnya, secara grammernya.)
"Klik......klik.....jepret......jepret......"
Whaaaa.......Vania malah pose sana sini saat orang-orang pada motret dia. Lha secara, Princess memang "banci" foto, nggak bisa lihat camera, ya sudah makin pada seneng motret dia. Mulai dari anak-anak kecil yang pada study tour, belajar sejarah, budaya, mereka berombongan dari sekolah lokal. Sampai nenek nenek kakek kakek pada seneeeng lihat Vania mungil yang memang terlihat lucu dengan mantelnya.
Mana Vania ramah, selalu senyum n jawab sapaan mereka. Dengan bahasa mereka pula. Yang berbahasa Inggris atau Belandapun dijawab Vania dengan lancar. Waaah..... banyak penggemar dia rupanya.
"Sublish............" (Dibisikin Mamanya kalau ada yang minta ijin fotoin dia pake Bahasa Belanda, waduuuh.......salah ya?)
"Kiwell.................."
"Engkyuuu............"
"Si yuu........."
"Bay......bay........."
Ha ha ha.............jawaban lucu meluncur dari bibir mungilnya dengan berbagai bahasa. Lhaaaa...........makin jepret sana jepret sini deh. Lho, kok?? Obyek wisata kalah pamor nih??? Hei.......Princess bukan obyek wisata lho!!
So, saat Papanya asyik lihat lihat di dalam museum, kami jalan di Grand Plasa, ngejar merpati yang seneng juga dekat Princess. Dan....dikejar orang orang untuk difoto. Waaahh......jadi selebriti nih di Bruxels.
"Merci beaucoup...."
"Iang......" (ini juga sedikit dibisiki Mamanya)
"Au revoir........"
"Auva......."
Heiii.......akhirnya Princess kecapekan n minta mimik. Ya sudah, kami "ngumpet" karena Vania masih ASI aja minumnya (sampai sekarang). Eeee.......rupanya dia ngantuk, sssttttt bobok........ Tuh...Papanya sudah keluar dari museum. Hmmmmm...... sepertinya Papanya juga puas lihat dalam museum tanpa "direpoti" Princess. Lha mamanya? Biasaaa....puas karena orang-orang yang disayangi puas n seneng!
Naah....sekarang mesti "over handle". Capek Mamanya gendong Princess yang tidur n ternyata sudah makin besar n berat. Papa gendong untuk ditaruh di baby strollernya. Maklum, tadi kami "ningkring" di pinggiran museum yang lumayan tinggi. Ha ha ha..... Mamanya yang juga "mungil" nggak bisa turun sambil gendong Vania. Ya, di sana banyak juga yang duduk duduk sambil menikmati gedung indah, merpati, n lukisan. He he he....ada juga yang asyik memadu kasih tanpa risih banyak orang! Ya sudah, cuek juga aja deh. Kali aja mereka memang niat merayakan sesuatu di tempat special.
Hop......dengan sedikit lompat, aku turun n jalan lagi ...... cari makan.......lapar bo...... Tapi mesti makan roti lagi.....roti lagi..... hikcs.....hicks.....nggak ada yang jual nasi rames ya??? Trus naik metro lagi deh.......pulang.
Au revoir............................
Hmmm.....ternyata waktu sangat kurang. Banyak negara n tempat menarik yang belum sempat kami kunjungi. Next time mesti ke sana lagi. Nunggu undangan "Ratu" kali ya...........
Waaahhh.....udara musim semi ternyata masih cukup dingiiiin bagi kami. Suhu tertinggipun masih dingin. Vania kecil rupanya "cocok". Meski harus tetep memakai mantel kecil yang membuatnya makin kelihatan lucu n mungil.

"Bonjour........."
"Onju..................."
"Ca va......?"
"Va...va......."
Hei.....rupanya Princess punya banyak fans. Mana kalau ditegur, dia jawab....dengan bahasa Perancis.........ha ha ha.........hebat juga ya???
"Parlez-vous France?"
"Wi.....wi......" (Ini sih Mamanya yang bisikin.........ha ha ha.....padahal, Mamanya juga nggak ngerti bener nggak jawabnya, secara grammernya.)
"Klik......klik.....jepret......jepret......"
Whaaaa.......Vania malah pose sana sini saat orang-orang pada motret dia. Lha secara, Princess memang "banci" foto, nggak bisa lihat camera, ya sudah makin pada seneng motret dia. Mulai dari anak-anak kecil yang pada study tour, belajar sejarah, budaya, mereka berombongan dari sekolah lokal. Sampai nenek nenek kakek kakek pada seneeeng lihat Vania mungil yang memang terlihat lucu dengan mantelnya.
Mana Vania ramah, selalu senyum n jawab sapaan mereka. Dengan bahasa mereka pula. Yang berbahasa Inggris atau Belandapun dijawab Vania dengan lancar. Waaah..... banyak penggemar dia rupanya.
"Sublish............" (Dibisikin Mamanya kalau ada yang minta ijin fotoin dia pake Bahasa Belanda, waduuuh.......salah ya?)
"Kiwell.................."
"Engkyuuu............"
"Si yuu........."
"Bay......bay........."
Ha ha ha.............jawaban lucu meluncur dari bibir mungilnya dengan berbagai bahasa. Lhaaaa...........makin jepret sana jepret sini deh. Lho, kok?? Obyek wisata kalah pamor nih??? Hei.......Princess bukan obyek wisata lho!!
So, saat Papanya asyik lihat lihat di dalam museum, kami jalan di Grand Plasa, ngejar merpati yang seneng juga dekat Princess. Dan....dikejar orang orang untuk difoto. Waaahh......jadi selebriti nih di Bruxels.
"Merci beaucoup...."
"Iang......" (ini juga sedikit dibisiki Mamanya)
"Au revoir........"
"Auva......."
Heiii.......akhirnya Princess kecapekan n minta mimik. Ya sudah, kami "ngumpet" karena Vania masih ASI aja minumnya (sampai sekarang). Eeee.......rupanya dia ngantuk, sssttttt bobok........ Tuh...Papanya sudah keluar dari museum. Hmmmmm...... sepertinya Papanya juga puas lihat dalam museum tanpa "direpoti" Princess. Lha mamanya? Biasaaa....puas karena orang-orang yang disayangi puas n seneng!
Naah....sekarang mesti "over handle". Capek Mamanya gendong Princess yang tidur n ternyata sudah makin besar n berat. Papa gendong untuk ditaruh di baby strollernya. Maklum, tadi kami "ningkring" di pinggiran museum yang lumayan tinggi. Ha ha ha..... Mamanya yang juga "mungil" nggak bisa turun sambil gendong Vania. Ya, di sana banyak juga yang duduk duduk sambil menikmati gedung indah, merpati, n lukisan. He he he....ada juga yang asyik memadu kasih tanpa risih banyak orang! Ya sudah, cuek juga aja deh. Kali aja mereka memang niat merayakan sesuatu di tempat special.
Hop......dengan sedikit lompat, aku turun n jalan lagi ...... cari makan.......lapar bo...... Tapi mesti makan roti lagi.....roti lagi..... hikcs.....hicks.....nggak ada yang jual nasi rames ya??? Trus naik metro lagi deh.......pulang.
Au revoir............................
Selasa, 17 Juni 2008
0000.0000 CARSEAT
Ya, carseat!
Memang di Indonesia belum ada aturan tentang ini. Akibatnya? Ya seenaknya mereka menaruh anaknya jika bermobil. Sebenarnya sih, menurutku berbahaya juga ya. Lha kalau nggak terikat aman, saat mobil di rem apalagi jika ndadak, anak bisa "terlempar" atau "njlungup". Ini bisa fatal lho akibatnya.
Aku biasa mendudukkan anakku di carseatnya sejak mereka bayi. Ini karena sejak mereka bayi, aku harus beraktivitas seperti biasa. Dan aku selalu memberi ASI secara langsung (bukan diperah) kepada bayiku hingga mereka berumur 2 tahun. So, aku harus bawa mereka kemanapun aku pergi.
Namun, karena tidak adanya aturan wajib carseat untuk bayi, atau karena aku juga nggak disiplin, maka sejak mereka bisa jalan (umur 10-11 bulan) sudah susah sekali mendudukkan mereka di carseatnya. Mereka akan melepas seatbeltnya dan keluar dari carseatnya, kemudian merekapun akan "keliling" mobil. Lha ini bahaya juga lho! Wuiiihh.....jadi repot kalau pergi berdua saja, n....... bahaya juga kan kalau aku was-was dengan keselamatan babyku.
Nah, saat aku ajak ke eropa, otomatis dia biasa lagi ber-seatbelt ria di carseatnya. Secara, di sana semua negara mewajibkan baby duduk di carseat saat bermobil. Yaaaa.......tapi waktu baru sampai airport, dijemput Omnya naik mobil, waah...."berantem" dulu biar dia mau duduk manis di carseat. Itu juga sepanjang jalan terdengar "nyanyian" merdu protesnya babyku. Lha karena memang nggak boleh lepas, lama-lama nurut juga n menikmati aja. Malah, kalau mau pergi naik mobil, dia sudah tahu harus duduk di mana. Makanya saat Opa ngajak keliling Rotherdam, dia sudah enjoy. Nggak ada lagi protes karena "diikat" di carseat.
Waduuuuuhhh.........kok sekarang dia nggak mau duduk di carseat lagi ya? Berarti, bayipun akan taat jika "dipaksa" oleh aturan. So, kenapa kita nggak FIRM dengan aturan kita (yang baik) sejak mereka sangat kecil, sehingga akan menjadi k"habit" lalu akan menjadi "attitude". Naaahh.....saat mereka dewasa, mereka sudah mempunyai attitude yang baik.
Memang di Indonesia belum ada aturan tentang ini. Akibatnya? Ya seenaknya mereka menaruh anaknya jika bermobil. Sebenarnya sih, menurutku berbahaya juga ya. Lha kalau nggak terikat aman, saat mobil di rem apalagi jika ndadak, anak bisa "terlempar" atau "njlungup". Ini bisa fatal lho akibatnya.
Aku biasa mendudukkan anakku di carseatnya sejak mereka bayi. Ini karena sejak mereka bayi, aku harus beraktivitas seperti biasa. Dan aku selalu memberi ASI secara langsung (bukan diperah) kepada bayiku hingga mereka berumur 2 tahun. So, aku harus bawa mereka kemanapun aku pergi.
Namun, karena tidak adanya aturan wajib carseat untuk bayi, atau karena aku juga nggak disiplin, maka sejak mereka bisa jalan (umur 10-11 bulan) sudah susah sekali mendudukkan mereka di carseatnya. Mereka akan melepas seatbeltnya dan keluar dari carseatnya, kemudian merekapun akan "keliling" mobil. Lha ini bahaya juga lho! Wuiiihh.....jadi repot kalau pergi berdua saja, n....... bahaya juga kan kalau aku was-was dengan keselamatan babyku.
Nah, saat aku ajak ke eropa, otomatis dia biasa lagi ber-seatbelt ria di carseatnya. Secara, di sana semua negara mewajibkan baby duduk di carseat saat bermobil. Yaaaa.......tapi waktu baru sampai airport, dijemput Omnya naik mobil, waah...."berantem" dulu biar dia mau duduk manis di carseat. Itu juga sepanjang jalan terdengar "nyanyian" merdu protesnya babyku. Lha karena memang nggak boleh lepas, lama-lama nurut juga n menikmati aja. Malah, kalau mau pergi naik mobil, dia sudah tahu harus duduk di mana. Makanya saat Opa ngajak keliling Rotherdam, dia sudah enjoy. Nggak ada lagi protes karena "diikat" di carseat.
Waduuuuuhhh.........kok sekarang dia nggak mau duduk di carseat lagi ya? Berarti, bayipun akan taat jika "dipaksa" oleh aturan. So, kenapa kita nggak FIRM dengan aturan kita (yang baik) sejak mereka sangat kecil, sehingga akan menjadi k"habit" lalu akan menjadi "attitude". Naaahh.....saat mereka dewasa, mereka sudah mempunyai attitude yang baik.
Senin, 16 Juni 2008
TUKANG LEDENG TO GENERAL MANAGER
Dari seorang sahabat:
Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya . Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .
Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .
Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr. Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita .
Jangan pernah memberinya sampah .
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to
face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah
orang yang menyenangkan .
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak
diminta
Suatu hari bos Mercedez Benz mempunyai masalah dengan kran air dirumahnya. Kran itu selalu bocor hingga dia kawatir anaknya terpeleset jatuh . Atas rekomendasi seorang temannya , Mr. Benz menelpon seorang tukang ledeng untuk memperbaiki kran miliknya . Perjanjian perbaikan ditentukan 2 hari kemudian karena si tukang ledeng rupanya cukup sibuk . Si tukang ledeng sama sekali tidak tahu bahwa si penelpon adalah bos pemilik perusahaan mobil terbesar di Jerman .
Satu hari setelah ditelpon Mr.Benz , pak tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menyampaikan terima kasih karena sudah bersedia menunggu satu hari lagi . Bos Mercy-pun kagum atas pelayanan dan cara berbicara pak tukang ledeng.
Pada hari yang telah disepakati , si tukang ledeng datang ke rumah Mr.Benz untuk memperbaiki kran yang bocor . Setelah kutak sana kutak sini, kranpun selesai diperbaiki dan pak tukang ledeng pulang setelah menerima pembayaran atas jasanya .
Sekitar 2 minggu setelah hari itu , si tukang ledeng menghubungi Mr.Benz untuk menanyakan apakah kran yang diperbaiki sudah benar-benar beres atau masih timbul masalah ? Mr. Benz berpikir pasti orang ini orang hebat walaupun cuma tukang ledeng . Mr. Benz menjawab di telepon bahwa kran dirumahnya sudah benar-benar beres dan mengucapkan terima kasih atas pelayanan pak tukang ledeng .
Tahukah anda bahwa beberapa bulan kemudian mr. Benz merekrut si tukang ledeng untuk bekerja di perusahaannya ? Ya , namanya Christopher L.Jr. Saat ini beliau adalah General manager Customer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz !
Jangan lupa dan aplikasikan dalam tingkah laku sehari hari :
1. Masukkan hanya informasi dan nasehat bergizi untuk otak kita .
Jangan pernah memberinya sampah .
2. Jangan sampai rasa takut mengalahkan kita . Hadapi dia face to
face!
3. Tersenyumlah dengan tulus hingga gigi kita terlihat dan Jadilah
orang yang menyenangkan .
4. Selalu tambahkan keju dan pelayanan terbaik walaupun itu tidak
diminta
Minggu, 15 Juni 2008
SIAPA MAU IKUT ????
Hari ini kami "ngumpul" di rumah. Ya, hari ini memang kami tumplek blek di rumah, nggak ke mana-mana. Mas Hafizh yang biasa sibuk OSIS, Pramuka, atau rohis, hari ini libur. Mungkin karena habis ujian semester. Mas Farras yang mau tampil di PORSENI main gitar n memberi sambutan dalam Bahasa Arab, juga sedang nggak latihan bareng. Kemarin dia pulang telat karena latihan dulu. Wee....katanya sih, nanti yang nonton ada juga Ambasador sebuah negara Timur Tengah.
Tapi, lho.....kok nggak ada lagi gula pasir, telor, terigu, teh, dsb. Waaaa......mesti belanja nih. Nggak papalah, dekat ini. Paling juga sebentar. Nah, kalau aku pergi, sudah pasti Princess ikut. Maklum, prangko! Nempeeeel terus. Tapi, aku dan suamiku sedang pengen isengin Vania. Habis, lucu sekali tingkahnya. Selalu "nguntit" kami berdua.
"Adek, Mama Papa mau belanja. Adek di rumah ya sama Mas-Mas."
"Nda mauuuuu!"
"Yaaa......adek nggak usah ikut, di rumah saja ya. Papa Mama cuma mau berdua aja belanjanya."
"Nda mauuuuu!"
Plek....plek.....plek.....tergesa dia lari keluar kamar........dan ternyata.......dia menuju pintu keluar.......... dan..........berdiri di depan pintu...............daaaaan...............jagain pintu! Ha ha ha.........supaya kami nggak keluar tanpa ngajak dia, dia menghalangi pintu! Sontak kami semua tertawa melihat kecerdikan Princess kami ini. Sambil siap-siap, kami tawarkan ke Mas Masnya kalau mau ikut.
"Siapa mau ikut belanja..................?"
"Adek......................!!!!!"
Lho, ternyata yang jawab dengan lantang, jelas, dan sendirian adalah......Vania!!!
"Siapa mau ikut belanja..................?"
"Adek......................!!!!!"
Berkali-kali kami bertanya, selalu dengan nyaring suara Vania yang menyahut. Keruan saja kami berlima menyerbu untuk mencium penuh gemas. Dia sudah sangat faham, sudah bisa menanggapi percakapan, situasi, dan kondisi sekitarnya, meski umurnya baru 1,5 tahun!! Ya, dia memang pinter, cerdas, cantik, hebat, menggemaskan, dia memang "berlian" kami yang indah. Tetaplah berkilau berlianku!!
Tapi, lho.....kok nggak ada lagi gula pasir, telor, terigu, teh, dsb. Waaaa......mesti belanja nih. Nggak papalah, dekat ini. Paling juga sebentar. Nah, kalau aku pergi, sudah pasti Princess ikut. Maklum, prangko! Nempeeeel terus. Tapi, aku dan suamiku sedang pengen isengin Vania. Habis, lucu sekali tingkahnya. Selalu "nguntit" kami berdua.
"Adek, Mama Papa mau belanja. Adek di rumah ya sama Mas-Mas."
"Nda mauuuuu!"
"Yaaa......adek nggak usah ikut, di rumah saja ya. Papa Mama cuma mau berdua aja belanjanya."
"Nda mauuuuu!"
Plek....plek.....plek.....tergesa dia lari keluar kamar........dan ternyata.......dia menuju pintu keluar.......... dan..........berdiri di depan pintu...............daaaaan...............jagain pintu! Ha ha ha.........supaya kami nggak keluar tanpa ngajak dia, dia menghalangi pintu! Sontak kami semua tertawa melihat kecerdikan Princess kami ini. Sambil siap-siap, kami tawarkan ke Mas Masnya kalau mau ikut.
"Siapa mau ikut belanja..................?"
"Adek......................!!!!!"
Lho, ternyata yang jawab dengan lantang, jelas, dan sendirian adalah......Vania!!!
"Siapa mau ikut belanja..................?"
"Adek......................!!!!!"
Berkali-kali kami bertanya, selalu dengan nyaring suara Vania yang menyahut. Keruan saja kami berlima menyerbu untuk mencium penuh gemas. Dia sudah sangat faham, sudah bisa menanggapi percakapan, situasi, dan kondisi sekitarnya, meski umurnya baru 1,5 tahun!! Ya, dia memang pinter, cerdas, cantik, hebat, menggemaskan, dia memang "berlian" kami yang indah. Tetaplah berkilau berlianku!!
Sabtu, 14 Juni 2008
JADI IBU MESTI PINTAR 1 (ASI & OBAT))
Ya, memang, jadi ibu mesti pintar. Pintar apa? Pintar jadi Ibu. Ha ha ha....bingung, ya?? Jangan bingung deh!
Gini nih, pintar itu ya pandai menempatkan segala sesuatu di tempatnya. Misalnya, Bayi, idealnya ya pakai ASI titik! Sampai 6 bulan, ASI saja TANPA ASUPAN LAIN APAPUN!!!! Termasuk obat-obatan jika sakit yang masih bisa diatasi tanpa obat buatan.
Jadi, obatnya ASI saja, plus treatment lain. Misalnya urut ayah ibunya (elus sih sebenarnya, memberi uap hangat (seperti aroma therapy, gitu), dll. TAPI, sangat tidak salah kalau ke dokter untuk diskusi. Agar kita juga punya pendapat medis dari ahlinya. Masalah obat, lha.... kan kita Ibu yang pintar. Ya, pasti tidak asal menerima obat, kan??
Lagian, tadi sudah dibilang, kalau ke dokter BUKAN mau minta obat! Kita ke dokter untuk konsultasi, diskusi, dan mencari pendapat medis atas buah hati kita.
Naaa.....kadang, ibu muda yang "merasa" dirinya pinter, justru berbuat yang "tidak pinter". Contohnya; dia tahu kalau batuk pilek itu BUKAN PENYAKIT, tapi dia tuh kerja tiap hari n babynya diurus nenek (ibu atau mertua)nya, trus saat si nenek mau bawa baby ke dokter, dia "menentang" n memberi ceramah kepada nenek yang notabene adalah ibunya sendiri yang dulu melahirkan n ngurus dia atau mertua yang notabene dulu melahirkan n ngurus suaminya. Lha kan membuat nenek tersinggung donk, kok seolah dia dianggap bodoh!! Hmmm....jangan jadi anak durhaka lho! Apalagi sudah jadi ibu kok malah durhaka???
Lagi, si ibu muda nih kerja tiap hari. Trus, dia maunya babynya diurus dengan cara yang "sempurna" sesuai keinginan dia. So, intruksi njlimet n berderet mesti dilakukan oleh orang yang ngurus babynya. Kasihan lho yang di rumah ngurus baby, pusiiiiing!!! Lhaaaa....kalau mau sempurna ya mbok dikerjakan sendiri to Bu!!!
Ada juga yang karena "merasa" pinter, dia tuh seenaknya ngumpat orang lain. Walaaah.....ada yang bilang dokter itu (maaf) sableng, jualan obat, dsb. Mana ngumpatnya di milis (aku mundur aja deh dari milis itu.....nggak nyaman rasanya diantara komunitas yang merasa paling bener), di internet, ada buktinya. Weeee......itu orang pinter apa orang apa ya?? Kalau ada dokter yang nuntut gimana coba?? Hanya karena dia ikutan milis yang membahas kesehatan, trus dia "merasa" lebih pinter dari orang lain. Walaah....walaaah.....jangan keblinger gitu to mbakyu.......
Ayo to kita saling menghargai dan menghormati orang lain. Heiii......orang di luar kita, di luar komunitas kita, di luar kelompok kita, di luar golongan kita, belum tentu salah! Jangan arogan! Ilmu yang kita punya itu hanya seperti debu di jagad raya nan luas ini. Ilmu Allah itu sangat luas, n tersebar di seluruh jagad raya. Tiap orang yang menuntut ilmu akan mendapat sebagian kecil dari ilmu Allah. So, mari berbagi, saling menghargai, karena kita bisa jadi saling membutuhkan. OK??!!
Gini nih, pintar itu ya pandai menempatkan segala sesuatu di tempatnya. Misalnya, Bayi, idealnya ya pakai ASI titik! Sampai 6 bulan, ASI saja TANPA ASUPAN LAIN APAPUN!!!! Termasuk obat-obatan jika sakit yang masih bisa diatasi tanpa obat buatan.
Jadi, obatnya ASI saja, plus treatment lain. Misalnya urut ayah ibunya (elus sih sebenarnya, memberi uap hangat (seperti aroma therapy, gitu), dll. TAPI, sangat tidak salah kalau ke dokter untuk diskusi. Agar kita juga punya pendapat medis dari ahlinya. Masalah obat, lha.... kan kita Ibu yang pintar. Ya, pasti tidak asal menerima obat, kan??
Lagian, tadi sudah dibilang, kalau ke dokter BUKAN mau minta obat! Kita ke dokter untuk konsultasi, diskusi, dan mencari pendapat medis atas buah hati kita.
Naaa.....kadang, ibu muda yang "merasa" dirinya pinter, justru berbuat yang "tidak pinter". Contohnya; dia tahu kalau batuk pilek itu BUKAN PENYAKIT, tapi dia tuh kerja tiap hari n babynya diurus nenek (ibu atau mertua)nya, trus saat si nenek mau bawa baby ke dokter, dia "menentang" n memberi ceramah kepada nenek yang notabene adalah ibunya sendiri yang dulu melahirkan n ngurus dia atau mertua yang notabene dulu melahirkan n ngurus suaminya. Lha kan membuat nenek tersinggung donk, kok seolah dia dianggap bodoh!! Hmmm....jangan jadi anak durhaka lho! Apalagi sudah jadi ibu kok malah durhaka???
Lagi, si ibu muda nih kerja tiap hari. Trus, dia maunya babynya diurus dengan cara yang "sempurna" sesuai keinginan dia. So, intruksi njlimet n berderet mesti dilakukan oleh orang yang ngurus babynya. Kasihan lho yang di rumah ngurus baby, pusiiiiing!!! Lhaaaa....kalau mau sempurna ya mbok dikerjakan sendiri to Bu!!!
Ada juga yang karena "merasa" pinter, dia tuh seenaknya ngumpat orang lain. Walaaah.....ada yang bilang dokter itu (maaf) sableng, jualan obat, dsb. Mana ngumpatnya di milis (aku mundur aja deh dari milis itu.....nggak nyaman rasanya diantara komunitas yang merasa paling bener), di internet, ada buktinya. Weeee......itu orang pinter apa orang apa ya?? Kalau ada dokter yang nuntut gimana coba?? Hanya karena dia ikutan milis yang membahas kesehatan, trus dia "merasa" lebih pinter dari orang lain. Walaah....walaaah.....jangan keblinger gitu to mbakyu.......
Ayo to kita saling menghargai dan menghormati orang lain. Heiii......orang di luar kita, di luar komunitas kita, di luar kelompok kita, di luar golongan kita, belum tentu salah! Jangan arogan! Ilmu yang kita punya itu hanya seperti debu di jagad raya nan luas ini. Ilmu Allah itu sangat luas, n tersebar di seluruh jagad raya. Tiap orang yang menuntut ilmu akan mendapat sebagian kecil dari ilmu Allah. So, mari berbagi, saling menghargai, karena kita bisa jadi saling membutuhkan. OK??!!
Jumat, 13 Juni 2008
LAGI LAGI ULAH PRINCESS, "MENGUASAI 4 BAHASA"
Vania kami sekarang sudah 1 tahun 5 bulan umurnya. Heiii....sudah gede ya..... Dia juga makin pinter, lucu, nggemesin, n kadang.........ngeselin!! Ha ha ha...... itu kata Mas Rafi, yang selalu kangen, gemes, n nggodain adek cantiknya ini, sampai teriak-teriak karena sebeeel sama Mas Rafi. Tapi Mas Rafi juga sayaaaang banget, mau ngambilin apa aja, ngrapiin apa aja, yang diberantakin adek tersayang.
Sejak pulang dari Eropa, Vania cantik "menguasai" 4 bahasa.......ha ha ha....itu istilahnya Mas Rafi. Secara, dulu waktu umur 3 tahun, Mas Rafi juga pernah ngaku "menguasai 5 bahasa".
Jadi, ceritanya......kocapa carito......., Mas Rafi yang sudah kuangeeeen bener sama adeknya yang pergi sampai 3 minggu, selalu melayani adeknya. Minta apapun, Mas Rafi siap sedia ngambilin, dengan keuntungan.......cium sampai puaaaassss!! Meski sebel dicium terus sama Mas Rafi, Princess tetep berterima kasih jika Masnya ngambilin sesuatu. Naaah....karena selama 3 minggu memang Princess harus mengucapkan "terima kasih" dalam 4 bahasa yang berbeda, maka masih kebawa sampai Jakarta.
"ECIIIIII........." Maksudnya bahasa Perancis.
"ENGKUUUUUU..............." Maksudnya bahasa Inggris.
"ASIIIIH........." Maksudnya bahasa Indonesia.
"KUWELLL........." Maksudnya bahasa Belanda.
"Rian......, si yuuu......, bay bay......., uvvaaa....."
Lha memang di sana dia harus "polite" kan......ha ha ha.....sok ya??? Hmm....masalahnya, di sana kan ada OMA, OPA, HANA (nenek juga artinya), dll yang bahasanya berbeda-beda. Dengan aku ajarin si cantik mengucapkan kata-kata tertentu dalam bahasa mereka, so pasti membuat mereka senang n merasa dihormati. Weee.....lha kok ternyata dibawa sampai Jakarta n Surabaya, sama Princess. Ya sudah, Mas Rafi yang memang pada dasarnya selalu bangga sama adeknya.....tambah bangga deh!!! "Adekku memang pinter, cantik, n shalehah!"
Ada lagi ulah Princess yang bikin gemeeees.....semuanya. Suatu malam, sebelum tidur, Princess harus sikat gigi. Biasanya sih, sama aku sikat giginya. Malam itu aku mau godain dia. Aku suruh dia sikat giginya sendiri. Papanya senyum aja mendengarnya.
"Adek mau bobo? Sikat gigi dulu, sendiri aja ya...."
"OK....." Jawabnya mantab n dia langsung turun dari tempat tidur.
"Ayo Pa....." Lho!! Ternyata dia langsung ngajakin Papanya (dia tarik tangan Papanya ke kamar mandi) untuk sikat giginya. Ha ha ha....langsung aja Papanya cium dia sampai Princess teriak kegelian.
"Katanya adek mau sikat gigi sendiri.......???"
Sejak pulang dari Eropa, Vania cantik "menguasai" 4 bahasa.......ha ha ha....itu istilahnya Mas Rafi. Secara, dulu waktu umur 3 tahun, Mas Rafi juga pernah ngaku "menguasai 5 bahasa".
Jadi, ceritanya......kocapa carito......., Mas Rafi yang sudah kuangeeeen bener sama adeknya yang pergi sampai 3 minggu, selalu melayani adeknya. Minta apapun, Mas Rafi siap sedia ngambilin, dengan keuntungan.......cium sampai puaaaassss!! Meski sebel dicium terus sama Mas Rafi, Princess tetep berterima kasih jika Masnya ngambilin sesuatu. Naaah....karena selama 3 minggu memang Princess harus mengucapkan "terima kasih" dalam 4 bahasa yang berbeda, maka masih kebawa sampai Jakarta.
"ECIIIIII........." Maksudnya bahasa Perancis.
"ENGKUUUUUU..............." Maksudnya bahasa Inggris.
"ASIIIIH........." Maksudnya bahasa Indonesia.
"KUWELLL........." Maksudnya bahasa Belanda.
"Rian......, si yuuu......, bay bay......., uvvaaa....."
Lha memang di sana dia harus "polite" kan......ha ha ha.....sok ya??? Hmm....masalahnya, di sana kan ada OMA, OPA, HANA (nenek juga artinya), dll yang bahasanya berbeda-beda. Dengan aku ajarin si cantik mengucapkan kata-kata tertentu dalam bahasa mereka, so pasti membuat mereka senang n merasa dihormati. Weee.....lha kok ternyata dibawa sampai Jakarta n Surabaya, sama Princess. Ya sudah, Mas Rafi yang memang pada dasarnya selalu bangga sama adeknya.....tambah bangga deh!!! "Adekku memang pinter, cantik, n shalehah!"
Ada lagi ulah Princess yang bikin gemeeees.....semuanya. Suatu malam, sebelum tidur, Princess harus sikat gigi. Biasanya sih, sama aku sikat giginya. Malam itu aku mau godain dia. Aku suruh dia sikat giginya sendiri. Papanya senyum aja mendengarnya.
"Adek mau bobo? Sikat gigi dulu, sendiri aja ya...."
"OK....." Jawabnya mantab n dia langsung turun dari tempat tidur.
"Ayo Pa....." Lho!! Ternyata dia langsung ngajakin Papanya (dia tarik tangan Papanya ke kamar mandi) untuk sikat giginya. Ha ha ha....langsung aja Papanya cium dia sampai Princess teriak kegelian.
"Katanya adek mau sikat gigi sendiri.......???"
Kamis, 12 Juni 2008
SEKOLAH LAGI ???
Hai.....akhir-akhir ini temansku kuliah dulu, pada ngomongin tentang kuliah lagi. Yaaaa karena barusan ada yang lulus S3 dari UI. Pendapatnya sih macam-macam of course! Lha orangnya juga beda-beda to?! Latar belakangnya juga berbeda-beda.
Ada yang menganggap kuliah lagi tuh sayang, mahal! Mending buat tambah modal usaha. Ada yang pengen kuliah lagi, asal nantinya nambah juga incomenya.....jujur dia! Ada juga yang menganggap tingkat pendidikan itu menunjukkan status. Hmmm....... sah-sah aja ya berpendapat.
Lha aku sendiri?? Sebenarnya sih, pengen juga......belajar dengan mendapat pengakuan berupa graduation, sertifikat, ijazah, gelar, dan.....tambahan income!! Tapi kan belajar itu esensinya bukan untuk itu semua ya. Semua itu hanyalah "bonus" yang sebenarnya akan dengan sendirinya mengikuti kita jika kita memang belajar!! So, ya sudahlah....sementara ini, aku belajar aja!! Bukan cari ijazah, gelar, atau uang. Belajar itu harus selalu dilakukan selama kita masih bernafas! Itu prinsipku.
Naaah....mengenai status, hhh.....memang sekarang jaman "matrek", jaman "simbol", jaman "topeng". Jadi seringkali orang akan dihargai dari gelarnya, jabatannya, pakaiannya! Bukan dari kejujurannya, ke"pandaian"nya, atau hal lain yang lebih "PANTAS" dihargai. Ya nggak masalah, aku nggak dihargai karena nggak punya "gelar" seabreg, atau bukan "pejabat", atau "public figure", atau hal nggak begitu penting lain. Toh yang menghargai orang lain karena hal-hal tersebut berarti bukan orang yang bijak, bukan orang yang pandai, bukan orang yang open mind. He he he....rada picik kali ya, kurang "main". Huaaaa haaa haaaa......jangan sewot donk!! Naaah......So whats gitcu loh!!!
Karena aku sekarang kok justru lagi concern untuk memikirkan sekolah "berlian" ku. Hei.....sebentar lagi anakku yang pertama mau kuliah lho!! Sekarang sudah mau kelas 2 SMA. Ya dari sekarang aku sebagai mamanya sudah mulai memikirkan, merencanakan, menyiapkan, terutama BIAYA!! Makanya, waktu, tenaga, pikiran, dan biaya sedang difokuskan ke mereka!!
Memang sih, aku tuh type yang berfikir jauuuuh ke depan. Eh....bukan muji ndiri lho, tapi memang gitu. Lha sebelum berfikir akan menikah, aku sudah koleksi buku n kaset anak-anak yang akan aku pakai untuk mendidik anak-anakku kelak kalau sudah punya anak. Naahh....sejak lahir, anak-anakku sudah aku tabungin biaya sekolah, dalam hal ini kuliah. Weeee....ternyata itu saja masih belum cukup. Lha biaya kan "lari" nggak kekejar sama tabunganku untuk mereka. Padahal, aku menabungnya dalam bentuk investasi lho!! So, sekarang aku harus mulai "menambah" tabungan kuliah mereka, terutama sulungku yang 2 tahun lagi kuliah.
Juga cari informasi tentang kuliah yang menjadi impian berlianku. Yah.... gitu deh... jadi jalan-jalan, cari tahu, tanya-tanya, baca-baca, surfing internet, dll. Pokoke fokus kuliahnya untuk anak dulu. Mamanya, belajar di luar jalur formal dulu aja.....tapi tetep HARUS BELAJAR!! Lha jadi IBU harus selalu meng "UPGRADE" diri, jadi IBU harus pinter, selalu UP TO DATE. Setuju?????
Ada yang menganggap kuliah lagi tuh sayang, mahal! Mending buat tambah modal usaha. Ada yang pengen kuliah lagi, asal nantinya nambah juga incomenya.....jujur dia! Ada juga yang menganggap tingkat pendidikan itu menunjukkan status. Hmmm....... sah-sah aja ya berpendapat.
Lha aku sendiri?? Sebenarnya sih, pengen juga......belajar dengan mendapat pengakuan berupa graduation, sertifikat, ijazah, gelar, dan.....tambahan income!! Tapi kan belajar itu esensinya bukan untuk itu semua ya. Semua itu hanyalah "bonus" yang sebenarnya akan dengan sendirinya mengikuti kita jika kita memang belajar!! So, ya sudahlah....sementara ini, aku belajar aja!! Bukan cari ijazah, gelar, atau uang. Belajar itu harus selalu dilakukan selama kita masih bernafas! Itu prinsipku.
Naaah....mengenai status, hhh.....memang sekarang jaman "matrek", jaman "simbol", jaman "topeng". Jadi seringkali orang akan dihargai dari gelarnya, jabatannya, pakaiannya! Bukan dari kejujurannya, ke"pandaian"nya, atau hal lain yang lebih "PANTAS" dihargai. Ya nggak masalah, aku nggak dihargai karena nggak punya "gelar" seabreg, atau bukan "pejabat", atau "public figure", atau hal nggak begitu penting lain. Toh yang menghargai orang lain karena hal-hal tersebut berarti bukan orang yang bijak, bukan orang yang pandai, bukan orang yang open mind. He he he....rada picik kali ya, kurang "main". Huaaaa haaa haaaa......jangan sewot donk!! Naaah......So whats gitcu loh!!!
Karena aku sekarang kok justru lagi concern untuk memikirkan sekolah "berlian" ku. Hei.....sebentar lagi anakku yang pertama mau kuliah lho!! Sekarang sudah mau kelas 2 SMA. Ya dari sekarang aku sebagai mamanya sudah mulai memikirkan, merencanakan, menyiapkan, terutama BIAYA!! Makanya, waktu, tenaga, pikiran, dan biaya sedang difokuskan ke mereka!!
Memang sih, aku tuh type yang berfikir jauuuuh ke depan. Eh....bukan muji ndiri lho, tapi memang gitu. Lha sebelum berfikir akan menikah, aku sudah koleksi buku n kaset anak-anak yang akan aku pakai untuk mendidik anak-anakku kelak kalau sudah punya anak. Naahh....sejak lahir, anak-anakku sudah aku tabungin biaya sekolah, dalam hal ini kuliah. Weeee....ternyata itu saja masih belum cukup. Lha biaya kan "lari" nggak kekejar sama tabunganku untuk mereka. Padahal, aku menabungnya dalam bentuk investasi lho!! So, sekarang aku harus mulai "menambah" tabungan kuliah mereka, terutama sulungku yang 2 tahun lagi kuliah.
Juga cari informasi tentang kuliah yang menjadi impian berlianku. Yah.... gitu deh... jadi jalan-jalan, cari tahu, tanya-tanya, baca-baca, surfing internet, dll. Pokoke fokus kuliahnya untuk anak dulu. Mamanya, belajar di luar jalur formal dulu aja.....tapi tetep HARUS BELAJAR!! Lha jadi IBU harus selalu meng "UPGRADE" diri, jadi IBU harus pinter, selalu UP TO DATE. Setuju?????
Rabu, 11 Juni 2008
HAPPINESS
Dari cerita seorang sahabat;
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.
Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi. Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.
Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.
Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
"Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut."
"Hal itu tidak ada hubungannya", dia menjawab.
"Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur, tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi,atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi."
"Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan."
"Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku."
Aku sedang menyimpannya.
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.
Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi. Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.
Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.
Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.
"Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut."
"Hal itu tidak ada hubungannya", dia menjawab.
"Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur, tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi,atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi."
"Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan."
"Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku."
Aku sedang menyimpannya.
Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Berikan lebih banyak (give more).
5. Jangan terlalu banyak mengharap (expect less).
Selasa, 10 Juni 2008
ANAK ITU TAHU DIRINYA "BERLIAN"
Aku membaca buku tentang seorang anak yang bernama Anthony Christiansen. Dia terlahir sehat dan normal, masa kecilnya lincah, cenderung bandel. Ibunya kecil.....he he he......seperti aku kali ya...... Naaah..... di usianya yang menginjak 9 tahun, dia kecelakaan, kakinya terlindas kereta, nyaris putus, dan akhirnya harus diamputasi sampai PAHA! WOW!!! Kasihan sekali ya.....
Tapi, hei.....dia sama sekali nggak putus asa lho. Dia berusaha untuk tidak menggantungkan diri pada orang lain, termasuk ibunya. Dia tidak mau digendong sana sini oleh ibunya. So, dia belajar bergerak menggunakan apa yang masih dia miliki. Badannya, pantatnya, tangannya, semua dia berdayakan agar dia tetap bisa beraktifitas tanpa bergantung pada orang lain.
Dan, dia tuh lahirnya aja tahun 1958! So, pasti masih banyak sekali keterbatasan fasilitas yang bisa dia nikmati. Kaki palsu yang malahan membuatnya terbatasi karena beratnya, namun di tempat tertentu dia harus memakai. Ya, saat sekolah SMP SMA dia harus memakai kaki palsu karena jika tidak, sekolah tidak mau menerimanya.
Dia sangat menyadari, untuk mencapai suatu hal, dia bekerja jauuuh lebih keras dibanding orang lain yang "normal" dan "lengkap". Dia berprinsip,; "Aku memang tidak bisa masuk tim football, tetapi masih ada jutaan hal yang bisa aku lakukan."
Yap! Betul sekali Tony! Kamu PASTI BISA! Akhirnya, dia bisa menjadi juara renang, pemegang sabuk hitam Dan II Tae Kwondo, juara balap mobil dan kapal cepat, menjadi penulis, pilot, dan peraih medali emas internasional! Dia tidak peduli dengan tatapan "aneh" orang-orang yang melihatnya. Dia hanya berusaha keras, dan membuktikan bahwa dia BISA.
WOW!!! Dia memang berlian, dan menyadari betul akan hal itu. So, dia yakin, jika dia berusaha lebih keras dari orang "normal", dia akan bersinar lebih terang!!!!
Naaaaah......kalau Tony, yang kakinya putus tinggal sepaha saja bisa, masa sih anak-anak kita yang lebih "komplit" tidak bisa? Nggak mungkin dong......, mereka juga PASTI BISA. Dengan usaha keras dan support kita sebagai orangtuanya, tentu!!
Tapi, hei.....dia sama sekali nggak putus asa lho. Dia berusaha untuk tidak menggantungkan diri pada orang lain, termasuk ibunya. Dia tidak mau digendong sana sini oleh ibunya. So, dia belajar bergerak menggunakan apa yang masih dia miliki. Badannya, pantatnya, tangannya, semua dia berdayakan agar dia tetap bisa beraktifitas tanpa bergantung pada orang lain.
Dan, dia tuh lahirnya aja tahun 1958! So, pasti masih banyak sekali keterbatasan fasilitas yang bisa dia nikmati. Kaki palsu yang malahan membuatnya terbatasi karena beratnya, namun di tempat tertentu dia harus memakai. Ya, saat sekolah SMP SMA dia harus memakai kaki palsu karena jika tidak, sekolah tidak mau menerimanya.
Dia sangat menyadari, untuk mencapai suatu hal, dia bekerja jauuuh lebih keras dibanding orang lain yang "normal" dan "lengkap". Dia berprinsip,; "Aku memang tidak bisa masuk tim football, tetapi masih ada jutaan hal yang bisa aku lakukan."
Yap! Betul sekali Tony! Kamu PASTI BISA! Akhirnya, dia bisa menjadi juara renang, pemegang sabuk hitam Dan II Tae Kwondo, juara balap mobil dan kapal cepat, menjadi penulis, pilot, dan peraih medali emas internasional! Dia tidak peduli dengan tatapan "aneh" orang-orang yang melihatnya. Dia hanya berusaha keras, dan membuktikan bahwa dia BISA.
WOW!!! Dia memang berlian, dan menyadari betul akan hal itu. So, dia yakin, jika dia berusaha lebih keras dari orang "normal", dia akan bersinar lebih terang!!!!
Naaaaah......kalau Tony, yang kakinya putus tinggal sepaha saja bisa, masa sih anak-anak kita yang lebih "komplit" tidak bisa? Nggak mungkin dong......, mereka juga PASTI BISA. Dengan usaha keras dan support kita sebagai orangtuanya, tentu!!
Senin, 09 Juni 2008
MENGUNJUNGI PABRIK BERLIAN
Mengunjungi pabrik berlian memberikan kesan tersendiri bagiku. Hm......aku makin yakin, kalau anak memang layaknya berlian. Sejak dari sononya memang sudah pilihan. Hei.......pasti sudah pada tahu kan, kalau anak adalah hasil pembuahan, dimana hanya sperma yang "terpilih", yang memenangkan kompetisi dari jutaan sperma seorang calon ayah. So, bagaimanapun kondisi anak saat lahir, apakah sempurna secara fisik dan mental, atau cacat fisik, bahkan cacat fisik dan mental, mereka tetaplah "pilihan", mereka tetaplah "sang juara", mereka tetaplah "berlian".
Ya, berlian juga merupakan bahan tambang pilihan. Tidak mudah mendapatkan batu berharga ini, seperti mendapatkan batu lain. Batu yang telah mengalami proses berjuta tahun ini harus diambil dengan usaha yang jauuuh lebih besar dibanding mengambil batu lain.
Proses pemotongan, pemolesan, semuanya perlu keahlian khusus, alat khusus, dan kecermatan yang luar biasa. Dan jika semua itu dilakukan dengan sangat baik, maka berlian itu akan sangat bercahaya, akan memantulkan keindahan yang menakjubkan, dan tentu saja harga yang sangat mencengangkan untuk sebutir batu kecil. Fantastis!
Demikian juga anak-anak kita. Jika mendapatkan treatment yang benar, bagaimanapun kondisi mereka saat lahir, mereka berpotensi menjadi "berlian" yang indah, berharga, disukai, dan.....mahal.
So, mari kita berikan yang "seharusnya" mereka dapatkan. Berikan treatment yang benar dan tepat, sehingga mereka menjadi berlian indah yang menerangi dunia......dan syurga!!
Ya, berlian juga merupakan bahan tambang pilihan. Tidak mudah mendapatkan batu berharga ini, seperti mendapatkan batu lain. Batu yang telah mengalami proses berjuta tahun ini harus diambil dengan usaha yang jauuuh lebih besar dibanding mengambil batu lain.
Proses pemotongan, pemolesan, semuanya perlu keahlian khusus, alat khusus, dan kecermatan yang luar biasa. Dan jika semua itu dilakukan dengan sangat baik, maka berlian itu akan sangat bercahaya, akan memantulkan keindahan yang menakjubkan, dan tentu saja harga yang sangat mencengangkan untuk sebutir batu kecil. Fantastis!
Demikian juga anak-anak kita. Jika mendapatkan treatment yang benar, bagaimanapun kondisi mereka saat lahir, mereka berpotensi menjadi "berlian" yang indah, berharga, disukai, dan.....mahal.
So, mari kita berikan yang "seharusnya" mereka dapatkan. Berikan treatment yang benar dan tepat, sehingga mereka menjadi berlian indah yang menerangi dunia......dan syurga!!
Minggu, 08 Juni 2008
BEGADANG BARENG PRINCESS
Sudah hampir seminggu ini, Vaniaku selalu tidur telat. Bagaimana nggak telat, tidurnya bukan lagi kemalaman, tetapi malahan sudah..............PAGI, baru dia tidur. Hari pertama sampai ketiga, dia baru tidur jam 3 pagi. Nah.....dari malam sampai jam 3 pagi itu, dia suegeeerrrrr banget. Matanya bening, gerakannya lincah, mulutnya rame!! Sudah gitu, aku musti harus selalu menanggapi dan meladeninya. Waaaa......ampuuuun deh!!!
Memang sih jam 13.00 an dan sore sekitar magrib sampai isya' dia tidur. Ya, dia tidur tetep 2X sebelum "begadabg". Trus, paginya, tidur dari jam 3 sampai jam 11-12. Lha aku, mana mungkin tidur pagi sampai siang?? Kalaupun tidur ya sekalian sesudah subuh baru bisa tidur. Itupun nggak mungkin sampai siang seperti Princess cantikku ini.
Yah, namanya IBU, tetep aja nemani buah hatinya dengan sabar to? He he he, meski pengen juga kesel, tapi mana mungkin??? Lihat kilatan cahaya matanya yang indah saja sudah luluh. Belum lagi merdunya celoteh dia saat ngajak begadang.
"Mamaaaaa........nini!"
"Mamaaaaa.........Naik....naik......."
"Mamaaaa..........Balonku.....dor......"
"Mamaaa...........kaki.......patu..........mata......."
"Mamaaaaaaaaa..............Satuuu Mamaaa........"
"Mamaaaaaaa..........cicak cicak didinding.........diam diam yayap........mampak mamuk........HAP............angkap.............,Mamaaaaaaa..........."
Tuh kan, malah request lagupun tetep jalan di saat pagi buta. Dan mamanya harus nyanyi bareng dia, sambil menatap kilauan mata cantiknya, lenggang lenggok seperti dia, dan ekspresi seperti isi syairnya. Waaah.....penyanyi sekaliber KD pun pasti belum pernah seperti itu.
Di dua malam terakhir, Vania tidak terlalu pagi lagi tidurnya. Agak sorean..........jam 12 malam dia sudah tidur. Tapi, hei.....dia rewel, minta gendong terus, dan "NGECES" nya luar biasa. Sampai-sampai bajunya basah kuyub tiap 30 menit. Badannya juga anget, sumer-sumer. Belum lagi susah minum ASI, nggak mau makan, dan selalu bilang "akit...." dan nunjuk-nunjuk mulutnya. Lha....rupanya ada 2 gigi sekaligus yang baru muncul menerobos gusinya yang lembut namun kuat itu. Setelah selama ini numbuh giginya tanpa masalah berarti, rupanya kali ini sang gusi cukup alot untuk ditembus.
Memang, kalau ada Mas-Masnya, mereka akan dengan senang hati bantuin aku gendong adeknya yang manja ini. Tapi kalau malam hari, ya tentu saja mamanya yang ngeborong. Tetep aja aku bersyukur anak-anak sabar momong adek tercinta mereka. Gendong sana sini saat Vania rewel, gendongan, sampai adeknya tidur di pelukan mereka, dan tangan mereka.....kesemutan. Tapi mereka akan bangga sekali jika berhasil membuat adeknya yang rewel tidur! Mereka memang sangat sayang sama adek cantiknya. Mereka tidak keberatan direpoti. Anak-anakku memang BERLIAN.
Anakku-anakku,
Mama nggak pernah merasa capek karenamu
Mama singkirkan rasa kantuk untuk menemanimu
Mama abaikan kelelahan karena kurang istirahat dari menjagamu
Mama tebarkan kesabaran meski sangat kerepotan karena ulahmu
Mama ucapkan kata lembut penuh sayang untuk menanggapi celotehmu
Anakku-anakku,
Mama lakukan semua itu bukan untukmu
Karena jika itu Mama lakukan untukmu
Mama takut akan kecewa dan terlalu berharap padamu
Dan kaupun akan membawa beban berat dalam hidupmu
Untuk membalas semua kasih sayangku
Anakku-anakku,
Mama hanya akan lakukan itu semua
Karena engkau adalah titipan Allah
Karena engkau adalah milik Sang Penguasa
Mama hanyalah hambaNya
Yang akan berusaha menjaga amanahNya
Dengan segenap jiwa raga
Karena berharap ridhoNya
Semoga mulai malam ini, Princess cantikku sudah bisa tidur di jam tidur yang "wajar" tanpa rewel lagi. We love you, Princess.............
Memang sih jam 13.00 an dan sore sekitar magrib sampai isya' dia tidur. Ya, dia tidur tetep 2X sebelum "begadabg". Trus, paginya, tidur dari jam 3 sampai jam 11-12. Lha aku, mana mungkin tidur pagi sampai siang?? Kalaupun tidur ya sekalian sesudah subuh baru bisa tidur. Itupun nggak mungkin sampai siang seperti Princess cantikku ini.
Yah, namanya IBU, tetep aja nemani buah hatinya dengan sabar to? He he he, meski pengen juga kesel, tapi mana mungkin??? Lihat kilatan cahaya matanya yang indah saja sudah luluh. Belum lagi merdunya celoteh dia saat ngajak begadang.
"Mamaaaaa........nini!"
"Mamaaaaa.........Naik....naik......."
"Mamaaaa..........Balonku.....dor......"
"Mamaaa...........kaki.......patu..........mata......."
"Mamaaaaaaaaa..............Satuuu Mamaaa........"
"Mamaaaaaaa..........cicak cicak didinding.........diam diam yayap........mampak mamuk........HAP............angkap.............,Mamaaaaaaa..........."
Tuh kan, malah request lagupun tetep jalan di saat pagi buta. Dan mamanya harus nyanyi bareng dia, sambil menatap kilauan mata cantiknya, lenggang lenggok seperti dia, dan ekspresi seperti isi syairnya. Waaah.....penyanyi sekaliber KD pun pasti belum pernah seperti itu.
Di dua malam terakhir, Vania tidak terlalu pagi lagi tidurnya. Agak sorean..........jam 12 malam dia sudah tidur. Tapi, hei.....dia rewel, minta gendong terus, dan "NGECES" nya luar biasa. Sampai-sampai bajunya basah kuyub tiap 30 menit. Badannya juga anget, sumer-sumer. Belum lagi susah minum ASI, nggak mau makan, dan selalu bilang "akit...." dan nunjuk-nunjuk mulutnya. Lha....rupanya ada 2 gigi sekaligus yang baru muncul menerobos gusinya yang lembut namun kuat itu. Setelah selama ini numbuh giginya tanpa masalah berarti, rupanya kali ini sang gusi cukup alot untuk ditembus.
Memang, kalau ada Mas-Masnya, mereka akan dengan senang hati bantuin aku gendong adeknya yang manja ini. Tapi kalau malam hari, ya tentu saja mamanya yang ngeborong. Tetep aja aku bersyukur anak-anak sabar momong adek tercinta mereka. Gendong sana sini saat Vania rewel, gendongan, sampai adeknya tidur di pelukan mereka, dan tangan mereka.....kesemutan. Tapi mereka akan bangga sekali jika berhasil membuat adeknya yang rewel tidur! Mereka memang sangat sayang sama adek cantiknya. Mereka tidak keberatan direpoti. Anak-anakku memang BERLIAN.
Anakku-anakku,
Mama nggak pernah merasa capek karenamu
Mama singkirkan rasa kantuk untuk menemanimu
Mama abaikan kelelahan karena kurang istirahat dari menjagamu
Mama tebarkan kesabaran meski sangat kerepotan karena ulahmu
Mama ucapkan kata lembut penuh sayang untuk menanggapi celotehmu
Anakku-anakku,
Mama lakukan semua itu bukan untukmu
Karena jika itu Mama lakukan untukmu
Mama takut akan kecewa dan terlalu berharap padamu
Dan kaupun akan membawa beban berat dalam hidupmu
Untuk membalas semua kasih sayangku
Anakku-anakku,
Mama hanya akan lakukan itu semua
Karena engkau adalah titipan Allah
Karena engkau adalah milik Sang Penguasa
Mama hanyalah hambaNya
Yang akan berusaha menjaga amanahNya
Dengan segenap jiwa raga
Karena berharap ridhoNya
Semoga mulai malam ini, Princess cantikku sudah bisa tidur di jam tidur yang "wajar" tanpa rewel lagi. We love you, Princess.............
Kamis, 05 Juni 2008
HARI LINGKUNGAN HIDUP
Hari ini, katanya sih, hari lingkungan hidup. Salut juga sih, banyak pihak yang peduli lingkungan hidup.
Hm.....kalau bicara masalah lingkungan, maka aku sangat prihatin dengan keadaan lingkungan hidup di Indonesia yang menyedihkan. Rasanya air sudah sangat kesulitan untuk kembali ke tanah karena sebagian besar tanah sudah ditutup. Aspal mulus, beton sana sini, sampai halaman rumah yang dilapisi keramik mulus.
Lalu aku sempat berfikir; "Apa yang orang-orang lakukan saat mereka "ngaku" study banding ke luar negeri? Sebenarnya tidak hanya masalah lingkungan, tapi banyak hal. But, hari ini kita bicara LINGKUNGAN HIDUP. Katanya sih para petinggi negara ini entah yang di eksekutif maupun legislatif melakukan study banding ke luar negeri.
Di beberapa negara di Eropa, aku melihat bagaimana sejatinya peduli lingkungan hidup. Jalan-jalan di sana, sama sekali nggak mulus. Rata-rata pakai paving blok atau bata pres yang disusun berjarak cukup, tanpa semen. So, ada pori-pori yang akan menyerap air. Kalaupun di aspal, aspalnya terpotong-potong sepertinya memang sengaja diberi jarak, agar air bisa terserap tanah di bawahnya. Secara, di sana hujan bisa turun kapan saja tanpa peduli musim apa. Tapi banjir sangat langka. Apa malah nggak pernah ya???
Makanya jika naik mobil, tidak nyaman. Agak geradak geruduk kadang-kadang. Tapi memang mereka harus nrimo dan ngalah dengan yang namanya lingkungan. Toh, lingkungan juga untuk mereka. Kenyamanan berkendara mereka korbankan demi lingkungan hidup.
Daerah hijau, waaah....sepertinya di "anak emaskan" oleh pemerintah dan masyarakat di sana. Banyak banget daerah hijau yang sengaja dibuat, sehingga rumah mahal dan kecil-kecil, karena mereka harus ngalah lagi sama daerah hijau. Mana terawat lagi! Ngiriii habis deh!!
Buang sampah sembarangan, sepertinya mereka "anti" melakukan itu. Mungkin mereka sudah terbentuk turun temurun perilaku itu sehingga sudah menjadi "habit" atau bahkan "attitude". Dibentuknya atau dimulainya pasti sudah sangat lama dan saat pertama duluuuu pasti ada unsur paksaan. Ya, karena aku jarang melihat adanya "ancaman" bagi yang tidak menjaga kebersihan.
Tapi, heiii....aku sempat melihat adanya tulisan yang isinya ancaman denda yang sangat besar bagi yang buang sampah sembarangan di dalam sebuah kendaraan umum. Jika kita membuat kotor apakah itu sampah atau coretan, akan didenda 80 Euro !!! Tuh.....kan....... dan, denda itu bener-bener diterapkan lho! Memang sih aku belum pernah lihat sendiri orang yang didenda karena buang sampah sembarangan. Tapi adik iparku sendiri yang orang sana, saat salah parkir (biasanya di situ boleh parkir, tapi saat itu tidak boleh dan adikku nggak tahu) tahu-tahu mobilnya sudah nggak ada. Dan dia harus ambil mobilnya keesokan harinya di kantor pemda dengan denda 100 Euro!
Mungkin kita juga harus memaksa masyarakat kita agar nantinya mempunyai kebiasaan, lalu menjadi "habit", dan akhirnya menjadi "attitude". Tapi, apa iya kita nunggu "DIPAKSA" oleh pemerintah dengan aturan dan denda? Kenapa mesti nunggu dipaksa oleh orang lain, meski itu pemerintah? Iiiih............. kayak............. he he he............ maaf, kerbau! Mesti dilecut dulu biar nurut.
Lalu di Arab. Mereka sampai mengimpor tanah untuk menghijaukan kota-kota mereka. Mereka buat keran-keran air di setiap pohon yang mereka tanam karena tidah ada air yang bisa meresap ke tanah. Mereka harus berjuang untuk menghijaukan tanah mereka.
So, mari kita mulai dari diri dan rumah masing-masing. Kita jaga bumi tercinta yang telah Allah anugerahkan secara gratis kepada kita, demi kepentingan kita sendiri juga. Jangan hanya menjadi slogan-slogan tanpa penerapan nyata.
Indonesia ini negara kaya, paru-paru dunia, kenapa mesti rusak oleh kita sendiri? Mengapa kita tidak bersyukur atas anugerah indah yang membuat iri bangsa lain ini? Heei.............. jahat sekali kita ini kalau demikian. Jahat terhadap Sang Pemilik, Allah. Anugerah dibalas dengan pengrusakan????
Mari kita rubah kelakuan kita yang tidak baik ini dengan sikap syukur yang benar, mengembalikan lingkungan hidup seperti seharusnya.
Selamat Hari Lingkungan Hidup.
Hm.....kalau bicara masalah lingkungan, maka aku sangat prihatin dengan keadaan lingkungan hidup di Indonesia yang menyedihkan. Rasanya air sudah sangat kesulitan untuk kembali ke tanah karena sebagian besar tanah sudah ditutup. Aspal mulus, beton sana sini, sampai halaman rumah yang dilapisi keramik mulus.
Lalu aku sempat berfikir; "Apa yang orang-orang lakukan saat mereka "ngaku" study banding ke luar negeri? Sebenarnya tidak hanya masalah lingkungan, tapi banyak hal. But, hari ini kita bicara LINGKUNGAN HIDUP. Katanya sih para petinggi negara ini entah yang di eksekutif maupun legislatif melakukan study banding ke luar negeri.
Di beberapa negara di Eropa, aku melihat bagaimana sejatinya peduli lingkungan hidup. Jalan-jalan di sana, sama sekali nggak mulus. Rata-rata pakai paving blok atau bata pres yang disusun berjarak cukup, tanpa semen. So, ada pori-pori yang akan menyerap air. Kalaupun di aspal, aspalnya terpotong-potong sepertinya memang sengaja diberi jarak, agar air bisa terserap tanah di bawahnya. Secara, di sana hujan bisa turun kapan saja tanpa peduli musim apa. Tapi banjir sangat langka. Apa malah nggak pernah ya???
Makanya jika naik mobil, tidak nyaman. Agak geradak geruduk kadang-kadang. Tapi memang mereka harus nrimo dan ngalah dengan yang namanya lingkungan. Toh, lingkungan juga untuk mereka. Kenyamanan berkendara mereka korbankan demi lingkungan hidup.
Daerah hijau, waaah....sepertinya di "anak emaskan" oleh pemerintah dan masyarakat di sana. Banyak banget daerah hijau yang sengaja dibuat, sehingga rumah mahal dan kecil-kecil, karena mereka harus ngalah lagi sama daerah hijau. Mana terawat lagi! Ngiriii habis deh!!
Buang sampah sembarangan, sepertinya mereka "anti" melakukan itu. Mungkin mereka sudah terbentuk turun temurun perilaku itu sehingga sudah menjadi "habit" atau bahkan "attitude". Dibentuknya atau dimulainya pasti sudah sangat lama dan saat pertama duluuuu pasti ada unsur paksaan. Ya, karena aku jarang melihat adanya "ancaman" bagi yang tidak menjaga kebersihan.
Tapi, heiii....aku sempat melihat adanya tulisan yang isinya ancaman denda yang sangat besar bagi yang buang sampah sembarangan di dalam sebuah kendaraan umum. Jika kita membuat kotor apakah itu sampah atau coretan, akan didenda 80 Euro !!! Tuh.....kan....... dan, denda itu bener-bener diterapkan lho! Memang sih aku belum pernah lihat sendiri orang yang didenda karena buang sampah sembarangan. Tapi adik iparku sendiri yang orang sana, saat salah parkir (biasanya di situ boleh parkir, tapi saat itu tidak boleh dan adikku nggak tahu) tahu-tahu mobilnya sudah nggak ada. Dan dia harus ambil mobilnya keesokan harinya di kantor pemda dengan denda 100 Euro!
Mungkin kita juga harus memaksa masyarakat kita agar nantinya mempunyai kebiasaan, lalu menjadi "habit", dan akhirnya menjadi "attitude". Tapi, apa iya kita nunggu "DIPAKSA" oleh pemerintah dengan aturan dan denda? Kenapa mesti nunggu dipaksa oleh orang lain, meski itu pemerintah? Iiiih............. kayak............. he he he............ maaf, kerbau! Mesti dilecut dulu biar nurut.
Lalu di Arab. Mereka sampai mengimpor tanah untuk menghijaukan kota-kota mereka. Mereka buat keran-keran air di setiap pohon yang mereka tanam karena tidah ada air yang bisa meresap ke tanah. Mereka harus berjuang untuk menghijaukan tanah mereka.
So, mari kita mulai dari diri dan rumah masing-masing. Kita jaga bumi tercinta yang telah Allah anugerahkan secara gratis kepada kita, demi kepentingan kita sendiri juga. Jangan hanya menjadi slogan-slogan tanpa penerapan nyata.
Indonesia ini negara kaya, paru-paru dunia, kenapa mesti rusak oleh kita sendiri? Mengapa kita tidak bersyukur atas anugerah indah yang membuat iri bangsa lain ini? Heei.............. jahat sekali kita ini kalau demikian. Jahat terhadap Sang Pemilik, Allah. Anugerah dibalas dengan pengrusakan????
Mari kita rubah kelakuan kita yang tidak baik ini dengan sikap syukur yang benar, mengembalikan lingkungan hidup seperti seharusnya.
Selamat Hari Lingkungan Hidup.
Selasa, 20 Mei 2008
BIENVENUE A PARIS
PARIS.
Ya, aku pergi ke Paris dengan naik bus international dari Berlin, Kopenhagen, Bruxels, sampai Paris. Hei.....biarpun hanya bus, tapi rutenya international. he he he.....so, jangan kaget kalau tiba-tiba ada pemeriksaan Paspor.
Lhaaa....Vaniaku kadang rewel juga. habis, nggak bisa jalan-jalan. Tahu kan, Princess cantik nggak bisa diam lama-lama. Hm.....perjalanan ternyata terlewati juga. Ganti naik metro dengan jurus "sok tahu" menuju berbagai tempat di Paris. Tiket terusan yang aku beli tentu saja membuat petualanganku untuk bermetro terpuaskan. Salah naik? Biasa.... namanya juga bukan penduduk setempat. Ya tinggal naik lagi yang lain, toh bayarnya sudah di depan.
Ada yang bilang kalau di Paris, orang-orangnya cenderung "arogan". Jadi susah nanya-nanya, karena mereka nggak mau berbahasa Inggris. Maunya memakai Bahasa Perancis.
Waduuuh......kok kami agak bingung ya di suatu stasiun metro. Mau naik nomer berapa dan arah mana? Sudah malam, takut juga kalau harus balik kejauhan karena salah arah.
"Bonjour"
"Speak English?"
"NO"
"Pardon, Bla bla bla ...."
He he he malu, takut salah nulisnya. Kalau ngomong sama mereka ya "sikat" aja. Nggak pake malu-malu, lha sudah pasti dia tahu banyak salahnya. Yang penting kan dia ngerti maksudku. Lha kalau di sini? Yang tahu bahasa Perancis pasti canggih grammernya, spellingnya, ya aku kelaut!! Ntar deh mau belajar, biar kalau ke sana sudah cas cis cus. Biar orang Perancisnya aja minder! Ha ha ha belum-belum sudah sombong!! Jangan donk, rendah hati, gitu lho.
Kami akhinya bertanya ke salah seorang bule yang alhamdulillah orangnya ramah dan ..... nggak bisa bahasa Inggris. Puyeng nggak sih? Ya sudah terpaksa mendengarkan penjelasannya dengan Bahasa Perancis yang sangat jelas karena dia mengucapkan dengan lambat (tahu kalau aku nggak bisa, tapi nggak ada pilihan karena dia juga nggak bisa bahasa Inggris.....apalagi Bahasa Indonesia). Naaah karena mengerti, aku jawab dengan Bahasa Perancisku yang sebenarnya amburadul n patah-patah. Weee.... lha kok begitu dia tahu aku bisa menjawab keterangannya, langsung dia CAS CIS CUS seperti ngomong dengan orang yang Bahasa Perancisnya OK. Lhaaa... kelabakan deh akunya.
So, aku konsentrasi penuh agar bisa menangkap, setidaknya penjelasan yang memang aku butuhkan. Kamipun akhirnya bisa melalui perjalanan yang menyenangkan dan sukses di Paris. Dan.....capek! Lha wong kemana-mana jalan, naik metro, sambil bawa Vania. Sok jadi local people, biar ngirit!
Ha ha ha....lain kali jangan SOK TAHU !!
Ya, aku pergi ke Paris dengan naik bus international dari Berlin, Kopenhagen, Bruxels, sampai Paris. Hei.....biarpun hanya bus, tapi rutenya international. he he he.....so, jangan kaget kalau tiba-tiba ada pemeriksaan Paspor.
Lhaaa....Vaniaku kadang rewel juga. habis, nggak bisa jalan-jalan. Tahu kan, Princess cantik nggak bisa diam lama-lama. Hm.....perjalanan ternyata terlewati juga. Ganti naik metro dengan jurus "sok tahu" menuju berbagai tempat di Paris. Tiket terusan yang aku beli tentu saja membuat petualanganku untuk bermetro terpuaskan. Salah naik? Biasa.... namanya juga bukan penduduk setempat. Ya tinggal naik lagi yang lain, toh bayarnya sudah di depan.
Ada yang bilang kalau di Paris, orang-orangnya cenderung "arogan". Jadi susah nanya-nanya, karena mereka nggak mau berbahasa Inggris. Maunya memakai Bahasa Perancis.
Waduuuh......kok kami agak bingung ya di suatu stasiun metro. Mau naik nomer berapa dan arah mana? Sudah malam, takut juga kalau harus balik kejauhan karena salah arah.
"Bonjour"
"Speak English?"
"NO"
"Pardon, Bla bla bla ...."
He he he malu, takut salah nulisnya. Kalau ngomong sama mereka ya "sikat" aja. Nggak pake malu-malu, lha sudah pasti dia tahu banyak salahnya. Yang penting kan dia ngerti maksudku. Lha kalau di sini? Yang tahu bahasa Perancis pasti canggih grammernya, spellingnya, ya aku kelaut!! Ntar deh mau belajar, biar kalau ke sana sudah cas cis cus. Biar orang Perancisnya aja minder! Ha ha ha belum-belum sudah sombong!! Jangan donk, rendah hati, gitu lho.
Kami akhinya bertanya ke salah seorang bule yang alhamdulillah orangnya ramah dan ..... nggak bisa bahasa Inggris. Puyeng nggak sih? Ya sudah terpaksa mendengarkan penjelasannya dengan Bahasa Perancis yang sangat jelas karena dia mengucapkan dengan lambat (tahu kalau aku nggak bisa, tapi nggak ada pilihan karena dia juga nggak bisa bahasa Inggris.....apalagi Bahasa Indonesia). Naaah karena mengerti, aku jawab dengan Bahasa Perancisku yang sebenarnya amburadul n patah-patah. Weee.... lha kok begitu dia tahu aku bisa menjawab keterangannya, langsung dia CAS CIS CUS seperti ngomong dengan orang yang Bahasa Perancisnya OK. Lhaaa... kelabakan deh akunya.
So, aku konsentrasi penuh agar bisa menangkap, setidaknya penjelasan yang memang aku butuhkan. Kamipun akhirnya bisa melalui perjalanan yang menyenangkan dan sukses di Paris. Dan.....capek! Lha wong kemana-mana jalan, naik metro, sambil bawa Vania. Sok jadi local people, biar ngirit!
Ha ha ha....lain kali jangan SOK TAHU !!
Sabtu, 17 Mei 2008
ENGLISH? ALHAMDULILLAH......
Hhhh....... hari-hari di Brusel cukup menyenangkan. Cuaca yang bersahabat sangat melegakan. Meski kadang memang duingiiin......, but masih bisa di "handel". Ha ha ha ..... padahal ini sudah spring lho? eee.....masih kedinginan juga. Princess yang "ternyata" cocok dengan makanan eropa, waah.... sangat memudahkanku. Nggak repot cari makanannya.
Waktu di Rotherdam, aku sempat agak "kesasar". Ha ha ha... biasa.... sok tahunya kambuh. Merasa tahu arah, nggak ngikuti yang biasanya, yang sudah diinformasikan adik yang memang stay di sana. Ya sudah, ternyata......kelaut....he he he.
But, untungnya di sana masih banyak orang yang faham n bisa komunikasi dalam bahasa Inggris. So, masih bisalah kita tanya sana tanya sini. Eeee.... saat di Brusel? Waaaa...... mereka pada nggak bisa ngomong selain bahasa Perancis. Atau.....bahasa Belanda n Jerman. Lhaaa........????
Hei.........kemarin aku sedang di sebuah swalayan, belanja susu buat Vaniaku. "Bonjour...., you speak English?"
"Yes."
"You come from Indonesia?"
Bla bla bla .........
Weee.....senengnya ada yang ngajak ngomong bahasa yang aku mengerti, setelah beberapa hari aku seperti orang yang nggak bisa ngomong. Mana dia tahu dan ngenalin aku dari Indonesia tercinta. Ya sudah deh, kami ngobrol ngalor ngidul bagaikan sahabat lama nggak ketemu. Ternyata dia pernah ke Indonesia.
Keluar dari sana kok ada yang ngomong bahasa Indonesia? O.....ternyata ada orang dari KBRI yang ngobrol dengan adikku. Lhaaa....;senengnya hari itu. Aku tidak lagi "bisu".
Malam ini aku akan menghadiri undangan weddingnya orang Maroko. Ntar aku ceritain yaaa.................Bon soir.
Waktu di Rotherdam, aku sempat agak "kesasar". Ha ha ha... biasa.... sok tahunya kambuh. Merasa tahu arah, nggak ngikuti yang biasanya, yang sudah diinformasikan adik yang memang stay di sana. Ya sudah, ternyata......kelaut....he he he.
But, untungnya di sana masih banyak orang yang faham n bisa komunikasi dalam bahasa Inggris. So, masih bisalah kita tanya sana tanya sini. Eeee.... saat di Brusel? Waaaa...... mereka pada nggak bisa ngomong selain bahasa Perancis. Atau.....bahasa Belanda n Jerman. Lhaaa........????
Hei.........kemarin aku sedang di sebuah swalayan, belanja susu buat Vaniaku. "Bonjour...., you speak English?"
"Yes."
"You come from Indonesia?"
Bla bla bla .........
Weee.....senengnya ada yang ngajak ngomong bahasa yang aku mengerti, setelah beberapa hari aku seperti orang yang nggak bisa ngomong. Mana dia tahu dan ngenalin aku dari Indonesia tercinta. Ya sudah deh, kami ngobrol ngalor ngidul bagaikan sahabat lama nggak ketemu. Ternyata dia pernah ke Indonesia.
Keluar dari sana kok ada yang ngomong bahasa Indonesia? O.....ternyata ada orang dari KBRI yang ngobrol dengan adikku. Lhaaa....;senengnya hari itu. Aku tidak lagi "bisu".
Malam ini aku akan menghadiri undangan weddingnya orang Maroko. Ntar aku ceritain yaaa.................Bon soir.
Kamis, 15 Mei 2008
NGEBLOG DARI BRUSEL
Haii.....hari ini aku sedang di Brusel. Hari ke 5 ku di Eropa. Hmm....udara sangat berpihak pada Princessku. Just like di puncak. Padahal, 2 minggu lalu katanya masih FREEZY, dingiiiin banget, salju, angin, dll. Wah...pokoke Allah sayang banget sama aku. Bawa Princess cantikku ke sini n cuaca OK.
Nggak ngira lho masih bisa nulis di sini saat aku di Eropa. So, ngapain nunggu pulang to? Oleh-olehnya aku cicil ya..........
Bahasa Perancis yang aku pelajari 10 tahun lalu, itu juga ala kadarnya, ha ha ha..... ternyata, BLAS....nggak berbekas. Pakai komputer aja masih "semi meraba-raba". Disamping bahasanya, heiiii......tutsnya juga ngacak! So, agak kelabakan mencetnya. Dasar! Untung nggak ada yang lihat aku nulis di komputer ini. Hi hi hi....pada ngobrol di ruang lain. Vaniaku juga sedang tidur. Whaaaa.....MERDEKA!!
Ya, di Brusel memang menggunakan 2 bahasa, Perancis dan Belanda. Ya sudah, ke laut deh aku. Untung Aku masih bisa menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Tarzan. Ha ha ha...... Tapi dikit-dikit aku ngerti lho apa yang mereka bicarakan. Kalau sudah gitu, aku sering iseng dengan menggunakan bahasa Jawa sekalian. Emangnya mereka aja yang bisa bikin kita pusing?? Biar mereka juga pusing. Nggak sih, aku jadi pengen belajar lagi bahasa Perancis atau Belanda.
Waaah........sepertinya aku harus pergi nih. Nanti disambung lagi ya. Do'ain nggak tersesat, soalnya, kali ini aku mau pergi sendiri (tanpa orang lokal / yang ngerti Brusel) dengan public transportation. Ha ha ha memang suka sok tahu di manapun suka coba-coba! Bye now!
Nggak ngira lho masih bisa nulis di sini saat aku di Eropa. So, ngapain nunggu pulang to? Oleh-olehnya aku cicil ya..........
Bahasa Perancis yang aku pelajari 10 tahun lalu, itu juga ala kadarnya, ha ha ha..... ternyata, BLAS....nggak berbekas. Pakai komputer aja masih "semi meraba-raba". Disamping bahasanya, heiiii......tutsnya juga ngacak! So, agak kelabakan mencetnya. Dasar! Untung nggak ada yang lihat aku nulis di komputer ini. Hi hi hi....pada ngobrol di ruang lain. Vaniaku juga sedang tidur. Whaaaa.....MERDEKA!!
Ya, di Brusel memang menggunakan 2 bahasa, Perancis dan Belanda. Ya sudah, ke laut deh aku. Untung Aku masih bisa menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Tarzan. Ha ha ha...... Tapi dikit-dikit aku ngerti lho apa yang mereka bicarakan. Kalau sudah gitu, aku sering iseng dengan menggunakan bahasa Jawa sekalian. Emangnya mereka aja yang bisa bikin kita pusing?? Biar mereka juga pusing. Nggak sih, aku jadi pengen belajar lagi bahasa Perancis atau Belanda.
Waaah........sepertinya aku harus pergi nih. Nanti disambung lagi ya. Do'ain nggak tersesat, soalnya, kali ini aku mau pergi sendiri (tanpa orang lokal / yang ngerti Brusel) dengan public transportation. Ha ha ha memang suka sok tahu di manapun suka coba-coba! Bye now!
Sabtu, 10 Mei 2008
PAMIT DULU, YAAA ...............
Hai semuaaaa........
Waduuuuhhhh.........maaf sekali yaaa........mulai besok aku mau libur dulu ngeblognya. Nanti aku akan mulai nulis lagi kalau sudah pulang. Semoga banyak oleh-oleh yang bisa aku ceritakan di sini.
Hmm.............................cu....................
Waduuuuhhhh.........maaf sekali yaaa........mulai besok aku mau libur dulu ngeblognya. Nanti aku akan mulai nulis lagi kalau sudah pulang. Semoga banyak oleh-oleh yang bisa aku ceritakan di sini.
Hmm.............................cu....................
Jumat, 09 Mei 2008
PRINCESSKU MIRIP BULE ??
Dulu, beberapa bulan yang lalu, aku mengurus Paspor untuk Princess cantikku. Hm....aku memang selalu ngurus sendiri Paspor untuk aku, suamiku, dan anak-anakku. Disamping "ngirit" aku juga jadi tahu proses pengurusannya. Lumayan......tambah ilmu dan pengetahuan, sekaligus penghematan pengeluaran.
Naaah....aku juga jadi tahu ada perubahan dalam urusan per- Paspor- an. Ha ha ha.... Dulu, anak-anakku semua ikut ke Pasporku karena umur mereka belum lagi 12 tahun. Malahan sampai sekarang masih "ndompleng" di Pasporku, karena masa berlakunya yang masih lumayan. Sayang kan.......ngurus lagi berarti keluar biaya lagi. Lagian juga mereka belum ada rencana pergi ke LN sendiri, tanpa aku.
Weeee......lhadalaaah..... saat ngurus untuk Vaniaku yang baru umur setahun, sudah harus mempunyai Paspor terpisah. Aku hanyalah "viguran" yang ikut difoto untuk verifikasi Paspornya.
Saat ngurus, aku memang selalu sendirian. Suami dan anak-anak tinggal datang saat foto aja! Enak ya, punya istri n ibu seperti aku......(narcist.com!!). Namun, saat ngurus Paspor Vania, tentu saja Princess cantik ini selalu ikut! Ha ha ha seperti prengko! Nempel terus!! Lhaaa....kok ya setiap petugas yang akan "menangani" setiap sesi pengurusan selalu menanyakan;
"Papanya orang mana?"
"Maksudnya orang mana?"
"Ya....dari negara mana?"
"Ooo....orang Indonesia asli, Pak."
Whaaa....ternyata mereka nanya begitu karena Vaniaku sepertinya ada bule-bulenya gitu, tampang dan "tongkrongannya". Jadi dikira Papanya bule, secara mereka sudah lihat kalau aku tuh Indonesia tulen!!
Trus, saat ngurus visa di kedutaan, kembali aku hanya berdua Vania. Meski Papanya ikut pergi, tetap saja aku yang banyak bersentuhan dengan urusan "urus mengurus". Di setiap sudut kedutaan kami ketemu orang, mereka nanya ke Princessku ini apakah Vania mau ke luar negeri untuk ketemu nenek kakeknya. Ha ha ha ...... dikira nenek kakeknya orang sono, bule, karena Vania seperti INDO. Padahal.....INDONESIA !!!
Lhaaaa.....apa mereka nggak lihat Mamanya yang meskipun Indonesia asli, tetep aja nggak kalah cantiknya sama bule! Hi hi hi.......jangan sewot!!!
Naaah....aku juga jadi tahu ada perubahan dalam urusan per- Paspor- an. Ha ha ha.... Dulu, anak-anakku semua ikut ke Pasporku karena umur mereka belum lagi 12 tahun. Malahan sampai sekarang masih "ndompleng" di Pasporku, karena masa berlakunya yang masih lumayan. Sayang kan.......ngurus lagi berarti keluar biaya lagi. Lagian juga mereka belum ada rencana pergi ke LN sendiri, tanpa aku.
Weeee......lhadalaaah..... saat ngurus untuk Vaniaku yang baru umur setahun, sudah harus mempunyai Paspor terpisah. Aku hanyalah "viguran" yang ikut difoto untuk verifikasi Paspornya.
Saat ngurus, aku memang selalu sendirian. Suami dan anak-anak tinggal datang saat foto aja! Enak ya, punya istri n ibu seperti aku......(narcist.com!!). Namun, saat ngurus Paspor Vania, tentu saja Princess cantik ini selalu ikut! Ha ha ha seperti prengko! Nempel terus!! Lhaaa....kok ya setiap petugas yang akan "menangani" setiap sesi pengurusan selalu menanyakan;
"Papanya orang mana?"
"Maksudnya orang mana?"
"Ya....dari negara mana?"
"Ooo....orang Indonesia asli, Pak."
Whaaa....ternyata mereka nanya begitu karena Vaniaku sepertinya ada bule-bulenya gitu, tampang dan "tongkrongannya". Jadi dikira Papanya bule, secara mereka sudah lihat kalau aku tuh Indonesia tulen!!
Trus, saat ngurus visa di kedutaan, kembali aku hanya berdua Vania. Meski Papanya ikut pergi, tetap saja aku yang banyak bersentuhan dengan urusan "urus mengurus". Di setiap sudut kedutaan kami ketemu orang, mereka nanya ke Princessku ini apakah Vania mau ke luar negeri untuk ketemu nenek kakeknya. Ha ha ha ...... dikira nenek kakeknya orang sono, bule, karena Vania seperti INDO. Padahal.....INDONESIA !!!
Lhaaaa.....apa mereka nggak lihat Mamanya yang meskipun Indonesia asli, tetep aja nggak kalah cantiknya sama bule! Hi hi hi.......jangan sewot!!!
Kamis, 08 Mei 2008
STAY HUNGRAY STAY FOOLISH
Pidato Steve Job di Acara Wisuda Stanford University: “Stay Hungry. Stay Foolish”
Mei 1, 2008 ·
Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.
Ketika saya membaca Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University, yang isinya adalah biografi Steve Jobs sendiri dan merupakan perjuangan hidupnya dalam mencapai keberhasilan sampai dengan saat ini, saya sangat terharu dan kagum atas keuletannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Steve Jobs juga ternyata memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam maknanya, yang saya harapkan dapat menjadi contoh tauladan kita semua dan generasi muda Indonesia pada umumnya.
Judul Pidato: “Stay Hungry. Stay Foolish” adalah sangat cocok bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja keras dalam membangun negeri Indonesia yang kita cintai. Terjemahan Pidato Steve Jobs ini kami peroleh dari Sdri. Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia. Silahkan disimak dan direnungkan.
——————-0———————
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.
Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:
“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang
gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.
Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah
bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya,
yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna. Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
Sumber: Dari seorang sahabat.
Mei 1, 2008 ·
Steve Jobs adalah salah satu tokoh penting di Dunia Teknologi Informasi seangkatan dan sekelas dengan Bill Gates, mantan CEO Microsoft yang akan berkunjung ke Indonesia pada tanggal 9 Mei 2008.
Ketika saya membaca Pidato Steve Jobs di Acara Wisuda Stanford University, yang isinya adalah biografi Steve Jobs sendiri dan merupakan perjuangan hidupnya dalam mencapai keberhasilan sampai dengan saat ini, saya sangat terharu dan kagum atas keuletannya dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Steve Jobs juga ternyata memiliki filosofi kehidupan yang sangat dalam maknanya, yang saya harapkan dapat menjadi contoh tauladan kita semua dan generasi muda Indonesia pada umumnya.
Judul Pidato: “Stay Hungry. Stay Foolish” adalah sangat cocok bagi generasi muda Indonesia untuk bekerja keras dalam membangun negeri Indonesia yang kita cintai. Terjemahan Pidato Steve Jobs ini kami peroleh dari Sdri. Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia. Silahkan disimak dan direnungkan.
——————-0———————
Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.
Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik
Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.
Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:
“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.
Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.
Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:
Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.
Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu.
Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.
Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.
Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.
Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang
gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley.
Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.
Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple.
Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.
Cerita Ketiga Saya: Kematian
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah
bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya,
yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.
Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna. Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.
Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.
Sumber: Dari seorang sahabat.
Rabu, 07 Mei 2008
APA IYA PRINCESS INGAT ??
Sejak kemarin Suamiku dinas luar kota sampai hari Jum'at sore baru pulang. Lha, padahal, kami harus pergi hari Sabtunya. So, alamat aku harus sendirian ngurus segala hal sebelum pergi untuk segala kekurangan (terutama dokumen dan currency) dan untuk anak-anak yang kami tinggal. Ya, agar Mama (mertuaku) tidak terlalu banyak yang diurus. Heiii.....jangan dikira si nenek ini tua renta ya. Mama tercintaku ini masih gesit, lincah, cantik. Pokoke masih OK. Nyetir sendiri ke mana-mana juga masih siiiip. Malahan, sedang mau ganti mobil baru nih. Rajin sekali beliau mengajakku jalan melihat-lihat mobil baru. Ha ha ha nenek masih OK juga seleranya.
Nah, dari kemarin berarti aku sangaaat sibuk, mobile banget. Tanpa asisten sama sekali memang cukup melelahkan. But, no problemo! Aku PASTI bisa! PD aja, lagi!
Hm......setelah harus tidur larut semalam, pagi-pagi aku mesti siapin segala sesuatu untuk persiapan anak-anak sekolah. Berlian-berlianku sudah aku bangunkan dari sebelum adzan subuh, agar mereka sudah mandi dan rapi saat shalat berjama'ah ke masjid. Aku siapin sarapan n bekal mereka. Ya, mereka aku biasakan sarapan meski seadanya setiap pagi sebelum mereka memulai aktivitas sehari-hari. Mereka juga biasa bekal dari rumah, sehingga mereka tidak biasa jajan. Yah....sekali-sekali bolehlah, meski aku tetep selalu memberi mereka uang bekal seandainya mereka perlu atau ingin jajan. Tapi mereka memang berlian indah, biarpun ada uang, mereka hanya jajan sesuai keperluan. Sering uang mereka hanya berkurang karena ongkos angkot dan makan siang (yang memang aku sarankan beli di sekolah agar masih hangat), asal pilih yang sehat.
Setelah semua siap, mereka masih sempat main gitar n nyanyi bersama. Yup....waktu berangkat tiba. Semua "perbekalan" sudah mereka taruh di mobilku. Princess yang masih di alam mimpi pun aku angkat dan ditidurkan di jok belakang yang sudah disiapkan Masnya. Dia melanjutkan mimpi indahnya.
Alhamdulillah, jalan lumayan OK. Tidak terlalu macet seperti yang sering dikeluhkan orang Jakarta saat berangkat kerja. Lhaaa......menurutku sih nggak ada yang perlu dikeluhkan asal masing-masing diri kita taat aturan dan toleran dengan pemakai jalan lain.
"Mamaa.....Mamaaaa......."
Rupanya Princess cantik bangun. Langsung disambut riang Mas-Masnya, ditawari susu, pangku, atau nyanyi (hobynya). Vania memilih dipangku Mas Hafizh sambil mimik susu yang sudah aku siapkan dari rumah jika dia tidak memungkinkan mimik langsung ASI ku. Langsung makin cerah ceria suasana di dalam mobil setelah cantikku ini bangun.
Satu per satu aku drop berlianku untuk sambung naik angkot sekali dengan jarak tempuh yang tidak lama. Hm.... tinggalah aku berdua Vania dalam perjalanan pulang. Sampai jalan di dalam komplek, Princess tidak tahan lagi untuk minta ASI langsung ke aku. Ya sudah, dia mimik sambil aku nyetir.
Lho, kok dia tiba-tiba mau pindah ke kursi sebelahku dan berdiri, nggak mau duduk. Lewat lapangan, dia melakukan gerakan "Takbiratul Ikhram" sambil nunjuk-nunjuk lapangan dan bilan; "Akba Ma.....Akba Ma......" Wah....bingung juga aku, apa maksudnya?
"Oooo.....maksud adek, adek pernah shalat di lapangan itu?"
"Iyaa.......Akba.....Akba......Iya Mama.....Akba......Akba....."
Demikian dia menjawab sambil tetap takbir dan bersedekap sambil nunjuk lapangan. Hmmm.....seingatku, saat aku bawa dia shalat Ied di lapangan itu adalah saat dia umur 10 bulan. Masa iya ya dia sudah ingat akan peristiwa itu saat dia umur 10 bulan, 6 bulan yang lalu?
Subhanallah, betul-betul berlian. Allah tidak pernah menciptakan anak manusia dengan kekurangan. Semua SEMPURNA. Bahkan yang cacat fisik dan mental di pandangan manusia pun tercipta SEMPURNA. Tinggal bagaimana kita mensyukuri dan menjaga ciptaanNya yang dititipkan kepada kita.
Nah, dari kemarin berarti aku sangaaat sibuk, mobile banget. Tanpa asisten sama sekali memang cukup melelahkan. But, no problemo! Aku PASTI bisa! PD aja, lagi!
Hm......setelah harus tidur larut semalam, pagi-pagi aku mesti siapin segala sesuatu untuk persiapan anak-anak sekolah. Berlian-berlianku sudah aku bangunkan dari sebelum adzan subuh, agar mereka sudah mandi dan rapi saat shalat berjama'ah ke masjid. Aku siapin sarapan n bekal mereka. Ya, mereka aku biasakan sarapan meski seadanya setiap pagi sebelum mereka memulai aktivitas sehari-hari. Mereka juga biasa bekal dari rumah, sehingga mereka tidak biasa jajan. Yah....sekali-sekali bolehlah, meski aku tetep selalu memberi mereka uang bekal seandainya mereka perlu atau ingin jajan. Tapi mereka memang berlian indah, biarpun ada uang, mereka hanya jajan sesuai keperluan. Sering uang mereka hanya berkurang karena ongkos angkot dan makan siang (yang memang aku sarankan beli di sekolah agar masih hangat), asal pilih yang sehat.
Setelah semua siap, mereka masih sempat main gitar n nyanyi bersama. Yup....waktu berangkat tiba. Semua "perbekalan" sudah mereka taruh di mobilku. Princess yang masih di alam mimpi pun aku angkat dan ditidurkan di jok belakang yang sudah disiapkan Masnya. Dia melanjutkan mimpi indahnya.
Alhamdulillah, jalan lumayan OK. Tidak terlalu macet seperti yang sering dikeluhkan orang Jakarta saat berangkat kerja. Lhaaa......menurutku sih nggak ada yang perlu dikeluhkan asal masing-masing diri kita taat aturan dan toleran dengan pemakai jalan lain.
"Mamaa.....Mamaaaa......."
Rupanya Princess cantik bangun. Langsung disambut riang Mas-Masnya, ditawari susu, pangku, atau nyanyi (hobynya). Vania memilih dipangku Mas Hafizh sambil mimik susu yang sudah aku siapkan dari rumah jika dia tidak memungkinkan mimik langsung ASI ku. Langsung makin cerah ceria suasana di dalam mobil setelah cantikku ini bangun.
Satu per satu aku drop berlianku untuk sambung naik angkot sekali dengan jarak tempuh yang tidak lama. Hm.... tinggalah aku berdua Vania dalam perjalanan pulang. Sampai jalan di dalam komplek, Princess tidak tahan lagi untuk minta ASI langsung ke aku. Ya sudah, dia mimik sambil aku nyetir.
Lho, kok dia tiba-tiba mau pindah ke kursi sebelahku dan berdiri, nggak mau duduk. Lewat lapangan, dia melakukan gerakan "Takbiratul Ikhram" sambil nunjuk-nunjuk lapangan dan bilan; "Akba Ma.....Akba Ma......" Wah....bingung juga aku, apa maksudnya?
"Oooo.....maksud adek, adek pernah shalat di lapangan itu?"
"Iyaa.......Akba.....Akba......Iya Mama.....Akba......Akba....."
Demikian dia menjawab sambil tetap takbir dan bersedekap sambil nunjuk lapangan. Hmmm.....seingatku, saat aku bawa dia shalat Ied di lapangan itu adalah saat dia umur 10 bulan. Masa iya ya dia sudah ingat akan peristiwa itu saat dia umur 10 bulan, 6 bulan yang lalu?
Subhanallah, betul-betul berlian. Allah tidak pernah menciptakan anak manusia dengan kekurangan. Semua SEMPURNA. Bahkan yang cacat fisik dan mental di pandangan manusia pun tercipta SEMPURNA. Tinggal bagaimana kita mensyukuri dan menjaga ciptaanNya yang dititipkan kepada kita.
Selasa, 06 Mei 2008
AYAHKU SUPER DUPER HEBAT
Ada acara baru di TV yang berjudul "Ayahku super hebat". Isinya berupa game, kompetisi, yang pesertanya adalah ayah dan anak. Waaah.....sontak semua berlianku berkomentar;
"Yaaah.......Papa jauuuuh lebih hebat dari mereka."
"Memang kalau ditanya apa hebatnya Papa, Mas akan jawab apa?"
"Ya bilang aja yang sebenarnya. Papa hebat segalanya."
"Iya ya Mas, malahan Papa juga hebat bisa main bareng kita, betulin apa aja juga bisa. Trus, juga jago semua kerjaan. Ya! Papa kita yang paling hebat seduniaaa.."
"Yang kurangnya hanya satu, Mas. Papa suka bikin kita cemburu, karena suka peluk-peluk Mama. Juga cium-cium Mama. Iya, Mama kan cintanya kita. Tapi Papa juga boleh deh cium dan peluk Mama. Kan Papa juga cinta Mama."
Ha ha ha...........mereka bertiga (Princess belum ikutan berkomentar) ternyata sangat mengidolakan Papanya. Padahal, mereka sering "bersaing" dengan Papanya, saling mengolok dan mengejek jika bermain bersama. Ho ho....rupanya itu adalah salah satu cara mereka untuk ber"akrab ria".
Suatu hari, aku dan 2 berlian terkecilku "nyusul" Papanya ke kantor karena ada keperluan ke daerah dekat kantor Papanya. Daripada Papanya harus pulang dulu, nggak efisien, maka kami memutuskan nyusul. Yah, karena Papanya memang pegawai yang baik, setelah lewat jauh dari jam kantor belum juga ada tanda-tanda kemunculannya.
Hm.......dasar berlianku memang selalu berkilau, Rafi segera ke Masjid kantor untuk shalat berjama'ah saat mendengar adzan dari TV mobil. Vaniapun juga langsung bilang;
"Akba!......Akba!.....Mamaaaa.......Akbaaaa....." sambil menunjuk-nunjuk arah masjid kantor mengajak aku shalat. Ya, jika masuk waktu shalat dan kami ada di sekitar kantor, aku memang ajak dia shalat di sana. Rupanya hal itu cukup membekas dan membuatnya selalu ingin shalat di sana jika waktu shalat masuk. Selesai shalat, kembali kami nunggu Papa di mobil sambil nonton TV. Sebenarnya Rafi selalu bawa buku bacaan kemanapun dia pergi untuk mengisi waktu jika harus menunggu. Tetapi karena sudah gelap, "terpaksa" kami nonton TV.
"Mas, itu Papa bukan?"
"Mana Ma?"
"Itu lho, yang jalan ke arah sini dari gedung itu."
"Bukan Ma, Papa nggak seganteng itu."
"Haaa.....memang Mas Rafi tahu itu orang yang dateng ganteng? Kan jauh dan gelap? Lagian, masa iya Papa sejelek itu?"
"Bukan Ma, justru itu sangaaaat kurang ganteng. Papa tuh jauuuuuh lebih ganteng dari dia. Lagian Ma, cara jalannya juga beda. Cara jalan Papa tuh, lebih keren. Papa tuh paling ganteng di kantor ini, malahan di dunia ini bapak-bapak yang terganteng adalah PAPA! Papa itu SUPER DUPER hebat."
Waaaah......kalau Papanya denger nih, pasti sudah "terbang" dipuji setinggi langit oleh anaknya. Secara, anak-anak tuh pasti akan ejek Papanya habis-habisan kalau mereka bercanda. Mereka nggak pernah bilang Papanya keren atau ganteng saat di depan Papanya. Rupanya mereka hanya "gengsi" antar pria saja.
"Yaaah.......Papa jauuuuh lebih hebat dari mereka."
"Memang kalau ditanya apa hebatnya Papa, Mas akan jawab apa?"
"Ya bilang aja yang sebenarnya. Papa hebat segalanya."
"Iya ya Mas, malahan Papa juga hebat bisa main bareng kita, betulin apa aja juga bisa. Trus, juga jago semua kerjaan. Ya! Papa kita yang paling hebat seduniaaa.."
"Yang kurangnya hanya satu, Mas. Papa suka bikin kita cemburu, karena suka peluk-peluk Mama. Juga cium-cium Mama. Iya, Mama kan cintanya kita. Tapi Papa juga boleh deh cium dan peluk Mama. Kan Papa juga cinta Mama."
Ha ha ha...........mereka bertiga (Princess belum ikutan berkomentar) ternyata sangat mengidolakan Papanya. Padahal, mereka sering "bersaing" dengan Papanya, saling mengolok dan mengejek jika bermain bersama. Ho ho....rupanya itu adalah salah satu cara mereka untuk ber"akrab ria".
Suatu hari, aku dan 2 berlian terkecilku "nyusul" Papanya ke kantor karena ada keperluan ke daerah dekat kantor Papanya. Daripada Papanya harus pulang dulu, nggak efisien, maka kami memutuskan nyusul. Yah, karena Papanya memang pegawai yang baik, setelah lewat jauh dari jam kantor belum juga ada tanda-tanda kemunculannya.
Hm.......dasar berlianku memang selalu berkilau, Rafi segera ke Masjid kantor untuk shalat berjama'ah saat mendengar adzan dari TV mobil. Vaniapun juga langsung bilang;
"Akba!......Akba!.....Mamaaaa.......Akbaaaa....." sambil menunjuk-nunjuk arah masjid kantor mengajak aku shalat. Ya, jika masuk waktu shalat dan kami ada di sekitar kantor, aku memang ajak dia shalat di sana. Rupanya hal itu cukup membekas dan membuatnya selalu ingin shalat di sana jika waktu shalat masuk. Selesai shalat, kembali kami nunggu Papa di mobil sambil nonton TV. Sebenarnya Rafi selalu bawa buku bacaan kemanapun dia pergi untuk mengisi waktu jika harus menunggu. Tetapi karena sudah gelap, "terpaksa" kami nonton TV.
"Mas, itu Papa bukan?"
"Mana Ma?"
"Itu lho, yang jalan ke arah sini dari gedung itu."
"Bukan Ma, Papa nggak seganteng itu."
"Haaa.....memang Mas Rafi tahu itu orang yang dateng ganteng? Kan jauh dan gelap? Lagian, masa iya Papa sejelek itu?"
"Bukan Ma, justru itu sangaaaat kurang ganteng. Papa tuh jauuuuuh lebih ganteng dari dia. Lagian Ma, cara jalannya juga beda. Cara jalan Papa tuh, lebih keren. Papa tuh paling ganteng di kantor ini, malahan di dunia ini bapak-bapak yang terganteng adalah PAPA! Papa itu SUPER DUPER hebat."
Waaaah......kalau Papanya denger nih, pasti sudah "terbang" dipuji setinggi langit oleh anaknya. Secara, anak-anak tuh pasti akan ejek Papanya habis-habisan kalau mereka bercanda. Mereka nggak pernah bilang Papanya keren atau ganteng saat di depan Papanya. Rupanya mereka hanya "gengsi" antar pria saja.
Minggu, 04 Mei 2008
CERITA SEORANG WANITA TENTANG SUSU KACANG...KENYATAAN YANG MENARIK
Dari sebuah milist
Silahkan sampaikan informasi ini ke temen temen cewek anda......Sesuatu yang perlu dicatat. Ini adalah kisah nyata ku, tidak ada yang
diganti (dilebih-lebihkan atau dikurang kurangi). Ini semua adalah kenyataan, karena berhubungan dengan pengalaman saya sendiri, pendapat
saya didasarkan pada apa yang telah saya baca dan rasakan. Semua ini sayamaksudkan untuk memperingati para wanita muda yang sadar akan
kesehatannya supaya tidak secara bodoh merusak dirinya sendiri.
Pada tahun 1989 saya lulus SMA di Texas dan akan pindah ke kota untuk masuk perguruan tinggi. Salah satu perubahan yang ingin saya lakukan
adalah makan makanan yang lebih sehat. Setelah saya pindah ke Austin , Texas , kota yang sadar akan arti kesehatan, saya mulai membangun tubuh
saya dengan mengkonsumsi makanan terbaik dan tersehat yang dapat saya temukan. Tahu merupakan menu utama dalam makanan saya dan saya membeli
susu kacang hampir setiap hari.
Saya mengkonsumsinya sebagai campuran cerial atau hanya meminumnya begitu saya sebagai makanan tambahan. Saya membeli muffin yang terbuat dari sari
susu kacang, miso soup (sup jepang)dengan tahu, kacang kedelai, atau kecambah dari kacang kedelai, dsbnya. Semua literatur dalam majalah kesehatan dan
kebugaran mengatakan bahwa susu kacang dapat mencegah dari sakit jantung sampai kanker payudara. Hal itu karena disebakan oleh isoflavone
(kandungan ajaib dalam kacang kedelai), sejenis hormon estrogen, yang membantu bekerja untuk membuat kamu tetap sehat dan awet muda.
Saya kelihatan sehat sekali dan saya selalu berolah raga tetapi siklus haid saya terhenti. Pada umur 20, saya mulai makan pil KB untuk membuat
siklus haid saya teratur. Selain itu saya juga mengalami kesakitan s eti ap kali memperoleh haid. Tubuh saya mulai gendut seolah olah otot saya jadi
lembek. Saya mulai menderita depresi dan mudah marah.
Saya menyalahkan PMS (Post-Menstruasi) sebagai akibat haid saya yang datang tak beraturan. Sewaktu saya berumur 25 tahun, mens saya begitu
buruknya sehingga saya tidak bisa berjalan. Pil KB tidak lagi bisa membuat haid saya teratur atau mengurangi rasa sakitnya sehingga saya
berhenti meminumnya.
Hal ini berlangsung hingga 2 tahun sampai saya menyadari bahwa rasa sakit ini tidak lazim. Pada umur 27, dokter kandungan menemukan 2 buah kista
dalam kandungan saya. Keduanya berukuran sebesar bola tennis dan saya melakukan operasi untuk menghilangkannya.
Untunglah keduanya tumor jinak. Ahli kandungan tersebut menyarankan saya makan pil KB lagi tapi tidak saya lakukan. Pada tahun 1998, dia
(dokter kandungan) menemukan benjolan di payudara saya. Lagi lagi saya lakukan operasi dan lagi-lagi tumor jinak.
Pada tahun 2000, kelenjar saya membengkak dan gusi saya meradang. Karena saya berpikir saya mengalami infeksi gigi, saya pergi ke dokter gigi yang
mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan gigi saya. Setelah makan sejumlah obat antibiotik, bengkaknya tidak kempes.
Pada saat ini saya meraskan adanya satu benjolan kecil pada leher bagian kanan saya. Saya ceritakan pada Ibu saya bahwa saya ada masalah dengan
amandel saya. Dia menganggap saya mengada ada karena keluarga kami tidak ada yang amandelnya ada masalah. Sewaktu benjolan tersebut makin besar saya
menemui seorang spesialis yang mendinogsa benjolan tersebut sebagai Papillary Thyroid Carcinoma. Setelah beberapa test, ternyata itu adalah
kanker.
Saya dan tunangan saya sangat terkejut. Kami tidak siap dan saya sangat takut. Segera kami menjadwalkan operasi. Dokter spesialis tersebut
mengatakan bahwa hanya setelah operasi ahli patology baru dapat menetapkan apakah itu kangker atau bukan. Mereka menemukan sebuah tumor
di sebelah kanan bagian belakang amandel saya yang terdiri dari sel yang tak beraturan dan juga sebuah tumor lain di sebelah kiri sehingga seluruh
amandel (tonsil) diangkat. Mereka mengatakan bahwa setelah mengalami iodine radioaktif saya akan selamat dan berumur panjang.
Setelah pengobatan, saya mulai mencari apa penyebab semua ini. Tidak pernah sedikitpun terbersit dalam otak saya penyebab semua ini adalah sari
kedelai yang saya konsumsi selama hampir 10 tahun. Lagi pula, sari kedelai itu sehat. Saya secara tak sengaja menemukan
website yang menghubungkan antara amandel dan konsumsi sari kedelai dan persekongkolan yang memasarkan sari kedelai sebagai makanan sehat, yang
mana sebenarnya tidak lain adalah sisa olahan beracun dari industry minyak sayur. Ini benar benar gila.
Tidak ada majalah kesehatan dan kebugaran yang mengatakan bahwa soya itu berbahaya. Saya mengunjungi herbalist yang didianogsa mengalami kanker
amandel di tahun 1985. Dia mengatakan bahwa soya adalah penyebab semua itu. Dia mengalami pengangkatan kandungan karena adanya kista dan
masalah kandungan yang lain.
Beberapa bulan kemudian rekan yang lain yang juga mengkonsumsi soya mengalami kanker amandel.
Seorang gadis di Inggris yang saya jumpai melalui internet dalam suatu forum kanker amandel juga baru saja mengalami operasi dan dia baru berumur 19
tahun. Apa yang terjadi?
Kanker payudara dihubungkan dengan estrogen. Yang berfungsi seolah-olah estrogen adalah SOYA. Tetapi saya tidak pernah mencurigai soya
sebagai penyebab karena sampai sekarang saya tidak pernah menemui artikel yang menyatakan soya bisa berbahaya.Para wanita yang mengkonsumsi soya
sebelum mengalami masalah tonsil akan terus mengkonsumsinya setelah itu apabila mereka tidak sadar apa yang dapat disebabkan soya, apa aja
kandungan soya dan bagaimana reaksinya terhadap tubuh wanita.
Menurut saya ini adalah salah satu alasan mengapa wanita yang mengalami kanker amandel akan mengalami kanker payudara juga nantinya. Teman sekerja
saya yang pencinta berat soya rambutnya mulai rontok dan menjadi gemuk meskipun dia terus olahraga selama jam istirahat dan setelah jam kerja,
dan hanya makan apel dan jeruk untuk makan siang. Dia baru saja mengangkat kista dalam kandungannya. Saya memperingati dia supaya berhenti minum soya
dan mennghubungkannya dengan websites tetapi sampai masalah ini masuk berita malam di 4 station TV, wanita akan tetap menderita. Semenjak adanya
masalah dengan tonsil saya, selama 2 tahun terakhir ini saya tidak pernah menyentuh soya.
Hai para pembaca, mohon gunakan cerita saya ini sedapat mungkin untuk memperingati para wanita muda yang berpikir bahwa mereka akan lebih sehat
dan awet muda dengan mengkonsumsi soya. Sangat tidak fair apabila informasi mengenai bahaya soya tidak disebarkan. Banyak mereka disana
yang mengalami hal ini dan adalah pukulan yang berat apabila anda mengetahui bahwa anda tak sesehat yang anda kira dan informasi yang anda
harapkan adalah salah !
Silahkan sampaikan informasi ini ke temen temen cewek anda......Sesuatu yang perlu dicatat. Ini adalah kisah nyata ku, tidak ada yang
diganti (dilebih-lebihkan atau dikurang kurangi). Ini semua adalah kenyataan, karena berhubungan dengan pengalaman saya sendiri, pendapat
saya didasarkan pada apa yang telah saya baca dan rasakan. Semua ini sayamaksudkan untuk memperingati para wanita muda yang sadar akan
kesehatannya supaya tidak secara bodoh merusak dirinya sendiri.
Pada tahun 1989 saya lulus SMA di Texas dan akan pindah ke kota untuk masuk perguruan tinggi. Salah satu perubahan yang ingin saya lakukan
adalah makan makanan yang lebih sehat. Setelah saya pindah ke Austin , Texas , kota yang sadar akan arti kesehatan, saya mulai membangun tubuh
saya dengan mengkonsumsi makanan terbaik dan tersehat yang dapat saya temukan. Tahu merupakan menu utama dalam makanan saya dan saya membeli
susu kacang hampir setiap hari.
Saya mengkonsumsinya sebagai campuran cerial atau hanya meminumnya begitu saya sebagai makanan tambahan. Saya membeli muffin yang terbuat dari sari
susu kacang, miso soup (sup jepang)dengan tahu, kacang kedelai, atau kecambah dari kacang kedelai, dsbnya. Semua literatur dalam majalah kesehatan dan
kebugaran mengatakan bahwa susu kacang dapat mencegah dari sakit jantung sampai kanker payudara. Hal itu karena disebakan oleh isoflavone
(kandungan ajaib dalam kacang kedelai), sejenis hormon estrogen, yang membantu bekerja untuk membuat kamu tetap sehat dan awet muda.
