Halaman

Jumat, 13 April 2012

C I N T A

Cinta seorang ibu itu tulus, murni, tak berpamrih. Sampai kapanpun, bagaimanapun keadaannya, ibu selalu cinta pada anak-anaknya. Sebuah kebahagiaan jika cintanya berbalas. Meski menyakitkan, namun seorang ibu TETAP mencintai anaknya yang tidak mencintainya. 

Melihat gambar ini, membuat iri ibu manapun. Kebahagiaan tiada tara melebihi mempunyai dunia seisinya jika mempunyai anak seperti ini.

Anak-anakku, berlian-berlian indahku, I Love U.................


Penuh Cinta

Selasa, 10 April 2012

Manakala Hidupmu Tampak Susah Untuk Dijalani...

 
Seorang professor berdiri di depan
kelas filsafat dan mempunyai
beberapa barang di depan mejanya.

Saat kelas dimulai, tanpa
mengucapkan sepatah kata, dia
mengambil sebuah toples mayones
kosong yang besar dan mulai mengisi
dengan bola-bola golf.

Kemudian dia berkata pada para
muridnya, apakah toples itu sudah
penuh? Mahasiswa menyetujuinya.

Kemudian professor mengambil sekotak
batu koral dan menuangkannya ke
dalam toples. Dia mengguncang dengan
ringan. Batu-batu koral masuk,
mengisi tempat yang kosong di antara
bola-bola golf.

Kemudian dia bertanya pada para
muridnya, Apakah toples itu sudah
penuh? Mereka setuju bahwa toples
itu sudah penuh.

Selanjutnya profesor mengambil
sekotak pasir dan menebarkan ke
dalam toples...

Tentu saja pasir itu menutup segala
sesuatunya. Profesor sekali lagi
bertanya apakah toples sudah penuh?

Para murid dengan suara bulat
berkata, "Yaa!"

Profesor kemudian menyeduh dua
cangkir kopi dari bawah meja dan
menuangkan isinya ke dalam toples,
dan secara efektif mengisi ruangan
kosong di antara pasir.

Para murid tertawa...

"Sekarang," kata profesor ketika
suara tawa mereda, "Saya ingin
kalian memahami bahwa toples ini
mewakili kehidupanmu.
"

"Bola-bola golf adalah hal-hal yang
penting - Tuhan, keluarga, anak-anak,
kesehatan, teman dan para
sahabat. Jika segala sesuatu hilang
dan hanya tinggal mereka, maka
hidupmu masih tetap penuh.
"

"Batu-batu koral adalah segala hal
lain, seperti pekerjaanmu, rumah
dan mobil.
"

"Pasir adalah hal-hal yang lainnya
- hal-hal yg sepele.
"

"Jika kalian pertama kali memasukkan
pasir ke dalam toples,
"  lanjut
profesor, "Maka tidak akan tersisa
ruangan untuk batu koral ataupun
untuk bola-bola golf. Hal yang sama
akan terjadi dalam hidupmu
."

"Jika kalian menghabiskan energi
untuk hal-hal sepele, kalian tidak
akan mempunyai ruang untuk hal-hal
yang penting buat kalian
"

"Jadi..."

"Berilah perhatian untuk hal-hal
yang kritis untuk kebahagiaanmu.
Bermainlah dengan anak-anakmu.
Luangkan waktu untuk check up
kesehatan.


Ajak pasanganmu untuk keluar makan
malam. Akan selalu ada waktu untuk
membersihkan rumah, dan memperbaiki
mobil atau perabotan.
"

"Berikan perhatian terlebih dahulu
kepada bola-bola golf - Hal-hal
yang benar-benar penting. Atur
prioritasmu. Baru yang terakhir,
urus pasir-nya
."

Salah satu murid mengangkat tangan
dan bertanya, "Kalau Kopi yg
dituangkan tadi mewakili apa?"

Profesor tersenyum, "Saya senang
kamu bertanya. Itu untuk menunjukkan
kepada kalian, sekalipun hidupmu
tampak sudah begitu penuh, tetap
selalu tersedia tempat untuk
secangkir kopi bersama sahabat"
:-)
 
---------------------
Tulisan di atas disari dari "google bottle".

Rabu, 04 April 2012

Daun Pegagan


Sesekali saat lagi di rumah sambil menemani Princessku main air, aku menyiangi membersihkan tanaman liar di sekitar rumput gajah mini kesayangan pacarku. Waaaaa...ternyata ada daun pegagan di sana! Waktu masih kanak-kanak aku sering menemani eyang memetik daun pegagan untuk dibuat trancam alias urap yang sayurannya tanpa direbus. Eyangku itu sangat mengerti manfaat alam sekitar. Makanya beliau masih sehat kuat berpuasa cantik berseri di usianya yang nyaris 100 tahun. Beliau wafat saat aku masih SMP. 

Nyesel aku dulu tidak serius mempelajarinya dari beliau, karena ternyata saat beberapa tahun lalu ketemu dokter naturopati yang mendalami pengobatan herbal, aku mendapati bahwa kemampuan akan manfaat alam sekitar untuk kesehatan eyangku jauh sekali melebihi dokter itu.

Daun pegagan, daun kelor, daun dadap serep, sirih, kunyit, jahe, kencur, jinten, dll selalu menjadi andalan eyang maupun ibu bapak untuk pengobatan dan perawatan kesehatan. Eyangku juga selalu menggunakan lulur, mangir, bedak, parem, dan berbagai perawatan tubuh buatan sendiri. Perawatan kesehatan dan pengobatan yang murah, enak, dan aman karena tanpa bahan kimia buatan.

Kembali ke daun pegagan, tahu gak manfaatnya? Banyak dan sangat bermanfaat untuk kita manusia yang sering tidak peduli dengan keberadaannya. Padahal, ada kok di Wikipedia. Nih aku copy ya:

Pegagan (Centella asiatica) adalah tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, serta pematang sawah. Tanaman ini berasal dari daerah Asia tropik, tersebar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan. Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Masyarakat Jawa Barat mengenal tanaman ini sebagai salah satu tanaman untuk lalapan.

Nama Lokal

Pegaga (Aceh), daun kaki kuda (Melayu), ampagaga (batak), antanan (sunda), gagan-gagan, rendeng (jawa), piduh (bali) sandanan (irian) broken copper coin, semanggen (Indramayu,Cirebon), pagaga (Makassar), daun tungke (Bugis) buabok (Inggris), paardevoet (Belanda), gotu kola (India), ji xue cao (Hanzi)

Jenis Pegagan

Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai hingga dijadikan pennutup tanah. Jenis pegagan yang banyak dijumpai adalah pegagan merah dan pegagan hijau. Pegagan merah dikenal juga dengan antanan kebun atau antanan batu karena banyak ditemukan di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Pegagan merah tumbuh merambat dengan stolon (geragih) dan tidak mempunyai batang, tetapi mempunyai rhizoma (rimpang pendek). Sedangkan pegagan hijau sering banyak dijumpau di daerah pesawahan dan disela-sela rumput. Tempat yang disukai oleh pegagan hijau yaitu tempat agak lembap dan terbuka atau agak ternaungi. Selain itu, tanaman yang mirip pegagan atau antanan ada empat jenis yaitu antanan kembang, antanan beurit, antanan gunung dan antanan air.

Kandungan

Pegagan yang simplisianya dikenal dengan sebutan Centella Herba memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Diduga glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside merupakan antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.

Sifat dan Manfaat

Pegagan berasa manis, bersifat mendinginkan, memiliki fungsi membersihkan darah, melancarkan peredaran darah, peluruh kencing (diuretika), penurun panas (antipiretika), menghentikan pendarahan (haemostatika), meningkatkan syaraf memori, anti bakteri, tonik, antispasma, antiinflamasi, hipotensif, insektisida, antialergi dan stimulan. Saponin yang ada menghambat produksi jaringan bekas luka yang berlebihan (menghambat terjadinya keloid)

Manfaat pegagan lainnya yaitu meningkatkan sirkulasi darah pada lengan dan kaki; mencegah varises dan salah urat; meningkatkan daya ingat, mental dan stamina tubuh; serta menurunkan gejala stres dan depresi. pegagan pada penelitian di rsu dr.soetomo surabaya dapat dipakai untuk menurunkan tekanan darah,Penurunan tidak drastis, jadi cocok untuk penderita usia lanjut.

Pengolahan

Kebanyakan pegagan dikonsumsi segar untuk lalapan, tetapi ada yang dikeringkan untuk dijadikan teh, diambil ekstraknya untuk dibuat kapsul atau diolah menjadi krem, salep, obat jerawat, maupun body lotion.

Makanya......meski pegagan ini tumbuh liar di sekitar rumput gajah yang sengaja ditanam, namun aku tidak berniat mencabutnya. Aku biarkan saja dia tumbuh di sana dan akan aku manfaatkan seperti eyang dulu memanfaatkannya. 



pegagan di halamanku


Kamis, 15 Maret 2012

PEMINUM TEH HIJAU LEBIH LINCAH DI USIA SENJA



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Orang lanjut usia atau lansia yang secara teratur minum teh hijau ternyata lebih lincah dan mandiri dibanding mereka yang tidak, demikian menurut sebuah penelitian di Jepang yang melibatkan ribuan orang sebagai sampel.

Teh hijau mengandung bahan kimia antioksidan yang dapat membantu mencegah kerusakan sel yang dapat menyebabkan penyakit. Para peneliti telah mempelajari efek teh hijau terhadap segala hal mulai dari kolesterol hingga risiko terhadap kanker tertentu. Sejauh ini, hasilnya beragam. Untuk penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam 'American Journal of Clinical Nutrition', para peneliti memutuskan untuk menyelidiki pertanyaan apakah peminum teh hijau memiliki risiko lebih rendah terhadap kerapuhan dan cacat saat mereka memasuki usia senja atau lansia.


Yasutake Tomata dan rekan-rekannya dari Sekolah Pascasarjana Universitas Kedokteran Tohoku mengikuti hampir 14.000 lansia berusia 65 atau lebih selama tiga tahun. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang paling sering minum teh hijau adalah yang paling sedikit mengembangkan 'cacat fungsional', atau masalah dengan kegiatan harian atau kebutuhan dasar, seperti berpakaian atau mandi. Menurut penjelasan lebih mendalam, hampir 13 persen orang dewasa yang minum kurang dari secangkir teh hijau per hari bisa menjadi cacat secara fungsional dibandingkan dengan 7 persen orang yang minum setidaknya lima cangkir sehari.



"Konsumsi teh hijau secara signifikan berhubungan dengan risiko lebih rendahnya kecelakaan yang disebabkan oleh kecacatan fungsional, bahkan setelah kemungkinan penyesuaian terhadap faktor pembaur," tulis Tomata dan rekannya dalam laporan penelitian yang dikutip Reuters.

Namun, penelitian ini tidak membuktikan bahwa hanya teh hijau yang mampu membuat orang sigap saat mereka lansia. Pecinta teh hijau umumnya memiliki pola diet yang sehat, antara lain mengonsumsi lebih banyak ikan segar, sayuran dan buah. Selain itu, mereka umumnya memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, kemungkinan merokok yang lebih rendah, kemungkinan serangan jantung dan stroke lebih sedikit, dan ketajaman jiwa yang tinggi. Mereka juga cenderung lebih aktif secara sosial dan memiliki lebih banyak teman dan keluarga untuk bisa diandalkan. Tetapi bahkan jika faktor-faktor tersebut juga diperhitungkan, teh hijau itu sendiri sangat terkait dengan rendahnya risiko cacat, kata para peneliti.



Orang yang minum sedikitnya lima cangkir teh hijau sehari, kurang dari sepertiganya kemungkinan mengembangkan cacat dibanding dengan mereka yang minum kurang dari satu cangkir per hari. Orang yang minum rata-rata tiga atau empat cangkir per hari memiliki risiko 25 persen lebih rendah. Meskipun tidak jelas bagaimana kemungkinan teh hijau menawarkan pencegahan terhadap kecacatan, tim Tomata mencatat bahwa salah satu studi baru-baru ini menemukan ekstrak teh hijau tampaknya dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai wanita lansia. Teh hijau dan ekstrak yang dianggap aman dalam jumlah kecil mengandung jumlah kafein dan vitamin K dalam jumlah kecil pula, yang berarti dapat mengganggu obat yang mencegah pembekuan darah.


Sumber : Detik Health

Oalah.......dietnya juga mempengaruhi, jadi bukan hanya teh hijau to??!

Selasa, 13 Maret 2012

Misteri Kontenkasi

Suatu kenikmatan tersendiri mengikuti detik demi detik tumbuh kembang berlian-berlianku. Apapun rela kukorbankan demi kemewahan itu. Sesuatu yang hanya terjadi sekali, tidak mungkin diulang lagi. Bagaimana mereka 'mlungker' manja di pelukan, lucunya mereka jika menggeliat meregangkan tubuh mungilnya, gigi pertamanya yang nyembul membuat mereka geram untuk menggigit apapun, kegigihan mereka mencoba hal baru dan segera bangkit lagi untuk menebus kegagalannya, langkah kakinya yang pertama, kata pertama yang meluncur dari bibir mungil itu, coretan pertama, keisengan pertama, semuanya aku nikmati sendiri, tidak aku delegasikan. Karena semuanya indah tak terulang lagi. Begitu juga dengan princessku yang menorehkan keindahan itu yang kali ini aku ajak mas-masnya terlibat di dalamnya sekaligus mereka bernostalgia karena memang banyak kemiripan meski tetap berbeda karena setiap anak mempunyai keunikannya masing-masing.

Sejak pertama bisa berbicara, princessku berceloteh setiap saat. Membuka mata bangun dari tidurnya, langsung meluncur berbagai kata yang terkadang kami harus sedikit mengerutkan dahi menebak maksudnya. Biasanya dia akan berteriak gusar jika ada kata-kata yang sulit kami mengerti. Dan.......tentu saja makin lucu menggemaskan yeng membuat mas-masnya berebut mencium bibir monyong adik cantiknya itu. Jambakan dan gigitan kesel Princess tidak mengurangi antusias ciumannya mas-mas. "Mamaaaa................." berlari tertatih menghambur ke pelukanku menjadi pilihan terbaik demi menyelamatkan diri dari serbuan fans tak tahu diri itu.

Setiap hari ada saja tambahan vocab yang didapat si cantik kami. Entah dari mana dia memperoleh tambahan kata baru itu. Dia layaknya spons, menyerap semua air yang mendekat. Bagaikan magnet, cepat sekali menempelkan semua jenis besi yang ada di sekitarnya. Sap! bahkan kamipun tidak sempat menyadari serapan yang dilakukannya. Berangsur keluar kata-kata ini dari mulut mungil usia setahun dst:

penjelasan       masalahnya        kerjasama        kesimpulan       sesuatu
optimum          tatkala               seandainya       suatu hari          semestinya
kecuali             kadang              umpama          segera
rambu              tanda                 jika                 kemudian

Dan masih banyak lagi kata baru yang dikeluarkannya dengan memasukkannya ke dalam kalimat yang terkadang tidak pas namun lucu dan bermakna baginya. Apabila dia menemukan sebuah kata baru namun tidak mengerti artinya, tidak segan-segan dia menanyakannya dan lalu mendebatnya jika dia rasa kami salah menjelaskan atau dia tidak mengerti penjelasan kami. Duh! Nanya aja masih argue. Sebaliknya, jika dia merasa mengerti artinya, maka dengan cueknya dia pakai kata itu dalam kalimat bentukannya sendiri tanpa mempedulikan apakah kita mengerti atau tidak. Asumsi dia, kami harus mengerti karena kami lebih dulu ketemu kata-kata itu. Ibarat peraturan, kami dianggap mengerti jika peraturan tersebut sudah masuk lembar negara.

"Kontenkasi" adalah sebuah kata yang sudah dia populerkan sejak usianya baru dua tahun yang tidak kami mengerti dan kami tetap HARUS mengerti. Banyak kalimatnya yang dilengkapi dengan kata ini. KONTENKASI. Aku, ayahnya, mas-masnya, sudah berjuang memeras otak untuk mencari definisi kata ini. Segala kamus, google, bahkan primbon pun tidak memuat arti kontenkasi di dalamnya. Jika kami menanyakan ke princess, dia akan menjelaskan dengan kalimat lain yang membuat kami makin tidak mengerti. Lalu dia akan marah andai kami masih tidak mengerti maksudnya. Ooh.......kontenkasi, apa sih maknamu?

Haripun bergulir dan masih sering terdengar teriakan ataupun pernyataan lembut penuh wibawa Princess kami, "Kontenkasi....." Mumet mumet deh kami. Ya sudah manut saja dengannya. Kontenkasi sajalah pokoknya, jangan banyak tanya apalagi protes.

Dua minggu lalu, setelah tiga tahun kami tidak mengerti dan hanya bisa menduga-duga arti kontenkasi dengan resiko dipleroki (melotot agak melirik marah namun terlihat jenaka jika dia yg melakukan) jika salah menerka, Princess cantik kami tersenyum senang penuh kemenangan dan keisengan menjelaskan apa maksud dari kontenkasi karena dia sudah menempatkan kata itu dengan tepat sekaligus dia sertakan subtitlenya. Hahaha...........

"Mas, kita itu harus kontenkasi jika melakukan sesuatu. Maksud adek, ya kontenkasi itu artinya konsentrasi. Begitu mas.................."

Gubraaaaggggg..................kami hanya bisa tersenyum dan menghela nafas lega. Kontenkasi............solved!=D> applause.

Sabtu, 10 Maret 2012

Hari Perempuan Internasional?

Aku baru tahu kalo hari ini adalah hari perempuan. Ahaha.....apa dan mengapa, aku sama sekali gak ngerti. Hallah.....payah. Iya. Gak ngerti. Sekarang banyak hari yang di klaim sebagai hari ini dan hari itu. Bagus sih, apalagi kalo kemudian membuat tanggalnya diwarnai merah. Uhuuuiiiiiiy....tanggal yang memungkinkan untuk beruprek2 ria yang kadang membuatku besoknya harus beramah tamah sama tetangga yg terganggu dengan kehebohan kami sekeluarga di hari libur.

Kembali ke hari perempuan, teman2ku sibuk saling mengucap selamat. Juga pada mendapatkan ucapan selamat dari teman, rekan, termasuk pacar atau suami mereka. Iiiiiihhhhh.....senengnya... Apapun, seneng aja kan mendapat ucapan selamat. Apalagi jika ada hadiah kecil, senyuman manis, coklat, bunga, meski bagiku yg lebih menarik sebenarnya ya pokoknya. Hehehe.......

Lho?! Kok adem ayem aja nih? Tidak ada ucapan apapun ke aku, apalagi hadiah. Huh! Sebel. Ngiriiii......
Saat aku protes, pacarku hanya tersenyum dan bilang; "Buat apa ucapan selamat hari perempuan sayang?" *makin sebel, manyun* Dia belum selesai, ih ngapain diterusin kalo cuma ngomongin yg ga nyenengin aku? batinku. Tapi ya tetep aja aku dengerin. Lha wong cinta. Huh!
Katanya kemudian tetep senyum yg kali ini nyebelin meski tetep manis; "Kamu itu kan bukan perempuan, tetapi bidadari."

Gubraaaaaggggg........

Rabu, 07 Maret 2012

Main Hujan

Setelah panas menyengat, tiba-tiba mendung dan hujan deras disertai angin kencang. Akhir-akhir ini cuaca sering seperti itu. Lumayan mengagetkan bagi kulit sensitifku. Hehehe.....dokterku jangan marah ya kalau aku datang dengan kulit bak udang rebus. Bukannya aku berpanas-panas ria, tapi emang sinar matahari sedang panaaaaassss.

Waktu kecil dulu, hujan itu artinya seru, menyenangkan, bisa berlarian di halaman di tengah hujan atau mandi hujan di rumah. Ya, di rumah Bapak Ibu dulu ada ruang terbuka di dalam rumah sehingga aku bisa berhujan-hujan di sana. Talang yang mengucurkan air malah aku jadikan pancuran yang mengasyikkan untuk disongsong kucuran airnya. Aku hanya akan dipanggil jika sudah terlalu lama bermain hujan. Hahaha.........orangtuaku memang pengertian. Mengerti betapa asyiknya bermain hujan.

Setelah aku punya anak, tentu saja aku tidak tega melarang mereka melakukan ritual kesukaanku dulu itu. Hujan-hujanan! Wuuuiiih.......ternyata merepotkan lho membiarkan mereka bermain hujan. Harus diawasi jangan sampai berbahaya, karena dengan air hujan tanah menjadi licin. Belum lagi tiga jagoan bermain hujan, harus hati-hati dan waspada. Juga harus segera dihentikan jika rambu-rambu sudah terlihat, seperti bibir biru misalnya. Setelah itu, memandikan mereka, membalur tubuh dempal mereka dengan minyak telon, dan menyiapkan makanan dan susu hangat tidak boleh dilupakan. Biasanya diakhiri dengan menyelimuti ketiganya yang terlelap dengan senyum lebar di bibir mereka.

Sekarang, Princessku gak punya teman main hujan kecuali jka mas-masnya libur. Itupun kadang mereka tidak berminat karena hanya akan menjadi asisten adiknya yang maunya bermain sesuai seleranya yang girly banget. (Hahaha............tapi demi cintanya sama adik, ABG ku yang sudah SMA yang macho, yang cool, yang suka ngeband, yang jagoan futsal, yang juara Kata, yang lompat sabuk di bela dirinya, yang digandrungi banyak cewek, mau bermain boneka barbie dengan Princess.) Makanya si cantik ini sering melewatkan bermain hujan karena tidak ada masnya yang berhasil dilobynya.

Suatu hari, seperti biasa hari panas tiba-tiba menjadi gelap dan hujan deras. Princess yang sedang bermain sendirian kulihat asyik sekali. Berbagai boneka berjejer rapi mendengarkannya berpidato. Hahaha.....dia memang suka berpidato. Kadang mas-masnya atau aku atau bahkan ayahnya jika sedang di rumah dia minta mendengarkan pidatonya yang panjang lebar, membosankan namun menjadi mengasyikkan karena bisa sering mencium bibir monyongnya itu.

Tiba-tiba;
"Toloong...aku kejebak, oh.....aku gak bisa keluar dari sini." teriak Princess.

Tentu saja aku sangat kaget. Segera aku berlari ke arah suara itu. Pas aku keluar dan melihatnya, dia tersenyum manis minta pengertianku bahwa dia sedang main hujan. Dia berakting seolah hujan adalah terali yg mengurungnya. Dia berlarian ke sana kemari namun terjebak hujan yang mengurungnya. What could I do? Selain ikutan? Nyok maree...............main hujan sama Princess. *pacarku tentu hanya akan tersenyum, geleng2 kepala*

Selasa, 21 Februari 2012

Berlianku Dilarang Ke Masjid??

Beberapa hari lalu mendengar teman yang mengatakan; "Alhamdulillah.....di masjid dekat rumah saya banyak jama'ah anak-anaknya shalat tertib dan rapi, tidak rame, tidak bersuara, tidak bermain, tidak berlarian."

Hmm.......aku hanya tersenyum heran. Anak-anak? Banyak? Tidak rame? Tidak berlarian? Tidak bermain? Shalat tertib dan rapi? Kelihatannya menyenangkan ya? Mengagumkan? Sempurna?

Kalau menurutku sih, tidak normal, aneh, dan menimbulkan tanda tanya besar bagiku, karena dunia anak adalah bermain. Tidak peduli di manapun, dalam kondisi apapun, bahkan saat terjadi bencana besar, bagi mereka tidak ada yang lebih penting dan mengasyikkan selain bermain. Apalagi jika mereka berbanyak. Jadi kalau mereka bersikap seperti itu malah aku kasihan. Dimana keriangan mereka? Kebandelan iseng mereka? Anak2 itu.......party di mana aja, kapan aja, sama siapa aja.......... &lt:-P party .

Jadi ingat berlian gantengku yang ketiga waktu usianya 2 tahun. Seperi biasa sejak usia setahun, sejak bisa jalan  (11 bulan), sudah diajak shalat ke masjid oleh ayahnya. Jika subuh, tentu saja dia tenang karena masih ngantuk, bahkan pulang pergi masih digendong, dan tidak ada teman sebayanya. Jama'ah kecilnya hanya dia dan dua masnya.Kadang di masjid dia hanya meneruskan tidur, hahaha.......

Nah.....jika waktu shalat selain subuh maka ada anak lain yang ikut juga. Ahaaayy.........si kecilku meski sudah duduk di shaf depan dekat ayahnya, dia akan menengok ke belakang jika mendengar keributan teman sebayanya. Lalu..................tergoda! Pelan-pelan dia beringsut menjauhi ayahnya, kemudian........... dia sudah melesat berlarian dengan teman-temannya. Namun dia tidak ribut bersuara karena dia tahu tidak boleh mengganggu yang sedang shalat. Saat tahiyat akhir, dia segera kembali ke sebelah ayahnya, duduk manis, tahiyat, dan ikut salam dan do'a seolah tidak terjadi apa2....

Hahaha...............ayahnya hanya tersenyum melihat keringat bercucuran di badan dempal kecil itu sambil mengusap kepalanya saat si kecil mencium tangan. Mas-masnya tersenyum maklum juga saat adiknya mencium tangan mereka karena mereka pun masih sering tergoda mengikuti keriangan adiknya itu.

Suatu hari aku mendengar kabar burung yang mengatakan kalau akan ada peraturan baru bahwa anak-anak akan dilarang shalat berjama'ah di masjid karena mengganggu, ribut, rame, dan berlarian. O M G......sebagai penyumbang terbesar jama'ah anak-anak (anakku tiga bo' yg rutin jama'ah) maka akupun tersungging. Tanduk langsung keluar. Grrggghhhhhh.................apa sih mau mereka? Huh! Awas aja! Batinku mengancam. Hohoho..................keluar sifat dasar emak2 yg anaknya diganggu. Galaks!!!!!

Kupasang telinga baik-baik, menunggu saat yang tepat. Ahaaa.............mereka akan rapat ta'mir. Segera aku datang ke masjid saat mereka rapat. Untung pacarku bukanlah ta'mir, sehingga tidak ada conflict of interest jika aku memporakporandakan rapat mereka. *lebay*

"Assalamu'alaikum..................." salamku takzim dan sopan.
"Maaf Bapak2 semua yang insya Allah shaleh, mohon ijin menyampaikan pendapat. Saya dengar akan ada larangan anak-anak ikut shalat berjama'ah di masjid ini ya? Sebagai ibu yang anak-anaknya selalu shalat berjama'ah di sini, sebelumnya saya minta ma'af jika anak-anak saya selama ini mengganggu kekusyu'an Bapak semua. Namun, saya sedih jika anak-anak saya dilarang shalat di sini. Karena bagi saya dan suami saya, membawa mereka ke masjid adalah cara kami membuat mereka cinta masjid, suka datang dan shalat berjama'ah. Jika Bapak2 hendak melarangnya, saya keberatan. Silahkan ditegur baik-baik jika mereka ribut, tapi jangan dilarang. Dan saya hanya ingin bertanya; Andai gara2 larangan Bapak2 itu membuat anak-anak menjadi tidak mengenal masjid, atau bahkan tidak suka ke masjid, ekstrimnya benci masjid, apakah Bapak semua berani menanggung dosanya? Lagipula, setahu saya sih anak-anak saya lebih rajin shalat berjama'ah di masjid ini dibanding beberapa Bapak yang ada di sini yang hendak melarangnya. Gitu saja Bapak, maaf mengganggu rapatnya. Maafkan saya juga jika ada salah kata.Terima kasih banyak."

Aku memberondongkan semua pendapatku dengan penuh perasaan, sedikit intimidatif, dan tanpa memberi mereka peluang menjawabnya. Memang tujuanku hanya menyampaikan, sedikit menyentil, dan aku tidak mau berdebat sama sekali. Kasihan kalau mereka kalah. Hahaha.............narcistnya kumat! Aku hanya ingin mereka menggunakan cara pandang lain, cara pandangku. Hehehe...........maksa!

Alhamdulillah.............akhirnya larangan itu tidak pernah dikeluarkan. Mereka hanya tersenyum sambil mengelus kepala berlian gantengku, yang memang rajin mencium tangan semua jama'ah sepuh setiap selesai shalat. Meski mereka melihat cucuran keringatnya setelah berlarian, tidak ada larangan yang dikeluarkan. Justru berlianku menjadi idola bapak2 itu, terbukti jika ayahnya tidak di rumah malah bapak2 itu ngajak mereka barengan ke masjidnya. Senangnyaaaaa.........

Sekarang............mereka senyum mahfum kalau melihat Princess kecilku ikut ke masjid bahkan saat shalat Jum'at sebagai satu2nya jama'ah cantik di sana. Jangan2 mereka mbatin; "Awas, jangan diganggu. Emaknya kecil tapi galak!" Hahaha..................

Aku juga melihat mulai banyak orangtua yang mengajak anak2 mereka shalat ke masjid. Katanya sih, mereka lihat anak2 kami yang Alhamdulillah memang baik2 sampai sekarang sdh ABG. Jadi mereka niru cara kami mendidik anak2. Huhuiyyyy.................ehem.......................jadi Ge Er deh. *hayooo......dilarang besar kepala*

Jumat, 10 Februari 2012

Gak Perlu Dengerin Khotbah Jum'at

by: Dewi
Shalat berjama'ah di masjid sudah menjadi kebiasaan berlian-berlianku, termasuk shalat Jum'at. Bahkan Princess kecil pun tidak mau ketinggalan ikut mas-masnya memakmurkan masjid jika mas-masnya sedang libur, baik shalat lima waktu maupun shalat Jum'at. Hahaha........dia selalu antusias dan maksa ikut, sementara mas-masnya menikmati saja mengajak si kecil cantik adik mereka itu. Hm.m....aku teringat tingkah mereka saat kecil, pendapat polos mereka, kejelian analisa mereka, sekaligus ide-ide bandel lucunya. Ini percakapan kami saat berlian keduaku masih SD.

"Ma, aku boleh nggak datengnya setelah mau shalat dimualai?" tanya berlianku yang hendak berangkat Jum'at waktu itu.

"Maksudnya?" tanyaku keheranan dengan ketumbenannya itu. 

"Ya.....nanti setelah khotbah selesai aja berangkatnya." jawabnya kalem.

" Lho.....kan mendengarkan khotbah itu termasuk rukunnya shalat Jum'at mas." masih keheranan aku dengan tingkah anehnya.

"Iya.....aku tahu. Tapi aku merasa nggak perlu lagi dengerin khotbahnya." yakin sekali dia menjawab.

"Kok??? Bagaimana sayang mama bisa merasa begitu? Jangan sombong donk cinta................." kesel juga aku dibuatnya. Tapi tetep penasaran. Biasanya dia rajin sekali datang awal karena mencari lokasi duduk ternyaman di masjid. Hahaha......dia sejak kecil selalu mau di shaf pertama atau kedua. VVIP katanya.

"Bukan sombong ma......masalahnya isi khotbahnya itu-itu aja. Aku sudah tahu yang diomongin itu soalnya aku sudah pernah, beberapa kali, bahkan ada yang sudah sering aku denger." dia menjelaskan dengan serius.

"Ya meski kayak gitu, tetep aja harus didengarkan. Namanya juga rukun, berarti kan satu kesatuan dengan shalat Jum'atnya." hehehe.........aku maklum namun tetep ngotot.

"Iya ma.....aku dengerin makanya tahu isinya itu-itu aja." dia gak mau kalah.
"Tapi mas, memang mas sering dengar isi khotbah itu dari mana? Kok sering? Emang guru di sekolah suka nasihatin sampai kayak khotbah gitu?" aku tetep curious.
"Gak sih, guru di sekolah sih biasa aja. Datar-datar aja yang mereka tahu. Kalau yang biasa aku denger tuh jauh lebih lengkap malah dibanding dari guru atau khotbah Jum'at. Makanya aku sudah tahu semua isi khotbah." 
Hmmm...........aku kok makin ingin tahu.

"Emang mas tahu dari siapa? Yang nasihatin atau ngasih tahu melebihi khotbah Jum'at siapa?" gemeeeeessss ingin tahu.

"Lho.........kan dari Mama. Tadi ada khotbahnya tentang bla...bla...bla......(dia ceritain isi khotbah). Kan aku sudah tahu itu semua dari mama." santai banget dia jawabnya.

Gubraaaaaggggg...........................tuing.....tuing.......masa iya sih?

"Mama terlalu cerewet ya? Ngebosenin?" H2C alias harap2 cemas aku menunggu reaksinya sambil siap-siap introspeksi diri.

"Gak cerewet sih, gak bosen juga. Orang mama bener kok yang diomongin. Malah kalo mama yang bilangin enak, gak kayak khotbah soalnya kadang mama bikin cerita seru. Mama itu jago banget tahu segalanya."

Cleeeeeessssssssssssss adem rasanya, lalu terbaaaaaaaang.................segera kupeluk tubuh dempal ltem ledisnya itu penuh haru dan bahagia. 
Sekarang dia sudah SMA, masih tetep rajin datang awal shalat Jum'atnya untuk mendapatkan tempat yang dia bilang VVIP dan masih sering cerita isi khotbahnya yang sudah pernah dia denger dari mama. Meski mama bukan lagi yang tahu segalanya. Banyak hal yang dia sudah lebih jago dari mamanya. Dan pasti dia juga sudah tahu kalau banyak orang lain yang jauh lebih jago dari mamanya.

Semoga dia makin bersinar menerangi sekitarnya. Diamemang berlian!




Kamis, 12 Januari 2012

'V' dan 'F' Apa Bedanya??

Princess cantikku sudah 5 tahun sekarang. Dia baru aja mulai bisa membaca sekaligus menulis. Hehehe.......bravo!! Gitu biasanya sepupunya akan teriak jika memberi selamat. Dibanding mas-masnya dulu, dia memang lebih telat bisa baca tulisnya. Tapi ya gakpapa bagiku. Aku tidak lalu mengeleskannya agar segera bisa membaca. Ngirit? Hehehe.....iya juga sih. Tapi aku memang tidak merasa penting banget menyegerakan ketrampilan ini ke berlian2ku. Yang menurutku justru penting banget sih......biasa shalat, makanya aku membiasakannya sejak mereka di kandunganku, lalu diteruskan semasa mereka bayi aku selalu bilang dulu saat mau shalat dan shalat di dekat mereka, kemudian setelah bisa berjalan (1 th) maka papanya mengajaknya shalat ke masjid dengan dipakaikan popok anti bocor. Dan........trataaaa.......mereka rajin shalat bahkan ke masjid meski tanpa papanya dan jika hanya ada 1-2 shaf, jama'ahnya maka mereka ada di barisan itu. Hahaha.....bahkan jika mas2nya libur, Princessku tetap ikut shalat Jjama'ah ke masjid  dan tentu saja menjadi satu2nya jama'ah cantik di sana.

Setelah shalat, maka hal yang berkaitan dengan sikap diri menjadi keutamaan bagiku untuk dipahami berlian2ku. Santun, hormat, menghargai orang lain, memahami orang lain meski berbeda, mengerjakan berbagai kebutuhan sendiri, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, saling tolong, dll menurutku sangat penting ditanamkan sejak kecil. Sedangkan kemampuan akademis aku yakin akan gampang sekali mereka kuasai jika karakter mereka sudah bagus. Bahasa, yang lebih aku tekankan adalah bagaimana seharusnya 'berbahasa' dan bukannya materi bahasanya itu sendiri. Ehem.........bisa jadi juga karena mamanya gak pinter ngajar materi bahasa ya? Ahahahahay........malu deh. Iya, aku kurang setuju jika anak diajarkan bahasa asing sementara bahasa sendiri dia belum 'paham'. Tidak jarang aku bertemu anak yang cas cis cus berbahasa Inggris dan menolak berbahasa Indonesia apalagi berbahasa daerah. Padahal dia lahir dan tumbuh di Indonesia sebagai anak Indonesia. *sedih*

Nah kembali ke Princessku, sekarang ini dia sudah bisa membaca dan menulis meski masih belum lihai.  Kadang terbalik. Dia mau cerita ke masnya kalau dia jadi MAYORET, eh......malah nulis AMJORET. Setiap jalan sama aku, maka dia akan membaca apapun tulisan yang dia temui di jalan sedapatnya. Jika melihat laptopku online dan ada kode kuning di YM masnya yang menandakan masnya online, maka dia akan membuka chatbox sendiri dan.......chating sama masnya. Idiiiih......sok banget deh dia. Aku berpesan agar masnya chating dengan kata-kata sederhana dan jangan disingkat agar adiknya gampang membaca dan membalasnya. Tapi.......tentu saja smiley iseng sering dia gunakan untuk masnya sehingga masnya gemes banget ingin segera bisa menciumnya langsung.

Nah, karena namanya menggunakan huruf awal 'V', dia bertanya ke aku; "Mama.....kenapa harus ada huruf 'F' dan 'V'? Kan kalo dipake bunyinya sama. Fa = Va."

"Dalam bahasa Indonesia memang hampir sama, tapi dalam bahasa Inggris beda, cantik.
'Fan' dibaca beda dengan 'Van.' Dan nama adik itu juga berbeda artinya jika menggunakan huruf V atau F."

"Berarti cuma di bahasa Inggris ya, bahasa lain gimana Ma, harusnya bahasa Indonesia gak usah ada dua2nya ya Ma? Hayo....mama pilih manna?"

Sdh beberapa kali dia namain di lukisannya (dia suka nglukis, coretan; red) dengan 'huruf V' atau 'F' untuk namanya. Kan sama aja bunyinya Ma. Gitu argumen dia. Hahaha......meski sudah aku bilang kalau artinya berbeda, karena memang bagus semua sih artinya jadi dia cuek aja. Tetap menggunakan kedua huruf itu bergantian sesukanya.

Duuuh........kirain cuma abang2nya dulu waktu kecilnya yg suka ngasih jebakan betmen gini. It's happened again. Teman2 ada jawaban lain gak biar dia lebih puas dg jawaban mamanya (yg nyari contekan ke mana2).
 

Selasa, 03 Januari 2012

Tanggal Berapa Ma?

Princess kecilku suka melukis, menari, juga berlenggang lenggok bagaikan peragawati. Sejak usia tiga tahun dia sudah menjuarai sebuah peragaan busana meski hanya kelas kampung, unjuk kebolehan menari pendet di ajungan Bali Taman Mini Indonesia Indah, dan meski hanya juara harapan dia juga menyabet piala saat menarikan sebuah tarian Betawi di Taman Impian Jaya Ancol.


Melukis? Hampir setiap hari aku mendapatkan hadiah sebuah lukisan (coretan; red) darinya yang disertai tulisan:  Love (gambar hati)  Mama. Dia akan asyik melukis di sebelah papanya jika sedang libur. Mojok berduaan mesra dalam kebisuan. Hanya tangan mereka menari-nari dengan kuas dan warna-warni cat minyak di kanvas atau pensil warna dan crayon atau cat air di kertas. Mereka melukis dengan berbagai gaya, termasuk tengkurep di lantai.


Dia itu perangkoku, penguntitku, yang hampir selalu menempel dan mengikutiku ke manapun aku bergerak. Bahkan terkadang aku khawatir dia akan tertabrak jika aku tiba-tiba berbalik saat sedang berjalan karena teringat akan sesuatu yang harus aku lakukan. Maklum, kekurang harmonisan multitaskingku tidak jarang membuatku reflek berubah arah saat sedang beraktifitas.

Pernah aku heran kenapa di belakangku sepi, tidak ada yang membuntuti, tidak ada celoteh heboh yang menanyakan ini itu atau berargumen begini begitu. Aku mencarinya ke mana-mana seputaran rumah, melongok kamar-kamar, termasuk kamar (kandang) si ayam-ayam di depan rumah, namun makhluk cantik mungil berambut kriwil itu tidak aku temukan. Dalam sedikit kepanikan aku memanggil-manggilnya, namun juga tidak ada jawaban. Kembali aku cermati setiap ruangan dengan perasaan gak karuan namun berusaha tenang.

Eng.............ing................eng.................ternyata dia sedang sibuk mengaduk-aduk campuran air dan cat air berbagai warna sehingga warna yang terbentuk nyaris hitam. "Mama kenapa sih berisik? Adek kan lagi melukis, jangan diganggu donk." Hallah............................kalem pula dia menegurku. Sejak itu aku akan segera memeriksa ruang tempat dia dan papanya biasa 'bertapa' jika Princess tidak kudapati di belakangku menguntitku.

Tadi pagi-pagi sekali dia sudah asyik di ruang favoritnya setelah menguntit di belakangku. Lalu dia keluar sebentar untuk bertanya; "Ma, sekarang tanggal berapa?"

"Tanggal 3. Kenapa sayangku?" bukannya menjawab pertanyaanku dia malah ngibrit ke ruangan itu lagi lalu kembali dengan memperlihatkan sebuah lukisannya yang masih basah. Di lukisannya bagian bawah ada seperti tandatangan dan angka-angka seperti jika papanya atau mas-masnya melukis. Namun yang dia tulis setelah tandatangan adalah angka 3/5/4. Apa maksudnya ya? Kalau papa dan mas-masnya tentu akan menandatangani disertai tanggal bulan dan tahun pembuatan. Kalau ini??? Aku tidak mau menghakimi atau mengkritik dia sebelum aku tahu maksudnya.

"Bagusnya.............ngomong2 itu angka apa cinta?" tanyaku ingin tahu. Curious banget.

"Oooo.....itu. Yang ini kan nama adek, tandatangan adek. Nah yang ini tanggal hari ini (3), lalu umur adek (5), lalu kelas adek (4, dia selalu ngaku sudah kelas 4). Mama tahu kan setiap ketemu orang pasti pada tanya adek namanya siapa, sekarang umur berapa dan kelasnya berapa. Nah, biar pas mereka lihat lukisan ini tahu, kalo yang nglukis adek, dilukis tanggal 3, trus adek itu sekarang umurnya 5 dan sekarang sudah kelas 4. Gitu ma...." jawabnya menjelaskan.

?????????????????






Kamis, 29 Desember 2011

Terima Rapot

Sebelum libur Natal, hampir semua sekolah membagi rapot. Demikian juga sekolah berlian-berlianku. Ahay............bagaimanakah hasilnya? Baguskah nilai-nilai mereka? Ranking berapakah mereka? Itu pertanyaan klasik yang rutin ditanyakan orang kepadaku atau kepada anak2ku itu sejak dulu. Guru yang sudah tahu bagaimana aku maka mereka tidak akan kaget dengan reaksiku jika mereka menyampaikan 'jelek'nya nilai di rapot berlianku. Tapi yang baru tahu? Pada tepuk jidat.

"Ibu, anak ibu nilainya sangat kurang. Hampir paling rendah di sekolah ini." demikian laporan seorang guru berlianku tahun lalu karena hasil TO pertama anakku jeblog!

"Alhamdulillah Ibu, terima kasih. Insya Allah akan diperbaiki. Toh ini baru TO pertama. Mungkin dia masih adaptasi saja. Maklum tempat baru, teman baru, suasana baru." jawabku kalem tanpa kekhawatiran sama sekali.

"Ibu ini bagaimana sih? Nilai anaknya jelek kok malah Alhamdulillah." gurunya sedikit emosi melihat ketenanganku.

"Ya Alhamdulillah Pak, berarti dia bisa belajar dari situ, karena jelek ya jadi tidak bisa sombong, mengerti kekurangannya. Nanti juga baik kalau dia latihan."

"Bu, Ibu sadar nggak sih kalau ini sudah hampir ujian akhir? Apa Ibu tidak takut anaknya tidak lulus?"

"Iya Pak, Bu, justru karena saya tahu ini 'hampir' ujian akhir maka saya tenang. Kan masih ada kesempatan. Masih hampir. Bapak Ibu tenang saja, saya akan bantu anak saya latihan soal. Insya Allah saya sudah tahu tipe soalnya dari latihan (TO) kemarin." aku masih nyebelin.

Bla....bla......banyak deh nasihatnya ke aku.

Ya sudah. Aku latihan soal bersama berlian gantengku si peraih nilai 1 (terendah) di TO pertamanya. Aku sama sekali tidak marah padanya. Aku tahu potensinya, aku tahu permasalahannya. Kami cukup latihan sehari sejam saja. Latihannya juga santai. Aku berikan cara menjawab soal dengan mudah, trik-trik jika lupa rumus, bahkan jika sama sekali tidak tahu jawabannya. Karena aku yakin dia mengerti hanya tidak biasa berlatih soal. Dia hanya belajar materi, jarang membahas soal, n gak bimbel yg biasanya isinya latihan soal. Mamanya bisa tembus ujian masuk STAN mengalahkan ribuan pesaing hebat, masa sih anaknya gak bisa ngerjain soal? *kumat narcistnya*.

Dan.....................Alhamdulillahirrabil'alamiin............nilai UN dia not bad at all. Yah, rata2nya 9. Denger2 kata rumput yg bergoyang sih tertinggi. Ehemmm......

Lalu setiap terima rapot? Aku juga gak terlalu peduli dg nilai, ranking, tapi aku malah bertanya bagaimana sikap anakku di sekolah, bagaimana shalatnya, dsb. Ya kalo di rumah aku tahu gimana. Di sekolah? Aku kan gak mbuntuti mereka terus.

Pernah berlian gantengku nangis sedih gara2 ada guru yang ketemu dia mengatakan;"O...ini ya anak dari ibu yg gak peduli pendidikan anaknya."

OMG.......aku tanya; "Menurut sayang mama bagaimana? Apakah mama gak peduli pendidikan seperti kata guru itu?"

Sambil berlinang airmata dia jawab; "Menurutku mama itu orang yang paling peduli dan paham pendidikan. Jangankan aku anaknya, anak orang lain aja mama peduliin."

"Ya sudah, bagi mama pendapat anak mama jauh lebih penting dibanding pendapat guru manapun. Gakpapa kok mama dibilang seperti itu oleh orang lain. Kalo anak mama yg bilang begitu, baru mama peduli dan introspeksi diri. Jangan sedih karena hal itu ya ganteng." aku memeluknya haru dan bangga..............sedikit GeEr. Hehehe........................


Terima rapot kemarin? Ahay............semua berlianku nilainya klipuk! Parah......sangat di luar (jauh lebih rendah dari) kemampuannya. Sampai rumah aku perlihatkan kepada mereka.

"Bagaimana menurut mas?" aku tanya satu persatu supaya mereka tidak malu dan turun integritasnya di depan saudaranya. Haduh.....sok amat!

"Aku nyeseeeellll sekali. Ini cuma gara-gara aku gak ikuti kata mama." kata yg besar.
"Itu karena aku gak mau latihan soal dan belajar sama mama." kata si kecil ganteng. "Masih bisa ngejar nggak ya ma? Aku mau beasiswa MOE kayak mas dulu."

"Ok, nilai rapot mau atau tidak, suka atau tidak akan tercetak selamanya di situ. Nikmati aja ya.........." kataku.

"Mamaaa.....................jangan gitu donk, aku makin nyeseeeeeeellllllllllllllllll........................"

Hahaha...........emang itu tujuanku. Semoga karena nyesel maka semester depan mereka memperbaiki kesalahan mereka. Bukan supaya nilainya bagus, tetapi agar mereka tidak lalai dan beribadah lebih baik. Salah satu ibadah mereka adalah mensyukuri anugerah Allah, otak cerdas mereka dengan mengoptimalkan manfaatnya.

Apakah lalu selama liburan mereka belajar? Ya tentu saja...................TIDAK!!

Sabtu, 24 Desember 2011

Hari Ini, Sekian Tahun Lalu

24 Desember adalah hari ulang tahun ibuku, sekaligus hari kembalinya beliau ke haribaan Illahi Robi, dzat yang sangat mengasihinya.

Hari ini, saat ini, aku hanya mampu menulis diantara deraian airmataku. Aku ingat ibuku almarhumah. Aku kangen, aku rindu, tapi aku tidak lagi bisa menemuinya, memeluknya, mohon ampunan atas kenakalanku, mbangkangku, ngeyelku, nyebelinya aku, keras kepalanya aku. Tujuhpuluh tahun usianya kala beliau pulang, sudah 33 tahun aku bersamanya, namun hanya beberapa kali aku mengingat ulangtahunnya, memberinya sebentuk hadiah tidak berharga. Andai waktu bisa kuulang, ingin aku kembali ke masa itu.

Ibu, aku selalu teringat bagaimana ibu bangun sebelum subuh lalu membangunkanku karena aku ingin meneliti garengpung, binatang yang selalu ribut bersuara di pagi buta dan menjelang senja. Suara yang membuatku sebel dan marah, sehingga akupun menyelidikinya. Usiaku mungkin belum sepuluh tahun.

Ibuku yang heran mengapa aku tidak percaya begitu saja saat beliau mengajarriku membasuh bekas jilatan anjing pada kakiku dengan tujuh kali guyuran air dan salah satunya harus berpasir atau berdebu. Kembali aku ngeyel untuk merayu agar guru lab ku mengijinkanku meneliti mengapakah harus begitu.

Lalu bagaimana ibu marah namun tetap merawat dengan sabar melihat kulitku menjadi hitam legam terbakar matahari karena aku mencari ilalang liar di sawah jauh dari rumah di saat panas terik. Aku ingin tahu apakah tanaman itu tumbuh tanpa ada maksud sama sekali? Bisakah itu dibuat jelly?

Hallah............ibu, maafkan aku karena kesabaranmu mengikuti keingintahuanku tidak aku balas dengan membuatmu bangga dengan mengikuti segala keinginanmu.

24 Desember di masa kecilku adalah salah satu hari yang menyenangkanku. Aku, kakak-kakak dan adikku selalu menyambut hari raya agama Nasrani, Natal. Kami bersama sepupu yang beragama Nasrani akan bergembira ria membuat kue-kue, menunggu baju baru atau mainan dari Oom dan tanteku yang beragama Nasrani, juga bermain organ dengan lagu malam kudusnya, dan memasang lampu-lampu di pohon natal di rumah mereka. Kami cekikak cekikik bersama tanpa peduli itu hari raya agama siapa. Demikian juga jika hari raya Idul Fitri, kami bergembira bersama, membuat kue, menunggu baju baru, makan bersama, keliling bersama, memenuhi kantong kami dengan uang dan kue-kue hasil jarahan dari kerabat yang kami kunjungi. Aku juga teringat bagaimana kami bersukaria menyambut kepulangan Oomku yang selesai menempuh masternya di negeri paman Sam membawa oleh2 video rekaman suasana natal di sana.

24 Desember juga hari dimana aku mengalami kesedihan luar biasa karena kepulangan ibuku tercinta ke haribaanNya. Lalu disusul bapak yang tidak betah jika harus lama-lama mengarungi dunia ini tanpa cinta sejatinya, tanpa bidadarinya, tanpa ibuku. Bapak segera menyusul ibu, mengembuskan nafas terakhirnya di tempat istimewa pilihanNya.

Hari ini, saat ini, silih berganti kesedihan dan kenangan indah berseliweran di benakku. Diantara derai airmataku. Kangen rasanya dengan mereka berdua, dengan masa kecilku, dengan segala kenangan indahku. Aku hanya mampu menghirup kerinduan yang menyesakkan dadaku......

Selamat merayakan hari yang penuh kedamaian, hari Natal bagi teman-teman dan saudara-saudaraku yang merayakannya.

Minggu, 11 Desember 2011

Idealisme PNS Muda????

Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda ~ Tan Malaka

Idealisme! Apa sih idealisme itu? Entahlah.... yang aku tahu, aku hanya akan hidup sesuai suara hati nuraniku. Apapun yang diyakini oleh lingkunganku, yang biasa terjadi, yang disukai banyak orang, jika nuraniku mengatakan tidak, maka akan kuhindari sebisaku apapun resikonya. Aku gak tahu apakah itu termasuk idealismeku, karena itu aku lakukan hingga kini aku tularkan ke berlian2ku. Jika yang pernah bersentuhan denganku di birokrasi tentu tahu maksudku.

Baru-baru ini sedang hangat-hangatnya berita tentang PNS muda dengan rekening gendutnya. Lalu banyak spekulasi, pendapat, pernyataan, yang menurutku sih tanpa dasar yang jelas. Hahaha......ini just my opinion, murni, dariku yang mungkin saja sangat kurang ilmu dan pengetahuannya, dan yang pasti tanpa dasar riset yang bisa dipertanggungjawabkan. Maklum, gak punya lembaga riset bonafide. Eiiit.......kok malah ke mana-mana ya? Gini nih pernyataan orang-orang itu:

"Dulu, saat masih mahasiswa mereka idealis. Lalu mereka masuk sebagai PNS terkontaminasi oleh yang senior sehingga tergoda untuk korupsi sehingga masih muda sudah gendut rekeningnya."

Yakin Pak, Bu, dengan pernyataannya itu? Apa dasarnya pernyataan itu ya? Ehem...........pernyataan yang aneh. Kok aneh? Ya iyalah aneh. Yang membuat pernyataan ini apakah seorang PNS? Idealis? PNS yang tadinya idealis? Atau wartawan yang sama sekali belum pernah mengalami menjadi PNS baik yang idealis maupun tidak? Karena kalau dasarnya dia idealis, setidaknya akan sulit membuatnya terkontaminasi mengingat penggajian PNS sekarang bagus. Kalaupun terkontaminasi tentunya setelah lama dan bukan saat masih muda rekeningnya menjadi 'gendut'.

Setahuku sih, kebanyakan masyarakat kita itu memang punya kecenderungan suka kolusi, korupsi, dan nepotisme alias KKN jika ada kesempatan. Huahaha........................jangan esmosi ya. Sekali lagi itu hanya berdasar pengamatan pribadi tanpa dasar sama sekali.

Contoh keciiiillll aja. Aku dengar bisik-bisik angin lalu, masuk sekolah yang sudah komputerisasi aja masih diakali dengan cara masuk aja dulu ke sekolah lain, lalu semester depan masuk ke sekolah dimaksud, tentu saja dengan bla...bla...bla..... antara guru (kepala sekolah) dan orangtua. Lalu seperti yang dilansir berbagai media yang baru lalu, seorang anak 'disuruh' oleh gurunya untuk memberikan contekan kepada teman-temannya, agar sekolah tersebut mengantongi kelulusan besar dengan nilai bagus atas seluruh muridnya. Apakah hanya sekolah tersebut yang melakukan praktik-praktik ini? Jika mereka masih punya nurani, tentu akan malu dan segera membenahi diri.

Lalu, di jalanan begitu banyak anak 'kecil' mengendarai motor, bahkan saat usianya belum lagi cukup. SIM? Ada yang punya, ada yang tidak. Yang punya? Kebanyakan 'nembak'! Dan yang menembakkan atau ngajari nembak adalah orangtuanya. Ehem................meski kecil, tetep suap Bu, Pak, dan itu yang anda2 teriakin KORUPSI!! Saat orang lain yang melakukan, dalam jumlah besar, dan bukan anda2 yang terlibat di sana.

Saat mencari pekerjaan, Bapak Ibu yang terhormat yang paling mulia perbuatannya, kayaknya tidak sedikit dari Bapak Ibu yth yang 'memperlancar', bukan? Apalagi yang ingin memasukkan anaknya menjadi PNS. Ahaayyy.............

Dan masih banyak contoh lain deh kayaknya.....

Jadi??? Apakah mereka terkontaminasi atau memang sudah dididik sejak kecil? Wallahu 'alam bisawwab!!!

Rabu, 30 November 2011

Emang Punya Mobil??

Hedonism, konsumerisme, matrek, atau apa ya jaman ini?

Kali ini aku ingin cerita tentang pengalamanku sendiri. Aku terbiasa naik sepeda mini, kendaraan dinas pribadiku jika hanya untuk seputaran komplek rumahku. Bukan sepeda keren, sepeda mahal, atau sepeda lipat yang lagi tren sekarang, tapi sepeda mini. Hahaha..........Seru! Sambil menyelesaikan urusan aku bisa berolah raga dan bertegur sapa kiri kanan. Satpam, tukang ojek, tukang sayur, tukang ayam, semua pasti akan tersenyum riang menyapaku jika berpapasan. Kadang pulangnya aku membawa sedikit lebih kue untuk sekedar snack pagi buat satpam dan tukang ojek yang ada di pos dekat rumah..

"Pagi Bu Haji." begitu mereka menyapaku. Sapaan yang pernah dipertanyakan oleh Princessku.

"Mama, emang Mama itu terkenal ya? Kok banyak banget sih orang yang kenal Mama dan malahan tahu kalau Mama sudah pernah pergi haji?" pertanyaan heran bercampur tatapan takjub dari mata bening itu selalu membuatku tak kuasa menahan gemes dan pasti langsung aku peluk dan cium pipi chubynya.

Hari itu urusanku ke bank dekat rumah. Agak takut karena meski hanya beberapa meter aku harus melewati jalan raya dengan naik sepeda. Hiiii........serem, gimana kalau kesenggol mobil, motor, angkot, metromni? Kadang sesampainya di jalan raya (keluar komplek) aku turun dari sepeda dan menuntunnya sampai parkiran. Di bank Alhamdulillah tidak terlalu ramai dan karyawanku, bagian keuangan sudah menunggu di sana lengkap dengan semua keperluan kami sehingga aku tinggal cek sedikit, tandatangan, lalu ketemu kasir, dan selesai. Tidak sampai 15 menit urusanku klaar.

Karena ban sepedaku agak kempes, aku memutuskan mampir bengkel dekat situ untuk isi angin. Ada sebuah mobil cukup baru (plat nomernya tiga digit di belakang) sedang ngisi angin juga. Kudengar bapak yang membawa mobil itu sedang bercerita ke tukang bengkel bahwa itu mobil biasa dipakai anaknya kuliah. Terlihat binar kebanggaan sekaligus suara agak sombong di sana. Aku hanya tersenyum sendiri saja. Dan tukang bengkel mendengarkan dengan kagum sesekali bertanya dan kembali berdecak penuh kekaguman.

"Maaf Pak, apa tidak kebesaran ya kalau diisi 60?" tanyaku reflek mendengar bapak itu akan isi ban mobilnya sebesar itu, karena aku sendiri jika isi angin untuk mobilku hanya 32-35. Aku khawatir dia salah sebut angka yang akan menyebabkan bahaya.

Kontan mereka berdua menatapku tajam. Si Bapak lalu ramah mengatakan memang mobilnya biasa diisi 60. Lalu dia mengajakku ngobrol sambil menunggu mobilnya selesai. Dari obrolan kami, ternyata dia bilang pernah tinggal di komplek yang sama denganku, namun sudah tidak di sana lagi. Setelah aku tanya di blok mana? Yang dia sebut adalah alamat yang aku kenal pemiliknya, tapi bukan dia. Agak heran, namun aku tidak menunjukkannya. Tanpa kutanya, mungkin juga tanpa dia sadari, terbersit kesan bahwa dia adalah mantan sopir dari tetanggaku itu.

'Wah, hebat nih bapak.' Pikirku.Mantan sopir tapi sekarang anaknya kuliah naik mobil baru. Tapi kemudian dia menyebut nama anaknya, kuliah di mana......lho?? Aku tahu anak itu anak siapa, dan bukan anak dia. Hehehe................rupanya ini bapak masih sopir, hanya pindah majikan. Dan yang dia bilang anak adalah anak majikannya. Ya, sudahlah aku tidak ingin membuat dia malu. Aku biarkan saja dia dengan kesombongan palsunya. Kasihan......

Selesai mobilnya, bapak itu pergi dan tibalah giliranku isi angin untuk sepeda mini pink ku.

"Emang Mbak punya mobil gitu?" tiba-tiba aku dikagetkan dengan pertanyaan mengejek dari tukang bengkel yang tadi terkagum2 dengan bapak tadi. Padahal bapak tadi berbohong.

"Kalo emang punya, coba aja bawa sini." lanjutnya sinis sambil tak henti memperhatikanku dari ujung jilbab sampai ujung sandal, dari sepeda sampai sepeda ya hanya sepeda yang dia lihat. Celana panjang jeans, kaos lengan panjang, jilbab kaos, sandal, tanpa make up dan tanpa perhiasan sama sekali. Karena aku terlihat miskin, maka dia tidak menghargai, terkesanmengejek, menghina, curiga, tidakpercaya.

Hahaha.......................geli sekali sebenarnya aku dibuatnya. Dia bisa kagum meski bapak tadi bohong. Tapi dia sangat sinis padaku karena aku naik sepeda dan mungkin menurutnya aku tidak pantas punya mobil. Gak ada tongkrongan punya mobil. Aku memang tidak pernah ke bengkelnya karena bengkelnya bengkel motor. Lha aku tidak bisa naik motor. Kalau service mobil, aku sudah punya langganan yang mana aku tinggal telpon maka montir akan datang ambil dan nanti mengembalikan ke rumah. Kalau keluhanku ringan, maka service malah dilakukan di rumah. Lagian emang kenapa kalo aku tidakpunya mobil? Apa iya harus menghargai orang hanya karena kekayaannya?

"Oh.......tolong isi anginnya mas. Saya pakai sepeda saja." jawabku tetap sopan.

"Kalau memang punya mobil, buktikan donk.................." demikian dia sambil isi angin ban sepedaku tetap ngotot nggak terima aku tadi sok tahu tentang angin ban mobil padahal menurutnya aku tidak punya mobil.

Begitulah. Tidak jarang penampilan wah, omong besar, lebih dihargai orang lain di jaman ini sehingga terkadang mati-matian dilakukan orang meski harus berbohong. Bukan kebaikan, kesantunan, kebenaran, kerendahan hati yang lebih dihargai.

*prihatin*


Senin, 28 November 2011

Nggak Tambah Gede

Minggu pagi sebelum ke pasar tradisional untuk membelikan makanan buat ayam-ayam sekalian klinong-klinong boncengan motor berdua pacarku, kami dihadang oleh satpam RT. Ternyata dia minta sumbangan untuk acara menyambut 1 Muharam dan berpesan padaku agar mau menyiapkan pakaian bekas keluargaku.


"Kalau sudah dipak panggil saya aja Bu, nanti saya ambil." begitu katanya.

Sebenarnya aku tidak terbiasa memberikan baju bekas kami ke orang lain. Nggak enak rasanya memberi pakaian bekas kami. Pakaian kami bukanlah pakaian bagus, branded, atau berharga mahal. Tentunya bekasnya juga tidak bagus. Kami terbiasa membeli apa-apa sesuai keperluan. Bukan karena merk, gengsi, atau karena sedang tren. Jadi, mahal atau murah juga sesuai keperluan dan sesuai kantong kami tentunya. Meski demikian tidak jarang orang minta pakaian bekas anak-anakku untuk anak-anak mereka. Yah, masuk akal karena anak-anakku memang tumbuh agak cepat sehingga pakaian cepat sempit sebelum terlalu lusuh. Jika demikian, barulah aku berikan pakaian bekas kami. Karena diminta.

Mulailah aku dan Princess si perangkoku berburu pakaian bekas. Kamar demi kamar kami masuki, bergerilya mencari pakaian yang sudah sempit namun masih sering dipaksain untuk dipakai jika mereka suka dan pakaian yang jarang dipakai hingga akhirnya sempit meski masih kelihatan baru. Hmm......ternyata lumayan juga. Kardus bekas air mineral tidak bisa menampungnya. Ok, aku masih punya kardus lain di gudang. Hunting berlanjut.....

Sampai di kamarku, aku bongkar lemari pacarku. Alhamdulillah......aku menemukan beberapa celana panjang, kemeja, dan kaos-kaos yang kalau dia pakai sudah seperti lepet. Hahaha..........memang rupanya pacarku sudah lumayan besar. Aku nggak akan bilang gendut lho, katanya sih jangan singgung masalah berat badan laki-laki dewasa karena itu sensitif sebagaimana jika menyinggung usia perempuan dewasa.

Selesai ngobrak-abrik lemari pacarku, aku beralih ke lemariku.

"Mama..........ngapain ke situ?" tanya Princessku setengah melarang.

"Ya cari baju mama lah cantik. Emang kenapa nggak boleh?" jawabku heran, kenapa dia ngelarangku ya.

"Ya bukan gitu Ma, kalau baju adek, mas-mas, papa kan pasti ada yang sudah kesempitan. Kalau baju mama nggak akan ada. Suer! Adek jamin." katanya serius namun tetep aja lucu.

"Kenapa adek bilang gitu?" tanyaku penasaran.

"Ya kan Mama kan nggak tambah gede kayak kami. Mama nggak tumbuh, nggak tambah gede, nggak tambah tinggi, nggak tambah gendut juga, keciiiil terus. Makanya Mama makan yang banyak, yang bergizi, minum susu, trus bobok yang cukup supaya tumbuh besar, biar nanti pakaiannya ada yang sempit. Kan saat kita bobok itu kita tumbuh." jawabnya kalem persis seperti jika aku menasihatinya saat dia susah makan, susah tidur, yang membuatku pengin gubrrraaaagggggg!!!!!!!!!!!

Dasar copycat!