Halaman

Kamis, 17 Oktober 2013

Pengen Deket Mama

Assalamu'alaikuum.......pagi semuanya........semangat hari Kamis, tetep donk optimis. Hallah!

Hm.....boleh cerita lagi yaa....biasalah tentang berliankuuuuuuh. Dan emang si IPS ganteng lagi jadi menu sehari2 yg renyah, karena dialah yg lagi heboh setiap hari laporan, cerita, n ngerumpi sama maknyak. Adik kelas lagi suka curhat ke kakak kelasnya. Huhuuuy.......😉

Bnyak cerita yg dia bawa setiap hari. Berbagai kisah yg dilihat maupun dialami di CL kendaraan yg selalu mengantarnya ke kampus kita biasanya menjadi menu setiap sampai rumah atau mau berangkat. Haha...... Lalu dosen yg sering seenaknya tidak datang, mendadak mengganti jam atau hari, sehingga membuatnya harus jd 'orang alim' istilah yg dia pilih karena dia yg tdk kost deket kampus, jadi rajin i'tikaf di masjid MBM. Nunggu kepastian kuliah. Eeh....mbak Arifah bu dosen teladan istri mas Taufik yg hebat itu pernah bilang ke aku, "Untung aku bukan dosennya mbak, bisa dilaporin ke mb Dewi nih kalo gak bener." Hahaha........dikau dosen hebaaat dinda, berlianku nyeseel habis ga bisa diajar olehmu.

Suatu hari dia cerita, kali ini serius. Gak becanda2 spt biasa. Gak ada keisengan khasnya. Duh...ada apa ya, pikirku.

"Ma, Pa, aku merasa kecil banget, cemen. Temanku yg nglepasin sbmptn kan cerita, katanya dia milih STAN karena dia anak sulung. Ayahnya sudah tua. Jadi dia harus ngertiin bahwa dia akan jadi pengganti ayahnya sebagai tulang punggung keluarga. Milih STAN maka kerjaan sdh jelas.  Padahal mimpi dia, cita2 dia, ya yg sbmptn, bukan STAN. Sementara alasanku milih STAN cemen banget, biar deket mama. Kesannya aku manja banget."

Begitu paparnya sedih dan merasa bersalah.

Cintakuuuu.......berlian indahkuuuu........Mendengar penuturannya justru membuatku semakin bangga padanya. Semakin cinta kalo kata Vina Panduwinata. Hayyaaah..... Lalu aku pun menanggapi curhatnya.

'Mas.....siapa bilang alasan ganteng mama cemen? Sama sekali tidak! Itu menunjukkan kalau sayang mama mempunyai kepedulian yang sama seperti temanmu itu. Peduli dg keluarga. Dan kepedulian dengan keluarga adalah hal sangat penting. Alhamdulillah meski bukan berlebih, tetapi kita tidak sampai kekurangan, mas bisa memilih mau STAN atau bukan tanpa terlalu harus memikirkan biaya. Oleh karena itu sayangku......camkan, niatkan, tanamkan untuk dicapai, jadilah nanti pengambil keputusan negara ini. Lalu....buatlah sebuah kebijakan, dimana tidak boleh lagi ada anak Indonesia yang mengorbankan mimpinya, passionnya, hanya karena biaya pendidikan. Upayakan agar Indonesia nantinya bukan penuh dengan orang2 frustasi, bekerja karena terpaksa, merasa terjerumus pada hal yg bukan kesukaannya. Tetapi Indonesia melimpah dg orang yg bekerja dengan senang, berkarya penuh cinta, melakukan apapun karena pengabdian, dan menikmati apa yg mereka lakukan. Oce?!"

Wajah gantengnya yg tadi keruh, sedih, berubah jadi binar indah. Dia mengangguk dan berjanji belajar sungguh2, tdk lagi seadanya seperti jaman SMA yg hanya memenuhi standar lalu dia nikmati sisa waktu dengan maiiiin.....hahaha.....sampai2 di kampus baik dosen maupun teman2nya heran, anak IPS gak ranking, kok bisa masuk STAN? Ya dia emang puinteerrr kok sakjane. Hanya saja tdk mengoptimalkan kapasitasnya aja. *abaikan itu pujian ibu ke anaknya pastinya lebay*

Begitulah berlian IPSku, bagaimana berlianmu??? Pasti jauh lbh hebat. Ceritain yaaaa.......biar kubisa belajar dan meniru.

Salam hangat, sehangat mentari pagi ini. 😄😜😉💞🌞

Wassalam,

2 komentar:

Unknown mengatakan...

mohon izin untuk nyimak dan buka-buka blognya ya :)

Unknown mengatakan...

Silahkan Bapak......terima kasih berkenan mampir.