Based on True Story.....dari seorang sahabat
>
> Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja
> bahkan sudah mendekati malam,pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi
> dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua. mereka menikah
> sudah lebih 32 tahun
>
> Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa,setelah
> istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa
> digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh
> tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah
> tidak bisa digerakkan lagi.
>
> Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan
> mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia
> letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
>
> Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya
> tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari
> rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan
> siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan
> selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan
> apa2 saja yg dia alami seharian.
>
> Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak
> suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap
> berangkat tidur.
>
> Rutinitas ini dilakukan pak suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar
> dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka,
> sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
>
> Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka
> sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal
> dengan keluarga masing2 dan pak suyatno memutuskan ibu mereka Dia yg
> merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
>
> Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata " Pak kami ingin
> sekali merawat ibu, semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak
> ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.bahkan bapak tidak ijinkan kami
> menjaga ibu" .
>
> dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya "sudah yg keempat
> kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi ,kami rasa ibupun akan
> mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban
> seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak,kami janji kami akan
> merawat ibu bergantian".
>
> Pak suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka."
> Anak2ku, Jikalau hidup didunia ini hanya untuk nafsu Mungkin bapak akan menikah,
> tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari
> cukup, dia telah Melahirkan kalian".. sejenak kerongkongannya tersekat,
> kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak
> satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia
> menginginkan keadaanya seperti Ini. kalian menginginkan bapak bahagia,
> apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya
> sekarang". kalian menginginkan bapak yg masih diberi Allah kesehatan
> dirawat oleh orang lain bagaimana dengan ibumu yg masih sakit. Sejenak
> meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil
> jatuh di pelupuk mata ibu suyatno..dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat
> dicintainya itu..
>
> Sampailah akhirnya pak suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta
> untuk menjadi nara sumber diacara islami Selepas shubuh dan merekapun
> mengajukan pertanyaan kepada pak suyatno kenapa mampu bertahan selama 25
> tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2..disaat itulah meledak
> tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun
> tidak sanggup menahan haru disitulah pak suyatno bercerita".
>
> Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta tapi dia tidak
> mencintai karena Allah semuanya akan luntur. Saya memilih istri saya menjadi
> pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat
> saya, mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia
> memberi saya 4 orang anak yg lucu2..
>
> Sekarang dia sakit berkorban untuk saya karena Allah..dan itu merupakan
> ujian bagi saya, sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi
> dia sakit,,,setiap malam saya bersujud dan menangis dan saya dapat bercerita
> kepada Allah
>
> Di atas sajadah..dan saya yakin hanya kepada Allah saya percaya untuk
> menyimpan dan mendengar rahasia saya..
Blog ini berisi pengalamanku dalam menjaga amanah yang Allah titipkan kepadaku. Berat, repot, bingung, bahagia. ASI, pengasuhan,pendidikan,parenting, wanita, ibu, rumah tangga, keluarga,karir, semua deh. JANGAN MEMBENARKAN YANG BIASA TETAPI BIASAKANLAH YANG BENAR. Itulah yang aku lakukan, tidak peduli yang aku lakukan tidak populer, karena tanggung jawabku bukan pada manusia lain tetapi pada Sang Pencipta. Semoga blog ini bermanfaat bagiku, dan pembaca semua. Amiin.
Jumat, 01 Februari 2008
BERLIANKU NGE "BLOG"
Kemarin sore, anakku Rafi, 8 tahun, ngikuti aku terus. Pokoke "mbuntut" aja! Entah kenapa kok nggak mau lepas dari belakangku.
"Maa...ayo dong ajari buat blog. Katanya dulu bilang kapan-kapan mau diajari."
"Ooo..Mas Rafi mau bikin blog?"
"Iya, aku juga mau nulis di blog seperti Mama. Tapi aku mau nulisnya pakai English boleh nggak Ma?"
"Boleh-boleh aja, bagus malah untuk latihan spell, grammer, vocab juga. Kapan mau buatnya?"
"Ya sekarang dong Ma, kok kapan sih...."
"OK, tapi Mas jagain adek ya. Mas kan tahu Princess kita selalu nggak mau kalah kalau Mama ngetik dia pasti sudah "ningkring" di depan Mama pencet-pencet juga."
"Beres, Ma."
Begitulah rupanya. Segera aku buka internet, dan setelah itu Rafi aku suruh pilih sendiri nama, tampilan, dsb dsb dan dia lagsung posting.
So, jangan ragu untuk kunjungi blognya.
http://rafi-berlian.blogspot.com
"Maa...ayo dong ajari buat blog. Katanya dulu bilang kapan-kapan mau diajari."
"Ooo..Mas Rafi mau bikin blog?"
"Iya, aku juga mau nulis di blog seperti Mama. Tapi aku mau nulisnya pakai English boleh nggak Ma?"
"Boleh-boleh aja, bagus malah untuk latihan spell, grammer, vocab juga. Kapan mau buatnya?"
"Ya sekarang dong Ma, kok kapan sih...."
"OK, tapi Mas jagain adek ya. Mas kan tahu Princess kita selalu nggak mau kalah kalau Mama ngetik dia pasti sudah "ningkring" di depan Mama pencet-pencet juga."
"Beres, Ma."
Begitulah rupanya. Segera aku buka internet, dan setelah itu Rafi aku suruh pilih sendiri nama, tampilan, dsb dsb dan dia lagsung posting.
So, jangan ragu untuk kunjungi blognya.
http://rafi-berlian.blogspot.com
IBU YANG "BERLIAN"
Akhirnya terbeli juga BUKU "Aku Terlahir 500 gr Dan Buta" saat kami ke toko buku mengambil pesanan Harry Potter nya Hafizh. Biasaa, mamanya ngalah meski buku yang dibeli mamanya jauuh lebih murah tetep nunggu moment. He he he nggak papa kok, bagus hobby anaknya baca kan?! Nggak nyangka, Rafi (8 tahun) ikutan baca buku itu dan....suka!!
Aku jadi bisa jawab komplainnya temanku Mas Arif yang nggak terima kalau dibilang Ibu itu tahu anaknya berlian. Maunya dia Ibu dan Bapak itu tahu.......... Lha wong bapaknya sudah meninggal lho Mas Arif.
Banyak pelajaran yang aku ambil dari ibunya Miyuki Inoue, Michio Inoue. Salah satunya adalah bagaimana dia menempatkan skala prioritas yang sangat bijak. Dia benar-benar menerapkan bahwa dia bekerja mencari nafkah untuk anaknya.
"Hei....hei.....kami juga lho Dew!!! Kamu pikir kami bekerja untuk siapa? Untuk anak-anak juga!!"
Pasti ibu-ibu pada protes seperti itu ya? Ya ya ya, bisa jadi. Maybe yes........maybe no..........(walah iklan lagi!)
Hmm.........coba kita analisa bersama. Michiyo Inouke memang bekerja untuk menafkahi dirinya dan anaknya, itu tidak lagi diragukan!!! Tapi ibu-ibu lain......belum tentu. Ya, Michiyo merintis restoran dengan susah payah. Setelah laris dan besar, ee.......kok malah ditutup dan mengganti dengan membuat nasi box untuk dijual door to door dengan alasan Miyuki mulai sekolah dan harus diantar. Ini berarti mulai usaha dari nol lagi. Hampir setiap tahun berganti pekerjaan disesuaikan keperluan anaknya dan BUKAN karena tidak laku!!
So, apakah anda mau merelakan karir anda jika anak anda memerlukan??
"Yaa...itu kan karena anaknya bermasalah....." Mungkin itu jawaban anda. Tapi maaf kalau menurutku itu hanya alasan untuk berkelit.
Intinya, anda harus jujur!! Anda bekerja mencari apa dan untuk siapa. Jangan mengkambinghitamkan mencari uang untuk anak jika sebenarnya bukan untuk mereka, malah merugikan mereka. Ya, seringkali orangtua mengatakan bekerja untuk anak tetapi kenyataannya malah mengambil hak anak, mendzalimi anaknya sendiri!!
So, jangan menuntut apa-apa kepada anak anda jika anda juga tidak memberikan hak mereka. Jangan karena anda orangtuanya lalu anda semaunya. Ingat, bukan mereka yang ingin hadir ke dunia ini, dan mereka tidak pernah memilih untuk menjadi anak anda!!
Aku jadi bisa jawab komplainnya temanku Mas Arif yang nggak terima kalau dibilang Ibu itu tahu anaknya berlian. Maunya dia Ibu dan Bapak itu tahu.......... Lha wong bapaknya sudah meninggal lho Mas Arif.
Banyak pelajaran yang aku ambil dari ibunya Miyuki Inoue, Michio Inoue. Salah satunya adalah bagaimana dia menempatkan skala prioritas yang sangat bijak. Dia benar-benar menerapkan bahwa dia bekerja mencari nafkah untuk anaknya.
"Hei....hei.....kami juga lho Dew!!! Kamu pikir kami bekerja untuk siapa? Untuk anak-anak juga!!"
Pasti ibu-ibu pada protes seperti itu ya? Ya ya ya, bisa jadi. Maybe yes........maybe no..........(walah iklan lagi!)
Hmm.........coba kita analisa bersama. Michiyo Inouke memang bekerja untuk menafkahi dirinya dan anaknya, itu tidak lagi diragukan!!! Tapi ibu-ibu lain......belum tentu. Ya, Michiyo merintis restoran dengan susah payah. Setelah laris dan besar, ee.......kok malah ditutup dan mengganti dengan membuat nasi box untuk dijual door to door dengan alasan Miyuki mulai sekolah dan harus diantar. Ini berarti mulai usaha dari nol lagi. Hampir setiap tahun berganti pekerjaan disesuaikan keperluan anaknya dan BUKAN karena tidak laku!!
So, apakah anda mau merelakan karir anda jika anak anda memerlukan??
"Yaa...itu kan karena anaknya bermasalah....." Mungkin itu jawaban anda. Tapi maaf kalau menurutku itu hanya alasan untuk berkelit.
Intinya, anda harus jujur!! Anda bekerja mencari apa dan untuk siapa. Jangan mengkambinghitamkan mencari uang untuk anak jika sebenarnya bukan untuk mereka, malah merugikan mereka. Ya, seringkali orangtua mengatakan bekerja untuk anak tetapi kenyataannya malah mengambil hak anak, mendzalimi anaknya sendiri!!
So, jangan menuntut apa-apa kepada anak anda jika anda juga tidak memberikan hak mereka. Jangan karena anda orangtuanya lalu anda semaunya. Ingat, bukan mereka yang ingin hadir ke dunia ini, dan mereka tidak pernah memilih untuk menjadi anak anda!!
Kamis, 31 Januari 2008
HARI GINI NGGAK PUNYA PEMBANTU ?? Lanjutan...
Jadi, apakah menurut mereka mempunyai pembantu termasuk kemajuan jaman, atau ke-modern-an? Waduh, kok aku tambah bingung.
Kalau menurutku pembantu gunanya untuk membantu meringankan pekerjaan, meringankan beban. Jadi buat apa punya pembantu kalau hanya bikin capek hati? Gimana nggak capek hati, kalau pembantu sekarang itu hanyalah orang yang "terpaksa" menjadi pembantu karena tidak bisa bekerja di sektor lain. Eh....kok mirip ibu rumah tangga ya? Ya, karena kebanyakan ibu rumah tangga sekarang ini adalah orang yang tidak bisa atau tidak mendapat kesempatan untuk bekerja di sektor lain. Waduuuuh kasihan ya anak yang mendapat ibu seperti itu?!! Mendingan ibunya kerja keluar rumah saja ya kalau seperti itu.
Eit....kembali ke pembantu. Seharusnya, kalau memang sekarang ini jaman modern, maju, maka pembantu adalah profesi. Jadi ya profesional sebagai pembantu! Bisa melakukan pekerjaannya secara profesional, makanya bisa juga mendapat gaji yang profesional. Bukan buangan, daripada nganggur, dsb. Nah, apa yang kita dapat dari orang yang berprinsip DARIPADA..............????
Aku memang nggak mau pembantu "asal". Makanya sekali punya pembantu, yah....sampai 5-6 tahun dia bekerja disini. Kalau nggak menurut intuisiku, ya sorry, nggak bakalan aku terima sebagai pembantu disini. Toh di rumah ini semua tidak "bergantung" sama yang namanya PEMBANTU. Padahal, dari kecil di rumah ibuku "ramai" dengan mbok emban. He he he..... Ya, aku memang didik anakku mandiri, tidak bergantung sama orang lain termasuk PEMBANTU.
Kalau menurutku pembantu gunanya untuk membantu meringankan pekerjaan, meringankan beban. Jadi buat apa punya pembantu kalau hanya bikin capek hati? Gimana nggak capek hati, kalau pembantu sekarang itu hanyalah orang yang "terpaksa" menjadi pembantu karena tidak bisa bekerja di sektor lain. Eh....kok mirip ibu rumah tangga ya? Ya, karena kebanyakan ibu rumah tangga sekarang ini adalah orang yang tidak bisa atau tidak mendapat kesempatan untuk bekerja di sektor lain. Waduuuuh kasihan ya anak yang mendapat ibu seperti itu?!! Mendingan ibunya kerja keluar rumah saja ya kalau seperti itu.
Eit....kembali ke pembantu. Seharusnya, kalau memang sekarang ini jaman modern, maju, maka pembantu adalah profesi. Jadi ya profesional sebagai pembantu! Bisa melakukan pekerjaannya secara profesional, makanya bisa juga mendapat gaji yang profesional. Bukan buangan, daripada nganggur, dsb. Nah, apa yang kita dapat dari orang yang berprinsip DARIPADA..............????
Aku memang nggak mau pembantu "asal". Makanya sekali punya pembantu, yah....sampai 5-6 tahun dia bekerja disini. Kalau nggak menurut intuisiku, ya sorry, nggak bakalan aku terima sebagai pembantu disini. Toh di rumah ini semua tidak "bergantung" sama yang namanya PEMBANTU. Padahal, dari kecil di rumah ibuku "ramai" dengan mbok emban. He he he..... Ya, aku memang didik anakku mandiri, tidak bergantung sama orang lain termasuk PEMBANTU.
HAK DAN KEWAJIBAN
Demonstrasi, unjuk rasa, yang kadang sampai membuat kerusakan. "Katanya" sih mereka menuntut hak!! Mereka merasa hak-haknya telah dirampas!! Mereka merasa sudah benar sehingga harus demo, unjuk rasa, bahkan saking marahnya sampai merusak barang orang!!!???? Kenapa bukan barang mereka sendiri yang dirusak??
Setiap melihat orang berdemo, baik melihat di televisi maupun bertemu dengan mereka di jalan, saya hanya berfikir; "Apa benar mereka diambil haknya? Apa benar mereka didzalimi? Apakah mereka sudah melakukan kewajiban mereka yang sebenarnya hak orang lain?"
Terkadang.......atau malah sering, orang hanya melihat bahwa mereka tertindas, didzalimi, dirampas haknya, tanpa melihat apakah mereka sudah melakukan kewajibannya dengan baik. Padahal, kewajiban kita adalah hak orang lain. Jika kita belum melakukan kewajiban kita dengan baik, berarti kita sudah merampas hak orang lain. Sadarkah mereka akan hal itu, bahwa selama ini termasuk saat mereka demo apalagi merusak barang orang lain mereka sudah merampas hak orang lain?
Mengapa kita selalu saja sibuk menyalahkan orang lain? Selalu saja menuntut kewajiban orang lain? Bagaimana jika kita masing-masing mulai sekarang selalu sibuk memikirkan dan menunaikan kewajiban kita sehingga hak orang lain akan terbayar??!!
Jika saja tiap-tiap diri kita selalu melakukan hal itu (melakukan kewajiban kita), insya Allah tidak perlu ada lagi orang yang berdemo menuntut haknya karena semua hak akan terpenuhi dengan sendirinya jika setiap kewajiban ditunaikan dengan baik!!
Setiap melihat orang berdemo, baik melihat di televisi maupun bertemu dengan mereka di jalan, saya hanya berfikir; "Apa benar mereka diambil haknya? Apa benar mereka didzalimi? Apakah mereka sudah melakukan kewajiban mereka yang sebenarnya hak orang lain?"
Terkadang.......atau malah sering, orang hanya melihat bahwa mereka tertindas, didzalimi, dirampas haknya, tanpa melihat apakah mereka sudah melakukan kewajibannya dengan baik. Padahal, kewajiban kita adalah hak orang lain. Jika kita belum melakukan kewajiban kita dengan baik, berarti kita sudah merampas hak orang lain. Sadarkah mereka akan hal itu, bahwa selama ini termasuk saat mereka demo apalagi merusak barang orang lain mereka sudah merampas hak orang lain?
Mengapa kita selalu saja sibuk menyalahkan orang lain? Selalu saja menuntut kewajiban orang lain? Bagaimana jika kita masing-masing mulai sekarang selalu sibuk memikirkan dan menunaikan kewajiban kita sehingga hak orang lain akan terbayar??!!
Jika saja tiap-tiap diri kita selalu melakukan hal itu (melakukan kewajiban kita), insya Allah tidak perlu ada lagi orang yang berdemo menuntut haknya karena semua hak akan terpenuhi dengan sendirinya jika setiap kewajiban ditunaikan dengan baik!!
Rabu, 30 Januari 2008
HARI GINI NGGAK PUNYA PEMBANTU ??
Hari ini princess aku ajak ke Super market pagi-pagi mumpung belum tidur pagi. Setelah makan, mandi, dengan berlenggang lenggok cantik dia mengikutiku dari belakang berjalan keluar. Dia memang sudah akan sangat sibuk jika melihatku memakai jilbab (berarti mama mau keluar!). Kali ini dia juga mengenakan jilbab pink lucu yang membuat wajahnya makin imut, cantik, cuby, dan menggemaskan.
Riang sekali dia. Sepanjang jalan bernyanyi dengan mimik yang lucu. Memakai seatbelt tanpa kursi bayi tidak membuatnya marah. Nggak sampai 10 menit kami sudah sampai di swalayan besar dekat rumah.
Nangkring di kereta belanja, didorong-dorong mama, nunjuk sana sini, membuat orang-orang gemas dan berkomentar; "Iiiiiiiiiihhh cantik dan lucu sekali babynya...". (Seperti mamanya kan cantik dan lucu juga.....he he he aku jawab dalam hati takut ditimpuk!). Belanja susu untuk Mas-Mas adalah prioritas kami. Pangeran2 gantengku memang memerlukan konsumsi susu yang cukup banyak. Sebulan tidak kurang dari 15 Box 800 gram susu mereka sikat. Waaah coba ada produsen yang mau jadi sponsornya.
Hari ini aku sangat capek setelah kemarin pulang cukup malam, jadi aku beli ikan sekalian minta digoreng. Alhamdulillah swalayan itu menyediakan jasa goreng atau bakar ikan yang kita beli di sana gratis. Sambil menunggu ikan digoreng, kami berkeliling sambil nyanyi dan bercanda.
Selesai belanja, kami pulang. Eeeee.......sedari tadi princess manis sekali lho, kok sudah hampir sampai jalan komplek malah minta peluk mama yang lagi nyetir? Masuk komplek Princess pelukan mama yang agak kerepotan nyetirnya jika belok. Mau parkir, tukang jambu biji merah menawarkan jambu yang ranum-ranum. Bagus nih di jus seperti biasa. Jambu sangat bagus vitamin C nya, mengandung bla bla bla (lupa) pokoke bagus lah!
"Ibu nggak punya pembantu ya? Setiap saya lewat sini lihat Ibu buka pager sendiri, gendong anak sendiri, nyapu sendiri. Hari gini nggak punya pembantu?" Begitu tukang jambu bertanya mencoba bercanda namun nggak berani melihatku. (Tapi garing bang! he he he). Tukang sayur cs memang nggak ada yang berani bercanda sama aku karena aku nggak pernah "ngrayu" kalau nawar seperti ibu-ibu lain yang kadang sampai agak genit kalau nawar.
Begitulah, seolah mempunyai pembantu adalah "TREND" !!
Riang sekali dia. Sepanjang jalan bernyanyi dengan mimik yang lucu. Memakai seatbelt tanpa kursi bayi tidak membuatnya marah. Nggak sampai 10 menit kami sudah sampai di swalayan besar dekat rumah.
Nangkring di kereta belanja, didorong-dorong mama, nunjuk sana sini, membuat orang-orang gemas dan berkomentar; "Iiiiiiiiiihhh cantik dan lucu sekali babynya...". (Seperti mamanya kan cantik dan lucu juga.....he he he aku jawab dalam hati takut ditimpuk!). Belanja susu untuk Mas-Mas adalah prioritas kami. Pangeran2 gantengku memang memerlukan konsumsi susu yang cukup banyak. Sebulan tidak kurang dari 15 Box 800 gram susu mereka sikat. Waaah coba ada produsen yang mau jadi sponsornya.
Hari ini aku sangat capek setelah kemarin pulang cukup malam, jadi aku beli ikan sekalian minta digoreng. Alhamdulillah swalayan itu menyediakan jasa goreng atau bakar ikan yang kita beli di sana gratis. Sambil menunggu ikan digoreng, kami berkeliling sambil nyanyi dan bercanda.
Selesai belanja, kami pulang. Eeeee.......sedari tadi princess manis sekali lho, kok sudah hampir sampai jalan komplek malah minta peluk mama yang lagi nyetir? Masuk komplek Princess pelukan mama yang agak kerepotan nyetirnya jika belok. Mau parkir, tukang jambu biji merah menawarkan jambu yang ranum-ranum. Bagus nih di jus seperti biasa. Jambu sangat bagus vitamin C nya, mengandung bla bla bla (lupa) pokoke bagus lah!
"Ibu nggak punya pembantu ya? Setiap saya lewat sini lihat Ibu buka pager sendiri, gendong anak sendiri, nyapu sendiri. Hari gini nggak punya pembantu?" Begitu tukang jambu bertanya mencoba bercanda namun nggak berani melihatku. (Tapi garing bang! he he he). Tukang sayur cs memang nggak ada yang berani bercanda sama aku karena aku nggak pernah "ngrayu" kalau nawar seperti ibu-ibu lain yang kadang sampai agak genit kalau nawar.
Begitulah, seolah mempunyai pembantu adalah "TREND" !!
Dari Tulisan seorang sahabat
Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini:
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."
Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!
Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir
Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya
Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
Rahardi, Mohamad Rian
"Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah".
Tekan 1 untuk 'meminta'.
Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'.
Tekan 3 untuk 'mengeluh'.
Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'."
Atau....
Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya."
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini:
"Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat,
Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail,
Tekan 2. Dengan malaikat lainnya,
Tekan 3. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu,
Tekan 4. Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!
Atau bisa juga Anda mendengar ini :
"Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari."
atau...
"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi."
Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!!
Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483
2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir
Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul "Al Qur'anul Karim & Hadist Rasul"
Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!
Sebarkan informasi ini kepada orang-orang di sekeliling kita.
Mana tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya
Sabda Rasulullah S.A.W : "Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut"
7 Kalimah ALLAH:
1. Mengucap "Bismillah" pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.
2. Mengucap " Alhamdulillah" pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.
3. Mengucap "Astaghfirullah" jika lidah terselip perkataan yang tidak patut.
4. Mengucap " Insya-Allah" jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.
5. Mengucap "La haula wala kuwwata illa billah" jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.
6. Mengucap "inna lillahi wa inna ilaihi rajiun" jika menghadapi dan menerima musibah.
7. Mengucap "La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah " sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu... mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
Rahardi, Mohamad Rian
Selasa, 29 Januari 2008
PRINCESS SETRIKA BAJU
Pagi ini Vania bangun subuh. Senang sekali dia bisa melihat Mas Hafizh dan Mas Farras siap-siap sekolah. Dengan sigap dia berusaha melepas sepatu papanya yang baru dipasang. Mereka berdua berebut, yang satu memasang yang lain melepas. Ha ha ha.....Princess cantik kami memang sangat senang melepas sepatu papanya jika papanya pulang kantor. Namun, ternyata saat sebelum berangkatpun dia suka melepas sepatu papanya. Entah karena dia belum paham papanya mau pergi atau justru dia sangat paham dan tidak ingin papanya pergi!
Biasanya kalau dia bangun subuh, maka tidur paginya juga lebih awal. Namun hari ini sampai sekarang belum juga tidur. Sudah makan, main, dsb dsb. Jurus sambil tetep aku lakukan karena sampai saat ini jurus itu masih mujarab. Rumah sudah lumayan bersih, rapi, sayur asem kesukaan Kangmas sudah terhidang, karyawan sudah laporan dan berangkat ke kator, sekarang nyuci??
Dengan Bismillah, setelah kemarin siang sok tahu membetulkan mesin cuci karena males kalau harus memanggil tukang service, aku berharap mesin cuci sudah OK, dan tiiit.... aku pencet tombol ON lalu aku program sesuai keinginan, dan........START!!! Harap-harap cemas aku tunggu saat-saat RINSE dan ternyata.....seeer.......sukses, air bisa keluar. Hhhhh langsung besar kepala aku merasa hebat bisa membetulkan mesin cuci. Aku tidak lagi cemas dan meninggalkan si mesin bekerja sendiri.
Aku ke kamar menemani Vania yang hari ini manja minta aku temani dia leyeh-leyeh. Ya sudah sambil membaca buku aku berharap Princess bisa cepat tidur. Dia sudah biasa melihatku membaca saat harus menemaninya bersantai dan dia asyik sendiri main, baca buku, nonton, atau nyanyi sambil nari.
Tapiii, kok nggak tidur juga ya? Malahan dia minta turun dari tempat tidur, menuju setrikaan yang sudah aku susun (jika dia tidur akan lebih cepat setrika karena sudah aku siapin), dan mulai membalik-balik baju. Waduuuh.... runyam dunia persilatan. Namun aku ingin tahu apa yang dia rencanakan. Rupanya dia mengambil celana mungilnya, ditata di atas alas setrika, lalu dia angkat setrika dingin yang memang tidak aku colokin jika dia bangun, dan....persis! dia menyetrika celana itu dengan sangat lincah seolah dia sudah sangat paham bagaimana menyetrika.
Wah wah wah, anak memang peniru yang sangat cerdas. Maka sudah suatu keharusan, bahwa yang mendampingi anak dalam masa tumbuh kembangnya haruslah orang dewasa yang "care", smart, berperilaku baik, teratur, disiplin, kreatif, dll dll. Sehingga yang ditiru, diduplikasi, juga hal-hal baik. So, setelah kepandaian adzan, shalat, ngaji, baca, nyanyi, nari, lepas sepatu, merapikan buku, baju, panjat-memanjat kalau mengambil barang dari tempat tinggi, rupanya kemampuan setrikapun dia tunjukkan.
Tiiiit...........tiiiiit............ O' O rupanya mesin cuci tidak terima kesombonganku barusan. Dia ngambek lagi. Aku nyerah kali ini. Besok........usaha lagi donk, jadi montir mesin cuci.
Biasanya kalau dia bangun subuh, maka tidur paginya juga lebih awal. Namun hari ini sampai sekarang belum juga tidur. Sudah makan, main, dsb dsb. Jurus sambil tetep aku lakukan karena sampai saat ini jurus itu masih mujarab. Rumah sudah lumayan bersih, rapi, sayur asem kesukaan Kangmas sudah terhidang, karyawan sudah laporan dan berangkat ke kator, sekarang nyuci??
Dengan Bismillah, setelah kemarin siang sok tahu membetulkan mesin cuci karena males kalau harus memanggil tukang service, aku berharap mesin cuci sudah OK, dan tiiit.... aku pencet tombol ON lalu aku program sesuai keinginan, dan........START!!! Harap-harap cemas aku tunggu saat-saat RINSE dan ternyata.....seeer.......sukses, air bisa keluar. Hhhhh langsung besar kepala aku merasa hebat bisa membetulkan mesin cuci. Aku tidak lagi cemas dan meninggalkan si mesin bekerja sendiri.
Aku ke kamar menemani Vania yang hari ini manja minta aku temani dia leyeh-leyeh. Ya sudah sambil membaca buku aku berharap Princess bisa cepat tidur. Dia sudah biasa melihatku membaca saat harus menemaninya bersantai dan dia asyik sendiri main, baca buku, nonton, atau nyanyi sambil nari.
Tapiii, kok nggak tidur juga ya? Malahan dia minta turun dari tempat tidur, menuju setrikaan yang sudah aku susun (jika dia tidur akan lebih cepat setrika karena sudah aku siapin), dan mulai membalik-balik baju. Waduuuh.... runyam dunia persilatan. Namun aku ingin tahu apa yang dia rencanakan. Rupanya dia mengambil celana mungilnya, ditata di atas alas setrika, lalu dia angkat setrika dingin yang memang tidak aku colokin jika dia bangun, dan....persis! dia menyetrika celana itu dengan sangat lincah seolah dia sudah sangat paham bagaimana menyetrika.
Wah wah wah, anak memang peniru yang sangat cerdas. Maka sudah suatu keharusan, bahwa yang mendampingi anak dalam masa tumbuh kembangnya haruslah orang dewasa yang "care", smart, berperilaku baik, teratur, disiplin, kreatif, dll dll. Sehingga yang ditiru, diduplikasi, juga hal-hal baik. So, setelah kepandaian adzan, shalat, ngaji, baca, nyanyi, nari, lepas sepatu, merapikan buku, baju, panjat-memanjat kalau mengambil barang dari tempat tinggi, rupanya kemampuan setrikapun dia tunjukkan.
Tiiiit...........tiiiiit............ O' O rupanya mesin cuci tidak terima kesombonganku barusan. Dia ngambek lagi. Aku nyerah kali ini. Besok........usaha lagi donk, jadi montir mesin cuci.
Senin, 28 Januari 2008
MESIN CUCI NGAMBEK, PRINCESS MAIN AIR
Setelah hari Jum'at mobil ngambek, eee..... hari ini (sejak kemarin sebenarnya) mesin cuci gantian ngambek cari perhatian. So, cucian yang biasanya masuk bleng, keluar sudah hampir kering, tinggal dianginin, kali ini masih "kuyup".
Ya sudah nggak masalah, bersyukur saja masih bisa muter bersihkan kotoran. Bersyukur juga badan sudah agak enakan setelah beberapa hari flu berat. Angkut-mengangkut cucian basah pun terjadi. Si cantik Vania dengan riang mengikutiku dari belakang sambil nyanyi dan berlenggang lenggok menari mengikuti aku yang sengaja bawa cucian basah sambil menari supaya princess cantik merasa sedang main dengan mamanya.
Wiiiihhhh......... kok baunya kurang sedap ya? Mesti direndem pewangi dulu neh.
"NO NO NO......anak cantik mboten pareng!"
"Whoaaa............MA MA MA PA PA PA....TA TA TA...TE TA TE TA MAMA......MAMA..........."
"Adek boleh nangis, silahkan! Kalau Mama ngendika mboten pareng ya tetep mboten pareng. Tidak karena adek nangis Mama terus ijinin. Jadi percuma adek nangis kalau tujuannya supaya Mama ijinin main air kotor. Mama lebih baik anaknya nangis tapi tahu mana yang boleh mana yang tidak daripada anaknya diam manis tetapi bodoh, tidak tahu mana yang boleh dan mana yang tidak dan mengira nangis akan menyelesaikan segalanya. OK?!"
Princess cantik langsung diam dari nangis, tidak jadi main air kotor, dan memberikan senyum manisnya dengan airmata yang masih berlinang. Langsung aku peluk erat, aku berikan soen sayang, dan aku puji karena kehebatannya. Namun, seperti biasa setelah itu dia tetep berusaha lagi dan lagi dan lagi untuk main air kotor yang tadi dilarang. Namun segera berhenti sebelum sampai ke air itu karena mendengar aku berkata tegas :
"STOP STOP STOP! Mboten pareng! Anak cantik, hayo mboten pareng! Tadi Mama sudah ngendika mboten pareng, maka sampai kapanpun tetep mboten pareng. Adek tahu kan kalau Mama larang berarti memang tidak boleh. Pernahkah Mama larang yang sebenarnya boleh? NO! Jadi adek harus tahu kalau itu mboten pareng. Dan......cinta Mama tidak berkurang karena Mama melarang adek. Stu dua ti............"
"GAAAAAAAAAAAAAAAA.................................."
Segera dia berlari menuju arahku untuk berpelukan manja mendengar aba-abaku tadi. Lucu! Dia lalu berjalan mengikutiku lagi kemanapun aku pergi dan apapun aktivitasku. Air menggenangpun tak terhindarkan karena aku lengah, dan tangan mungilnya membalik ember berisi air kotor. Ya sudah segera aku pinggirkan dia agar tidak terpeleset, bersihkan airnya, dan....beres. Full senyum meski capek harus ngepel lagi. Ya, aku harus senyum tulus agar berlianku tidak takut dan merasa bersalah.
Tentu saja buku mungil "Kumpulan Mengenal" tidak pernah lepas dari kepitan ketiak kecilnya, sampai Mas-masnya sering mengomentari; "Waduh deeek, pasti bukunya bau banget, sini Mas cium dulu ketek adek yang bau sedep itu!". Ha ha ha... mereka memang sangat sayang sampai yang bau aja diciumi terus. Setelah makan dan mandi, princess seperti biasa minta ASI dan..........terlelap.
Ssssstttttttttt mumpung dia tidur, kerja dulu ya.........
Berlian kami memang sangat membahagiakan. Selalu menghibur disaat cibiran orang karena aku melepas karir kantor yang katanya diperebutkan banyak orang "hanya" demi ngurus anak. Mereka yang tidak tahu bahwa bagiku menyiapkan generasi jauuuh lebih penting dibanding "hanya" sebuah karir.
Ya sudah nggak masalah, bersyukur saja masih bisa muter bersihkan kotoran. Bersyukur juga badan sudah agak enakan setelah beberapa hari flu berat. Angkut-mengangkut cucian basah pun terjadi. Si cantik Vania dengan riang mengikutiku dari belakang sambil nyanyi dan berlenggang lenggok menari mengikuti aku yang sengaja bawa cucian basah sambil menari supaya princess cantik merasa sedang main dengan mamanya.
Wiiiihhhh......... kok baunya kurang sedap ya? Mesti direndem pewangi dulu neh.
"NO NO NO......anak cantik mboten pareng!"
"Whoaaa............MA MA MA PA PA PA....TA TA TA...TE TA TE TA MAMA......MAMA..........."
"Adek boleh nangis, silahkan! Kalau Mama ngendika mboten pareng ya tetep mboten pareng. Tidak karena adek nangis Mama terus ijinin. Jadi percuma adek nangis kalau tujuannya supaya Mama ijinin main air kotor. Mama lebih baik anaknya nangis tapi tahu mana yang boleh mana yang tidak daripada anaknya diam manis tetapi bodoh, tidak tahu mana yang boleh dan mana yang tidak dan mengira nangis akan menyelesaikan segalanya. OK?!"
Princess cantik langsung diam dari nangis, tidak jadi main air kotor, dan memberikan senyum manisnya dengan airmata yang masih berlinang. Langsung aku peluk erat, aku berikan soen sayang, dan aku puji karena kehebatannya. Namun, seperti biasa setelah itu dia tetep berusaha lagi dan lagi dan lagi untuk main air kotor yang tadi dilarang. Namun segera berhenti sebelum sampai ke air itu karena mendengar aku berkata tegas :
"STOP STOP STOP! Mboten pareng! Anak cantik, hayo mboten pareng! Tadi Mama sudah ngendika mboten pareng, maka sampai kapanpun tetep mboten pareng. Adek tahu kan kalau Mama larang berarti memang tidak boleh. Pernahkah Mama larang yang sebenarnya boleh? NO! Jadi adek harus tahu kalau itu mboten pareng. Dan......cinta Mama tidak berkurang karena Mama melarang adek. Stu dua ti............"
"GAAAAAAAAAAAAAAAA.................................."
Segera dia berlari menuju arahku untuk berpelukan manja mendengar aba-abaku tadi. Lucu! Dia lalu berjalan mengikutiku lagi kemanapun aku pergi dan apapun aktivitasku. Air menggenangpun tak terhindarkan karena aku lengah, dan tangan mungilnya membalik ember berisi air kotor. Ya sudah segera aku pinggirkan dia agar tidak terpeleset, bersihkan airnya, dan....beres. Full senyum meski capek harus ngepel lagi. Ya, aku harus senyum tulus agar berlianku tidak takut dan merasa bersalah.
Tentu saja buku mungil "Kumpulan Mengenal" tidak pernah lepas dari kepitan ketiak kecilnya, sampai Mas-masnya sering mengomentari; "Waduh deeek, pasti bukunya bau banget, sini Mas cium dulu ketek adek yang bau sedep itu!". Ha ha ha... mereka memang sangat sayang sampai yang bau aja diciumi terus. Setelah makan dan mandi, princess seperti biasa minta ASI dan..........terlelap.
Ssssstttttttttt mumpung dia tidur, kerja dulu ya.........
Berlian kami memang sangat membahagiakan. Selalu menghibur disaat cibiran orang karena aku melepas karir kantor yang katanya diperebutkan banyak orang "hanya" demi ngurus anak. Mereka yang tidak tahu bahwa bagiku menyiapkan generasi jauuuh lebih penting dibanding "hanya" sebuah karir.
36. Bekerja Dalam Tim
Rahasia Bisnis Orang Jepang
Oleh : Ann Wan Seng
Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
Aspek R&D dapat dilakukan dengan bekerja
dalam tim dan bekerja sama dengan semua
pihak yang terlibat.
PENCAPAIAN LUAR BIASA ekonomi Jepang sering dikaitkan dengan penelitian dan pengembangan (Research & Development) , serta peningkatan teknologi berkelanjutan yang dicapai perusahaan. Kedua aspek ini penting untuk menghasilkan produk bermutu tinggi dan dapat memenuhi keinginan pasar. Jepang tidak hanya sukses menyingkirkan pendapat Barat terhadap produk mereka, tetapi juga sukses membuktikan bahwa produk mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dunia, termasuk konsumen di Barat sendiri.
Produk Jepang jauh lebih murah dibandingkan produk Barat dengan mutu yang sama. Semua itu dicapai melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek R&D tidak boleh diabaikan untuk mencapai status negara yang maju. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan bekerja dalam tim dan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat.
Sejak kecil, orang Jepang sudah dididik dengan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, dan kesempurnaan. Karena itulah, orang Jepang cermat, cerewet, dan teliti dalam membuat keputusan. Mereka memberikan perhatian pada tiap masalah setiap pekerjaan tidak boleh dianggap remeh dan dilakukan sekadarnya saja. Mereka melakukan pekerjaan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik. Mereka juga mengutamakan kualitas. Untuk memperoleh kualitas yang baik, kemahiran dalam bekerja, penggunaan bahan mentah yang berkualitas dan pengguna waktu yang optimal, perlu diperhatikan secara khusus. Ini untuk menghindari pemborosan yang menyebabkan peningkatan biaya dan mengurangi kadar produktivitas.
Proses pembentukan sikap dan karakter ini dimulai saat anak-anak mulai memasuki bangku sekolah. Pada masa prasekolah pelajar-pelajar yang pintar dididik dengan bahan pelajaran yang menitikberatkan pada aspek penciptaan dan menciptakan barang baru. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan pendidikan yang berbentuk permainan organis, caranya dengan membagi anak-anak dan para pelajar dalam kelompok-kelompok tertentu. Setiap kelompok diberi tugas agar mereka dapat bekerja sebagai satu tim. Penekanan bekerja secara berkelompok ini merupakan wujud organisasi dan perusahaan di Jepang. Setiap anggota harus berpartisipasi dalam kelompoknya untuk menumbuhkan sikap ini, pertemuan dan percakapan setiap hari atau setiap minggu perlu di lakukan untuk meningkatkan kemahiran dan produktivitas masing-masing kelompok.
Semua pekerja dianggap sebagai bagian organisasinya. Para pekerja merasa bangga bila mengaitkan diri mereka dengan organisasi tempat mereka bekerja. Mereka juga mewakili organisasi dan lebih suka memperkenalkan diri sebagai anggota sebuah organisasi daripada sebagai individu. Mereka merasa bangga bekerja di sebuah organsisasi yang berprestasi. Harga diri mereka meningkat bila dapat mewakili organisasi tersebut, sekaligus meningkatkan semangat dan prestasi kerja mereka.
Dalam organisasi di Jepang, kedudukan individu tidak penting, meski memiliki pangkat tinggi. Penilaian kehebatan seseorang dibuat berdasarkan sejauh mana ia dapat bekerja sama dengan rekan satu timnya. Apa yang dilakukan para pekerja tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk rekan setim. Kerja dalam tim dapat mengeratkan hubungan antarpekerja dan hal ini menjadi salah satu faktor kesuksesan organisasi di Jepang.
Selain R&D dan pembangunan teknologi, keberhasilan Jepang juga banyak dipengaruhi oleh semangat kelompok yang menjadi bagian utama seluruh organisasi di Jepang, baik formal maupun nonformal. Tidak ada jurang yang memisahkan setiap anggota dalam kelompok. Hubungan mereka bisa diibaratkan seperti hubungan dalam keluarga besar. Setiap anggota saling membantu dan percaya satu sama lain. Ketaatan dan kesetiaan mereka pada organisasi jauh lebih besar dan kecintaan mereka terhadap anak dan istri di rumah. Setiap perintah ketua dihormati dan pendapat bawahan dihargai. lnilah yang mendorong para pekerja di Jepang untuk bekerja mati-matian demi memajukan organisasinya. Masa depan dan hidup-mati mereka adalah bersama-sama organisasi.
[ Fakta Menarik ]
Nilai-nilai didikan bangsa Jepang:
Kejujuran
Kebersihan
Kesempurnaan
_____
Sikap kerja berkelompok
sudah dimulai sejak masa kanak-kanak
dan dilanjutkan masuk bangku sekolah
_____
Penilaian keberhasilan seseorang dibuat
berdasarkan sejauhmana ia dapat bekerjasama
dengan rekan setimnya.
_____
[ bersambung ]
Oleh : Ann Wan Seng
Belajar dari :
Langkah Raksasa Sang Nippon Mengusai Dunia
Aspek R&D dapat dilakukan dengan bekerja
dalam tim dan bekerja sama dengan semua
pihak yang terlibat.
PENCAPAIAN LUAR BIASA ekonomi Jepang sering dikaitkan dengan penelitian dan pengembangan (Research & Development) , serta peningkatan teknologi berkelanjutan yang dicapai perusahaan. Kedua aspek ini penting untuk menghasilkan produk bermutu tinggi dan dapat memenuhi keinginan pasar. Jepang tidak hanya sukses menyingkirkan pendapat Barat terhadap produk mereka, tetapi juga sukses membuktikan bahwa produk mereka diterima dengan baik oleh masyarakat dunia, termasuk konsumen di Barat sendiri.
Produk Jepang jauh lebih murah dibandingkan produk Barat dengan mutu yang sama. Semua itu dicapai melalui penelitian dan pengembangan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, aspek R&D tidak boleh diabaikan untuk mencapai status negara yang maju. Hal ini hanya dapat dilakukan dengan bekerja dalam tim dan bekerja sama dengan semua pihak yang terlibat.
Sejak kecil, orang Jepang sudah dididik dengan nilai-nilai kejujuran, kebersihan, dan kesempurnaan. Karena itulah, orang Jepang cermat, cerewet, dan teliti dalam membuat keputusan. Mereka memberikan perhatian pada tiap masalah setiap pekerjaan tidak boleh dianggap remeh dan dilakukan sekadarnya saja. Mereka melakukan pekerjaan sebaik mungkin untuk mendapatkan hasil terbaik. Mereka juga mengutamakan kualitas. Untuk memperoleh kualitas yang baik, kemahiran dalam bekerja, penggunaan bahan mentah yang berkualitas dan pengguna waktu yang optimal, perlu diperhatikan secara khusus. Ini untuk menghindari pemborosan yang menyebabkan peningkatan biaya dan mengurangi kadar produktivitas.
Proses pembentukan sikap dan karakter ini dimulai saat anak-anak mulai memasuki bangku sekolah. Pada masa prasekolah pelajar-pelajar yang pintar dididik dengan bahan pelajaran yang menitikberatkan pada aspek penciptaan dan menciptakan barang baru. Sejak kecil mereka sudah terbiasa dengan pendidikan yang berbentuk permainan organis, caranya dengan membagi anak-anak dan para pelajar dalam kelompok-kelompok tertentu. Setiap kelompok diberi tugas agar mereka dapat bekerja sebagai satu tim. Penekanan bekerja secara berkelompok ini merupakan wujud organisasi dan perusahaan di Jepang. Setiap anggota harus berpartisipasi dalam kelompoknya untuk menumbuhkan sikap ini, pertemuan dan percakapan setiap hari atau setiap minggu perlu di lakukan untuk meningkatkan kemahiran dan produktivitas masing-masing kelompok.
Semua pekerja dianggap sebagai bagian organisasinya. Para pekerja merasa bangga bila mengaitkan diri mereka dengan organisasi tempat mereka bekerja. Mereka juga mewakili organisasi dan lebih suka memperkenalkan diri sebagai anggota sebuah organisasi daripada sebagai individu. Mereka merasa bangga bekerja di sebuah organsisasi yang berprestasi. Harga diri mereka meningkat bila dapat mewakili organisasi tersebut, sekaligus meningkatkan semangat dan prestasi kerja mereka.
Dalam organisasi di Jepang, kedudukan individu tidak penting, meski memiliki pangkat tinggi. Penilaian kehebatan seseorang dibuat berdasarkan sejauh mana ia dapat bekerja sama dengan rekan satu timnya. Apa yang dilakukan para pekerja tidak hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk rekan setim. Kerja dalam tim dapat mengeratkan hubungan antarpekerja dan hal ini menjadi salah satu faktor kesuksesan organisasi di Jepang.
Selain R&D dan pembangunan teknologi, keberhasilan Jepang juga banyak dipengaruhi oleh semangat kelompok yang menjadi bagian utama seluruh organisasi di Jepang, baik formal maupun nonformal. Tidak ada jurang yang memisahkan setiap anggota dalam kelompok. Hubungan mereka bisa diibaratkan seperti hubungan dalam keluarga besar. Setiap anggota saling membantu dan percaya satu sama lain. Ketaatan dan kesetiaan mereka pada organisasi jauh lebih besar dan kecintaan mereka terhadap anak dan istri di rumah. Setiap perintah ketua dihormati dan pendapat bawahan dihargai. lnilah yang mendorong para pekerja di Jepang untuk bekerja mati-matian demi memajukan organisasinya. Masa depan dan hidup-mati mereka adalah bersama-sama organisasi.
[ Fakta Menarik ]
Nilai-nilai didikan bangsa Jepang:
Kejujuran
Kebersihan
Kesempurnaan
_____
Sikap kerja berkelompok
sudah dimulai sejak masa kanak-kanak
dan dilanjutkan masuk bangku sekolah
_____
Penilaian keberhasilan seseorang dibuat
berdasarkan sejauhmana ia dapat bekerjasama
dengan rekan setimnya.
_____
[ bersambung ]
Minggu, 27 Januari 2008
Kebiasaan Makan Balita Mencontoh Orangtua
Seringkali saya mendengar keluhan orangtua (ibu) tentang bagaimana anaknya susah makan sayur, atau sukanya mi instan, suka jajan, suka permen, dll makanan tidak sehat. Sementara mereka sendiri sering makan sesuai keinginan tanpa memperhatikan apakah makanan tersebut sehat atau tidak, baik atau tidak untuk anak.
Sebenarnya, anak-anak dapat dibiasakan mengonsumsi makanan sehat bila mereka melihat orang tuanya melakukan hal yang sama setiap hari. Jadi, cara terbaik untuk mendorong anak-anak mempunyai kebiasaan makan sehat adalah dengan memberi contoh pada mereka. Jika orangtua membiasakan makan sehat, anak-anak akan mengikuti kebiasaan orangtua tersebut.
Makan bersama juga akan menjadi ajang pembelajaran jika kita pandai memanfaatkan moment. Ceritakan tentang pola makan saat sedang makan bersama. Makan terlalu banyak juga tidak baik, jadi beri contoh bagaimana anda menahan untuk tidak terlalu banyak makan meskipun masih sangat ingin. "Mama sukaa sekali makanan ini tetapi sudah cukup, jadi Mama harus berhenti. Lain kali saja Mama makan lagi."
Namun, jangan perlihatkan keengganan anda mengkonsumsi makanan tertentu karena sedang diet. Bukannya bernafsu makan, jangan-jangan anak-anak juga menghindari nasi hanya karena ibunya puasa nasi pada saat diet. Oleh karena itu, cobalah melakukan pendekatan positif jika menyangkut makanan. Anda bisa jujur kepada anak bahwa mengingat usia, kesehatan, dll anda harus mengurangi makanan tertentu. Namun, anak-anak sangat memerlukan makanan tersebut untuk tumbuh kembang mereka. Jadi mereka akan memperoleh manfaat yang sangat bagus jika mengkonsumsi makanan itu dalam porsi yang cukup.
Jangan memaksa anak menghabiskan isi piring mereka. Dengan melakukannya, anak-anak akan mengesampingkan perasaan kenyang. Namun, ajarkan anak untuk mengambil sendiri makanannya sesuai kebutuhan dan sanggup mereka habiskan. Ini juga akan mendidik anak untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya.
Jangan menyuap atau menghadiahkan anak dengan makanan. Hindari menggunakan makanan penutup sebagai hadiah untuk memakan makanan utama. Jangan gunakan makanan untuk menunjukkan perasaan sayang. Apabila kita mau menunjukkan rasa sayang, peluk atau pujilah mereka.
Biarkan mereka terlibat dalam perencanaan menu, entah itu untuk bekal makanan mereka di sekolah, atau untuk makan malam. Diskusikan bagaimana caranya membuat pilihan dan merencanakan makanan yang seimbang. Bila perlu, ajak ia membantu berbelanja dan memasak. Dengan melibatkan anak, Anda telah menyiapkan mereka untuk belajar mengambil keputusan yang baik tentang makanan pilihan mereka.
Saat di toko, ajari anak untuk melihat label makanan dan uraikan nilai-nilai gizi yang terkandung di dalamnya, tanggal kadaluwarsa, bahan pembentuk makanan, dll.
Saat di dapur, pilihkan tugas yang sesuai dengan umur mereka dan mengapa mereka tidak boleh melakukan tugas tertentu. Menggunakan pisau, misalnya, hanya bisa dilakukan anak usia tertentu. Ajak anak memasak sambil belajar sesuai umur dan tingkat pengetahuan mereka. Ceritakan cara memasak makanan tersebut termasuk mengapa itu dilakukan. Misalnya memasak sayur tidak boleh terlalu lama, mengapa? Sayur tertentu malah bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih, mengapa? Tidak boleh memasak dengan menambahkan MSG, mengapa? Dsb....dsb....
Saat makan, jangan lupa memuji si koki cilik. Ceritakan di depan semua yang ikut makan bahwa "berlian" anda ikut atau malah berperan sangat penting dalam memasak tadi. Bahkan makanan itu mungkin tidak akan tersaji di meja makan tanpa peran serta dia. Bisa juga mintalah anak anda untuk menjelaskan dimana belanja bahan, bagaimana cara memasak, dan apa manfaat makanan yang sedang dimakan bersama.
Lihat, bagaimana bangganya "berlian" kita dan semangatnya untuk membantu kita memasak di lain waktu. Demikian juga untuk melakukan pekerjaan lain cara ini akan berguna.
Sebenarnya, anak-anak dapat dibiasakan mengonsumsi makanan sehat bila mereka melihat orang tuanya melakukan hal yang sama setiap hari. Jadi, cara terbaik untuk mendorong anak-anak mempunyai kebiasaan makan sehat adalah dengan memberi contoh pada mereka. Jika orangtua membiasakan makan sehat, anak-anak akan mengikuti kebiasaan orangtua tersebut.
Makan bersama juga akan menjadi ajang pembelajaran jika kita pandai memanfaatkan moment. Ceritakan tentang pola makan saat sedang makan bersama. Makan terlalu banyak juga tidak baik, jadi beri contoh bagaimana anda menahan untuk tidak terlalu banyak makan meskipun masih sangat ingin. "Mama sukaa sekali makanan ini tetapi sudah cukup, jadi Mama harus berhenti. Lain kali saja Mama makan lagi."
Namun, jangan perlihatkan keengganan anda mengkonsumsi makanan tertentu karena sedang diet. Bukannya bernafsu makan, jangan-jangan anak-anak juga menghindari nasi hanya karena ibunya puasa nasi pada saat diet. Oleh karena itu, cobalah melakukan pendekatan positif jika menyangkut makanan. Anda bisa jujur kepada anak bahwa mengingat usia, kesehatan, dll anda harus mengurangi makanan tertentu. Namun, anak-anak sangat memerlukan makanan tersebut untuk tumbuh kembang mereka. Jadi mereka akan memperoleh manfaat yang sangat bagus jika mengkonsumsi makanan itu dalam porsi yang cukup.
Jangan memaksa anak menghabiskan isi piring mereka. Dengan melakukannya, anak-anak akan mengesampingkan perasaan kenyang. Namun, ajarkan anak untuk mengambil sendiri makanannya sesuai kebutuhan dan sanggup mereka habiskan. Ini juga akan mendidik anak untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas keputusannya.
Jangan menyuap atau menghadiahkan anak dengan makanan. Hindari menggunakan makanan penutup sebagai hadiah untuk memakan makanan utama. Jangan gunakan makanan untuk menunjukkan perasaan sayang. Apabila kita mau menunjukkan rasa sayang, peluk atau pujilah mereka.
Biarkan mereka terlibat dalam perencanaan menu, entah itu untuk bekal makanan mereka di sekolah, atau untuk makan malam. Diskusikan bagaimana caranya membuat pilihan dan merencanakan makanan yang seimbang. Bila perlu, ajak ia membantu berbelanja dan memasak. Dengan melibatkan anak, Anda telah menyiapkan mereka untuk belajar mengambil keputusan yang baik tentang makanan pilihan mereka.
Saat di toko, ajari anak untuk melihat label makanan dan uraikan nilai-nilai gizi yang terkandung di dalamnya, tanggal kadaluwarsa, bahan pembentuk makanan, dll.
Saat di dapur, pilihkan tugas yang sesuai dengan umur mereka dan mengapa mereka tidak boleh melakukan tugas tertentu. Menggunakan pisau, misalnya, hanya bisa dilakukan anak usia tertentu. Ajak anak memasak sambil belajar sesuai umur dan tingkat pengetahuan mereka. Ceritakan cara memasak makanan tersebut termasuk mengapa itu dilakukan. Misalnya memasak sayur tidak boleh terlalu lama, mengapa? Sayur tertentu malah bisa langsung dimakan setelah dicuci bersih, mengapa? Tidak boleh memasak dengan menambahkan MSG, mengapa? Dsb....dsb....
Saat makan, jangan lupa memuji si koki cilik. Ceritakan di depan semua yang ikut makan bahwa "berlian" anda ikut atau malah berperan sangat penting dalam memasak tadi. Bahkan makanan itu mungkin tidak akan tersaji di meja makan tanpa peran serta dia. Bisa juga mintalah anak anda untuk menjelaskan dimana belanja bahan, bagaimana cara memasak, dan apa manfaat makanan yang sedang dimakan bersama.
Lihat, bagaimana bangganya "berlian" kita dan semangatnya untuk membantu kita memasak di lain waktu. Demikian juga untuk melakukan pekerjaan lain cara ini akan berguna.
Sabtu, 26 Januari 2008
Bolehkah Anak Memakai Lensa Kontak?
Oleh: Dokter HANDRAWAN NADESUL
--------------------------------------------------------------------------------
Lensa kontak pada awalnya digunakan untuk menggantikan kacamata orang dewasa. Sekarang sudah ditemukannya jenis lensa kontak mutakhir yang dapat digunakan oleh anak-anak. Adakah bahayanya, dan kapan anak boleh memakainya?
LENSA kontak diciptakan untuk menggantikan fungsi kacamata. Yakni untuk melakukan koreksi terhadap ketajaman penglihatan atau visus. Demi alasan kepraktisan, penampilan, maka lensa kontak sekarang semakin banyak dipilih.
Namun karena pemakaian lensa kontak tidak sesederhana memakai kacamata, maka tentu ada masalah jika diberikan kepada anak-anak. Sehingga perlu pertimbangan khusus kalau usia anak diindikasikan boleh memakai lensa kontak.
Fungsi lensa kontak
Lebih dari sekadar koreksi ketajaman penglihatan saja, lensa kontak juga diindikasikan untuk tujuan kosmetik. Dengan lensa kontak penampilan menjadi lebih menarik. Dengan pilihan warna lensa kontak yang beraneka, orang dapat menukar warna mata. Termasuk untuk mempadu-padankan sesuai kostum (matching), dan tujuan teatrikal.
Lebih dari fungsi yang diberikan oleh kacamata, lensa kontak juga dimanfaatkan untuk melakukan terapi. Artinya ia menjadi pelindung bagi kornea atau bagian hitam mata jika terjadi gangguan di sana. Ketika kornea mengalami cedera, luka, tukak, atau peradangan, sehingga dengan sekadar berkedip saja pun sudah mengganggu kesembuhan kornea, maka lensa kontak dapat digunakan.
Kita mengenal beberapa jenis penyakit dan kelainan pada kornea. Kerusakan pada kornea bisa berakhir dengan penurunan ketajaman penglihatan. Peran lensa kontak pada kasus ini melindungi kornea secara mekanis, sekaligus menambah ketajaman penglihatan. Sekarang bahkan ada lensa kontak yang memberikan pengobatan karena mengandung bahan obat di dalamnya.
Boleh untuk usia anak atas indikasi
Dibanding pada awal ditemukan, sekarang indikasi pemakaian lensa kontak sudah lebih melebar untuk usia yang lebih dini. Kita mengenal lensa kontak anak (pediatrics contact lenses) untuk membantu kesembuhan penyakit atau gangguan mata pada usia yang masih sangat kecil.
Ada beberapa jenis gangguan mata bawaan pada anak. Sebagian dapat memanfaatkan lensa kontak untuk menanggulangi gangguan atau kelainan mata yang dibawa sejak lahir. Selama optimal meningkatkan kualitas ketajaman penglihatan anak, lensa kontak dapat diindikasikan untuk dipakai.
Mata anak harus sudah optimal difungsikan dalam masa perkembangan awalnya, untuk tujuan pembelajaran, dan membuatnya aktif. Karena jika tidak, mata anak menjadi tergolong ”mata malas” (lazy eyes), salah satu gangguan perkembangan mata anak.
Anak juga dapat lahir dengan mewarisi katarak. Untuk melakukan koreksi, lensa kontak dapat diindikasikan untuk dipilih. Selain itu, anak dengan mata juling (strabismus) dapat diindikasikan untuk memakai lensa kontak. Demikian pula jika sejak lahir anak mewariskan kelainan penglihatan yang berbeda pada kedua mata (unequal refraction error). Seperti mata kiri tak sama tingkat ketajaman penglihatannya dengan mata kanan.
Namun pemakaian lensa kontak tidak diindikasikan pada anak kurang dari 10 tahun kalau untuk tujuan kosmetik. Anak lebih kecil dari 10 tahun boleh saja memakai lensa kontak demi mengoptimalkan ketajaman penglihatannya.
Dual-patient
Pada anak, pemakaian lensa kontak sepenuhnya memerlukan bantuan orangtua. Maka kasus pemakaian lensa kontak anak dijuluki pasien berdua (dual-patient). Orangtua anak yang bertanggung jawab atas pemakaian, pemeliharaan, dan tahu kapan jadwal lensa kontak harus dibersihkan atau diganti.
Berbeda dengan lensa kontak untuk orang dewasa, jenis lensa kontak dipilih yang soft lenses. Pada usia anak-anak perlu berhati-hati untuk jenis lensa kontak yang dipakai terus tanpa dilepaskan (extended wear lenses) mengingat potensi komplikasi infeksi mata.
Selain itu, untuk usia anak, sebaiknya dipakai jenis lensa kontak yang malam hari dilepas, dan jenisnya bukan yang rigid, melainkan jenis soft lenses.
Oleh karena itu, pemilihan lensa kontak harus dengan resep dokter mata, dan tidak bisa sembarang menentukan sendiri, atau memilih jenis lensa kontak sesuka hati. Untuk itu tidak bisa langsung membelinya di toko optik. Ukuran lensa kontak tidak identik dengan ukuran kacamatanya. Lakukan pemeriksaan berkala dan teratur ke dokter mata bagi anak yang terindikasi memakai kaca-mata atau lensa kontak.
--------------------------------------------------------------------------------
Lensa kontak pada awalnya digunakan untuk menggantikan kacamata orang dewasa. Sekarang sudah ditemukannya jenis lensa kontak mutakhir yang dapat digunakan oleh anak-anak. Adakah bahayanya, dan kapan anak boleh memakainya?
LENSA kontak diciptakan untuk menggantikan fungsi kacamata. Yakni untuk melakukan koreksi terhadap ketajaman penglihatan atau visus. Demi alasan kepraktisan, penampilan, maka lensa kontak sekarang semakin banyak dipilih.
Namun karena pemakaian lensa kontak tidak sesederhana memakai kacamata, maka tentu ada masalah jika diberikan kepada anak-anak. Sehingga perlu pertimbangan khusus kalau usia anak diindikasikan boleh memakai lensa kontak.
Fungsi lensa kontak
Lebih dari sekadar koreksi ketajaman penglihatan saja, lensa kontak juga diindikasikan untuk tujuan kosmetik. Dengan lensa kontak penampilan menjadi lebih menarik. Dengan pilihan warna lensa kontak yang beraneka, orang dapat menukar warna mata. Termasuk untuk mempadu-padankan sesuai kostum (matching), dan tujuan teatrikal.
Lebih dari fungsi yang diberikan oleh kacamata, lensa kontak juga dimanfaatkan untuk melakukan terapi. Artinya ia menjadi pelindung bagi kornea atau bagian hitam mata jika terjadi gangguan di sana. Ketika kornea mengalami cedera, luka, tukak, atau peradangan, sehingga dengan sekadar berkedip saja pun sudah mengganggu kesembuhan kornea, maka lensa kontak dapat digunakan.
Kita mengenal beberapa jenis penyakit dan kelainan pada kornea. Kerusakan pada kornea bisa berakhir dengan penurunan ketajaman penglihatan. Peran lensa kontak pada kasus ini melindungi kornea secara mekanis, sekaligus menambah ketajaman penglihatan. Sekarang bahkan ada lensa kontak yang memberikan pengobatan karena mengandung bahan obat di dalamnya.
Boleh untuk usia anak atas indikasi
Dibanding pada awal ditemukan, sekarang indikasi pemakaian lensa kontak sudah lebih melebar untuk usia yang lebih dini. Kita mengenal lensa kontak anak (pediatrics contact lenses) untuk membantu kesembuhan penyakit atau gangguan mata pada usia yang masih sangat kecil.
Ada beberapa jenis gangguan mata bawaan pada anak. Sebagian dapat memanfaatkan lensa kontak untuk menanggulangi gangguan atau kelainan mata yang dibawa sejak lahir. Selama optimal meningkatkan kualitas ketajaman penglihatan anak, lensa kontak dapat diindikasikan untuk dipakai.
Mata anak harus sudah optimal difungsikan dalam masa perkembangan awalnya, untuk tujuan pembelajaran, dan membuatnya aktif. Karena jika tidak, mata anak menjadi tergolong ”mata malas” (lazy eyes), salah satu gangguan perkembangan mata anak.
Anak juga dapat lahir dengan mewarisi katarak. Untuk melakukan koreksi, lensa kontak dapat diindikasikan untuk dipilih. Selain itu, anak dengan mata juling (strabismus) dapat diindikasikan untuk memakai lensa kontak. Demikian pula jika sejak lahir anak mewariskan kelainan penglihatan yang berbeda pada kedua mata (unequal refraction error). Seperti mata kiri tak sama tingkat ketajaman penglihatannya dengan mata kanan.
Namun pemakaian lensa kontak tidak diindikasikan pada anak kurang dari 10 tahun kalau untuk tujuan kosmetik. Anak lebih kecil dari 10 tahun boleh saja memakai lensa kontak demi mengoptimalkan ketajaman penglihatannya.
Dual-patient
Pada anak, pemakaian lensa kontak sepenuhnya memerlukan bantuan orangtua. Maka kasus pemakaian lensa kontak anak dijuluki pasien berdua (dual-patient). Orangtua anak yang bertanggung jawab atas pemakaian, pemeliharaan, dan tahu kapan jadwal lensa kontak harus dibersihkan atau diganti.
Berbeda dengan lensa kontak untuk orang dewasa, jenis lensa kontak dipilih yang soft lenses. Pada usia anak-anak perlu berhati-hati untuk jenis lensa kontak yang dipakai terus tanpa dilepaskan (extended wear lenses) mengingat potensi komplikasi infeksi mata.
Selain itu, untuk usia anak, sebaiknya dipakai jenis lensa kontak yang malam hari dilepas, dan jenisnya bukan yang rigid, melainkan jenis soft lenses.
Oleh karena itu, pemilihan lensa kontak harus dengan resep dokter mata, dan tidak bisa sembarang menentukan sendiri, atau memilih jenis lensa kontak sesuka hati. Untuk itu tidak bisa langsung membelinya di toko optik. Ukuran lensa kontak tidak identik dengan ukuran kacamatanya. Lakukan pemeriksaan berkala dan teratur ke dokter mata bagi anak yang terindikasi memakai kaca-mata atau lensa kontak.
Jumat, 25 Januari 2008
MOBIL NGAMBEK..............
Hari ini princess kecil bangun agak siangan. Waduh.....gadis kok bangun siang? He he he semalam begadang. Flu rupanya membuat tidurnya terganggu. Ya, otomatis mamanya lkutan begadang. Padahal mamanya juga sedang nggak enak badan.
Mas Rafi sudah beres saat masuk kamar, pamit mau sekolah. Lho? Jam berapa sih Mas? Karena sesudah subuh baru bisa tidur, sampai nggak sadar sudah jam 6.30.
"Ma, bekal minumku belum ya? Breakfast juga belum disiapkan?"
"Waduh, maaf sayang. Mama siapin dulu ya. Susu, bekal minum, gampang. Nasi goreng tadi malam sudah Mama buat dan Mama masukin Majic Jar. Jadi aman, sebentar lagi juga beres."
Benar, nggak sampai 5 menit gantengku itu sudah meluncur dengan sepeda kecilnya yang sepertinya sudah mulai kekecilan karena dia sudah tinggi, ke sekolah. Aku heran, ada apa dia berangkat sepagi ini? Toh sekolahnya sangat dekat. Yah, aku memilih tidak mengomentari.
Klotek.....klotek......, lho, kok dia pulang lagi, apa yang ketinggalan?
"Ma, aku kepagian, belum ada teman yang datang. Cuma ada Mr Joni (penjaga sekolah). Ya sudah pulang dulu aja. Adek masih tidur?"
Ha ha ha rupanya jagoanku yang biasanya berangkat jam 7 ini salah melihat jam. Dia melihat salah satu jam yang ternyata mati! Dia menunjukkan jam 07.05 saat Pangeranku ini mau berangkat.
Setelah Rafi sekolah, princess bangun, makan, main, mandi, dan jurus-jurus sambil seperti biasa aku gunakan. Sambil bersih-bersih sambil melakukan permainan dengan princess, sambil nyuci, sambil siapin mandi, sambil bla bla bla.
Sekian jurus sudah diselesaikan, aku dan princess siap meluncur berdua. Tek....tektek....... lho kok mobil nggak mau hidup? Wiper bisa nyala, lampu bisa nyala, central lock nggak masalah, weee.....lhadalah, ada apa ini? Telpon montir ke bengkel katanya aku harus coba pakai accu lain dulu. Dan dia wanti-wanti jangan didorong ya BU, karena mobilnya matic.
Telpon suami, he he he siapa tahu karena mendengar istri tercinta yang cantik ini perlu bantuan, dia bisa pulang sebentar pinjamin accu mobilnya sekedar untuk ngetes, bantu selesaikan masalah mobil, siapa tahu juga bisa di rumah agak lamaan. Kan susah ketemu dia di hari dan jam kerja, nah... ini bisa jadi alasan. Ha ha ha licik ya? Lha kantornya aja sering ngambil waktu dia untuk keluarga, nggak ada kompensasi overtime lagi (eit kok jadi itungan gitu? Kami (aku n anak-anak sudah nyumbang banyak pengorbanan untuk negara. Jadi mungkin 10 November nanti akan mendapat gelar pahlawan negara. Huaa. ha ha ha...........). Lha masa sekali-sekali aja nggak boleh sih ambil jam kantor untuk emergency?
Eeee.........rupanya tidak ada tanda-tanda dia bakalan pulang untuk bantuin. Ya sudah nyerah aja aku sudah capek sana sini sambil gendong putri cantik yang lagi manja karena flu saat menerapkan jurus sambil tadi. Yo wis nggak jadi jalan. Apa aku mesti kursus montir biar kalau mobil ngambek bisa ditangani sendiri ya???
Tuuh kan nambah lagi keahlian yang diperlukan seorang ibu rumah tangga......MONTIR!!!
Mas Rafi sudah beres saat masuk kamar, pamit mau sekolah. Lho? Jam berapa sih Mas? Karena sesudah subuh baru bisa tidur, sampai nggak sadar sudah jam 6.30.
"Ma, bekal minumku belum ya? Breakfast juga belum disiapkan?"
"Waduh, maaf sayang. Mama siapin dulu ya. Susu, bekal minum, gampang. Nasi goreng tadi malam sudah Mama buat dan Mama masukin Majic Jar. Jadi aman, sebentar lagi juga beres."
Benar, nggak sampai 5 menit gantengku itu sudah meluncur dengan sepeda kecilnya yang sepertinya sudah mulai kekecilan karena dia sudah tinggi, ke sekolah. Aku heran, ada apa dia berangkat sepagi ini? Toh sekolahnya sangat dekat. Yah, aku memilih tidak mengomentari.
Klotek.....klotek......, lho, kok dia pulang lagi, apa yang ketinggalan?
"Ma, aku kepagian, belum ada teman yang datang. Cuma ada Mr Joni (penjaga sekolah). Ya sudah pulang dulu aja. Adek masih tidur?"
Ha ha ha rupanya jagoanku yang biasanya berangkat jam 7 ini salah melihat jam. Dia melihat salah satu jam yang ternyata mati! Dia menunjukkan jam 07.05 saat Pangeranku ini mau berangkat.
Setelah Rafi sekolah, princess bangun, makan, main, mandi, dan jurus-jurus sambil seperti biasa aku gunakan. Sambil bersih-bersih sambil melakukan permainan dengan princess, sambil nyuci, sambil siapin mandi, sambil bla bla bla.
Sekian jurus sudah diselesaikan, aku dan princess siap meluncur berdua. Tek....tektek....... lho kok mobil nggak mau hidup? Wiper bisa nyala, lampu bisa nyala, central lock nggak masalah, weee.....lhadalah, ada apa ini? Telpon montir ke bengkel katanya aku harus coba pakai accu lain dulu. Dan dia wanti-wanti jangan didorong ya BU, karena mobilnya matic.
Telpon suami, he he he siapa tahu karena mendengar istri tercinta yang cantik ini perlu bantuan, dia bisa pulang sebentar pinjamin accu mobilnya sekedar untuk ngetes, bantu selesaikan masalah mobil, siapa tahu juga bisa di rumah agak lamaan. Kan susah ketemu dia di hari dan jam kerja, nah... ini bisa jadi alasan. Ha ha ha licik ya? Lha kantornya aja sering ngambil waktu dia untuk keluarga, nggak ada kompensasi overtime lagi (eit kok jadi itungan gitu? Kami (aku n anak-anak sudah nyumbang banyak pengorbanan untuk negara. Jadi mungkin 10 November nanti akan mendapat gelar pahlawan negara. Huaa. ha ha ha...........). Lha masa sekali-sekali aja nggak boleh sih ambil jam kantor untuk emergency?
Eeee.........rupanya tidak ada tanda-tanda dia bakalan pulang untuk bantuin. Ya sudah nyerah aja aku sudah capek sana sini sambil gendong putri cantik yang lagi manja karena flu saat menerapkan jurus sambil tadi. Yo wis nggak jadi jalan. Apa aku mesti kursus montir biar kalau mobil ngambek bisa ditangani sendiri ya???
Tuuh kan nambah lagi keahlian yang diperlukan seorang ibu rumah tangga......MONTIR!!!
Resistensi antibiotik, berbahayakah?
Waduuuh...... serumah kok flu semua ya?
Masih banyak dokter yang selalu memberi antibiotik saat kita flu. Ada baiknya sebagai pasien kita juga menyikapi datangnya penyakit dengan "cerdas", diskusikan dengan dokter jika dokter akan memberi antibiotik.
Pengetahuan tentang itu mestinya juga kita miliki. Berikut artikel tentang resistensi antibiotik.
Oleh: Dr. Elizabeth Yasmine
--------------------------------------------------------------------------------
Ketika obat ajaib bernama penisilin digunakan selama Perang Dunia II, seluruh dunia bersukacita. Inilah solusi untuk luka yang terinfeksi. Tetapi 4 tahun setelah obat dewa itu diproduksi massal, ternyata muncul masalah baru. Penisilin tak lagi mampu mengatasi semua luka terinfeksi. Muncullah masalah besar bernama resistensi obat yaitu kuman dalam tubuh tak mempan lagi dengan obat tertentu.
Apa itu resistensi obat?
Resistensi obat adalah keadaan di mana kuman tidak dapat lagi dibunuh dengan antibiotik. Pada saat antibiotik diberikan, sejumlah kuman akan mati. Tapi kemudian terjadi mutasi pada gen kuman sehingga ia dapat bertahan dari serangan antibiotik tersebut. Kuman yang tidak bisa bertahan dari serangan antibiotik akan mati, tapi kuman yang mengalami mutasi akan bertahan dan hidup. Kuman ini lalu membelah dengan cepat dan terbentuklah jutaan koloni kuman yang mampu melawan antibiotik tersebut. Bila nanti kumpulan kuman ini menginfeksi individu lain, maka antibiotik tersebut tak akan mampu mengatasi infeksi tersebut.
Apakah resistensi obat itu masalah besar?
Ya. Resistensi obat menyebabkan semakin sedikit pilihan obat yang dapat dipakai untuk mengobati infeksi. Semakin sering antibiotik digunakan, semakin cepat resistensi timbul. Infeksi yang tadinya dapat ditangani dengan mudah, namun karena antibiotik yang biasa tidak lagi bisa mengatasinya, maka infeksi menjadi sulit ditangani.
Contohnya, beberapa tahun setelah penggunaan penisilin secara massal, kuman Staphylococcus aureus merupakan salah satu yang mengalami resisten. Bakteri ini merupakan bagian dari mikroflora yang hidup di kulit manusia. Sekarang, sebagian besar Staphylococcus aureus resisten terhadap banyak antibiotik dan infeksinya menjadi sulit ditangani.
Bagaimana jika antibiotik saya tidak bekerja?
Jika infeksi Anda tidak membaik dengan antibiotik, ada kemungkinan infeksi tersebut bukan disebabkan oleh bakteri. Infeksi virus, jamur, atau parasit tentu membutuhkan pengobatan yang berbeda. Namun jika dokter yakin bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi, maka ia akan memberikan (keturunan) antibiotik lain yang merupakan lini kedua.
Setiap antibiotik yang diberikan oleh dokter harus diminum sampai habis. Bila Anda diberi obat selama 7 hari, namun pada hari ketiga sudah merasa lebih baik, Anda tetap perlu menghabiskan obat tersebut. Bila Anda menghentikannya, akan ada sejumlah kuman yang belum terbunuh yang akan menjadi resisten.
Jadi tidak semua infeksi memerlukan antibiotik?
Tidak. Beberapa infeksi seperti selesma atau common cold, nyeri tenggorok sebagian besar disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan sembuh sendiri dan dikalahkan oleh sistem imun tubuh. Penyembuhan akan memerlukan waktu beberapa hari dan selama fase itu, kita hanya perlu beristirahat dan memberi kesempatan pada sistem imun kita untuk melawan infeksi tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi antibiotik.
Bagaimana mencegah resistensi itu?
Resistensi obat akan terus berjalan seiring dengan penggunaan antibiotik, namun lajunya dapat kita perlambat.
Minumlah antibiotik hanya bila Anda memerlukannya dan bila diberi oleh dokter.
Minumlah antibiotik sampai habis sesuai petunjuk dokter. Jangan menghentikannya di tengah-tengah hanya karena Anda merasa sudah baikan.
Janganlah minum antibiotik orang lain hanya karena Anda merasa penyakit Anda sama dengan orang tersebut.
Janganlah membeli antibiotik sendiri untuk flu dan common cold, dan nyeri tenggorok. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.
Cucilah tangan untuk menghindari penularan penyakit infeksi.
Masih banyak dokter yang selalu memberi antibiotik saat kita flu. Ada baiknya sebagai pasien kita juga menyikapi datangnya penyakit dengan "cerdas", diskusikan dengan dokter jika dokter akan memberi antibiotik.
Pengetahuan tentang itu mestinya juga kita miliki. Berikut artikel tentang resistensi antibiotik.
Oleh: Dr. Elizabeth Yasmine
--------------------------------------------------------------------------------
Ketika obat ajaib bernama penisilin digunakan selama Perang Dunia II, seluruh dunia bersukacita. Inilah solusi untuk luka yang terinfeksi. Tetapi 4 tahun setelah obat dewa itu diproduksi massal, ternyata muncul masalah baru. Penisilin tak lagi mampu mengatasi semua luka terinfeksi. Muncullah masalah besar bernama resistensi obat yaitu kuman dalam tubuh tak mempan lagi dengan obat tertentu.
Apa itu resistensi obat?
Resistensi obat adalah keadaan di mana kuman tidak dapat lagi dibunuh dengan antibiotik. Pada saat antibiotik diberikan, sejumlah kuman akan mati. Tapi kemudian terjadi mutasi pada gen kuman sehingga ia dapat bertahan dari serangan antibiotik tersebut. Kuman yang tidak bisa bertahan dari serangan antibiotik akan mati, tapi kuman yang mengalami mutasi akan bertahan dan hidup. Kuman ini lalu membelah dengan cepat dan terbentuklah jutaan koloni kuman yang mampu melawan antibiotik tersebut. Bila nanti kumpulan kuman ini menginfeksi individu lain, maka antibiotik tersebut tak akan mampu mengatasi infeksi tersebut.
Apakah resistensi obat itu masalah besar?
Ya. Resistensi obat menyebabkan semakin sedikit pilihan obat yang dapat dipakai untuk mengobati infeksi. Semakin sering antibiotik digunakan, semakin cepat resistensi timbul. Infeksi yang tadinya dapat ditangani dengan mudah, namun karena antibiotik yang biasa tidak lagi bisa mengatasinya, maka infeksi menjadi sulit ditangani.
Contohnya, beberapa tahun setelah penggunaan penisilin secara massal, kuman Staphylococcus aureus merupakan salah satu yang mengalami resisten. Bakteri ini merupakan bagian dari mikroflora yang hidup di kulit manusia. Sekarang, sebagian besar Staphylococcus aureus resisten terhadap banyak antibiotik dan infeksinya menjadi sulit ditangani.
Bagaimana jika antibiotik saya tidak bekerja?
Jika infeksi Anda tidak membaik dengan antibiotik, ada kemungkinan infeksi tersebut bukan disebabkan oleh bakteri. Infeksi virus, jamur, atau parasit tentu membutuhkan pengobatan yang berbeda. Namun jika dokter yakin bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi, maka ia akan memberikan (keturunan) antibiotik lain yang merupakan lini kedua.
Setiap antibiotik yang diberikan oleh dokter harus diminum sampai habis. Bila Anda diberi obat selama 7 hari, namun pada hari ketiga sudah merasa lebih baik, Anda tetap perlu menghabiskan obat tersebut. Bila Anda menghentikannya, akan ada sejumlah kuman yang belum terbunuh yang akan menjadi resisten.
Jadi tidak semua infeksi memerlukan antibiotik?
Tidak. Beberapa infeksi seperti selesma atau common cold, nyeri tenggorok sebagian besar disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan sembuh sendiri dan dikalahkan oleh sistem imun tubuh. Penyembuhan akan memerlukan waktu beberapa hari dan selama fase itu, kita hanya perlu beristirahat dan memberi kesempatan pada sistem imun kita untuk melawan infeksi tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi antibiotik.
Bagaimana mencegah resistensi itu?
Resistensi obat akan terus berjalan seiring dengan penggunaan antibiotik, namun lajunya dapat kita perlambat.
Minumlah antibiotik hanya bila Anda memerlukannya dan bila diberi oleh dokter.
Minumlah antibiotik sampai habis sesuai petunjuk dokter. Jangan menghentikannya di tengah-tengah hanya karena Anda merasa sudah baikan.
Janganlah minum antibiotik orang lain hanya karena Anda merasa penyakit Anda sama dengan orang tersebut.
Janganlah membeli antibiotik sendiri untuk flu dan common cold, dan nyeri tenggorok. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus.
Cucilah tangan untuk menghindari penularan penyakit infeksi.
Kamis, 24 Januari 2008
KAYA atau MISKIN dapat direncanakan dan ditebak
Dari banyak buku yang saya baca, antara lain karya BRIAN TRACY, NAPOLEON HILL dan
ROBERT T. KIYOSAKI, saya mendapatkan beberapa point yang ingin saya tegaskan yaitu:
"ANDA adalah Apa Yang Anda Pikirkan dan Lakukan Setiap Saat"
Anda yang sekarang adalah hasil / "buah" pikiran dan tindakan yang Anda lakukan pada
saat-saat yang telah Anda lewati kemarin hingga hari ini.
Anda gagal sekarang, itu karena perbuatan dan pikiran Anda yang telah lakukan,
Anda berhasil dan kaya, itu juga karena perbuatan dan pikiran Anda.
Dalam buku2 tsb. saya juga mendapatkan kalimat berikut:
"Orang Sukses dan Kaya mengambil tanggung jawab atas diri dan
lingkungannya secara mandiri"
Berarti orang gagal menyalahkan orang lain dan mencari "bandot hitam" sebagai
penyebab kegagalannya.
Anda tidak pantas menyalahkan siapapun, apalagi sampai Anda menuding orang tua.
Ambil tanggung jawab atas diri Anda, dan bangun kemandirian sejak sekarang.
Perhatikan 1
Coba Anda lihat diri Anda di cermin, Anda akan melihat diri Anda dan Anda dapat
menebak apakah diri tersebut akan menjadi orang yang kaya dan sukses?
Atau sebaliknya?
Anda sudah pasti akan tahu, dengan melihat apa yang Anda pikirkan dan lakukan
setiap saat mulai sekarang sampai nanti.
Anda sudah dapat melihat bayangan seorang tua yang sehat, bahagia dan sejahtera,
atau seorang pensiuan renta yang bersedih, melarat dan sengsara. Yang harus
meneruskan hidup tanpa harapan dan meminta belas kasihan pada anak dan sesama.
Perhatikan 2
Sekarang Anda perhatikan dan lihat sekeliling tempat Anda bekerja, Rekan kerja
Anda pasti beraneka ragam bentuk dan sikapnya.
Anda perhatikan baik2 seorang demi seorang, catat dan pelajari apa yang mereka
lakukan setiap hari selama mereka bekerja dan bersama Anda.
Saya yakin Anda sudah dapat meramal dan menebak, siapa yang akan mencapai
sukses dan kaya atau siapa yang akan mendapatkan kehidupan sengsara dan melarat.
Intisari
Jadi Kaya atau Miskin sebenarnya dapat direncanakan dan ditebak (diramal), dengan
melihat dan memperhatikan sikap mental dan tindakan yang Anda dan Rekan Anda lakukan.
Anda akan menjadi apa di masa depan entah sukses dan kaya atau sebaliknya,
ditentukan dari apa yang Anda pikirkan dan lakukan setiap saat sampai masa depan
tersebut terjadi.
Jangan mimpi dan berkhayal di siang bolong, Anda akan mencapai sukses dan kaya,
hanya dengan melakukan suatu pekerjaan dan pengorbanan yang minimal.
(Kaya tidak datang tiba2 dan turun dari langit, kecuali ada penyimpangan
yang sangat kecil kemungkinannya. Namun SUKSES adalah suatu yang absolut
dan harus diperjuangkan diri sendiri).
NO FREE LUNCH TODAY & FOREVER.
Hukum Alam yang pasti adalah Anda akan menuai apa yang Anda tanam.
Ini hukum TUHAN juga, karena Anda akan mendapatkan kebaikan bila Anda berbuat baik.
Jadi Anda sudah dapat meramal nasib Anda sekarang, dari apa yang akan
Anda pikirkan dan lakukan.
Semua terserah Anda, keputusan ada di tangan Anda sebagai Tuan Diri Anda Sendiri.
3G
Anda pasti saat memiliki handphone, dan mengetahui apa yang dimaksud dengan 3G.
Istilah 3G ini dapat saya jabarkan sebagai:
GOOD THINKING
GOOD ACTING
GOOD LIVING
Anda akan mendapatkan kehidupan yang baik (sukses & kaya) bila Anda memikirkan
dan melakukan hal2 yang berguna dan bermanfaat bagi sesama dan diri Anda, hari ini
dan masa mendatang.
Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.
Best Regards,
Freddy Pieloor
ROBERT T. KIYOSAKI, saya mendapatkan beberapa point yang ingin saya tegaskan yaitu:
"ANDA adalah Apa Yang Anda Pikirkan dan Lakukan Setiap Saat"
Anda yang sekarang adalah hasil / "buah" pikiran dan tindakan yang Anda lakukan pada
saat-saat yang telah Anda lewati kemarin hingga hari ini.
Anda gagal sekarang, itu karena perbuatan dan pikiran Anda yang telah lakukan,
Anda berhasil dan kaya, itu juga karena perbuatan dan pikiran Anda.
Dalam buku2 tsb. saya juga mendapatkan kalimat berikut:
"Orang Sukses dan Kaya mengambil tanggung jawab atas diri dan
lingkungannya secara mandiri"
Berarti orang gagal menyalahkan orang lain dan mencari "bandot hitam" sebagai
penyebab kegagalannya.
Anda tidak pantas menyalahkan siapapun, apalagi sampai Anda menuding orang tua.
Ambil tanggung jawab atas diri Anda, dan bangun kemandirian sejak sekarang.
Perhatikan 1
Coba Anda lihat diri Anda di cermin, Anda akan melihat diri Anda dan Anda dapat
menebak apakah diri tersebut akan menjadi orang yang kaya dan sukses?
Atau sebaliknya?
Anda sudah pasti akan tahu, dengan melihat apa yang Anda pikirkan dan lakukan
setiap saat mulai sekarang sampai nanti.
Anda sudah dapat melihat bayangan seorang tua yang sehat, bahagia dan sejahtera,
atau seorang pensiuan renta yang bersedih, melarat dan sengsara. Yang harus
meneruskan hidup tanpa harapan dan meminta belas kasihan pada anak dan sesama.
Perhatikan 2
Sekarang Anda perhatikan dan lihat sekeliling tempat Anda bekerja, Rekan kerja
Anda pasti beraneka ragam bentuk dan sikapnya.
Anda perhatikan baik2 seorang demi seorang, catat dan pelajari apa yang mereka
lakukan setiap hari selama mereka bekerja dan bersama Anda.
Saya yakin Anda sudah dapat meramal dan menebak, siapa yang akan mencapai
sukses dan kaya atau siapa yang akan mendapatkan kehidupan sengsara dan melarat.
Intisari
Jadi Kaya atau Miskin sebenarnya dapat direncanakan dan ditebak (diramal), dengan
melihat dan memperhatikan sikap mental dan tindakan yang Anda dan Rekan Anda lakukan.
Anda akan menjadi apa di masa depan entah sukses dan kaya atau sebaliknya,
ditentukan dari apa yang Anda pikirkan dan lakukan setiap saat sampai masa depan
tersebut terjadi.
Jangan mimpi dan berkhayal di siang bolong, Anda akan mencapai sukses dan kaya,
hanya dengan melakukan suatu pekerjaan dan pengorbanan yang minimal.
(Kaya tidak datang tiba2 dan turun dari langit, kecuali ada penyimpangan
yang sangat kecil kemungkinannya. Namun SUKSES adalah suatu yang absolut
dan harus diperjuangkan diri sendiri).
NO FREE LUNCH TODAY & FOREVER.
Hukum Alam yang pasti adalah Anda akan menuai apa yang Anda tanam.
Ini hukum TUHAN juga, karena Anda akan mendapatkan kebaikan bila Anda berbuat baik.
Jadi Anda sudah dapat meramal nasib Anda sekarang, dari apa yang akan
Anda pikirkan dan lakukan.
Semua terserah Anda, keputusan ada di tangan Anda sebagai Tuan Diri Anda Sendiri.
3G
Anda pasti saat memiliki handphone, dan mengetahui apa yang dimaksud dengan 3G.
Istilah 3G ini dapat saya jabarkan sebagai:
GOOD THINKING
GOOD ACTING
GOOD LIVING
Anda akan mendapatkan kehidupan yang baik (sukses & kaya) bila Anda memikirkan
dan melakukan hal2 yang berguna dan bermanfaat bagi sesama dan diri Anda, hari ini
dan masa mendatang.
Demikian sharing saya, semoga bermanfaat.
Best Regards,
Freddy Pieloor
Jum'at, 18 Januari 2008
Hari ini aku sangat capek! Bangun tidur rasanya males sekali. Setelah bangun subuh, tidur lagi meski tidak nyaman lagi. Untungnya suami dan 2 gantengku sudah siap-siap sendiri tanpa bantuanku. Setelah mandi mereka bagi tugas bikin susu, goreng telur untuk isi roti. Mereka cari yang praktis aja, yang penting sarapan sehat.
Tapi...........tentu saja aku tidak bisa tidak bangun dari tempat tidur jika princess cantik sudah bangun. MA.......TA......TA.....TA.....MA......MA......PA....PA...... ooohhhhhhhh mata sepetku, badan "ancur"ku, tenaga tinggal 5%, tetep bangun dengan semangat '45 supaya tetep OK "menemani" malaikat kecilku ini. Ya of course dia selalu butuh mama yang semangat, energik, senyum ceria.................meski sedang capeeekk!!!!
OK, bangun, suapin mulut cantik nan cerewet, sambil mesin cuci sibuk mengurus cucianku, sambil panasin air untuk mandi si princess. Meski males, mubadzir rasanya waktuku jika tidak dimanfaatkan. Nah, jurus "sambil" selalu aku gunakan agar lebih efisien. Kalau ada yang bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan, kenapa tidak?? So, dalam waktu yang lebih singkat beberapa pekerjaan terselesaikan dan waktu untuk sekedar leyeh-leyeh akan tersedia jika princess sedang "manis" atau tidur. He he he biasanya sih kalau dia tidur justru kesempatan nyelesaikan urusan yang tidak boleh melibatkan dia karena berbahaya. Setrika misalnya.
Siang, sore, malam, ternyata nggak ada waktu leyeh-leyeh yang tadi aku angankan. yah, nggak papalah yang penting semua berjalan lancar. Sampai malampun ternyata tidak ada jeda untuk leyeh-leyeh. Ha ha ha salah perhitungan apa limpahan pahala.
Ya sudahlah nikmati saja. Asalkan ikhlas pasti akan ringan atau lebih tepatnya diringankan.
Tapi...........tentu saja aku tidak bisa tidak bangun dari tempat tidur jika princess cantik sudah bangun. MA.......TA......TA.....TA.....MA......MA......PA....PA...... ooohhhhhhhh mata sepetku, badan "ancur"ku, tenaga tinggal 5%, tetep bangun dengan semangat '45 supaya tetep OK "menemani" malaikat kecilku ini. Ya of course dia selalu butuh mama yang semangat, energik, senyum ceria.................meski sedang capeeekk!!!!
OK, bangun, suapin mulut cantik nan cerewet, sambil mesin cuci sibuk mengurus cucianku, sambil panasin air untuk mandi si princess. Meski males, mubadzir rasanya waktuku jika tidak dimanfaatkan. Nah, jurus "sambil" selalu aku gunakan agar lebih efisien. Kalau ada yang bisa dikerjakan dalam waktu bersamaan, kenapa tidak?? So, dalam waktu yang lebih singkat beberapa pekerjaan terselesaikan dan waktu untuk sekedar leyeh-leyeh akan tersedia jika princess sedang "manis" atau tidur. He he he biasanya sih kalau dia tidur justru kesempatan nyelesaikan urusan yang tidak boleh melibatkan dia karena berbahaya. Setrika misalnya.
Siang, sore, malam, ternyata nggak ada waktu leyeh-leyeh yang tadi aku angankan. yah, nggak papalah yang penting semua berjalan lancar. Sampai malampun ternyata tidak ada jeda untuk leyeh-leyeh. Ha ha ha salah perhitungan apa limpahan pahala.
Ya sudahlah nikmati saja. Asalkan ikhlas pasti akan ringan atau lebih tepatnya diringankan.
Rabu, 23 Januari 2008
Kaca film gelap, menguntungkan ?
Pagi ini aku harus keluar. Ke Carefour atau Superindo dekat rumah, ada barang penting yang harus dibeli sekarang juga (walah, sepenting itukah? He he he....sssstttttttttt biar terkesan sibuk banget gitu lho.
Setelah baby cantik makan, mandi, eee.... ada tamu, ya udah temuin tamu sebentar, cao deh kami berdua. Waduh, kok cantik mama nggak mau pakai seat belt?? Ya sudah, ntar aja di jalan raya dipakein. Mungkin protes tapi kan sebentar ini, kan deket banget. Nggak sampai juga 5 menit.
Princess nyanyi di sepanjang jalan sambil tak lupa mengomentari berbagai hal yang dilihat. Naah....... sampai deh kami. Balon balon besar yang dulu dipajang di halaman parkir kini tidak ada lagi. Putriku melongok keatas dengan kecewa. Ya, biasanya dia langsung teriak keras sekali, PAAA.....PAPAAA.....PAPAAA....... sambil telunjuk mungilnya menunjuk ke atas ke arah balon-balon tadi. Lucuuu sekali.
Duduk di kereta belanja sambil ngoceh sana sini, komentar, tanya, sambil aku mencari kebutuhan yang harus dibeli. Ups, telor jangan lupa, persediaan sudah menipis. Telor harus selalu ada di rumah karena itu sumber protein yang praktis, murah, dan tentu sangat diperlukan anak-anakku yang sedang tumbuh.
Nah... selesai, bayar di kasir, eee.... manajer toko yang ramah dan cukup sering menegur dan memberi hadiah kecil ke anak-anakku datang menghampiri princess sambil memberi 2 benda mungil...(ternyata makanan dalam kemasan cantik). Menjalin silaturrahim memang mendatangkan rejeki ya.
Sampai tempat parkir semua barang masuk di kursi belakang biar mudah mengambilnya nanti, princess duduk di sebelah, dan mulailah aku nyetir arah pulang.
Waduuhh............ kok adek rewel gini? Mana sambil berdiri dan melangkah ke arahku minta dipeluk. Gimana ini? Karena sudah masuk jalan komplek maka aku peluk dia di pangkuan. Eeeee.............. lha kok dia minta ASI, cari dan buka sendiri. Dan.......ncut ncut ncut dengan tenangnya dia minum ASI sambil terkantuk-kantuk nikmat. Ngantuk rupanya.
Untung kaca film mobilku gelap, sulit sekali melihat ke arah dalam bahkan dari depan mobil yang biasanya lebih terang. He he he ada gunanya juga ternyata, aku bisa nyusui di mobil tanpa kelihatan dari luar.
Setelah baby cantik makan, mandi, eee.... ada tamu, ya udah temuin tamu sebentar, cao deh kami berdua. Waduh, kok cantik mama nggak mau pakai seat belt?? Ya sudah, ntar aja di jalan raya dipakein. Mungkin protes tapi kan sebentar ini, kan deket banget. Nggak sampai juga 5 menit.
Princess nyanyi di sepanjang jalan sambil tak lupa mengomentari berbagai hal yang dilihat. Naah....... sampai deh kami. Balon balon besar yang dulu dipajang di halaman parkir kini tidak ada lagi. Putriku melongok keatas dengan kecewa. Ya, biasanya dia langsung teriak keras sekali, PAAA.....PAPAAA.....PAPAAA....... sambil telunjuk mungilnya menunjuk ke atas ke arah balon-balon tadi. Lucuuu sekali.
Duduk di kereta belanja sambil ngoceh sana sini, komentar, tanya, sambil aku mencari kebutuhan yang harus dibeli. Ups, telor jangan lupa, persediaan sudah menipis. Telor harus selalu ada di rumah karena itu sumber protein yang praktis, murah, dan tentu sangat diperlukan anak-anakku yang sedang tumbuh.
Nah... selesai, bayar di kasir, eee.... manajer toko yang ramah dan cukup sering menegur dan memberi hadiah kecil ke anak-anakku datang menghampiri princess sambil memberi 2 benda mungil...(ternyata makanan dalam kemasan cantik). Menjalin silaturrahim memang mendatangkan rejeki ya.
Sampai tempat parkir semua barang masuk di kursi belakang biar mudah mengambilnya nanti, princess duduk di sebelah, dan mulailah aku nyetir arah pulang.
Waduuhh............ kok adek rewel gini? Mana sambil berdiri dan melangkah ke arahku minta dipeluk. Gimana ini? Karena sudah masuk jalan komplek maka aku peluk dia di pangkuan. Eeeee.............. lha kok dia minta ASI, cari dan buka sendiri. Dan.......ncut ncut ncut dengan tenangnya dia minum ASI sambil terkantuk-kantuk nikmat. Ngantuk rupanya.
Untung kaca film mobilku gelap, sulit sekali melihat ke arah dalam bahkan dari depan mobil yang biasanya lebih terang. He he he ada gunanya juga ternyata, aku bisa nyusui di mobil tanpa kelihatan dari luar.
Radang Tenggorok Apa Penyebabnya?
Oleh: dr HANDRAWAN NADESUL
--------------------------------------------------------------------------------
Radang tenggorok atau pharyngitis dapat berarti dua. Yaitu disebabkan oleh bibit penyakit atau oleh luka radang karena terkena bahan kimiawi, seperti karbol, lisol, dan makanan-minuman permen, atau obat yang merangsang selaput lendir juga asam lambung yang tumpah balik mengenai tenggorokan.
UMUMNYA radang tenggorok disebabkan karena bibit penyakit virus, kuman, basil, atau jamur. Gejalanya seperti selaput lendir tenggorok atau pangkal rongga mulut serta kelenjar tonsil (amandel) tampak meradang.
Meradang berarti muncul gejala merah, membengkak, dan nyeri. Seperti tenggorokan tampak merah, membengkak, terasa nyeri seperti panas dan tertusuk duri dan nyeri kalau menelan. Gejala lainnya adalah batuk, suara parau, demam, nyeri kepala, badan ngilu, nyeri sendi, dan lesu.
Anak balita tidak selalu dapat mengungkapkan keluhan dan gejalanya itu. Hanya demam, dan tenggorokan merah meradang saja yang bisa diamati. Selebihnya anak jadi rewel, menolak makan dan minum, lemah, lesu, tidur terus, atau kadang tak dapat tidur karena “terganggu” batuk-batuk dan hidung tersumbat karena disertai pilek.
Mungkin karena virus
Kebanyakan radang tenggorok disebabkan oleh virus. Ada sejumlah jenis virus yang biasanya hinggap di tenggorokan. Gejalanya hampir sama yaitu demam tinggi, kadang tinggi sekali, bahkan sampai menggigil. Anak mungkin merasa kepalanya nyeri, mungkin ada mual, bisa jadi muntah, dan mencret juga.
Batuknya pun biasanya batuk kering tidak berdahak. Itu dapat didengar dari suara batuknya yang kering tanpa suara lendir. Kalau pun ada lendirnya, lendir biasanya akan bening, dan encer.
Apabila kondisi badan anak kuat, biasanya tak lebih dari seminggu radang tenggorok oleh virus akan menyembuh sendiri. Virus biasanya ditumpas oleh sel-sel kekebalan tubuh sendiri. Bila tidak berhasil menumpas virus maka penyakitnya bertambah berat.
Selain masih terus demam, batuknya bisa berubah jadi batuk basah (batuk produktif), dengan dahak berwarna kuning atau hijau dan kental. Mungkin sukar bagi anak balita untuk mengeluarkan dahak yang tersangkut di saluran napas. Sering-sering keluar karena anak muntah. Dalam muntahan terlihat tercampur dahak kuning atau hijau.
Tak selalu memerlukan antibiotika
Kekeliruan yang acap terjadi di masyarakat, apabila radang tenggorok langsung diberi antibiotika. Pilihan ini merugikan dalam dua hal. Yaitu pemborosan untuk yang tidak perlu karena virus tidak mungkin ditumpas oleh antibiotika. Itu berarti tubuh tercemar oleh bahan kimiawi obat yang sebetulnya tidak diperlukan (risk-benefit tak imbang), serta tidak ekonomis dalam berobat.
Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus hanya membutuhkan ketahanan fisik. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, perlu istirahat, makan cukup bergizi, khususnya protein (telur, ikan, daging, susu), dan tidur cukup.
Selain itu badan dibuat hangat. Caranya dengan mandi air hangat, tidak minum dingin, dan dibaluri obat gosok (mengandung analgetik dan penghangat badan, seperti kayuputih, minyak telon), dan minum yang serba hangat.
Kebiasaan menganggap enteng radang tenggorokan oleh virus, sebagaimana halnya flu, merugikan badan. Anak sedang terinfeksi virus yang dibiarkan masuk sekolah, atau tetap bermain di udara luar rumah, akan menambah buruk kondisi tubuhnya. Penyakit infeksi virusnya lalu bertambah parah. Virus menguasai kekebalan tubuh, sehingga penyakitnya tidak menyembuh.
Terjadi komplikasi
Komplikasi terjadi apabila ada infeksi lain seperti kuman dan jamur. Sehingga gejala penyakitnya menjadi bertambah parah.
Jika mengenai pita suara, maka suara akan menjadi parau bahkan bisa sampai kehilangan suara. Pada keadaan demikian sudah terjadi infeksi pita suara (laryngitis).
Infeksi tenggorok sendiri bisa langsung menjalar ke ruang telinga tengah sehingga terbentuk radang telinga tengah (acute otitis media). Jika komplikasi ini dibiarkan, maka bisa terjadi congek.
Beda gejala infeksi virus dengan kuman
Radang tenggorok oleh virus biasanya demam tinggi. Mungkin sampai di atas 40 derajat Celcius. Namun begitu demamnya sudah turun, anak menjadi tampak segar kembali.
Bila infeksinya disebabkan oleh kuman, anak biasanya tetap lesu, dan lemah walaupun demamnya sudah mereda.
Mencret dapat juga merupakan gejala radang pernapasan
Anak bayi dan balita yang mencret belum tentu ada gangguan saluran pencernaan. Bisa saja itu bagian dari gejala radang atau infeksi saluran pernapasannya. Anak yang flu atau radang tenggorok, bisa juga disertai mencret.
Berbeda dengan mencret gangguan pencernaan, pada flu mencretnya tidak lebih dari lima kali, tinja tidak berbau busuk, dan tidak disertai mulas. Namun mencret penyakit perut biasanya lebih lima kali, tinja berbau busuk, mungkin tercampur lendir dan darah, dan terasa mulas.
Mencret karena radang atau infeksi tenggorok tidak perlu diberi obat mencret. Cukup diberi obat radang tenggorok seperti halnya obat flu. Boleh dimulai dengan obat di pasaran saja dulu, biarkan lebih banyak tidur, dan beri menu bergizi. Baru kalau semakin memberat dan mencurigai telah terjadi infeksi kuman, bantuan dokter diperlukan.
--------------------------------------------------------------------------------
Radang tenggorok atau pharyngitis dapat berarti dua. Yaitu disebabkan oleh bibit penyakit atau oleh luka radang karena terkena bahan kimiawi, seperti karbol, lisol, dan makanan-minuman permen, atau obat yang merangsang selaput lendir juga asam lambung yang tumpah balik mengenai tenggorokan.
UMUMNYA radang tenggorok disebabkan karena bibit penyakit virus, kuman, basil, atau jamur. Gejalanya seperti selaput lendir tenggorok atau pangkal rongga mulut serta kelenjar tonsil (amandel) tampak meradang.
Meradang berarti muncul gejala merah, membengkak, dan nyeri. Seperti tenggorokan tampak merah, membengkak, terasa nyeri seperti panas dan tertusuk duri dan nyeri kalau menelan. Gejala lainnya adalah batuk, suara parau, demam, nyeri kepala, badan ngilu, nyeri sendi, dan lesu.
Anak balita tidak selalu dapat mengungkapkan keluhan dan gejalanya itu. Hanya demam, dan tenggorokan merah meradang saja yang bisa diamati. Selebihnya anak jadi rewel, menolak makan dan minum, lemah, lesu, tidur terus, atau kadang tak dapat tidur karena “terganggu” batuk-batuk dan hidung tersumbat karena disertai pilek.
Mungkin karena virus
Kebanyakan radang tenggorok disebabkan oleh virus. Ada sejumlah jenis virus yang biasanya hinggap di tenggorokan. Gejalanya hampir sama yaitu demam tinggi, kadang tinggi sekali, bahkan sampai menggigil. Anak mungkin merasa kepalanya nyeri, mungkin ada mual, bisa jadi muntah, dan mencret juga.
Batuknya pun biasanya batuk kering tidak berdahak. Itu dapat didengar dari suara batuknya yang kering tanpa suara lendir. Kalau pun ada lendirnya, lendir biasanya akan bening, dan encer.
Apabila kondisi badan anak kuat, biasanya tak lebih dari seminggu radang tenggorok oleh virus akan menyembuh sendiri. Virus biasanya ditumpas oleh sel-sel kekebalan tubuh sendiri. Bila tidak berhasil menumpas virus maka penyakitnya bertambah berat.
Selain masih terus demam, batuknya bisa berubah jadi batuk basah (batuk produktif), dengan dahak berwarna kuning atau hijau dan kental. Mungkin sukar bagi anak balita untuk mengeluarkan dahak yang tersangkut di saluran napas. Sering-sering keluar karena anak muntah. Dalam muntahan terlihat tercampur dahak kuning atau hijau.
Tak selalu memerlukan antibiotika
Kekeliruan yang acap terjadi di masyarakat, apabila radang tenggorok langsung diberi antibiotika. Pilihan ini merugikan dalam dua hal. Yaitu pemborosan untuk yang tidak perlu karena virus tidak mungkin ditumpas oleh antibiotika. Itu berarti tubuh tercemar oleh bahan kimiawi obat yang sebetulnya tidak diperlukan (risk-benefit tak imbang), serta tidak ekonomis dalam berobat.
Radang tenggorokan yang disebabkan oleh virus hanya membutuhkan ketahanan fisik. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh, perlu istirahat, makan cukup bergizi, khususnya protein (telur, ikan, daging, susu), dan tidur cukup.
Selain itu badan dibuat hangat. Caranya dengan mandi air hangat, tidak minum dingin, dan dibaluri obat gosok (mengandung analgetik dan penghangat badan, seperti kayuputih, minyak telon), dan minum yang serba hangat.
Kebiasaan menganggap enteng radang tenggorokan oleh virus, sebagaimana halnya flu, merugikan badan. Anak sedang terinfeksi virus yang dibiarkan masuk sekolah, atau tetap bermain di udara luar rumah, akan menambah buruk kondisi tubuhnya. Penyakit infeksi virusnya lalu bertambah parah. Virus menguasai kekebalan tubuh, sehingga penyakitnya tidak menyembuh.
Terjadi komplikasi
Komplikasi terjadi apabila ada infeksi lain seperti kuman dan jamur. Sehingga gejala penyakitnya menjadi bertambah parah.
Jika mengenai pita suara, maka suara akan menjadi parau bahkan bisa sampai kehilangan suara. Pada keadaan demikian sudah terjadi infeksi pita suara (laryngitis).
Infeksi tenggorok sendiri bisa langsung menjalar ke ruang telinga tengah sehingga terbentuk radang telinga tengah (acute otitis media). Jika komplikasi ini dibiarkan, maka bisa terjadi congek.
Beda gejala infeksi virus dengan kuman
Radang tenggorok oleh virus biasanya demam tinggi. Mungkin sampai di atas 40 derajat Celcius. Namun begitu demamnya sudah turun, anak menjadi tampak segar kembali.
Bila infeksinya disebabkan oleh kuman, anak biasanya tetap lesu, dan lemah walaupun demamnya sudah mereda.
Mencret dapat juga merupakan gejala radang pernapasan
Anak bayi dan balita yang mencret belum tentu ada gangguan saluran pencernaan. Bisa saja itu bagian dari gejala radang atau infeksi saluran pernapasannya. Anak yang flu atau radang tenggorok, bisa juga disertai mencret.
Berbeda dengan mencret gangguan pencernaan, pada flu mencretnya tidak lebih dari lima kali, tinja tidak berbau busuk, dan tidak disertai mulas. Namun mencret penyakit perut biasanya lebih lima kali, tinja berbau busuk, mungkin tercampur lendir dan darah, dan terasa mulas.
Mencret karena radang atau infeksi tenggorok tidak perlu diberi obat mencret. Cukup diberi obat radang tenggorok seperti halnya obat flu. Boleh dimulai dengan obat di pasaran saja dulu, biarkan lebih banyak tidur, dan beri menu bergizi. Baru kalau semakin memberat dan mencurigai telah terjadi infeksi kuman, bantuan dokter diperlukan.
Selasa, 22 Januari 2008
Ulang Tahunku
Hari ini aku ulang tahun. Memang biasa aja seperti hari-hari lainnya. Hanya, umurku sudah menjadi 39 tahun. Wow.....sudah 39 tahun lamanya aku hidup di dunia ini. Dan berarti jatah sisa hidupku berkurang.
Yang pasti, 39 tahun yang lalu, Ibuku alm berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan aku, anaknya yang ke 9. Tentu berat sekali melahirkan untuk yang kesembilan kalinya. Maafkan semua salahku Ibu, maafkan semua bandelku, maafkan semua. Semoga sekarang Allah berikan kubur yang lapang, terang, indah, dan nyaman. Semoga Ibu Bapak bahagia di sana.
Apa yang sudah aku perbuat selama ini? Berapa yang baik yang memberi manfaat, berapa yang justru merusak? Semoga kebaikanlah yang lebih banyak aku tebarkan selama ini. Semoga kebaikan yang aku kirimkan untuk orangtuaku.
Pagi-pagi suami dan anak-anakku masuk kamar sebelum mereka berangkat ke sekolah dan kerja. Mereka sudah sarapan, rapi siap berangkat. Aku sedang nyusui Vania, princess cantik kami. Mereka satu persatu mencium dan mengucapkan "Selamat Ulang Tahun".
Setelah Vania tidur lagi, aku segera ke dapur menyiapkan sarapan Rafi, 8 tahun, yang berangkat sekolah jam 7 bersepeda karena sekolahnya dekat. Seneng rasanya dapur sudah rapi. Piring kotor sudah dicuci. Lantai memang masih kotor, nggak papa aku nanti yang akan menyapu dan ngepel.
Selesai bersih-bersih, Rafi sekolah, tinggal aku berdua princess. Badanku rasanya capek sekali.
MA....MA....
Hai, princessku bangun. Kamipun main bersama sambil makan, baca, nginternet, nyanyi, wah...pokoknya our daily activity.
Hari ini, 39 tahun lalu Ibuku berjuang demi kelahiranku. Semoga Ibu bahagia di alam sana.
Yang pasti, 39 tahun yang lalu, Ibuku alm berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan aku, anaknya yang ke 9. Tentu berat sekali melahirkan untuk yang kesembilan kalinya. Maafkan semua salahku Ibu, maafkan semua bandelku, maafkan semua. Semoga sekarang Allah berikan kubur yang lapang, terang, indah, dan nyaman. Semoga Ibu Bapak bahagia di sana.
Apa yang sudah aku perbuat selama ini? Berapa yang baik yang memberi manfaat, berapa yang justru merusak? Semoga kebaikanlah yang lebih banyak aku tebarkan selama ini. Semoga kebaikan yang aku kirimkan untuk orangtuaku.
Pagi-pagi suami dan anak-anakku masuk kamar sebelum mereka berangkat ke sekolah dan kerja. Mereka sudah sarapan, rapi siap berangkat. Aku sedang nyusui Vania, princess cantik kami. Mereka satu persatu mencium dan mengucapkan "Selamat Ulang Tahun".
Setelah Vania tidur lagi, aku segera ke dapur menyiapkan sarapan Rafi, 8 tahun, yang berangkat sekolah jam 7 bersepeda karena sekolahnya dekat. Seneng rasanya dapur sudah rapi. Piring kotor sudah dicuci. Lantai memang masih kotor, nggak papa aku nanti yang akan menyapu dan ngepel.
Selesai bersih-bersih, Rafi sekolah, tinggal aku berdua princess. Badanku rasanya capek sekali.
MA....MA....
Hai, princessku bangun. Kamipun main bersama sambil makan, baca, nginternet, nyanyi, wah...pokoknya our daily activity.
Hari ini, 39 tahun lalu Ibuku berjuang demi kelahiranku. Semoga Ibu bahagia di alam sana.
Senin, 21 Januari 2008
Mengompol Pada Anak
Oleh: Dr. Handryastuti, SpA
--------------------------------------------------------------------------------
Mengompol (bedwetting/nocturnal enuresis) yang dimaksud di sini adalah, keluarnya buang air kecil pada saat tidur malam.
Untuk bayi dan anak kecil hal tersebut masih normal. Sebagian besar anak bisa mengontrolnya pada saat usia 4 tahun, sebagian kecil masih tetap mengompol sampai usia 5 tahun dan berhenti saat usia 7 tahun. Mengompol dikatakan abnormal jika anak di atas usia tersebut masih mengompol. Kebiasaan mengompol cenderung berulang dalam satu keluarga, seorang anak yang mengompol sebagian besar orang tuanya dahulu juga mengompol. Kebiasaan akan berhenti pada usia yang sama dengan usia orang tuanya dulu.
Yang menjadi masalah adalah bila anak yang masih mengompol sering mengalami tekanan, ejekan dan kemarahan dari orang tua, keluarga dan lingkungannya sehingga anak menjadi semakin stress dan tegang. Padahal anak dengan masalah ini sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari keluarganya.
Sebagian besar (80%) anak yang mengompol pada saat tidur malam hari, tidak mengompol di siang hari dan tidak menunjukkan gejala lain.
Mengompol bisa dibagi menjadi 2 tipe: primer dan sekunder.
Primer, jika seorang anak selalu mengompol sejak kecil.
Sekunder, jika anak pernah tidak mengompol selama minimal 6 bulan, setelah itu baru timbul keluhan.
Mengompol tipe primer menunjukkan belum matangnya susunan saraf, sehingga anak tidak bisa merasakan sensasi penuhnya kandung kencing pada saat tidur, sehingga anak tidak terbangun pada saat tidur malam.
Penyebabnya bisa salah satu atau kombinasi dari berbagai macam faktor yaitu:
Anak tidak bisa menahan kencing di malam hari
Anak tidak terbangun di malam hari karena kandung kencingnya penuh
Anak memproduksi urin dalam jumlah banyak di malam hari dan pada saat jam tidur
Anak tidak mempunyai kebiasaan ke belakang yang baik (toilet training)
Anak punya kebiasaan sering menahan kencing.
Mengompol tipe sekunder bisa disebabkan gangguan organ atau problem emosi. Gejala yang timbul bisa menunjukkan penyebab mengompol, baik psikis, gangguan di susunan saraf atau penyakit ginjal dan saluran kemih. Gejala-gejalanya bisa berupa:
Mengompol sepanjang hari
Sering kencing
Kencing tidak puas
Sakit saat berkemih
Tidak bisa menahan kencing
Kencing yang menetes-netes
Perubahan warna kencing
Sulit serta tidak bisa mengontrol buang air besar
Tips menghentikan kebiasaan mengompol
Kurangi jumlah minum anak pada malam hari, jangan minum apapun selama 2 jam sebelum tidur. Kebanyakan anak yang masih minum susu botol menjelang tidur akan mengompol.
Latih anak untuk berkemih sebelum tidur.
Latih anak untuk bangun tengah malam dan pergi ke kamar mandi untuk berkemih. Jika anak tidak dapat terbangun sendiri, orang tua harus bangun tengah malam dan membangunkannya
Buatkan jadwal, puji dan berikan hadiah jika anak berhasil melakukan tugasnya. Latihan ini memerlukan kesabaran orang tua dan kerjasama yang baik antara anak dengan orang tua.
Permudah akses anak dari kamar tidur ke kamar mandi, disertai penerangan yang cukup.
Beberapa ahli melarang pemakaian popok sekali pakai di rumah karena tidak membuat anak termotivasi untuk bangun dan berkemih. Sebagian lagi berpendapat bahwa pemakaian popok sekali pakai akan membuat anak merasa percaya diri dan nyaman. Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Ngompol bukan tabu, mungkin anak tengah mengalami suatu masalah yang tidak ia inginkan, bantu dia mengatasi masalah tersebut.
--------------------------------------------------------------------------------
Mengompol (bedwetting/nocturnal enuresis) yang dimaksud di sini adalah, keluarnya buang air kecil pada saat tidur malam.
Untuk bayi dan anak kecil hal tersebut masih normal. Sebagian besar anak bisa mengontrolnya pada saat usia 4 tahun, sebagian kecil masih tetap mengompol sampai usia 5 tahun dan berhenti saat usia 7 tahun. Mengompol dikatakan abnormal jika anak di atas usia tersebut masih mengompol. Kebiasaan mengompol cenderung berulang dalam satu keluarga, seorang anak yang mengompol sebagian besar orang tuanya dahulu juga mengompol. Kebiasaan akan berhenti pada usia yang sama dengan usia orang tuanya dulu.
Yang menjadi masalah adalah bila anak yang masih mengompol sering mengalami tekanan, ejekan dan kemarahan dari orang tua, keluarga dan lingkungannya sehingga anak menjadi semakin stress dan tegang. Padahal anak dengan masalah ini sangat membutuhkan bantuan dan dukungan dari keluarganya.
Sebagian besar (80%) anak yang mengompol pada saat tidur malam hari, tidak mengompol di siang hari dan tidak menunjukkan gejala lain.
Mengompol bisa dibagi menjadi 2 tipe: primer dan sekunder.
Primer, jika seorang anak selalu mengompol sejak kecil.
Sekunder, jika anak pernah tidak mengompol selama minimal 6 bulan, setelah itu baru timbul keluhan.
Mengompol tipe primer menunjukkan belum matangnya susunan saraf, sehingga anak tidak bisa merasakan sensasi penuhnya kandung kencing pada saat tidur, sehingga anak tidak terbangun pada saat tidur malam.
Penyebabnya bisa salah satu atau kombinasi dari berbagai macam faktor yaitu:
Anak tidak bisa menahan kencing di malam hari
Anak tidak terbangun di malam hari karena kandung kencingnya penuh
Anak memproduksi urin dalam jumlah banyak di malam hari dan pada saat jam tidur
Anak tidak mempunyai kebiasaan ke belakang yang baik (toilet training)
Anak punya kebiasaan sering menahan kencing.
Mengompol tipe sekunder bisa disebabkan gangguan organ atau problem emosi. Gejala yang timbul bisa menunjukkan penyebab mengompol, baik psikis, gangguan di susunan saraf atau penyakit ginjal dan saluran kemih. Gejala-gejalanya bisa berupa:
Mengompol sepanjang hari
Sering kencing
Kencing tidak puas
Sakit saat berkemih
Tidak bisa menahan kencing
Kencing yang menetes-netes
Perubahan warna kencing
Sulit serta tidak bisa mengontrol buang air besar
Tips menghentikan kebiasaan mengompol
Kurangi jumlah minum anak pada malam hari, jangan minum apapun selama 2 jam sebelum tidur. Kebanyakan anak yang masih minum susu botol menjelang tidur akan mengompol.
Latih anak untuk berkemih sebelum tidur.
Latih anak untuk bangun tengah malam dan pergi ke kamar mandi untuk berkemih. Jika anak tidak dapat terbangun sendiri, orang tua harus bangun tengah malam dan membangunkannya
Buatkan jadwal, puji dan berikan hadiah jika anak berhasil melakukan tugasnya. Latihan ini memerlukan kesabaran orang tua dan kerjasama yang baik antara anak dengan orang tua.
Permudah akses anak dari kamar tidur ke kamar mandi, disertai penerangan yang cukup.
Beberapa ahli melarang pemakaian popok sekali pakai di rumah karena tidak membuat anak termotivasi untuk bangun dan berkemih. Sebagian lagi berpendapat bahwa pemakaian popok sekali pakai akan membuat anak merasa percaya diri dan nyaman. Hal ini harus disesuaikan dengan kondisi anak.
Ngompol bukan tabu, mungkin anak tengah mengalami suatu masalah yang tidak ia inginkan, bantu dia mengatasi masalah tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)