Saya kelihatan sehat sekali dan saya selalu berolah raga tetapi siklus haid saya terhenti. Pada umur 20, saya mulai makan pil KB untuk membuat
siklus haid saya teratur. Selain itu saya juga mengalami kesakitan s eti ap kali memperoleh haid. Tubuh saya mulai gendut seolah olah otot saya jadi
lembek. Saya mulai menderita depresi dan mudah marah.
Saya menyalahkan PMS (Post-Menstruasi) sebagai akibat haid saya yang datang tak beraturan. Sewaktu saya berumur 25 tahun, mens saya begitu
buruknya sehingga saya tidak bisa berjalan. Pil KB tidak lagi bisa membuat haid saya teratur atau mengurangi rasa sakitnya sehingga saya
berhenti meminumnya.
Hal ini berlangsung hingga 2 tahun sampai saya menyadari bahwa rasa sakit ini tidak lazim. Pada umur 27, dokter kandungan menemukan 2 buah kista
dalam kandungan saya. Keduanya berukuran sebesar bola tennis dan saya melakukan operasi untuk menghilangkannya.
Untunglah keduanya tumor jinak. Ahli kandungan tersebut menyarankan saya makan pil KB lagi tapi tidak saya lakukan. Pada tahun 1998, dia
(dokter kandungan) menemukan benjolan di payudara saya. Lagi lagi saya lakukan operasi dan lagi-lagi tumor jinak.
Pada tahun 2000, kelenjar saya membengkak dan gusi saya meradang. Karena saya berpikir saya mengalami infeksi gigi, saya pergi ke dokter gigi yang
mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan gigi saya. Setelah makan sejumlah obat antibiotik, bengkaknya tidak kempes.
Pada saat ini saya meraskan adanya satu benjolan kecil pada leher bagian kanan saya. Saya ceritakan pada Ibu saya bahwa saya ada masalah dengan
amandel saya. Dia menganggap saya mengada ada karena keluarga kami tidak ada yang amandelnya ada masalah. Sewaktu benjolan tersebut makin besar saya
menemui seorang spesialis yang mendinogsa benjolan tersebut sebagai Papillary Thyroid Carcinoma. Setelah beberapa test, ternyata itu adalah
kanker.
Saya dan tunangan saya sangat terkejut. Kami tidak siap dan saya sangat takut. Segera kami menjadwalkan operasi. Dokter spesialis tersebut
mengatakan bahwa hanya setelah operasi ahli patology baru dapat menetapkan apakah itu kangker atau bukan. Mereka menemukan sebuah tumor
di sebelah kanan bagian belakang amandel saya yang terdiri dari sel yang tak beraturan dan juga sebuah tumor lain di sebelah kiri sehingga seluruh
amandel (tonsil) diangkat. Mereka mengatakan bahwa setelah mengalami iodine radioaktif saya akan selamat dan berumur panjang.
Setelah pengobatan, saya mulai mencari apa penyebab semua ini. Tidak pernah sedikitpun terbersit dalam otak saya penyebab semua ini adalah sari
kedelai yang saya konsumsi selama hampir 10 tahun. Lagi pula, sari kedelai itu sehat. Saya secara tak sengaja menemukan
website yang menghubungkan antara amandel dan konsumsi sari kedelai dan persekongkolan yang memasarkan sari kedelai sebagai makanan sehat, yang
mana sebenarnya tidak lain adalah sisa olahan beracun dari industry minyak sayur. Ini benar benar gila.
Tidak ada majalah kesehatan dan kebugaran yang mengatakan bahwa soya itu berbahaya. Saya mengunjungi herbalist yang didianogsa mengalami kanker
amandel di tahun 1985. Dia mengatakan bahwa soya adalah penyebab semua itu. Dia mengalami pengangkatan kandungan karena adanya kista dan
masalah kandungan yang lain.
Beberapa bulan kemudian rekan yang lain yang juga mengkonsumsi soya mengalami kanker amandel.
Seorang gadis di Inggris yang saya jumpai melalui internet dalam suatu forum kanker amandel juga baru saja mengalami operasi dan dia baru berumur 19
tahun. Apa yang terjadi?
Kanker payudara dihubungkan dengan estrogen. Yang berfungsi seolah-olah estrogen adalah SOYA. Tetapi saya tidak pernah mencurigai soya
sebagai penyebab karena sampai sekarang saya tidak pernah menemui artikel yang menyatakan soya bisa berbahaya.Para wanita yang mengkonsumsi soya
sebelum mengalami masalah tonsil akan terus mengkonsumsinya setelah itu apabila mereka tidak sadar apa yang dapat disebabkan soya, apa aja
kandungan soya dan bagaimana reaksinya terhadap tubuh wanita.
Menurut saya ini adalah salah satu alasan mengapa wanita yang mengalami kanker amandel akan mengalami kanker payudara juga nantinya. Teman sekerja
saya yang pencinta berat soya rambutnya mulai rontok dan menjadi gemuk meskipun dia terus olahraga selama jam istirahat dan setelah jam kerja,
dan hanya makan apel dan jeruk untuk makan siang. Dia baru saja mengangkat kista dalam kandungannya. Saya memperingati dia supaya berhenti minum soya
dan mennghubungkannya dengan websites tetapi sampai masalah ini masuk berita malam di 4 station TV, wanita akan tetap menderita. Semenjak adanya
masalah dengan tonsil saya, selama 2 tahun terakhir ini saya tidak pernah menyentuh soya.
Hai para pembaca, mohon gunakan cerita saya ini sedapat mungkin untuk memperingati para wanita muda yang berpikir bahwa mereka akan lebih sehat
dan awet muda dengan mengkonsumsi soya. Sangat tidak fair apabila informasi mengenai bahaya soya tidak disebarkan. Banyak mereka disana
yang mengalami hal ini dan adalah pukulan yang berat apabila anda mengetahui bahwa anda tak sesehat yang anda kira dan informasi yang anda
harapkan adalah salah !
Sabtu, 03 Mei 2008
POLYGAMI ??
Aku sering merasa gerah dengan candaan laki-laki (biasanya yang merasa mulai mapan secara finansial) tentang polygami. Sebenarnya memang terserah aja masing-masing, mau menjalani atau tidak, urusan dan tanggung jawab mereka sendiri. Pahala atau dosa kan mereka yang tanggung. Tapi jika mereka bicara di depan mata, apalagi pernah ada yang melontarkan candaan itu ke suamiku? Waaah....panas juga rasanya hatiku, meski suamiku bukan penganut polygami.
Hm.....seringkali mereka akan mengatakan ini sunah, sesuai ayat Al Qur'an, jalan tol ke syurga, dll dalil yang memang terdengar Islam. Tapi aku kok sanksi ya? Beneran, secara obyekyif, aku merasa ini hanya salah pemahaman atau interpretasi personal atas ayat atau hadist. Dan.....hei....jangan-jangan "disesuaikan" keinginan hati masing-masing, so....nggak fair, alias "ada udang di balik bakwan". Ha ha ha .... Lho, berani-beraninya kamu Dew!!!
Sorry.....sorry.......jangan pada sewot dulu ya.
Ini sekedar analisa logis dari seorang Dewi, yang memang belum begitu faham tentang ayat Al Qur'an dan hadist. Tapi, segala kebaikan itu semestinya akan membuat siapapun, dengan hati nurani tentu saja, merasa nyaman. Kalau hati nurani tidak merasa nyaman, jangan-jangan ada yang salah.
Memang sih ada surat Al Qur'an yang mengatakan membolehkan menikahi sampai 4 perempuan, namun jika tidak bisa berlaku adil, maka nikahilah satu saja. Dan memang Nabi Muhammad mempunyai istri tidak hanya satu tetapi ada empat, namun ingat, sebelum ayat itu turun, istri beliau 9!!!.
Yang aku lihat adalah, pada jaman dulu, di manapun (bukan hanya di Arab) perempuan memang sepertinya hanya obyek. Mempunyai istri banyak menunjukkan "kelas" tersendiri. Biasanya yang istrinya banyak itu Raja, Pemimpin klan, ketua bandit, dll. Pokoknya orang yang cukup berkuasa atau kaya. Jadi, mempunyai istri lebih dari 1BUKAN ajaran Islam, tetapi justru warisan jaman jahiliyah. Nah, bahkan Nabi Muhammad pun punya istri 9 sebelum surat Annisa itu turun. (tolong dikoreksi jika aku salah). Jadi BUKAN sebelum ayat itu turun istrinya 1, lalu karena turunnya ayat itu maka beliau menambah menjadi 4. SAMA SEKALI BUKAN. Sorry, itu fakta!!
Menurut analisaku (walaaah sok amat, Dew??) Allah itu begitu santun, mengingat keadaan saat itu rata-rata beristri banyak, sehingga agar tidak terlalu keras, maka diijinkan sampai 4 (jika bisa adil). Lha Allah juga kasihan dengan yang sudah terlanjur beristri banyak kan?? Mau dikemanakan istri-istri ini? Pasti akan jadi masalah sosial besar-besaran kan kalau langsung harus 1 saja?? Nah, justru karena ayat itu, Nabi Muhammad menceraikan sebagian istrinya dengan di undi, dan disisakan 4 saja. So, Nabi mempunyai istri 4 bukan karena ayat itu, tetapi karena warisan jaman jahiliyah. Nabi BUKAN menikah lagi karena ayat itu, tetapi justru MENGURANGI istri karena ayat itu.
Ada lagi, jika polygami itu sunah, kenapa Ali RA tidak diijinkan untuk menikah lagi (memadu Fatimah) alias berpolygami? Hadistnya sahih lho. He he he tapi nggak populer ya?? Tahu deh, kenapa nggak ada yang mempopulerkan hadist ini. Sorry, untuk yang ini nggak berani analisa apa-apa. Ha ha ha.....cemen amat, Dew! Ngeper nih ye?? Takut ya?? He he he....nggak sih, males aja membicarakan sesuatu yang sudah PASTI akan ditanggapi sesuai "selera".
Yang pasti, masa iya, Nabi "meragukan" kekuatan hati Fatimah untuk sekedar menerima perempuan lain sebagai istri Ali jika memang polygami ini sunah, baik, malah pernah dengar ada yang bilang "Jika perempuan ikhlas menerima suaminya polygami akan masuk syurga seperti lewat jalan Tol." Lhaa....mana mungkin Nabi menghalangi putri tercintanya masuk syurga lewat Tol?? Atau setidaknya menjadi contoh polygami kalau memang itu sunah dan bagus, atau dianjurkan?? Juga apa iya Ali gitu loh, masih diragukan mengenai berlaku adil, dibanding orang-orang sekarang yang dengan sombongnya melakukan polygami? Masa iya ada laki-laki sekarang yang merasa bisa lebih adil dari Ali, sahabat sekaligus menantu Rasul? Siapa yang lebih nyunah selain Fatimah dan sahabat??
Ha ha ha.......sudahlah, mau polygami ya nggak usah bawa-bawa ayat atau sunah. Mau karena lingkungan sosial yang terkesan menganggap polygami itu "hebat" karena berarti "dianggap" sudah mampu, sudah faham Islam, bahkan kalau karena nafsu juga nggak papa kok. Urusan masing-masing!! Lagian, yang melakukan, menanggung akibatnya, bertanggung jawab nanti, kan masing-masing. Nggak perlu juga ngajak-ngajak orang lain, apalagi mempengaruhi seolah yang berpolygami itu lebih baik keIslamannya dari yang tidak. Apalagi mengatakan orang yang kontra sebagai orang yang belum siap atau belum ngerti? Naaaa.....jadi sombong kan, merasa sudah lebih siap, sudah lebih ngerti, sudah lebih bisa bersikap adil, dll.
Malah kalau melihat dari runtutan kisah tersebut, sejarah tersebut, aku menyimpulkan;
"Islam TIDAK menyuruh laki-laki berpolygami! Yang ada JUSTRU Islam mengaturnya, karena polygami ada sejak jaman dulu kala sebelum Islam atau ayat tentang polygami turun. Maka, bagi yang melakukan polygami sebelum dia "bersentuhan" dengan Islam, maka setelah memahami Islam, diminta untuk membatasi (baca: mengurangi) istrinya maksimal tinggal 4 saja (contohnya Nabi Muhammad saw sebelum ayat itu turun istrinya 9 dan "mengurangi"nya setelah ayat itu turun). Namun bagi yang sudah memahami Islam saat belum lagi berpolygami, hendaknya jangan berpolygami (seperti dicontohkan oleh Nabi saat melarang Ali)." Hm......jangan pada sewot ya, yang pro polygami. Kita sama-sama belajar mengerti perasaan orang lain, terlebih istri yang sudah setia mendampingi dalam duka dan (jangan-jangan cuma sedikiiiiiit) suka.
So, better, nggak usah ngomongin polygami. Yang PASTI, polygami ada sejak jaman dulu kala, jaman jahiliyah. Polygami ada BUKAN KARENA ISLAM. Islam justru mebatasi praktek polygami yang sudah ada jauh sebelum Islam. Sorry, setuju atau tidak, itu FAKTA.
Hm.....seringkali mereka akan mengatakan ini sunah, sesuai ayat Al Qur'an, jalan tol ke syurga, dll dalil yang memang terdengar Islam. Tapi aku kok sanksi ya? Beneran, secara obyekyif, aku merasa ini hanya salah pemahaman atau interpretasi personal atas ayat atau hadist. Dan.....hei....jangan-jangan "disesuaikan" keinginan hati masing-masing, so....nggak fair, alias "ada udang di balik bakwan". Ha ha ha .... Lho, berani-beraninya kamu Dew!!!
Sorry.....sorry.......jangan pada sewot dulu ya.
Ini sekedar analisa logis dari seorang Dewi, yang memang belum begitu faham tentang ayat Al Qur'an dan hadist. Tapi, segala kebaikan itu semestinya akan membuat siapapun, dengan hati nurani tentu saja, merasa nyaman. Kalau hati nurani tidak merasa nyaman, jangan-jangan ada yang salah.
Memang sih ada surat Al Qur'an yang mengatakan membolehkan menikahi sampai 4 perempuan, namun jika tidak bisa berlaku adil, maka nikahilah satu saja. Dan memang Nabi Muhammad mempunyai istri tidak hanya satu tetapi ada empat, namun ingat, sebelum ayat itu turun, istri beliau 9!!!.
Yang aku lihat adalah, pada jaman dulu, di manapun (bukan hanya di Arab) perempuan memang sepertinya hanya obyek. Mempunyai istri banyak menunjukkan "kelas" tersendiri. Biasanya yang istrinya banyak itu Raja, Pemimpin klan, ketua bandit, dll. Pokoknya orang yang cukup berkuasa atau kaya. Jadi, mempunyai istri lebih dari 1BUKAN ajaran Islam, tetapi justru warisan jaman jahiliyah. Nah, bahkan Nabi Muhammad pun punya istri 9 sebelum surat Annisa itu turun. (tolong dikoreksi jika aku salah). Jadi BUKAN sebelum ayat itu turun istrinya 1, lalu karena turunnya ayat itu maka beliau menambah menjadi 4. SAMA SEKALI BUKAN. Sorry, itu fakta!!
Menurut analisaku (walaaah sok amat, Dew??) Allah itu begitu santun, mengingat keadaan saat itu rata-rata beristri banyak, sehingga agar tidak terlalu keras, maka diijinkan sampai 4 (jika bisa adil). Lha Allah juga kasihan dengan yang sudah terlanjur beristri banyak kan?? Mau dikemanakan istri-istri ini? Pasti akan jadi masalah sosial besar-besaran kan kalau langsung harus 1 saja?? Nah, justru karena ayat itu, Nabi Muhammad menceraikan sebagian istrinya dengan di undi, dan disisakan 4 saja. So, Nabi mempunyai istri 4 bukan karena ayat itu, tetapi karena warisan jaman jahiliyah. Nabi BUKAN menikah lagi karena ayat itu, tetapi justru MENGURANGI istri karena ayat itu.
Ada lagi, jika polygami itu sunah, kenapa Ali RA tidak diijinkan untuk menikah lagi (memadu Fatimah) alias berpolygami? Hadistnya sahih lho. He he he tapi nggak populer ya?? Tahu deh, kenapa nggak ada yang mempopulerkan hadist ini. Sorry, untuk yang ini nggak berani analisa apa-apa. Ha ha ha.....cemen amat, Dew! Ngeper nih ye?? Takut ya?? He he he....nggak sih, males aja membicarakan sesuatu yang sudah PASTI akan ditanggapi sesuai "selera".
Yang pasti, masa iya, Nabi "meragukan" kekuatan hati Fatimah untuk sekedar menerima perempuan lain sebagai istri Ali jika memang polygami ini sunah, baik, malah pernah dengar ada yang bilang "Jika perempuan ikhlas menerima suaminya polygami akan masuk syurga seperti lewat jalan Tol." Lhaa....mana mungkin Nabi menghalangi putri tercintanya masuk syurga lewat Tol?? Atau setidaknya menjadi contoh polygami kalau memang itu sunah dan bagus, atau dianjurkan?? Juga apa iya Ali gitu loh, masih diragukan mengenai berlaku adil, dibanding orang-orang sekarang yang dengan sombongnya melakukan polygami? Masa iya ada laki-laki sekarang yang merasa bisa lebih adil dari Ali, sahabat sekaligus menantu Rasul? Siapa yang lebih nyunah selain Fatimah dan sahabat??
Ha ha ha.......sudahlah, mau polygami ya nggak usah bawa-bawa ayat atau sunah. Mau karena lingkungan sosial yang terkesan menganggap polygami itu "hebat" karena berarti "dianggap" sudah mampu, sudah faham Islam, bahkan kalau karena nafsu juga nggak papa kok. Urusan masing-masing!! Lagian, yang melakukan, menanggung akibatnya, bertanggung jawab nanti, kan masing-masing. Nggak perlu juga ngajak-ngajak orang lain, apalagi mempengaruhi seolah yang berpolygami itu lebih baik keIslamannya dari yang tidak. Apalagi mengatakan orang yang kontra sebagai orang yang belum siap atau belum ngerti? Naaaa.....jadi sombong kan, merasa sudah lebih siap, sudah lebih ngerti, sudah lebih bisa bersikap adil, dll.
Malah kalau melihat dari runtutan kisah tersebut, sejarah tersebut, aku menyimpulkan;
"Islam TIDAK menyuruh laki-laki berpolygami! Yang ada JUSTRU Islam mengaturnya, karena polygami ada sejak jaman dulu kala sebelum Islam atau ayat tentang polygami turun. Maka, bagi yang melakukan polygami sebelum dia "bersentuhan" dengan Islam, maka setelah memahami Islam, diminta untuk membatasi (baca: mengurangi) istrinya maksimal tinggal 4 saja (contohnya Nabi Muhammad saw sebelum ayat itu turun istrinya 9 dan "mengurangi"nya setelah ayat itu turun). Namun bagi yang sudah memahami Islam saat belum lagi berpolygami, hendaknya jangan berpolygami (seperti dicontohkan oleh Nabi saat melarang Ali)." Hm......jangan pada sewot ya, yang pro polygami. Kita sama-sama belajar mengerti perasaan orang lain, terlebih istri yang sudah setia mendampingi dalam duka dan (jangan-jangan cuma sedikiiiiiit) suka.
So, better, nggak usah ngomongin polygami. Yang PASTI, polygami ada sejak jaman dulu kala, jaman jahiliyah. Polygami ada BUKAN KARENA ISLAM. Islam justru mebatasi praktek polygami yang sudah ada jauh sebelum Islam. Sorry, setuju atau tidak, itu FAKTA.
Jumat, 02 Mei 2008
AIR MATA WANITA
Tuhan berkata:
"Ketika Aku
menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku
memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku
memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa
mengeluh "
"Aku
memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya"
"Aku
memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya"
"Aku
memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"
"Dan
akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah
khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."
"Kau tahu:
Kecantikan
seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"Kecantikan
seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada."
Karena setiap
Wanita itu Cantik
Sumber: Seorang sahabat
Seringkali airmata mengalir deras pada seorang wanita, tanpa ada yang peduli karena apa. Bahkan orang yang telah menyebabkan airmata itu mengalir. Dan dia selalu dan selalu membuatnya mengalir.....dan mengalir lagi.......semakin deras. Dan dia tetap tidak peduli.
Sementara......dia berusaha menghentikan airmata lain, yang mungkin palsu, dan makin mengalirkan airmata yang semakin deras......hingga wanita itu pergi untuk selamanya.
"Ketika Aku
menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang
istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,
harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku
memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima
penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku
memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain
menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa
mengeluh "
"Aku
memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,
bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya"
"Aku
memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan
melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya"
"Aku
memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik
takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan
ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu"
"Dan
akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.
Ini adalah
khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."
"Kau tahu:
Kecantikan
seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia
tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"Kecantikan
seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -
tempat dimana cinta itu ada."
Karena setiap
Wanita itu Cantik
Sumber: Seorang sahabat
Seringkali airmata mengalir deras pada seorang wanita, tanpa ada yang peduli karena apa. Bahkan orang yang telah menyebabkan airmata itu mengalir. Dan dia selalu dan selalu membuatnya mengalir.....dan mengalir lagi.......semakin deras. Dan dia tetap tidak peduli.
Sementara......dia berusaha menghentikan airmata lain, yang mungkin palsu, dan makin mengalirkan airmata yang semakin deras......hingga wanita itu pergi untuk selamanya.
DEMO MENUNTUT HAK ?????
Kemarin, katanya sih hari buruh. Entahlah apa maksudnya, mengapa buruh sampai harus punya hari peringatan, apa yang perlu dilakukan di hari itu. Yang pasti, sejak hari sebelumnya aku melihat di TV adanya demo menuntut hak. Lhaaa....banyak juga tuntutan mereka, yang bahkan orang yang mempunyai pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik pun belum tentu mendapatkan seperti yang mereka tuntut.
Hmmm......fenomena apa lagi ini? Jaman sulit seperti ini, jangankan tuntutan mereka yang begitu banyak dan terlalu sempurna. Dapat pekerjaan juga sudah bagus. Lagipula, mengapa ya orang senemg banget nuntut hak? Apa mereka yakin kalau sudah pantas menuntut? Karena hak akan timbul jika kita sudah menyelesaikan kewajiban kita. Tidak ada hak yang timbul tanpa adanya penyelesaian kewajiban.
Sebagai buruh, tentu banyak juga kewajiban yang harus mereka selesaikan, bukan sekedar masuk kerja dan mengisi daftar hadir.
Lagian, kalau menuntut hak hanya karena peraturan pemerintah, waah..... sepertinya pengusaha mempunyai bargaining power lebih bagus lho. Misalnya, kalau mereka harus memenuhi tuntutan buruh karena aturan pemerintah, sementara mereka tidak mempunyai kemampuan untuk itu, ya mending nggak usah usaha aja. Mereka tinggal melego seluruh aset, masuk deposito atau bursa, tinggal "ongkang-ongkang kaki" juga bisa survive.
Naaah.......pikir lagi deh, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan oleh demo itu. Mungkin saja para NGO yang mendapat keuntungan gelontoran dana dari luar hanya dengan mendokumentasikan aksi demo kalian. Ngomong-omong, kalian dibagi dana itu nggak??
Hmmm......fenomena apa lagi ini? Jaman sulit seperti ini, jangankan tuntutan mereka yang begitu banyak dan terlalu sempurna. Dapat pekerjaan juga sudah bagus. Lagipula, mengapa ya orang senemg banget nuntut hak? Apa mereka yakin kalau sudah pantas menuntut? Karena hak akan timbul jika kita sudah menyelesaikan kewajiban kita. Tidak ada hak yang timbul tanpa adanya penyelesaian kewajiban.
Sebagai buruh, tentu banyak juga kewajiban yang harus mereka selesaikan, bukan sekedar masuk kerja dan mengisi daftar hadir.
Lagian, kalau menuntut hak hanya karena peraturan pemerintah, waah..... sepertinya pengusaha mempunyai bargaining power lebih bagus lho. Misalnya, kalau mereka harus memenuhi tuntutan buruh karena aturan pemerintah, sementara mereka tidak mempunyai kemampuan untuk itu, ya mending nggak usah usaha aja. Mereka tinggal melego seluruh aset, masuk deposito atau bursa, tinggal "ongkang-ongkang kaki" juga bisa survive.
Naaah.......pikir lagi deh, siapa sebenarnya yang paling diuntungkan oleh demo itu. Mungkin saja para NGO yang mendapat keuntungan gelontoran dana dari luar hanya dengan mendokumentasikan aksi demo kalian. Ngomong-omong, kalian dibagi dana itu nggak??
Kamis, 01 Mei 2008
IBU ITU JUGA TAHU ANAKNYA BERLIAN
Empat Jari Anugerah Hee Ah Lee
"Terlahir cacat itu bagiku merupakan anugerah spesial dari Tuhan. Aku sampaikan pesan bahwa kalian bisa melakukan apa pun," kata Hee Ah Lee (21), pianis asal Korea yang terlahir dengan empat jari. Ode to Joy karya Beethoven itu mengalun dari piano Hee Ah Lee di Lagoon Tower, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/3) pagi. Itu hanya bagian repertoar sehari-hari Hee, selain juga nomor populer Ballade Pour Adeline, Hungarian Dance dari Brahms, sampai karya Chopin Fantasie Impromptu. Hee memainkan karya itu dengan empat jari.
Ia menderita lobster claw syndrome. Pada masing-masing ujung tangan Hee terdapat dua jari yang membentuk huruf V seperti capit kepiting. Kakinya hanya sebatas bawah lutut hingga tak dapat menginjak pedal piano standar. Untuk bermain piano, pedal sengaja ditinggikan agar bisa diinjak oleh kakinya yang pendek itu. Ia juga mengalami
keterbelakangan mental. Kondisi semacam itu mungkin akan dibahasakan orang sebagai kekurangan. Akan tetapi, Hee menyebutnya sebagai, "Special gift, anugerah spesial dari Tuhan."
Ia bisa memainkan Piano Concerto No 21 dari Mozart bersama orkes simfoni. Ia mendapat sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano. Ia berkeliling dunia, termasuk bermain bersama pianis Richard Clayderman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. "Aku berkeliling dunia. Aku bermain piano dari sekolah ke sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa melakukan apa pun kalau berusaha," kata Hee. Kasih ibu Hee akan tampil dalam konser Sharing The Strength of Love di Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu (31/3) malam yang digelar promotor Empang
Besar Makmur (EBM) bekerja sama dengan Radio Delta FM 99.1 Jakarta dan koran Korea HannhPress. Hee hadir untuk memberi inspirasi kepada orang tentang kekuatan kasih yang mengubah "kekurangan" menjadi kekuatan.
Hee lahir dari Woo Kap Sun (50). Woo telah mengetahui sejak awal bahwa anaknya akan terlahir cacat. Ayah Hee adalah bekas tentara Korea. "Ada sanak keluarga kami menganggap itu sebagai aib. Mereka bahkan menyarankan agar jika kelak lahir, bayi itu dikrim ke panti asuhan," kata Woo dalam bahasa Korea lewat penerjemah. Woo menolak saran tersebut. Ia menerima Hee sebagai kenyataan dan anugerah. Ia pun
menamai anaknya dengan nama indah. Hee dalam bahasa Korea berarti suka cita. Dan Ah adalah tunas pohon yang terus tumbuh, sedangkan Lee nama marga. Hee Ah Lee adalah suka cita yang terus tumbuh bagai pohon.
"Ketika lahir saya melihat, ah betapa cantiknya dia. Ini anugerah Tuhan," kata Woo dengan muka berbinar. "Saya bacakan cerita-cerita sebelum tidur. Saya nyanyikan lagu-lagu untuk dia dalam buaian," lanjut ibu yang tangguh itu. Woo merawat, mendidik dan memperkenalkan Hee pada kehidupan nyata. Ia memperlakukan Hee sebagaimana anak-anak
lain. Untuk melatih kekuatan otot tangan, Hee diajarinya bermain piano sejak usia 6 tahun. Saat itu, jarinya belum mampu mengangkat pensil.
Hee mengenang guru piano pertamanya yaitu Cho Mi Kyong sebagai guru yang keras. Sang guru memperlakukan Hee sebagai murid dengan sepuluh jari. Ia tidak melatih Hee dengan pertimbangan rasa kasihan karena kondisi fisik. "Guru saya bilang, jangan bersikap sebagai orang cacat. Tapi bermainlah sebagai orang normal," kenang Hee yang selalu ramah dalam bertutur. "Aku berlatih terus hingga lelah dan menangis. Betapa
sulit bermain dengan empat jari. Susah sekali bagiku memainkan notasi yang bersambungan, " kata Hee lagi. Ketika Hee memainkan arpeggio atau memainkan chord secara melodik dan runut, memang terdengar ada not yang terlompati. Tapi, itu tidak merusak melodi ataupun mengubah bangun komposisi. Ia mengaku 70 persen bermain dengan hati dan sisanya dengan teknik yang ia kondisikan untuk empat jari.
Pernah menyerah? Patah semangat?
"Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus. Aku pernah bosan. Tapi, aku memakannnya terus. Aku berlatih terus menerus," kata Hee tentang ketekunan. Percaya diri Begitulah, diam-diam sang ibu menanamkan rasa percaya diri. Ia menggembleng Hee
agar tumbuh mandiri, penuh percaya diri dan bersemangat baja menghadapi hidup.
Bayangkan, untuk bisa memainkan karya Chopin Fantasie Impromptu, Hee berlatih lima sampai sepuluh jam sehari selama lima tahun. Hasilnya memang luar biasa. Umur 12 tahun, Hee telah menggelar resital piano tunggal. "Ibu menanamkan rasa percaya diri
padaku. Bahwa aku harus bisa melakukan segalanya sendiri. Bahwa kalau aku bisa main piano, aku bisa melakukan apa saja. meski aku tahu itu makan waktu banyak," ungkap Hee.
Piano menjadi sahabat dan jendela bagi Hee untuk melangkah di pentas kehidupan. Ia lalui masa kecil dengan bahagia seperti kebanyakan anak-anak. Ketika ada cercaan orang, Hee menghadapinya secara dewasa. "Teman-teman ada yang mengatai aku sebagai hantu atau monster. Tetapi, aku menerima itu," kata Hee, tetap dengan senyum. "Aku tidak pernah membandingkan diri dengan orang lain atau merasa beda dengan yang lain. Aku hanya ingin melakukan sesuatu seperti orang lain," kata Hee pula. He Ah Lee menjadi inspirasi bagi mereka yang merasa diri sempurna untuk berbuat sesuatu bagi kehidupan.
FRANS SARTONO (Kompas 29 Maret 2008)
"Terlahir cacat itu bagiku merupakan anugerah spesial dari Tuhan. Aku sampaikan pesan bahwa kalian bisa melakukan apa pun," kata Hee Ah Lee (21), pianis asal Korea yang terlahir dengan empat jari. Ode to Joy karya Beethoven itu mengalun dari piano Hee Ah Lee di Lagoon Tower, Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (28/3) pagi. Itu hanya bagian repertoar sehari-hari Hee, selain juga nomor populer Ballade Pour Adeline, Hungarian Dance dari Brahms, sampai karya Chopin Fantasie Impromptu. Hee memainkan karya itu dengan empat jari.
Ia menderita lobster claw syndrome. Pada masing-masing ujung tangan Hee terdapat dua jari yang membentuk huruf V seperti capit kepiting. Kakinya hanya sebatas bawah lutut hingga tak dapat menginjak pedal piano standar. Untuk bermain piano, pedal sengaja ditinggikan agar bisa diinjak oleh kakinya yang pendek itu. Ia juga mengalami
keterbelakangan mental. Kondisi semacam itu mungkin akan dibahasakan orang sebagai kekurangan. Akan tetapi, Hee menyebutnya sebagai, "Special gift, anugerah spesial dari Tuhan."
Ia bisa memainkan Piano Concerto No 21 dari Mozart bersama orkes simfoni. Ia mendapat sederet penghargaan atas keterampilan bermain piano. Ia berkeliling dunia, termasuk bermain bersama pianis Richard Clayderman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat. "Aku berkeliling dunia. Aku bermain piano dari sekolah ke sekolah untuk memberi motivasi kepada kaum muda bahwa mereka bisa melakukan apa pun kalau berusaha," kata Hee. Kasih ibu Hee akan tampil dalam konser Sharing The Strength of Love di Balai Kartini, Jakarta, pada Sabtu (31/3) malam yang digelar promotor Empang
Besar Makmur (EBM) bekerja sama dengan Radio Delta FM 99.1 Jakarta dan koran Korea HannhPress. Hee hadir untuk memberi inspirasi kepada orang tentang kekuatan kasih yang mengubah "kekurangan" menjadi kekuatan.
Hee lahir dari Woo Kap Sun (50). Woo telah mengetahui sejak awal bahwa anaknya akan terlahir cacat. Ayah Hee adalah bekas tentara Korea. "Ada sanak keluarga kami menganggap itu sebagai aib. Mereka bahkan menyarankan agar jika kelak lahir, bayi itu dikrim ke panti asuhan," kata Woo dalam bahasa Korea lewat penerjemah. Woo menolak saran tersebut. Ia menerima Hee sebagai kenyataan dan anugerah. Ia pun
menamai anaknya dengan nama indah. Hee dalam bahasa Korea berarti suka cita. Dan Ah adalah tunas pohon yang terus tumbuh, sedangkan Lee nama marga. Hee Ah Lee adalah suka cita yang terus tumbuh bagai pohon.
"Ketika lahir saya melihat, ah betapa cantiknya dia. Ini anugerah Tuhan," kata Woo dengan muka berbinar. "Saya bacakan cerita-cerita sebelum tidur. Saya nyanyikan lagu-lagu untuk dia dalam buaian," lanjut ibu yang tangguh itu. Woo merawat, mendidik dan memperkenalkan Hee pada kehidupan nyata. Ia memperlakukan Hee sebagaimana anak-anak
lain. Untuk melatih kekuatan otot tangan, Hee diajarinya bermain piano sejak usia 6 tahun. Saat itu, jarinya belum mampu mengangkat pensil.
Hee mengenang guru piano pertamanya yaitu Cho Mi Kyong sebagai guru yang keras. Sang guru memperlakukan Hee sebagai murid dengan sepuluh jari. Ia tidak melatih Hee dengan pertimbangan rasa kasihan karena kondisi fisik. "Guru saya bilang, jangan bersikap sebagai orang cacat. Tapi bermainlah sebagai orang normal," kenang Hee yang selalu ramah dalam bertutur. "Aku berlatih terus hingga lelah dan menangis. Betapa
sulit bermain dengan empat jari. Susah sekali bagiku memainkan notasi yang bersambungan, " kata Hee lagi. Ketika Hee memainkan arpeggio atau memainkan chord secara melodik dan runut, memang terdengar ada not yang terlompati. Tapi, itu tidak merusak melodi ataupun mengubah bangun komposisi. Ia mengaku 70 persen bermain dengan hati dan sisanya dengan teknik yang ia kondisikan untuk empat jari.
Pernah menyerah? Patah semangat?
"Bayangkan Anda makan satu jenis makanan terus menerus. Aku pernah bosan. Tapi, aku memakannnya terus. Aku berlatih terus menerus," kata Hee tentang ketekunan. Percaya diri Begitulah, diam-diam sang ibu menanamkan rasa percaya diri. Ia menggembleng Hee
agar tumbuh mandiri, penuh percaya diri dan bersemangat baja menghadapi hidup.
Bayangkan, untuk bisa memainkan karya Chopin Fantasie Impromptu, Hee berlatih lima sampai sepuluh jam sehari selama lima tahun. Hasilnya memang luar biasa. Umur 12 tahun, Hee telah menggelar resital piano tunggal. "Ibu menanamkan rasa percaya diri
padaku. Bahwa aku harus bisa melakukan segalanya sendiri. Bahwa kalau aku bisa main piano, aku bisa melakukan apa saja. meski aku tahu itu makan waktu banyak," ungkap Hee.
Piano menjadi sahabat dan jendela bagi Hee untuk melangkah di pentas kehidupan. Ia lalui masa kecil dengan bahagia seperti kebanyakan anak-anak. Ketika ada cercaan orang, Hee menghadapinya secara dewasa. "Teman-teman ada yang mengatai aku sebagai hantu atau monster. Tetapi, aku menerima itu," kata Hee, tetap dengan senyum. "Aku tidak pernah membandingkan diri dengan orang lain atau merasa beda dengan yang lain. Aku hanya ingin melakukan sesuatu seperti orang lain," kata Hee pula. He Ah Lee menjadi inspirasi bagi mereka yang merasa diri sempurna untuk berbuat sesuatu bagi kehidupan.
FRANS SARTONO (Kompas 29 Maret 2008)
Langganan:
Postingan (Atom)