Halaman

Rabu, 07 Maret 2012

Main Hujan

Setelah panas menyengat, tiba-tiba mendung dan hujan deras disertai angin kencang. Akhir-akhir ini cuaca sering seperti itu. Lumayan mengagetkan bagi kulit sensitifku. Hehehe.....dokterku jangan marah ya kalau aku datang dengan kulit bak udang rebus. Bukannya aku berpanas-panas ria, tapi emang sinar matahari sedang panaaaaassss.

Waktu kecil dulu, hujan itu artinya seru, menyenangkan, bisa berlarian di halaman di tengah hujan atau mandi hujan di rumah. Ya, di rumah Bapak Ibu dulu ada ruang terbuka di dalam rumah sehingga aku bisa berhujan-hujan di sana. Talang yang mengucurkan air malah aku jadikan pancuran yang mengasyikkan untuk disongsong kucuran airnya. Aku hanya akan dipanggil jika sudah terlalu lama bermain hujan. Hahaha.........orangtuaku memang pengertian. Mengerti betapa asyiknya bermain hujan.

Setelah aku punya anak, tentu saja aku tidak tega melarang mereka melakukan ritual kesukaanku dulu itu. Hujan-hujanan! Wuuuiiih.......ternyata merepotkan lho membiarkan mereka bermain hujan. Harus diawasi jangan sampai berbahaya, karena dengan air hujan tanah menjadi licin. Belum lagi tiga jagoan bermain hujan, harus hati-hati dan waspada. Juga harus segera dihentikan jika rambu-rambu sudah terlihat, seperti bibir biru misalnya. Setelah itu, memandikan mereka, membalur tubuh dempal mereka dengan minyak telon, dan menyiapkan makanan dan susu hangat tidak boleh dilupakan. Biasanya diakhiri dengan menyelimuti ketiganya yang terlelap dengan senyum lebar di bibir mereka.

Sekarang, Princessku gak punya teman main hujan kecuali jka mas-masnya libur. Itupun kadang mereka tidak berminat karena hanya akan menjadi asisten adiknya yang maunya bermain sesuai seleranya yang girly banget. (Hahaha............tapi demi cintanya sama adik, ABG ku yang sudah SMA yang macho, yang cool, yang suka ngeband, yang jagoan futsal, yang juara Kata, yang lompat sabuk di bela dirinya, yang digandrungi banyak cewek, mau bermain boneka barbie dengan Princess.) Makanya si cantik ini sering melewatkan bermain hujan karena tidak ada masnya yang berhasil dilobynya.

Suatu hari, seperti biasa hari panas tiba-tiba menjadi gelap dan hujan deras. Princess yang sedang bermain sendirian kulihat asyik sekali. Berbagai boneka berjejer rapi mendengarkannya berpidato. Hahaha.....dia memang suka berpidato. Kadang mas-masnya atau aku atau bahkan ayahnya jika sedang di rumah dia minta mendengarkan pidatonya yang panjang lebar, membosankan namun menjadi mengasyikkan karena bisa sering mencium bibir monyongnya itu.

Tiba-tiba;
"Toloong...aku kejebak, oh.....aku gak bisa keluar dari sini." teriak Princess.

Tentu saja aku sangat kaget. Segera aku berlari ke arah suara itu. Pas aku keluar dan melihatnya, dia tersenyum manis minta pengertianku bahwa dia sedang main hujan. Dia berakting seolah hujan adalah terali yg mengurungnya. Dia berlarian ke sana kemari namun terjebak hujan yang mengurungnya. What could I do? Selain ikutan? Nyok maree...............main hujan sama Princess. *pacarku tentu hanya akan tersenyum, geleng2 kepala*

Tidak ada komentar: