Halaman

Sabtu, 28 Februari 2009

WADUUH...............AKU BENTAK PRINCESS

Seperti biasa........... pagi-pagi aku n Princess mesti nganterin, ngedrop Papanya ke stasiun untuk naik kereta api ke kantor. Lalu....... ngedrop berlianku untuk sambung dengan angkot ke sekolahnya yang tinggal sekali naik dengan jarak yang sudah cukup dekat. Lalu kami berdua muter, balik pulang untuk menyiapkan sarapan dan bekal Mas Rafi. Naah........ barulah setelah itu kami menyelesaikan urusan rumah sebelum meluncur ke berbagai tempat untuk berbagai urusan penting kami.

Tapiiiii...............
Hari itu setelah memindahkan Vania dari kasur ke carseat di mobil, dan aku siap duduk manis di belakang setir. Tiba-tiba Pacarku membuka pintu di dekatku sehingga suaranya mengagetkan Princess yang masih tidur lelap. Entah kenapa, mungkin memang sedang sensi, Vaniaku marah, nangis, sampai beberapa saat sebelum diam dan tertidur kembali.

Maksud Papanya sih, biar dia saja yang nyetir karena semalam aku kurang tidur. So, biar aku yang masih theklak thekluk ngantuk jangan nyetir dulu. Nanti saja setelah dia turun di stasiun dan diharapkan nyawaku sudah ngumpul, gantian aku yang nyetir mobilnya. He he he........... ya iyalah, memangnya Vania yang disuruh nyetir?

Karena insiden tersebut atau karena hal lain, Vania rewel. Padahal hari itu aku punya banyak rencana keluar dengannya. Waaah.......... alamat deh! Bakalan repot aku nanti.

Beneran aja! Saat jalan siangnya sama aku, adaaaa aja yang membuatnya marah, rewel, emosi, kesel. Waah............ pokoke semua salah deh! Sudah gitu, di mobil rewel uwel uwel............. dan susah sekali dibilangin.

Duuuuh.............. ini bukan adatnya dia lho. Si cantikku yang manis jadi sensi habis. Mana nggak peduli dengan kondisiku yang lagi nyetir, macet, atau apapun juga. Seluruh perhatian harus ke dia. Semua kemauannya harus dipenuhi.

"Mamaaa.......... Adek mau susu. Harus dibuat yang baru, nggak mau yang itu."
"Mamaaaaa............ ayo nyanyi Indonesia Raya lagi. Harus Mama yang nyanyi."
"Maaaaaaaaaaaaa......................... nggak mau duduk, Adek maunya loncat-loncat........... huaa............."

Wiiih................. ribuuuut banget deh! Berisik. Masa aku disuruh buang susunya yang barusan aku bikinkan persis sebelum mulai nyetir, trus disuruh bikin baru lagi saat lalu lintasnya heboh gini? Trus........... nyanyi lagu kebangsaan dengan penuh semangat empat lima sambil konsentrasi di krowditnya Jakarta? Belum lagi dia minta diijinin loncat-loncat saat mobil jalan? Yang enggak enggak aja deh! Kan bahaya, bisa jatuh n bentur sesuatu. Naudzubillah..... Sengaja dia minta sesuatu yang pasti aku nggak mau kasih. So, dia ada alasan buat nangis.

Ya sudah, pilihannya adalah aku biarkan dia menangis sampai puas, sambil aku tetep konsentrasi menembus kesemrawutan lalulintas Jakarta. Aku pikir kalau diladeni dia akan makin ngamuk. Aku juga bahaya kalau nyetirnya nggak konsentrasi.

Lalu............

Hoeek................ dia muntah karena nangisnya semakin menjadi mencari perhatian Mamanya yang cuek. Trus...............

"Mamaaa........... Adek muntah......... jijik.......... jijik.......... maunya ganti baju yang bersih.......... ini bau dan kotor.........jijik Maa..........."

Walaaah......... mau berhenti kok belum ada tempat yang pas, tapi dia memang jijikan banget. Kalau nggak segera diganti kasihan juga, mana dingin kan jadinya? Karena memang sangat jijik, Princess langsung melepas seatbeltnya dan menarik tanganku yang lagi nyetir sambil tangannya yang satu berusaha mindahin gigi mobil ke N!

"Adeeeek........!!!"

Aku teriak kaget, keras dan nadanya mbentak! Masya Allah............ karena kaget dan takut bahaya, aku membentak Princess? O......M.......G......... matanya yang bening namun penuh uraian airmata itu menatapku kaget. Sontak seluruh kegiatannya dia hentikan dan fokus pada aku. Sedihnyaa........ dia kaget karena nggak nyangka aku bakalan bentak dia. Aku memang nggak pernah bentak anak-anakku. Sakiiiit rasanya hatiku. Nyeseeel...........

Ya, membentak anak sebenarnya nggak ada gunanya. Kasihan hatinya akan sakit, kaget, terluka, yang sangat sulit diobati. Nggak seperti luka fisik. Aduuuuh......... sedihnya aku............ Aku akan punya PR mengembalikan dia ke kondisi semula, penuh keyakinan akan kasih sayang mamanya.

Lalu.......... setelah mendapat tempat yang representatif, aku menepi, pasang handrem, dan menatap mata cantiknya dalam-dalam.

"Sayang......... Mama minta maaf tadi bentak Adek. Adek tahu nggak kenapa Mama bentak? Mama nggak sengaja sayang.......... Mama panik, takut kita berdua bahaya. Maafin Mama ya....... harusnya Mama sabar, nggak boleh nyakiti hati cantik Mama. Adek mau maafin Mama?"
"Iyaaaa.......... Adek sayang Mama......... Adek jijik Maaa........... maaf yaa.... Adek nggak sengajaa......... hikcs........ hikcs..........."
"Ya udah, Mama maafin Adek kok. Lain kali nggak boleh gitu ya. Adek mesti sabar, kan Mama nyetir. Kalau Adek gangguin..... bisa bahaya. Sini peluk Mama dulu."

Aku bersihkan dan ganti bajunya sambil aku sampaikan semua alasanku. Tak lupa aku minta maaf dan menyampaikan betapa sayang dan cintanya aku padanya. Dan........ dia juga minta maaf karena membuatku marah dan kerepotan. Hm...... dia memang Princess! Dia tahu jika salah harus minta maaf. Kadang malahan minta maafnya luttu be'eng.

"Solly......... nggak sengaja." Padahal dia mukul Masnya dengan sengaja lho! Ha ha ha....... ya Masnya langsung menciumnya. Namun aku luruskan bahwa dia nggak boleh begitu. Mukul sengaja! Habisnya......... Masnya dipukul malah cium n meluk saking merasa adiknya lucu. Ya aku harus meluruskan supaya si Adek nggak salah, mengira mukul tuh lucu n menyenangkan Masnya.

Akhirnya setelah aku bersihin dan rapiin dia, kami berpelukan erat sambil dia masih sesenggukan sesekali di pelukanku. Hancuuur rasanya hatiku karena bentak dia, pujaan hatiku, Princessku, berlianku.

Dan......... dia minta minum susu yang sudah ada, lalu menelungkupkan kedua telapak tangannya untuk ditaruh di bawah pipi cubbynya, kemudian.......... "Adek bobo dulu ya Maa..............ikuum............"

"Wa'alaikum salam cintakuu............ mimpi indah ya............ sampai ketemu di rumah."

Hhhhhhhhhhh.......... akhirnya dia lelap dalam mimpi indahnya. Nafasnya yang mulai teratur, senyum manis, dan kakinya yang sudah kepanjangan di carseatnya membuatku makin nyesel dan berjanji sendiri untuk lebih sabar menghadapi berlianku semua.

Maafin Mama cintakuu.....................

Tidak ada komentar: