Halaman

Senin, 06 Oktober 2008

SAVE THE NEXT GENERATION PART # 4

Hidup itu singkat, "Wong urip iku paribasane mung mampir ngombe". Begitu kata Eyangku dulu. Ya, orang hidup itu ibarat orang yang mampir sekejap sekedar menghilangkan haus, dalam perjalanan panjangnya.

Naaa....... karena hanya sebentar, semestinya kita bisa "berbuat". Salah satunya adalah kita harus menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi penerus. Merekalah yang nantinya akan menjadi penanggungjawab dunia ini sepeninggal kita.

Waduh....waduuuh......bener juga ya. Lagian, dengan diri kita menyiapkan anak-anak kita masing-masing, berarti kita sudah ikut berperan dalam menyiapkan generasi mendatang. Bagaimana mereka nanti, tergantung juga pada bagaimana kita menerapkan pola asuh dan pola didik dalam masa tumbuh kembang mereka.

Hmm......pasti sudah pada faham, nglothok, kalau yang paling ideal untuk mendidik anak itu ya........orangtuanya. Katanya sih, Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Walah.....ya bener banget.

Kenapa? Karena anak itu ya sejak masih di dalam perut kan selalu bersama Ibunya, sudah mulai dididik Ibunya, sudah mulai "belajar" dari Ibunya. Meskipun Bapaknya juga akan memberi pengaruh lho. Makanya, yang mesti jaga kelakuan, sikap, tingkah laku, dll bukan hanya ibunya tetapi juga Bapaknya.

Setelah lahir, semestinya sih Ibu Bapaknya yang intens ngurusi bayinya. Jangan salah ya, bayi itu sudah bisa merespon, mengerti, menangkap apa yang "menyentuhnya". Dia sangat tahu apakah Ibu Bapaknya care sama dia atau tidak, apakah dia itu "penting" bagi orangtuanya atau tidak, dll. Dan.....semua itu akan sangat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Bahkan tindak tanduk orangtuanya di luar pengasuhan pada bayi tersebutpun akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

Nggak percaya? Mending percaya aja deh! Kalau mau anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, luhur, santun, maka orangtuanya HARUS berperilaku seperti itu terlebih dulu. Boleh dicoba lho. Terserah mau coba berperilaku buruk dengan konsekuensi anak akan seperti itu juga, atau sebaliknya. Kalau saranku sih.....mending percobaannya yang baik. Syukur syukur memang Bapak Ibu semua sudah baik dari dulu ya.......sip deh!!

Demikian seterusnya orangtua mesti berperilaku baik jika kepengen anak-anaknya jadi baik juga. Ha ha ha......sampai selamanya lho! Yah.....itung-itung dengan mempunyai anak kita menjadi "tobat", sehingga berakhir Khusnul Khotimah.

Besok......eh nggak mesti besok lho, pokoke edisi selanjutnya tentang pendidikan di sekolah ya........

Tidak ada komentar: