Halaman

Selasa, 25 Februari 2014

Males Sekolah





Ada yang punya pengalaman anaknya males ke sekolah? Wow........hebat kalau tidak. Karena semua berlianku pernah males sekolah. Rutinitas memang kadang akan menimbulkan kebosanan yang membuat kita malas melakukannya. Namun sebaliknya, rutinitas juga akan menimbulkan rasa kangen, ketergantungan, maupun rasa kehilangan jika kemudian tidak lagi dilakukan. Jadi males bukan hanya milik anak-anak. Kita orang dewasa pun tidak terbebas dari kemalasan.

Nah......semua berlianku juga pernah males. Haha.....males sekolah misalnya. Biasanya terlihat jika saatnya siap2 dia masih belum beranjak untuk melakukannya. Masih main, masih baca, ndusel2 badanku sambil nguntit terus ke manapun aku bergerak, kadang masih mlungker kembali di tempat tidur. Senyam senyum dengan mata selalu mengikuti mataku berharap aku melihatnya dan mengerti,  bisa saja mereka pasang muka cemberut mulut mecucu masem tapi lucu bagiku, tapi juga tak jarang malah nangis.

Berlian2 gantengku biasanya dengan modus yang pertama, senyum2 nakal penuh arti, iseng, licik, cerdik, kelihatan banget mereka sedang mencari alasan kenapa hari itu males sekolah. Hihihi........dasar lucu! Aku pura2 gak tahu. Cuek. Sampai mereka sendiri yang bicara.

Aku memang memperbolehkan mereka tidak masuk sekolah, tetapi sangat tidak suka jika mereka tidak jujur. Sehingga mereka akan cerita dengan jujur bahwa mereka sedang malas, tidak ingin pergi ke sekolah hari itu. Tentu saja mereka harus mempunyai alasan mengapa tidak mau ke sekolah, mengapa males, dan mereka juga harus tahu resiko setiap perbuatan serta harus bertanggungjawab atasnya. Karena bagiku malas atau rajin ke sekolah bukan masalah biar pinter atau apa, tetapi masalah tanggungjawab akan sebuah tugas, kewajiban, yang saat itu bagi mereka ya sekolah adalah salah satunya.

"Maaa......mas hari ini gak sekolah yaaa......paling juga pelajarannya masih seperti kemarin2. Mas mau di rumah aja main sama Mama yang seru. Boleh yaaa......" demikian rajuk berlian gantengku yang waktu kecil sering banget tidak mau masuk sekolah karena bosen. Dia terlalu cepat mengetahui banyak hal sehingga merasa pelajaran sekolah itu2 saja. Padahal, dengan di rumah maka kemampuannya akan makin pesat karena begitu sukanya dia bertanya hal2 baru yang membuatnya curious. Kecepatannya itu sering membuat gemas guru2nya di setiap level untuk memasukkannya ke kelas unggulan maupun akselerasi. Tetapi aku menolak setelah tentu saja tetap mendengar pendapat gantengku itu. Ya, kecerdasan kognitifnya lebih baik kami imbangi dengan kecerdasan yang lain dengan aktif di berbagai kegiatan, organisasi, dan bergaul dengan anak2 lain berbagai kalangan yang membuat empatinya juga terasah. Dan tentu sajaaaa.......jangan sampai waktu bermain mereka terampas. Huhuy.......bermain adalah dunia mereka, masa kecil tidak akan terulang, bukan?

Hari itu Princess nangis gaje di pagi hari. "Mamaaa......adek capeeek.......:'( " berulang2 dia bilang gitu.
"Ok.....adek capek, lalu gimana sayang? Mau dipijitin?" tanyaku pura2 gak tahu, hehehe......males dia.
"Adek itu capeeeek Mamaaa............huuu....." tangisnya menjadi karena aku tidak merespon sesuai kemauannya. Hihihi........
"Iyaaaa.....Mama sudah dengar adek bilang capek. Lalu?" aku masih pura2 bodoh meski sebenarnya aku tahu maunya apa.
"Adek hari ini males sekolah!" tiba2 dia berteriak tegas tanpa tangisan sama sekali, malahan ada senyum indah di bibir cantiknya.
"Tapi adek ngomong apa donk kalau besok pada nanyaaaaa.......?" kembali dia merajuk karena rupanya dia belum punya alasan tepat menurutnya.
"Kalo adek bilang sakit kan bohong, adek gak mau bohong. Aaaaah.......apa donk, kalo gak nemu adek mau sekolah aja." aku kaget dan menoleh ke arah wajah cantik kebingungan itu.
"Tapiiiiiii.......adek males, gak mau sekolaaaaah! Ah, biarin, besok adek jujur aja bilang capek karena kemarin2 ke rumah sepupuku, trus semalam terlalu asyik main sama mas2, jadi aku pagi kecapekan. Biariiiiin.....kalo teman2 bilang adek males, kebanyakan main, gak ingat malam sekolah." dia memutuskan untuk jujur, cerita apa adanya dan siap menanggung resikonya. 

Kupeluk dia bangga, karena dia sudah berjiwa besar, karena dia berani memutuskan sekaligus menanggung resiko atas keputusannya, dan tentu saja karena dia memilih jujur meski bisa saja dia berbohong. Hari itu kami berdua menikmati kemalesannya karena aku juga memutuskan untuk males ke mana2, memilih berudaan dengan princess cantik yang lagi males sekolah.



Jumat, 07 Februari 2014

How come a junior high ..........

Ganteng SMP ku
Sudah tahu kan kalau berlianku jarang kenal dengan les2an, apalagi les supaya nilai rapot/pelajaran moncer, gak banget deh. Biasanya mereka les atau kursus sehubungan dengan hoby atau kesukaan atau memang ada tujuan tertentu. Misalnya les nari karena memang princess suka banget nari, dan memang berbakat juga, lalu berlian pertamaku ingin les gitar karena ingin bisa main gitar seperti adeknya yang otodidak seperti ayahnya pinter main gitar tanpa kursus, lalu les baca Al Qur'an yang benar karena maknyak gak pinter jadi gak bisa ngajari, les renang yang memang diperlukan untuk survival, dll. Jadi tidak ada satupun les yang tujuannya membuat mereka mempunyai nilai akademis di sekolah yang wah.....cetar membahana gegap gempita yang bikin orangtuanya norak kek aku. Hehehe......

Nah.....ternyata mereka juga pengen les bahasa sesuai minat mereka. Ehem.....sakjane ini hasil komporan mama papanya sih, bahwa menguasai bahasa lain adalah sebuah keuntungan karena jadi bisa berkomunikasi dengan bangsa lain. Kami memprediksi mereka nanti akan bergaul secara global, jadi ya mau gak mau harus bisa berbahasa asing paling tidak bahasa internasional, English. Tapi.....bukan biar nilai pelajaran bahasa Inggris mereka keren lho ya. Suer.....sama sekali bukan karena itu.

Kembali sesuai minat, ternyata berlian sulung milih belajar bahasa Jerman, yang kedua bahasa perancis. Ya sudahlah tidak jadi soal. Toh kemampuan English mereka juga tidak buruk. Berlian ketigaku malah minat belajar dan mau les bahasa Inggris. Ok, aku sarankan sekalian tempat les yang sudah terstandar saja seperti LIA supaya dia tidak hanya bisa berkomunikasi dengan oral, berbicara, namun juga bisa menulis, membaca, dan juga menguasai grammar yang benar. Lalu dia ikut  placement test, dan langsung mendapat level tertinggi yang ada di LIA cabang itu. Ehem.......sebentar saja dia sudah lulus level 12 dan harus ikut placement test lagi untuk tahap berikutnya.

Ok, dia masih mau lanjut jadi kupersilahkan ikut test. Sepulang dari test dia ngadu, curhat, "Ma, kok yang test anak2 SMA semua ya, aku sendiri yang SMP."

'Ooh....trus gimana mas, bisa gak?' tanyaku balik.

"Guampang aja pake banget sih Ma." Jawabnya tanpa ada kesan sombong atau meremehkan. Berarti memang gampang baginya. Alhamdulillah.......

Waktu berlalu.....saat pengumuman aku telp LIA menanyakan hasilnya untuk menentukan hari dan biaya yang harus kubayarkan. Ternyata dia masuk Intermediate 3. Ok.....besoknya dia bayar lunas dengan discount 10%, hehehe......daripada nyicil aku kadang lupa dan kena denda ya aku milih lunas dengan discount, lebih untung menurutku. Dasar! Tetep aja ngitung untung rugi, lebih kurang, mahal murah, dll yang mana yg ekonomis tapi tetep efektif dan nilai uang yang kukeluarkan lebih optimal, ituuu namanya hemat, bijak. Haha......hemat gak mesti uang yang dikeluarkan lebih sedikit lho ya........

Nah.....singkat cerita dia kupindahkan ke LIA dekat rumah karena level ini ada, sementara level yg lama terlalu tinggi untuk LIA dekat rumah makanya dia terpaksa agak jauh lesnya. Untung cuma sekali seminggu, itupun sebentar karena sdh selesai kelompok level tsb. Hari les pertama baginya pun tiba. Ya, dia telat masuk ke level ini karena sudah berjalan. Sudahlah anak baru, pake telat pula sampai ruang lesnya. Ahaaa.......gantengku pastinya langsung bercerita ke aku sesampainya dia di surga dunia kami, di rumah.

"Maa.....td telat, trus langsung disuruh kenalin diri. Masa mereka heran Ma pas aku bilang aku sekolahnya SMP. Karena mereka paling muda SMA, yang lain sudah kuliah." lagi2 dia cerita tanpa nada sombong atau meremehkan teman sekelasnya, dia heran saja kenapa dia paling unyu di kelas.

"Trus Ma.....gurunya juga nanya; How come  a junior high student get in this class?"

'Mas bilang apa donk pinter?' tanyaku ikut penasaran.

"Yaaa....aku bilang aja I passed the test."

Hahaha................

Minggu, 26 Januari 2014

Matching......


Hmm....lagi pengen cerita lagi, tentang berlian2ku tentunya. Hehehe.....

Berlian2ku itu beda2 kesukaan, beda2 sifat, beda2 treatment yang harus kuterapkan tentunya. Ada berlianku yang rapi jali bahkan terlihat sejak dia bayi, hahaha......ya, saat bayi dia tuh rewel jika hendak pipis dan makin rewel setelah kuyup. Lalu menjadi tenang jika aku sudah membersihkan, waslap, bedaki, ganti popok bersih wangi. Lelap lagi dia dengan sunggingan senyum di bibir gantengnya itu. Tapi ada juga yang cueks banget meski dia pipis bahkan bab, tetep angler.......tidurnya bagaikan bayi. Lho?? Emang dia bayi. Itu terbawa sampai dia anak-anak, remaja, dan sampai sekarang. 

Si rapi jali saat anak-anak setiap selesai mandi sore akan berbaju komplit ikat pinggang, sepatu, dan topi, lalu tas punggung kecil hasil karyaku yang diisi saputangan handuk kecil untuk lap keringatnya, celana ganti, dan minuman akan dia gendong ke mana2 saat dia main. Dan itu bertahan rapi hingga malam. Sedangkan si cuek, jika sudah mandi sore, rapi jali, ganteng, harum, maka gak sampai lima menit kemudian sudah amburadul, keringetan sana sini, baju berantakan, dan pulang dengan sepeda roda duanya yg akan dia luncurkan saat dia sudah turun sehingga sepeda itu mendarat sendiri nyusruk apa aja di depannya. 

Sampai sekarang masih seperti itu, si rapi tetep suka rapi dan teratur. Si cuek demikian juga, tetep berantakan asal nutup aurat. Pernah saat SMP gurunya si berlian cuek dengan hati2 menegurku; "Maaf ya Bu, maaaf banget kalau saya meminta agar putra ibu bisa ke sekolah dengan baju yang lebih rapi. Mungkin ibu terlalu repot sehingga terlewat bahwa putra ibu baju seragamnya sobek." Hahaha......lalu kubilang ke ibu guru baik hati itu; "Ibu silahkan datang ke rumah saya dan akan saya tunjukkan tumpukan celana panjang biru dia yg masih baru karena tidak dia sentuh. Ada 3-4 celana biru dan baju putih baru Bu." Akhirnya beliau mengerti begitulah murid kesayangannya si ketua OSIS cuek itu.

Si cantikku beda lagi. Dia emang cewek tulen. Terkadang rela tidak nyaman demi penampilan kece, cantik, menarik. Hallaaah.......usia juga baru berapa, sudah mikirin penampilan. Entah siapa yg dilihat yang ditiru. Suatu hari sehabis mandi tumben2an dia minta aku yang milihin bajunya. Karena aku sedang repot, maka kusarankan agar dia memakai celana dalam dan singletnya terlebih dahulu sambil menungguku menyiapkan bajunya agar dia tidak kedinginan.

"Lho? Kok adek masih belum pakai singletnya?" tanyaku heran.

'Nunggu Mama pilihin baju.' jawabnya kalem sambil masih meringkuk di balik handuknya.

"Kan Mama sudah bilang, pakai saja dulu singlet dan celana dalamnya. Adek bisa ambil sendiri kan cantiiik?" 

'Iya Mama.....adek akan ambil sendiri. Tapi adek harus tahu dulu baju apa yang akan Mama pilihin, biar adek bisa cari singlet dan celana dalam yang matcing sama bajunya.'

Gubraaaaaggggggg....................

Sabtu, 18 Januari 2014

Karena Mereka Sudah Tua

Rambut putih atau uban umumnya dimiliki oleh mereka yang sudah berumur ...
Seperti biasa....aku mau cerita tentang princess kecilku lagi, gadis tercantik sedunia (kataku) yang jendil, lucu, pinter (kataku lagi), dan ceriwis bukan main. Sejak bangun tidur hingga tidur lagi, dia tidak pernah diam. Baik gerakan fisiknya maupun ceriwis mulutnya seolah menjadi penanda bahwa dia ada di sekitarku. Saking tidak bisa diam, terkadang pada saat dia sedang makan minum pun dia hentikan sejenak aktifitas mulutnya itu untuk mengatakan sesuatu yang tidak sabar ingin dia utarakan. Jika aku tegur agar dia telan dulu selesaikan dulu makanan atau minumannya baru dia boleh berbicara, maka dia dengan gesitnya menjawab; 

"Mama.......adek sudah gak tahan untuk ngomong karena dia sudah loncat2an di otak adek minta diomongin."

Walaaaah........ya sudah aku hanya bisa memintanya agar hati hati karena bisa saja dia tersedak, keselek bahasa sononya, hahaha..... Begitulah dia, tidak pernah kehabisan ide dan bahan untuk berceloteh sepanjang hari. Informasi yang dia terima selalu membuatnya berpikir, menganalisanya, lalu dia keluarkan postulat berdasar hasil pemikirannya yang lucu namun seringkali di luar dugaan kami. Ya......kenyataan bahwa yang dia sampaikan benar meski menohok.

Salah satu kesukaannya akhir2 ini saat ayahnya pulang adalah......memeriksa rambut ayahnya apakah ada uban atau tidak. Lalu dia sibuuuk serius menekuni tiap mili permukaan kulit kepala ayahnya. Dia akan makin serius namun girang karena upaya pencariannya membuahkan hasil jika dia menemukan sehelai dua helai rambut putih ayahnya. Rambut ayahnya yang tebal cukup menyulitkannya mencari uban yang memang baru beberapa helai singgah di sana. Hampir setiap ada kesempatan dia akan menawarkan kepada ayahnya untuk diurusi, apakah itu dicari ubannya, dibersihkan kulit kepalanya, atau kadang dia membersihkan muka ayahnya, facial. Hahaha........dasar anak gadis lucu.

Suatu malam aku iseng, pengen aja gangguin dia.

"Dek.....setiap hari kok Papa yg diurusi? Sesekali Mama kek." rajukku manja. Sejenak dia hentikan kegiatannya dan menengok ke arahku sambil menghela nafas panjang, sok tua.

"Mama......memangnya Mama mau diurusin apanya? Muka Mama itu bersih, gak ada jerawatnya, kotorannya. Rambut Mama juga bersih gak ada kotorannya. Apanya yang adek urusi. Kalo Papa kan sering kotor, kasihan Ma karena Papa sering naik kereta.

"Yaa.....Mama juga dicari ubannya, ada apa tidak." aku tetep menuntut dengan makin manja nadanya. Eh....si cantik malah nengok dengan kaget, menghentikan kegiatan asyiknya, dan marah sama aku. Hikcs.....

"Mama......Mama itu gak mungkin ada ubannya. Mama kan perempuan, mana mungkin kan ada ubannya. Kalo Papa memang ada, kadang banyak." waduuuh.......dia sampai kacak pinggang yang membuatku ingin cium keteknya yang ledis itu. Mas2nya.....tentu saja gemes banget pengen ciumin bibir monyong dan mata melotot itu.

"Tapi dek......teman2 Mama aja sudah ada kok yang banyak ubannya. Mereka juga perempuan kayak Mama." aku teteeeep ngeyel, ingin tahu dia si tukang debat, tukang ngeyel ini kalo dieyelin kayak apa. Hihihi........

"Ya pasti aja teman Mama ada ubannya, karena mereka sudah tua. Mama kan masih muda."

Dhueeeeeenk.........................


Rabu, 15 Januari 2014

Menjadi Pintar Tidak Harus Mahal


Seringkali orang yang melihat kemampuan berlian2ku mengira mereka bisa ini itu karena aku dan pacarku berduit, mampu memberi fasilitas mahal, sekolah mahal, kursus mahal, dan berbagai alat bantu belajar mahal di rumah kami. Mmm.....bener gak sih? Ah, bisa benar bisa juga tidak. 

Mempunyai seorang ibu yang dengan suka rela memilih fokus mengasuh mereka dibanding karir sebagai Fungsional Pemeriksa Pajak di jaman DJP belum modern, mendapatkan ASI eksklusif yang diteruskan full sampai usia mereka 2 tahun tanpa susu kaleng  dan mereka minum langsung dalam dekapan mesra penuh cinta dari maknyak gak pake botol yang diisi ASI hasil peras2 dan dibekukan, melalui semua hal bebas bertanya dan berkreasi dengan mama tercintrong sepanjang hari setiap hari, ehem.....mungkin bisa dibilang fasilitas mahal ya? Uhuk........muji diri sendiri ah.....hahaha......ssstttt......jangan marah donk, itu kan kataku sendiri. Kalian juga bebas kok berpendapat, bahkan jika bertolak belakang dengan pendapatku. :D

Misal nih, saat mereka lihat berlian2ku bisa baca saat usia masih uprit banget, maka mereka akan tanya, les di mana, kursus apa, bimbelnya yang mana, toddler di mana? Hadeeeh.......padahal nama todller kerennya itu adalah DEWI, dan gak pake cara2 bimbel atau kursus, hanya dengan memberi contoh, memotivasi, yaa.....intinya pamer ke berlian2ku tentang enaknya bisa baca. Dan mereka sendiri yang akan sangat minat baca. Sudah baca http://mama-ibuindonesia.blogspot.com/2013/03/ceka-ceki-ceka.html ? Begitulah mereka pengen belajar baca dan lalu pinter baca di usia unyu tanpa paksaan atau les2an segala.

Demikian juga saat mereka bisa berbahasa asing. Iya sih jika ada kebutuhan ya lalu mereka les, bener. Tapi.....tidak semuanya begitu. Tergantung juga dengan kemampuan keuangan kami, waktu yang mereka punya karena aku sangat tidak suka berlian2ku menjadi sangat sibuk sampai kehabisan waktu bermain mereka. TIDAAAAAK........mereka tetap harus tumbuh sebagai anak2 normal yang suka dan banyak bermain. Miris jika aku mendengar teman bercerita tentang anaknya yang pergi pagi banget dan sampai rumah jam 7 malam, karena selain sekolah dia harus bimbel dan kursus ini itu. Setiap hari harus gendong backpack berisi buku2 tebal dan laptop. Sementara berlian2ku bahkan kutolak saat ditawarkan masuk RSBI, program akselerasi, dan program2 'istimewa' lain yang menurutku.......menurutku lho ya......menurut orang lain ya bebas....sekali lagi menurutku akan membuat berlian2ku terkurangi waktu bermainnya, mereka akan kehilangan masa tumbuh kembang normalnya. Karena bagiku akademis adalah hal mudah, dan bukan segalanya. Akademis hanyalah bagian kecil dari proses pendidikan. Akademis memang bisa dibuat akselerasi, dicepetin, disengkakne kalo bahasa Londonya, tapi dalam tumbuh kembang anak itu ada hal tertentu yang matang seiring waktu. Gak bisa dipaksa cepet. Aku lebih seneng mereka juga mengembangkan pribadi mereka, kecerdasan sosial mereka, emosi, tepo sliro, kreatifitas, dll selain akademis.

Sekali lagi.......itu menurutku. Hahaha.................sak karepe dhewe!

Berlian2ku juga suka belajar bahasa asing. Masing2 punya selera sendiri bahasa apa yang ingin mereka kuasai. Sulungku karena memang minat kuliah ke Jerman ya otomatis belajar bahasa Jerman dan harus bersertifikat sebagai salah satu syarat administrasi mendaftar dan tes masuknya. Entah karena bisa bahasanya atau memang pinter, clegux.....maka ada 4 Universitas keren di sana yang menerimanya. Hehehe.....maaf ya ganteng, kalo mama norak! Salah satunya di Achen, tempat Habibie menimba ilmu. Yang nomer 2 bahasa Perancis, lalu yang krucil2 baru English aja karena bacaan atau film atau berbagai tutorial in English aja yang mereka ingin bisa mengikutinya.

Rupanya mereka tidak puas. Terprovokasi ayahnya yang sedang kursus bahasa Jepang dengan pengantar English, mereka pun juga ingin menambah kemampuan bahasa asing mereka. Ganteng sulung yang sudah mendahului ayahnya sempat diskusi dan minta saran kami bahasa apa yang sebaiknya dia pelajari, Perancis, Itali, Spanyol, atau Rusia, atau apaaa??? Hahaha bingung milih dia. Dia belajar bahasa asing lainnya dengan perantara bahasa Inggris. Lalu berlian ganteng nomer 2 kami milih bahasa Italia dengan pengantar bahasa Perancis. Krucil2 dua yang unyu2......memilih mendengarkan ayahnya dan mas2nya ngomong dengan bahasa masing2 lalu mereka nebak dalam bahasa Inggris.

Duuuh.......berapa biaya kursus2 itu ya? Iiiih.....wajar aja pinter wong fasilitas lengkap, biaya mahal. Hehehe........semuanya gretong lho. Gratuit! Gratiiiiis..... Gak pake bayar sama sekali kecuali internet bulanan di rumah yang murah juga buat sekeluarga. Karena kursusnya via internet. Di Open Culture. Linknya.....  http://www.openculture.com

Ahaaa.........menjadi pintar tidak harus mahal kan?????

Jumat, 03 Januari 2014

Tanda Bibir


Menjelang pergantian tahun memang anak sekolah libur. Demikian juga berlian2ku termasuk princess. Mereka libur selama dua minggu. Mereka umprek2an, main bareng, teriak2 bareng, nyanyi bareng, nonton Simba bareng, baca bareng, main barbie bareng, main bola bareng, pokoke serrruuuu...... Sampai2 si cantikku yang sudah janjian nginep bareng sama sepupunya yang seumur dan sama2 perempuan yang sama2 sudah sangat saling rindu, jadi ragu untuk pergi. Dia masih sangat menikmati kebersamaan dengan mas2nya.

Maka sepupunya, si cantik ponakanku itu.......manyun! Sebel! Sampai merayu2nya agar mau nginep bareng seperti biasa jika mereka libur.

Laluu.......soulmate dia yg lain, neneknya, menjemput ngajak si princess nginep sama sepupunya. Yaa jadilah mereka berempat cewek2, gadis2 cantik kami itu nginep bareng. Karena tante dan Oomnya dari Belanda juga berencana datang maka mereka pun senang sekali karena seperti biasa dari airport tengah malam setelah terbang seharian mau langsung istirahat maka diajak nginep di hotel yang sudah dipesan jauh hari oleh tantenya itu. Mereka berempat tiga cucu cantik mungil dan neneknya sekamar. 

Yang jadi masalah.....sepeninggal adik cantiknya, rumah jadi sepi. Mas2nya hanya main berdua, tanpa ada yang bisa mereka ciumi, gangguin, mereka ajak main bola, pun tidak ada yg merengek minta ditemani main barbie. Mas2 kesepian tanpa princess kami. "Kalo lewat rumah barbie gak lihat si rambut kriwil panjang duduk sambil ceriwis di depannya kok aneh ya Ma." mas2nya curhat ke aku. Aku hanya senyum sambil bangga dan seneng karena mereka akrab saling sayang saling membutuhkan.

Aku dan ayahnya yang harus rela bercapek2 mondar mandir nengokin mama, adik2, dan bidadari2 itu ke daerah tangerang sana. Seperti biasa, berlian2 ganteng males ikut. Mereka lebih suka main di rumah berduaan meski setiap kami pulang mereka menyambut sambil mencari2 adiknya di jok belakang. Dan.....mereka akan kecewa berat karena adiknya gak ada. Hahaha....................

Kemudian saat kami pulang dan adiknya ada bersama kami, mereka berdua menyambut adiknya bagaikan fans yang menyambut idolanya. Mereka teriak2 kesenengan sambil mengucapkan "tanda bibir dek......tanda bibir......mas minta tanda bibirnyaaaa......." Tentu saja aku dan ayahnya heran dan tidak mengerti apa maksud mereka. Mereka cekikikan senang karena kami tidak mengerti bahasa mereka. Tapi akhirnya mereka jelaskan bahwa kalo ketemu idola kan orang minta tanda tangan, kalo kami ketemu adek ya minta tanda bibir alias CIUM.

Gubraaaaagggg...............................

Jumat, 27 Desember 2013

Liburan....Di Surga Dunia

Saat ini hampir semua anak sekolah sedang libur. Setelah menerima rapot, sekaligus bersamaan dengan perayaan hari besar umat Kristiani, Natal, dan tahun baru Masehi. Pantes saja saat aku naik kereta ke Semarang untuk menghadiri rapat banyak orang kesulitan mendapatkan tiket. Kalaupun ada tinggal yang mahal. Beruntung aku selalu siap dengan memesan tiket PP jauh hari sebelumnya agar ada kepastian mendapat tiket sekaligus bisa memperoleh harga murah. Haha......harga selalu aku perhitungkan selain kenyamanan. Jika bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah untuk kenyamanan yang sama, kenapa tidak? 

Berlian2ku pun sekarang sedang libur. Empat2nya. Yang satu Alhamdulillah pulang ke keluarga di Jerman juga kotanya berdekatan dengan kota  tempat tinggal berlianku yg sangat baik, keluarga campuran Indonesia Jerman yg memperlakukan dia layaknya anak. Lumayanlah hemat ongkos dibanding dia pulang ke tante2nya di Belanda atau Belgia. Hehe....bukan itu juga sih, karena dia berencana bekerja full time selama liburan  Natal. Jadi sebisa mungkin ya tetep di sekitar kotanya saja.

Yang tiga lagi? Ya di rumah sahaja seperti biasa. Sejak kecil, berlian2ku biasa menghabiskan liburan di rumah. Bermain bersama, masak bersama, bersih2 rumah bersama, main musik nyanyi teriak2 bersama, maupun kegiatan lain yang kami lakukan di rumah bersama2 dengan hebohnya. Jika kami pergi biasanya sudah kami rencanakan jauh hari sehingga kami bisa menabung sebelumnya. Atau hanya jalan sekitar kota saat kami dinas di daerah, ke pantai atau tempat lain yang murah meriah bahkan gratis. Makanan biasanya kami bawa dari rumah sehingga tidak perlu jajan. Berlian2ku bukan anak mall. Mereka tidak akan ke mall kecuali ada keperluan. Nah.....itu sama kek maknyak. Aku bukan type ibu2 yg suka ngemall. Oleh karenanya mall bukanlah pilihan kami untuk mengisi liburan. Rumah.....itulah tempat favorit kami. Karena bagi kami rumahku adalah surga duniaku.

Selamat berlibur.......😍😄😎👍💗

Kamis, 26 Desember 2013

Rise Of Nations

Bermain adalah kegiatan yang ditujukan untuk mendapatkan kesenangan. Bermain bagi anak membantu mereka memahami dan mempraktekan, kemampuan pengembangan rasa, intelektual, sosial, dan keterampilan sosial. Bermain harus dilakukan atas inisiatif anak dan atas keputusan anak itu sendiri. Bermain harus dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain akan menghasilkan proses belajar.

Game......jaman sekarang ini kok sepertinya permaninan anak2 bukan lagi permainan yang mengasah motorik kasar, motorik halus, kreatifitas mengeluarkan ide, sosialisasi, kerjasama, menyelesaikan masalah, dan kemampuan lain yang seharusnya terasah pada saat anak bermain. 

Permainan yang berbasis tehnologi, berbasis maya, baik yang terhubung melalui internet (on line) maupun tidak (off line) menjadi favorit hampir semua anak. Orang dewasa juga tidak sedikit yang menyukai bahkan kecanduan permainan yang hanya mengandalkan jempol dan mata ini. Sedihnya anak batita pun sudah dikenalkan dengan permainan miskin kesertaan motorik dan sosialisasi yang tentu saja akan mnyebabkan tidak harmonisnya tumbuh kembang mereka.

Aku lebih memilih pasir, kardus bekas, kertas2 bekas tak terpakai, balok, lilin atau tanah liat, serta permainan sederhana lainnya untuk berlian2ku sejak kecil. Aku menyediakan sekarung pasir yang sudah kucuci bersih lalu dijemur untuk mereka mainkan. Setelah selesai maka pasir itu akan kumasukkan karung kembali agar tetap bersih. Kertas bekas akan kami hancurkan lalu kami buat kertas baru atau kami bentuk menjadi mainan sesuka kami. Kardus bekas dll akan kami gunting tempel lipat cat atau apapun untuk bahan kreativitas mereka. Demikian juga lilin dan balok. Lalu boneka, mobil2an, binatang dan pohon dari plastik maupun kayu menjadi teman mereka berfantasi, bermain, menjadi cerita seru maupun cerita meloow karangan mereka sendiri maupun terinspirasi dari buku2 bacaan mereka.




Baru setelah mereka cukup besar, mereka tertarik bermain permainan 'maya', tehnologi, dengan media komputer, HP, maupun gadget lainnya. Dan Rise Of Nation adalah salah satu permainan favorit berlian2 gantengku. Mereka minta kabel panjang yang ternyata mereka gunakan untuk menyambung (link) 2 PC yang ada di rumah sehingga mereka bisa bermain bersama entah itu bermusuhan maupun bekerja sama.


Rise of Nations adalah sebuah permainan komputer berjenis real-time strategy yang dikembangkan oleh Big Huge Games dan diterbitkan oleh Microsoft pada 20 Mei 2003. Rise of Nations menampilkan 18 bangsa yang dapat dimainkan selama 8 zaman sejarah dunia. Pada 28 April 2004, Big Huge Games merilis Rise of Nations: Thrones and Patriots, seri ekspansi dari permainan ini. Tahun berikutnya, edisi emas permainan ini yang memuat edisi awal dan seri ekspansinya diterbitkan.

Permainan berfokus kepada pembuatan keseimbangan antara menyerang, bertahan, dan ekonomi bangsa. Dalam setiap pertempuran, ekonomi adalah hal inti untuk menang. Perlu diketahui juga jika suatu bangsa kehilangan seluruh kotanya, bangsa tersebut telah kalah dalam pertempuran. Keahlian militer juga dibutuhkan di permainan ini seperti kebanyakan permainan lainnya. Termasuk juga pengaturan dan pertimbangan pasukan (sebagai contoh, kavaleri dapat lebih mudah dibunuh dengan menggunakan Pikemen daripada Cannon). Unit "Jendral" juga dapat dibuat dari benteng untuk membantu tentara dalam jangkauan tertentu.

Lima taktik formasi tersedia, termasuk kemampuan untuk mengecilkan atau memperluas garis pertempuran. Saat sebuah taktik formasi dipilih, unit yang terkait secara otomatis mengubah posisi mereka secara berurut, tipe unit yang cepat di depan unit yang lebih lambat, sehingga unit yang berada di samping rentan diserang.
Dengan cara yang mirip seperti catur, sedikit kesalahan strategi di awal permainan dapat menjadi masalah besar nantinya. Contohnya, jika pemain memulai dengan pengaturan nomaden (di mana tidak ada kota saat permulaan) adalah hal yang bijak untuk mencari wilayah yang memiliki sumber daya yang memadai sebelum membangun sebuah kota, karena tanpa sumber daya tidak ada tentara dan pemain akan kalah.

Asyik sekali mereka bermain, kadang mereka bermusuhan, sering mereka berteman lalu bersatu melawan komputer. Ayahnya juga ikut dalam permainan jika sedang memungkinkan. Dalam permainan ini berlianku belajar "MEMBANGUN NEGARA". Mereka harus tepat apakah membangun pendidikan, ekonomi, ataukah militer yang diutamakan atau didahulukan. Suka sekali aku jika mendengar mereka berdiskusi tentang bagaimana mereka harus merintis, membangun, juga mempertahankan 'negara'nya.

Permainan yang sangat bagus, bukan? Bukan permainan yang berantem berdarah2, atau yang bersaing tanpa tujuan, juga bukan permainan yang merusak karena menyebabkan anak kecanduan.

Jadi......sudahkah kita ajak anak memilih permainan baik alat maupun jenis permainannya agar mendukung tumbuh kembang mereka??

Be wise....................Children are our future........




 

Senin, 25 November 2013

Nasi Pecel

Maaf lama gak berbagi cerita. Bertambahnya amanah membuatku harus makin pandai membagi waktu, pikiran, tenaga, dan perasaan. Ahaay.....guaya juga ya aku. Clegux deh. Sok banget, maaf yaa kalo belagu......hehe....gak kok. Aku masih seperti yg dulu, hanya masih bego ngatur waktu.

Pagi ini aku ingin berbagi cerita tentang berlian gantengku yang juga adik kelasku. Hehehe.....kok dia lagi sih Dew? Ya maaflah, kan karena nowadays yang lagi hot2nya berbagi cerita, curhat, ngerumpi sama maknyak ya dia. Meski adik2nya juga sih seperti biasa. Jadi kenapa gak cerita adik2nya? Atau masnya? Hahaha.....sabar yaa......nanti juga cerita kok. Tenang aja, akan buanyaaaak cerita lain yang menyusul.

Tahu donk kalau dia tuh nglajo, pulang pergi dari rumah ke kampusnya di Bintaro yang sebenarnya lumejen gitu jauhnya. Tapi berkat si CL maka berlianku menikmati saja rutinitasnya itu. Jika mulai kuliah jam 8 pagi, maka dia akan berangkat jam 6 bareng ayahnya sampai stasiun Manggarai, lalu mereka misah ke tujuan masing2. Tapiii....jika kuliahnya agak siang, dia tetep berangkat pagi. Hanya saja dia bisa lebih santai memilih kereta yang mana sesukanya karena tidak diburu waktu. Sampai kampus terlalu awal dia akan i'tikaf di MBM (haha....jadi anak alim, katanya) atau ke kostan temannya. Sebenarnya dia sangat ingin menunggu waktu dengan ikut masuk kuliah di kelas lain, tetapi dia khawatir tidak diijinkan. "Coba ajalah sayang, bilang ke dosennya kalau mau yakin. Ya kalau ditolak gpp keluar lagi, setidaknya sudah coba." saranku.

Meski tidak kost, dia juga mengalami dinamika anak kost. Maklum, selain main ke kostan temannya saat kepagian datang, dia juga sesekali nginep jika ada yang penting misalnya apel sangat pagi sementara dia sedang kecapekan. Kalau nginep, kubekali dia dengan makanan tambahan buat teman2 kostnya. Semalam kami berencana beli makanan di depan kompleks, dibungkus untuk dimakan di rumah. Hehe....sekali-kali jajan, namun kami memang lebih suka menikmatinya di rumah sambil ngapain aja sesuka kami bersama. Saat menentukan siapa mau apa, berlian gantengku nyeletuk; "Kalo di kost ma, kadang ada yang harus irit, hemat, jadi bisa gak makan atau makan nasi pecel sama bakwan aja."

'Lalu gimana mas?' tanyaku ingin tahu seperti apa berlianku menyikapinya.
"Ya aku tawari dia untuk kubeliin kalo yang gak makan, atau yang uangnya cekak kutambah uangnya biar jangan cuma nasi pecel sama bakwan. Kalo yang gak makan sih mau kubelikan, tapi seringnya mereka mau yang murah aja, yang cuma nasi pecel juga gak mau kutambah. Jadi ya biasanya aku ikutan saja mereka, jadinya makan nasi pecel sama bakwan kami semuanya. Enak juga lho Ma."
'Wow.....mama bangga banget sama sayang mama lho. Sikap ini menunjukkan kalau cinta mama memang berlian. Jempol buanyaaak banget.' kataku senang penuh haru campur super bangga.
"Yaa...kan aku pulang pergi, uangku lebih banyaklah sedikit dari mereka yang kost. Meski kadang jadi harus ikut hemat juga karena kan aku harus sisain uang buat bayar parkir motor di stasiun dekat rumah."

Mongkog bangeeeeets deh rasanya sebagai ibu mengetahui berlianku seperti itu. Gak keren ya? Hihihi......itulah aku. Bangga lebay gak jelas untuk hal2 sepele, sederhana, cemen, gak keren, akan apa yg dilakukan berlian2ku. Aku selalu menghargai hal baik yang mereka lakukan seolah mereka sudah mencapai prestasi tingkat dunia. Hahaha...............maknyak lebay.

Hidup nasi pecel!!

Kamis, 07 November 2013

REUNI AKBAR 10 NOVEMBER 2013


Yeey.....akhirnya kita akan kongres lagi untuk memilih Ikanas1. Dan menuju ke sana rupanya wow....seru. Hiruk pikuknya aku suka. Sayang cuma di milis ya. Hehe....emang mau di mana lagi Dew? Sok tahu aja! Buat teman2 kakak abang mas mbak adik2 semua alumni IIK, A3N, STAN, maupun PRODIP KEUANGAN tercinta, datang yuk ke acara kita bersama REUNI AKBAR 10 November 2013 di kampus kita Bintaro alias Jurang Mangu.

Acara ini dari kita untuk kita, tidak pandang siapa kita, asalkan kita adalah alumni, kita pernah kuliah di STAN, maka kita DIUNDANG!! Rangkaian acara sudah dilakukan selama setahun ini. Buka puasa bersama, halal bi halal, donor darah, baksos, sumbangan buku, gowes bareng, lomba karaoke, nulis dan menerbitkan buku, academic conference, kongres, sampai reunian bersama, seneng2 bersama, kangen2an, nyanyi2 bareng, foto2, makan2, pokoknya happy2an bareng.



 Kali ini, pemilihan ketua Ikanas menggunakan metode yang berbeda dengan sebelum2nya. One man one vote! Haha.....keren kan??!! Iyalah. Alumni STAN gitu loh. Naah....makanya datang dan gunakan hak pilih kita dengan baik. Sudah tahu belum calon2nya? Dari berbagai angkatan ada. Semuanya ada 9 orang calon/kandidat berpotensi.
  1. Hermin R Rachim
  2. Sudirman Said
  3. Suryo Alam
  4. Syahrijal Sabir
  5. Rudi Mahani Harahap
  6. Cris Kuntadi
  7. Sunarsip
  8. Triawal
  9. Kharina
Nah......nanti tanggal 10 November 2013 tinggal datang saja ke kampus, lalu pilih salah satunya sebagai Ikanas1. Semoga siapapun yang terpilih akan menjadikan kita sebagai keluarga alumni yang saling menjaga, saling bantu, saling dukung, saling memberi, saling menolong. Kita adalah satu keluarga besar. Keluarga itu saling bantu saling dukung, bersatu, bersama.



Hmm....kalo kulihat  kampanyenya ok, apalagi ada jurkam yg horee banget, mas Yurnalis. Hahaha....... semua trit disabet aja jd tambah bikin seru dan rame karena pemilik trit juga legowo dg saudaranya yg semangat bgt jd jurkam. Top mas Yur. 👍

Mas Triawal.......kereeen bangeeets. Gitu donk, mengajukan diri. Happy banget mas bacanya. 😉. Ayooo yg lain mannnnaaaa?? Hehehe.

Semua calon kereen, hebat. Yaaah namanya jg alumni STAN pastilah asal comot juga hebat. Kereen. Top. Soal gelar, wuuiih sepanjang apapun pasti pada bisa punyai kalo mau dan ada kesempatan. Jabatan, sama juga, alumni tuh pasti bisa raih kalo lihat kompetensi. Kontribusi, hallah......jelas toplah. Ada yg kelihatan ada jg yg diam2 menghanyutkan, saking banyaknya kontribusi mereka. Ditambah lg pada low profile meski high profit.

Nach.. (Mas ustadz style) siapapun yg nanti jadi IKANAS1, aku cuma mau nitip masukan:

1. Jadilah pemersatu, rangkul semua angkatan, semua kalangan, bersatu padu menjadi alumni yang solid, rukun, guyup, saling bantu saling support. Jangan SDM.

2. Buat Ikanas menjadi 'rumah' bagi semua alumni, mau yg baik, yg hebat berprestasi, maupun yang dalam masalah, sedang 'nakal', semua berhak akan rumah nyaman ikanas. Seperti anggota rumah, jika ada yg nakal yg kita tegur intern kalo perlu dimarahi, tapiiii.....ya tetep dibantu menghadapi masalahnya itu. Jangan malah dimatikan dengan melakukan tindakan yang membuatnya tidak mempunyai kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahannya, apalagi jika malah di luaran kita caci maki yg khawatirnya menyebabkan org lain jadi menjelekkan rumah kita. Imso lho ya.......

3. Sehubungan dg no.1 di atas, maka....yg sedang dalam posisi 'bagus' mbok yao mengutamakan saudara2 sesama alumni jika ada posisi2 yg harus diisi. Trus yg direkomendasikan ya tahu dirilah dg memberikan yg terbaik. Yaaa seperti alumni univ lain itu lho. Lagian ngangkat sesama ikanas harusnya gak akan rugi dan malu2in kok, wong mereka pinter2, hebat2, dan rata2 juga bagus integritasnya.

4. Yuk.....kibarkan bendera kita, jika kita bersatu padu bahu membahu, maka Tak mampu badai dan juga halilintar mengoyak citra kampus kita.

O ya panitia........makasih sdh japri ke aku, membuatku tersanjung. Tapiiiii........itu buanyaaaak calon2 lain yg lebih oye daripadakuuuuu. Aku penggembira aja nemeni mas Ijal makan2.  Kapan mas??? Ajakin yaaa........😋

Salam IKANAS,

Kamis, 17 Oktober 2013

Pengen Deket Mama

Assalamu'alaikuum.......pagi semuanya........semangat hari Kamis, tetep donk optimis. Hallah!

Hm.....boleh cerita lagi yaa....biasalah tentang berliankuuuuuuh. Dan emang si IPS ganteng lagi jadi menu sehari2 yg renyah, karena dialah yg lagi heboh setiap hari laporan, cerita, n ngerumpi sama maknyak. Adik kelas lagi suka curhat ke kakak kelasnya. Huhuuuy.......😉

Bnyak cerita yg dia bawa setiap hari. Berbagai kisah yg dilihat maupun dialami di CL kendaraan yg selalu mengantarnya ke kampus kita biasanya menjadi menu setiap sampai rumah atau mau berangkat. Haha...... Lalu dosen yg sering seenaknya tidak datang, mendadak mengganti jam atau hari, sehingga membuatnya harus jd 'orang alim' istilah yg dia pilih karena dia yg tdk kost deket kampus, jadi rajin i'tikaf di masjid MBM. Nunggu kepastian kuliah. Eeh....mbak Arifah bu dosen teladan istri mas Taufik yg hebat itu pernah bilang ke aku, "Untung aku bukan dosennya mbak, bisa dilaporin ke mb Dewi nih kalo gak bener." Hahaha........dikau dosen hebaaat dinda, berlianku nyeseel habis ga bisa diajar olehmu.

Suatu hari dia cerita, kali ini serius. Gak becanda2 spt biasa. Gak ada keisengan khasnya. Duh...ada apa ya, pikirku.

"Ma, Pa, aku merasa kecil banget, cemen. Temanku yg nglepasin sbmptn kan cerita, katanya dia milih STAN karena dia anak sulung. Ayahnya sudah tua. Jadi dia harus ngertiin bahwa dia akan jadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Milih STAN maka kerjaan sdh jelas.  Padahal mimpi dia, cita2 dia, ya yg sbmptn, bukan STAN. Sementara alasanku milih STAN cemen banget, biar deket mama. Kesannya aku manja banget."

Begitu paparnya sedih dan merasa bersalah.

Cintakuuuu.......berlian indahkuuuu........Mendengar penuturannya justru membuatku semakin bangga padanya. Semakin cinta kalo kata Vina Panduwinata. Hayyaaah..... Lalu aku pun menanggapi curhatnya.

'Mas.....siapa bilang alasan ganteng mama cemen? Sama sekali tidak! Itu menunjukkan kalau sayang mama mempunyai kepedulian yang sama seperti temanmu itu. Peduli dg keluarga. Dan kepedulian dengan keluarga adalah hal sangat penting. Alhamdulillah meski bukan berlebih, tetapi kita tidak sampai kekurangan, mas bisa memilih mau STAN atau bukan tanpa terlalu harus memikirkan biaya. Oleh karena itu sayangku......camkan, niatkan, tanamkan untuk dicapai, jadilah nanti pengambil keputusan negara ini. Lalu....buatlah sebuah kebijakan, dimana tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang mengorbankan mimpinya, passionnya, hanya karena biaya pendidikan. Upayakan agar Indonesia nantinya bukan penuh dengan orang2 frustasi, bekerja karena terpaksa, merasa terjerumus pada hal yg bukan kesukaannya. Tetapi Indonesia melimpah dg orang yg bekerja dengan senang, berkarya penuh cinta, melakukan apapun karena pengabdian, dan menikmati apa yg mereka lakukan. Oce?!"

Wajah gantengnya yg tadi keruh, sedih, berubah jadi binar indah. Dia mengangguk dan berjanji belajar sungguh2, tdk lagi seadanya seperti jaman SMA yg hanya memenuhi standar lalu dia nikmati sisa waktu dengan maiiiin.....hahaha.....sampai2 di kampus baik dosen maupun teman2nya heran, anak IPS gak ranking, kok bisa masuk STAN? Ya dia emang puinteerrr kok sakjane. Hanya saja tdk mengoptimalkan kapasitasnya aja. *abaikan itu pujian ibu ke anaknya pastinya lebay*

Begitulah berlian IPSku, bagaimana berlianmu??? Pasti jauh lbh hebat. Ceritain yaaaa.......biar kubisa belajar dan meniru.

Salam hangat, sehangat mentari pagi ini. 😄😜😉💞🌞

Wassalam,

Senin, 23 September 2013

Tidak Perlu Diistimewakan.......

Pagi ini aku ada kegiatan di daerah 3 in 1. Nyopir? Aduuuh deh kayaknya. Naik taxi? Mahal, haha..... Naik kendum? Waaaa......sdh lama aku tuh males naik kendum di jam sibuk. Mana itu berarti harus nenteng tas doraemonku yg segala rupa masuk, berraaaaattt...... Trus gimanaaaa?? Apa maunya Dew??

Hehehe........

Akhirnya pacarku berhasil memprovokasiku untuk naik CL bersamanya, diantar pula ditemani sampai ke tujuanku sebelum dia ke kantornya sendiri. Ehem.......baik banget sih..... Wokeh akhirnya akupun naik CL pagi buta biar tidak terlalu berdesakan katanya. Lagian...kan dia juga jangan sampai telat sampai kantor. Yo wis aku kepagian gpp malah bisa nulis ini kan sambil nunggu di loby. Hehe....aku kepagian sejam lebih. Karena hanya perlu waktu beberapa menit sudah sampai, padahal kalo aku tadi naik mobil mungkin aja perlu 2 jam.

Di CL meski masih agak longgar tetep aja berdiri. Eee.....ada seorang pemuda yg menawarkan tempat duduknya padaku. Baik amat siiih......pengen nolak tapi dia sudah berdiri. Lagian Alhamdulillah sih, lumayan 😊. Ini mengingatkanku belasan tahun silam, setiap pergi pulang kantor naik kendaraan umum hampir selalu ditawari tempat duduk. Padahal.....menurutku tidak perlu. Karena kan mereka juga pasti capek, dan sudah berupaya sedemikian rupa untuk mendapatkan sedikit kenyamanan duduk di kendum demi mencari nafkah buat keluarganya, jihad mereka. Mungkin berangkat lebih pagi, mungkin juga berupaya ke tempat awal agar masih kosong. Apa istimewanya aku sehingga mereka harus memberikan tempat duduk yang sudah mereka perjuangkan untuk mendapatkannya? Malah kadang aku merasa tidak enak, karena bisa jadi aku telah mengambil kesempatan mereka dalam mencari nafkah untuk keluarga. Bisa jadi aku adalah perebut rejeki mereka. Bukankah bagi mereka itu wajib? Sementara bagiku tidak. Aku punya suami yg menafkahiku. Kurang? Haha.......manusia sering sulit terpenuhi kepuasannya memang. Bersyukur sajalah dengan yang ada. Tapi kok aku tetep aja nyari?? Sampai sekarang.......Itulah.......ternyata aku masih manusia. Jika ada waktu, tenaga, kemampuan, aku tetep mengais rejekiNya. Membantu suami, sedekah keluarga? Entahlah.......semoga dihitung begitu olehNya. Semoga aku bukan perebut rejeki para kepala keluarga itu.

Hh.....tapi tetep saja banyak orang baik yang memberiku tempat duduk mereka padaku (semoga bukan) si perebut ini. Semoga tambahan pahala bagi mereka.

Tetep saja aku merasa jika di kendaraan umum.......tidak perlu diistimewakan....hanya karena aku perempuan. Tapi kalo aku lagi kecapekan.......gak nolak sih. Uhuk...........

Pagiii semuaaa......selamat berkarya, selamat berjihad, semoga berkah

Jumat, 20 September 2013

BANGGA.......

Siang ini aku duduk manis nemani princessku yg lagi suka belajar di LIA. Hallah.....dulu mas2nya gak ada yg les les an segala. Lha kok dia ternyata suka. Setelah les nari Bali sekarang nambah les di LIA, English katanya. Hihihi.....lucu aja lihat dia yg selalu pede jika telp Oomnya yg gabisa bahasa Indonesia. "Hallo....Oom....this is I, Vania. Bla bla bla...." Ceriwis sekenanya dia omongin. Hehe.....bahkan jika dia salah menggunakan kata, cuuuueks.

Aku bukan mau ceritain princess sih, tapi masnya. Itu tuh....yg berlian IPS ku, yg adik kelas kitaaah...hahaha.....akhirnya dia daftar ulang jg di STAN tercinta. Aku suka ngerumpi dg dia, dia ceritain pengalamannya kuliah Hukum di UNS Solo yang baru dua minggu dijalaninya. Tahu gak yg bikin aku bangga bangeeet.....hehehe......gini ceritanya......

Dia kan tinggal di asrama mahasiswa. Di lt 5. Hahaha......sehat deh tiap hari naik tangga 5 lantai. Di depan asrama ada sebuah masjid. Masjid itu sepiii....mungkin karena jelek, terkesan serem seperti tidak keurus. Karena biasa sejak krucil usia setahun shalat di masjid, maka dia jalan mau shalat. Ragu sih tadinya ke masjid itu. Lalu pas lewat dia dengar adzan, maka dia beranikan diri masuk. Dan hanya ada seorang, ya yg adzan td disana. Jadilah mereka berdua shalat berjamaah. Dan berlianku pun rutin datang meski sering hanya berdua dengan bapak tadi yg warga setempat. Lalu bapak itu bilang, jika sudah masuk waktunya dan berlianku datang duluan, adzan aja gpp. Iya pak, jawab gantengku itu.

Laluu......teman sebelah kamar yg kakak kelas berlianku yang tahu bahwa si gantengku rajin shalat ke masjid itu yg mana si kakak kelas itu selama ini tidak pernah shalat ke masjid tersebut, jadi ikutan berlianku. Subhanallah.........banggaaaaa banget akuuuuu......berlianku memakmurkan masjid itu meski hanya dengan shalat berjamaah di sana, berdua dengan si bapak warga setempat itu.

Gak mutu? Hahaha......maybe! Aku memang sering bangga dg berlian2ku meski yg mereka lakukan hal sederhana yg seringkali dianggap gak mutu dan gak pantes dibanggain. Anakku masuk sekolah 'biasa'.... aku bangga, anakku milih jagain adiknya dibanding jalan sama temannya... aku bangga, anakku diterima di UNS yg oleh sebagian orangtua dianggap biasa....aku bangga, anakku masuk STAN jadi adik kelasku......aku juga bangga, anakku shalat di masjid....pun aku bangga, berlianku survive di negara lain.....aku bangga. Bahkan berlain2ku itu melakukan hal sangat kecil, remeh, atau bahkan tidak melakukan apapun aja kadang tetep membuatku bangga. Misal dia tidak minta gadget terbaru seperti teman2nya. Haha...bangga sekaligus bersyukur gak perlu boros. Atau bangga karena

Kenapa sih?? Gitu aja bangga? Hehehe.....iyalah. Sekecil apapun pencapaian mereka, bagiku suatu prestasi yg pantas aku hargai, aku apresiasi, dengan kutunjukkan betapa bangganya aku thd mereka. Dan aku tdk peduli dg sinisnya org lain yg menganggap hal tsb tdk membanggakan, seperti saat org tahu aku bangga bgt berlianku masuk Hukum UNS dan bukan Hukum UI. Haha.......emang siapa bilang UI lbh membanggakan dari UNS coba? Bagiku sih tiiiiidaks! Sama saja, dimana berlianku di situlah kebanggaanku. Karena pada dasarnya setiap anak, setiap orang, butuh eksistensi, butuh pengakuan. Jika pencapaian mereka kita remehkan.....tidak jarang mereka akan mencari pengakuan dg melakukan hal lain yg sayangnya bisa saja hal negatif, asalkan mendapat pengakuan, perhatian, meski itu negatif. Atau mereka akan mencari pengakuan di tempat lain, di luar rumah, di suatu komunitas, bahkan di jalanan dengan ngebut, merokok, ngobat, clubing, atau tawuran, atau hal lain yg bisa menarik perhatian orang lain.

Jadiiiii.......sudahkah kita bangga dan menunjukkannya kepada anak2 kita atas pencapaian mereka, berlian indahNya yg diamanahkan ke kita?

Kalo aku......berliankuuuuuu......Mama banggaaaaaa sama kamu......yang shalat berjamaah di masjid depan asramamu yg kata teman2mu serem itu. Semoga Allah juga bangga terhadapmu. *bangga sampai mbrebes mili*

Selamat hari Jum'at.......selamat liburan weekend dengan keluarga.

Jumat, 13 September 2013

4954 Calon Mahasiswa STAN

Aku adalah alumni STAN. Ya......sekolah kedinasan yang keren dan suuuuusssssaaaaah banget masuknya. Iyalah, dari puluhan ribu pendaftar yang sudah melalui uji kompetensi secara administratif, lalu tes tertulis, tes kesehatan, dan wawancara, maka tinggalah sedikit yang tersisa sebagai kandidat pengawas keuangan negara tercinta.


Inget si berlian IPS ku? Haha......dia sekarang sudah lulus SMA dan dia mengikuti beberapa tes:

  1. Bea siswa mombusho (kalo g salah) pokoke ke Jepang yg graaaatiiis segratis gratisnya itu. Dan setelah beberapa tahap..............gagal. *;) winking *:x lovestruck
  2. Bahasa Perancis untuk mengikuti progran egaliter, ahaa.....lumayanlah delf 8,4. Hihihi....padahal 5 aja sdh lulus. Dan keknya kalo aku ikutan belum tentu lulus deh, makanya pas ditawari ikut aku ga mau. Ntar ajaa......maluuu *:"> blushing Ok....keep dulu yg ini yaaaa!
  3. USM STAN. Horeee...............lulus tapi harus tes kesehatan dan wawancara lagi sebelum dinyatakan masuk.
  4. Univ negri di negeri tercinta.......... Fakultas Hukum UNS Solo. Lulus....lewat jalur yang murah itu lho.

Dia dengan mantep menunda ke perancis, ntar ma....S2 aja cari beasiswa lagi. Aaaamiiin....... Tinggal STAN dan Hukum. Karena STAN harus wawancara dan kesehatan dulu dan belum tahu masuk mananya secara diberi banyak pilihan, maka kami memutuskan untuk daftar ulang dan mengikuti semua proses di UNS. Alhamdulillah dengan sedikit usaha namun tetep formal penuh kesopanan dariku ke UNS, berlianku bisa ikut tes kesehatan dan wawancara di STAN baru kemudian kami meluncur ke Solo untuk MOS, dll.

Nah.....tgl 4 September maknyak dengan sukacita menahan kantuk demi bisa melihat pengumuman STAN yang akan dikeluarkan tgl 5 Sept 2013 karena berlian gantengku itu bolak2 WA menyatakan keinginannya menjadi adik kelasku meski juga suka kuliah di fak Hukum. Alhamdulillah......lolos masuk STAN D3 Akuntansi, Jakarta! Begitulah yang tertera di pengumuman sederet dengan namanya yang kubaca menjelang pukul 24.00 WIB.

Percaya gak??? Meski aku dan suamiku adalah alumni STAN, namun tes masuk untuk berlian indahku, anak kami, tetap berlangsung secara fair!!! Tanpa ada sedikitpun pengaruh dan sudah pasti tanpa kolusi sama sekali.Jadiiiii yang diterima menjadi mahasiswa/i STAN adalah generasi muda yang memang memiliki kualitas yang teruji, melalui seleksi yang sangat fair, tanpa ada kongkalingkong sama sekali.

Ya, STAN memang tidak mengenal kolusi, titip menitip, apalagi menyuap atau menawar membayar mahal untuk masuk. No way!! Berapapun kita punya uang, jika tidak lolos tes maka tidak akan bisa masuk STAN.

Dan......dari  4954 Calon Mahasiswa STAN itu......salah satunya adalah berlian ganteng IPS ku. Love u bunch dear ganteng................proud of You, always.

Senin, 26 Agustus 2013

Pohon Mangga

Di depan rumahku ada sebuah pohon mangga yang sangat rindang. Pohon yang ditanam oleh pacarku tercinta bersama berlian indahku saat kami dulu pindah ke sini. Ketiadaan pohon selain pohon pisang di belakang rumah membuat suasana gersang sehingga kami mencari dan menanam pohon yang kami suka. Pohon mangga, jambu, belimbing, durian, dan talok menjadi pilihan kami. Namun kemudian pohon belimbing harus kueliminasi karena daunnya membuatku sangat repot membersihkannya terlebih jika sedang tidak ada yang membantu. Lalu pohon jambu dan talok mengikuti jejak kutebang karena di saat tertentu, hiiiii.............. banyak ulatnya! *sambil ngetik inipun aku sudah kami gilanen aka geliiii ampuuuun!* Maka tinggalah si pohon mangga menjadi penghuni halaman depan rumahku dan pohon durian di belakang rumah.

Alhamdulillah......pohon manggaku ini sangat lebat, dengan dahan keereeen mengasyikkan untuk dipanjat. Bahkan ponakanku si setengah bule yang tidak pernah manjat pun kemarin senang banget manjat. Dia bilang; "Budhe, this is the best mango tree I ever seen." Jadilah dia jadi murid pakdhenya yang memandunya memanjat sekaligus memetik mangga.

Memetik mangga? Emang musim? Ahaa.......itulah salah satu kelebihan si pohon manggaku ini. Dia berbuah sepanjang tahun tidak peduli saat musim atau tidak. Jika saat musim mangga, dia berbuah sangat lebat sampai ke setiap ujung dahannya yang menjuntai hingga sangat rendah. Princess kecilku pun bisa meraihnya tanpa harus memanjat apapun. Dan saat bukan musimnya seperti sekarang, dia tetap berbuah meski hanya di ujung tinggi dan sekali petik hanya sampai 5 buah saja. Bunganya juga selalu masih muncul di ujung dahan atas sana, bersiap menggantikan buah yang kami petik.

Pohon manggaku ini dahannya bercabang tiga di pangkal, dengan komposisi satu tumbuh ke arah luar pagar (ke jalan) dan dua yang lainnya masih di dalam pagar. Pacarku bilang; "Pohon ini sesuai sunahNya, sepertiga buat orang lain, sisanya buat kita." Hahaha.....aaamiiin......semoga kami amanah. 

Bagiku, pohon mangga ini adalah anugerahNya. Bayangkan saja, kami hanya menanam, nyaris tanpa perawatan, menyiram saja sangaaaaat jarang, tetapi buahnya masya Allah melimpah. Oleh karenanya jika ada yang minta buah mangga untuk dikonsumsi saat sedang musim aku akan langsung memberinya, karena sejatinya buah mangga ini milikNya. Kami hanya menanam di halaman kami saja.

Jumat, 09 Agustus 2013

DIAJENG.........



Ini cerita saat princessku masih basata, bawah satu tahun. Hehehe.....
Dua bulan yang lalu, bayiku yang masih berumur 9 bulan sering mengeluarkan suara yang sangat familiar di telinga kami (aku, suami, dan anak-anak). Mulanya kami tidak terlalu memperhatikan. Namun lama kelamaan makin nyata terlebih saat bayiku itu menangis atau merajuk.

“Dieejeeeeng..........” begitu kata yang dia ucapkan. Kami sekelurga sontak tertawa bersama saat kami akhirnya beramai-ramai memperhatikan dengan seksama apa yang sebenarnya dia ucapkan.

He he he. Mengapa kami tertawa? Ya, karena DIAJENG itu adalah panggilan dari suamiku kepadaku yang merupakan bahasa Jawa yang artinya “adinda”. Suamiku tidak menyangka baby cantik kami sudah mulai bicara di umur 9 bulan. Jadi dia masih memanggil aku “diajeng” karena anak kami yang lain sudah besar dan faham untuk tidak meniru bagaimana papanya memanggil mamanya.

Sejak itu, suamiku memanggil aku “Mama”.lagi setelah berlian-berlian kami mulai besar dan mengerti jikapanggilan ayahnya ke aku tidak harus mereka tiru. Sekarang, Vania mungil kami yang berumur 11 bulan memanggil aku “Mama”. Sambil berjalan ala “drunken master” dia akan teriak “Mama...............Mama............” he he he. That’s our pretty baby.
*****

Itu cerita lamaku. Sekarang princess cantikku sudah 6 tahun, ayahnya tidak perlu lagi memanggilku ‘mama’ agar dia mengikuti. Kembalilah panggilanku oleh pacar tercintaku itu ‘diajeng’. Uhuy.....

Ramadhan ini adik-adik yang tinggal di lain benua pulang. Namun karena dia belum bisa cuti, maka suami dan anak-anaknya duluan ke sini. Hmm....lumayanlah sebulan aku mendapat kesempatan ngurusi krucil-krucil lagi, mereka berlian-berlian indahku juga, ponakanku. Yang terkecil baru nyaris dua tahun usianya. Dia belum jelas berbicara, cenderung masih seperti bergumam, ngegrundel, atau marah. Haha....mungkin karena dia bingung mau bicara bahasa apa, secara bahasa yang dia dengar sehari-hari beragam. Bahasa Indonesia adalah bahasa ibunya, bahasa Perancis adalah bahasa di mana dia tinggal, dan bahasa Arab adalah bahasa asli ayahnya dan keluarga besar ayahnya.

Nah.....selama di rumahku, dia suka banget memanggilku ‘mama’ dan memanggil suamiku ‘papa’ mengikuti mas-mas dan kakaknya, berlian2ku itu tentunya. Ngotot banget dia tidak mau memanggilku ‘budhe’ dan memanggil suamiku ‘pakdhe’ seperti abang dan kakak kandungnya yang sudah usia 8 dan 10 tahun dan sudah mengerti kedudukan mereka. Ya sudahlah tidak mengapa. Bagiku tetap saja dia lucu menggemaskan. Sama seperti berlian2ku saat kecil, dia suka banget menguntitku ke manapun aku jalan sehingga aku harus hati2 khawatir menabraknya jika aku terburu-buru. Alhamdulillah.....jika pakdhenya di rumah, dia akan juga menguntit pakdhenya.

Suatu hari saat sedang menguntit pakdhenya dia tiba2 merubah haluan, ke arah kamarku. Entahlah, mungkin dia menyadari ketidak hadiranku di ruangan. Karena kamar tertutup, dia marah dan teriak-teriak mencariku. “Diajeeeng................”

Guuubraaaaaag...................kapan dia denger ya???

Selasa, 16 Juli 2013

Hormatilah Orang Yang (TIDAK) Berpuasa

Ramadhan sudah jalan sepekan, sayang aku belum bisa berpuasa sama sekali. Sungguh tidak menyenangkan sebenarnya karena toh aku tetap bangun dini hari untuk menyiapkan makan sahur orang2 tercintaku, dan juga tetap tidak bernafsu makan meski harus karena minum obat dokter kebetulan kondisi kesehatan juga sedang kurang bagus. Belum lagi rasa gak enak karena bahkan si cantikku saja berpuasa. Hihihi.....padahal berlian2ku tuh cuek banget melihat orang lain tidak berpuasa saat mereka berpuasa, maknyak yang gak enak sendiri, sungkan, risih, gimanaaa gitu.

Menjelang kepulangan berlian gantengku untuk pertama kalinya setelah tiga puasa di negri sebrang, aku teringat masa kecilnya yang lucu imut menggemaskan. Iya.....dia memang lucu. Teman2 yg mengenal masa kecil berlian gantengku ini pun sering menanyakannya. "Mbak Dewi......mas Hafizh itu sadar gak sih kalau waktu kecilnya dempal, imut, lucu, ee......sekarang dah gede aja." begitu kira2 pertanyaan mereka. Selain lucu dia juga cerdas banyak nanya maupun protes. Aku dan ayahnya kadang harus ngaku bahwa belum bisa menjawab pertanyaan lugunya itu dan kamipun belajar lagi, mencari tahu, agar bisa memenuhi kehausannya akan hal baru yang membuatnya penasaran itu.

Selain menghafal surat-surat Al Qur'an, berpuasa secara bertahap (yang pernah kuceritakan) yang kuterapkan padanya sejak masih sangat belia membuatnya bisa berpuasa full sejak usia 6 th tanpa disuruh maupun tanpa dia merasa kesulitan. Bahkan dia melaluinya dengan suka cita. Makan sahur meski sambil terkantuk2, shalat duha, shalat wajib berjama'ah di masjid meski harus dilakukannya sendirian jika siang hari ayahnya ke kantor, lalu heboh berbuka puasa dan lintang pukang menuju masjid untuk mengejar shalat magrib berjama'ah yang terkadang raka'at pertama hanya dapat buntutnya karena dia berbuka terlebih dahulu sebelum ke masjid, juga mondar mandir ke masjid saat Isya' maupun taraweh sangat dinikmatinya. Lucu banget bocah dempal putih ganteng itu mondar mandir antara rumah dan masjid dengan gembira.

Pernah dia bertanya padaku (sekitar kelas3-4 SD), kenapa pada bulan Ramadhan warung makan ditutup kain setengah, malah ada yang tutup sama sekali gak jualan. Lalu kenapa banyak tulisan "Hormatilan orang yang berpuasa.". Dan masih banyak lagi pertanyaan2 lain tentang puasa yang keluar dari mulut gantengku itu polos. Karena dia sudah biasa kuajak berpikir, berdiskusi, aku bukannya menjawab malah balik bertanya;

"Menurut sayang Mama kenapa? Harusnya bagaimana?"

"Menurutku sih Ma, biar saja warung buka, berjualan. Kan itu kerjaan dia, kalau tutup nanti mereka sekeluarga makan apa? Harusnya gak papa orang yang tidak berpuasa itu makan minum di depan kita yang berpuasa, emangnya kenapa? Kita berpuasa tidak perlu dihormati dengan gitu, apalagi kan kita banyakan. Jadi harusnya kita sebagai orang yang puasa yang harus menghormati yang gak puasa. Kasihan kan yang gak puasa itu sedikit lalu gak enak makan minum saat yang lain puasa."

Hmm..............melted tahu gak?! Jadi menurut pendapat berlian ganteng SD ku waktu itu "Hormatilan Orang Yang TIDAK Berpuasa."

Alhamdulillah.......pendapat dia waktu kecil iu tentu sangat membantunya melalui puasa yang sudah ke tiga kalinya dengan yg sekarang ini di negeri orang yg mayoritas tidak puasa dengan sahur jam 3 pagi dan berbuka jam 10 malam. Juga shalat taraweh sendirian setiap malam, kecuali weekend karena memang hanya weekend saja ada taraweh berjama'ah di 'masjid' dengan komunitas muslim sekitar tempat tinggalnya yang sedikit. Good luck cintaku, semoga Allah selalu melimpahkan berkahNya padamu.

Dan sudah tiga hari ini berlianku di rumah, di Indonesia, di Jakarta, menikmati berpuasa singkat. Hanya sejak jam setengah lima hingga jam enam sahaja!!! Selesai dua malam dia jetlag, baru malam ketiganya dia sudah 'ilang' ke masjid setelah berbuka. Hahaha......tentu teman2 remaja masjid dan bapak2 ta'mir masjid menyambutnya gembira. Selama berlianku tidak ada bapak2 itu menegurku bergurau; "Waah.... kami kehilangan nih bu, gak ada lagi yg narik2 kambing saat Iedul Adha."

Dan sampai sekarang dia tetap berpendapat; "Hormatilah orang yang TIDAK berpuasa."

Senin, 08 Juli 2013

Mendidik Pemuda

Assalamu'alaikum.....pagiiii semuaaa......ini tulisan beberapa bulan lalu, saat aku nengok gantengku.

Setelah mondar mandir akhirnya aku nengok studio mungil tempat si gantengku tinggal lagi sebelum nanti bakal kutinggalin lagi jika aku harus ke 'tetangga' tuk ngurus keperluan lain yg juga menjadi bagian dari tugasku kemari. Eiffel.....I'm coming.......eh, aku mungkin gak nengokmu karena aku akan ke kota lain yg deketan pengrajin jam, maaf ya......keknya gak sempet ke Paris deh. C u next time kalo ku ke sini lagi, n moga bisa sama si ganteng pacarku itu. Kan jd Eiffel I'm in love......again. Haha....miss u cintaku...

Kemarin, setelah main bola, acara mingguannya, dia ngabari kalau teman2nya akan ke rumah dan minta jatah kumasakin makanan Indonesia. Gubrag deh, ya sudahlah apa yang ada di kulkas mininya kuoptimalkan karena memang gak siap. Mana pada menit terakhir sebelum pulang dia melaporkan adanya lonjakan peserta. Weeeks...... Terpaksa masak ronde kedua saat mereka sdh makan, maknyak masak lagi. Daaaan.......ludes lagi. Enak apa laper yak?

Eh.....aku bukan mau sombong bisa masak ya, itu kekhilafan mereka aja kalo bilang masakanku enak. Aku mau cerita hal yang menurutku menarik. Dari beberapa teman berlianku itu ada satu yang anak sini, WN sini, bule gitu, usianya sudah hampir 30 th tapi masih seangkatan sama berlianku kuliahnya. Lho?? Ya emang. Setelah brol ngobrol, dia ternyata tinggal sendiri, terpisah dari ortunya meski masih sekota, sejak usia 19 th. Why? Kutanya donk......eh dia yang malah heran kenapa anak Indonesia sampai tua bahkan ada yang sudah nikah aja masih tinggal di rumah orangtuanya. Kok gak malu ya? Manja manja anak Indonesia itu. Gitu pendapat dia. Hahaha.........

Lalu kutanya lagi ah, waktu keluar rumah orangtuanya, bagaimana kamu menghidupi diri? Apa masih minta dari ortu? Wuidiiih........ya tidaklah yaow......gitu kira2 jawaban dia. Di sini anak lulus SMA biasa ambil sertifikat untuk bisa kerja. Ada semacam pelatihannya, sekolah, dapat sertifikat. Karena hampir semua kerjaan harus pake sertifikat. Lalu......setelah beberapa th mereka ada yg kuliah lagi seperti temen anakku ini atau ya gak kuliah, kerja aja terus. Dan uni di sini negri sekalipun seperti tempat berlianku kuliah, masih menerima warganya yg lulusan sma tahun berapapun untuk kuliah. Asal lulus testnya. Lha di kelas anakku aja ada yg sudah usia 39 yg dipanggil Oom sama berlianku. Malah yang baru lulus SMA kek berlianku cuma ada 4, salah satunya dari Indonesia donk.......si ganteng. Hallah.....

Makanya yang kuliah biasanya ya serius belajar dan tahu apa tujuannya kuliah. Bukan sekedar ngelanjutin sekolah setelah sma, yang mana terkadang jurusan aja masih bingung ga jelas, belajar belum tentu biar pahan, cuma ngincer IP tinggi, lalu ijazah jadi bekal cari kerja sedapetnya mau sesuai jurusan atau tidak sikat bleh yang penting gaji ok, malah tidak sedikit yang ngincer jadi PNS katanya (kata siapaaaa) kerja ringan, sulit dipecat, mapan, dll ehem....bisa korupsi paling tidak korupsi waktu(kata siapaa lagiiiii), yang sayangnya sedikit yang niatnya pengabdian melayani masyarakat. Hehehe......tapi bukan iSTANers kali ya yg begitu?!

Aku jadi mikir, kenapa ya di Indonesia untuk kuliah di PTN harus fresh graduate paling lama 2-3 th? Kenapa kita ga memberi kesempatan anak2 lulus sma untuk belajar kerja lalu setelah dia yakin akan menggeluti bidang apa dan mempelajarinya lebih dalam dia diberi kesempatan kuliah di PTN? Kenapa ya, kita kurang menghargai passion seseorang? Misalnya dia sukaaaa banget melayani dalam hal kebersihan, lalu seorang anak memilih jadi petugas kebersihan alias tukang sampah. Kira2 apa kata oratunya? Apalagi kalau ortumya (merasa) kaya, pinter, terpandang, dll. Lha di sini aku ketemu anak seorang dosen dan kebetulan keluarganya cukup kaya, yang memilih setelah lulus sma ikut pelatihan dan kerjanya jadi semacam penjaga malam di asrama. Dia memilih tidak kuliah. Dan ortunya biasa2 aja, sama sekali tidak keberatan karena mereka tahu itu passion anaknya. Dan si anak menikmati banget kerjaannya sehingga dia bekerja dengan sangat baik.

Waaaaaaa...........itu sebagian dari mimpiku. Setiap anak di Indonesia nantinya akan bisa melakukan pekerjaan sesuai passionnya sehingga dia bekerja dengan hati. Tapi.........dengan jaminan bahwa negara menjamin kehidupan setiap warganya. Dan bukan malah memacu rakyat untuk ambisi kaya dengan alasan menaikkan apaan?? Tau deh, rakyat kecil kek aku emang ga ngerti jalan pikiran pejabat. Puanjaaang kalau aku uraikan mimpiku di sini dan pasti akan membosankan!

Pokoke........*dream* Bismillah.......kabulkan ya Allah.......aaamiiiin.......

Gitu ceritaku pagi ini sambil menikmati secangkir jahe anget di suhu yang tdk terlalu dingin untuk winter, 6 dercel. Serti biasa, yang tidak berkenan delet aja, eh........lagi2 kalo terlanjur baca lupakan aja pernah baca. Lupa........*hipnotis style*

Terima kasih yg berkenan baca, mohon maaf jika ada salah kata.

Salam Indonesia jaya di masa depan,

Wassalam,