Halaman

Jumat, 13 Juni 2014

Semoga (Tidak) Seperti Ayahnya




Maaf yaaa.....ceritanya tentang STAN, tapi foto yang nongol malah berlian gantengku yang kuliah bukan di STAN. Gpp lah............hahaha......................salah aplot!

Barusan baca status seorang teman, adik kelasku di STAN, mas Nyoman Widia angkatan '88 yang sekarang juga menjadi salah satu tenaga pengajar di kampus kami tercinta itu, tentang penerimaan mahasiswa baru di kampus kami. Jika boleh sombong STAN adalah tempat integritas dan idealisme ditanamkan sejak awal bahkan sebelum tes masuk dilakukan, bahwa masuk STAN sangat fair, jujur, tidak ada titip2an, tidak peduli anak alumni, tidak peduli anak orang kaya yang uangnya tidak lagi berseri, tidak peduli anak pejabat Kemenkeu, bahkan anak Menteri Keuangan atau anak Presiden sekalipun harus mengikuti semua prosedur dengan jujur. Oleh karenanya jangan pernah percaya jika ada yang menjanjikan PASTI diterima, dan bisa kuliah di kampus keren kami itu tanpa mengikuti prosedur yang ada dan memang benar2 lulus seluruh ujian.

Hmm......aku jadi ingat pengalamanku sendiri setahun lalu saat berlianku menyatakan berminat untuk ikut seleksi masuk STAN. Dia berangkat sendiri tanpa aku antar, naik Commuter Line sendirian, hanya berbekal pengarahanku seadanya mengingat aku sudah lama tidak ke kampus dan juga tidak berhubungan dengan kegiatan kampus selain di kegiatan alumninya saja. Semuanya lancar sampai siangnya dia telpon yang mengatakan jika ijazah asli yang merupakan salah satu syarat penting tertinggal. Hallah......akhirnya akupun harus meluncur ke kampus antar ijazahnya. Saat test tertulis dia juga sendiri naik CL lagi karena dia mendapat tempat di kampus STAN. Aman.......dan luluslah......anak gw gitu loh. *maknyak norak*

Lalu test kesehatan kebugaran yang merupakan test fisik yang diadakan di stadion Bea Cukai Rawamangun....ya pastinyah dia berangkat dan pulang sendiri wong ini jauh lebih dekat dari rumah dibanding kampus STAN yang di Bintaro nun jauh di ujung selatan dan sudah masuk Tangerang itu. Ehem.....lulus juga brow! Anak gw!!! *norak kuadrat*

Lalu terakhir test wawancara di kampus lagi, entah kenapa kok aku nemeni ya? Lupa deh alesannya, entah aku nemeni atau aku jemput pokoke aku juga ke kampus waktu itu, bergabung deh dengan para ortu yang antar dan nungguin putra putri terbaik bangsa yang sudah lulus tes tertulis itu. Haha.............

Aku nunggu sambil baca-baca dan mau gak mau ya dengerlah ebrelan ortu yang didominasi ibu-ibu. Salah satunya ada seorang ibu yang heboh gegap gempita cerita tentang STAN dengan segala rupanya termasuk kuliah, DO, penempatan, dll. Tapiiii...........kok beda banget ya dengan yang kualami, apa dia terpaut jauh dengan angkatanku? Yang pasti gak mungkin kakak kelasku karena setahuku sebelum aku ya sama dengan angkatanku. Ok lah, aku sih diem aja, males nimpali. Tapi kok makin lama makin aneh ya.....kutanya deh beliau; "Ibu dulu kuliah di STAN juga?"

'Ayahnya kok yang di STAN.' jawabnya meyakinkan dan tanpa jeda langsung nerusin pidatonya tentang STAN, kali ini aku dia masukkan sebagai audience juga.

"Ayahnya angkatan berapa Bu, kali aja saya kenal." timpalku lagi karena si ibu makin gaje penjelasannya tentang STAN.

'Emang kenapa bu?' bukannya jawab dia malah balik tanya ke aku dengan sewotnya, mungkin karena aku mengganggu kekusyukannya bercerita.

"Soalnya saya alumni STAN juga....kali aja saya kenal sama ayahnya anak ibu." aku menjelaskan maksudku.

'Ooh.....ibu dulu kuliah di STAN? Sambil malu sangat dia ngaku, suami saya dulu daftar di STAN tapi gak lulus, lalu kuliah di ***** (dia sebut sebuah universitas swasta di Jakarta), padahal dia pengeeeen banget bisa masuk STAN.

Gubraaaaaag........jadi tadi cerita tentang STAN dengan penuh sok tahu itu ngasal bin ngawur???? OMG.....sontak seluruh audience koor......"Oooooh....." dan langsung berpaling ke aku membombardirku dengan berbagai pertanyaan tentang kuliah di STAN.

Kapoooooook.......salah sendiri loe Dew.......gak jadi baca deh, aku lalu sibuk melayani ibu2 yang kecewa dibohongi si ibu tadi. Ya sudahlah aku jawab sebisaku sambil do'ain semoga anak ibu yang tadi lulus, masuk STAN, dan gak seperti ayahnya yang hanya sebatas sangat ingin kuliah di STAN.

Tidak ada komentar: