Halaman

Rabu, 27 Juli 2011

Kaki-kaki mungil itu...........

Hari ini aku cuti dari segala aktifitas ke luar rumah, karena skitku kambuh. Alhamdulillah sejak bisa teraphy sendiri jika kambuh begini aku tidak sampai tidak bisa berjalan seperti dulu. Hanya sakit sekali dan gerak terbatas.


Ting tung............
Meski tertatih aku segera ke depan, karena biasanya tukang sayur, tukang krupuk, tukang ayam, atau tukang-tukang langganaku lain datang menawarkan dagangan mereka. Sakitku ini karena pernah salah cara mengangkat bayiku dulu sehingga ada saraf tulang belakangku yang terjepit, Pff..........memang terkadang masih 'kumat' terutama jika aku terlalu banyak aktifitas fisik berat. Dan itu pertanda aku harus teraphy, aku memilih melakukannya sendiri dengan menyiapkan sarananya daripada seperti dulu harus setiap hari teraphy ke RS khusus tulang di daerah Pasar Minggu.

Betul juga. Abang tukang sayur sudah menungguku di gerbang pager. Yaaah...........sayurannya sudah bersih gitu! Alhamdulillah tapi berarti dagangan dia laku keras hari ini. Supaya aku tetap bisa berbagi rejeki dengan memberinya sedikit keuntungan, aku memutuskan membeli ikan fillet kesukaan berlian2ku meski aku sudah punya lauk hari ini. Hm......sore2 nanti digoreng pakai tepung tentu tetap akan ludes oleh mulut-mulut mungil mereka.

Sambil nungguin si abang sayur memotong ikan sesuai keinginanku, aku lihat hasil karya tukang lain yang sedang merapikan rumput di pinggir jalan depan rumahku, duuuh.......... mataku terpaku dengan seorang ibu yang menggotong karung besar di ujung jalan. Badannya kurus, namun lincah sekali mengambil berbagai plastik yang dia temui untuk segera dilemparnya ke karung di punggungnya. Dua anak kecil berjalan di kanan kirinya. Satu yang agak besar laki-laki dan yang kecil perempuan. Usia mereka sekitar 7 dan 5 tahun namun dengan badan yang lebih kecil dari anak seumurnya. Matahari sedang cukup terik, anak-anak itu berjalan telanjang kaki dan tanpa tutup kepala sama sekali. Kaki-kaki mungil itu tidak terlihat kepanasan sama sekali padahal aku saja berusaha berlindung di bayang-bayabg daun manggaku. Mau pakai kacamata hitam......ntar sayurannya gelap?

Aku tercekat saat aku melihat ibu itu mengambil gelas bekas minuman kemasan yang masih ada isinya sedikit. Gelas itu dia angsurkan ke anaknya yang kecil dan.......tanpa ba bi bu langsung diminum oleh anak itu. Masya Allah..... itu gelas sudah entah bekas siapa dan kapan dibuangnya, isinya tinggal seperempatnya, sudah dibuang pula yang berarti sudah berbagai kotoran bergabung di airnya, diminum oleh seorang balita kurus itu dengan lahap. Laparkah dia? Hauskah? Berbagai pikiran keprihatinan berseliweran di kepalaku sambil berurai air mataku.

Segera aku panggil ibu itu, lalu aku bergegas masuk ke rumah. Sedapatnya aku ambil makanan yang ada dan aku masukkan ke kotak bekal yang biasa dipakai princessku gonta ganti untuk membawa makanan ke sekolah. 'Mama minta satu untuk temanmu ya nak.' begitu aku tersenyum kecut merencanakan jawaban jika Princess menanyakan salah satu kotak makanan miliknya. Aku yakin dia akan tersenyum ikhlas mengiyakan karena dia anak baik. Jika aku ceritakan kejadian ini biasanya dia akan memelukku erat sambil matanya sedikit berkaca2. Tak lupa aku ambil baju-baju Princess yang nyaris gak muat (karena badan anak itu jauh lebih kecil dari Princessku) namun masih cukup layak pakai untuk aku kasih ke mereka. Aku masukkan semua itu ke salah satu tas mungil koleksi Princessku dengan sedikit mainan yang aku pikir bisa dijadikan mainan oleh anak-anak itu. Bagaimanapun keadaannya, anak-anak pasti suka dan perlu bermain, bukan?

Setelah membersihkan airmata yang sedari tadi membanjiri mukaku, aku ke luar rumah dan memberikan semua itu ke tangan mungil itu. Kecil sekali tangannya dengan kulit yang tidak terawat, bintik kecil sana sini. Aku berusaha tersenyum semanis mungkin berharap senyumku bisa sedikit membuat anak-anak kecil itu senang. Hahaha.......... padahal senyumku belum tentu manis yak?!

"Haii........ini dimakan ya....... yang rukun, kakak sayang adek, adek sayang kakak, kalian jangan rewel ya, nanti ibunya repot. Jalannya hati2, pilih jalan yang tidak panas, yang tidak ada tajam2nya." Bla.........bla....... entah aku ngomong apa lagi sampai tukang sayur bilang; "Bu, mereka sudah jalan jauh kok. Ibu selalu nggak tegaan gitu ya. Makanya rejeki ibu bagus. Allah sayang sama ibu sekeluarga."

Amiiin.........makasih bang.

Segera aku bayar ikanku sambil tetap (hanya baru bisa sebatas) prihatin dengan kenyataan hidup yang masih selalu aku temui di negaraku tercinta yang sebagian dari para penyelenggara negaranya ongkang-ongkang menilep uang negara milyaran yang berarti uangnya anak-anak kecil kurus tadi. How come???!!!!

Minggu, 24 Juli 2011

Segarnya Air Kelapa untuk Kesehatan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Sebaiknya mulai saat ini Anda harus lupakan dulu minuman bersoda, kafein, jus buah atau sport drink. Kini saatnya mengenal khasiat air kelapa. Bukan hanya mengandung mineral, air kelapa juga kaya akan nutrisi, bahkan di daerah terpencil air kelapa bisa digunakan sebagai pengganti cairan infus. Air kelapa merupakan cairan paling murni kedua setelah air. Air kelapa hanya mengandung sedikit karbohidrat dan 99 persen bebas lemak serta rendah gula. Kandungan gula yang terdapat dalam air kelapa bersifat alami dan tidak diproses seperti minuman lain yang diberi tambahan gula.

Dibandingkan dengan sport drink, air kelapa hanya mengandung sedikit sodium, tetapi memiliki lebih banyak potasium. Air kelapa tidak hanya berisi air, tetapi juga mengandung nutrisi. Dalam 30 ml air kelapa terkandung 61 mg potasium, 5,45 mg sodium, dan 1,3 mg gula. Kandungan lainnya adalah magnesium, kalsium, vitamin B dan C, zinc, selenium, iodine, serta sulfur.

Tak heran jika air kelapa mengandung beragam manfaat kesehatan sebagai berikut:
1. Membuat tubuh hidrasi
Salah satu manfaat kesehatan air kelapa adalah kemampuannya menghidrasi tubuh. Air kelapa mengandung semua elektrolit yang dibutuhkan tubuh seperti sodium, potasium, klorida, kalsium, dan magnesium. Elektrolit ini bersama air minum memegang peran penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi terutama selama dan setelah kegiatan olahraga yang menguras keringat.

2. Membantu menurunkan berat badan
Air kelapa terkenal akan kandungan kalorinya yang rendah. Karena itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, gantilah kebiasaan mengonsumsi minuman berkalori tinggi seperti soda, kafein, atau jus buah dengan air kelapa.

3. Meningkatkan sistem imun
Air kelapa ternyata juga mengandung asam lauric yang juga ditemukan pada ASI. Fungsi asam ini adalah antimikroba, antibakteri, serta antijamur. Air kelapa yang diminum secara teratur sangat baik untuk meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan berbagai virus dan penyakit.

4. Meningkatkan sirkulasi
Air kelapa membantu membawa nutrisi dan oksigen ke dalam sel darah dan meningkatkan metabolisme. Selain itu, air kelapa juga bisa membantu membersihkan saluran pencernaan.

5. Menghilangkan mual
Penderita demam tifoid, malaria, atau penyakit lain yang menimbulkan rasa mual bisa mencoba mengonsumsi air kelapa untuk mengurangi rasa mual.

6. Mengobati pasien kolera
Air kelapa mengandung albumen alami sehingga cocok menjadi minuman darurat pada pasien yang terinfeksi kolera.

7. Baik untuk pencernaan
Komponen air kelapa mengandung berbagai enzim bioaktif yang bisa membantu mengatasi masalah pencernaan dan metabolisme. Konsumsi air kelapa secara teratur efektif untuk mengatasi rasa tidak nyaman di perut.

8. Menjaga keseimbangan elektrolit
Air kelapa merupakan sumber potasium yang baik. Dalam satu sajian air kelapa terkandung 220 mg potasium. Elektrolit ini dibutuhkan tubuh setiap hari untuk menjaga fungsi kontraksi jantung.

9. Mengatasi infeksi saluran kencing
Air kelapa sangat disarankan untuk mereka yang menderita batu ginjal dan saluran kemih. Minum air kelapa secara teratur disebutkan membantu memecah batu ginjal sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.

10. Menjaga kesehatan kulit
Air kelapa bekerja seperti halnya pelembab ringan dan juga mengurangi kelebihan minyak di kulit. Manfaat lainnya adalah melembutkan kulit bertipe kombinasi. Anda bisa menggunakan air kelapa untuk mandi atau memilih lotion kulit yang terbuat dari kelapa. Air kelapa juga bisa dipakai untuk membasuh wajah setelah mengenakan masker, terutama untuk mereka yang memiliki jenis kulit berminyak.

Jumat, 08 Juli 2011

Papaa.............. Ayo! Keluarkan Hadistnya!!!!

Seharian itu Princessku bikin ulah. Ngak ngek ngok, minta ini itu gak jelas, dikasih ini salah, dikasih itu gak bener, pokoknya semua serba salah. Reweeeel...............banget. Kami semua dibuat heboh oleh tingkahnya. Meski begitu mas-masnya tetep saja ngelayani apa maunya, ngurusi kerewelannya, berusaha mengembalikan moodnya yang biasanya selalu membuat gelak tawa di rumah kami. Namun akhirnya semua nyerah; "Sorry Ma, I give up." gitu kata mereka sambil menghela nafas panjang, sedih tidak bisa gangguin adik cantiknya seperti biasa.

Karena semua sudah capek dan bosan seharian berkutat dengan kerewelan Princess kami itu, maka malam harinya sang Papa mendapatkan anugerah indah untuk menghandle seluruh kejengkelannya. Hahaha......... hadiah yang manis kan Pa? Setelah seharian ngurus kerewelan orang2 lain yang gak selucu Princess??

Seperti biasa, papanya yang sebenarnya sabar menghadapi siapapun sering tidak sesabar kami. Nada tinggi pun keluar dari mulut papanya karena segala macam cara tidak sukses digunakan. Aku sudah was-was kalau sampai Princessku tambah ngamuk, maka akulah yang harus menanggung akibatnya. Yah.......... mana mungkin aku tega melihat mereka bersitegang? Lebih baik aku mengalah meski capek dan kesel juga.

Tapiiiiiiiiiiiii...........................tiba-tiba;

"Papa, la tagdhobwalakal jannah, janganlah kamu marah maka bagimu surga."

Princess 4 tahun kami itu berhenti merajuk, dalam posisi duduk bersila masih dengan linangan airmata membanjiri pipi chuby nya, dan malah menyampaikan teguran berupa hadist kepada papanya. Tentu saja kami semua kaget bercmpur geli. Namun kami hanya diam ingin mengetahui babak selanjutnya dari drama ini. Seperti biasa papanya langsung keluar keisengannya. Dengan mimik serius dia langsung duduk berhadapan dengan anak cantiknya itu berjarak sekitar 2m, dan menanggapi teguran tersebut.

"Ok, Papa juga punya hadist buat adek."

'Papa harus yang bener ya hadistnya......................' secara reflek aku menyahut karena khawatit pacarku itu iseng dengan hadist asal-asalan, akal-akalan made in dia.

Rupanya Princessku yang cerdas ini langsung connect dan memanfaatkan moment itu, dan dia yakin papanya tidak mempunyai hadist untuk menandingi hadistnya. Maka.....................

"Ok Papa, silahkan saja keluarkan hadistnya. Ayoooo...........jangan malu-malu, keluarkan hadistnya. Adek mau denger."

Begitu dia mendesak papanya dengan senyum penuh kemenangan. Papanya senyum-senyum kebingungan mau bilang apa karena sebenarnya dia memang bermaksud iseng saja dengan mengeluarkan hadist asal-asalan, akal-akalan 'ala dia, dan semua itu terhalang oleh peringatanku karena dia juga sadar tidak bagus membohongi anaknya dengan hadist asalnya itu.

"Gimana Pa, ayo donk, keluarkan hadistnyaa.................."

Princess kami kembali mendesak papanya. Kali ini makin diatas angin. Keisengan papanya seolah dia copy paste. Persis!! Hanya saja yang ini makin lucu karena yang melakukan mahkluk mungil kami.

Akhirnya.................. kerewelan bidadari cantik keluarga kami itu berhenti diakhiri dengan kemenangannya bisa menantang papanya untuk mengeluarkan hadist tandingan untuknya.

Hahaha......................... kami pun melalui malam itu dengan keceriaan seperti malam-malam sebelumnya, berkat kekonyolan Papanya. Hhh............ternyata kadang sebuah masalah tidak harus dicari penyelesaiannya, dia akan selesai dengan sendirinya.

Senin, 13 Juni 2011

TV dan Princess 4 Tahunku

Malam sudah cukup larut bagi Princessku untuk terjaga. Pukul 22.11 bukan lagi sore buatnya. Seharusnya dan biasanya dia memang sudah terlelap dengan senyum manisnya sambil memeluk guling, memegang sebelah tanganku, atau memeluk punggungku yang merupakan posisi favoritnya jika tidur. "Soalnya Mama itu kulitnya lembut dan baunya enak banget." begitu alasannya jika aku meminta sedikit keleluasaanku padanya. Akupun memilih pasrah sambil menikmati kemewahan berpelukan dengannya ini. Ya, disadari atau tidak kebersamaan semacam ini dengan anak-anak adalah kenikmatan yang mewah, yang tentu tidak selamanya bisa kita nikmati, yang tidak bisa diputar kembali jika kita menginginkannya.

Namun malam ini dia masih segar bugar karena tidur siangnya kesorean. Mata indahnya itu masih memberikan kerling jenaka penuh ide nakal yang cerdas. Mulut mungilnya pun masih rame dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan kritis yang lucu dan pintar. Mas-mas dan papanya sudah terbuai mimpi masing-masing. Aku sebenarnya juga sudah capek. Inginnya berleha-leha menunggu kantuk sambil menambah tulisanku untuk buku yang sedang aku siapkan, juga menghimpun tulisan seorang abang, kakak kelasku yang sudah berpulang, tanpa diganggu siapapun termasuk Princess cantikku itu.

Tapi..........mana mungkin aku tega membiarkan celoteh merdunya itu tanpa teman?

Agar lebih ringan, aku mengajaknya nonton TV. Kami memilih acara Masterchef Australia, acara yang masih wajar jika kami nikmati bersama sambil berdiskusi meski kadang dia cenderung memaksakan pendapatnya. Jika mas-masnya masih belum tidur, tentu ciuman bertubi-tubi sudah menyergap pipi chuby adik mungilnya itu. Teriakan kesal adiknya justru semakin membuat gemes mas-masnya.

"Itu sama aja udang Ma.....hanya saja bentuknya lebih gede." debatnya ngotot sambil tangannya memperagakan capit lobster dengan dia angkat setinggi kepalanya dan mukanya dia pasang seringai lebar saat aku bilang lobster. Menurut dia, kenapa harus diberi nama lobster jika sama saja dengan udang. Duuuh..... kalau debat, dia cenderung diktator kata masnya. Harus diikuti pendapatnya. Hahaha.......

Dia sedang suka menggunakan kata-kata yang mungkin baru baginya, sehingga dia coba menerapkannya di kalimat-kalimat yang hendak dia sampaikan. Waktu melihat papanya melukis, dia dengan penuh minat mengatakan bahwa 'karya' papa bagus banget. Bukannya lukisan atau gambar, namun dia memilih kata 'karya'. Lalu kemarin dia bilang 'optimal' untuk suatu hasil kreatifitasnya, bukannya bagus banget. Dan masih banyak lagi kata-kata lain yang dia coba gunakan, dan kok ya pas banget dia terapkan di kalimat-kalimatnya. Meski dulu mas-masnya juga seperti itu, tetap saja aku terkagum-kagum dengan kemampuannya berbahasa. Hehehe......emaknyaaa!!

"Mama...... jadi TV itu apa hubungannya dengan mata bisa rusak? Apa cuma mata yang bisa dirusak TV?" tanyanya tiba-tiba setelah berkali-kali (tepatnya selalu) dia memenangkan perdebatan sengit antara kami berdua.

Duuuh........ jangan-jangan aku sudah salah nih, kok dia pikir TV itu 'perusak' ya?

'Sayangku........ TV itu kan ada cahayanya. Cahayanya itu ada kekuatannya. Kalau mata terlalu dekat, maka mata kita bisa rusak karena kena cahayanya makin kuat. Makanya mata cantik mama itu kalau lihat TV jangan dekat-dekat ya......biar awet cantiknya. Kan mata itu anugerah Allah juga, jadi harus dijaga.'

'Trus, TV juga berhubungan dengan otak kita, kuping kita, dan mulut kita. Misalnya yang kita tonton acara yang tidak bagus buat otak kita sehingga kita bisa berpikir atau berbuat yang tidak baik, kata-kata yang kita dengar tidak bagus juga sehingga telinga kita mendengar dan mulut kita ikut bicara tidak bagus. Kan kasihan otak cerdas, kuping indah, dan mulut cantiknya dipakai untuk yang tidak bagus. Nantinya kan bisa rusak. Makanya mama selalu ingetin adek dan mas-mas untuk tidak sembarangan nonton TV. Kalau nonton TV selalu ambil, tiru yang bagus-bagusnya aja. Kalau ada yang bikin adek ragu, ya tanya ke mas, mama, atau papa. Nanti kita diskusikan bersama apa yang bagus dan tidak.'

'Tapi cintaku....... TV, juga barang lain tidak hanya bisa merusak manusia, kita. Jika kita pandai memanfaatkan, maka semua barang PASTI ada gunanya bagi kita manusia. Itulah makanya kitaharus banyak belajar, harus banyak mencari tahu, menggali ilmu, menimba pengetahuan, agar kita bisa mensyukuri segalanya dengan mengambil manfaatnya buat kebaikan manusia. Misalnya TV, kan banyak juga berita dan ilmu yang bisa kita dapatkan dari TV.'

"Mmmm............ betul juga ya Mama. Kok Mama bisa pinter gitu sih jawab pertanyaan adek? Apa Mama juga jaga otaknya biar nggak rusak? Tapi adek tahu, mama pasti tidak menjaga matanya. Makanya mama pakai kacamata. Kalau adek, mau jaga semuanya. Biar Allah suka! Gak kayak mama papa yang gak jaga matanya." dia berargumen sambil matanya melotot lotot protes karena aku berkacamata.

Hahaha..............lama-lama gubrag juga aku dengan keceriwisannya itu.

Lalu dia memilih membaca bukunya dan menyuruhku untuk tidak memalingkan mukaku dari laptop. Sambil menulis aku mendengarnya membaca buku, bercerita yang tentu saja dengan banyak improvisasi bebasnya ke mana-mana.

Lalu..............

"Mamaa....... adek harus bobok sekarang biar besok bisa bangun pagi. Kan adek mau sekolah, latihan nari dan nyanyi untuk pentas di perpisahan sekolah. Hahaha.........dia memang banci tampil. Masalah performance, dia sukaaa banget. Bahkan dulu di usia belum 3 tahun dia sudah juara fashion show. Dia juga sangat suka menari. MJ adalah salah satu idolanya. Adek pipis dulu lalu bobok. Mama seterah (terserah maksudnya, dia masih sering membolak balik kata) mau nerusin ngetik atau bobok bareng adek. Gakpapa kok adek nggak meluk mama malam ini." iiiih........... sok tua banget nggak sih?

Setelah dari kamar mandi dia lalu meringkuk memeluk guling dan zzzzzzzz..................... selamat bobo Princessku sayang, mimpi indah ya............ semoga Allah selalu menjagamu.

Rabu, 01 Juni 2011

Bermain Adalah Pekerjaan Anak-Anak

Banyaknya waktu yang dihabiskan bayi dan anak-anak untuk bermain bukan berarti waktu tersebut terbuang sia-sia ataupun hanya bersifat menyegarkan mereka. Bermain bisa saja menyenangkan tetapi juga merupakan hal serius dalam dunia anak-anak. Dalam waktu bermain tersebut, seorang anak secara terus-menerus mengembangkan kemampuannya dalam menghadapi lingkungannya.

Seorang anak yang lahir ke dunia ini adalah seperti spons – penuh dengan hasrat untuk menyerap, menjelajah dan mencari tahu lebih banyak tentang dunia tempat ia dilahirkan.Bermain adalah sebuah eksplorasi dan proses menemukan, yang merupakan bagian terbesar dari bermain. Bermain hanya berhenti saat ia tertidur. Singkatnya, BERMAIN ADALAH PEKERJAAN ANAK-ANAK.

Seperti orang dewasa yang belajar memecahkan masalah di tempat kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya, dalam skala yang lebih kecil, melalui bermain seorang anak mempelajari ketrampilan-ketrampilan yang diperlukannya untuk menjadi bagian dari lingkungan barunya.
Bermain mempengaruhi pertumbuhan fisik, mental, sosial, psikologis, emosional, dan linguistik seorang anak.

Perkembangan Fisik
Saat seorang anak merangkak, mengangkat diri untuk berdiri, berjalan dan berlari, ia merasakan pergerakan. Gerakan ini akan memfasilitasi perkembangan koordinasi fisik yang lebih rumit seperti kemampuan untuk menggunakan kedua tangan untuk aktivitas tertentu, misalnya berlari. Oleh karena itu, seorang anak perlu mengkoordinasikan gerakan mengayun antara tangan dan kaki.

Sejak bulan ketiga dari kehidupan seorang anak, ia sudah memulai gerakan-gerakan dari bahu dan siku. Akan tetapi, pada fase awal ini, gerakan tersebut hanya terbatas pada ayunan atau pukulan yang kurang akurat. Ketika bayi bermain dengan mainan yang lebih kecil dan kompleks, ia akan mulai mengembangkan fungsi-fungsi tangannya.

Bermain juga mengembangkan otot-otot dan kekuatan lengan dan tungkai bagian atas dan bawah.

Perkembangan Mental
Ketika bermain dengan imajinasi, seorang anak bisa berpura-pura menjadi perawat, dokter atau pemadam kebakaran. Ia juga mungkin berpura-pura memasak, menjahit, atau pesta teh dengan teman-temannya. Bermain dengan imajinasi seperti ini menstimulasi pikiran seorang anak. Hal ini akan membantu mempersiapkannya untuk situasi pembelajaran yang lebih kompleks saat dia sudah besar.

Ketika anak-anak bermain satu sama lain, mereka mengembangkan ide-ide mengenai dunia di sekitar mereka. Mereka akan belajar bahwa ada aturan-aturan yang harus mereka patuhi. Aturan-aturan ini mencakup sosialisasi seperti bergiliran saat bermain perosotan, berteman, memberi dan menerima, berbagi, atau menjadi anak yang ramah.

Walaupun pada awalnya, seorang anak akan tampak egosentris dan hanya mementingkan dirinya sendiri, ia akan berkembang dengan adanya panduan orang dewasa, biasanya orang tuanya.

Seorang anak akan merasa yakin pada dirinya sendiri dan menjadi percaya diri saat ia bermain dan merasa senang dan berhasil pada prosesnya. Kepercayaan diri mendorong eksplorasi lebih jauh dan mendorong anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas lain yang lebih menantang. Peningkatan kepercayaan diri akan membantunya mengatasi tantangan saat ia lebih besar nanti. Proses mengatasi tantangan ini nantinya akan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan lain.

Perkembangan Emosional
Membentuk ikatan dengan orang tua adalah bagian pertama dari perkembangan emosional seorang anak. Tidak ada pengganti untuk tahap perkembangan ini. Orang tua harus terlibat sebanyak-banyaknya ketika bermain. Hal ini akan memberikan seorang anak rasa aman pada lingkungan barunya. Dengan perasaan yang aman ini, seorang anak akan lebih mau keluar menjelajahi di dunia dengan keyakinan bahwa akan selalu ada seseorang untuk bergantung jika keadaan berubah menjadi tidak enak.

Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah sebuah alat untuk menerjemahkan makna, pemikiran dan perasaan kita. Perkembangan bahasa dimulai sejak hari pertama lahir. Usaha pertama untuk berkomunikasi biasanya sederhana dan berulang. Ketika seorang anak berkembang secara fisik, kebutuhan berbahasa juga turut meningkat. Anak-anak memerlukan kata-kata dan bahasa tubuh untuk mengekspresikan ide dan belajar memecahkan masalah ketika mereka menghadapi pengalaman dan sensasi baru. Bahasa adalah sebuah bagian dari bermain yang unik dan menyenangkan dan membedakan manusia sebagai makhluk berpikir, dibandingkan dengan binatang.

Persyaratan awal untuk perkembangan bahasa dapat dipenuhi melalui bermain. Ada berbagai peluang untuk mendorong terjadinya hal-hal di bawah ini melalui bermain:

Kontak mata
Kemampuan mendengarkan
Memperhatikan
Belajar untuk bergiliran
Kemampuan berinteraksi sosial

Memberi label pada benda-benda sangat berguna untuk memperkenalkan kata-kata baru kepada anak karena akan menambah kosakatanya. Makna dari kata dapat lebih lanjut ditanamkan dengan mendorong anak untuk memegang benda tersebut.

Mempelajari Konsep Lain
Bermain juga membantu anak mempelajari dan memahami konsep-konsep dasar seperti angka, warna, dan posisi spasial (kanan/kiri dan di dalam/di luar)

Perkembangan konsep seperti ini adalah awal yang sangat penting dalam perkembangan seorang anak karena akan mengajarkan: Interaksi antar benda – bagaimana sebuah benda berhubungan dengan lainnya. Contohnya panci dan kompor, garpu dan sendok, bola dan pemukul. Interaksi dengan materi – misalnya air mendidih itu panas, es itu dingin, pakaian itu lembut. Hal ini membantu seorang anak untuk mengidentifikasikan dirinya dengan tindakan dan ide-idenya.

Misalnya, jika seorang anak tidak suka dengan rasa panas, ia mungkin tidak akan mau membawa sebuah ceret. Ia akan menjadi lebih sadar tentang apa yang mampu ia lakukan dan mengajarkannya bahwa ia mampu untuk melakukannya kembali. Memahami hubungan sebab dan akibat. Misalnya, “Jika saya menyentuh air mendidih, saya akan terbakar.” Inilah dasar dari pemecahan masalah. Dengan memecahkan masalah dan mengalami dan mempelajari aturan mengenai sifat dasar benda-benda, seorang anak belajar untuk mematuhi aturan keselamatan.

Informasi ini dipersembahkan oleh KK Hospital – Rumah Sakit Ibu dan Anak di Singapura. Kunjungi "http://www.kkh.com.sg/">www.kkh.com.sg untuk informasi lebih lanjut.

Jumat, 27 Mei 2011

Berlian-berlianku Dialah Pahlawan Sejatimu

Cerita tentang ayah........... aku akan cerita tentang ayahnya berlian-berlianku kepada berlian-berlianku. Semoga mereka bersyukur mempunyai ayah seperti dia, dengan mengoptimalkan seluruh potensi mereka untuk dunia akhirat mereka.

*****
Dialah Pahlawan Sejatimu
by : Dewi


Anak-anakku,
Saat mendengar berita kehadiranmu, dia yang paling antusias penuh syukur bahagia
Setiap keperluanmu, dia yang selalu mengupayakan semampu dirinya
Tidak bosan dia mengelus dan merasakan gerakan-gerakanmu meski terhalang dinding perutku
Do'a-do'a, lantunan ayat suci, bacaan buku-buku, juga dentingan gitar dan piano serta suara merdunya pun senantiasa mengiringi tarian dan tendanganmu di rahimku

Dan saat kau benar-benar hadir.........dialah yang pertama kali kau lihat senyuman bahagianya menyongsongmu, karena dialah pendamping dokter terhebat, penyambutmu, menunggumu
Lalu suara adzan dan iqamatnya pula yang pertama kau dengar langsung di kedua telingamu
Pelukan hangatnya pasti membuatmu nyaman, karena tak kudengar lagi tangisanmu
Dia jualah yang mengangsurkan tubuh mungilmu tuk kupeluk

Berlian indahku,
Jika malam gulita kau terbangun dengan jeritanmu dan aku tak kuasa lagi merayumu
Dia juga segera merengkuhmu, meletakkanmu di dadanya, lalu kau tidur penuh damai di sana
Pasti dia merasakan letih pegal, namun senyum nyamanmu mengalahkan semua itu
Celotehmu di esok paginya adalah kebahagiaannya yang menjadi bekalnya berjihad mencari nafkah meski kantuk masih tersisa

Sayangku,
Langkah kaki mungil dan kata bermakna pertamamu adalah kejutan manis sekaligus pelipur lara buatnya sepulang kerja
Disusul berbagai pertanyaan lucu kritismu menghiasi benak dan menjadi PR tersulitnya
Belum lagi mengikuti permainanmu yang tidak kenal akan keletihan dirinya
Menjadi kudamu, ayunanmu, juga merelakan pundaknya tuk jadi tempatmu 'ningkring' senang tidak pernah jadi keluhannya

Kejujurannya, amanahnya, baktinya pada orangtua, kesetiaannya pada kebenaran, kecintaannya pada keluarga, kebaikan dan kerendahan hatinya, adalah pancaran keindahan jiwanya yang harus kau teladani
Kegemarannya membaca, kelihaiannya melukis, kelincahan jemarinya bermain gitar, kemampuan tahsinnya, juga kefasihannya berbincang maupun menulis dengan menggunakan bahasa asing, semoga semua menginspirasimu tuk meraih asa

Cintaku,
Tentu kau ingat bagaimana dia setiap hari mengajakmu shalat ke masjid sejak kau baru bisa berjalan
Meski tidak sedikit mendapat kritikan bahkan gunjingan
Karena banyak yang menganggap anak kecil hanya akan mengganggu kekusyukan
Tentu saja, karena kalian tidak jarang hanya menjadikan masjid sebagai salah satu arena permainan
Tahu nggak nak, dia selalu yakinkan mereka meski sangat kerepotan mengatasi kelincahan yang kau lakukan
Belum lagi jika harus memanggulmu di pagi buta untuk shalat subuh karena kantukmu tak tertahan
Dan membuat ritual rutin itu menjadi menyenangkanmu dan membuatmu semangat melaluinya seolah sebuah permainan
Terbukti dia benar, karena kemudian kalianlah pengisi utama shaf shalat di antara jamaah masjid meski hanya ada satu baris di belakang imam

Belahan jiwaku,
Dia juga berlarian di belakangmu saat mengajarimu bersepeda roda dua
Lalu menangkapmu di kolam saat kau meluncur belajar berenang
Mengajarimu kuda-kuda yang kokoh saat kau belajar bela diri
Menunggumu di ujung gang depan rumah saat kau belajar naik motor
Duduk was-was di sebelahmu saat kau belajar nyetir
Mendengar berbagai curhatmu, menampung keluh kesahmu, mencarikan solusi atas masalahmu, tersenyum bijak atas cerita lucu ABG mu, juga menjadi lawan tak seimbang dalam permainanmu (dia kalah mulu ya?)
Bangga atas segala prestasimu, namun tak terlalu ditampakkannya karena ada sedikit keangkuhan lelakinya yang kadang masih 'bicara'

Kemudian.................. meski berat berusaha tersenyum ikhlas melepasmu pergi jauh menuntut ilmu mengasah segala potensimu, mencari bekal hidup matimu
Juga berurai airmata di malam sunyi dalam sujudnya hanya meminta berkahNya untuk dirimu

Pujaan hatiku,
Dialah ayahmu, pahlawan sejatimu............. papa kau memanggilnya
Kau harus tahu bahwa dia sudah dan akan selalu rela melakukan apa saja demi keberkahanmu
Anak-anaknya,
Berlian-berlian indahnya,
Belahan jiwanya,
Pujaan hatinya,
Harapannya,
Cahayanya di surga........

Berkilaulah berlianku, terangi dirimu, terangi kami, terangi sekitarmu, terangi dunia akhiratmu.......... harapan kami, surgapun menunggu kilau terangmu.

Selasa, 24 Mei 2011

Jangan Membenarkan Yang Biasa, Tapi Biasakan Yang Benar

Awalnya, aku marah dan kecewa jika diperlakukan tidak adil, dzalim, jahat, dan curang. Lalu aku akan melihatnya dari sisi lain. Dan aku mencoba memaklumi tindakan orang lain tersebut. Aku berusaha sabar. Aku mencoba memahami mereka.

Misalnya saat orang curang dan jahat karena aku jujur dalam pekerjaanku. Saat mereka berusaha menyudutkanku hanya karena aku tidak sama dengan mereka, karena aku jujur dan mereka tidak, karena aku tidak mau mengambil yang bukan hakku dan mereka sangat menyukai bahkan cenderung tamak mengambil yang bukan hak mereka, bahkan saat mereka memfitnahku sehingga aku terkesan salah dan sangat buruk di mata banyak orang, dan mereka bebas sesuka hati menghukumku.

Awalnya aku kecewa, marah, sedih, kesal. Lalu aku ingat, bahwa jika aku mempunyai posisi lebih tinggi, maka aku harusnya memaklumi mereka, aku harus bersabar. Ya, aku mencoba memaklumi saja. Bisa jadi, bagi mereka pekerjaan itu sangat berarti sehingga demi mempertahankannya mereka rela jika harus curang, menjilat atasan, memeras siapapun yang bisa diperas, dan menginjak siapapun yang bisa diinjak, demi mereka bisa menjadikannya pijakan untuk naik. Sementara bagiku, pekerjaan itu hanyalah salah satu jalan bagiku untuk berbuat, beribadah, berbakti. Dan masih banyak cara lain jika pun aku harus kehilangan pekerjaanku itu.

Aku harus bersabar akan tingkah mereka, karena sabar memang hanya milik orang yang lebih tinggi kedudukannya. Jika lebih rendah namanya pasrah, karena tidak punya daya kekuatan. Aku harus bersabar untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka kehilangan apa yang mereka puja puji, yang mereka agung-agungkan, sehingga untuk mempertahankannya mereka rela menyakiti orang lain, termasuk temannya.

Aku juga berusaha maklum saat mereka dengan rakusnya mengambil segala yang bisa diambil, meski itu hak orang lain, merugikan bahkan membuat orang lain (banyak) tersakiti. Entah kenapa pula mereka marah dan memusuhi aku yang tidak seperti mereka. Mungkin......... mereka sangat membutuhkan segala rupa harta itu, sehingga mereka berusaha mati-matian mendapatkannya meski haram sekalipun. Mungkin lagi, mereka yakin hanya akan bisa mendapatkan harta itu dengan cara seperti itu. Curang, jahat, rakus, tamak, dan menyakiti orang lain, merugikan orang banyak. Sementara aku......... aku tidak membutuhkan harta haram, harta rampasan, hasil memeras, harta sogokan, dan harta orang banyak..........harta rakyat. Dan bagiku, jika memang hakku, maka harta akan datang sebanyak yang aku butuhkan, tanpa aku harus berbuat curang dan jahat. Aku hanya harus mengusahakan dengan cara yang Allah sukai.

Lalu.............. kenapa sampai sekarang aku masih memperjuangkan hak-hakku? Hmm.......... pastinya! Karena aku adalah seorang ibu. Aku harus memperjuangkan kebenaran, aku harus memperjuangkan keadilan, aku harus memperjuangkan hakku. Meski aku tahu............ di jaman seperti ini, di masyarakat seperti ini, keadilan adalah barang mewah kalau tidak boleh kusebut mustahil terjadi. Kebenaran seakan hanya kamuflase. Kejujuran hanya dilakukan dan dibela jika sesuai kepentingan.

Namun aku tidak peduli! Meski masyarakat dominan melakukan ketidak jujuran, kemunafikan, kecurangan, kebohongan, hipokrit, lalu yang jujur dianggap salah, aku tetap akan berpegang teguh pada prinsipku. Aku tetap akan membela kebenaran, aku tetap akan mendidik anak-anakku dengan kebaikan.

Ya..................... Aku tidak akan membenarkan yang biasa dilakukan oleh banyak orang, karena orang banyak belum tentu yang benar.

Menurutku, seharusnyalah: Jangan membenarkan yang biasa, namun biasakan yang benar. Apapun resikonya.

Minggu, 08 Mei 2011

Ceriwiiiiisss...........

Semua anakku emang banyak ngomongnya. Maklum, sejak usia setahun mereka sudah bisa ngomong sekaligus sudah bisa jalan. Lari main bola malah (sendirian mainnya dan di dalam rumah tapinya). Hehehe...... kayaknya itu efek punya mama yang ceriwis. Sejak mereka di kandunganku memang selalu aku ajak bicara. Melakukan apapun aku selalu ceritain ke mereka. Shalat, makan, baca, jalan, istirahat, kecapekan, seneng, sedih, hahaha..................bahkan kadang curhat. Kalo nyanyi sih....... tiap harilah. Habisnya gak ada produser yang tertarik dengan warna suaraku, yang merdu ini hikcs..... jadi nyanyi-nyanyinya ya hanya jadi konsumsi pribadi dan dengan sangat terpaksa anakku yang masih di kandungan harus ikut menikmati suara emas mamanya. Weeeks.............

Setelah mereka lahir, ya tetep saja mereka harus tahan dengan seluruh keceriwisanku yang terus berlanjut. Memandikan, menyusui, menidurkan, semua sambil aku ajak bicara atau membaca atau nyanyi. Walaaaahh............. gini nih kalo mamanya gak laku rekaman. Hmm............ aku membuat syair-syair laguku sendiri sesuai dengan asupan materi didikan yang aku ingin berikan ke anakku. Termasuk jika aku membaca Al Qur'an meski terbata-bata karena memang aku parah banget kemampuan membaca Al Qur'annya, tetep saja aku lakukan di dekat bayiku, sambil ngurus bayiku. Dan........... jangan kaget ya, karena aku aja kaget banget bin malu, kalo itu efektif poll. Bayiku dulu sudah hafal beberapa surat pendek saat masih usia 2 tahun meski mamanya payah dalam membaca Al Qur'an.

Begitulah! Makanya usia setahun anak-anakku sudah bisa bahkan lumayan pintar berbicara. Inget banget dulu papanya pulang kantor terkaget-kaget karena saat pagi berangkat anaknya belum jelas bicara, tapi malamnya sudah bisa menyebutkan PINTU, LANTAI, BUKU, PAPA, dll. Hahaha.............welcome to my world Papaku.................. gitu kali pikir anakku yang terkekeh-kekeh dan semakin semangat menyebutkan berbagai nama barang ketika melihat wajah papanya yang kaget banget campur senang dan bangga.

Naaah.........efeknya, anak-anakku itu ceriwis banget, selalu nanya ini itu, selalu komentar, selalu dan selalu berbicara sambil menguntitku jika menanyakan sesuatu kepadaku. Hhhhh........... salahku sendiri ya?? Hehehe.....jangan salah, papanya juga kebagian diikuti sambil ditanya ini itu jika ada di rumah. Tapi anehnya mereka cenderung tidak banyak bicara di sekolah. Tahu-tahu nilai lumayan, tetep banyak teman, mewakili sekolah lomba ini itu termasuk pidato,baca puisi, dan bahasa Inggris, jadi ketua OSIS, dll. Lhaaaaa........kok kata gurunya gak banyak bicara ya??? Mungkin maksudnya cool kali? Hehehe...........

Alhamdulillah............ karena sering melihatku membaca buku di waktu senggangku, termasuk saat menemani mereka bermain, maka mereka cepat ingin bisa membaca (dengan cara yang ceriwis menanyakan tiap huruf yang ditemuinya), dan memang tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa membaca meski tanpa pernah belajar secara khusus dan tentu saja tanpa beban apalagi tekanan.

Hhhhh............pekerjaanku sedikit berkurang. Karena sudah bisa membaca, maka aku akan mengajak mereka mencarinya di buku jika mereka menanyakan ini itu ke aku. Berbagai buku dengan tampilan lucu, menarik, aku beli demi memuaskan rasa ingin tahu mereka. Apa ini apa itu, kamus bergambar, buku tentang binatang, tumbuhan, manusia, negara-negara, sampai buku pintar, globe, mikroskop, teleskop, dll menjadi koleksi mereka. Mending mamanya gak usah beli baju atau sepatu apalagi tas branded deh. Secara, anak-anakku jika ingin tahu juga suka mengamati benda kecil juga bintang di langit. Horeeee.......... penguntitku yang ceriwis sudah tidak terlalu merepotkanku dengan berbagai pertanyaan. Hahaha....... mamanya payah! Dan mereka tumbuh menjadi penggemar membaca, dan buku bacaannya pun lebih 'berat' dibanding anak-anak seusia mereka dengan materi sesuai kesukaan mereka masing-masing.

Karena sekarang sudah jaman internet, maka untuk anak-anakku yang lebih kecil sudah aku kenalkan juga dengan Oom Google jika mereka ingin mengetahui suatu hal. Asyiiik.......... mamanya tentu akan bisa selonjoran leyeh-leyeh hanya memantau mereka browsing sambil menikmati me time nya lebih banyak. Qiqiqiq............ *ngayal*

Lha, tapi ternyata aku keliru!! Dua berlian kecilku itu masih saja suka menguntitku setiap hari sambil bertanya ini itu tiada henti. "Ma....Mama punya uang Zimbabwe ga? Mama tahu kan kalo pecahannya gede banget?" "Ma......kenapa ...... Ma........apa sih .......bla bla bla...." Jika aku sarankan mereka untuk tanya ke Oom Google atau melihat ke buku pintar, mereka akan dengan gesitnya menjawab; "Nggak mau!! Mama itu lebih pinter dari google atau kamus manapun."

Gubraaaagggggg.......................... dasar ceriwis!!!

Kamis, 05 Mei 2011

Indonesia Urutan 107 Negara Layak Huni Bagi Ibu-ibu

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Tingkat kematian ibu melahirkan dan anak merupakan indikator kelayakan sebuah negara bagi kaum perempuan. Dari 160 negara yang disurvei, Indonesia menempati urutan ke-107 negara paling layak untuk dihuni kaum perempuan khususnya ibu-ibu.

Survei tersebut digelar baru-baru ini oleh sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak yakni Save the Children. Negara yang disurvei meliputi 43 negara maju, serta 117 negara berkembang termasuk Indonesia.

Dari total 160 negara, Norwegia menduduki peringkat tertinggi negara paling layak dihuni ibu-ibu. Seluruh kelahiran bayi di negara ini sudah ditangani oleh tenaga kesehatan, sehingga tingkat kematian balitanya tercatat paling rendah yakni 1 di antara 175 balita.

Kesejahteraan pekerja perempuan juga paling diperhatikan, karena di Norwegia ibu melahirkan bisa mendapat hak cuti paling panjang yakni setahun penuh. Selain itu, fasilitas dan layanan kesehatan di negara ini dinilai paling layak untuk ibu-ibu.

Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan Afghanistan yang menempati peringkat ke-160 alias juru kunci. Kematian balita terjadi pada 1 dari setiap 5 anak, sedangkan kematian ibu melahirkan tercatat paling tinggi yakni sebanyak 1 dari 11 kelahiran.

Indonesia menempati posisi ke-43 dalam kategori negara berkembang, atau peringkat ke-107 dari seluruh negara yang disurvei. Survei tersebut tidak merinci data di Indonesia, namun berdasakan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angkanya tercatat 228 per 100 kelahiran hidup.

Secara lengkap, 10 negara terbaik bagi ibu-ibu menurut survei tersbeut adalah sebagai berikut seperti dikutio dari Savethechildren, Kamis (5/5/2011).

1. Norwegia
2. Australia
3. Islandia
4. Swedia
5. Denmark
6. Selandia Baru
7. Finlandia
8. Belanda
9. Belgia
10. Jerman

Sementara itu 10 negara terburuk bagi ibu-ibu adalah sebagai berikut.

1. Afghanistan
2. Nigeria
3. Chad
4. Guinea Bissau
5. Yemen
6. Kongo
7. Mali
8. Sudan
9. Eritrea
10. Equatorial Guinea

*****

Hmmm.............semoga nantinya Indonesia tempat terbaik bagi siapapun. Laki-laki, perempuan, anak-anak, ibu, ayah, nenek, kakek, semua agama, semua golongan. Bahkan orang berduyun2 ingin sekali tinggal di Indonesia, namun maaf........ syaratnya ketat tuk tinggal di Indonesia. Harus lulus test Berbahasa Indonesia, berpribadi Pancasila, Beragama, berbudi luhur, menghormati adat istiadatnya, pahlawannya, dan menjaga seluruh bumi laut udara dan kerukunan saling menghormati.

Selasa, 26 April 2011

Puisinya Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,

bahwa mobilku hanya titipan Nya,

bahwa rumahku hanya titipan Nya,

bahwa hartaku hanya titipan Nya,

bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?

Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?

Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?

Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,

kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,

aku ingin lebih banyak harta,

ingin lebih banyak mobil,

lebih banyak rumah,

lebih banyak popularitas,

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan

Nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.

Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...

"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(WS. Rendra)

Rabu, 20 April 2011

Mimpiku Imajinasiku?

Imagination is more important than knowledge.
For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution”. (EINSTEIN 1879-1955)

Imajinasi lebih penting dari Pengetahuan. Karena pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi merangkul seluruh dunia, mendorong perubahan, dan melahirkan kemajuan manusia.

“The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.”
"Logic will get you from A to B. Imagination, will take you everywhere".


Imajinasi, khayalan, mimpi, kenapa harus dibatasi? Tidak!! Aku tidak akan pernah membatasi mimpiku, juga mimpi anak-anakku, mimpi berlian-berlianNya. Jika Napoleon bisa menjadi jenderal besar, menguasai Perancis di usia 30 tahun, kenapa tidak mungkin jika aku inginkan hal yang bagi orang lain dianggap mustahil?

Orang-orang mencibirku jika aku bicara tentang;

"Anak tidak lulus ujian itu gakpapa. Itu pembelajaran hidup bagi mereka, bahwa gagal itu memang ada dalam kehidupan. Mereka hanya perlu bangkit dan berusaha lagi."
"Yang terpenting bukan nilai akademis anak bagus, namun anak mempunyai nilai, pribadi, karakter, itulah yang sangat penting bagi mereka hingga kapanpun."
"Yuks kita bina anak-anak generasi penerus untuk Indonesia jaya. Bukan sekedar untuk masa depan (nafkah) mereka."

Ya, mereka tidak setuju dengan prinsipku itu. Mereka lebih memilih seperti kebanyakan orangtua sekarang yang berlomba-lomba anaknya les ini itu, sekolah favorit agar anak-anak mereka nilai akademisnya selangit, selalu lulus ujian sekolah, dan anak dididik agar nantinya bisa bekerja, hebat dalam karir, dan banyak menghasilkan uang untuk kehidupannya. mereka tidak mengutamakan pembentukan pribadi dan karakter anak. Mereka tidak memikirkan bagaimana keadaan bangsa ini di masa depan.

Hahaha...........aku teringat kata-kata Pak Mario Teguh yang kurang lebih; "Ibu yang ambisi ingin anaknya juara biasanya dulu ibunya gak pernah juara." Betul kali ya Pak Mario. Aku dulu SELALU juara umum bahkan sampai juara tingkat propinsi. Dan aku tidak pernah menuntut atau ambisi agar anak-anakku juara. Bagiku, juara itu biasa saja, gak ada yang hebat atau istimewa. Juara hanya dikarenakan nilaiku bagus, paling bagus, dan nilaiku bagus karena aku bisa mengerjakan soal, lalu aku bisa mengerjakan soal karena aku paham, dan yang utama adalah aku paham karena aku mempelajarinya. Tahu gak kenapa aku pelajari hingga aku paham dan bisa? KARENA AKU MALAS!!

Heiiiiiiiii...........jadi aku juara karena aku malas, namun aku gengsi jika harus mempunyai nilai jelek. Makanya aku pelajari mati-matian supaya aku paham dan bisa tanpa aku harus belajar lagi, dan aku bisa santai-santai bermain melakukan apa yang aku suka.............. membaca buku tentang orang-orang hebat. Manjat pohon talok. Dan bermain. Hehehe............

Kembali ke mimpiku. Aku bukan ingin anak-anakku sekedar bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan bagus. Jadi.........aku didik anak-anak, sekolahkan mereka, buka semua kesempatan mereka untuk berkembang, maju, melesat, untuk tugas mulia yang Allah berikan pada manusia, khalifah di muka bumi.

Aku ingin anak-anakku, berlian-berlianNya, mewarnai dunia, merubah dunia, membawa kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, indah berkilau menerangi sekitarnya, menerangi dunia akhirat.

Ada yang mau ikut?? Ayo............bareng-bareng kita didik anak-anak kita. Kita berjalan bersama bahkan berlari bersama demi mimpi kita.

Tidak mau? Ya gakpapa, tapi jangan halangi langkahku, jangan ganggu aku, jangan rusak usahaku. Karena nantinya anak-anakmu pun akan memerlukan terangnya kilau berlianku, untuk membantu anakmu melihat, melangkah, berbuat, bekerja, bahkan mungkin untuk sekedar hidup.

Sabtu, 16 April 2011

Sejuta Manfaat Telur


Konsumsi dua butir telur sehari dapat meningkatkan kesehatan tubuh.

Jum'at, 12 Maret 2010, 13:49 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Anda Nurlaila

Telur Mata Sapi (dok. Corbis)

VIVAnews - Tak perlu makanan mahal untuk memperoleh nutrisi seimbang. Telur adalah salah satu jenis 'makanan super' dengan kandungan nutrisi untuk meningkatkan kesehatan tubuh, seperti membantu mengatasi obesitas.


Studi terbaru yang akan diterbitkan di Jurnal Nutrition & Food Science edisi Juni, itu mengungkap, telur memainkan peran penting untuk mencegah penyakit degenerasi akibat penuaan. Kandungan antioksidan dalam telur juga bermanfaat untuk kesehatan mata. Telur mencegah kebutaan.

Dari 71 penelitian tentang telur, para ahli menemukan meskipun rendah kalori, telur merupakan sumber yang kaya protein dan dipenuhi nutrisi penting khususnya vitamin D, vitamin B12, selenium dan kolin.

Di antara sumber protein, telur mengandung asam amino esensial terkaya yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh. Telur bisa menjadi pilihan bagi anak-anak, remaja dan orang dewasa yang tidak mengkonsumsi susu.

Dr Carrie Ruxton, ahli diet terdaftar dan ahli gizi kesehatan masyarakat, mengatakan manfaat telur sangat besar hingga wajar bila disebut makanan super. Dengan harga yang sangat terjangkau, para ahli merekomendasikan konsumsi 1-2 butir telur sehari.

Vitamin D
. Selain sinar matahari, telur merupakan sumber utama vitamin D. Satu butir telur mengandung lebih dari 20 persen RDA (ketentuan asupan vitamin D). Makan dua butir telur sehari memenuhi hampir setengah dari kebutuhan vitamin D. Asupan vitamin D yang cukup mencegah penyakit tulang, kanker, jantung, gangguan kekebalan tubuh, dan kesehatan mental.

Dengan porsi tak berlebihan, telur tak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Studi terbaru yang dilakukan British Egg Industry Council, menyimpulkan bahwa konsumsi satu sampai dua telur sehari tak akan memicu masalah kolesterol. Konsumsi telur secara wajar justru memperbaiki metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung dan diabetes.

(Adi) VIVAnews

Jumat, 08 April 2011

Sekolahnya Di Manaaa???

Hhhh.......entah harus gimana perasaanku. Jika ada orang yang mengenal anak-anakku, atau melihat bagaimana mereka, prestasi mereka, kehebatan mereka, selaluuuu saja mereka tanya ke aku; "Sekolahnya di mana Bu putranya?" Gubrag banget deh. Trus mereka akan terheran-heran kalau kebetulan sekolah anakku bukanlah sekolah favorit atau unggulan bagi masyarakat pada umumnya.

Hoooooiiiiiiiiii................ banguuuuuuunnnn!!!!!! Ibu-ibu Bapak-bapak semuanya yang katanya sekarang ini sudah gak ada orangtua bodoh, semuanya pinter-pinter sekolahnya sampai S nya gak keitung, anak itu hebat atau tidak bukan karena sekolahnya! Jadi, milih sekolah bukan melihat sekolahnya itu hebat atau tidak, favorit atau tidak, unggulan atau tidak. Pilihlah sekolah yang paling tepat untuk anak kita. Setiap anak mempunyai kebutuhan akan sekolah yang berbeda.

Kalau aku nih, gak pernah peduli dengan kata orang sekolah ini hebat, sekolah itu unggulan, sekolah ono no prestasinya selangit. Trus juga, aku gak akan bangga karena anakku sekolah di suatu sekolah tertentu, apalagi minder karena anakku sekolah di sekolah gak ngetops. Weks. Dan aku tidak akan mendidik anakku untuk bangga atau minder hanya karena mereka sekolah di sekolah tertentu.

Aku akan buat sekolah manapun bangga karena ada anakku sekolah di sana atau salah seorang anakku pernah sekolah di sana. They'll be better because of my kiddos.

Hahaha...........................narcist puoooooollllll............... maaf lah, becanda. Biar suasana segeeeeeerrrrr, gak setres, serius mulu. Senyum dooooooonk.............sapa tahu ada paparazi mengincar smiling face mu..

Ya, saat aku memilihkan sekolah untuk anak-anakku, maka aku akan memilihkan yang paling tepat dengan dia. Dan sama sekali bukan karena nilai anakku sekian, maka dia aku sekolahkan di sekolah ini. No way!!!!

Bisa jadi nilai anakku 9 (hehehe....biasanya seh geto) tetapi sekolah yang aku pilihkan dan biasanya sih mereka akan setuju dengan saranku meski aku gak pernah maksa, bisa saja sekolah 'biasa-biasa' aja bagi masyarakat umum. Ho ho ho................ untuk kondisi masyarakat seperti sekarang ini, masih percaya dengan penilaian mereka tentang mana sekolah terbaik buat anakku? Maaf ya............aku punya nilai sendiri tentang sekolah pilihanku untuk berlian-berlian indahku.

Bagiku yang penting anakku nyaman sekolah di situ, aku nyaman juga, dia tetap bisa mengeksplorasi potensinya, dan sekolah itu cukup membantuku menyiapkan berlianku agar semakin cemerlang, dan yang utama adalah di sekolah itu membuat anakku makin matang pribadi dan karakter indahnya karena anakku mengambil segalanya sebagai tambahan bagi kematangan dirinya.

Apakah totaly sekolah itu nyaman bagiku dan anakku? Ya gak lah! Mana ada tempat dan orang lain yang 100% sesuai keinginan kita? Kalau mau dicari-cari............ya banyak banget pasti kekurangannya. Tapi aku memilih untuk mengambil yang positif aja. Toh memang mendidik anak adalah tugasku sebagai orangtua. Sekolah hanya melengkapinya, memberi tambahan muatan akademis dan sebagai tempat bagi anakku belajar menjadi bagian masyarakat tertentu, (sekolah adalah suatu masyarakat juga bukan?) dll. Karena sejatinya anak adalah tanggungjawab orangtuanya. Jangan sekali-kali menyalahkan orang lain jika ada kekurangan anak kita. Karena kitalah yang pertama kali salah jika ada kesalahan dalam mendidik anak kita sendiri.

Dan..................hehehe.......................boleh donk bangga jika anak tumbuh menjadi berlian indah berkilau dan sinarnya menerangi sekitarnya????? *ting....ting......tuing......*

Nah............... baik atau buruk, bukan sekolahnya di manaaaa???
Tetapi.............anaknya siapaaaaa???

Qiqiqiq.....................met weekend.................. jangan pada protes ya!!!!!!!

Senin, 04 April 2011

Mengutuk Kegelapan?

Pasti sudah pada tahu ungkapan; Daripada mengutuk kegelapan, lebih baik kita nyalakan lilin. Atau kebalik ya? Hehehe............intinya sama, bahwa lebih baik kita berbuat untuk merubah keadaan meski kecil pengaruhnya daripada hanya mengeluhkan keadaan yang tidak menyenangkan tersebut dan sibuk menyalahkan orang lain.

Benar sekali memang.
Aku juga sangat setuju. Ngapain aku sibuk menyalahkan orang lain, mengeluhkan keadaan, menggerutu yang hanya membuang waktu, tenaga, dan tentu saja potensi? Lebih baik aku berbuat, sekecil apapun pasti akan memberi pengaruh positif. Setidaknya bagiku sendiri, dan semoga bisa memberi manfaat bagi orang lain, bagi lingkungan, bagi yang mau mengambil manfaat yang pasti ada. Hehehe........yakin banget yak?! Ya iyalah.

Ya, aku hanya akan memilih untuk mensyukuri apapun yang terjadi, baik atau buruk, apapun yang menimpaku sudah selayaknya aku syukuri. Aku upayakan semaksimal aku mampu, lalu aku tawakal. Itulah sikap syukurku.

Lupakan menyalahkan siapapun, gantilah dengan sikap langkah terbaik yang bisa dilakukan. Tidak perlu mengutuk kegelapan. Nyalakan saja lilinmu agar meneranginya........ meski hanya setitik cahaya yg dihasilkannya.

*mungkin aku bukanlah matahari yang sanggup menerangi dunia, namun setidaknya aku bisa menjadi lilin yang memberi secercah cahaya di kegelapan.

*mungkin aku bukanlah lampu kristal yang indah dan mahal harganya, namun setidaknya aku bisa semanfaat bohlam yang tanpanya, lampu kristalpun takkan terlihat keindahannya.





Kamis, 31 Maret 2011

Aku Hanya Punya Empati

Kadang aku berpikir, sebaiknya aku tidak usah ke mana-mana, di rumah saja seharian setiap hari, supaya dadaku tidak sering sakit begini. Masya Allah............. bagaimana mungkin para penguasa (maaf, bukan pemimpin karena jika memang pemimpin tentu akan memikirkan yang dipimpinnya) bisa tidur nyenyak sementara masyarakatnya masih seperti ini?

Saat sedang di sebuah pasar tradisional, aku melihat suami istri menggendong masing2 1 anak. Yang satu masih bayi banget dan satunya 2-3 thnan. Si istri menyandang sebuah tape yang memperdengarkan musik daerah tertentu, si suami dengan muka berbedak tebal dan berkostum tari sambil menggendong anak yang lebih besar, segera menari mengikuti irama musik tadi. Trenyuh aku melihatnya. Segera aku angsurkan sekedar rupiah untuk usahanya itu. Aku bersyukur, setidaknya mereka tidak minta-minta dan mereka ngurus anak-anaknya.

Di jembatan penyeberangan.....ada seorang ibu dengan gadis kecil banget setiap hari duduk mengharap belas kasih orang lewat. Nggak tega rasanya jika melewati mereka. Airmataku sering aku tahan dan aku berusaha tersenyum semanis mungkin ke anak kecil itu, aku usap pipi dekilnya, dan sedikit rupiah aku taruh ke dalam kaleng yang terletak di sebelahnya. Kadang dia tertidur meringkuk di situ, dengan alas seadanya, lantai besi keras, berangin, kotor. Sedih dan trenyuh hatiku melihatnya. Ingin rasanya aku bisa memberi tempat yang nyaman baginya untuk tumbuh. Kapan-kapan aku ingin membawakannya buku-buku Princess kecilku untuknya. Biar dia belajar seperi Princessku.

Suatu hari aku melihat anak-anak berseragam abu-abu putih duduk-duduk di taman di pinggir jalan pada jam sekolah. Yah......mana tega aku tidak berhenti dan menanyakan mengapa mereka tidak sekolah. Ternyata mereka terlambat dan tidak boleh masuk sekolah seharian. Dan kalau pulang mereka takut diadukan oleh pembantunya karena tidak sekolah, lalu nanti orangtuanya marah menyalahkan mereka tanpa mendengar alasan mereka. Ya sudah, aku antar mereka ke sekolah dan aku upayakan mereka bisa masuk sekolah hari itu meski terlambat. Wuiiiih..............penerapan kedisiplinan yang tidak tepat.

Lalu aku juga pernah melihat anak SMA mendorong sepeda motornya. Yah.............aku segera putar balik, menanyakan apa yang perlu aku bantu, jika bensin habis dan dia tidak punya uang, maka aku belikan dia bensin sekedarnya agar dia bisa sampai rumahnya lagi nanti.

Kemudian jika ada teman-teman anak-anakku yang terancam tidak bisa ikut UAN karena belum melunasi SPP. Masya Allah.....kalau sekolah negeri mestinya gak perlu ya? Kan gedung dll disediakan negara, gaji guru dari negara, biaya operasional dari negara. Jika sekolah swasta, ya maklum sajalah kalau murid harus membayar. Karena semua-muanya harus diusahakan sendiri oleh sekolah. Tidak ada bantuan negara sama sekali. Tapi......aku malas mempersoalkannya meski itu bisa aku lakukan. Aku hanya concern pada anak-anak saja. Aku akan melobi sekolahnya, atau mengajak orangtua lain yang mau untuk kolek2 mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak itu.

Lalu.............kembali airmataku harus tergenang jika melihat bagaimana anak-anak remaja merokok, menjadi polisi liar di beberapa tempat putar balik, apalagi yang menjadi anak nakal berkeliaran di jalanan. Sayang sekali generasi muda terlalaikan begitu saja.

Demikian juga dengan anak-anak orang kaya yang hanya dicekoki dengan berbagai fasilitas mewah, sekolah mewah, les sana sini, kursus ini itu, sementara kebutuhan pokok mereka yang berupa kasih sayang dan perhatian serta kebersamaan dengan orangtua tidak pernah mereka dapatkan. Seolah jika mereka tercukupi semua materinya maka selesai sudah tanggungjawab orangtua.

Belum lagi bayi-bayi mungil lucu tidak berdaya yang semestinya mendapat dekapan hangat ibunya, ASI langsung dari ibunya, juga didikan dan kebersamaan dengan ibunya di saat awal tumbuh kembangnya, justru harus menerima keadaan jika semua peran itu digantikan oleh orang lain. Pembantu, babby sitter, sopir, menjadi teman mereka sehari-hari, menjadi teladan mereka dalam berbicara, tingkah laku, bahkan cara berpikir dan bersikap. Karena orangtuanya sibuk dengan kegiatan yang materialis mencari uang! Entah seberapa besar uang yang mereka pikir diperlukan oleh anak-anaknya. Atau sebenarnya untuk kesenangan dan kepuasan mereka sendiri???

Entahlah.........

Karena tidak jarang setelah Senin sampai dengan Jum'at mereka asyik berkarir, ternyata Sabtu Minggu pun mereka seru dengan kegiatan sosialisasi mereka. GAUL kalau istilah anak sekarang. Hhhhh..............sayangnya, aku hanya mampu berempati saja pada anak-anak itu sekarang ini. Generasi yang terabaikan. Generasi yang seharusnya menjadi aset utama bangsa ini. Generasi yang nantinya akan meneruskan cita-cita bangsa ini. Generasi yang akan segera menggantikan orangtua mereka yang sekarang kebanyakan asyik dengan dunia mereka sendiri, tidak menyiapkan anak-anak hebat ini untuk menjadi orang Indonesia yang hebat pribadi dan kuat karakternya. Hanya menyiapkan sekedar kecakapan materi..............hanya akademis belaka.

Kecuali untuk anak-anak kandungku, aku akan lakukan apa saja demi mengemban amanahNya mengurus dan mendidik kalian semua dengan sebaik-baiknya. Jika itu harus mengorbankan karirku, maka tidaklah menjadi masalah. Karena karir terbaik bagiku adalah menjadi hambaNya, memenuhi janjiku padaNya, melaksanakan tugasku dariNya, mengasuh kalian semua berlian-berlianNya dengan sebaik-baiknya yang aku mampu usahakan. Aku yakin Dia sudah menyediakan hadiah bagiku karenanya.

Anak-anak Indonesia.................maaf jika aku baru mampu berempati pada kalian semua. Semoga Allah melindungi kalian dari kejahatan dunia, kejahatan materialistis, kejahatan orang yang seharusnya menjaga dan membimbing kalian semua. Maaf ya sayang.............tanganku masih belum mampu merangkul dan memeluk kalian semua. Hanya yang terjangkau dan do'a tulusku sebagai ungkapan cintaku tuk kalian semua...............

Semoga Allah melindungi kalian semua.................................

Minggu, 27 Maret 2011

Motivasi dari seorang sahabat

Dear Dewi,

Keberhasilan ditentukan oleh ukuran
keyakinan kita untuk meraih kemenangan!

Ada pepatah mengatakan...

Apa yang sedang kita pikirkan, itulah
yang sedang terjadi, atau akan terjadi.

Oleh sebab itu... latihlah diri, hati, dan
pikiran untuk selalu merespon
hanya pada hal-hal yang positif!

Latihlah ia terus menerus...
bukan hanya sesaat, tapi berkesinambungan...


Dewi - Temanku Yang Luar Biasa!

Hati yg santun adalah ASET yg tak tertandingi
dalam segala hubungan.

SIKAP BAIK adalah modal dalam hal apapun.

Oleh sebab itu, tunjukkanlah kualitas hati
melalui sikap & bawalah keluar hal terbaik
yang ada dalam diri kita. :-)

sepanjang waktu!


Salam hangat dari temanmu,

Anne Ahira

Jumat, 25 Maret 2011

Nikmat Jempolku, Jangan Diambil....

Weekend...............asyiik........... bisa seru2an sama orang2 tercintakyu...............

Pada capekkah semingguan ini? Sebel? Suntuk? Boring? Gak seru? Ho ho ho........... coba deh, lihat dari sisi lain yang lebih menyenangkan melegakan mengademkan (apaan tuh mengademkan?). Intinya, apapun yang terjadi, syukuri, nikmati, anggap semua itu petualangan yang seru, menyenangkan, menegangkan, mengasikkan, dan yang lebih penting pastinya membuat kita makin 'kaya' dan bertambah lagi bekal kita dalam menyongsong sesuatu yang pasti akan kita hadapi............mati!

Hahaha...........katanya seru kok ngomongin mati seeh???

Ok. Today, aku mau cerita tentang jempolku. Meski namanya jempol, yang merupakan jari ter-endut dibanding jari lainnya, katanya sih jempolku tetep aja mungil cantik lucu menggemaskan. Hue he he he............narcist dikit gakpapa donk ah. Itu kata pacarku n berlian2 indahku yg sudah ABG yang di mata mereka jempolku emang mungil yaaa.....

Jempol tangan, seringkali kita.........aku kali ya, sepelekan kegunaannya, nilai pentingnya, bahkan ketergantungan kita (maap, aku maksudnye) terhadapnya. Sms, angkat barang sekecil apapun, membuka sesuatu (tutup toples misalnya), nulis, bahkan nyubit juga perlu bantuan jempol. Tapi aku gak suka nyubit loh! Dan semuanya itu selama ini nyaris tidak terlalu aku pedulikan, tidak aku sadari, dan...............hikcs......malu banget mengakuinya kalau aku kurang mensyukuri nikmat sang jempol mungilku itu. Maap ya Allah.....

Aku mempunyai pisau kecil yang tampilannya gak menarik. Suram, dekil, gak ada mengkilapnya blas meski sudah dicuci bersih. Memang sejak barunya seperti itu. Pisau itu pemberian kakakku tercinta. Dia memaksaku untuk menerima pisau pemberiannya itu dengan jaminan yang cukup meyakinkanku.........pisau itu tajam melebihi pisau2 putih berkilau milikku yang aku beli di swalayan perkakas rumah tangga bergengsi. Hahaha..............lebay! Emang sih belinya di sana, tapi yang aku beli yang murahan, bukan pisau keren mahal. Dan............betul banget. Itu pisau biarpun dekil tampilannya ternyata kemudian menjadi andalan kami karena tajamnya.

Kemarin............sebagai ucapan terima kasihku kepada pisau itu maka aku ingin mencucinya, menggosoknya, biar kinclong. *sambil berharap keluar jin baik kek lampu aladin* Hm............ lumayan sih ada sedikit perubahan meski ternyata gak bisa kinclong juga. Lalu.......saat asyik sok gosok sik isik tuh pisau..........sreeet!!! Huaaaaaaaaa...............ujung jempolku dicium sama si pisau.

"Mayday..........mayday................... keadaan darurat, call ambulance, ada jari jempol kecil lucu tersayat pisau. Luka cukup parah, harap segera siapkan dokter dan peralatan medis terbaik." begitu sms dan chat aku kirimkan ke pacarku setelah perawatan pertama aku lakukan dan jempol sudah terbungkus plester dengan rapi.

Hehehe............pasti dia tersenyum geli sekaligus khawatir dan ingin segera melihat jempolku setelah membaca sms yang kali ini dilakukan oleh jari lain karena si jempol sedang bedrest. Tiupan dan ciuman bertubi-tubi penuh cinta akan didapat oleh si jempol mungilku dari semua berlianku dan pacarku itu nanti saat kami ketemu sambil aku menceritakan kejadiannya dengan manja dan sedikit mengadu seperti jika mereka mencari perhatianku. Wakwkwkkk....................kayaknya ada yang memanfaatkan situasi nih.

Wuiiih..........ternyata luka cukup dalam sehingga terkena kuku. Dan saat kesenggol dikiiiiiiiiiit aja sakitnya minta ampun. Aku sulit melakukan banyak hal hanya dikarenakan si jempol tangan kananku sakit jika tersentuh.

Masya Allah...........ternyata sedikit saja nikmat diambil dariku sudah cukup membuat banyak hal menjadi terbatasi. Bagaimana aku memecahkan telor untuk bikin telor mata sapi lezat untuk pacarku kalau jempolku sakit begini coba? Hhhhhh................ maap ya cintaku, kalau beberapa hari ini telor mata sapi master chef ga bisa terhidang.

Jadi, masih pantaskah kita mengeluh hanya karena hal-hal sepele? Allah sudah memberi kita banyak kenikmatan yang sudah seharusnya disyukuri.

Udara gratis, masih bisa bernafas, hidung normal, gak usah sibuk ngeluh karena merasa tak semancung hidungnya pinokio, bukan?
Badan sehat, makanya dijaga dengan memberi asupan makanan sehat halal dan seimbang antara gerak, aktifitas sehat manfaat dan istirahat.
Dan nikmat lain yang buanyaaaaaaaaaaakkkk banget. Aku lagi gak minat nulis panjang2 ah. Mau menikmati jempol mungilku yang lagi sakit. Meski sakit, setidaknya aku masih punya dirimu oh jempolku...................

Nah semuanya.....................bersyukur yuk atas segala yang terjadi. Nikmati apa yang ada, dengan melakukan yang terbaik yang kita mampu usahakan. Hargai diri sendiri dengan menghargai dan menghormati orang lain.

Kamis, 24 Maret 2011

IBUMU

Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan seolah-olah sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dan dia telah menyusuimu dengan air susunya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya. Dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.

Betapa banyak kebaikan Ibu, sedang engkau balas dengan sikap yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu baik diam-diam atau terang-terangan. Tatkala Ibumu membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang tak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar, Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada suami, istri dan anak-anakmu daripada Ibumu, dan engkau lupakan segala kebaikan yang pernah dia buat! Dan rasanya…. Berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira Ibumu ada di sisimu umurnya panjang, padahal umurnya pendekEngkau tinggalkan dia padahal tak ada penolong baginya selain dirimu!

Padahal ALLAH telah melarang berkata ‘ah’ dan ALLAH telah mengingatkanmu dengan lembut.Dan engkau akan di siksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan ALLAH akan membalas di akhirat dengan menjauhkan dirimu dari-NYA.



Best Regards,

RKY REFRINAL PATIRADJAWANE

Minggu, 20 Maret 2011

Mencari Bahagia???

Hmm........... kadang aku lihat orang yang cemberuuuuutttt aja sehingga kita yang melihat ikut mengerutkan dahi. Atau ada juga yang ngeluuuuuuhhhh terus seakan seluruh dunia telah mengecewakannya. Kemudian ada juga yang isinya complain mulu, seolah tidak ada orang lain yang bener kecuali dia. Lalu ada lagi yang senantiasa memprovokasi orang lain agar marah sama si ini, complain sama si itu, benci sama si dia, sebel sama mereka, seolah dunia ini terlalu sepi tanpa perselisihan. Belum lagi ada orang yang sukanya mempermalukan orang lain seolah dengan hal itu dia 'terlihat' lebih baik daripada orang yang dia permalukan. Heiii........... jika yang melihat adalah orang baik, maka sejatinya orang yang mempermalukan orang lain hanyalah semakin menunjukkan keburukannya sendiri.

Hhhhh................ *kok ikutan sebel??*

Hahaha.................. mbok ya don't be like that. Be happy!!!!!
Ya.....happy, bahagia, semestinya kita ciptakan selalu dalam hidup kita. Kebahagiaan tidak akan mampir dengan sendirinya tanpa adanya usaha kita. Mensyukuri segalanya, apapun yang menimpa kita adalah kunci utama kebahagiaan.

Kebahagiaan bukan hadir karena rejeki yang melimpah, namun dengan adanya bahagia maka rejekimu akan melimpah karenanya.
Senyuman tidak akan membahagiakanmu, namun berbahagialah maka kamu akan senantiasa bisa tersenyum.
Bahagia bukan kita dapatkan karena orang lain baik terhadap kita, namun jika kita baik terhadap orang lain maka kita pasti akan bahagia.
Jangan pernah berharap orang lain akan membahagiakan kita, namun jika kita membahagiakan orang lain maka PASTI kebahagiaan senantiasa melingkupi hari-hari kita.
Bukan karena bahagia maka kita berterima kasih, tapi berterimakasihlah maka kita akan selalu bahagia.

So........... selalulah berpikir, berbicara, bersikap, dan bertindak positif. Maka bahagia akan mudah kita dapatkan. Jauh-jauhlah dari hal-hal negatif.

Jangan suka bergunjing
Jangan suka bergossip
Jangan suka mencerca
Jangan suka memaki
Jangan suka memfitnah
Jangan suka mencari-cari kesalahan orang lain
Jangan suka menebar kebencian
Jangan suka menghasut
Jangan suka mendengki
Jangan suka menjelekkan orang lain
Jangan suka merusak hati dengan kebusukan
Jangan suka mempermalukan orang lain di muka umum

Karena kebahagiaan akan menjauh darimu, jika kamu lakukan semua hal buruk itu.

Syukuri segala apa yang menimpamu.............hidup ini anugerah, jangan sia-siakan dengan sikap buruk yang menunjukkan kebusukan hatimu.

Aku sangat dan semoga selalu bahagia, meski apapun yang terjadi. Karena..........

Aku punya Allah yang selalu mencintaiku, membimbingku, melindungiku sekaligus mejagaku
Aku punya suami yang selalu menjadi pacarku, temanku, sahabatku, sekaligus tempatku curhat dan bermanja penuh cinta kasih sayang
Aku punya berlian-berlian indah yang selalu mempesonaku, mengisi hari-hariku dengan celoteh dan tingkah menakjubkannya
Aku punya keluarga besar yang luar biasa yang selalu mendukung, menjaga, dan menyediakan pundak mereka untukku bersandar
Aku punya teman-teman hebat membanggakan yang selalu peduli padaku dan membuatku selalu segar muda penuh semangat
Aku punya semangat, harapan, impian, yang harus aku raih dan usahakan dengan penuh rasa syukur dengan limpahan berkahNya

Maka...............aku tidak pernah perlu mencari bahagia, karena bahagia itu selalu ada di dalam diriku. Bahkan jika ada yang mencoba merusak, mengganggu, apalagi mencurinya dariku, bahagia TETAP selalu ada di sini....... di jiwaku, di hatiku, di hidup dan matiku.




Jumat, 18 Maret 2011

Say YES to GAMBARU!

dari kiriman seorang teman


by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 10:02 AM


Terus terang aja, satu kata yang bener2 bikin muak jiwa raga setelah tiba di Jepang dua tahun lalu adalah : GAMBARU alias berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan. Muak abis, sumpah, karena tiap kali bimbingan sama prof, kata-kata penutup selalu : motto gambattekudasai (ayo berjuang lebih lagi), taihen dakedo, isshoni gambarimashoo (saya tau ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), motto motto kenkyuu shitekudasai (ayo bikin penelitian lebih dan lebih lagi). Sampai gw rasanya pingin ngomong, apa ngga ada kosa kata lain selain GAMBARU? apaan kek gitu, yang penting bukan gambaru.

Gambaru itu bukan hanya sekadar berjuang2 cemen gitu2 aja yang kalo males atau ada banyak rintangan, ya udahlah ya... berhenti aja. Menurut kamus bahasa jepang sih, gambaru itu artinya :

"doko made mo nintai shite doryoku suru" (bertahan sampai kemana pun juga dan berusaha abis-abisan)

Gambaru itu sendiri, terdiri dari dua karakter yaitu karakter "keras" dan "mengencangkan". Jadi image yang bisa didapat dari paduan karakter ini adalah "mau sesusah apapun itu persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri, agar kita bisa menang atas persoalan itu" (maksudnya jangan manja, tapi anggap semua persoalan itu adalah sebuah kewajaran dalam hidup, namanya hidup emang pada dasarnya susah, jadi jangan ngarep gampang, persoalan hidup hanya bisa dihadapi dengan gambaru, titik.).

Terus terang aja, dua tahun gw di jepang, dua tahun juga gw ngga ngerti, kenapa orang2 jepang ini menjadikan gambaru sebagai falsafah hidupnya. Bahkan anak umur 3 tahun kayak Joanna pun udah disuruh gambaru di sekolahnya, kayak pake baju di musim dingin mesti yang tipis2 biar ngga manja terhadap cuaca dingin, di dalam sekolah ngga boleh pakai kaos kaki karena kalo telapak kaki langsung kena lantai itu baik untuk kesehatan, sakit2 dikit cuma ingus meler2 atau demam 37 derajat mah ngga usah bolos sekolah, tetap dihimbau masuk dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri. Akibatnya, kalo naik sepeda di tanjakan sambil bonceng Joanna, dan gw ngos2an kecapean, otomatis Joanna ngomong : Mama, gambare! mama faitoooo! (mama ayo berjuang, mama ayo fight!). Pokoknya jangan manja sama masalah deh, gambaru sampe titik darah penghabisan it's a must!

Gw bener2 baru mulai sedikit mengerti mengapa gambaru ini penting banget dalam hidup, adalah setelah terjadi tsunami dan gempa bumi dengan kekuatan 9.0 di jepang bagian timur. Gw tau, bencana alam di indonesia seperti tsunami di aceh, nias dan sekitarnya, gempa bumi di padang, letusan gunung merapi....juga bukanlah hal yang gampang untuk dihadapi. Tapi, tsunami dan gempa bumi di jepang kali ini, jauuuuuh lebih parah dari semuanya itu. Bahkan, ini adalah gempa bumi dan tsunami terparah dan terbesar di dunia.

Wajaaaaaaar banget kalo kemudian pemerintah dan masyarakat jepang panik kebingungan karena bencana ini. Wajaaaaar banget kalo mereka kemudian mulai ngerasa galau, nangis2, ga tau mesti ngapain. Bahkan untuk skala bencana sebesar ini, rasanya bisa "dimaafkan" jika stasiun-stasiun TV memasang sedikit musik latar ala lagu-lagu ebiet dan membuat video klip tangisan anak negeri yang berisi wajah-wajah korban bencana yang penuh kepiluan dan tatapan kosong tak punya harapan. Bagaimana tidak, tsunami dan gempa bumi ini benar-benar menyapu habis seluruh kehidupan yang mereka miliki. Sangat wajar jika kemudian mereka tidak punya harapan.

Tapi apa yang terjadi pasca bencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, gw nyetel TV dan nungguin lagu-lagu ala ebiet diputar di stasiun TV. Nyari-nyari juga di mana rekening dompet bencana alam. Video klip tangisan anak negeri juga gw tunggu2in. Tiga unsur itu (lagu ala ebiet, rekening dompet bencana, video klip tangisan anak negeri), sama sekali ngga disiarkan di TV. Jadi yang ada apaan dong?

Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada

2. Himbauan pemerintah agar seluruh warga jepang bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah tokyo dan tohoku ngga lama-lama terkena mati lampu)

3. Permintaan maaf dari pemerintah karena terpaksa harus melakukan pemadaman listrik terencana

4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam

6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana

7. Potret warga dan pemerintah yang bahu membahu menyelamatkan warga yang terkena bencana (sumpah sigap banget, nyawa di jepang benar-benar bernilai banget harganya)

8. Pengobaran semangat dari pemerintah yang dibawakan dengan gaya tenang dan tidak emosional : mari berjuang sama-sama menghadapi bencana, mari kita hadapi (government official pake kata norikoeru, yang kalo diterjemahkan secara harafiah : menaiki dan melewati) dengan sepenuh hati

9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :

*ada yang nyari istrinya, belum ketemu2, mukanya udah galau banget, tapi tetap tenang dan ngga emosional, disemangati nenek2 yang ada di tempat pengungsian : gambatte sagasoo! kitto mitsukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah)

*Tulisan di twitter : ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.

Sebagai orang Indonesia yang tidak pernah melihat cara penanganan bencana ala gambaru kayak gini, gw bener-bener merasa malu dan di saat yang bersamaan : kagum dan hormat banget sama warga dan pemerintah Jepang. Ini negeri yang luar biasa, negeri yang sumber daya alamnya terbatas banget, negeri yang alamnya keras, tapi bisa maju luar biasa dan punya mental sekuat baja, karena : falsafah gambaru-nya itu. Bisa dibilang, orang-orang jepang ini ngga punya apa-apa selain GAMBARU. Dan, gambaru udah lebih dari cukup untuk menghadapi segala persoalan dalam hidup.

Bener banget, kita mesti berdoa, kita mesti pasrah sama Tuhan. Hanya, mental yang apa-apa "nyalahin" Tuhan, bilang2 ini semua kehendakNya, Tuhan marah pada umatNya, Tuhan marah melalui alam maka tanyalah pada rumput yang bergoyang.....I guarantee you 100 percent, selama masih mental ini yang berdiam di dalam diri kita, sampai kiamat sekalipun, gw rasa bangsa kita ngga akan bisa maju. kalau ditilik lebih jauh, "menyalahkan" Tuhan atas semua bencana dan persoalan hidup, sebenarnya adalah kata lain dari ngga berani bertanggungjawab terhadap hidup yang dianugerahkan Sang Pemilik Hidup. Jika diperjelas lagi, ngga berani bertanggungjawab itu maksudnya : lari dari masalah, ngga mau ngadepin masalah, main salah2an, ngga mau berjuang dan baru ketemu sedikit rintangan aja udah nangis manja.

Kira-kira setahun yang lalu, ada sanak keluarga yang mempertanyakan, untuk apa gw menuntut ilmu di Jepang. Ngapain ke Jepang, ngga ada gunanya, kalo mau S2 atau S3 mah, ya di eropa atau amerika sekalian, kalo di Jepang mah nanggung. Begitulah kata beliau. Sempat terpikir juga akan perkataannya itu, iya ya, kalo mau go international ya mestinya ke amrik atau eropa sekalian, bukannya jepang ini. Toh sama-sama asia, negeri kecil pula dan kalo ga bisa bahasa jepang, ngga akan bisa survive di sini. Sampai sempat nyesal juga,kenapa gw ngedaleminnya sastra jepang dan bukan sastra inggris atau sastra barat lainnya.

Tapi sekarang, gw bisa bilang dengan yakin sama sanak keluarga yang menyatakan ngga ada gunanya gw nuntut ilmu di jepang. Pernyataan beliau adalah salah sepenuhnya. Mental gambaru itu yang paling megang adalah jepang. Dan menjadikan mental gambaru sebagai way of life adalah lebih berharga daripada go international dan sejenisnya itu. Benar, sastra jepang, gender dan sejenisnya itu, bisa dipelajari di mana saja. Tapi, semangat juang dan mental untuk tetap berjuang abis-abisan biar udah ngga ada jalan, gw rasa, salah satu tempat yang ideal untuk memahami semua itu adalah di jepang. Dan gw bersyukur ada di sini, saat ini.

Maka, mulai hari ini, jika gw mendengar kata gambaru, entah di kampus, di mall, di iklan-iklan TV, di supermarket, di sekolahnya joanna atau di mana pun itu, gw tidak akan lagi merasa muak jiwa raga. Sebaliknya, gw akan berucap dengan rendah hati : Indonesia jin no watashi ni gambaru no seishin to imi wo oshietekudasatte, kokoro kara kansha itashimasu. Nihon jin no minasan no yoo ni, gambaru seishin wo mi ni tsukeraremasu yoo ni, hibi gambatteikitai to omoimasu. (Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati saya karena telah mengajarkan arti dan mental gambaru bagi saya, seorang Indonesia. Saya akan berjuang tiap hari, agar mental gambaru merasuk dalam diri saya, seperti kalian semuanya, orang-orang Jepang).

Kamis, 17 Maret 2011

BJ Habibie: Titel Sarjana Tak Penting


Syamsud Dhuha |

Kamis, 17/03/2011 12:30 WIB
BJ Habibie

Jakarta - Pendidikan di Indonesia masih mengandalkan nilai formalitas, sehingga tak heran masyarakat memandang orang yang bergelar sarjana lebih dipandang. Namun, mantan Presiden ketiga Indonesia Prof. Dr. Ing. Baharudin Jusuf Habibie memiliki pandangan berbeda.

"Bagi saya S1, S2, S3 tidak penting. Itu hanya berfungsi untuk orang yang memakai Anda agar tahu tingkat pendidikan Anda," ujar BJ Habibie dalam lecture series on democracy di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Kamis (17/3/2011).
Dalam seminar itu, Habibie memberikan nasihat pada ribuan mahasiswa UIN Jakarta tentang teknologi dan demokrasi. Ia juga menyinggung persoalan pendidikan di Indonesia, dimana masyarakat masih menaruh nilai formalitas sebagai hal utama.
"Kalau bagi saya it's oke. Tapi yang penting, Anda mampu menambah nilai baik perangkat keras atau lunak. (Sebanyak) 24 jam yang diberikan Allah SWT harus menghasilkan bagi Anda dan orang lain," kata Mantan Menristek itu.
Tak bisa dipungkiri, biaya pendidikan tiap tahun kian mahal. Namun, menurut suami mendiang dr. Ainun Habibie itu, yang terpenting masyarakat bisa menerima perkembangan teknologi dengan pendidikan, riset, kebudayaan.

(krt/krt)

Selasa, 15 Maret 2011

Bunga Kesayangan Bapak

Membaca cerita teman-teman tentang orangtua, membuatku teringat Bapak Ibuku almarhum. Hikcs..........kangeeeennnnn...................

Bapakku adalah seorang kepala sekolah senior banget (tidak mau melepaskan jabatan fungsional tersebut meski ditawarin jabatan lebih tinggi di diknas) yang sangat baik dan jujur. Beliau disegani dan disayangi semua orang. Guru-guru, anak buah, karyawan, dan kolega. Bahkan tukang koran dan tukang-tukang lain yang sering lewat di depan rumah pun datang menangis tersedu-sedu saat mendengar Bapak meninggal saat selesai menunaikan ibadah haji dan dimakamkan di Ma'la, Mekkah. Kata mereka; "Ndoro Guru itu piyayi yang sangat baik, makanya Gusti begitu sayang dan mundhut beliau di tanah suci." Sedang ibuku adalah pebisnis dan aktif berpolitik. Makanya Bapak mempunyai waktu yang lebih longgar di rumah bersama kami.

Pulang kantor sekitar jam 13.00 membuat Bapak yang menyukai tanaman mempunyai banyak waktu menekuni hobbynya itu. Halaman rumah kami yang luas tentu saja penuh berbagai tanaman baik buah maupun bunga. Mangga berbagai jenis, rambutan, jambu mete, jambu biji, talok, bahkan duren tumbuh subur berbuah lebat di sana. Bunga? Wuiiiih......... banyak dan bagus-bagus karena terawat. Tanaman hias yang hanya berupa daun-daunan akan dibentuk menjadi berjenis hewan oleh Bapak. Lucu dan indah. Bapak juga rajin menyapu halaman, dan tak lupa mengjakku dan adikku ke kolam ikan dan sawah kami pada sore hari. Memberi makan ikan dan berjalan kaki di pematang sawah bertiga menjadi rutinitas kami yang mengasyikkan. Meski punya sawah, tetapi semuanya digarap oleh orang-orang kepercayaan Bapak. Kami hanya akan berpiknik saja ke sana.

Tanaman dan bunga merupakan kesayangan Bapak setelah kami anak-anaknya tentu saja. *GRbinnarsisdotcom* Jika ada bunga yang hilang, Bapak akan marah kepada anak-anak yang seringkali tidak kuasa untuk menahan tangan mereka memetik bunga dari pekarangan kami saat melewatinya. Meski Bapak akan sangat dermawan memberikan buah-buahan masak ke anak-anak itu, namun jangan sekali-kali memetik bunganya. Karena kata Bapak, bunga akan lebih bisa memberi kenikmatan, keindahan untuk dipandang, jika masih ada di pohonnya. Jika tidak ada keperluan yang lebih penting, janganlah dipetik. Kasihan nanti akan cepat layu dan kehilangan manfaatnya, keindahannya yang bisa menentramkan hati orang yang melihatnya.

Suatu hari Bapak mendapati bunga dahlianya yang baru saja mekar hilang. Langsung Bapak mencari-cari sambil memasang wajah seramnya. Hehehe.....anak-anak akan takut jika melihat Bapak marah. Bahkan jika mereka menerima buah manis pemberian Bapak, mereka tidak berani menatap wajah Bapak. "Siapa yang metik bungaaaaa................." Demikian Bapak bersuara keras sambil mencari-cari jika ada anak kecil lewat. Langsung saja anak-anak yang memang suka bermain di sekitar rumah kami berlarian pulang. Padahal mereka tidak memetik bunga itu.

Aku dan adikku yang sedang asyik main 'pasaran' segera datang mendengar suara Bapak (yang bagi kami merdu, meski bagi anak lain serem). Setelah tahu apa yang Bapak cari, aku segera kembali ke mainanku, aku ambil, dan segera berlari menyongsong Bapak. "Ini Pak......bunganya kami yang metik. Sudah dipotong-potong. Bagus deh. Coba aja Bapak lihat." Tanpa rasa salah sedikitpun aku angsurkan potongan dahlia itu ke tangan Bapak.

Sontak wajah merah sangar Bapak seketika berubah teduh penuh kasih; "Waaahhh....iya bagus banget bunganya. Dimasak apa itu cantiiik......." Hehehe............... tentu saja aku dan adikku dengan penuh semangat menggandeng tangan Bapak untuk melihat permainan kami dengan bunga kesayangan beliau yang sudah kami petik dan luluh lantakkan dengan pisau mainan itu. Dan kami betiga asyik bermain bersama. Mungkin Bapak tidak suka dan sedih bunganya dipetik, dirusak. Tapi ternyata Bapak lebih tidak suka jika hati kami yang rusak jika Bapak marah karena bunganya kami petik.

Subhanallah.........setelah dewasa baru aku memahami. Begitulah cara Bapak mendidik kami, menjaga hati kami, memberikan contoh bagaimana menentukan skala prioritas dalam hidup ini. Bapak.................semoga kami bisa selalu berbuat yang terbaik dan membuat Bapak sekarang selalu tersenyum dan berbahagia di sana.

Love U.........................Bapak Ibu.

Selasa, 08 Maret 2011

Tak Perlu Suntik Awet Muda, Ada Cara Alami Pertahankan Kolagen

Senin, 07/03/2011 16:04 WIB

Merry Wahyuningsih - detikHealth



img

(Foto: thinkstock)
Jakarta, Kunci utama untuk kulit sehat, mulus dan awet muda adalah banyaknya kolagen dalam kulit. Karena ingin punya banyak kolagen, banyak orang terutama perempuan yang ketagihan suntik kolagen atau suplemennya. Tapi sebenarnya ada cara alami mempertahankan kolagen.

Kolagen adalah protein yang digunakan tubuh untuk membentuk jaringan ikat. Molekul-molekul bergabung untuk membentuk kolagen bertahan lama, berserat menyediakan kerangka kerja bagi tulang rawan, tendon dan kulit.

Kulit yang sehat membutuhkan peremajaan kolagen. Sayangnya, usia atau paparan sinar matahari bisa merusak serat-serat kolagen sehingga kehilangan elastisitasnya.

Berikut beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kolagen kulit, seperti dilansir Livestrong, Senin (7/3/2011).

1. Menghindari makanan asin dan minuman berkafein

Garam dapat menyebabkan tubuh mengikat molekul air lebih banyak, sehingga cairan tidak dapat mengalir dengan mudah ke bagian tubuh yang berkulit tipis. Hal ini dapat menyebabkan kekeringan yang berlebihan pada dermis (permukaan kulit). Ketika serat kolagen menjadi kering ia akan mudah rusak.

Untuk itu, batasi makan makanan yang mengandung garam tinggi dan juga minuman berkafein. Buat menu makanan yang lebih baik dan perbanyak makan sayur dan buah untuk membuat kulit tetap segar.

Selain itu, cukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih setidaknya minum 8 gelas setiap hari untuk mendapatkan kulit yang sehat. Air putih diperlukan untuk pertumbuhan kulit yang sehat.

2. Tingkatkan sirkulasi darah dengan olahraga

Olahraga dapat mencegah lemak terakumulasi di bawah lapisan subkutan kulit. Lemak yang menumpuk nantinya dapat merusak kolagen, yang akan menyebabkan kulit kendur dan keriput.

Meningkatkan sirkulasi darah dengan olahraga dilakukan dengan mengubah gula menjadi energi, sehingga mencegah penumpukan lemak di bawah kulit. Setidaknya lakukan 30 menit olahraga setiap hari.

3. Perbanyak konsumsi makanan yang kaya asam lemak omega-3

Asam lemak omega-3 dapat membantu mencegah peradangan sel. Ketika sel lemah, tubuh tidak dapat memproduksi kolagen secara efektif. Asam lemak omega-3 akan memastikan sel-sel tubuh bekerja dengan baik untuk membangun kolagen.

Makanan yang banyak mengandung omega-3 misalnya seperti salmon, sarden, walnut, hazelnut atau kacang mede. Suplemen omega-3 juga tersedia dalam bentuk kapsul.

4. Banyak konsumsi vitamin C

Tambahkan lebih banyak vitamin C dalam menu harian Anda. Mayo Clinic menyatakan bahwa studi menunjukkan makanan yang kaya vitamin C mempromosikan kulit tampak sehat, karena vitamin C dapat meningkatkan pertumbuhan kolagen.

5. Banyak konsumsi vitamin A


Menurut University of Maryland Medical Center, memperbanyak asupan vitamin A dapat merangsang kolagen alami tubuh. Vitamin A merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan kulit dan selaput lendir.

Makanan kaya vitamin A misalnya daging sapi, hati, telur, susu dan sayuran hijau berdaun gelap.

6. Banyak konsumsi makanan yang mengandung AHA

Alpha-Hydroxy Acid (AHA) bertanggung jawab untuk mencabut sel-sel kulit tua yang mungkin menempel pada lapisan atas kulit. Bila tidak dibersihkan, sel-sel kulit tua dapat membuat kulit tampak tua.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Departemen Dermatology di Cleveland Clinic Foundation menyimpulkan bahwa AHA membantu mengurangi munculnya keriput dan penuaan kulit.

Buah-buahan seperti jeruk, nanas, anggur dan jeruk, serta asam laktat yang ditemukan dalam susu semuanya mengandung AHA.

7. Gunakan tabir surya

Kulit yang tidak menggunakan tabir surya akan cepat rusak terpapar sinar matahari. Kulit yang rusak tidak dapat menghasilkan kolagen, sehingga melindungi kulit dari efek berbahaya matahari akan menjaga kulit sehat dan meningkatkan pertumbuhan.




(mer/ir)

Selasa, 01 Maret 2011

Kematian........sedih atau indah??

Baru pulang dari mengantar seorang teman, tetangga, saudara, ke peristirahatan terakhirnya. Suami dan anak-anaknya melepas kepulangan istri/ ibu mereka dengan tabah penuh do'a. Demikian juga kami para tetangga tentu saja.

Hmm............ jika ada kerabat, tetangga, saudara yang meninggal begini, aku dan suamiku selalu berusaha untuk bisa terlibat dalam penyelenggaraannya sebisanya. Mengantar ke pemakaman selalu memberikan kesadaran akan pastinya sebuah kematian kepada kami berdua. Kita semua PASTI mati. Lalu buat apa sombong dan jahat?

Mati sering diidentikkan dengan kesedihan, kedukaan, dan kehilangan yang memilukan. Bagiku pribadi, aku selalu membayangkan, mengangankan, mendambakan, memimpikan sebuah kematian yang indah. Aku berharap, nanti saat aku mati aku sedang menyongsong kebahagiaan dan kerinduan yang teramat sangat kepada Allah yang memang sangat mencintaiku. Jadi, saat aku dipanggil pulang olehNya, aku bahagiaaaaa banget.

Lalu, jika aku lebih dulu pulang maka suamiku dan anak-anakkulah yang akan memandikanku, mengkafaniku, menshalatkanku bersama banyak teman, tetangga, saudara, dan kerabatku. Bahkan orang yang tidak mengenalku atau aku tidak kenal pun ikut menshalatkanku.

Trus...... suamiku dan berlian2 indahku juga yang akan mengangkat jenazahku hingga ke liang lahat dengan penuh cinta. Memeluk jasadku untuk dimasukkan ke tanah. Menciumiku dengan penuh kasih untuk yang terakhir kalinya sambil menyenandungkan untaian do'a-do'a indah untukku. Lalu menaburkan tanah menguburkan jasadku dengan tangan mereka sendiri. Setiap taburan tanah mereka penuhi dengan cinta kasih dan do'a-do'a indah mengantar kepulanganku ke haribaanNya yang abadi.

Dan aku akan merasakan segala keindahan abadi serta bahagia sekali dilepas oleh orang-orang tercintaku dari dunia fana ini ke pelukan cintaNya yang indah dan kekal. Kemudian hari-hariku akan dipenuhi segala cinta. Tidak ada lagi sedih, susah, khawatir, takut, karena aku sudah bahagia bersamaNya. Segala dosaku telah diampuniNya, karena Dia begitu cinta padaku. *ngarepbangeeeeeet*

Semua kesalahan orang lain terhadapku, orang yang sudah menipuku, memfitnahku, menjahatiku, mencurangiku, menjelek-jelekkanku, mencemarkan nama baikku, mengambil hakku, menyakitiku, dan yang telah melakukan hal-hal buruk lain terhadapku............ kini tidak lagi bisa menyentuhku. Karena aku sudah nyaman dan aman dalam dekapan cintaNya yang indah dan penuh kedamaian. Dan tentu saja aku sudah maafkan mereka yang pernah menjahatiku, mengambil hakku, merampas harga diriku, memfitnahku, menipuku, mencelakaanku, dll kejahatan yang pernah dilakukan.

Doa'doa indah, perbuatan baik, segala langkah tindakan ucapan yang bermanfaat dari berlian-berlianku di dunia sana, serta keuntungan surgawi dari harta duniaku yang dimanfaatkan oleh berlian-berlianku untuk kemaslahatan umat manusia selalu terkirim secara otomatis dan memenuhiku dengan cahaya Illahi.

Oh..................sungguh kematian yang indah. Semoga Allah mengabulkan mimpiku ini.