Halaman

Kamis, 26 Februari 2009

SALAH KOSTUM LAGI

Saat mau berangkat ke Eropa awal Mei 2008 lalu........... Mama mertuaku sedikit heboh. Masalahnya aku bawa Princess yang masih setahun, dan selama ini tinggal di Jakarta, tropis punya. Yaaa........... namanya juga menantu idola, dieman-eman donk! Huuuaa......ha........ha.............. PD abis deh! Apa narcist ya???

Apalagi, hanya beberapa hari sebelumnya tanteku baru pulang juga dari sana. Dengan penuh keyakinan, stil yakin gitu, beliau hanya mengenakan pakaian tropis biasa plus jakcet biasa pula. Yah....... jakcet ala Jakarta lah! Turun dari pesawat........... masih cueks n sedikit meremehkan orang-orang bule yang pada pakai coat tebal, sarung tangan woll, kaos kaki woll, dan syal.

Lalu..............

"Kok makin dingin ya?"
"Tenang Tante ini sudah dibawain baju hangatnya."

Ha ha ha............ untung adikku sudah nyiapin saat jemput ke airport Schipol. Dengan senyum geli dia langsung memberi baju hangat untuk dipakai tante.

Ternyata.............. masih winter di sana meski kalau menurut jadwal sudah spring. Dan........... hampir sepanjang kunjungannya di sana, tanteku harus banyak kedinginan karena masih salju semua. Bahkan sungai di belakang rumah adekku yang biasanya berseliweran bebek dan angsa, kali ini sudah keras bisa dipakai jalan kaki karena menjadi............ES. Membeku airnya.

Brrrrrrrrrrrr.....................

Nah! Pengalamannya itulah yang membuat Mamaku sedikit parno. Dan aku disuruhnya bawa coat wol yang puanaaasnya minta ampiun kalau dipakai di Jakarta.

Yah....... aku kan menantu berbakti. Cieee........... ya aku bawa aja coat tebel yang menuh-menuhi koper itu, ditambah sarung tangan dan kaos kakinya. Eeeee......... syal juga. Untung aja warnanya cukup menarik bagiku. Tetep.............. gaya!

Eng........ing.........eng...............

Selama di sana........... nggak ada salju blas! Tapi...memang dingin sih dibanding sini. Tapi lagi, kan nggak gitu-gitu amat deh. Sedikit lebih dingin dari puncak pas duingin. Gitu! Walaaah.......... penjelasannya aneh amat ya?

Setiap hari sebelum jalan, aku sudah memantau ramalan cuaca, untuk menentukan perginya bawa jaket atau tidak. Namanya juga cuma ramalan.

Suatu hari karena diperkirakan akan panas sepanjang hari.......... jadilah kami pergi dengan pakaian biasa aja. Ternyata.............. brrrrrrrrrrr........ duingin menyergap meski nggak sampai salju. Tapiii.......... suhu hanya beberapa derajat di atas NOL??? Orang-orang sih pada jaketan tebel. Kok pada tahu ya??

Lain hari.......... sudah still yakin dengan coat karena saat berangkat memang duingiiin bangets. Lho? Di metro, di kereta cepat, kok pada pakai baju seadanya ya? Malahan saat di Amsterdam banyak yang ..........."nyaris" telanjang. Wuiiiiih....... kok aku salah kostum lagi ya? Lha wong ternyata cuaca saat itu cerah secerah hatiku. Duuuu............... sok romatis gitu ah! Lho?? Mereka kok tahu lagi?

Untungnya Vaniaku sih selalu aku bawain tas serbagunanya yang selalu siap mengeluarkan segala kebutuhan fashion dia ataupun menyimpan yang dilepas dari tubuh mungil nan cantiknya itu. Ya....... ne pa de problema baginya. Mamanya berbekal kantong DORAEMON sih!

Selidik punya selidik........... mereka, orang sana, saat cuaca gak tentu kayak gitu memang selalu siap bawa jaket dan menyimpannya jika nggak diperlukan. So, biarpun ramalan cuaca seperti apa, mereka sudah siap sedia............... graaaak!!!

Makanya mereka nggak salah kostum seperti aku. Malu sih................ tapi cueks ajalah! Namanya juga visitor, wajar donk gak paham.

Tidak ada komentar: