Halaman

Rabu, 22 Oktober 2008

SMA VS STM (SAVE THE NEXT GENERATION PART # 6)

Sebenarnya aku sudah siapin ceritaku tentang sekolah, tapi aku merasa ini lebih urgent. Cerita ini dulu ya........agak loncat gak papalah!

Suatu hari suamiku bercerita tentang apa yang dia dengar saat naik metromini. Dia tergelitik dengan obrolan dua orang anak muda di belakangnya. Yah......masih sangat muda. Mungkin belasan tahun akhir atau duapuluhan awal banget. Obrolan yang terdengar sangat biasa, namun di telingaku menjadi sangat inspiratif. Aku sangat trenyuh mendengar cerita suamiku akan pembicaraan mereka. Aku seorang ibu Indonesia. Aku trenyuh mendengar cerita anak Indonesia berbicara dengan hati mereka. Ingin rasanya aku "merangkul" mereka dengan mengarahkan agar mereka menjadi anak Indonesia bermasa depan yang berguna dan membangun bangsanya.

Dua anak itu, yang 1 lulusan STM dan yang lain hampir lulus SMA, namun.......GAGAL! Duuh......kasihan banget ya? Anakku, anak Indonesia, dia harus diselamatkan, harus diarahkan, harus dibimbing, harus diselamatkan, harus diselamatkan, harus diselamatkan!!!

Anak STM itu sedang bekerja di sebuah perusahaan otomotif, ikut program pendampingan. Sedangkan si SMA, dia curhat. Hm..........aku aja yang mendengar dari suamiku, rasanya sediiih banget. Dia saat SMA kelas 3, ikut-ikutan temannya tawuran. Ternyata ada "lawan" tawuran mereka yang terbunuh. Entah siapa yang membunuh dengan bacokan. Hhh.........padahal bisa siapa saja menurutku. Ya, sangat mungkin itu bukan ulah anak-anak SMA itu, tetapi ada orang lain yang memanfaatkan. Memancing di air keruh. Atau memang ada anak SMA yang nggak tahu akibatnya mengayun benda tajam, nggak tahu apa itu membunuh dan akibatnya.

Karena itu, anak-anak SMA ini, termasuk dia diciduk oleh polisi, ditahan. Setelah interogasi dan.........aduuuuh........kok pakai dipukuli dan ditendang segala sama polisi? Pak polisi, jangan gitu dong! Mereka itu generasi mendatang lho! Ditanya saja dengan tehnik yang benar, tanpa menyakiti, namun bisa tercapai tujuannya. Lha.... polisi pasti punya ilmunya dong! Nah.....setelah beberapa hari ditahan, diinterogasi, dipukul, ditendang, dia dibebaskan karena memang tidak bersalah. Namun......untuk keluar dari tahanan, dia harus ditebus oleh orangtuanya. Masa harus gitu sih Pak Polisi? Tega? Mereka anak kita, generasi penerus kita, tanggung jawab kita untuk membinanya.

Nah......yang lebih menyedihkan, karena kasus itu dia DIKELUARKAN dari sekolah yang tinggal ujian!!!! Oalaaah naaaak..........sedih sekali nasibmu karena ikut-ikutan, karena tidak dibina dengan baik, karena kesalahan anak remaja yang memang mudah terpengaruh teman. Karena tidak bijaknya sekolah. Karena tidak bijaknya polisi. Karena tidak bijaknya orang dewasa di sekitarmu. Kasihan kamu nak. Yah...... sekarang dia bingung!!! Cari kerja susah! Secara, SMA aja nggak punya ijazah! Ketrampilan? Boro-boro! Sedih ya nak.........?? Seharusnya Ibunya, Bapaknya, merangkul dan mengarahkannya. Membimbingnya untuk kembali bangkit dan maju.

Dia mengatakan betapa beruntungnya temannya yang lulusan STM! Tapi, temannya baik, dia sarankan anak SMA itu kursus, biar bisa kerja.

Saat mendengar cerita suamiku, aku trenyuh banget. Bahkan saat nulis ini, aku nggak kuasa menahan airmataku. Aku nangis untuk generasi penerus yang dihalangi untuk maju karena kesalahannya di masa lalu karena "hijau"nya cara berfikirnya. Karena dia tidak tahu akibatnya. Karena dia tidak tahu dampaknya. Karena dia ikut-ikutan. Karena dia masih anak-anak, masih remaja, bisa salah, bisa khilaf, bisa terpengaruh.

Orang dewasa, nggak usah sok selalu bener! Hei.....aku yakin, sampai setua inipun, Anda semua masih sering salah bukan? Masih sering melakukan hal buruk? Masih sering khilaf? Atau malah SENGAJA padahal tahu salah??!!!

So, ayo selamatkan generasi mendatang, dengan mengarahkan anak-anak kita. Termasuk yang pernah salah, pernah khilaf, pernah terperosok, terjerumus, dalam kesalahan. Andai aku bisa ketemu anak itu, semoga aku bisa bantu mengarahkannya agar menjadi anak baik dan berguna.

Sekarang, hanya lewat do'a dan tulisanku ini aku menolomg. Semoga ada orang baik yang menolongnya mengarahkan kembali hidupnya. Semoga Allah mendengar do'aku. Do'a seorang Ibu Indonesia untuk semua anak Indonesia. Semoga mereka semua selamat dunia akhirat. Amiiin................

Tidak ada komentar: