Halaman

Selasa, 02 September 2014

Terjebak


Aku pernah punya pengalaman terjebak di dalam lift saat berkantor di Gedung Keuangan Negara Surabaya. Iiih.....untung aja gak sendirian, kami ketok2 pintu lift juga teriak2 berharap ada yang mendengar dan menolong kami. "Assalamu'alaikuum........" eh bukan mertamu yak? "Halloooo......." aaah bukan telp juga. Lalu gimana sih teriakannya? Hehe....aku lupaaa maaf. Pokoke akhirnya ada yang dengar dan membuka pintu lift dari luar. Hihi......ternyata kami ada di tengah2 antara 2 lantai. Yo wis kami turun satu persatu dengan melakukan loncat indah. 

Nah, berlian ketigaku juga pernah terjebak. Saat itu dia usia 1-2 th, masuk kamar mandi dan menguncinya dengan mnggeser selot tanpa kami ketahui jika dia melakukannya. Laluuu......."Mamaa.....Papaaa......adek gak bisa buka pintunya." Dhuueeenk.......kami berdua beserta kedua mas gantengnya berlarian menuju kamar mandi. "Allahu Akbar......kenapa adek pake kunci pintu segala?" protes kami serentak penuh kesedihan. Berbagai cara kami lakukan agar berlian mungil itu bisa membuka pintu kamar mandi. Ketenangannya aku utamakan, dia gak boleh panik. Tapi ayahnya gak sabar, belio khawatir berliannya kenapa2. Jadiii.........BRAAAKKKK.....pintu dia dobrak setelah meminta anak ganteng mundur dan menjauh dari kamar mandi. Menghamburlah gantengku ke dalam pelukanku yang lalu direbut ayah dan mas2nya untuk juga memeluknya. Alhamdulillah......tapiii.....ini kan rumah masih ngontrak! Ah ya sudah nanti rumah akan kubeli, do'aku dalam hati penuh harap. Hehe....Alhamdulillah setelah menjual rumah di Surabaya, rumah itu kami beli dengan tambahan teman baik kami, si BANK yg ternyata gak baik2 amat karena minta agunan sertifikat dan tambahan bunga. 

Kemudian.......si cantik pernah juga terjebak di mobil. Sudah pernah kuceritakan sih  di sini jika berkenan baca.

Beberapa hari lalu.....pengalaman serupa terulang kembali. Saat aku ke toilet di Soeta, antrian gak banyak, tapi lamaaaa.....terdengar dari dalam bilik bahwa ada dua kakak adik yang mungil2 ngobrol bahwa mereka sedang pup di bilik yang berbeda. Si kakak sendirian dan adiknya ditemani ibunya. Hallaah........yo wis sabar *:-& sick.

Laluu.......dug dug....bundaaa.....terdengar si kakak mencoba membuka pintu sambil memanggil2 ibunya dan ibunya tidak bereaksi sodara sodara....seperti biasa karena ibunya kupanggil2 agar membantu mengarahkan anaknya tapi si maknyak diem aja bahkan sekedar nyahut aja tidak, maka aku sok tampil kalo ada anak kecil kesulitan *B-) cool. Pelan2 kubimbing dia agar bisa membuka pengunci pintu setelah kutenangkan agar gak panik. Duuh.......antrian semakin banyak, si kakak belum bisa juga membuka pintu. Mbak2 bule yang juga antri mulai bertanya2 karena dia datang tanpa mengetahui ada apa. "Punika lho mbake ada anak kecil terkunci di dalam." jelasku sambil tetep memberi arahan pada si kakak. Lumayan lama dan si kakak terdengar mulai terisak. Anehnya si ibu yang hanya berbatas papan tipis kok ya cuek gak kedengeran blass suaranya?!!! Ggrhgrhgrhgrh....*X( angry

Tiba2.........pintu terbuka dan si kakak yang ternyata jauh lebih kecil dari princess keluar dengan muka pias. Segera kuhamburkan puja puji betapa hebatnya dia agar dia tidak nangis dan malu. Mbak bule senyum2 ikutan muji2.......aku. Lho???!!! Gak salah alamat mbake? Ya aku senyum aja sambil masuk bilik ituuuu.....

Sebelum aku masuk, kulihat ibunya juga keluar bilik sebelah dengan muka biasa aja tanpa ekspresi berarti pun tanpa mengucapkan terimakasih. Hallah.....wis gpp bu sing penting anakmu slamet dan yang antri juga slamet. *[-( not talking

Pesan moral: ati2 jaga anak yaaa........

Selamat hari Selasa........good luck!

Rabu, 13 Agustus 2014

Bakti Pada Orangtua Adalah Obat?

Aku bukanlah anak berbakti, nurut, meski juga bukan anak bandel. Hehehe......gak mau dibilang jelek ah takut jadi do'a. Tapi emang aku bukan anak bandel, aku hanya anak manja mungkin. Haha...ngaku! Tapi aku mandiri lho sejak kecil. Ehem......jangan ada yg protes; 'Emang sekarang dah besar?' Iyeee....masih kecil aja, hanya sudah matang. Uhuuk......gak mau ngaku tua.

Pacarkulah anak berbakti, menurutku, sepengetahuanku selama ini, selama menjadi istrinya yang sudah hampir 23 tahun, tak sekalipun aku melihat atau mendengar pacarku itu membantah apalagi kasar terhadap mama papa. Bahkan jika dia sangat tidak setuju dengan mama papa, maka si gantengku itu tetap bersikap dan bercakap manis ke beliau berdua. Ini salah satu yang aku kagumi dari pacarku.

Kalau ingat bakti pada orangtua, maka temanku mas Ragil alm. juga salah satu yang kukagumi selain pacarku yang juga teman karibnya itu. Semoga mas Ragil bahagia di sana ya mbak Lilis.

Iiiih.....apaan sih Dew, katanya bukan anak berbakti kok cerita tentang anak berbakti??

Hehehe......maaf yaa.....iyyyaaa aku mau cerita, kondisi badanku akhir2 ini drop, stamina anjlog, mungkin karena memang habis kecelakaan itu. Tapi kalo kata pacarku sih emang akunya yang sejak 1,5 tahun lalu (sok) sibuknya luar biasa. Rapat sana sini, jalan ke luar kota setiap seminggu hampir pasti 3 hari di luar kota, padahal itu dimulai sejak aku baruuu aja pulang dari benua lain yang tentu saja jalan terus juga di saat winter pula selama 2 bulan. Nah....sambung menyambung lalu sebelum lebaran kecelakaan dan lebaran meski tidak pulang kampung namun banyak kegiatan keluarga besar maupun lain2 membuatku drop dan aku kembali mendapatkan anugerah yang pacarku sebel banget.......batuk! Entah kenapa aku sangat jarang batuk tetapi jika kena batuk bisa lama. Dokter, pijit, spa, dan segala obat tradisional dapur sudah dicoba, ngunyah kencur pun kulakukan, namun batuk masih cinta banget sama aku.

Suatu malam kami ke mama, dan mama sedih mendengarku terbatuk2. Dan beliau keluar, memetik daun sirih, menyuruhku mencucinya dengan air mateng dan mengunyah. Hueeek.......gak enak banget tauuuu.....tapi demi menyenangkan hati mama tetep kulakukan. Sembuhkah batukku? Ya tidak, malamnya masih sulit tidur karena batuk2. Paginya.....kuajak mas ke mama, mau minta daun sirih lagi.

"Emang kerasa ya jeng khasiatnya?" tanya pacarku.
'Gak juga sih, batuk kan semalam tetep rame.' jawabku sambil naik ke boncengan motornya dan memeluknya erat, takut jatuh lagiiii......:P
"Lalu kenapa diajeng mau minta daun sirih lagi?" curious banget dia, hihi...........
'Aku niatkan ini sebagai baktiku pada mama aja, menyenangkan hati mama, insya Allah karena ini, karena do'a mama juga, batukku sembuh.' #eeaaaaa...................
"Aaaaamiiiiin...................."

Dan.............mama seneeeng banget, berbinar matanya saat aku datang minta daun sirih lagi. Hehehe.......dan......Alhamdulillah.......hari ini batukku nyaris ilang dari peredaran, semoga segera clear! Jadi....apakah mengunyah daun sirih adalah salah satu obat batuk atau taat pada orangtua, berbaktilah obatnya?

Wallahu alam.....

Rabu, 02 Juli 2014

Chapter 12



Tahu donk kalo berlian2ku tuh suka buku sejak sebelum bisa membaca? Heheheh......aneh ya? Emang begitu deh, mungkin gara2 maknyak lebay yg mereka punyai. Walhasil mereka curious banget untuk bisa membaca yang membuat mereka termotivasi untuk belajar membaca sejak dini, sejak unyu unyu, sejak mereka masih seuprit, dan bukan aku yang heboh ingin mereka belajar membaca tapi merekalah yang minta diajari membaca karena sudah sangat ingin tahu dan ingin mencaritahu sendiri lewat buku. So does my princess, dia suka buku, suka baca, sejak sebelum bisa membaca. Jika sudah mulai bosen.....maka dia akan cari bacaan, apa yang ada disikatnya.

Suatu hari, princessku sukaaa banget menggunakan istilah psiko motorik. Apa aja topiknya akan dia arahkan pembicaraan ke sana. Lama2 aku penasaran dan nanya ke mas2nya, kenapa sih adek ngomongin psiko motorik terus? Mas2nya hanya senyum2 sambil berlalu dari hadapanku untuk kembali dengan menunjukkan sebuah bukuku tentang psikologi anak yang rupanya siangnya dibaca oleh si cantik kami yang saat itu baru usia belum genap 6 tahun! Whaaaaat???

Lalu......saat aku sedang kerja di depan laptopku, si cantik lucu itu datang dan dengan muka serius nanya; "Ma, apa sih bedanya hukum pidana sama hukum perdata?" Hm.......aku sudah mulai curiga bahwa dia baca buku2 ku lagi. "Adek baca buku mama lagi ya?" Dia hanya mringis sambil tetep menuntutku menjawab pertanyaan dan memenuhi rasa ingin tahunya.

Kemarin, saat aku menemani masnya daftar ulang ke SMA dia ikut. Panaaas banget mataharinya, kami mondar mandir SMA SMP dan rumah karena ternyata ada beberapa syarat yang belum lengkap yang harus diurus. Seperti biasa aku hanya mengantar, hanya menemani. Yang masuk dan ngurus2 ya berlianku sendiri. Hihihi......pas kuintip, lucu juga ya karena di antrian anak lain ditemani ayah atau ibunya sementara berlianku ditemani adik cantiknya.

Karena kami bolak balik, ya tentunya si cantik tetep ikut bolak balik. Dia puasa, full, bolak balik di teriknya matahari, Alhamdulillah gak ada keluhan dari mulut cantiknya itu sama sekali. Termasuk saat dia bosen di mobil. Lalu kudengar di kursi belakang dia nanya ke masnya, "Mas...bukunya tadi mana adek mau baca." Lalu kudengar dia ceriwis cas cis cus. Tapi kok......tumben bahasanya berat gitu ya? Saat kutengok.........subhanallah........yang dia baca ternyata bukuku lagi karena dia lupa gak bawa bukunya, maka seperti biasa dia jika bosen akan cari apa saja yang bisa dibaca. Eeh......adanya buku si maknyak.

Malamnya kutanya dia, "Adek baca buku mama sampai chapter berapa?"

'Chapter 12 ma.' Jawabnya ringan. Lucuuuuu banget karena facenya biasa aja. Huh! Guayaaaaa.

"Mama tahu gak yang adek baca apanya?" Masnya tiba2 mepet aku berbisik.  "Dia baca daftar isinya."

Oooh........ pantes sudah sampai chapter 12 lha yang dibaca hanya daftar isinya saja, karena yg dia baca kali ini buku Management Information System nya Laudon & Laudon.

Gubraaaag.....





Selasa, 24 Juni 2014

Amazon Sebentar Lagi......




Teriakan Princess yang menggambarkan kebahagiaannya akan ketemu bulan Ramadhan yang disukainya menggema di rumah kami akhir2 ini. Dia bernyanyi, menari riang, dan sibuk berceloteh tentang nikmatnya bulan Ramadhan. Meski dia belum pernah puasa penuh sebulan dengan benar sejak subuh hingga maghrib, namun dia memang sejak bayi selalu kami libatkan dalam kegiatan2 rutin di rumah kami di bulan suci itu. 

Bangun di waktu sahur yang memang sudah menjadi kebiasaan bayi kebanyakan merupakan salah satu waktu favoritnya. Mungkin dia saat bayi senaaaang banget karena ternyata seluruh anggota keluarga menemaninya bangun dini hari di bulan itu. Hahaha.........secara sambil menyiapkan makan sahur, saat makan sahur, maupun menunggu subuh kami semua mengajaknya bercanda, bermain, bercerita, pokoknya dia selalu jadi pusat perhatian.

Siang hari....meski dia belum puasa bener, tapi selalu kuceritakan tentang puasa di bulan Ramadhan, kenapa kami semua tidak makan minum, dll....sehingga diapun setelah bisa bicara (usia 1 th) mulai bilang;"Adek puasaaaaa........" pada siang hari di bulan Ramadhan jika tidak sedang minum ASI. Hahaha......saat dia menikmati ASInya ya dia cuek aja tetep netek, lalu mas2nya godain; "Katanya puasaaaa???" maka dia hanya senyum2 sambil tetep ncut2 dan meluk aku erat karena masnya godain seolah berusaha lepasin. Lalu selesai ber ASI ria dia akan jalan tertatih2 sambil teriak lagi;"Adek puasaaaaaa........." sampai mas2nya gemes dan berebutan menciumi pipi chubynya.

Saat kami menyiapkan makanan berbuka, dia ikut sibuk seolah yang pailng berkepentingan sehingga paling membuat berantakan dapur. Hahaha........tentu saja mas2nya tak lupa mengambil dengan semena2 upah membantuku menyiapkan makanan berbuka, upah cium adek! Teriakan2 lucu selalu terdengar di dapur pada bulan itu.

Adzan Magrib.......................waaaa dialah yang paliiing heboh ingin berbuka, menyerbuku minta ASI! Hahaha......mas2nya pasti ketawa penuh kegemesan. "Hoooiiiiii.......................adek tuh seharian kan juga sudah netek, sok buka puasa gitu sih?" dan si cantik dengan tenangnya menikmati ASI sambil tangan mungilnya memegangi jempol kakinya sendiri, karena mas2nya sibuk berbuka sehingga tidak ada yang sempat gangguin dia.

Shalat tarawih pun dia tidak ketinggalan ikut ke masjid, mondar mandir pulang tentu saja. Akibatnya.......salah seorang masnya, aku, atau ayahnya akan ikut mondar mandir antara rumah dan masjid demi jagain dia. Shalat tarawih akan dilakukan di rumah sebelum tidur atau sebelum sahur oleh yang mondar mandir nemeni princess. Ya, kami selalu ikhlas berkorban melakukan hal seperti ini untuk semua berlian kecil kami yang manapun mereka. Dan Alhamdulillah mereka pun melakukan hal yang sama untuk adik2nya. Rela mondar mandir dan lalu shalat sendirian, demi membuat si kecil menikmati suasana bulan indah itu tanpa tekanan apapun. Sehingga berlian2 kami, semuanya, sangat menikmati bulan Ramadhan tanpa kami harus memaksa, memberi hadiah, apalagi mengancam mereka untuk puasa. Mereka puasa bertahap, sesuai kemampuan, hingga saat sudah datang wajibnya mereka sudah melakukannya secara penuh tanpa harus disuruh.

Kini berlian sulungku sudah akan mengalami Ramadhan keempat di benua lain, saat summer dimana siang sangat panjang, puasa sejak jam 04.00 hingga jam 22.00, sendirian di tengah orang yg tidak berpuasa, sering malam tidak sempat tidur karena berdekatannya waktu magrib, tarawih, karena dia harus jalan beberapa blok untuk shalat tarawih bejama'ah di sebuah tempat yang difungsikan sebagai masjid oleh beberapa muslim di sana, lalu pulang ke apartemennya untuk makan sahur, lalu subuh, dan semua dia lakukan penuh tanpa bolong tanpa keluhan apapun. SENDIRIAN...... Ya Allah berkahi dia, lindungi dia, sayangi dia. *gak kuasa aku membendung airmataku saat menuliskan hal ini*

Subhanallah.......aku sungguh bangga padanya. Dia sangat hebat!! Rindu sekali aku ingin menemaninya berpuasa di sana, saat summer, saat siang begitu panjang, saat malam tidak sempat tidur . Berlianku......teruslah berkilau terangi dunia akhiratmu. Allah selalu bersamamu sayangku.........

Dan dengan riang Pricess cantik kami menyanyikan "Ramadhan sebentar lagiiii.........." yang waktu dia masih belum lancar bicara dulu menyebutnya dengan AMAZON. Jadi.................Amazon sebentar lagi...............begitu dulu dia teriak dan langsung terbirit2 lari ke arahku minta perlindungan dari serbuan ciuman mas2nya.

Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan temans.......mohon maaf lahir batin.


Kamis, 19 Juni 2014

Akhirnya Topi Itu Lepas Juga...



Hai hai hai.....kita ketemu lagi. Dengan cerita seru tentunya.......akhirnya topi itu lepas juga....haha......

Mengikuti tumbuh kembang berlian2ku adalah kemewahan bagiku. Kenikmatan yang tak mungkin terganti karena waktu tak mungkin berputar kembali ke masa lalu. AnugerahNya yang selalu membuatku merasa kaya raya, merasa menjadi manusia paling beruntung di dunia, karena mempunyai kesempatan melaluinya dari menit ke menit mengikuti kelucuan indah mereka yang kadang juga menjengkelkan karena kecerdikan kanak-kanak mereka yang cerdas di luar dugaan. Hehehe..........dasar pinter!

Pertambahan kemampuan mereka benar2 kunikmati, tengkurep pertama, duduk pertama, kata pertama, langkah pertama, dll semuanya indah, semuanya menyenangkan, semuanya berkesan. Keunikan mereka sungguh membuatku terkaget2 kala pertama menyadarinya. Semirip apapun mereka tetep mempunyai keunikannya masing2. Termasuk adanya kebiasaan musiman yang mereka lakukan. Hahaha........ini termasuk hal2 yang aku tunggu2 yg membuatku curious dari berlian2ku semua........kesukaan musiman mereka.

Beberapa minggu terakhir, Princess kami punya kebiasaan aneh, selalu memakai topi! Hahaha........mas2nya dulu juga punya kebiasaan musiman yang berbeda2, dan aku membiarkan mereka menikmati kesukaan musiman mereka itu sepanjang tidak membahayakan dari segi apapun.

Bangun tidur, topi sudah bertengger di kepala cerdasnya itu. Selesai mandi, kembali topi itu menghiasi rambut indahnya. Pulang sekolah.......kembali topi kesayangan dia cari dan.......jleb.......terpasang lucu menutup sebagian dahi cantiknya. Ya, topi itu hanya lepas saat tidu, mandi, dan sekolah. Selain waktu2 itu.....jangan harap topi itu dia relakan kita ambil. Jika mas2nya iseng ngumpetin.......nicsaya hukuman berat akan dia timpakan ke mas2nya........GAK BOLEH CIUM!!!! Mas2nya kelimpungan, mana tahan mereka gak nyiumin adiknya barang sebentar saja???

Sejak kemarin dia sudah mulai minta aku kepang rambutnya, ekor kuda, atau sanggul di berbagai tempat di kepala cerdiknya itu dengan modisnya. Ooooh......rupanya kesukaan musiman dengan topi sudah berakhir. 

Akhirnya topi itu lepas juga........Good bye topii........apa lagi ya kebiasaan musiman yang akan terjadi?

Apa kebiasaan musiman berlianmu???

Rabu, 18 Juni 2014

Noraks Is Part Of My Job



Minggu2 ini adalah pengumuman berbagai kelulusan. Ahaaa.......saatnya pula para orangtua besikap norak atas prestasi akademik anak-anaknya. Iyalah, gimana gak norak kalau anak mereka mempunyai nilai Ujian Nasional sempurna.......SEPULUH dari SEPULUH alias buleeeet gak ada yang salah sama sekali. OMG!! Ya ampuuun......itu nilai apa nilai siiih? Daaaan.....wow banget, total nilai ujian murni segede2 gaban berseliweran. Rata2 nilai UN nyaris sempurna banyak banget di sekitar berlianku yang juga lulus SMP tahun ini. Ceka ceki ceka banget banget deh. Ciyuuuussss???? Enelan!!!!

Para ortu menorakkan diri melalui status2 di jejaring sosial, obrolan di pasar, rumpian di tempat senam, yoga, cafe, angkot, CL, TJ, bahkan di tukang sayur. Berbagai cara mereka dapatkan agar bisa membuka pembicaraan ke arah Nilai Ujian Nasional. Hahaha.......aku sangat maklum, maka aku biasanya akan melayani saja jika ada orangtua yang kreatif berat demi pamer seperti itu. Aku akan apresiasi mereka, tentu saja jika memungkinkan kuselipkan sedikit titipan pesan agar kebanggaan mereka jangan sampai membebani anak2nya.

Hmm.......jadi inget jaman dulu kala, ibuku suwargi juga norak jika tiba saatnya ambil raport kami semua yang Alhamdulillah selalu hahay banget gituh deh. Ibu bela2in wira wiri ke sana ke mari karena anaknya banyak dan sekolahnya di berbagai tingkatan. Beliau gak rela kalau pengambilan raport dilakukan oleh Bapak, apalagi jika diwakilkan. Jika semua di hari yang sama maka ibu akan seharian mondar mandir di sekolah2 kami demi ambil raport. Ibu juga akan memilih naik kendaraan umum dan tidak mau diantar siapa2. Apakah karena di kendaraan umum ada kesempatan pamer ke banyak orang (penumpang lain)? Entahlah......yang pasti di kendaraan umum ya tentu saja beliau sangat kreatif cari cara untuk cerita. Hahaha.......semoga sampai sekarang pun ibu bisa norak di alam kubur karena pamer amalan baik kami di dunia kepada teman2nya di sana. Aaaamiiin......

Dan aku sangat yakin kalau anak2 dari teman2 alumni STAN termasuk yang mempunyai nilai2 keren yang nyaris gak mungkin itu. Iyalah......ibu bapak mereka kan canggih2 otaknya, jadi wajarlah kalau nurun ke anak2nya. Selamat yaaa buat teman2 yang anak2nya memperoleh nilai UN segambreng gedenya, semoga akhlak mereka setara atau bahkan lebih canggih dari nilai UN tersebut.

Hoooiiiii......lalu anakmu gimana Dew?? Berapa nilainya kok kamu juga norak? mungkin gitu pertanyaan2 yang gak keluar dari orang2 yang lihat aku cengangas cengenges di wisuda berlian SMPku itu. Tebar pesona sana sini ngobrol sama guru2 dan ortu yang memang banyak kenal aku. Hahaha............berlianku nilainya biasa ajaaa.....gak sempurna, gak segambreng, gak segede gaban. Cukuplah......gak sampai bulet 10 sih, tapi ya masih di atas yaaa gitu deh...ehemlah...... Bisalah untuk dapetin SMAN deket rumah yang dia mau. Begitulah efek pola didikku ke berlianku, mereka cukup dengan yang mereka tuju, lalu.........happy2, menikmati masa remaja. Salahkah aku? Entahlah. Aku hanya suka aja lihat mereka happy sebagai anak2, sebagai remaja.

Lalu, kenapa loe juga norak? Hehehe....................iya dund, karena kan noraks is part of my job. Jadi ibu harus norak, bangga sama anak2nya gimanapun mereka. Dari siapa lagi mereka mendapatkan pujian, kebanggaan tulus selain dari ibunya? Dulu saat anak2 masih kecil, bayi, apapun kemampuan mereka meski jauh dari teman sebayanya kita tetep apresiasi, bukan? Saat bisa tengkurep meski sebayanya sudah duluan, kita teriak2, tepuk tangan, saat bisa jalan meski temannya sudah lari, kita puji2, tepuk tangan, bahkan kita nari2 hingga  hingga wajah bayi mereka sumringah tertatih2. Lalu kenapa setelah mereka besar harus dibandingin sama temannya yang punya prestasi tertentu? Kenapa lalu mereka harus menjadi sempurna untuk mendapatkan pujian kita? Tidak bagiku, sekecil apapun pencapaian mereka aku apresiasi, aku puji, aku tetep siap untuk selalu norak untuk mereka. Mereka selalu punya eksistensi di depanku, sebagai anak yang membanggakan. Mereka gak perlu mencari jati diri di luaran hanya karena ingin dianggep, dipuji. Mereka selalu hebat bagiku. Aku hanya selalu menekankan agar merekamensyukuri anugerahNya, termasuk kecerdasan, untuk cerdas semuanya termasuk cerdas bersikap dan memilih prioritas.

Bahkan berlianku pernah bilang gini, "Ma.....sampai kapanpun aku tetep bayi mama kan? Mama tetep norak gitu kan? Mama harus sehat sampai aku tua ya, biar aku bisa pamer kesuksesanku. Ke siapa lagi aku pamer kalau bukan ke Mama?"

Guuuubraaaaag...................ah bener kaaaan.....noraks is part of my job. I will dear, do'ain mama sehat bugar melihat kalian semua beranjak dewasa, dan tidak nyusahin kalian karena mama ingin tetep bisa mandiri dari segi finansial maupun fisik mental, dan bisa tetep norak sepanjang masa, dunia akhirat, norak karena pencapaian kalian, norak karena mempunyai berlian seindah kalian. Aaaamiiin.........

Hidup norak!!!!

Jumat, 13 Juni 2014

Semoga (Tidak) Seperti Ayahnya




Maaf yaaa.....ceritanya tentang STAN, tapi foto yang nongol malah berlian gantengku yang kuliah bukan di STAN. Gpp lah............hahaha......................salah aplot!

Barusan baca status seorang teman, adik kelasku di STAN, mas Nyoman Widia angkatan '88 yang sekarang juga menjadi salah satu tenaga pengajar di kampus kami tercinta itu, tentang penerimaan mahasiswa baru di kampus kami. Jika boleh sombong STAN adalah tempat integritas dan idealisme ditanamkan sejak awal bahkan sebelum tes masuk dilakukan, bahwa masuk STAN sangat fair, jujur, tidak ada titip2an, tidak peduli anak alumni, tidak peduli anak orang kaya yang uangnya tidak lagi berseri, tidak peduli anak pejabat Kemenkeu, bahkan anak Menteri Keuangan atau anak Presiden sekalipun harus mengikuti semua prosedur dengan jujur. Oleh karenanya jangan pernah percaya jika ada yang menjanjikan PASTI diterima, dan bisa kuliah di kampus keren kami itu tanpa mengikuti prosedur yang ada dan memang benar2 lulus seluruh ujian.

Hmm......aku jadi ingat pengalamanku sendiri setahun lalu saat berlianku menyatakan berminat untuk ikut seleksi masuk STAN. Dia berangkat sendiri tanpa aku antar, naik Commuter Line sendirian, hanya berbekal pengarahanku seadanya mengingat aku sudah lama tidak ke kampus dan juga tidak berhubungan dengan kegiatan kampus selain di kegiatan alumninya saja. Semuanya lancar sampai siangnya dia telpon yang mengatakan jika ijazah asli yang merupakan salah satu syarat penting tertinggal. Hallah......akhirnya akupun harus meluncur ke kampus antar ijazahnya. Saat test tertulis dia juga sendiri naik CL lagi karena dia mendapat tempat di kampus STAN. Aman.......dan luluslah......anak gw gitu loh. *maknyak norak*

Lalu test kesehatan kebugaran yang merupakan test fisik yang diadakan di stadion Bea Cukai Rawamangun....ya pastinyah dia berangkat dan pulang sendiri wong ini jauh lebih dekat dari rumah dibanding kampus STAN yang di Bintaro nun jauh di ujung selatan dan sudah masuk Tangerang itu. Ehem.....lulus juga brow! Anak gw!!! *norak kuadrat*

Lalu terakhir test wawancara di kampus lagi, entah kenapa kok aku nemeni ya? Lupa deh alesannya, entah aku nemeni atau aku jemput pokoke aku juga ke kampus waktu itu, bergabung deh dengan para ortu yang antar dan nungguin putra putri terbaik bangsa yang sudah lulus tes tertulis itu. Haha.............

Aku nunggu sambil baca-baca dan mau gak mau ya dengerlah ebrelan ortu yang didominasi ibu-ibu. Salah satunya ada seorang ibu yang heboh gegap gempita cerita tentang STAN dengan segala rupanya termasuk kuliah, DO, penempatan, dll. Tapiiii...........kok beda banget ya dengan yang kualami, apa dia terpaut jauh dengan angkatanku? Yang pasti gak mungkin kakak kelasku karena setahuku sebelum aku ya sama dengan angkatanku. Ok lah, aku sih diem aja, males nimpali. Tapi kok makin lama makin aneh ya.....kutanya deh beliau; "Ibu dulu kuliah di STAN juga?"

'Ayahnya kok yang di STAN.' jawabnya meyakinkan dan tanpa jeda langsung nerusin pidatonya tentang STAN, kali ini aku dia masukkan sebagai audience juga.

"Ayahnya angkatan berapa Bu, kali aja saya kenal." timpalku lagi karena si ibu makin gaje penjelasannya tentang STAN.

'Emang kenapa bu?' bukannya jawab dia malah balik tanya ke aku dengan sewotnya, mungkin karena aku mengganggu kekusyukannya bercerita.

"Soalnya saya alumni STAN juga....kali aja saya kenal sama ayahnya anak ibu." aku menjelaskan maksudku.

'Ooh.....ibu dulu kuliah di STAN? Sambil malu sangat dia ngaku, suami saya dulu daftar di STAN tapi gak lulus, lalu kuliah di ***** (dia sebut sebuah universitas swasta di Jakarta), padahal dia pengeeeen banget bisa masuk STAN.

Gubraaaaaag........jadi tadi cerita tentang STAN dengan penuh sok tahu itu ngasal bin ngawur???? OMG.....sontak seluruh audience koor......"Oooooh....." dan langsung berpaling ke aku membombardirku dengan berbagai pertanyaan tentang kuliah di STAN.

Kapoooooook.......salah sendiri loe Dew.......gak jadi baca deh, aku lalu sibuk melayani ibu2 yang kecewa dibohongi si ibu tadi. Ya sudahlah aku jawab sebisaku sambil do'ain semoga anak ibu yang tadi lulus, masuk STAN, dan gak seperti ayahnya yang hanya sebatas sangat ingin kuliah di STAN.

Selasa, 03 Juni 2014

Semua Hampir Sepinter Aku



Dear temans......

Meski aku sering cerita tentang berlianku, kupikir aku termasuk yg agak jarang bawa berlianku ke pertemuan2 alumniku, Ikanas, apalagi kumflit......belum pernah komplit.

Hari Minggu kemarin Harun, juniorku di kampus lama bbm aku saat aku sedang menemani pacarku tercinta lihat2 alat lukis, tentu saja kami hanya berdua, secara kalau sudah keperluanku atau pacarku maka berlianku sebel kalau ikut. Boooooorrrrreeeeeed.......kata mereka. Hahaha.............dasar! Mereka hanya akan enjoy jika itu keperluan mereka. "Mbak....ikut ke rumah mas Suryo, kan? Perlu kusopiri?" Rayuan pulau kelapanya Harun ke aku ya gitu, nyopiri. Cekikiiik......kalau gak pernah punya sopir karena emang salah satu profesiku sbg sopir ya gini, seneng kalau ada yg nawari nyopiri. 😜

Berhubung beberapa minggu ini aku n pacarku sok sibuk, gak tega rasanya kalau gak nawari berlian2ku terutama princess untuk ikut silaturrohim ke senior kerenku itu. Gayung bersambut....princess seneng banget, I loved to accompany You two. Gubraaag......dia bukan merasa ikut tapi merasa sdh berjasa mau nemeni kami. Yo wislah.....anake sopo sih narcist banget gt?!

Sampai depan pintu rumah mas Suryo, princess terbelalak seneng demi melihat ada sepatu perempuan yg mungil, mirip ukurannya. Ahaa.......ada gadis kecilnya juga, artinya dia bakal punya teman, gak melulu Oom2 n tante2 yg ngebosenin ebrelannya. Cihuy.....ternyata bener, ada adik Honey cantik yg pinter yg langsung akrab bahkan mereka keberatan pisah, "Tante.....when will I see her again?" Tanya Honey padaku saat dia diajak abinya pulang. Hahaha......setelah abinya menjanjikan akan ajak  honey main ke rumah kakak Princess kapan2, barulah senyumnya mekar lg dan mau diajak pulang meski sempat nawar lg.

Alhamdulillah.......kami dapat beberapa penumpang saat pulang, Fitri & Ilmi selain Harun yg memang pulangnya ke rumah kami karena motor ditinggal di rumah. Princess sih anteng aja.....gak banyak bicara seperti biasa jika dalam perjalanan. Bahkan dia tidur setelah Fitri & Ilmi turun. Seperti biasa sampai rumah dia tetap mempertahankan posisi tidur meski dia sdh bangun, karena berharap digendong mas2nya saat turun. Hehehe.......manipulatif, memanfaatkan cinta mas2nyaa........

Semua aman sampai besok paginya dia tanya, "Ma......memangnya orang2 yg kuliah di STAN pinter2 ya? Karena kok kemarin aku dengerin pembicaraan mereka semua sepertinya mereka pinter2. Semuanya hampir sepinter aku." Kembali aku menggubrag kan diri........what???

Salam gubrag........mohon maaf lahir batin atas kenarcistan princessku yaaa.........

Disclimer:
Semuanya hampir sepinter aku. Ini jangan ditelan mentah2, karena si cantik ini kadang masih belum pas menggunakan kata dalam berbahasa. Bisa jadi maksud dia bahwa semua sepinter dia, atau dia ingin menyamai, hampir bisa menyamai pinternya Oom2 Tante2 Pakdhe Budhe teman2 mama papanya, dll.

Selasa, 13 Mei 2014

Juara...

Entah aku mungkin sudah pernah nulis tentang ini, tapi setiap kali penerimaan rapot pasti masalah seperti ini akan kembali keluar, membuatku harus menahan diri berkomentar karena memang aku tidak sama dengan sebagian besar orangtua lain.

Ya.....setiap ketemu waktu terima rapot maka yang dibicarakan adalah rangking berapa anaknya? Juara apa tidak? Berapa nilai2nya? Semua hanya angka kuantitatif saja yang dibahas, yang disombongkan, yang dibanggakan. Bukannya membahas masalah perilaku anak apa yang sudah bagus, pencapaian kualitatif apa yang sudah mereka dapatkan, seberapa jauh mereka sudah menghormati orangtua, menyayangi adik, menghargai orang lain, membantu sesama, dsb. Kalaupun membahas masalah agama, maka yang akan ditanyakan adalah berapa banyak hafalan surat yang sudah dicapai dan bukan penerapannya dalam kehidupan sehari2. Demikian juga pemahaman keilmuan, pengetahuan tidak pernah ditanyakan kecuali hanya nilai kuantitatifnya. Ooooh......prihatin banget........*seseorang style* hihihi........

Sedemikian materialistiskah masyarakatku? Bangsaku? Mau dibawa ke mana generasi bangsa ini jika masih terus seperti ini? Aku sama sekali gak rela kalau anak2 bangsaku, masa depan negeriku, generasi bangsaku dididik dengan cara seperti ini. Aku mau anak2 menjadi anak bangsa yang hebat, berkualitas, tumbuh sebagai negarawan, mempunyai karakter bangsa yang jelas, kuat, meyakinkan sekaligus menggetarkan bangsa manapun di dunia ini.

Negaraku yang kaya raya, anak2 bangsaku yang hebat2, budaya bangsaku yang luar biasa, HARUS dijaga, dilestarikan, dikembangkan, dan dikembalikan sebagai kekayaan bangsa, sebagai kekuatan dan karakter bangsa yang akan mengembalikan kejayaan negriku ini sehingga menjadi JUARA yang sesungguhnya......negara kuat, negara yang paling didambakan di bumi ini. INDONESIA!!!

Senin, 12 Mei 2014

Sekolah Unggulan

Ujian Nasional SMP sudah selesai....kemarin hari terakhirnya. Huhuy........berlianku free! Loh?! Emang pas ujian kurang free apaaaaa.......wong malam ujian aja dia tetep nonton bola owq. Wiiidiiiiih banget deh si gantengku ini. Ya tapinya memang aku ijinin sih.....tahulah kataku ujian itu memang tidak boleh mengurangi kesenangan, hahaha....... happy aja lagiiii..... Tapi tahu dwonk, kalau tanggungjawab, kewajiban, tetaplah menjadi tanggungan bagi setiap diri, siapapun dia termasuk semua berlianku. They know that!

Selesai ujian di sebuah tingkatan sekolah, tentunya akan dilanjutkan dengan mencari sekolah selanjutnya. Naaaaa ini nih yang juga sering jadi masalah seru. Bagi sebagian orang, sekolah unggulan sering dijadikan tujuan, inceran, pilihan utama untuk melanjutkan sekolahnya. Tapi tidak bagiku! Hehehe.....

Apa sih sekolah unggulan? Mengapa harus ke sekolah unggulan? Apa kriteria unggulan sampai harus diincer? Karena kalau hanya mau terima anak-anak yang nilainya tinggi sih namanya bukan unggulan. Sekolah yang hanya terima anak-anak orang kaya juga bukan unggulan. Unggul apanya? Sekolah unggulan itu jika menerima murid yang mempunyai nilai rendah, mempunyai orangtua yang secara ekonomi kemampuannya juga rendah, namun menghasilkan anak-anak yang puinteeer.....moralnya bagus, karakter keren, nilai akademis yahud. Nah!!!! Itulah sekolah unggulan yang sebenarnya.

Jadiiiiii jangan bilang sekolah unggulan kalau belum mempunyai kemampuan seperti itu. Huh!! Hahaha.......Dewi mulai belagunyaaaa.....................

Kembali ke berlian2ku, aku gak pernah ngefans untuk nyekolahin mereka ke sekolah yang kata masyarakat umum itu sekolah unggulan. No!! Bahkan saat berlian2ku "dilamar" untuk menjadi murid mereka, aku tidak berminat dan Alhamdulillah berlian2ku setuju 1000% (hihihi.....kek SBY aja komentarnya pake 1000% segala). Ya, aku lebih suka berlianku sekolah sewajarnya, selayaknya anak-anak Indonesia pada umumnya. Karena di sana banyak pelajaran, banyak pengayaan, banyak hikmah yang bisa membuat berlian2ku makin matang sebagai pribadi yang berkarakter bangsa, pribadi negarawan, pribadi berlian yang berkilau indah menerangi sekitarnya.

Kamis, 08 Mei 2014

Ujian Nasional.......Lagi!!


Hari ini berlian ketigaku mulai ujian nasional. Seperti biasa aku sama sekali gak ada acara panik2an, setres apalagi. Santai aja.....yang penting berlianku sehat, tenang, peralatan komplit. Komplit lho ya bukan mahal atau keren, just lengkap sesuai keperluan.

Wow......kok di sosial media ramai tentang masalah ujian nasional SMP ya. Hm....juga ibu2 yang panik esmosi dengan kejadian soal jawaban yang tidak singkron. Katanya sih sampai ada yang nangis segala? waaah.....kenapa ya? 

http://m.detik.com/news/read/2014/05/05/145418/2573478/10/un-smp-hari-pertama-membingungkan-ada-pelajar-yang-sampai-menangis

Hmmm......ujian nasional bagiku, bagi berlianku, ya biasa saja seperti ujian pada umumnya. Kemendiknas berusaha melakukan penilaian, mengkuantitatifkan kemampuan anak2 yang kualitatif, dengan cara yang aneh karena menilai kemampuan yang beragam dengan tolak ukur yang seragam, menilai hasil belajar atas banyak mata pelajaran selama 3 tahun dengan hanya beberapa jam dan beberapa bagian pelajaran, yang tentu saja sangat tidak mencerminkan keseluruhan kemampuan anak. Kujelaskan ke berlianku bahwa bisa jadi mereka mempunyai kendala, keterbatasan, untuk bisa menerapkan hal yang lebih ideal. It's ok, no problem, jika itu sudah ditetapkan oleh yang berwenang maka kami menjalaninya saja dengan sebaik & semampu kami (aku dan berlianku).

Tapi banyak kecurangan!!!! Protes banyak kalangan. Bisa jadi. Tapi karena aku teriak pun tidak memberi efek, maka aku memilih menyiapkan berlianku untuk tenang, tidak terprovokasi, tidak menghabiskan energi untuk hal yang tidak banyak manfaat, tetapi kembali kami memilih, ya memilih untuk menjalaninya saja sesuai prinsip kami. Termasuk kami siap menanggung segala resiko yang mungkin kurang menyenangkan jika memang itu terjadi. Dan itu menjadi tanggungan kami bersama, aku, berlianku, ayahnya, dan adik kakaknya. Kami harus solid bersatu saling dukung dalam menghadapi semuanya, meski yang ujian hanya satu.

Semua hal, semua kejadian, kami memilih menghadapinya dengan memanfaatkan hal2 tersebut sebagai bahan pendidikan, bahan untuk pembelajaran hidup, bahwa kenyataannya memang tidak semua, bahkan banyak hal yang di luar kendali kita, di luar kewenangan kita, tetapi kita harus ikuti. Salah satunya ujian nasional dengan segala permasalahannya. Ya hadapi saja, nikmati saja, ambil pelajarannya, ambil semua hikmah yang terkandung di dalamnya.

Kubilang ke berlianku, makanya nak......cinta mama......jika nanti kalian menjadi pengambil keputusan, pemegang kewenangan, kekuatan atas banyak kepentingan masyarakat, lihatlah dengan pertimbangan lebih luas, lebih dalam, melihat lebih jauh, agar keputusanmu lebih bijak dan tidak merugikan masyarakat, tiak merugikan negaramu sendiri, masa depan bangsamu. Jangan sempit pikiranmu, pandanganmu, jangan hanya melihat dirimu, golonganmu, tapi lihatlah sebagai negara, sebagai sebuah keluarga besar, bagaimana masa kini dan masa depannya mendapat pengaruh dari keputusanmu itu.

Jadiii......berlian indahku.....pujaan ahtiku.....sekarang nikmati saja ujian nasionalmu, nikmati masa akhir SMPmu, masa ABG mu, masa unyu2mu yg lucu ceria mengasyikkan, nikmati semua kejadian yang kau lihat, kau rasakan, kau hadapi, don't worry cinta......ujian kerjain aja, nikmati aja, usahakan yg terbaik yg kamu punya sekarang, masalah hasil......u know mama tow?! U always my prince my angel my everything.....ever!

*maknyak lebay as usual*

Rabu, 23 April 2014

Penggemarku



Hahaha.....belum2 judulnya sudah narcist! Jangan-jangan pada gak jadi baca tapi langsung........kabuuuur......delete......remove. Ooooooh noooooo....please deh ah. Qeqeqeqeq.........

Sejak kecil, ehem....aku memang sudah punya penggemar. Maklumlah, jarang2 kan ada anak kecil yang sudah narcist, sok pinter, sok keren, berani tampil, dan super nekad pada jaman aku kanak-kanak. TK aku sudah ikut berbagai kejuaraan, lomba2, mulai dari berpakaian adat, nari, nyanyi, deklamasi, sampai baca puisi dimana saat itu TK belum diajari membaca namun aku yang sok jago nekad sudah bisa membaca.
SD....apalagi. Selain semua hal tersebut di atas, aku juga menulis ke majalah anak2 (BOBO, dll), ikut seleksi dan menang sebagai pelajar teladan, lomba cerdas cermat, bahkan karena maniak membaca dan rajin membuat resume maka akupun juga seorang bintang perpustakaan. Dan semua itu membuatku rajin diundang upacara di Semarang untuk menerima berbagai hadiah dari gubernur Jawa Tengah yang saat itu dijabat oleh Bp. Soepardjo Roestam. Semua itu terus berlanjut sampai aku SMP, karena saat SMA aku sudah beralih lebih suka sosial seperti ngajar ekstra kurikuler anak SD. Dilanjutkan ketika kuliah aku ngajar anak jalanan. Sekarang....hehehe....gak perlu diceritain, sudah tua gak penting ngomong2.

Aku juga sering masuk di berita koran, majalah remaja, juga masuk TV lokal, TV daerah....emang muat mama masuk TV? Pasti princess akan nanya gitu dengan keppo nya. Hahaha......

Dari kegiatanku itu semua, maka sejak TK aku sudah punya penggemar. Hehehe.....maksude sih cuma banyak anak lain yang ingin kenal aku termasuk yang dari kota lain ingin menjadi sahabat penaku, juga banyak orang dewasa yang bilang ingin anak2 mereka nanti seperti aku. Ciee cieee........ Tapi saat itu aku sama sekali tidak tersanjung, biasa aja......begitulah anak2, tidak penting bangga2an itu. Biasanya emang orangtuanya yg norak. Hahaha....pengalaman pribadi, akulah yang sering norak gaje padahal yang hebat berlianku.

Lalu saat aku haji tahun 2003, jika shalat di masjid Nabawi selalu janjian ketemu pacarku di sebuah titik yang sudah kami sepakati bersama. Suatu hari aku telat sampai ke titik temu kami sehingga dia khawatir. Tahu gak kenapa? Hehehe......aku dihadang oleh beberapa jama'ah perempuan dari berbagai negara, mereka ingin berfoto denganku. Aiiiih........kek seleb aza dweh dirikuuu.......sakjannya aku mau nolak karena si dia pasti sudah gelisah menungguku, bidadari cantiknya ini. Ihiiiiir.......clegux. Tapi aku gak tega nolak mereka.

Nah......bulan lalu saat diundang UNS untuk bicara....hahaha beberapa mahasiswi minta dibolehkan salaman. Hanya salaman saja saudara2.....mereka sudah melambung. Ada juga sih yang minta nomer HP, alamat email, dll. Juga di kampus lain, setelah aku selesai bicara banyak yg minta foto bareng, mahasiswa/i, undangan, juga ada beberapa awak media yang minta foto bareng dan juga minta no telponku, bahkan gubernur Akpol pun minta agar kapan2 aku bersedia diundang beliau ke kampusnya. Wow.......tersanjung edisi sinetronku kumat! Pacarku hanya tersenyum penuh ganteng menungguku di ujung sana tuk makan siang bersama panitia. Makasih ya cintaaaa........padahal dia makan duluan juga gpp.

Semalam.....saat aku nemeni pacar gantengku itu di suatu tempat, aku nungguin di ruang tunggu. You know what......banyak banget yang datang mengerubutiku, nyium2 aku, aku hanya bilang; "Please donk......nyiumnya jangan pakai nggigit, nyamuuuuuuk.........hehehe.........

Alhamdulillah......ternyata dengan sedikit yang kupunya, keramahanku, sudah membuat orang lain senang. Itu berkah bagiku.

Dari semua itu, belum pernah sekalipun, satupun, dari mereka ngaku bahwa mereka adalah penggemarku. Mereka hanya bilang kagum, suka, ingin niru, terinspirasi olehku, dll.  Iiiiih.......pada gak mau ngaku gitu sih? Lha mbok yaaoooo.......bikin aku seneng, agak bohong2 dikitlah kalau kalian penggemarku. Uhuuk......


Tapi huurrraaaay.........ternyata ada juga akhirnya  yang sangaaaaaaat membuatku tersanjung, terbaaaaang, bahagiaaaa karena ada seseorang yang jujur mengaku langsung tanpa ragu sebagai penggemarku. Dia menyatakan dengan jelas bahwa dia adalah penggemarku. Tertulis, terdokumentasikan, ada bukti fisik, autentik, tulis tangan asli! Hallah......lebay.

Melted gak karuan....... tersanjung tingkat Dewa......... melambung ke langit ke sembilan belas........ huhuuuy....... norak paling akut. Mau bukti???? Ini sebagian di antaranya:

Jreeeeeeeeng..................*sound effect nya gegap gempita bikin ingin joged, haha....*





Kamis, 17 April 2014

Pintar Tidak Harus Mahal......Again

Assalamu'alaikum....selamat malam.....

Hai haiiii.....pyuh.....capek gak sih ngompol mulu? Haha....aku aja mau istirahat dari memantau liputan men temen di daerah pemilihanku. Not bad.....tapiii.....Jangan tanya2 hasil dulu yak, do'ain aja yg terbaik utk aku, berlian2ku, bangsa dan negaraku.

Because of ituuuu aku mau paaameeerrrr.....hahaha ibu itu, eh....maaaap aku itu emang norak. Siapa yg keren, siapa yg hebat, eeeh...aku yg norak, yg pamer. Heuheuheuu....biarin ya. *;) winking

Hari ini, tadi sore, senjalah, ah...kok malah ributin waktu siy Dew? Today...si cantikku sibuk bantuin aku siapin makmal. Aku goreng tahu, dia ambilin piring sajinya. Dll dll....Selesai itu, aku ngadem, mendekemkan diri di kamar sambil itang itung tulas tulis boca baca kerjaan tak lupa terima telp n telp sana sini also. Biasaaa....ilmu sambil2 terus berlanjut selagi mampu.

Jam 18 lewat sekian....kulihat si cantik itu terbirit2 masuk kamar mandi, lalu dengan muka basah kuyup lari tergopoh2 masuk kamar, gelar sajadah, dan shalat Magrib. Saat berlarian dia teriak2 panik sambil ketawa2 malu, "Adek lupa shalat Magrib Maa......." hahaha......mas2nya yg lihat hanya senyum gemes tapi gak tega mau cium. Mereka heran; "Adek kan belum wajib ya Ma, kok heboh gitu sih? Makanya kita2 gak ingetin dia wong masih belum wajib." padahal mereka dulu juga gt. Setiap qomat terdengar langsung melesat ke masjid, jikapun kala di masjid itu hanya ada satu shaf, Alhamdulillah selalu ada berlian2 kecilku di sana.

Laluu....selesai Magrib dan makmal, eee.....dia minta ijin pake Hpku. Untuk apa coba? Main game? No!! Kuperhatiin dia mojok, pegang HP sambil ngedumel sendirian. Pas kudekati.....ahahahay....rupanyo dia sedang belajar English dari Youtube; "Learn English conversation for children" adalah kalimat yg dia ketik di kolom search.

Hihihi........bahagia itu mudah kaaan.......lihatin aja berlian2 indah kita yg meniru kita. Makanyaaa kitanya juga harus selalu melayakkan diri utk ditiru. Princess pastiii niru ayahnya yg suka belajar bahasa asing via youtube. Bukan aku lho yg ditiru....pinternyaaa milih mana yg pantes ditiru. Ups.......ngaku! *:"> blushing

Wassalam......happy long weekend

Kamis, 03 April 2014

How children copy their parents




Pendidikan adalah teladan, bukan perintah, bukan petuah. Jika melihat anak berbuat, bersikap, berkata, berpenampilan, bahkan berpandangan sesuatu maka bercerminlah terlebih dahulu sebelum menyalahkan atau memuji siapapun. Bisa saja itulah kita, baik atau buruk. Hargailah diri sendiri dan terus tingkatkan jika baik, namun sebaliknya introspeksi diri jika buruk.

Relakah kita jika anak2 kita, buah hati kita, berlian kita meniru orang lain karena kita memilih sibuk dengan dunia kita?

Relakah kita jika anak2 kita, buah hati kita, berlian kita meniru diri kita yang buruk, yang egois, yang koruptif, yang apatis, yang tidak peduli kepentingan orang lain, yang tidak open mind, yang bukan diri yang kita banggakan?

Relakah kita jika anak2 kita suka menjelek2an, memfitnah, mendiskreditkan orang lain, kelompok lain, pihak lain, siapapun yang bukan golongan kita?

Relakah jika anak2 kita tumbuh menjadi manusia tertutup, egois, merasa paling benar, paling hebat, paling pantas dihormati, sementara mereka sendiri tidak pernah menghargai menghormati orang lain?

Masihkah memilih untuk tidak berhati2 dalam berkata, bersikap, bertindak, berprinsip, berpedoman hidup, padahal anak2 pasti akan menirunya??


Pendapat Anda?

Senin, 31 Maret 2014

WIRTSCHAFTSINFORMATIK

Ingat ini ya nak.....
Menjelang akhir long weekend ini entah kenapa aku gak enak badan, sedikit galau, meski aku sudah biasa membahagiakan diri. Hehe.....maksudku, aku tuh pilih seneng aja daripada sedih, galau, atau apapun istilahnya. Aku memang selalu memilih untuk mengambil sikap positif, bahkan jika sangat kesel, sebel, sama orang lain aku akan mencoba, akan berusaha berpikir di pihaknya agar aku mengerti mengapa dia seperti itu sehingga aku tidak lagi (terlalu) sebel yang pada akhirnya aku kembali positif, optimis, semangat, dan.......ahaaaaa........happy.

Tidur agak larut namun dini hari sudah terbangun seperti biasa. Oh....masih jam 3. Ya sudah tetep saja ke kamar mandi membasuh muka cantik (jangan protes to.....) anugerahNya ini dst.... Lalu kembali mencoba tidur, tdk bisa juga, padahal semalam kan baru bobok bentar? Membuka ipad sambil nunggu subuh menjadi pilihanku, kutemukan i-message dari berlian gantengku nun jauh di sana. Aiiih......jadi semangat, termotivasi, bener kata pacarku itu, kalau aku seperti gadis ABG yang sedang jatuh cinta kalau sudah berurusan dg berlian2ku itu. Langsung.............ceriaa......😄💖 .....cetar membahana.

Ya, memang sejak beberapa bulan ini, mungkin setengah tahunanlah, berlian gantengku mengutarakan wacana, keinginannya, untuk pindah jurusan. Jreeeeeng.........aku dan ayahnya sempat agak terkejut dan kaget, namun kami beruusaha tdk menunjukkannya ke matahari kami itu. Why? Namun lalu kuubah jd why not? Yg membuatku lebih enak, lebih santai, lebih positif dan siap menanyakan alasannya ke cintaku itu, karena sebelumnya kami berdua hanya menjawabnya dengan senyuman penuh kasih nan sok bijak. Sejak duluuuuu dia punya cita2 jadi arsitek, hehe....jurusan ayahnya tuh diterima juga dia dulu di Tehnik Arsitektur UGM yg tidak dipilihnya, mungkin karena tahu akupun tidak memilih UGM ku. Huhuy......GR stadium a lanjuuuuut. Dan jurusan keren itu pun dia dapatkan bersama 3 jurusan lain yang semua berbau tehnik di negara yang konon tehnik mania, kurang apa coba! Setelah kuliah sethun lebih dan prestasinya pun ok, dia juga terlihat menikmati, ini kuperhatikan saat aku sempat menemaninya di sana di sela2 tugasku yang lain yang harus kutunaikan di negara sekitarnya. Sambil ngrumpi tiap malam berdua, sambil menikmati mie ayam buatanku sendiri di saat salju deras di luar apartemen, sambil nyanyi bareng lagu2 jadul, lha kok sekarang minta pindah.

Hm.......dengan penuh cinta kami dengarkan alasan dia. Alhamdulillah Skypie yang selalu menghubungkan kami sungguh menolong, terimakasih tehnologi, terimakasih dunia, terimakasih semuanya. Yaaa.....cukup masuk akal kok alasannya setelah kami berusaha mengingatkan cita2nya, bahkan kami debat, kami tanting, namun tetap kami berikan kebebasan, dan dia tetap sangat yakin dengan keinginannya. Ternyata sebelum menyampaikan ke kami dia sudah survey, tanya sana sini, bahkan juga mencari universitas yang lebih pas untuk jurusan itu, dan tetep......mencari yang bisa menerima dia kuliah gretongan alias gak mau yang harus bayar. Hihi.....maknyak banget.

Akhirnya kami mengijinkan, lalu......oh.....ternyata dia harus mengundurkan diri dulu dari kampus lamanya, lalu apply di kampus baru, dan bisa saja tidak lolos wong nyari gratisan, yang keputusannya harus kami tunggu sebulan. Allahu Akbar......nikmat apa lagi yang aku dustakan? Dag dig dug kenikmatan bersujud tiap malam, uraian airmata pengharapan demi buah hati tercinta memenuhi hati kami berdua. Kami menyimpannya berdua saja selain kami tumpahkan ke Yang Maha Sgala. Bahkan mama, neneknya, pun tidak kami beritahu karena kami tidak ingin membuat nenek cantiknya itu was was karena cucunya 'nganggur' sementara dari kuliah menunggu hasil assesment uni barunya. Sambil menunggu, berlianku kerja di Amazon.com tempat kerja keren yang gajinya lebih besar dari tempat lain dan susah mendapatkan tempat di sana. Dan di situ dia tidak boleh part time, artinya saat dia mulai kuliah lagi ya harus keluar dari Amazon, cari kerja yang boleh part time, buat student, sambilan aja. Keren banget sih kamu cintaku.... hallah......tetep aja dipuji dibanggakan.

Kurang lebih seminggu dua minggu lalu dia memberi kami kabar gembira, dia diterima! 👍😄 Allah memang cinta banget sama kami. No doubt! Dan.........karena jurusan ini beda banget dengan Tehnik Arsitektur, maka dia dengan sukarela mulai lagi dari semester satu! Cintaaaa.......jadi bareng adek donk? Gpp ma, katanya sama sekali tidak ada keberatannya. 

Dan nama jurusan itu adalah....... WIRTSCHATFSINFORMATIK........ dhueeeeenk...... apaan lagi itu artinya to sayangkuuuu, tanyaku bloon waktu dulu dia sampaikan mau pindah itu. Ada yang sudah tahu? Yang belum tau, mau tahu aja apa mau tahu banget??? 😄😇😱😘

Minggu, 16 Maret 2014

Siapa Bilang Menunggu Itu Membosankan??


Kroncong St. Gambir

Duuh.....senengnya meski kali ini aku berangkat dengan kereta sore, pacarku tetep menyempatkan diri mengantarku ke stasiun. Kan jam kerja cintaaaa........seruku girang, seneng, huhuy....... si gantengku itu bela2in ijin sebentar. Makasih yaaaa......

Di perjalanan tumben2an dia stel lagu2 keroncong di radio. Waaaaa.......lagunya Bapak! Langsung  hikcs......berurai airmataku ingat Bapak alm yg memang hoby kroncong, nyanyi, ngeband....eh apa ya kalau kroncong itu namanya? Selain itu Bapak juga suka karawitan, seingatku waktu aku kecil ada satu set gamelan di pendopo rumah eyangku yang ditempati Oomku, paklikku, selain alat musik kroncong. Dan aku sering ikut melihat mereka latihan karawitan, waranggono, bagusnyaaaa....... Belum lama ini aku juga sempat ikut nabuh gamelan diajak, diminta oleh ibu2 Pura Rawamangun untuk bergabung dengan mereka karena mereka kekurangan penabuh gamelan. Cieeeee........ Sayang tidak kulanjutkan karena aku sok sibuk. 

.....tanah airku yang kaya raya dengan pemandangan alamnya.......

Mendengar potongan syair lagu kesukaan Bapak membuat hatiku berdesir gak karuan, seneng, kangen, sedih, haru, semua bercampur aduk di dadaku. Sambil rengeng2 ngikuti nyanyiannya aku tak kuasa menyembunyikan perasaanku. Bapaaaaak..........

Aku rela hanya di drop saja, lalu pacarku langsung kembali ke kantornya. Sudah sangat seneng aku diantar, ditemani sepanjang jalan ke stasiun, ngobrol, becanda mesra...hehehe....., bonusnya dengerin radio sambil ikutan nyanyi kroncong.

Kecepetan sampai stasiun, biasalah aku, setelah beli roti sisir kesukaanku untuk bekal di kereta, aku bosen maka langsung masuk peron ruang tunggu. Baru sekitar 20 menit duduk sambil baca2, wow......ada sebuah grup kroncong yang perform di panggung kecil menyanyikan lagunya Bapak tadi. Aku langsung pindah duduk di depan panggung, kereeeeen........pemainnya sudah sepuh2, tapi mainnya bagus banget, suaranya juga yahud, khas kroncong yang nyanyinya harus masuk di hitungan gaje gitu bikin aku salah2 waktu dulu kalau ikutan nyanyi. 😜

Indah tanah airku Indonesia Raya pujaan bangsaku.........




Aaaah........Bapaaak.........miss u.......lagu ituuuuu......😭😢😍😭

Yeey......beberapa calon penumpang menyumbangkan suara emas mereka. Beberapa lagu yang membuatku melow, mewek, sekaligus seneeeng........sudah berhasil mengisi waktuku nunggu kereta yang lamanya......DUA jam saja!

Jadi, siapa bilang menunggu itu membosankan? Hahaha.......dua jam menunggu ternyata sama sekali tidak membosankan. Masih kuuuraaaang.....iiih......kok keretaku datang sih?

....karna sedang membela negara yang terserang bahaya......do'a suci Juwita kuharapkan bersama.......

Aku harus segera naik ke lantai atas karena keretaku sudah datang. Setelah memasukkan selembar ke kotak biola, tepuk tangan komplimen buat bapak ibu yg rata2 sudah agak sepuh yang suaranya yahud itu, aku meninggalkan grup keren kroncong stasiun Gambir.

..meratap hati aku menangis ditinggal pergi......kekasihku......






Rabu, 12 Maret 2014

Gak Ranking Tetep Bisa Stunning....

Adik2 kelasku yg ganteng2....n stunning dund

Dear temans.....
Dua minggu ini adik kelasku, sedang libur semester. Berlianku juga donk, kan dia adik kelasku.....hahaha.......kali ini aku mau cerita tentang adik kelasku yang gak rangking, tapiiiii.......huhuy banget, dia tetep stunning. TOPS! Siapa cih diaaaa??? Hahaha tentu saja aku cuma mau cerita tentang berlian indahku. Norak ya?!!!

Dasar emang Dewi itu gt, norak! 😊

Kemarin, karena satu dan lain hal aku meliburkan diri dari berbagai jadwalku. Biar kek nyonyah besar........maunya sih nyepa, lhaaa.....ternyata gak bisa. Pagi2 ada tamu guanteng berseragam dateng ke rumah, janjian sama berlian gantengku mau ke SMA nya promosi kampus sing masing. Si ganteng berseragam ituuu.....waktu mau Ujian wawancara STAN aku sopiri, berdua berlianku mereka kuantarkan ke kampus kita tercinta. Saat kutanya, dia pengen banget masuk BC, dan tongkrongannya emang BC banget, keren, tinggi, tegap, gagah, n ganteng. 

"Insya Allah kamu masuk BC nak, pantes banget." Kataku waktu itu.
"Aaamiiin.....makasih tante, do'ain yaaa....saya pengen banget." Harapnya penuh semangat.
"Tapi......waktu kemarin tes kesehatan, kok ada senior BC yg kecil ya te." Tanyanya heran.
"Ooo.....iya itu kalo kecil berarti beliau punya kelebihan, kehebatan, makanya meski kecil bisa masuk BC." Jelasku ngawur tapi aku yakin bener. Hahaha........aku senyum sambil mbatin, pasti ini yg dimaksud adalah adik kelasku yg jiaaaan TOP, kecil sih fisiknya, tapiiiiii.....wasit nasional. Ck....ck...ck.......Oom Suko Wibowo.

Dan dia masuk BC meski meleset dari harapannya bisa D3, dia masuk D1 di Pontianak. Tetep terus kusemangati karena memang itu passionnya. Dia tinggalin UNJ tempatnya transit sesaat setelah lulus SMA sambil nunggu pengumuman akhir STAN.

Pulang dr SMA nya, berlianku cerita seperti biasa.......rumpies ma maknyak gaul.
"Ma....guru2 bangga deh sama kami semua. Tidak hanya diterima di PTN tapi sekaligus di STAN. Adik2 kelas jg pada kagum dan tanya2." Ceritanya penuh semangat.

"Kakak IPA ya? Mereka selalu nanya itu Ma. Pas kujawab IPS, mereka makin semangat dan kagum. Pasti kakak dulu selalu ranking ya.....hahaha kujawab seadanya kalo tidak. Waduh....mereka makin termotivasi. Apalagi pas mereka tahu aku selalu duduk di belakang, main, ngobrol, kadang malah tidur, dan guruku mengiyakan. Mereka yang seperti aku merasa punya harapan besar, bahwa tdk hanya yang rajin aja, yang selalu ranking aja, yang anak IPA aja, yang bisa masuk mana aja." Ceritanya tanpa jeda. 

Iya sih emang aku pernah ditegur gurunya karena berlianku suka banget duduk di belakang dan sering ngobrol sama temannya di kelas. Ya kuingetin gak boleh begitu, itu tdk menghormati guru namanya. Sakjane jg tdk mensyukuri anugerah otak cerdas, tapi nasihat yg terakhir sdh basi, sdh keseringan kusampaikan. Jadiii ya gak bakalan laku lg kalo aku ucapkan. Tp dia harus tahu kalo dia harus menghormati, menghargai orang lain termasuk gurunya yg sedang ngajar, bukan? Yah....kuharap ngobrolnya itu dlm rangka mengasah kecerdasannya juga. *ngarep* hahaha.....paling kecerdasan sosial sm temannya, lha sama gurunya kan gak cerdas kalo guru ngajar dicuekin, to?


Semoga dia menginspirasi byk anak lain. Sayangkuuuu........teriakku dalam diam namun tetep senyum manis. Uhuk......antara gemes juga bangga, aku gak heran karena dia itu bener selengekan, seenaknya, slordeg, tapi otaknya asliiii encer. Lha begitu aja tembus mana2, termasuk 2 beasiswa LN meski yg satunya gagal di ujian terakhir. Rajin dikiiiit aja biasanya dia langsung jawara. Sayang banget rajinnnya itu kok ya jarang mampir. Untung aja eh......apa rugi aja ya, dia punya ibu yg keren (haha) yg memberinya keleluasaan buat nyantaii....asal tanggungjawab dg dirinya, dg keluarga, juga dg sekitarnya.

Dia biasanya hanya akan mengusahakan secukupnya sesuai keperluannya, lalu dia akan melesat main band, futsal, atau menenggelamkan diri baca buku yg dia lg suka. Misal untuk sebuah keinginannya masuk ke sekolah tertentu atau syarat mendapatkan beasiswa tertentu diperlukan nilai 8, maka setelah dia yakin bakal dapat 8 koma sekian dia tidak lagi mengusahakan lebih meski jane sangaaat bisa. Stop! No belajar, kasihan yang lain ntar kejauhan. Haduuuuuh.........apaan coba?

Aaah......whatever cintaku, as long as u r happy n enjoy your sonhood. Hahaha......apaan itu sonhood?! 

Salam sonhood........

Dewi 
Jangan membenarkan yang biasa tapi biasakan yang benar
Sent from my iPad

Sabtu, 01 Maret 2014

Masinis


Akhir2 ini aku harus wira wiri Jakarta Solo sehubungan dengan amanah baru yang dipercayakan padaku. Aku dipercaya oleh sebuah partai politik untuk menjadi kandidat wakil rakyat yang jika terpilih akan duduk di Senayan, bekerja mewakili rakyat, menjadi anggota legislatif, membawa aspirasi rakyat untuk kuperjuangkan demi kepentingan rakyat, kepentingan bangsa dan negaraku Indonesia.


Untuk menghemat pengeluaran, menghemat ongkos politik yang kata banyak pihak sangat mahal, tanpa mengurangi banyak kenyamananku agar staminaku tetap terjaga, aku memilih moda angkutan kereta api. Angkutan umum yang ternyata cukup nyaman, cepat, murah, dan sekarang cukup mudah mulai dari cara mencari tiket, memesan, membayar, sampai naik keretanya. Hanya saja kenapa harus menukar lagi di stasiun ya? Kan bisa print aja dari kiriman PT. KAI lalu saat chek in divalidasi oleh petugasnya. Jadi kami para penumpang tidak perlu bolak balik ke stasiun, cukup saat mau berangkat saja.  Hehe.........ingin aku sampaikam komplimen ini ke dirut PT. KAI sekaligus usulanku.

Me N Dirut PT. KAI



Aku sangat tidak suka ngaret atau ngepas waktu dalam keperluan apapun. Lebih baik aku kepagian, kecepetan, daripada telat. Apalagi kereta, kan gak mungkin mau nunggu kalau akunya telat. Makanya ada pepatah, biar hitam tapi hitamnya kereta api, banyak yang menanti. Karena lebih sering aku naik kereta Argo pagi, maka aku memilih berangkat bareng pacarku ke kantor, aku di drop di stasiun, lalu dia terus ke kantor.

Sambil nunggu keretaku datang, aku biasa baca2, nulis, atau memperhatikan sekelilingku untuk lalu.....kutulis. Hahaha......teuteup!

Nunggu di luar peron, di dalam peron namun masih di lantai dua tempat nunggu penumpang, ataupun nunggu di lantai atas tempat kereta datang dan pergi, semua mengasyikkan. Ah......sungguh berbeda kondisi jaman dulu aku masih biasa naik kereta api dengan sekarang. Nunggu di manapun tetap menyenangkan. Lingkungan stasiun yang bersih, rapi, tertib, dan hanya calon penumpang saja yang bisa masuk membuat suasana stasiun teratur dan nyaman. Aku pernah menunggu di ketiga zona tersebut. Masing2 punya daya tarik tersendiri. Punya daya pikat tersendiri.

Lantai teratas, tempat kereta datang pergi, meski terkadang kursi basah atau kotor karena ruang terbuka, aku tetap suka berlama2 nunggu di sana. Memperhatikan kereta2 hilir mudik ternyata mengasyikkan. Selain rangkaian gerbong, ada juga lokomotif yang langsir, lewat sambil masinisnya melongokkan kepala dan sebagian badannya keluar jendela. Ah......masih sangat belia. Aku jadi ingat peristiwa kecelakaan Commuter Line, kereta Jabodetabek dengan truk tangki di Bintaro beberapa waktu lalu yang mengakibatkan meninggalnya masinis dan teknisi kereta yang masih usia belia. Sedih banget aku mendengar berita itu. Sekarangpun aku masih mrinding saat menuliskannya. Anak baik, masih bersih, masih idealis, mereka memilih bertanggungjawab dengan mengorbankan diri mereka setelah memberi peringatan kepada penumpang padahal mereka bisa menyelamatkan diri. Konyol? Tidak bagiku. Mereka hanya anak polos, jujur, bersih. Semoga mereka bahagia di pelukanNya.

Aku jadi ingat pernah membaca kisah seorang anak di Jepang yang setiap hari duduk di depan jendela rumah neneknya dan selalu menunggu kereta lewat dekat rumah neneknya. Dia sangat senang jika kereta lewat tepat waktu. Dia kagum dengan masinisnya, yang selalu tepat waktu. Dan dia terobsesi, bercita2 ingin menjadi masinis saat besar nanti. Ingin mengantar penumpangnya tepat waktu ke tempat tujuan mereka. Betapa bahagianya jika dia bisa melakukan hal itu. Saat dia besar, cita2 itu terwujud. Dia menjadi seorang masinis. Dia sangat bangga dan menikmati profesinya itu.
Aku sangat berharap, putra putri Indonesia, anak2 bangsaku, generasi penerusku, nantinya juga akan seperti itu. Mempunyai obsesi, mimpi, cita2, yang dirangkai, diangankan, dimimpikan sejak masa kecil, yang lalu diwujudkan dan menjadi profesi kebanggaannya, serta dihargai, diapresiasi oleh orangtuanya, keluarganya, masyarakat, juga oleh negaranya. Apapun itu profesinya. Karena negara memerlukan semua profesi. Tidak ada profesi yang lebih hebat dari yang lainnya, demikian sebaliknya tidak ada yang hina. Semua profesi terhormat dan dibutuhkan.

Bayangkan jika setiap anak bangsa bekerja di bidang yang dia minati,  dengan hati, penuh dedikasi, maka aku sangat yakin negriku yang kaya raya dan penuh dengan anak2 hebat ini akan menjadi negara hebat, negara yang akan sangat diperhitungkan di dunia internasional. Negara kebanggaan, negara tempat anak cucuku berbakti, berkarya, mensyukuri anugerahNya, negara dimana anak bangsa menjadi tuan rumah di negri mereka sendiri.

Aaamiiiin.........😍🚊🌹