Halaman

Rabu, 23 April 2014

Penggemarku



Hahaha.....belum2 judulnya sudah narcist! Jangan-jangan pada gak jadi baca tapi langsung........kabuuuur......delete......remove. Ooooooh noooooo....please deh ah. Qeqeqeqeq.........

Sejak kecil, ehem....aku memang sudah punya penggemar. Maklumlah, jarang2 kan ada anak kecil yang sudah narcist, sok pinter, sok keren, berani tampil, dan super nekad pada jaman aku kanak-kanak. TK aku sudah ikut berbagai kejuaraan, lomba2, mulai dari berpakaian adat, nari, nyanyi, deklamasi, sampai baca puisi dimana saat itu TK belum diajari membaca namun aku yang sok jago nekad sudah bisa membaca.
SD....apalagi. Selain semua hal tersebut di atas, aku juga menulis ke majalah anak2 (BOBO, dll), ikut seleksi dan menang sebagai pelajar teladan, lomba cerdas cermat, bahkan karena maniak membaca dan rajin membuat resume maka akupun juga seorang bintang perpustakaan. Dan semua itu membuatku rajin diundang upacara di Semarang untuk menerima berbagai hadiah dari gubernur Jawa Tengah yang saat itu dijabat oleh Bp. Soepardjo Roestam. Semua itu terus berlanjut sampai aku SMP, karena saat SMA aku sudah beralih lebih suka sosial seperti ngajar ekstra kurikuler anak SD. Dilanjutkan ketika kuliah aku ngajar anak jalanan. Sekarang....hehehe....gak perlu diceritain, sudah tua gak penting ngomong2.

Aku juga sering masuk di berita koran, majalah remaja, juga masuk TV lokal, TV daerah....emang muat mama masuk TV? Pasti princess akan nanya gitu dengan keppo nya. Hahaha......

Dari kegiatanku itu semua, maka sejak TK aku sudah punya penggemar. Hehehe.....maksude sih cuma banyak anak lain yang ingin kenal aku termasuk yang dari kota lain ingin menjadi sahabat penaku, juga banyak orang dewasa yang bilang ingin anak2 mereka nanti seperti aku. Ciee cieee........ Tapi saat itu aku sama sekali tidak tersanjung, biasa aja......begitulah anak2, tidak penting bangga2an itu. Biasanya emang orangtuanya yg norak. Hahaha....pengalaman pribadi, akulah yang sering norak gaje padahal yang hebat berlianku.

Lalu saat aku haji tahun 2003, jika shalat di masjid Nabawi selalu janjian ketemu pacarku di sebuah titik yang sudah kami sepakati bersama. Suatu hari aku telat sampai ke titik temu kami sehingga dia khawatir. Tahu gak kenapa? Hehehe......aku dihadang oleh beberapa jama'ah perempuan dari berbagai negara, mereka ingin berfoto denganku. Aiiiih........kek seleb aza dweh dirikuuu.......sakjannya aku mau nolak karena si dia pasti sudah gelisah menungguku, bidadari cantiknya ini. Ihiiiiir.......clegux. Tapi aku gak tega nolak mereka.

Nah......bulan lalu saat diundang UNS untuk bicara....hahaha beberapa mahasiswi minta dibolehkan salaman. Hanya salaman saja saudara2.....mereka sudah melambung. Ada juga sih yang minta nomer HP, alamat email, dll. Juga di kampus lain, setelah aku selesai bicara banyak yg minta foto bareng, mahasiswa/i, undangan, juga ada beberapa awak media yang minta foto bareng dan juga minta no telponku, bahkan gubernur Akpol pun minta agar kapan2 aku bersedia diundang beliau ke kampusnya. Wow.......tersanjung edisi sinetronku kumat! Pacarku hanya tersenyum penuh ganteng menungguku di ujung sana tuk makan siang bersama panitia. Makasih ya cintaaaa........padahal dia makan duluan juga gpp.

Semalam.....saat aku nemeni pacar gantengku itu di suatu tempat, aku nungguin di ruang tunggu. You know what......banyak banget yang datang mengerubutiku, nyium2 aku, aku hanya bilang; "Please donk......nyiumnya jangan pakai nggigit, nyamuuuuuuk.........hehehe.........

Alhamdulillah......ternyata dengan sedikit yang kupunya, keramahanku, sudah membuat orang lain senang. Itu berkah bagiku.

Dari semua itu, belum pernah sekalipun, satupun, dari mereka ngaku bahwa mereka adalah penggemarku. Mereka hanya bilang kagum, suka, ingin niru, terinspirasi olehku, dll.  Iiiiih.......pada gak mau ngaku gitu sih? Lha mbok yaaoooo.......bikin aku seneng, agak bohong2 dikitlah kalau kalian penggemarku. Uhuuk......


Tapi huurrraaaay.........ternyata ada juga akhirnya  yang sangaaaaaaat membuatku tersanjung, terbaaaaang, bahagiaaaa karena ada seseorang yang jujur mengaku langsung tanpa ragu sebagai penggemarku. Dia menyatakan dengan jelas bahwa dia adalah penggemarku. Tertulis, terdokumentasikan, ada bukti fisik, autentik, tulis tangan asli! Hallah......lebay.

Melted gak karuan....... tersanjung tingkat Dewa......... melambung ke langit ke sembilan belas........ huhuuuy....... norak paling akut. Mau bukti???? Ini sebagian di antaranya:

Jreeeeeeeeng..................*sound effect nya gegap gempita bikin ingin joged, haha....*





Kamis, 17 April 2014

Pintar Tidak Harus Mahal......Again

Assalamu'alaikum....selamat malam.....

Hai haiiii.....pyuh.....capek gak sih ngompol mulu? Haha....aku aja mau istirahat dari memantau liputan men temen di daerah pemilihanku. Not bad.....tapiii.....Jangan tanya2 hasil dulu yak, do'ain aja yg terbaik utk aku, berlian2ku, bangsa dan negaraku.

Because of ituuuu aku mau paaameeerrrr.....hahaha ibu itu, eh....maaaap aku itu emang norak. Siapa yg keren, siapa yg hebat, eeeh...aku yg norak, yg pamer. Heuheuheuu....biarin ya. *;) winking

Hari ini, tadi sore, senjalah, ah...kok malah ributin waktu siy Dew? Today...si cantikku sibuk bantuin aku siapin makmal. Aku goreng tahu, dia ambilin piring sajinya. Dll dll....Selesai itu, aku ngadem, mendekemkan diri di kamar sambil itang itung tulas tulis boca baca kerjaan tak lupa terima telp n telp sana sini also. Biasaaa....ilmu sambil2 terus berlanjut selagi mampu.

Jam 18 lewat sekian....kulihat si cantik itu terbirit2 masuk kamar mandi, lalu dengan muka basah kuyup lari tergopoh2 masuk kamar, gelar sajadah, dan shalat Magrib. Saat berlarian dia teriak2 panik sambil ketawa2 malu, "Adek lupa shalat Magrib Maa......." hahaha......mas2nya yg lihat hanya senyum gemes tapi gak tega mau cium. Mereka heran; "Adek kan belum wajib ya Ma, kok heboh gitu sih? Makanya kita2 gak ingetin dia wong masih belum wajib." padahal mereka dulu juga gt. Setiap qomat terdengar langsung melesat ke masjid, jikapun kala di masjid itu hanya ada satu shaf, Alhamdulillah selalu ada berlian2 kecilku di sana.

Laluu....selesai Magrib dan makmal, eee.....dia minta ijin pake Hpku. Untuk apa coba? Main game? No!! Kuperhatiin dia mojok, pegang HP sambil ngedumel sendirian. Pas kudekati.....ahahahay....rupanyo dia sedang belajar English dari Youtube; "Learn English conversation for children" adalah kalimat yg dia ketik di kolom search.

Hihihi........bahagia itu mudah kaaan.......lihatin aja berlian2 indah kita yg meniru kita. Makanyaaa kitanya juga harus selalu melayakkan diri utk ditiru. Princess pastiii niru ayahnya yg suka belajar bahasa asing via youtube. Bukan aku lho yg ditiru....pinternyaaa milih mana yg pantes ditiru. Ups.......ngaku! *:"> blushing

Wassalam......happy long weekend

Kamis, 03 April 2014

How children copy their parents




Pendidikan adalah teladan, bukan perintah, bukan petuah. Jika melihat anak berbuat, bersikap, berkata, berpenampilan, bahkan berpandangan sesuatu maka bercerminlah terlebih dahulu sebelum menyalahkan atau memuji siapapun. Bisa saja itulah kita, baik atau buruk. Hargailah diri sendiri dan terus tingkatkan jika baik, namun sebaliknya introspeksi diri jika buruk.

Relakah kita jika anak2 kita, buah hati kita, berlian kita meniru orang lain karena kita memilih sibuk dengan dunia kita?

Relakah kita jika anak2 kita, buah hati kita, berlian kita meniru diri kita yang buruk, yang egois, yang koruptif, yang apatis, yang tidak peduli kepentingan orang lain, yang tidak open mind, yang bukan diri yang kita banggakan?

Relakah kita jika anak2 kita suka menjelek2an, memfitnah, mendiskreditkan orang lain, kelompok lain, pihak lain, siapapun yang bukan golongan kita?

Relakah jika anak2 kita tumbuh menjadi manusia tertutup, egois, merasa paling benar, paling hebat, paling pantas dihormati, sementara mereka sendiri tidak pernah menghargai menghormati orang lain?

Masihkah memilih untuk tidak berhati2 dalam berkata, bersikap, bertindak, berprinsip, berpedoman hidup, padahal anak2 pasti akan menirunya??


Pendapat Anda?

Senin, 31 Maret 2014

WIRTSCHAFTSINFORMATIK

Ingat ini ya nak.....
Menjelang akhir long weekend ini entah kenapa aku gak enak badan, sedikit galau, meski aku sudah biasa membahagiakan diri. Hehe.....maksudku, aku tuh pilih seneng aja daripada sedih, galau, atau apapun istilahnya. Aku memang selalu memilih untuk mengambil sikap positif, bahkan jika sangat kesel, sebel, sama orang lain aku akan mencoba, akan berusaha berpikir di pihaknya agar aku mengerti mengapa dia seperti itu sehingga aku tidak lagi (terlalu) sebel yang pada akhirnya aku kembali positif, optimis, semangat, dan.......ahaaaaa........happy.

Tidur agak larut namun dini hari sudah terbangun seperti biasa. Oh....masih jam 3. Ya sudah tetep saja ke kamar mandi membasuh muka cantik (jangan protes to.....) anugerahNya ini dst.... Lalu kembali mencoba tidur, tdk bisa juga, padahal semalam kan baru bobok bentar? Membuka ipad sambil nunggu subuh menjadi pilihanku, kutemukan i-message dari berlian gantengku nun jauh di sana. Aiiih......jadi semangat, termotivasi, bener kata pacarku itu, kalau aku seperti gadis ABG yang sedang jatuh cinta kalau sudah berurusan dg berlian2ku itu. Langsung.............ceriaa......😄💖 .....cetar membahana.

Ya, memang sejak beberapa bulan ini, mungkin setengah tahunanlah, berlian gantengku mengutarakan wacana, keinginannya, untuk pindah jurusan. Jreeeeeng.........aku dan ayahnya sempat agak terkejut dan kaget, namun kami beruusaha tdk menunjukkannya ke matahari kami itu. Why? Namun lalu kuubah jd why not? Yg membuatku lebih enak, lebih santai, lebih positif dan siap menanyakan alasannya ke cintaku itu, karena sebelumnya kami berdua hanya menjawabnya dengan senyuman penuh kasih nan sok bijak. Sejak duluuuuu dia punya cita2 jadi arsitek, hehe....jurusan ayahnya tuh diterima juga dia dulu di Tehnik Arsitektur UGM yg tidak dipilihnya, mungkin karena tahu akupun tidak memilih UGM ku. Huhuy......GR stadium a lanjuuuuut. Dan jurusan keren itu pun dia dapatkan bersama 3 jurusan lain yang semua berbau tehnik di negara yang konon tehnik mania, kurang apa coba! Setelah kuliah sethun lebih dan prestasinya pun ok, dia juga terlihat menikmati, ini kuperhatikan saat aku sempat menemaninya di sana di sela2 tugasku yang lain yang harus kutunaikan di negara sekitarnya. Sambil ngrumpi tiap malam berdua, sambil menikmati mie ayam buatanku sendiri di saat salju deras di luar apartemen, sambil nyanyi bareng lagu2 jadul, lha kok sekarang minta pindah.

Hm.......dengan penuh cinta kami dengarkan alasan dia. Alhamdulillah Skypie yang selalu menghubungkan kami sungguh menolong, terimakasih tehnologi, terimakasih dunia, terimakasih semuanya. Yaaa.....cukup masuk akal kok alasannya setelah kami berusaha mengingatkan cita2nya, bahkan kami debat, kami tanting, namun tetap kami berikan kebebasan, dan dia tetap sangat yakin dengan keinginannya. Ternyata sebelum menyampaikan ke kami dia sudah survey, tanya sana sini, bahkan juga mencari universitas yang lebih pas untuk jurusan itu, dan tetep......mencari yang bisa menerima dia kuliah gretongan alias gak mau yang harus bayar. Hihi.....maknyak banget.

Akhirnya kami mengijinkan, lalu......oh.....ternyata dia harus mengundurkan diri dulu dari kampus lamanya, lalu apply di kampus baru, dan bisa saja tidak lolos wong nyari gratisan, yang keputusannya harus kami tunggu sebulan. Allahu Akbar......nikmat apa lagi yang aku dustakan? Dag dig dug kenikmatan bersujud tiap malam, uraian airmata pengharapan demi buah hati tercinta memenuhi hati kami berdua. Kami menyimpannya berdua saja selain kami tumpahkan ke Yang Maha Sgala. Bahkan mama, neneknya, pun tidak kami beritahu karena kami tidak ingin membuat nenek cantiknya itu was was karena cucunya 'nganggur' sementara dari kuliah menunggu hasil assesment uni barunya. Sambil menunggu, berlianku kerja di Amazon.com tempat kerja keren yang gajinya lebih besar dari tempat lain dan susah mendapatkan tempat di sana. Dan di situ dia tidak boleh part time, artinya saat dia mulai kuliah lagi ya harus keluar dari Amazon, cari kerja yang boleh part time, buat student, sambilan aja. Keren banget sih kamu cintaku.... hallah......tetep aja dipuji dibanggakan.

Kurang lebih seminggu dua minggu lalu dia memberi kami kabar gembira, dia diterima! 👍😄 Allah memang cinta banget sama kami. No doubt! Dan.........karena jurusan ini beda banget dengan Tehnik Arsitektur, maka dia dengan sukarela mulai lagi dari semester satu! Cintaaaa.......jadi bareng adek donk? Gpp ma, katanya sama sekali tidak ada keberatannya. 

Dan nama jurusan itu adalah....... WIRTSCHATFSINFORMATIK........ dhueeeeenk...... apaan lagi itu artinya to sayangkuuuu, tanyaku bloon waktu dulu dia sampaikan mau pindah itu. Ada yang sudah tahu? Yang belum tau, mau tahu aja apa mau tahu banget??? 😄😇😱😘

Minggu, 16 Maret 2014

Siapa Bilang Menunggu Itu Membosankan??


Kroncong St. Gambir

Duuh.....senengnya meski kali ini aku berangkat dengan kereta sore, pacarku tetep menyempatkan diri mengantarku ke stasiun. Kan jam kerja cintaaaa........seruku girang, seneng, huhuy....... si gantengku itu bela2in ijin sebentar. Makasih yaaaa......

Di perjalanan tumben2an dia stel lagu2 keroncong di radio. Waaaaa.......lagunya Bapak! Langsung  hikcs......berurai airmataku ingat Bapak alm yg memang hoby kroncong, nyanyi, ngeband....eh apa ya kalau kroncong itu namanya? Selain itu Bapak juga suka karawitan, seingatku waktu aku kecil ada satu set gamelan di pendopo rumah eyangku yang ditempati Oomku, paklikku, selain alat musik kroncong. Dan aku sering ikut melihat mereka latihan karawitan, waranggono, bagusnyaaaa....... Belum lama ini aku juga sempat ikut nabuh gamelan diajak, diminta oleh ibu2 Pura Rawamangun untuk bergabung dengan mereka karena mereka kekurangan penabuh gamelan. Cieeeee........ Sayang tidak kulanjutkan karena aku sok sibuk. 

.....tanah airku yang kaya raya dengan pemandangan alamnya.......

Mendengar potongan syair lagu kesukaan Bapak membuat hatiku berdesir gak karuan, seneng, kangen, sedih, haru, semua bercampur aduk di dadaku. Sambil rengeng2 ngikuti nyanyiannya aku tak kuasa menyembunyikan perasaanku. Bapaaaaak..........

Aku rela hanya di drop saja, lalu pacarku langsung kembali ke kantornya. Sudah sangat seneng aku diantar, ditemani sepanjang jalan ke stasiun, ngobrol, becanda mesra...hehehe....., bonusnya dengerin radio sambil ikutan nyanyi kroncong.

Kecepetan sampai stasiun, biasalah aku, setelah beli roti sisir kesukaanku untuk bekal di kereta, aku bosen maka langsung masuk peron ruang tunggu. Baru sekitar 20 menit duduk sambil baca2, wow......ada sebuah grup kroncong yang perform di panggung kecil menyanyikan lagunya Bapak tadi. Aku langsung pindah duduk di depan panggung, kereeeeen........pemainnya sudah sepuh2, tapi mainnya bagus banget, suaranya juga yahud, khas kroncong yang nyanyinya harus masuk di hitungan gaje gitu bikin aku salah2 waktu dulu kalau ikutan nyanyi. 😜

Indah tanah airku Indonesia Raya pujaan bangsaku.........




Aaaah........Bapaaak.........miss u.......lagu ituuuuu......😭😢😍😭

Yeey......beberapa calon penumpang menyumbangkan suara emas mereka. Beberapa lagu yang membuatku melow, mewek, sekaligus seneeeng........sudah berhasil mengisi waktuku nunggu kereta yang lamanya......DUA jam saja!

Jadi, siapa bilang menunggu itu membosankan? Hahaha.......dua jam menunggu ternyata sama sekali tidak membosankan. Masih kuuuraaaang.....iiih......kok keretaku datang sih?

....karna sedang membela negara yang terserang bahaya......do'a suci Juwita kuharapkan bersama.......

Aku harus segera naik ke lantai atas karena keretaku sudah datang. Setelah memasukkan selembar ke kotak biola, tepuk tangan komplimen buat bapak ibu yg rata2 sudah agak sepuh yang suaranya yahud itu, aku meninggalkan grup keren kroncong stasiun Gambir.

..meratap hati aku menangis ditinggal pergi......kekasihku......






Rabu, 12 Maret 2014

Gak Ranking Tetep Bisa Stunning....

Adik2 kelasku yg ganteng2....n stunning dund

Dear temans.....
Dua minggu ini adik kelasku, sedang libur semester. Berlianku juga donk, kan dia adik kelasku.....hahaha.......kali ini aku mau cerita tentang adik kelasku yang gak rangking, tapiiiii.......huhuy banget, dia tetep stunning. TOPS! Siapa cih diaaaa??? Hahaha tentu saja aku cuma mau cerita tentang berlian indahku. Norak ya?!!!

Dasar emang Dewi itu gt, norak! 😊

Kemarin, karena satu dan lain hal aku meliburkan diri dari berbagai jadwalku. Biar kek nyonyah besar........maunya sih nyepa, lhaaa.....ternyata gak bisa. Pagi2 ada tamu guanteng berseragam dateng ke rumah, janjian sama berlian gantengku mau ke SMA nya promosi kampus sing masing. Si ganteng berseragam ituuu.....waktu mau Ujian wawancara STAN aku sopiri, berdua berlianku mereka kuantarkan ke kampus kita tercinta. Saat kutanya, dia pengen banget masuk BC, dan tongkrongannya emang BC banget, keren, tinggi, tegap, gagah, n ganteng. 

"Insya Allah kamu masuk BC nak, pantes banget." Kataku waktu itu.
"Aaamiiin.....makasih tante, do'ain yaaa....saya pengen banget." Harapnya penuh semangat.
"Tapi......waktu kemarin tes kesehatan, kok ada senior BC yg kecil ya te." Tanyanya heran.
"Ooo.....iya itu kalo kecil berarti beliau punya kelebihan, kehebatan, makanya meski kecil bisa masuk BC." Jelasku ngawur tapi aku yakin bener. Hahaha........aku senyum sambil mbatin, pasti ini yg dimaksud adalah adik kelasku yg jiaaaan TOP, kecil sih fisiknya, tapiiiiii.....wasit nasional. Ck....ck...ck.......Oom Suko Wibowo.

Dan dia masuk BC meski meleset dari harapannya bisa D3, dia masuk D1 di Pontianak. Tetep terus kusemangati karena memang itu passionnya. Dia tinggalin UNJ tempatnya transit sesaat setelah lulus SMA sambil nunggu pengumuman akhir STAN.

Pulang dr SMA nya, berlianku cerita seperti biasa.......rumpies ma maknyak gaul.
"Ma....guru2 bangga deh sama kami semua. Tidak hanya diterima di PTN tapi sekaligus di STAN. Adik2 kelas jg pada kagum dan tanya2." Ceritanya penuh semangat.

"Kakak IPA ya? Mereka selalu nanya itu Ma. Pas kujawab IPS, mereka makin semangat dan kagum. Pasti kakak dulu selalu ranking ya.....hahaha kujawab seadanya kalo tidak. Waduh....mereka makin termotivasi. Apalagi pas mereka tahu aku selalu duduk di belakang, main, ngobrol, kadang malah tidur, dan guruku mengiyakan. Mereka yang seperti aku merasa punya harapan besar, bahwa tdk hanya yang rajin aja, yang selalu ranking aja, yang anak IPA aja, yang bisa masuk mana aja." Ceritanya tanpa jeda. 

Iya sih emang aku pernah ditegur gurunya karena berlianku suka banget duduk di belakang dan sering ngobrol sama temannya di kelas. Ya kuingetin gak boleh begitu, itu tdk menghormati guru namanya. Sakjane jg tdk mensyukuri anugerah otak cerdas, tapi nasihat yg terakhir sdh basi, sdh keseringan kusampaikan. Jadiii ya gak bakalan laku lg kalo aku ucapkan. Tp dia harus tahu kalo dia harus menghormati, menghargai orang lain termasuk gurunya yg sedang ngajar, bukan? Yah....kuharap ngobrolnya itu dlm rangka mengasah kecerdasannya juga. *ngarep* hahaha.....paling kecerdasan sosial sm temannya, lha sama gurunya kan gak cerdas kalo guru ngajar dicuekin, to?


Semoga dia menginspirasi byk anak lain. Sayangkuuuu........teriakku dalam diam namun tetep senyum manis. Uhuk......antara gemes juga bangga, aku gak heran karena dia itu bener selengekan, seenaknya, slordeg, tapi otaknya asliiii encer. Lha begitu aja tembus mana2, termasuk 2 beasiswa LN meski yg satunya gagal di ujian terakhir. Rajin dikiiiit aja biasanya dia langsung jawara. Sayang banget rajinnnya itu kok ya jarang mampir. Untung aja eh......apa rugi aja ya, dia punya ibu yg keren (haha) yg memberinya keleluasaan buat nyantaii....asal tanggungjawab dg dirinya, dg keluarga, juga dg sekitarnya.

Dia biasanya hanya akan mengusahakan secukupnya sesuai keperluannya, lalu dia akan melesat main band, futsal, atau menenggelamkan diri baca buku yg dia lg suka. Misal untuk sebuah keinginannya masuk ke sekolah tertentu atau syarat mendapatkan beasiswa tertentu diperlukan nilai 8, maka setelah dia yakin bakal dapat 8 koma sekian dia tidak lagi mengusahakan lebih meski jane sangaaat bisa. Stop! No belajar, kasihan yang lain ntar kejauhan. Haduuuuuh.........apaan coba?

Aaah......whatever cintaku, as long as u r happy n enjoy your sonhood. Hahaha......apaan itu sonhood?! 

Salam sonhood........

Dewi 
Jangan membenarkan yang biasa tapi biasakan yang benar
Sent from my iPad

Sabtu, 01 Maret 2014

Masinis


Akhir2 ini aku harus wira wiri Jakarta Solo sehubungan dengan amanah baru yang dipercayakan padaku. Aku dipercaya oleh sebuah partai politik untuk menjadi kandidat wakil rakyat yang jika terpilih akan duduk di Senayan, bekerja mewakili rakyat, menjadi anggota legislatif, membawa aspirasi rakyat untuk kuperjuangkan demi kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan negaraku Indonesia.


Untuk menghemat pengeluaran, menghemat ongkos politik yang kata banyak pihak sangat mahal, tanpa mengurangi banyak kenyamananku agar staminaku tetap terjaga, aku memilih moda angkutan kereta api. Angkutan umum yang ternyata cukup nyaman, cepat, murah, dan sekarang cukup mudah mulai dari cara mencari tiket, memesan, membayar, sampai naik keretanya. Hanya saja kenapa harus menukar lagi di stasiun ya? Kan bisa print aja dari kiriman PT. KAI lalu saat chek in divalidasi oleh petugasnya. Jadi kami para penumpang tidak perlu bolak balik ke stasiun, cukup saat mau berangkat saja.  Hehe.........ingin aku sampaikam komplimen ini ke dirut PT. KAI sekaligus usulanku.

Me N Dirut PT. KAI



Aku sangat tidak suka ngaret atau ngepas waktu dalam keperluan apapun. Lebih baik aku kepagian, kecepetan, daripada telat. Apalagi kereta, kan gak mungkin mau nunggu kalau akunya telat. Makanya ada pepatah, biar hitam tapi hitamnya kereta api, banyak yang menanti. Karena lebih sering aku naik kereta Argo pagi, maka aku memilih berangkat bareng pacarku ke kantor, aku di drop di stasiun, lalu dia terus ke kantor.

Sambil nunggu keretaku datang, aku biasa baca2, nulis, atau memperhatikan sekelilingku untuk lalu.....kutulis. Hahaha......teuteup!

Nunggu di luar peron, di dalam peron namun masih di lantai dua tempat nunggu penumpang, ataupun nunggu di lantai atas tempat kereta datang dan pergi, semua mengasyikkan. Ah......sungguh berbeda kondisi jaman dulu aku masih biasa naik kereta api dengan sekarang. Nunggu di manapun tetap menyenangkan. Lingkungan stasiun yang bersih, rapi, tertib, dan hanya calon penumpang saja yang bisa masuk membuat suasana stasiun teratur dan nyaman. Aku pernah menunggu di ketiga zona tersebut. Masing2 punya daya tarik tersendiri. Punya daya pikat tersendiri.

Lantai teratas, tempat kereta datang pergi, meski terkadang kursi basah atau kotor karena ruang terbuka, aku tetap suka berlama2 nunggu di sana. Memperhatikan kereta2 hilir mudik ternyata mengasyikkan. Selain rangkaian gerbong, ada juga lokomotif yang langsir, lewat sambil masinisnya melongokkan kepala dan sebagian badannya keluar jendela. Ah......masih sangat belia. Aku jadi ingat peristiwa kecelakaan Commuter Line, kereta Jabodetabek dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu yang mengakibatkan meninggalnya masinis dan teknisi kereta yang masih usia belia. Sedih banget aku mendengar berita itu. Sekarangpun aku masih mrinding saat menuliskannya. Anak baik, masih bersih, masih idealis, mereka memilih bertanggungjawab dengan mengorbankan diri mereka setelah memberi peringatan kepada penumpang padahal mereka bisa menyelamatkan diri. Konyol? Tidak bagiku. Mereka hanya anak polos, jujur, bersih. Semoga mereka bahagia di pelukanNya.

Aku jadi ingat pernah membaca kisah seorang anak di Jepang yang setiap hari duduk di depan jendela rumah neneknya dan selalu menunggu kereta lewat dekat rumah neneknya. Dia sangat senang jika kereta lewat tepat waktu. Dia kagum dengan masinisnya, yang selalu tepat waktu. Dan dia terobsesi, bercita2 ingin menjadi masinis saat besar nanti. Ingin mengantar penumpangnya tepat waktu ke tempat tujuan mereka. Betapa bahagianya jika dia bisa melakukan hal itu. Saat dia besar, cita2 itu terwujud. Dia menjadi seorang masinis. Dia sangat bangga dan menikmati profesinya itu.
Aku sangat berharap, putra putri Indonesia, anak2 bangsaku, generasi penerusku, nantinya juga akan seperti itu. Mempunyai obsesi, mimpi, cita2, yang dirangkai, diangankan, dimimpikan sejak masa kecil, yang lalu diwujudkan dan menjadi profesi kebanggaannya, serta dihargai, diapresiasi oleh orangtuanya, keluarganya, masyarakat, juga oleh negaranya. Apapun itu profesinya. Karena negara memerlukan semua profesi. Tidak ada profesi yang lebih hebat dari yang lainnya, demikian sebaliknya tidak ada yang hina. Semua profesi terhormat dan dibutuhkan.

Bayangkan jika setiap anak bangsa bekerja di bidang yang dia minati,  dengan hati, penuh dedikasi, maka aku sangat yakin negriku yang kaya raya dan penuh dengan anak2 hebat ini akan menjadi negara hebat, negara yang akan sangat diperhitungkan di dunia internasional. Negara kebanggaan, negara tempat anak cucuku berbakti, berkarya, mensyukuri anugerahNya, negara dimana anak bangsa menjadi tuan rumah di negri mereka sendiri.

Aaamiiiin.........😍🚊🌹

Selasa, 25 Februari 2014

Males Sekolah





Ada yang punya pengalaman anaknya males ke sekolah? Wow........hebat kalau tidak. Karena semua berlianku pernah males sekolah. Rutinitas memang kadang akan menimbulkan kebosanan yang membuat kita malas melakukannya. Namun sebaliknya, rutinitas juga akan menimbulkan rasa kangen, ketergantungan, maupun rasa kehilangan jika kemudian tidak lagi dilakukan. Jadi males bukan hanya milik anak-anak. Kita orang dewasa pun tidak terbebas dari kemalasan.

Nah......semua berlianku juga pernah males. Haha.....males sekolah misalnya. Biasanya terlihat jika saatnya siap2 dia masih belum beranjak untuk melakukannya. Masih main, masih baca, ndusel2 badanku sambil nguntit terus ke manapun aku bergerak, kadang masih mlungker kembali di tempat tidur. Senyam senyum dengan mata selalu mengikuti mataku berharap aku melihatnya dan mengerti,  bisa saja mereka pasang muka cemberut mulut mecucu masem tapi lucu bagiku, tapi juga tak jarang malah nangis.

Berlian2 gantengku biasanya dengan modus yang pertama, senyum2 nakal penuh arti, iseng, licik, cerdik, kelihatan banget mereka sedang mencari alasan kenapa hari itu males sekolah. Hihihi........dasar lucu! Aku pura2 gak tahu. Cuek. Sampai mereka sendiri yang bicara.

Aku memang memperbolehkan mereka tidak masuk sekolah, tetapi sangat tidak suka jika mereka tidak jujur. Sehingga mereka akan cerita dengan jujur bahwa mereka sedang malas, tidak ingin pergi ke sekolah hari itu. Tentu saja mereka harus mempunyai alasan mengapa tidak mau ke sekolah, mengapa males, dan mereka juga harus tahu resiko setiap perbuatan serta harus bertanggungjawab atasnya. Karena bagiku malas atau rajin ke sekolah bukan masalah biar pinter atau apa, tetapi masalah tanggungjawab akan sebuah tugas, kewajiban, yang saat itu bagi mereka ya sekolah adalah salah satunya.

"Maaa......mas hari ini gak sekolah yaaa......paling juga pelajarannya masih seperti kemarin2. Mas mau di rumah aja main sama Mama yang seru. Boleh yaaa......" demikian rajuk berlian gantengku yang waktu kecil sering banget tidak mau masuk sekolah karena bosen. Dia terlalu cepat mengetahui banyak hal sehingga merasa pelajaran sekolah itu2 saja. Padahal, dengan di rumah maka kemampuannya akan makin pesat karena begitu sukanya dia bertanya hal2 baru yang membuatnya curious. Kecepatannya itu sering membuat gemas guru2nya di setiap level untuk memasukkannya ke kelas unggulan maupun akselerasi. Tetapi aku menolak setelah tentu saja tetap mendengar pendapat gantengku itu. Ya, kecerdasan kognitifnya lebih baik kami imbangi dengan kecerdasan yang lain dengan aktif di berbagai kegiatan, organisasi, dan bergaul dengan anak2 lain berbagai kalangan yang membuat empatinya juga terasah. Dan tentu sajaaaa.......jangan sampai waktu bermain mereka terampas. Huhuy.......bermain adalah dunia mereka, masa kecil tidak akan terulang, bukan?

Hari itu Princess nangis gaje di pagi hari. "Mamaaa......adek capeeek.......:'( " berulang2 dia bilang gitu.
"Ok.....adek capek, lalu gimana sayang? Mau dipijitin?" tanyaku pura2 gak tahu, hehehe......males dia.
"Adek itu capeeeek Mamaaa............huuu....." tangisnya menjadi karena aku tidak merespon sesuai kemauannya. Hihihi........
"Iyaaaa.....Mama sudah dengar adek bilang capek. Lalu?" aku masih pura2 bodoh meski sebenarnya aku tahu maunya apa.
"Adek hari ini males sekolah!" tiba2 dia berteriak tegas tanpa tangisan sama sekali, malahan ada senyum indah di bibir cantiknya.
"Tapi adek ngomong apa donk kalau besok pada nanyaaaaa.......?" kembali dia merajuk karena rupanya dia belum punya alasan tepat menurutnya.
"Kalo adek bilang sakit kan bohong, adek gak mau bohong. Aaaaah.......apa donk, kalo gak nemu adek mau sekolah aja." aku kaget dan menoleh ke arah wajah cantik kebingungan itu.
"Tapiiiiiii.......adek males, gak mau sekolaaaaah! Ah, biarin, besok adek jujur aja bilang capek karena kemarin2 ke rumah sepupuku, trus semalam terlalu asyik main sama mas2, jadi aku pagi kecapekan. Biariiiiin.....kalo teman2 bilang adek males, kebanyakan main, gak ingat malam sekolah." dia memutuskan untuk jujur, cerita apa adanya dan siap menanggung resikonya. 

Kupeluk dia bangga, karena dia sudah berjiwa besar, karena dia berani memutuskan sekaligus menanggung resiko atas keputusannya, dan tentu saja karena dia memilih jujur meski bisa saja dia berbohong. Hari itu kami berdua menikmati kemalesannya karena aku juga memutuskan untuk males ke mana2, memilih berudaan dengan princess cantik yang lagi males sekolah.



Jumat, 07 Februari 2014

How come a junior high ..........

Ganteng SMP ku
Sudah tahu kan kalau berlianku jarang kenal dengan les2an, apalagi les supaya nilai rapot/pelajaran moncer, gak banget deh. Biasanya mereka les atau kursus sehubungan dengan hoby atau kesukaan atau memang ada tujuan tertentu. Misalnya les nari karena memang princess suka banget nari, dan memang berbakat juga, lalu berlian pertamaku ingin les gitar karena ingin bisa main gitar seperti adeknya yang otodidak seperti ayahnya pinter main gitar tanpa kursus, lalu les baca Al Qur'an yang benar karena maknyak gak pinter jadi gak bisa ngajari, les renang yang memang diperlukan untuk survival, dll. Jadi tidak ada satupun les yang tujuannya membuat mereka mempunyai nilai akademis di sekolah yang wah.....cetar membahana gegap gempita yang bikin orangtuanya norak kek aku. Hehehe......

Nah.....ternyata mereka juga pengen les bahasa sesuai minat mereka. Ehem.....sakjane ini hasil komporan mama papanya sih, bahwa menguasai bahasa lain adalah sebuah keuntungan karena jadi bisa berkomunikasi dengan bangsa lain. Kami memprediksi mereka nanti akan bergaul secara global, jadi ya mau gak mau harus bisa berbahasa asing paling tidak bahasa internasional, English. Tapi.....bukan biar nilai pelajaran bahasa Inggris mereka keren lho ya. Suer.....sama sekali bukan karena itu.

Kembali sesuai minat, ternyata berlian sulung milih belajar bahasa Jerman, yang kedua bahasa perancis. Ya sudahlah tidak jadi soal. Toh kemampuan English mereka juga tidak buruk. Berlian ketigaku malah minat belajar dan mau les bahasa Inggris. Ok, aku sarankan sekalian tempat les yang sudah terstandar saja seperti LIA supaya dia tidak hanya bisa berkomunikasi dengan oral, berbicara, namun juga bisa menulis, membaca, dan juga menguasai grammar yang benar. Lalu dia ikut  placement test, dan langsung mendapat level tertinggi yang ada di LIA cabang itu. Ehem.......sebentar saja dia sudah lulus level 12 dan harus ikut placement test lagi untuk tahap berikutnya.

Ok, dia masih mau lanjut jadi kupersilahkan ikut test. Sepulang dari test dia ngadu, curhat, "Ma, kok yang test anak2 SMA semua ya, aku sendiri yang SMP."

'Ooh....trus gimana mas, bisa gak?' tanyaku balik.

"Guampang aja pake banget sih Ma." Jawabnya tanpa ada kesan sombong atau meremehkan. Berarti memang gampang baginya. Alhamdulillah.......

Waktu berlalu.....saat pengumuman aku telp LIA menanyakan hasilnya untuk menentukan hari dan biaya yang harus kubayarkan. Ternyata dia masuk Intermediate 3. Ok.....besoknya dia bayar lunas dengan discount 10%, hehehe......daripada nyicil aku kadang lupa dan kena denda ya aku milih lunas dengan discount, lebih untung menurutku. Dasar! Tetep aja ngitung untung rugi, lebih kurang, mahal murah, dll yang mana yg ekonomis tapi tetep efektif dan nilai uang yang kukeluarkan lebih optimal, ituuu namanya hemat, bijak. Haha......hemat gak mesti uang yang dikeluarkan lebih sedikit lho ya........

Nah.....singkat cerita dia kupindahkan ke LIA dekat rumah karena level ini ada, sementara level yg lama terlalu tinggi untuk LIA dekat rumah makanya dia terpaksa agak jauh lesnya. Untung cuma sekali seminggu, itupun sebentar karena sdh selesai kelompok level tsb. Hari les pertama baginya pun tiba. Ya, dia telat masuk ke level ini karena sudah berjalan. Sudahlah anak baru, pake telat pula sampai ruang lesnya. Ahaaa.......gantengku pastinya langsung bercerita ke aku sesampainya dia di surga dunia kami, di rumah.

"Maa.....td telat, trus langsung disuruh kenalin diri. Masa mereka heran Ma pas aku bilang aku sekolahnya SMP. Karena mereka paling muda SMA, yang lain sudah kuliah." lagi2 dia cerita tanpa nada sombong atau meremehkan teman sekelasnya, dia heran saja kenapa dia paling unyu di kelas.

"Trus Ma.....gurunya juga nanya; How come  a junior high student get in this class?"

'Mas bilang apa donk pinter?' tanyaku ikut penasaran.

"Yaaa....aku bilang aja I passed the test."

Hahaha................

Minggu, 26 Januari 2014

Matching......


Hmm....lagi pengen cerita lagi, tentang berlian2ku tentunya. Hehehe.....

Berlian2ku itu beda2 kesukaan, beda2 sifat, beda2 treatment yang harus kuterapkan tentunya. Ada berlianku yang rapi jali bahkan terlihat sejak dia bayi, hahaha......ya, saat bayi dia tuh rewel jika hendak pipis dan makin rewel setelah kuyup. Lalu menjadi tenang jika aku sudah membersihkan, waslap, bedaki, ganti popok bersih wangi. Lelap lagi dia dengan sunggingan senyum di bibir gantengnya itu. Tapi ada juga yang cueks banget meski dia pipis bahkan bab, tetep angler.......tidurnya bagaikan bayi. Lho?? Emang dia bayi. Itu terbawa sampai dia anak-anak, remaja, dan sampai sekarang. 

Si rapi jali saat anak-anak setiap selesai mandi sore akan berbaju komplit ikat pinggang, sepatu, dan topi, lalu tas punggung kecil hasil karyaku yang diisi saputangan handuk kecil untuk lap keringatnya, celana ganti, dan minuman akan dia gendong ke mana2 saat dia main. Dan itu bertahan rapi hingga malam. Sedangkan si cuek, jika sudah mandi sore, rapi jali, ganteng, harum, maka gak sampai lima menit kemudian sudah amburadul, keringetan sana sini, baju berantakan, dan pulang dengan sepeda roda duanya yg akan dia luncurkan saat dia sudah turun sehingga sepeda itu mendarat sendiri nyusruk apa aja di depannya. 

Sampai sekarang masih seperti itu, si rapi tetep suka rapi dan teratur. Si cuek demikian juga, tetep berantakan asal nutup aurat. Pernah saat SMP gurunya si berlian cuek dengan hati2 menegurku; "Maaf ya Bu, maaaf banget kalau saya meminta agar putra ibu bisa ke sekolah dengan baju yang lebih rapi. Mungkin ibu terlalu repot sehingga terlewat bahwa putra ibu baju seragamnya sobek." Hahaha......lalu kubilang ke ibu guru baik hati itu; "Ibu silahkan datang ke rumah saya dan akan saya tunjukkan tumpukan celana panjang biru dia yg masih baru karena tidak dia sentuh. Ada 3-4 celana biru dan baju putih baru Bu." Akhirnya beliau mengerti begitulah murid kesayangannya si ketua OSIS cuek itu.

Si cantikku beda lagi. Dia emang cewek tulen. Terkadang rela tidak nyaman demi penampilan kece, cantik, menarik. Hallaaah.......usia juga baru berapa, sudah mikirin penampilan. Entah siapa yg dilihat yang ditiru. Suatu hari sehabis mandi tumben2an dia minta aku yang milihin bajunya. Karena aku sedang repot, maka kusarankan agar dia memakai celana dalam dan singletnya terlebih dahulu sambil menungguku menyiapkan bajunya agar dia tidak kedinginan.

"Lho? Kok adek masih belum pakai singletnya?" tanyaku heran.

'Nunggu Mama pilihin baju.' jawabnya kalem sambil masih meringkuk di balik handuknya.

"Kan Mama sudah bilang, pakai saja dulu singlet dan celana dalamnya. Adek bisa ambil sendiri kan cantiiik?" 

'Iya Mama.....adek akan ambil sendiri. Tapi adek harus tahu dulu baju apa yang akan Mama pilihin, biar adek bisa cari singlet dan celana dalam yang matcing sama bajunya.'

Gubraaaaaggggggg....................

Sabtu, 18 Januari 2014

Karena Mereka Sudah Tua

Rambut putih atau uban umumnya dimiliki oleh mereka yang sudah berumur ...
Seperti biasa....aku mau cerita tentang princess kecilku lagi, gadis tercantik sedunia (kataku) yang jendil, lucu, pinter (kataku lagi), dan ceriwis bukan main. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi, dia tidak pernah diam. Baik gerakan fisiknya maupun ceriwis mulutnya seolah menjadi penanda bahwa dia ada di sekitarku. Saking tidak bisa diam, terkadang pada saat dia sedang makan minum pun dia hentikan sejenak aktifitas mulutnya itu untuk mengatakan sesuatu yang tidak sabar ingin dia utarakan. Jika aku tegur agar dia telan dulu selesaikan dulu makanan atau minumannya baru dia boleh berbicara, maka dia dengan gesitnya menjawab; 

"Mama.......adek sudah gak tahan untuk ngomong karena dia sudah loncat2an di otak adek minta diomongin."

Walaaaah........ya sudah aku hanya bisa memintanya agar hati hati karena bisa saja dia tersedak, keselek bahasa sononya, hahaha..... Begitulah dia, tidak pernah kehabisan ide dan bahan untuk berceloteh sepanjang hari. Informasi yang dia terima selalu membuatnya berpikir, menganalisanya, lalu dia keluarkan postulat berdasar hasil pemikirannya yang lucu namun seringkali di luar dugaan kami. Ya......kenyataan bahwa yang dia sampaikan benar meski menohok.

Salah satu kesukaannya akhir2 ini saat ayahnya pulang adalah......memeriksa rambut ayahnya apakah ada uban atau tidak. Lalu dia sibuuuk serius menekuni tiap mili permukaan kulit kepala ayahnya. Dia akan makin serius namun girang karena upaya pencariannya membuahkan hasil jika dia menemukan sehelai dua helai rambut putih ayahnya. Rambut ayahnya yang tebal cukup menyulitkannya mencari uban yang memang baru beberapa helai singgah di sana. Hampir setiap ada kesempatan dia akan menawarkan kepada ayahnya untuk diurusi, apakah itu dicari ubannya, dibersihkan kulit kepalanya, atau kadang dia membersihkan muka ayahnya, facial. Hahaha........dasar anak gadis lucu.

Suatu malam aku iseng, pengen aja gangguin dia.

"Dek.....setiap hari kok Papa yg diurusi? Sesekali Mama kek." rajukku manja. Sejenak dia hentikan kegiatannya dan menengok ke arahku sambil menghela nafas panjang, sok tua.

"Mama......memangnya Mama mau diurusin apanya? Muka Mama itu bersih, gak ada jerawatnya, kotorannya. Rambut Mama juga bersih gak ada kotorannya. Apanya yang adek urusi. Kalo Papa kan sering kotor, kasihan Ma karena Papa sering naik kereta.

"Yaa.....Mama juga dicari ubannya, ada apa tidak." aku tetep menuntut dengan makin manja nadanya. Eh....si cantik malah nengok dengan kaget, menghentikan kegiatan asyiknya, dan marah sama aku. Hikcs.....

"Mama......Mama itu gak mungkin ada ubannya. Mama kan perempuan, mana mungkin kan ada ubannya. Kalo Papa memang ada, kadang banyak." waduuuh.......dia sampai kacak pinggang yang membuatku ingin cium keteknya yang ledis itu. Mas2nya.....tentu saja gemes banget pengen ciumin bibir monyong dan mata melotot itu.

"Tapi dek......teman2 Mama aja sudah ada kok yang banyak ubannya. Mereka juga perempuan kayak Mama." aku teteeeep ngeyel, ingin tahu dia si tukang debat, tukang ngeyel ini kalo dieyelin kayak apa. Hihihi........

"Ya pasti aja teman Mama ada ubannya, karena mereka sudah tua. Mama kan masih muda."

Dhueeeeeenk.........................


Rabu, 15 Januari 2014

Menjadi Pintar Tidak Harus Mahal


Seringkali orang yang melihat kemampuan berlian2ku mengira mereka bisa ini itu karena aku dan pacarku berduit, mampu memberi fasilitas mahal, sekolah mahal, kursus mahal, dan berbagai alat bantu belajar mahal di rumah kami. Mmm.....bener gak sih? Ah, bisa benar bisa juga tidak. 

Mempunyai seorang ibu yang dengan suka rela memilih fokus mengasuh mereka dibanding karir sebagai Fungsional Pemeriksa Pajak di jaman DJP belum modern, mendapatkan ASI eksklusif yang diteruskan full sampai usia mereka 2 tahun tanpa susu kaleng  dan mereka minum langsung dalam dekapan mesra penuh cinta dari maknyak gak pake botol yang diisi ASI hasil peras2 dan dibekukan, melalui semua hal bebas bertanya dan berkreasi dengan mama tercintrong sepanjang hari setiap hari, ehem.....mungkin bisa dibilang fasilitas mahal ya? Uhuk........muji diri sendiri ah.....hahaha......ssstttt......jangan marah donk, itu kan kataku sendiri. Kalian juga bebas kok berpendapat, bahkan jika bertolak belakang dengan pendapatku. :D

Misal nih, saat mereka lihat berlian2ku bisa baca saat usia masih uprit banget, maka mereka akan tanya, les di mana, kursus apa, bimbelnya yang mana, toddler di mana? Hadeeeh.......padahal nama todller kerennya itu adalah DEWI, dan gak pake cara2 bimbel atau kursus, hanya dengan memberi contoh, memotivasi, yaa.....intinya pamer ke berlian2ku tentang enaknya bisa baca. Dan mereka sendiri yang akan sangat minat baca. Sudah baca http://mama-ibuindonesia.blogspot.com/2013/03/ceka-ceki-ceka.html ? Begitulah mereka pengen belajar baca dan lalu pinter baca di usia unyu tanpa paksaan atau les2an segala.

Demikian juga saat mereka bisa berbahasa asing. Iya sih jika ada kebutuhan ya lalu mereka les, bener. Tapi.....tidak semuanya begitu. Tergantung juga dengan kemampuan keuangan kami, waktu yang mereka punya karena aku sangat tidak suka berlian2ku menjadi sangat sibuk sampai kehabisan waktu bermain mereka. TIDAAAAAK........mereka tetap harus tumbuh sebagai anak2 normal yang suka dan banyak bermain. Miris jika aku mendengar teman bercerita tentang anaknya yang pergi pagi banget dan sampai rumah jam 7 malam, karena selain sekolah dia harus bimbel dan kursus ini itu. Setiap hari harus gendong backpack berisi buku2 tebal dan laptop. Sementara berlian2ku bahkan kutolak saat ditawarkan masuk RSBI, program akselerasi, dan program2 'istimewa' lain yang menurutku.......menurutku lho ya......menurut orang lain ya bebas....sekali lagi menurutku akan membuat berlian2ku terkurangi waktu bermainnya, mereka akan kehilangan masa tumbuh kembang normalnya. Karena bagiku akademis adalah hal mudah, dan bukan segalanya. Akademis hanyalah bagian kecil dari proses pendidikan. Akademis memang bisa dibuat akselerasi, dicepetin, disengkakne kalo bahasa Londonya, tapi dalam tumbuh kembang anak itu ada hal tertentu yang matang seiring waktu. Gak bisa dipaksa cepet. Aku lebih seneng mereka juga mengembangkan pribadi mereka, kecerdasan sosial mereka, emosi, tepo sliro, kreatifitas, dll selain akademis.

Sekali lagi.......itu menurutku. Hahaha.................sak karepe dhewe!

Berlian2ku juga suka belajar bahasa asing. Masing2 punya selera sendiri bahasa apa yang ingin mereka kuasai. Sulungku karena memang minat kuliah ke Jerman ya otomatis belajar bahasa Jerman dan harus bersertifikat sebagai salah satu syarat administrasi mendaftar dan tes masuknya. Entah karena bisa bahasanya atau memang pinter, clegux.....maka ada 4 Universitas keren di sana yang menerimanya. Hehehe.....maaf ya ganteng, kalo mama norak! Salah satunya di Achen, tempat Habibie menimba ilmu. Yang nomer 2 bahasa Perancis, lalu yang krucil2 baru English aja karena bacaan atau film atau berbagai tutorial in English aja yang mereka ingin bisa mengikutinya.

Rupanya mereka tidak puas. Terprovokasi ayahnya yang sedang kursus bahasa Jepang dengan pengantar English, mereka pun juga ingin menambah kemampuan bahasa asing mereka. Ganteng sulung yang sudah mendahului ayahnya sempat diskusi dan minta saran kami bahasa apa yang sebaiknya dia pelajari, Perancis, Itali, Spanyol, atau Rusia, atau apaaa??? Hahaha bingung milih dia. Dia belajar bahasa asing lainnya dengan perantara bahasa Inggris. Lalu berlian ganteng nomer 2 kami milih bahasa Italia dengan pengantar bahasa Perancis. Krucil2 dua yang unyu2......memilih mendengarkan ayahnya dan mas2nya ngomong dengan bahasa masing2 lalu mereka nebak dalam bahasa Inggris.

Duuuh.......berapa biaya kursus2 itu ya? Iiiih.....wajar aja pinter wong fasilitas lengkap, biaya mahal. Hehehe........semuanya gretong lho. Gratuit! Gratiiiiis..... Gak pake bayar sama sekali kecuali internet bulanan di rumah yang murah juga buat sekeluarga. Karena kursusnya via internet. Di Open Culture. Linknya.....  http://www.openculture.com

Ahaaa.........menjadi pintar tidak harus mahal kan?????

Jumat, 03 Januari 2014

Tanda Bibir


Menjelang pergantian tahun memang anak sekolah libur. Demikian juga berlian2ku termasuk princess. Mereka libur selama dua minggu. Mereka umprek2an, main bareng, teriak2 bareng, nyanyi bareng, nonton Simba bareng, baca bareng, main barbie bareng, main bola bareng, pokoke serrruuuu...... Sampai2 si cantikku yang sudah janjian nginep bareng sama sepupunya yang seumur dan sama2 perempuan yang sama2 sudah sangat saling rindu, jadi ragu untuk pergi. Dia masih sangat menikmati kebersamaan dengan mas2nya.

Maka sepupunya, si cantik ponakanku itu.......manyun! Sebel! Sampai merayu2nya agar mau nginep bareng seperti biasa jika mereka libur.

Laluu.......soulmate dia yg lain, neneknya, menjemput ngajak si princess nginep sama sepupunya. Yaa jadilah mereka berempat cewek2, gadis2 cantik kami itu nginep bareng. Karena tante dan Oomnya dari Belanda juga berencana datang maka mereka pun senang sekali karena seperti biasa dari airport tengah malam setelah terbang seharian mau langsung istirahat maka diajak nginep di hotel yang sudah dipesan jauh hari oleh tantenya itu. Mereka berempat tiga cucu cantik mungil dan neneknya sekamar. 

Yang jadi masalah.....sepeninggal adik cantiknya, rumah jadi sepi. Mas2nya hanya main berdua, tanpa ada yang bisa mereka ciumi, gangguin, mereka ajak main bola, pun tidak ada yg merengek minta ditemani main barbie. Mas2 kesepian tanpa princess kami. "Kalo lewat rumah barbie gak lihat si rambut kriwil panjang duduk sambil ceriwis di depannya kok aneh ya Ma." mas2nya curhat ke aku. Aku hanya senyum sambil bangga dan seneng karena mereka akrab saling sayang saling membutuhkan.

Aku dan ayahnya yang harus rela bercapek2 mondar mandir nengokin mama, adik2, dan bidadari2 itu ke daerah tangerang sana. Seperti biasa, berlian2 ganteng males ikut. Mereka lebih suka main di rumah berduaan meski setiap kami pulang mereka menyambut sambil mencari2 adiknya di jok belakang. Dan.....mereka akan kecewa berat karena adiknya gak ada. Hahaha....................

Kemudian saat kami pulang dan adiknya ada bersama kami, mereka berdua menyambut adiknya bagaikan fans yang menyambut idolanya. Mereka teriak2 kesenengan sambil mengucapkan "tanda bibir dek......tanda bibir......mas minta tanda bibirnyaaaa......." Tentu saja aku dan ayahnya heran dan tidak mengerti apa maksud mereka. Mereka cekikikan senang karena kami tidak mengerti bahasa mereka. Tapi akhirnya mereka jelaskan bahwa kalo ketemu idola kan orang minta tanda tangan, kalo kami ketemu adek ya minta tanda bibir alias CIUM.

Gubraaaaagggg...............................

Jumat, 27 Desember 2013

Liburan....Di Surga Dunia

Saat ini hampir semua anak sekolah sedang libur. Setelah menerima rapot, sekaligus bersamaan dengan perayaan hari besar umat Kristiani, Natal, dan tahun baru Masehi. Pantes saja saat aku naik kereta ke Semarang untuk menghadiri rapat banyak orang kesulitan mendapatkan tiket. Kalaupun ada tinggal yang mahal. Beruntung aku selalu siap dengan memesan tiket PP jauh hari sebelumnya agar ada kepastian mendapat tiket sekaligus bisa memperoleh harga murah. Haha......harga selalu aku perhitungkan selain kenyamanan. Jika bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah untuk kenyamanan yang sama, kenapa tidak? 

Berlian2ku pun sekarang sedang libur. Empat2nya. Yang satu Alhamdulillah pulang ke keluarga di Jerman juga kotanya berdekatan dengan kota  tempat tinggal berlianku yg sangat baik, keluarga campuran Indonesia Jerman yg memperlakukan dia layaknya anak. Lumayanlah hemat ongkos dibanding dia pulang ke tante2nya di Belanda atau Belgia. Hehe....bukan itu juga sih, karena dia berencana bekerja full time selama liburan  Natal. Jadi sebisa mungkin ya tetep di sekitar kotanya saja.

Yang tiga lagi? Ya di rumah sahaja seperti biasa. Sejak kecil, berlian2ku biasa menghabiskan liburan di rumah. Bermain bersama, masak bersama, bersih2 rumah bersama, main musik nyanyi teriak2 bersama, maupun kegiatan lain yang kami lakukan di rumah bersama2 dengan hebohnya. Jika kami pergi biasanya sudah kami rencanakan jauh hari sehingga kami bisa menabung sebelumnya. Atau hanya jalan sekitar kota saat kami dinas di daerah, ke pantai atau tempat lain yang murah meriah bahkan gratis. Makanan biasanya kami bawa dari rumah sehingga tidak perlu jajan. Berlian2ku bukan anak mall. Mereka tidak akan ke mall kecuali ada keperluan. Nah.....itu sama kek maknyak. Aku bukan type ibu2 yg suka ngemall. Oleh karenanya mall bukanlah pilihan kami untuk mengisi liburan. Rumah.....itulah tempat favorit kami. Karena bagi kami rumahku adalah surga duniaku.

Selamat berlibur.......😍😄😎👍💗

Kamis, 26 Desember 2013

Rise Of Nations

Bermain adalah kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan mempraktekan, kemampuan pengembangan rasa, intelektual, sosial, dan keterampilan sosial. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain akan menghasilkan proses belajar.

Game......jaman sekarang ini kok sepertinya permaninan anak2 bukan lagi permainan yang mengasah motorik kasar, motorik halus, kreatifitas mengeluarkan ide, sosialisasi, kerjasama, menyelesaikan masalah, dan kemampuan lain yang seharusnya terasah pada saat anak bermain. 

Permainan yang berbasis tehnologi, berbasis maya, baik yang terhubung melalui internet (on line) maupun tidak (off line) menjadi favorit hampir semua anak. Orang dewasa juga tidak sedikit yang menyukai bahkan kecanduan permainan yang hanya mengandalkan jempol dan mata ini. Sedihnya anak batita pun sudah dikenalkan dengan permainan miskin kesertaan motorik dan sosialisasi yang tentu saja akan mnyebabkan tidak harmonisnya tumbuh kembang mereka.

Aku lebih memilih pasir, kardus bekas, kertas2 bekas tak terpakai, balok, lilin atau tanah liat, serta permainan sederhana lainnya untuk berlian2ku sejak kecil. Aku menyediakan sekarung pasir yang sudah kucuci bersih lalu dijemur untuk mereka mainkan. Setelah selesai maka pasir itu akan kumasukkan karung kembali agar tetap bersih. Kertas bekas akan kami hancurkan lalu kami buat kertas baru atau kami bentuk menjadi mainan sesuka kami. Kardus bekas dll akan kami gunting tempel lipat cat atau apapun untuk bahan kreativitas mereka. Demikian juga lilin dan balok. Lalu boneka, mobil2an, binatang dan pohon dari plastik maupun kayu menjadi teman mereka berfantasi, bermain, menjadi cerita seru maupun cerita meloow karangan mereka sendiri maupun terinspirasi dari buku2 bacaan mereka.




Baru setelah mereka cukup besar, mereka tertarik bermain permainan 'maya', tehnologi, dengan media komputer, HP, maupun gadget lainnya. Dan Rise Of Nation adalah salah satu permainan favorit berlian2 gantengku. Mereka minta kabel panjang yang ternyata mereka gunakan untuk menyambung (link) 2 PC yang ada di rumah sehingga mereka bisa bermain bersama entah itu bermusuhan maupun bekerja sama.


Rise of Nations adalah sebuah permainan komputer berjenis real-time strategy yang dikembangkan oleh Big Huge Games dan diterbitkan oleh Microsoft pada 20 Mei 2003. Rise of Nations menampilkan 18 bangsa yang dapat dimainkan selama 8 zaman sejarah dunia. Pada 28 April 2004, Big Huge Games merilis Rise of Nations: Thrones and Patriots, seri ekspansi dari permainan ini. Tahun berikutnya, edisi emas permainan ini yang memuat edisi awal dan seri ekspansinya diterbitkan.

Permainan berfokus kepada pembuatan keseimbangan antara menyerang, bertahan, dan ekonomi bangsa. Dalam setiap pertempuran, ekonomi adalah hal inti untuk menang. Perlu diketahui juga jika suatu bangsa kehilangan seluruh kotanya, bangsa tersebut telah kalah dalam pertempuran. Keahlian militer juga dibutuhkan di permainan ini seperti kebanyakan permainan lainnya. Termasuk juga pengaturan dan pertimbangan pasukan (sebagai contoh, kavaleri dapat lebih mudah dibunuh dengan menggunakan Pikemen daripada Cannon). Unit "Jendral" juga dapat dibuat dari benteng untuk membantu tentara dalam jangkauan tertentu.

Lima taktik formasi tersedia, termasuk kemampuan untuk mengecilkan atau memperluas garis pertempuran. Saat sebuah taktik formasi dipilih, unit yang terkait secara otomatis mengubah posisi mereka secara berurut, tipe unit yang cepat di depan unit yang lebih lambat, sehingga unit yang berada di samping rentan diserang.
Dengan cara yang mirip seperti catur, sedikit kesalahan strategi di awal permainan dapat menjadi masalah besar nantinya. Contohnya, jika pemain memulai dengan pengaturan nomaden (di mana tidak ada kota saat permulaan) adalah hal yang bijak untuk mencari wilayah yang memiliki sumber daya yang memadai sebelum membangun sebuah kota, karena tanpa sumber daya tidak ada tentara dan pemain akan kalah.

Asyik sekali mereka bermain, kadang mereka bermusuhan, sering mereka berteman lalu bersatu melawan komputer. Ayahnya juga ikut dalam permainan jika sedang memungkinkan. Dalam permainan ini berlianku belajar "MEMBANGUN NEGARA". Mereka harus tepat apakah membangun pendidikan, ekonomi, ataukah militer yang diutamakan atau didahulukan. Suka sekali aku jika mendengar mereka berdiskusi tentang bagaimana mereka harus merintis, membangun, juga mempertahankan 'negara'nya.

Permainan yang sangat bagus, bukan? Bukan permainan yang berantem berdarah2, atau yang bersaing tanpa tujuan, juga bukan permainan yang merusak karena menyebabkan anak kecanduan.

Jadi......sudahkah kita ajak anak memilih permainan baik alat maupun jenis permainannya agar mendukung tumbuh kembang mereka??

Be wise....................Children are our future........




 

Senin, 25 November 2013

Nasi Pecel

Maaf lama gak berbagi cerita. Bertambahnya amanah membuatku harus makin pandai membagi waktu, pikiran, tenaga, dan perasaan. Ahaay.....guaya juga ya aku. Clegux deh. Sok banget, maaf yaa kalo belagu......hehe....gak kok. Aku masih seperti yg dulu, hanya masih bego ngatur waktu.

Pagi ini aku ingin berbagi cerita tentang berlian gantengku yang juga adik kelasku. Hehehe.....kok dia lagi sih Dew? Ya maaflah, kan karena nowadays yang lagi hot2nya berbagi cerita, curhat, ngerumpi sama maknyak ya dia. Meski adik2nya juga sih seperti biasa. Jadi kenapa gak cerita adik2nya? Atau masnya? Hahaha.....sabar yaa......nanti juga cerita kok. Tenang aja, akan buanyaaaak cerita lain yang menyusul.

Tahu donk kalau dia tuh nglajo, pulang pergi dari rumah ke kampusnya di Bintaro yang sebenarnya lumejen gitu jauhnya. Tapi berkat si CL maka berlianku menikmati saja rutinitasnya itu. Jika mulai kuliah jam 8 pagi, maka dia akan berangkat jam 6 bareng ayahnya sampai stasiun Manggarai, lalu mereka misah ke tujuan masing2. Tapiii....jika kuliahnya agak siang, dia tetep berangkat pagi. Hanya saja dia bisa lebih santai memilih kereta yang mana sesukanya karena tidak diburu waktu. Sampai kampus terlalu awal dia akan i'tikaf di MBM (haha....jadi anak alim, katanya) atau ke kostan temannya. Sebenarnya dia sangat ingin menunggu waktu dengan ikut masuk kuliah di kelas lain, tetapi dia khawatir tidak diijinkan. "Coba ajalah sayang, bilang ke dosennya kalau mau yakin. Ya kalau ditolak gpp keluar lagi, setidaknya sudah coba." saranku.

Meski tidak kost, dia juga mengalami dinamika anak kost. Maklum, selain main ke kostan temannya saat kepagian datang, dia juga sesekali nginep jika ada yang penting misalnya apel sangat pagi sementara dia sedang kecapekan. Kalau nginep, kubekali dia dengan makanan tambahan buat teman2 kostnya. Semalam kami berencana beli makanan di depan kompleks, dibungkus untuk dimakan di rumah. Hehe....sekali-kali jajan, namun kami memang lebih suka menikmatinya di rumah sambil ngapain aja sesuka kami bersama. Saat menentukan siapa mau apa, berlian gantengku nyeletuk; "Kalo di kost ma, kadang ada yang harus irit, hemat, jadi bisa gak makan atau makan nasi pecel sama bakwan aja."

'Lalu gimana mas?' tanyaku ingin tahu seperti apa berlianku menyikapinya.
"Ya aku tawari dia untuk kubeliin kalo yang gak makan, atau yang uangnya cekak kutambah uangnya biar jangan cuma nasi pecel sama bakwan. Kalo yang gak makan sih mau kubelikan, tapi seringnya mereka mau yang murah aja, yang cuma nasi pecel juga gak mau kutambah. Jadi ya biasanya aku ikutan saja mereka, jadinya makan nasi pecel sama bakwan kami semuanya. Enak juga lho Ma."
'Wow.....mama bangga banget sama sayang mama lho. Sikap ini menunjukkan kalau cinta mama memang berlian. Jempol buanyaaak banget.' kataku senang penuh haru campur super bangga.
"Yaa...kan aku pulang pergi, uangku lebih banyaklah sedikit dari mereka yang kost. Meski kadang jadi harus ikut hemat juga karena kan aku harus sisain uang buat bayar parkir motor di stasiun dekat rumah."

Mongkog bangeeeeets deh rasanya sebagai ibu mengetahui berlianku seperti itu. Gak keren ya? Hihihi......itulah aku. Bangga lebay gak jelas untuk hal2 sepele, sederhana, cemen, gak keren, akan apa yg dilakukan berlian2ku. Aku selalu menghargai hal baik yang mereka lakukan seolah mereka sudah mencapai prestasi tingkat dunia. Hahaha...............maknyak lebay.

Hidup nasi pecel!!

Kamis, 07 November 2013

REUNI AKBAR 10 NOVEMBER 2013


Yeey.....akhirnya kita akan kongres lagi untuk memilih Ikanas1. Dan menuju ke sana rupanya wow....seru. Hiruk pikuknya aku suka. Sayang cuma di milis ya. Hehe....emang mau di mana lagi Dew? Sok tahu aja! Buat teman2 kakak abang mas mbak adik2 semua alumni IIK, A3N, STAN, maupun PRODIP KEUANGAN tercinta, datang yuk ke acara kita bersama REUNI AKBAR 10 November 2013 di kampus kita Bintaro alias Jurang Mangu.

Acara ini dari kita untuk kita, tidak pandang siapa kita, asalkan kita adalah alumni, kita pernah kuliah di STAN, maka kita DIUNDANG!! Rangkaian acara sudah dilakukan selama setahun ini. Buka puasa bersama, halal bi halal, donor darah, baksos, sumbangan buku, gowes bareng, lomba karaoke, nulis dan menerbitkan buku, academic conference, kongres, sampai reunian bersama, seneng2 bersama, kangen2an, nyanyi2 bareng, foto2, makan2, pokoknya happy2an bareng.



 Kali ini, pemilihan ketua Ikanas menggunakan metode yang berbeda dengan sebelum2nya. One man one vote! Haha.....keren kan??!! Iyalah. Alumni STAN gitu loh. Naah....makanya datang dan gunakan hak pilih kita dengan baik. Sudah tahu belum calon2nya? Dari berbagai angkatan ada. Semuanya ada 9 orang calon/kandidat berpotensi.
  1. Hermin R Rachim
  2. Sudirman Said
  3. Suryo Alam
  4. Syahrijal Sabir
  5. Rudi Mahani Harahap
  6. Cris Kuntadi
  7. Sunarsip
  8. Triawal
  9. Kharina
Nah......nanti tanggal 10 November 2013 tinggal datang saja ke kampus, lalu pilih salah satunya sebagai Ikanas1. Semoga siapapun yang terpilih akan menjadikan kita sebagai keluarga alumni yang saling menjaga, saling bantu, saling dukung, saling memberi, saling menolong. Kita adalah satu keluarga besar. Keluarga itu saling bantu saling dukung, bersatu, bersama.



Hmm....kalo kulihat  kampanyenya ok, apalagi ada jurkam yg horee banget, mas Yurnalis. Hahaha....... semua trit disabet aja jd tambah bikin seru dan rame karena pemilik trit juga legowo dg saudaranya yg semangat bgt jd jurkam. Top mas Yur. 👍

Mas Triawal.......kereeen bangeeets. Gitu donk, mengajukan diri. Happy banget mas bacanya. 😉. Ayooo yg lain mannnnaaaa?? Hehehe.

Semua calon kereen, hebat. Yaaah namanya jg alumni STAN pastilah asal comot juga hebat. Kereen. Top. Soal gelar, wuuiih sepanjang apapun pasti pada bisa punyai kalo mau dan ada kesempatan. Jabatan, sama juga, alumni tuh pasti bisa raih kalo lihat kompetensi. Kontribusi, hallah......jelas toplah. Ada yg kelihatan ada jg yg diam2 menghanyutkan, saking banyaknya kontribusi mereka. Ditambah lg pada low profile meski high profit.

Nach.. (Mas ustadz style) siapapun yg nanti jadi IKANAS1, aku cuma mau nitip masukan:

1. Jadilah pemersatu, rangkul semua angkatan, semua kalangan, bersatu padu menjadi alumni yang solid, rukun, guyup, saling bantu saling support. Jangan SDM.

2. Buat Ikanas menjadi 'rumah' bagi semua alumni, mau yg baik, yg hebat berprestasi, maupun yang dalam masalah, sedang 'nakal', semua berhak akan rumah nyaman ikanas. Seperti anggota rumah, jika ada yg nakal yg kita tegur intern kalo perlu dimarahi, tapiiii.....ya tetep dibantu menghadapi masalahnya itu. Jangan malah dimatikan dengan melakukan tindakan yang membuatnya tidak mempunyai kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya, apalagi jika malah di luaran kita caci maki yg khawatirnya menyebabkan org lain jadi menjelekkan rumah kita. Imso lho ya.......

3. Sehubungan dg no.1 di atas, maka....yg sedang dalam posisi 'bagus' mbok yao mengutamakan saudara2 sesama alumni jika ada posisi2 yg harus diisi. Trus yg direkomendasikan ya tahu dirilah dg memberikan yg terbaik. Yaaa seperti alumni univ lain itu lho. Lagian ngangkat sesama ikanas harusnya gak akan rugi dan malu2in kok, wong mereka pinter2, hebat2, dan rata2 juga bagus integritasnya.

4. Yuk.....kibarkan bendera kita, jika kita bersatu padu bahu membahu, maka Tak mampu badai dan juga halilintar mengoyak citra kampus kita.

O ya panitia........makasih sdh japri ke aku, membuatku tersanjung. Tapiiiii........itu buanyaaaak calon2 lain yg lebih oye daripadakuuuuu. Aku penggembira aja nemeni mas Ijal makan2.  Kapan mas??? Ajakin yaaa........😋

Salam IKANAS,