Halaman

Selasa, 02 September 2014

Terjebak


Aku pernah punya pengalaman terjebak di dalam lift saat berkantor di Gedung Keuangan Negara Surabaya. Iiih.....untung aja gak sendirian, kami ketok2 pintu lift juga teriak2 berharap ada yang mendengar dan menolong kami. "Assalamu'alaikuum........" eh bukan mertamu yak? "Halloooo......." aaah bukan telp juga. Lalu gimana sih teriakannya? Hehe....aku lupaaa maaf. Pokoke akhirnya ada yang dengar dan membuka pintu lift dari luar. Hihi......ternyata kami ada di tengah2 antara 2 lantai. Yo wis kami turun satu persatu dengan melakukan loncat indah. 

Nah, berlian ketigaku juga pernah terjebak. Saat itu dia usia 1-2 th, masuk kamar mandi dan menguncinya dengan mnggeser selot tanpa kami ketahui jika dia melakukannya. Laluuu......."Mamaa.....Papaaa......adek gak bisa buka pintunya." Dhuueeenk.......kami berdua beserta kedua mas gantengnya berlarian menuju kamar mandi. "Allahu Akbar......kenapa adek pake kunci pintu segala?" protes kami serentak penuh kesedihan. Berbagai cara kami lakukan agar berlian mungil itu bisa membuka pintu kamar mandi. Ketenangannya aku utamakan, dia gak boleh panik. Tapi ayahnya gak sabar, belio khawatir berliannya kenapa2. Jadiii.........BRAAAKKKK.....pintu dia dobrak setelah meminta anak ganteng mundur dan menjauh dari kamar mandi. Menghamburlah gantengku ke dalam pelukanku yang lalu direbut ayah dan mas2nya untuk juga memeluknya. Alhamdulillah......tapiii.....ini kan rumah masih ngontrak! Ah ya sudah nanti rumah akan kubeli, do'aku dalam hati penuh harap. Hehe....Alhamdulillah setelah menjual rumah di Surabaya, rumah itu kami beli dengan tambahan teman baik kami, si BANK yg ternyata gak baik2 amat karena minta agunan sertifikat dan tambahan bunga. 

Kemudian.......si cantik pernah juga terjebak di mobil. Sudah pernah kuceritakan sih  di sini jika berkenan baca.

Beberapa hari lalu.....pengalaman serupa terulang kembali. Saat aku ke toilet di Soeta, antrian gak banyak, tapi lamaaaa.....terdengar dari dalam bilik bahwa ada dua kakak adik yang mungil2 ngobrol bahwa mereka sedang pup di bilik yang berbeda. Si kakak sendirian dan adiknya ditemani ibunya. Hallaah........yo wis sabar *:-& sick.

Laluu.......dug dug....bundaaa.....terdengar si kakak mencoba membuka pintu sambil memanggil2 ibunya dan ibunya tidak bereaksi sodara sodara....seperti biasa karena ibunya kupanggil2 agar membantu mengarahkan anaknya tapi si maknyak diem aja bahkan sekedar nyahut aja tidak, maka aku sok tampil kalo ada anak kecil kesulitan *B-) cool. Pelan2 kubimbing dia agar bisa membuka pengunci pintu setelah kutenangkan agar gak panik. Duuh.......antrian semakin banyak, si kakak belum bisa juga membuka pintu. Mbak2 bule yang juga antri mulai bertanya2 karena dia datang tanpa mengetahui ada apa. "Punika lho mbake ada anak kecil terkunci di dalam." jelasku sambil tetep memberi arahan pada si kakak. Lumayan lama dan si kakak terdengar mulai terisak. Anehnya si ibu yang hanya berbatas papan tipis kok ya cuek gak kedengeran blass suaranya?!!! Ggrhgrhgrhgrh....*X( angry

Tiba2.........pintu terbuka dan si kakak yang ternyata jauh lebih kecil dari princess keluar dengan muka pias. Segera kuhamburkan puja puji betapa hebatnya dia agar dia tidak nangis dan malu. Mbak bule senyum2 ikutan muji2.......aku. Lho???!!! Gak salah alamat mbake? Ya aku senyum aja sambil masuk bilik ituuuu.....

Sebelum aku masuk, kulihat ibunya juga keluar bilik sebelah dengan muka biasa aja tanpa ekspresi berarti pun tanpa mengucapkan terimakasih. Hallah.....wis gpp bu sing penting anakmu slamet dan yang antri juga slamet. *[-( not talking

Pesan moral: ati2 jaga anak yaaa........

Selamat hari Selasa........good luck!

Tidak ada komentar: