Sumber: Huggies.
Blog ini berisi pengalamanku dalam menjaga amanah yang Allah titipkan kepadaku. Berat, repot, bingung, bahagia. ASI, pengasuhan,pendidikan,parenting, wanita, ibu, rumah tangga, keluarga,karir, semua deh. JANGAN MEMBENARKAN YANG BIASA TETAPI BIASAKANLAH YANG BENAR. Itulah yang aku lakukan, tidak peduli yang aku lakukan tidak populer, karena tanggung jawabku bukan pada manusia lain tetapi pada Sang Pencipta. Semoga blog ini bermanfaat bagiku, dan pembaca semua. Amiin.
Selasa, 28 Juni 2011
Senin, 13 Juni 2011
TV dan Princess 4 Tahunku
Namun malam ini dia masih segar bugar karena tidur siangnya kesorean. Mata indahnya itu masih memberikan kerling jenaka penuh ide nakal yang cerdas. Mulut mungilnya pun masih rame dengan berbagai pernyataan dan pertanyaan kritis yang lucu dan pintar. Mas-mas dan papanya sudah terbuai mimpi masing-masing. Aku sebenarnya juga sudah capek. Inginnya berleha-leha menunggu kantuk sambil menambah tulisanku untuk buku yang sedang aku siapkan, juga menghimpun tulisan seorang abang, kakak kelasku yang sudah berpulang, tanpa diganggu siapapun termasuk Princess cantikku itu.
Tapi..........mana mungkin aku tega membiarkan celoteh merdunya itu tanpa teman?
Agar lebih ringan, aku mengajaknya nonton TV. Kami memilih acara Masterchef Australia, acara yang masih wajar jika kami nikmati bersama sambil berdiskusi meski kadang dia cenderung memaksakan pendapatnya. Jika mas-masnya masih belum tidur, tentu ciuman bertubi-tubi sudah menyergap pipi chuby adik mungilnya itu. Teriakan kesal adiknya justru semakin membuat gemes mas-masnya.
"Itu sama aja udang Ma.....hanya saja bentuknya lebih gede." debatnya ngotot sambil tangannya memperagakan capit lobster dengan dia angkat setinggi kepalanya dan mukanya dia pasang seringai lebar saat aku bilang lobster. Menurut dia, kenapa harus diberi nama lobster jika sama saja dengan udang. Duuuh..... kalau debat, dia cenderung diktator kata masnya. Harus diikuti pendapatnya. Hahaha.......
Dia sedang suka menggunakan kata-kata yang mungkin baru baginya, sehingga dia coba menerapkannya di kalimat-kalimat yang hendak dia sampaikan. Waktu melihat papanya melukis, dia dengan penuh minat mengatakan bahwa 'karya' papa bagus banget. Bukannya lukisan atau gambar, namun dia memilih kata 'karya'. Lalu kemarin dia bilang 'optimal' untuk suatu hasil kreatifitasnya, bukannya bagus banget. Dan masih banyak lagi kata-kata lain yang dia coba gunakan, dan kok ya pas banget dia terapkan di kalimat-kalimatnya. Meski dulu mas-masnya juga seperti itu, tetap saja aku terkagum-kagum dengan kemampuannya berbahasa. Hehehe......emaknyaaa!!
"Mama...... jadi TV itu apa hubungannya dengan mata bisa rusak? Apa cuma mata yang bisa dirusak TV?" tanyanya tiba-tiba setelah berkali-kali (tepatnya selalu) dia memenangkan perdebatan sengit antara kami berdua.
Duuuh........ jangan-jangan aku sudah salah nih, kok dia pikir TV itu 'perusak' ya?
'Sayangku........ TV itu kan ada cahayanya. Cahayanya itu ada kekuatannya. Kalau mata terlalu dekat, maka mata kita bisa rusak karena kena cahayanya makin kuat. Makanya mata cantik mama itu kalau lihat TV jangan dekat-dekat ya......biar awet cantiknya. Kan mata itu anugerah Allah juga, jadi harus dijaga.'
'Trus, TV juga berhubungan dengan otak kita, kuping kita, dan mulut kita. Misalnya yang kita tonton acara yang tidak bagus buat otak kita sehingga kita bisa berpikir atau berbuat yang tidak baik, kata-kata yang kita dengar tidak bagus juga sehingga telinga kita mendengar dan mulut kita ikut bicara tidak bagus. Kan kasihan otak cerdas, kuping indah, dan mulut cantiknya dipakai untuk yang tidak bagus. Nantinya kan bisa rusak. Makanya mama selalu ingetin adek dan mas-mas untuk tidak sembarangan nonton TV. Kalau nonton TV selalu ambil, tiru yang bagus-bagusnya aja. Kalau ada yang bikin adek ragu, ya tanya ke mas, mama, atau papa. Nanti kita diskusikan bersama apa yang bagus dan tidak.'
'Tapi cintaku....... TV, juga barang lain tidak hanya bisa merusak manusia, kita. Jika kita pandai memanfaatkan, maka semua barang PASTI ada gunanya bagi kita manusia. Itulah makanya kitaharus banyak belajar, harus banyak mencari tahu, menggali ilmu, menimba pengetahuan, agar kita bisa mensyukuri segalanya dengan mengambil manfaatnya buat kebaikan manusia. Misalnya TV, kan banyak juga berita dan ilmu yang bisa kita dapatkan dari TV.'
"Mmmm............ betul juga ya Mama. Kok Mama bisa pinter gitu sih jawab pertanyaan adek? Apa Mama juga jaga otaknya biar nggak rusak? Tapi adek tahu, mama pasti tidak menjaga matanya. Makanya mama pakai kacamata. Kalau adek, mau jaga semuanya. Biar Allah suka! Gak kayak mama papa yang gak jaga matanya." dia berargumen sambil matanya melotot lotot protes karena aku berkacamata.
Hahaha..............lama-lama gubrag juga aku dengan keceriwisannya itu.
Lalu dia memilih membaca bukunya dan menyuruhku untuk tidak memalingkan mukaku dari laptop. Sambil menulis aku mendengarnya membaca buku, bercerita yang tentu saja dengan banyak improvisasi bebasnya ke mana-mana.
Lalu..............
"Mamaa....... adek harus bobok sekarang biar besok bisa bangun pagi. Kan adek mau sekolah, latihan nari dan nyanyi untuk pentas di perpisahan sekolah. Hahaha.........dia memang banci tampil. Masalah performance, dia sukaaa banget. Bahkan dulu di usia belum 3 tahun dia sudah juara fashion show. Dia juga sangat suka menari. MJ adalah salah satu idolanya. Adek pipis dulu lalu bobok. Mama seterah (terserah maksudnya, dia masih sering membolak balik kata) mau nerusin ngetik atau bobok bareng adek. Gakpapa kok adek nggak meluk mama malam ini." iiiih........... sok tua banget nggak sih?
Setelah dari kamar mandi dia lalu meringkuk memeluk guling dan zzzzzzzz..................... selamat bobo Princessku sayang, mimpi indah ya............ semoga Allah selalu menjagamu.
Rabu, 01 Juni 2011
Bermain Adalah Pekerjaan Anak-Anak
Perkembangan Fisik
Kontak mata
Memperhatikan
Belajar untuk bergiliran
Kemampuan berinteraksi sosial
Misalnya, jika seorang anak tidak suka dengan rasa panas, ia mungkin tidak akan mau membawa sebuah ceret. Ia akan menjadi lebih sadar tentang apa yang mampu ia lakukan dan mengajarkannya bahwa ia mampu untuk melakukannya kembali. Memahami hubungan sebab dan akibat. Misalnya, “Jika saya menyentuh air mendidih, saya akan terbakar.” Inilah dasar dari pemecahan masalah. Dengan memecahkan masalah dan mengalami dan mempelajari aturan mengenai sifat dasar benda-benda, seorang anak belajar untuk mematuhi aturan keselamatan.
Jumat, 27 Mei 2011
Berlian-berlianku Dialah Pahlawan Sejatimu
*****
Saat mendengar berita kehadiranmu, dia yang paling antusias penuh syukur bahagia
Setiap keperluanmu, dia yang selalu mengupayakan semampu dirinya
Tidak bosan dia mengelus dan merasakan gerakan-gerakanmu meski terhalang dinding perutku
Do'a-do'a, lantunan ayat suci, bacaan buku-buku, juga dentingan gitar dan piano serta suara merdunya pun senantiasa mengiringi tarian dan tendanganmu di rahimku
Pelukan hangatnya pasti membuatmu nyaman, karena tak kudengar lagi tangisanmu
Dia jualah yang mengangsurkan tubuh mungilmu tuk kupeluk
Berlian indahku,
Jika malam gulita kau terbangun dengan jeritanmu dan aku tak kuasa lagi merayumu
Dia juga segera merengkuhmu, meletakkanmu di dadanya, lalu kau tidur penuh damai di sana
Pasti dia merasakan letih pegal, namun senyum nyamanmu mengalahkan semua itu
Celotehmu di esok paginya adalah kebahagiaannya yang menjadi bekalnya berjihad mencari nafkah meski kantuk masih tersisa
Sayangku,
Langkah kaki mungil dan kata bermakna pertamamu adalah kejutan manis sekaligus pelipur lara buatnya sepulang kerja
Disusul berbagai pertanyaan lucu kritismu menghiasi benak dan menjadi PR tersulitnya
Belum lagi mengikuti permainanmu yang tidak kenal akan keletihan dirinya
Menjadi kudamu, ayunanmu, juga merelakan pundaknya tuk jadi tempatmu 'ningkring' senang tidak pernah jadi keluhannya
Kejujurannya, amanahnya, baktinya pada orangtua, kesetiaannya pada kebenaran, kecintaannya pada keluarga, kebaikan dan kerendahan hatinya, adalah pancaran keindahan jiwanya yang harus kau teladani
Kegemarannya membaca, kelihaiannya melukis, kelincahan jemarinya bermain gitar, kemampuan tahsinnya, juga kefasihannya berbincang maupun menulis dengan menggunakan bahasa asing, semoga semua menginspirasimu tuk meraih asa
Cintaku,
Karena banyak yang menganggap anak kecil hanya akan mengganggu kekusyukan
Tentu saja, karena kalian tidak jarang hanya menjadikan masjid sebagai salah satu arena permainan
Belahan jiwaku,
Dia juga berlarian di belakangmu saat mengajarimu bersepeda roda dua
Lalu menangkapmu di kolam saat kau meluncur belajar berenang
Mengajarimu kuda-kuda yang kokoh saat kau belajar bela diri
Menunggumu di ujung gang depan rumah saat kau belajar naik motor
Duduk was-was di sebelahmu saat kau belajar nyetir
Mendengar berbagai curhatmu, menampung keluh kesahmu, mencarikan solusi atas masalahmu, tersenyum bijak atas cerita lucu ABG mu, juga menjadi lawan tak seimbang dalam permainanmu (dia kalah mulu ya?)
Bangga atas segala prestasimu, namun tak terlalu ditampakkannya karena ada sedikit keangkuhan lelakinya yang kadang masih 'bicara'
Kemudian.................. meski berat berusaha tersenyum ikhlas melepasmu pergi jauh menuntut ilmu mengasah segala potensimu, mencari bekal hidup matimu
Juga berurai airmata di malam sunyi dalam sujudnya hanya meminta berkahNya untuk dirimu
Pujaan hatiku,
Dialah ayahmu, pahlawan sejatimu............. papa kau memanggilnya
Berlian-berlian indahnya,
Belahan jiwanya,
Pujaan hatinya,
Harapannya,
Cahayanya di surga........
Selasa, 24 Mei 2011
Jangan Membenarkan Yang Biasa, Tapi Biasakan Yang Benar
Aku harus bersabar akan tingkah mereka, karena sabar memang hanya milik orang yang lebih tinggi kedudukannya. Jika lebih rendah namanya pasrah, karena tidak punya daya kekuatan. Aku harus bersabar untuk tidak melakukan sesuatu yang bisa membuat mereka kehilangan apa yang mereka puja puji, yang mereka agung-agungkan, sehingga untuk mempertahankannya mereka rela menyakiti orang lain, termasuk temannya.
Lalu.............. kenapa sampai sekarang aku masih memperjuangkan hak-hakku? Hmm.......... pastinya! Karena aku adalah seorang ibu. Aku harus memperjuangkan kebenaran, aku harus memperjuangkan keadilan, aku harus memperjuangkan hakku. Meski aku tahu............ di jaman seperti ini, di masyarakat seperti ini, keadilan adalah barang mewah kalau tidak boleh kusebut mustahil terjadi. Kebenaran seakan hanya kamuflase. Kejujuran hanya dilakukan dan dibela jika sesuai kepentingan.
Namun aku tidak peduli! Meski masyarakat dominan melakukan ketidak jujuran, kemunafikan, kecurangan, kebohongan, hipokrit, lalu yang jujur dianggap salah, aku tetap akan berpegang teguh pada prinsipku. Aku tetap akan membela kebenaran, aku tetap akan mendidik anak-anakku dengan kebaikan.
Ya..................... Aku tidak akan membenarkan yang biasa dilakukan oleh banyak orang, karena orang banyak belum tentu yang benar.
Menurutku, seharusnyalah: Jangan membenarkan yang biasa, namun biasakan yang benar. Apapun resikonya.
Minggu, 08 Mei 2011
Ceriwiiiiisss...........
Setelah mereka lahir, ya tetep saja mereka harus tahan dengan seluruh keceriwisanku yang terus berlanjut. Memandikan, menyusui, menidurkan, semua sambil aku ajak bicara atau membaca atau nyanyi. Walaaaahh............. gini nih kalo mamanya gak laku rekaman. Hmm............ aku membuat syair-syair laguku sendiri sesuai dengan asupan materi didikan yang aku ingin berikan ke anakku. Termasuk jika aku membaca Al Qur'an meski terbata-bata karena memang aku parah banget kemampuan membaca Al Qur'annya, tetep saja aku lakukan di dekat bayiku, sambil ngurus bayiku. Dan........... jangan kaget ya, karena aku aja kaget banget bin malu, kalo itu efektif poll. Bayiku dulu sudah hafal beberapa surat pendek saat masih usia 2 tahun meski mamanya payah dalam membaca Al Qur'an.
Begitulah! Makanya usia setahun anak-anakku sudah bisa bahkan lumayan pintar berbicara. Inget banget dulu papanya pulang kantor terkaget-kaget karena saat pagi berangkat anaknya belum jelas bicara, tapi malamnya sudah bisa menyebutkan PINTU, LANTAI, BUKU, PAPA, dll. Hahaha.............welcome to my world Papaku.................. gitu kali pikir anakku yang terkekeh-kekeh dan semakin semangat menyebutkan berbagai nama barang ketika melihat wajah papanya yang kaget banget campur senang dan bangga.
Naaah.........efeknya, anak-anakku itu ceriwis banget, selalu nanya ini itu, selalu komentar, selalu dan selalu berbicara sambil menguntitku jika menanyakan sesuatu kepadaku. Hhhhh........... salahku sendiri ya?? Hehehe.....jangan salah, papanya juga kebagian diikuti sambil ditanya ini itu jika ada di rumah. Tapi anehnya mereka cenderung tidak banyak bicara di sekolah. Tahu-tahu nilai lumayan, tetep banyak teman, mewakili sekolah lomba ini itu termasuk pidato,baca puisi, dan bahasa Inggris, jadi ketua OSIS, dll. Lhaaaaa........kok kata gurunya gak banyak bicara ya??? Mungkin maksudnya cool kali? Hehehe...........
Alhamdulillah............ karena sering melihatku membaca buku di waktu senggangku, termasuk saat menemani mereka bermain, maka mereka cepat ingin bisa membaca (dengan cara yang ceriwis menanyakan tiap huruf yang ditemuinya), dan memang tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa membaca meski tanpa pernah belajar secara khusus dan tentu saja tanpa beban apalagi tekanan.
Hhhhh............pekerjaanku sedikit berkurang. Karena sudah bisa membaca, maka aku akan mengajak mereka mencarinya di buku jika mereka menanyakan ini itu ke aku. Berbagai buku dengan tampilan lucu, menarik, aku beli demi memuaskan rasa ingin tahu mereka. Apa ini apa itu, kamus bergambar, buku tentang binatang, tumbuhan, manusia, negara-negara, sampai buku pintar, globe, mikroskop, teleskop, dll menjadi koleksi mereka. Mending mamanya gak usah beli baju atau sepatu apalagi tas branded deh. Secara, anak-anakku jika ingin tahu juga suka mengamati benda kecil juga bintang di langit. Horeeee.......... penguntitku yang ceriwis sudah tidak terlalu merepotkanku dengan berbagai pertanyaan. Hahaha....... mamanya payah! Dan mereka tumbuh menjadi penggemar membaca, dan buku bacaannya pun lebih 'berat' dibanding anak-anak seusia mereka dengan materi sesuai kesukaan mereka masing-masing.
Karena sekarang sudah jaman internet, maka untuk anak-anakku yang lebih kecil sudah aku kenalkan juga dengan Oom Google jika mereka ingin mengetahui suatu hal. Asyiiik.......... mamanya tentu akan bisa selonjoran leyeh-leyeh hanya memantau mereka browsing sambil menikmati me time nya lebih banyak. Qiqiqiq............ *ngayal*
Lha, tapi ternyata aku keliru!! Dua berlian kecilku itu masih saja suka menguntitku setiap hari sambil bertanya ini itu tiada henti. "Ma....Mama punya uang Zimbabwe ga? Mama tahu kan kalo pecahannya gede banget?" "Ma......kenapa ...... Ma........apa sih .......bla bla bla...." Jika aku sarankan mereka untuk tanya ke Oom Google atau melihat ke buku pintar, mereka akan dengan gesitnya menjawab; "Nggak mau!! Mama itu lebih pinter dari google atau kamus manapun."
Gubraaaagggggg.......................... dasar ceriwis!!!
Kamis, 05 Mei 2011
Indonesia Urutan 107 Negara Layak Huni Bagi Ibu-ibu
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
(Foto: thinkstock)
Survei tersebut digelar baru-baru ini oleh sebuah organisasi internasional yang bergerak di bidang kesehatan ibu dan anak yakni Save the Children. Negara yang disurvei meliputi 43 negara maju, serta 117 negara berkembang termasuk Indonesia.
Dari total 160 negara, Norwegia menduduki peringkat tertinggi negara paling layak dihuni ibu-ibu. Seluruh kelahiran bayi di negara ini sudah ditangani oleh tenaga kesehatan, sehingga tingkat kematian balitanya tercatat paling rendah yakni 1 di antara 175 balita.
Kesejahteraan pekerja perempuan juga paling diperhatikan, karena di Norwegia ibu melahirkan bisa mendapat hak cuti paling panjang yakni setahun penuh. Selain itu, fasilitas dan layanan kesehatan di negara ini dinilai paling layak untuk ibu-ibu.
Kondisi ini sangat bertolak belakang dengan Afghanistan yang menempati peringkat ke-160 alias juru kunci. Kematian balita terjadi pada 1 dari setiap 5 anak, sedangkan kematian ibu melahirkan tercatat paling tinggi yakni sebanyak 1 dari 11 kelahiran.
Indonesia menempati posisi ke-43 dalam kategori negara berkembang, atau peringkat ke-107 dari seluruh negara yang disurvei. Survei tersebut tidak merinci data di Indonesia, namun berdasakan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, angkanya tercatat 228 per 100 kelahiran hidup.
Secara lengkap, 10 negara terbaik bagi ibu-ibu menurut survei tersbeut adalah sebagai berikut seperti dikutio dari Savethechildren, Kamis (5/5/2011).
1. Norwegia
2. Australia
3. Islandia
4. Swedia
5. Denmark
6. Selandia Baru
7. Finlandia
8. Belanda
9. Belgia
10. Jerman
Sementara itu 10 negara terburuk bagi ibu-ibu adalah sebagai berikut.
1. Afghanistan
2. Nigeria
3. Chad
4. Guinea Bissau
5. Yemen
6. Kongo
7. Mali
8. Sudan
9. Eritrea
10. Equatorial Guinea
*****
Hmmm.............semoga nantinya Indonesia tempat terbaik bagi siapapun. Laki-laki, perempuan, anak-anak, ibu, ayah, nenek, kakek, semua agama, semua golongan. Bahkan orang berduyun2 ingin sekali tinggal di Indonesia, namun maaf........ syaratnya ketat tuk tinggal di Indonesia. Harus lulus test Berbahasa Indonesia, berpribadi Pancasila, Beragama, berbudi luhur, menghormati adat istiadatnya, pahlawannya, dan menjaga seluruh bumi laut udara dan kerukunan saling menghormati.
Selasa, 26 April 2011
Puisinya Rendra
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(WS. Rendra)
Rabu, 20 April 2011
Mimpiku Imajinasiku?
For knowledge is limited, whereas imagination embraces the entire world, stimulating progress, giving birth to evolution”. (EINSTEIN 1879-1955)
“The true sign of intelligence is not knowledge, but imagination.”
"Logic will get you from A to B. Imagination, will take you everywhere".
Orang-orang mencibirku jika aku bicara tentang;
"Anak tidak lulus ujian itu gakpapa. Itu pembelajaran hidup bagi mereka, bahwa gagal itu memang ada dalam kehidupan. Mereka hanya perlu bangkit dan berusaha lagi."
"Yang terpenting bukan nilai akademis anak bagus, namun anak mempunyai nilai, pribadi, karakter, itulah yang sangat penting bagi mereka hingga kapanpun."
"Yuks kita bina anak-anak generasi penerus untuk Indonesia jaya. Bukan sekedar untuk masa depan (nafkah) mereka."
Ya, mereka tidak setuju dengan prinsipku itu. Mereka lebih memilih seperti kebanyakan orangtua sekarang yang berlomba-lomba anaknya les ini itu, sekolah favorit agar anak-anak mereka nilai akademisnya selangit, selalu lulus ujian sekolah, dan anak dididik agar nantinya bisa bekerja, hebat dalam karir, dan banyak menghasilkan uang untuk kehidupannya. mereka tidak mengutamakan pembentukan pribadi dan karakter anak. Mereka tidak memikirkan bagaimana keadaan bangsa ini di masa depan.
Hahaha...........aku teringat kata-kata Pak Mario Teguh yang kurang lebih; "Ibu yang ambisi ingin anaknya juara biasanya dulu ibunya gak pernah juara." Betul kali ya Pak Mario. Aku dulu SELALU juara umum bahkan sampai juara tingkat propinsi. Dan aku tidak pernah menuntut atau ambisi agar anak-anakku juara. Bagiku, juara itu biasa saja, gak ada yang hebat atau istimewa. Juara hanya dikarenakan nilaiku bagus, paling bagus, dan nilaiku bagus karena aku bisa mengerjakan soal, lalu aku bisa mengerjakan soal karena aku paham, dan yang utama adalah aku paham karena aku mempelajarinya. Tahu gak kenapa aku pelajari hingga aku paham dan bisa? KARENA AKU MALAS!!
Heiiiiiiiii...........jadi aku juara karena aku malas, namun aku gengsi jika harus mempunyai nilai jelek. Makanya aku pelajari mati-matian supaya aku paham dan bisa tanpa aku harus belajar lagi, dan aku bisa santai-santai bermain melakukan apa yang aku suka.............. membaca buku tentang orang-orang hebat. Manjat pohon talok. Dan bermain. Hehehe............
Kembali ke mimpiku. Aku bukan ingin anak-anakku sekedar bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan bagus. Jadi.........aku didik anak-anak, sekolahkan mereka, buka semua kesempatan mereka untuk berkembang, maju, melesat, untuk tugas mulia yang Allah berikan pada manusia, khalifah di muka bumi.
Aku ingin anak-anakku, berlian-berlianNya, mewarnai dunia, merubah dunia, membawa kebaikan, kedamaian, kesejahteraan, indah berkilau menerangi sekitarnya, menerangi dunia akhirat.
Ada yang mau ikut?? Ayo............bareng-bareng kita didik anak-anak kita. Kita berjalan bersama bahkan berlari bersama demi mimpi kita.
Tidak mau? Ya gakpapa, tapi jangan halangi langkahku, jangan ganggu aku, jangan rusak usahaku. Karena nantinya anak-anakmu pun akan memerlukan terangnya kilau berlianku, untuk membantu anakmu melihat, melangkah, berbuat, bekerja, bahkan mungkin untuk sekedar hidup.
Sabtu, 16 April 2011
Sejuta Manfaat Telur
Dari 71 penelitian tentang telur, para ahli menemukan meskipun rendah kalori, telur merupakan sumber yang kaya protein dan dipenuhi nutrisi penting khususnya vitamin D, vitamin B12, selenium dan kolin.
Di antara sumber protein, telur mengandung asam amino esensial terkaya yang penting untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh. Telur bisa menjadi pilihan bagi anak-anak, remaja dan orang dewasa yang tidak mengkonsumsi susu.
Dr Carrie Ruxton, ahli diet terdaftar dan ahli gizi kesehatan masyarakat, mengatakan manfaat telur sangat besar hingga wajar bila disebut makanan super. Dengan harga yang sangat terjangkau, para ahli merekomendasikan konsumsi 1-2 butir telur sehari.
Vitamin D. Selain sinar matahari, telur merupakan sumber utama vitamin D. Satu butir telur mengandung lebih dari 20 persen RDA (ketentuan asupan vitamin D). Makan dua butir telur sehari memenuhi hampir setengah dari kebutuhan vitamin D. Asupan vitamin D yang cukup mencegah penyakit tulang, kanker, jantung, gangguan kekebalan tubuh, dan kesehatan mental.
Dengan porsi tak berlebihan, telur tak akan meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Studi terbaru yang dilakukan British Egg Industry Council, menyimpulkan bahwa konsumsi satu sampai dua telur sehari tak akan memicu masalah kolesterol. Konsumsi telur secara wajar justru memperbaiki metabolisme yang berkaitan dengan penyakit jantung dan diabetes.
(Adi) VIVAnews
Jumat, 08 April 2011
Sekolahnya Di Manaaa???
Hoooooiiiiiiiiii................ banguuuuuuunnnn!!!!!! Ibu-ibu Bapak-bapak semuanya yang katanya sekarang ini sudah gak ada orangtua bodoh, semuanya pinter-pinter sekolahnya sampai S nya gak keitung, anak itu hebat atau tidak bukan karena sekolahnya! Jadi, milih sekolah bukan melihat sekolahnya itu hebat atau tidak, favorit atau tidak, unggulan atau tidak. Pilihlah sekolah yang paling tepat untuk anak kita. Setiap anak mempunyai kebutuhan akan sekolah yang berbeda.
Kalau aku nih, gak pernah peduli dengan kata orang sekolah ini hebat, sekolah itu unggulan, sekolah ono no prestasinya selangit. Trus juga, aku gak akan bangga karena anakku sekolah di suatu sekolah tertentu, apalagi minder karena anakku sekolah di sekolah gak ngetops. Weks. Dan aku tidak akan mendidik anakku untuk bangga atau minder hanya karena mereka sekolah di sekolah tertentu.
Aku akan buat sekolah manapun bangga karena ada anakku sekolah di sana atau salah seorang anakku pernah sekolah di sana. They'll be better because of my kiddos.
Hahaha...........................narcist puoooooollllll............... maaf lah, becanda. Biar suasana segeeeeeerrrrr, gak setres, serius mulu. Senyum dooooooonk.............sapa tahu ada paparazi mengincar smiling face mu..
Ya, saat aku memilihkan sekolah untuk anak-anakku, maka aku akan memilihkan yang paling tepat dengan dia. Dan sama sekali bukan karena nilai anakku sekian, maka dia aku sekolahkan di sekolah ini. No way!!!!
Bisa jadi nilai anakku 9 (hehehe....biasanya seh geto) tetapi sekolah yang aku pilihkan dan biasanya sih mereka akan setuju dengan saranku meski aku gak pernah maksa, bisa saja sekolah 'biasa-biasa' aja bagi masyarakat umum. Ho ho ho................ untuk kondisi masyarakat seperti sekarang ini, masih percaya dengan penilaian mereka tentang mana sekolah terbaik buat anakku? Maaf ya............aku punya nilai sendiri tentang sekolah pilihanku untuk berlian-berlian indahku.
Bagiku yang penting anakku nyaman sekolah di situ, aku nyaman juga, dia tetap bisa mengeksplorasi potensinya, dan sekolah itu cukup membantuku menyiapkan berlianku agar semakin cemerlang, dan yang utama adalah di sekolah itu membuat anakku makin matang pribadi dan karakter indahnya karena anakku mengambil segalanya sebagai tambahan bagi kematangan dirinya.
Apakah totaly sekolah itu nyaman bagiku dan anakku? Ya gak lah! Mana ada tempat dan orang lain yang 100% sesuai keinginan kita? Kalau mau dicari-cari............ya banyak banget pasti kekurangannya. Tapi aku memilih untuk mengambil yang positif aja. Toh memang mendidik anak adalah tugasku sebagai orangtua. Sekolah hanya melengkapinya, memberi tambahan muatan akademis dan sebagai tempat bagi anakku belajar menjadi bagian masyarakat tertentu, (sekolah adalah suatu masyarakat juga bukan?) dll. Karena sejatinya anak adalah tanggungjawab orangtuanya. Jangan sekali-kali menyalahkan orang lain jika ada kekurangan anak kita. Karena kitalah yang pertama kali salah jika ada kesalahan dalam mendidik anak kita sendiri.
Dan..................hehehe.......................boleh donk bangga jika anak tumbuh menjadi berlian indah berkilau dan sinarnya menerangi sekitarnya????? *ting....ting......tuing......*
Nah............... baik atau buruk, bukan sekolahnya di manaaaa???
Tetapi.............anaknya siapaaaaa???
Qiqiqiq.....................met weekend.................. jangan pada protes ya!!!!!!!
Senin, 04 April 2011
Mengutuk Kegelapan?
Benar sekali memang.
Aku juga sangat setuju. Ngapain aku sibuk menyalahkan orang lain, mengeluhkan keadaan, menggerutu yang hanya membuang waktu, tenaga, dan tentu saja potensi? Lebih baik aku berbuat, sekecil apapun pasti akan memberi pengaruh positif. Setidaknya bagiku sendiri, dan semoga bisa memberi manfaat bagi orang lain, bagi lingkungan, bagi yang mau mengambil manfaat yang pasti ada. Hehehe........yakin banget yak?! Ya iyalah.
Ya, aku hanya akan memilih untuk mensyukuri apapun yang terjadi, baik atau buruk, apapun yang menimpaku sudah selayaknya aku syukuri. Aku upayakan semaksimal aku mampu, lalu aku tawakal. Itulah sikap syukurku.
Lupakan menyalahkan siapapun, gantilah dengan sikap langkah terbaik yang bisa dilakukan. Tidak perlu mengutuk kegelapan. Nyalakan saja lilinmu agar meneranginya........ meski hanya setitik cahaya yg dihasilkannya.
*mungkin aku bukanlah matahari yang sanggup menerangi dunia, namun setidaknya aku bisa menjadi lilin yang memberi secercah cahaya di kegelapan.
*mungkin aku bukanlah lampu kristal yang indah dan mahal harganya, namun setidaknya aku bisa semanfaat bohlam yang tanpanya, lampu kristalpun takkan terlihat keindahannya.
Kamis, 31 Maret 2011
Aku Hanya Punya Empati
Saat sedang di sebuah pasar tradisional, aku melihat suami istri menggendong masing2 1 anak. Yang satu masih bayi banget dan satunya 2-3 thnan. Si istri menyandang sebuah tape yang memperdengarkan musik daerah tertentu, si suami dengan muka berbedak tebal dan berkostum tari sambil menggendong anak yang lebih besar, segera menari mengikuti irama musik tadi. Trenyuh aku melihatnya. Segera aku angsurkan sekedar rupiah untuk usahanya itu. Aku bersyukur, setidaknya mereka tidak minta-minta dan mereka ngurus anak-anaknya.
Di jembatan penyeberangan.....ada seorang ibu dengan gadis kecil banget setiap hari duduk mengharap belas kasih orang lewat. Nggak tega rasanya jika melewati mereka. Airmataku sering aku tahan dan aku berusaha tersenyum semanis mungkin ke anak kecil itu, aku usap pipi dekilnya, dan sedikit rupiah aku taruh ke dalam kaleng yang terletak di sebelahnya. Kadang dia tertidur meringkuk di situ, dengan alas seadanya, lantai besi keras, berangin, kotor. Sedih dan trenyuh hatiku melihatnya. Ingin rasanya aku bisa memberi tempat yang nyaman baginya untuk tumbuh. Kapan-kapan aku ingin membawakannya buku-buku Princess kecilku untuknya. Biar dia belajar seperi Princessku.
Suatu hari aku melihat anak-anak berseragam abu-abu putih duduk-duduk di taman di pinggir jalan pada jam sekolah. Yah......mana tega aku tidak berhenti dan menanyakan mengapa mereka tidak sekolah. Ternyata mereka terlambat dan tidak boleh masuk sekolah seharian. Dan kalau pulang mereka takut diadukan oleh pembantunya karena tidak sekolah, lalu nanti orangtuanya marah menyalahkan mereka tanpa mendengar alasan mereka. Ya sudah, aku antar mereka ke sekolah dan aku upayakan mereka bisa masuk sekolah hari itu meski terlambat. Wuiiiih..............penerapan kedisiplinan yang tidak tepat.
Lalu aku juga pernah melihat anak SMA mendorong sepeda motornya. Yah.............aku segera putar balik, menanyakan apa yang perlu aku bantu, jika bensin habis dan dia tidak punya uang, maka aku belikan dia bensin sekedarnya agar dia bisa sampai rumahnya lagi nanti.
Kemudian jika ada teman-teman anak-anakku yang terancam tidak bisa ikut UAN karena belum melunasi SPP. Masya Allah.....kalau sekolah negeri mestinya gak perlu ya? Kan gedung dll disediakan negara, gaji guru dari negara, biaya operasional dari negara. Jika sekolah swasta, ya maklum sajalah kalau murid harus membayar. Karena semua-muanya harus diusahakan sendiri oleh sekolah. Tidak ada bantuan negara sama sekali. Tapi......aku malas mempersoalkannya meski itu bisa aku lakukan. Aku hanya concern pada anak-anak saja. Aku akan melobi sekolahnya, atau mengajak orangtua lain yang mau untuk kolek2 mengumpulkan dana untuk membantu anak-anak itu.
Lalu.............kembali airmataku harus tergenang jika melihat bagaimana anak-anak remaja merokok, menjadi polisi liar di beberapa tempat putar balik, apalagi yang menjadi anak nakal berkeliaran di jalanan. Sayang sekali generasi muda terlalaikan begitu saja.
Demikian juga dengan anak-anak orang kaya yang hanya dicekoki dengan berbagai fasilitas mewah, sekolah mewah, les sana sini, kursus ini itu, sementara kebutuhan pokok mereka yang berupa kasih sayang dan perhatian serta kebersamaan dengan orangtua tidak pernah mereka dapatkan. Seolah jika mereka tercukupi semua materinya maka selesai sudah tanggungjawab orangtua.
Belum lagi bayi-bayi mungil lucu tidak berdaya yang semestinya mendapat dekapan hangat ibunya, ASI langsung dari ibunya, juga didikan dan kebersamaan dengan ibunya di saat awal tumbuh kembangnya, justru harus menerima keadaan jika semua peran itu digantikan oleh orang lain. Pembantu, babby sitter, sopir, menjadi teman mereka sehari-hari, menjadi teladan mereka dalam berbicara, tingkah laku, bahkan cara berpikir dan bersikap. Karena orangtuanya sibuk dengan kegiatan yang materialis mencari uang! Entah seberapa besar uang yang mereka pikir diperlukan oleh anak-anaknya. Atau sebenarnya untuk kesenangan dan kepuasan mereka sendiri???
Entahlah.........
Karena tidak jarang setelah Senin sampai dengan Jum'at mereka asyik berkarir, ternyata Sabtu Minggu pun mereka seru dengan kegiatan sosialisasi mereka. GAUL kalau istilah anak sekarang. Hhhhh..............sayangnya, aku hanya mampu berempati saja pada anak-anak itu sekarang ini. Generasi yang terabaikan. Generasi yang seharusnya menjadi aset utama bangsa ini. Generasi yang nantinya akan meneruskan cita-cita bangsa ini. Generasi yang akan segera menggantikan orangtua mereka yang sekarang kebanyakan asyik dengan dunia mereka sendiri, tidak menyiapkan anak-anak hebat ini untuk menjadi orang Indonesia yang hebat pribadi dan kuat karakternya. Hanya menyiapkan sekedar kecakapan materi..............hanya akademis belaka.
Kecuali untuk anak-anak kandungku, aku akan lakukan apa saja demi mengemban amanahNya mengurus dan mendidik kalian semua dengan sebaik-baiknya. Jika itu harus mengorbankan karirku, maka tidaklah menjadi masalah. Karena karir terbaik bagiku adalah menjadi hambaNya, memenuhi janjiku padaNya, melaksanakan tugasku dariNya, mengasuh kalian semua berlian-berlianNya dengan sebaik-baiknya yang aku mampu usahakan. Aku yakin Dia sudah menyediakan hadiah bagiku karenanya.
Anak-anak Indonesia.................maaf jika aku baru mampu berempati pada kalian semua. Semoga Allah melindungi kalian dari kejahatan dunia, kejahatan materialistis, kejahatan orang yang seharusnya menjaga dan membimbing kalian semua. Maaf ya sayang.............tanganku masih belum mampu merangkul dan memeluk kalian semua. Hanya yang terjangkau dan do'a tulusku sebagai ungkapan cintaku tuk kalian semua...............
Semoga Allah melindungi kalian semua.................................
Minggu, 27 Maret 2011
Motivasi dari seorang sahabat
Keberhasilan ditentukan oleh ukuran
keyakinan kita untuk meraih kemenangan!
Ada pepatah mengatakan...
Apa yang sedang kita pikirkan, itulah
yang sedang terjadi, atau akan terjadi.
pikiran untuk selalu merespon
hanya pada hal-hal yang positif!
Latihlah ia terus menerus...
bukan hanya sesaat, tapi berkesinambungan...
Dewi - Temanku Yang Luar Biasa!
Hati yg santun adalah ASET yg tak tertandingi
dalam segala hubungan.
SIKAP BAIK adalah modal dalam hal apapun.
Oleh sebab itu, tunjukkanlah kualitas hati
melalui sikap & bawalah keluar hal terbaik
yang ada dalam diri kita. :-)
sepanjang waktu!
Anne Ahira
Jumat, 25 Maret 2011
Nikmat Jempolku, Jangan Diambil....
Hahaha...........katanya seru kok ngomongin mati seeh???
Ok. Today, aku mau cerita tentang jempolku. Meski namanya jempol, yang merupakan jari ter-endut dibanding jari lainnya, katanya sih jempolku tetep aja mungil cantik lucu menggemaskan. Hue he he he............narcist dikit gakpapa donk ah. Itu kata pacarku n berlian2 indahku yg sudah ABG yang di mata mereka jempolku emang mungil yaaa.....
Jempol tangan, seringkali kita.........aku kali ya, sepelekan kegunaannya, nilai pentingnya, bahkan ketergantungan kita (maap, aku maksudnye) terhadapnya. Sms, angkat barang sekecil apapun, membuka sesuatu (tutup toples misalnya), nulis, bahkan nyubit juga perlu bantuan jempol. Tapi aku gak suka nyubit loh! Dan semuanya itu selama ini nyaris tidak terlalu aku pedulikan, tidak aku sadari, dan...............hikcs......malu banget mengakuinya kalau aku kurang mensyukuri nikmat sang jempol mungilku itu. Maap ya Allah.....
Aku mempunyai pisau kecil yang tampilannya gak menarik. Suram, dekil, gak ada mengkilapnya blas meski sudah dicuci bersih. Memang sejak barunya seperti itu. Pisau itu pemberian kakakku tercinta. Dia memaksaku untuk menerima pisau pemberiannya itu dengan jaminan yang cukup meyakinkanku.........pisau itu tajam melebihi pisau2 putih berkilau milikku yang aku beli di swalayan perkakas rumah tangga bergengsi. Hahaha..............lebay! Emang sih belinya di sana, tapi yang aku beli yang murahan, bukan pisau keren mahal. Dan............betul banget. Itu pisau biarpun dekil tampilannya ternyata kemudian menjadi andalan kami karena tajamnya.
Kemarin............sebagai ucapan terima kasihku kepada pisau itu maka aku ingin mencucinya, menggosoknya, biar kinclong. *sambil berharap keluar jin baik kek lampu aladin* Hm............ lumayan sih ada sedikit perubahan meski ternyata gak bisa kinclong juga. Lalu.......saat asyik sok gosok sik isik tuh pisau..........sreeet!!! Huaaaaaaaaa...............ujung jempolku dicium sama si pisau.
"Mayday..........mayday................... keadaan darurat, call ambulance, ada jari jempol kecil lucu tersayat pisau. Luka cukup parah, harap segera siapkan dokter dan peralatan medis terbaik." begitu sms dan chat aku kirimkan ke pacarku setelah perawatan pertama aku lakukan dan jempol sudah terbungkus plester dengan rapi.
Hehehe............pasti dia tersenyum geli sekaligus khawatir dan ingin segera melihat jempolku setelah membaca sms yang kali ini dilakukan oleh jari lain karena si jempol sedang bedrest. Tiupan dan ciuman bertubi-tubi penuh cinta akan didapat oleh si jempol mungilku dari semua berlianku dan pacarku itu nanti saat kami ketemu sambil aku menceritakan kejadiannya dengan manja dan sedikit mengadu seperti jika mereka mencari perhatianku. Wakwkwkkk....................kayaknya ada yang memanfaatkan situasi nih.
Wuiiih..........ternyata luka cukup dalam sehingga terkena kuku. Dan saat kesenggol dikiiiiiiiiiit aja sakitnya minta ampun. Aku sulit melakukan banyak hal hanya dikarenakan si jempol tangan kananku sakit jika tersentuh.
Masya Allah...........ternyata sedikit saja nikmat diambil dariku sudah cukup membuat banyak hal menjadi terbatasi. Bagaimana aku memecahkan telor untuk bikin telor mata sapi lezat untuk pacarku kalau jempolku sakit begini coba? Hhhhhh................ maap ya cintaku, kalau beberapa hari ini telor mata sapi master chef ga bisa terhidang.
Jadi, masih pantaskah kita mengeluh hanya karena hal-hal sepele? Allah sudah memberi kita banyak kenikmatan yang sudah seharusnya disyukuri.
Udara gratis, masih bisa bernafas, hidung normal, gak usah sibuk ngeluh karena merasa tak semancung hidungnya pinokio, bukan?
Badan sehat, makanya dijaga dengan memberi asupan makanan sehat halal dan seimbang antara gerak, aktifitas sehat manfaat dan istirahat.
Dan nikmat lain yang buanyaaaaaaaaaaakkkk banget. Aku lagi gak minat nulis panjang2 ah. Mau menikmati jempol mungilku yang lagi sakit. Meski sakit, setidaknya aku masih punya dirimu oh jempolku...................
Nah semuanya.....................bersyukur yuk atas segala yang terjadi. Nikmati apa yang ada, dengan melakukan yang terbaik yang kita mampu usahakan. Hargai diri sendiri dengan menghargai dan menghormati orang lain.
Kamis, 24 Maret 2011
IBUMU
Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan panjang sekali kesedihannya. Dan dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka dia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras.
Betapa banyak kebaikan Ibu, sedang engkau balas dengan sikap yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu baik diam-diam atau terang-terangan. Tatkala Ibumu membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang tak berharga disisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar, Engkau puas dalam keadaan dia haus. Dan engkau mendahulukan berbuat baik kepada suami, istri dan anak-anakmu daripada Ibumu, dan engkau lupakan segala kebaikan yang pernah dia buat! Dan rasanya…. Berat atasmu memeliharanya padahal itu adalah urusan yang mudah. Dan engkau kira Ibumu ada di sisimu umurnya panjang, padahal umurnya pendekEngkau tinggalkan dia padahal tak ada penolong baginya selain dirimu!
Padahal ALLAH telah melarang berkata ‘ah’ dan ALLAH telah mengingatkanmu dengan lembut.Dan engkau akan di siksa di dunia dengan durhakanya anak-anakmu kepadamu. Dan ALLAH akan membalas di akhirat dengan menjauhkan dirimu dari-NYA.
Best Regards,
RKY REFRINAL PATIRADJAWANE
Minggu, 20 Maret 2011
Mencari Bahagia???
Hhhhh................ *kok ikutan sebel??*
Hahaha.................. mbok ya don't be like that. Be happy!!!!!
Ya.....happy, bahagia, semestinya kita ciptakan selalu dalam hidup kita. Kebahagiaan tidak akan mampir dengan sendirinya tanpa adanya usaha kita. Mensyukuri segalanya, apapun yang menimpa kita adalah kunci utama kebahagiaan.
Kebahagiaan bukan hadir karena rejeki yang melimpah, namun dengan adanya bahagia maka rejekimu akan melimpah karenanya.
Senyuman tidak akan membahagiakanmu, namun berbahagialah maka kamu akan senantiasa bisa tersenyum.
Bahagia bukan kita dapatkan karena orang lain baik terhadap kita, namun jika kita baik terhadap orang lain maka kita pasti akan bahagia.
Jangan pernah berharap orang lain akan membahagiakan kita, namun jika kita membahagiakan orang lain maka PASTI kebahagiaan senantiasa melingkupi hari-hari kita.
Bukan karena bahagia maka kita berterima kasih, tapi berterimakasihlah maka kita akan selalu bahagia.
So........... selalulah berpikir, berbicara, bersikap, dan bertindak positif. Maka bahagia akan mudah kita dapatkan. Jauh-jauhlah dari hal-hal negatif.
Jangan suka bergunjing
Jangan suka bergossip
Jangan suka mencerca
Jangan suka memaki
Jangan suka memfitnah
Jangan suka mencari-cari kesalahan orang lain
Jangan suka menebar kebencian
Jangan suka menghasut
Jangan suka mendengki
Jangan suka menjelekkan orang lain
Jangan suka merusak hati dengan kebusukan
Jangan suka mempermalukan orang lain di muka umum
Karena kebahagiaan akan menjauh darimu, jika kamu lakukan semua hal buruk itu.
Syukuri segala apa yang menimpamu.............hidup ini anugerah, jangan sia-siakan dengan sikap buruk yang menunjukkan kebusukan hatimu.
Aku sangat dan semoga selalu bahagia, meski apapun yang terjadi. Karena..........
Aku punya Allah yang selalu mencintaiku, membimbingku, melindungiku sekaligus mejagaku
Aku punya suami yang selalu menjadi pacarku, temanku, sahabatku, sekaligus tempatku curhat dan bermanja penuh cinta kasih sayang
Aku punya berlian-berlian indah yang selalu mempesonaku, mengisi hari-hariku dengan celoteh dan tingkah menakjubkannya
Aku punya keluarga besar yang luar biasa yang selalu mendukung, menjaga, dan menyediakan pundak mereka untukku bersandar
Aku punya teman-teman hebat membanggakan yang selalu peduli padaku dan membuatku selalu segar muda penuh semangat
Aku punya semangat, harapan, impian, yang harus aku raih dan usahakan dengan penuh rasa syukur dengan limpahan berkahNya
Maka...............aku tidak pernah perlu mencari bahagia, karena bahagia itu selalu ada di dalam diriku. Bahkan jika ada yang mencoba merusak, mengganggu, apalagi mencurinya dariku, bahagia TETAP selalu ada di sini....... di jiwaku, di hatiku, di hidup dan matiku.
Jumat, 18 Maret 2011
Say YES to GAMBARU!
by Rouli Esther Pasaribu on Monday, March 14, 2011 at 10:02 AM
Ini yang gw lihat di stasiun2 TV :
1. Peringatan pemerintah agar setiap warga tetap waspada
4. Tips-tips menghadapi bencana alam
5. nomor telepon call centre bencana alam yang bisa dihubungi 24 jam
6. Pengiriman tim SAR dari setiap perfektur menuju daerah-daerah yang terkena bencana
9. Potret para warga yang terkena bencana, yang saling menyemangati :
Kamis, 17 Maret 2011
BJ Habibie: Titel Sarjana Tak Penting
Syamsud Dhuha |
Kamis, 17/03/2011 12:30 WIB
Jakarta - Pendidikan di Indonesia masih mengandalkan nilai formalitas, sehingga tak heran masyarakat memandang orang yang bergelar sarjana lebih dipandang. Namun, mantan Presiden ketiga Indonesia Prof. Dr. Ing. Baharudin Jusuf Habibie memiliki pandangan berbeda.
Selasa, 15 Maret 2011
Bunga Kesayangan Bapak
Aku dan adikku yang sedang asyik main 'pasaran' segera datang mendengar suara Bapak (yang bagi kami merdu, meski bagi anak lain serem). Setelah tahu apa yang Bapak cari, aku segera kembali ke mainanku, aku ambil, dan segera berlari menyongsong Bapak. "Ini Pak......bunganya kami yang metik. Sudah dipotong-potong. Bagus deh. Coba aja Bapak lihat." Tanpa rasa salah sedikitpun aku angsurkan potongan dahlia itu ke tangan Bapak.
Sontak wajah merah sangar Bapak seketika berubah teduh penuh kasih; "Waaahhh....iya bagus banget bunganya. Dimasak apa itu cantiiik......." Hehehe............... tentu saja aku dan adikku dengan penuh semangat menggandeng tangan Bapak untuk melihat permainan kami dengan bunga kesayangan beliau yang sudah kami petik dan luluh lantakkan dengan pisau mainan itu. Dan kami betiga asyik bermain bersama. Mungkin Bapak tidak suka dan sedih bunganya dipetik, dirusak. Tapi ternyata Bapak lebih tidak suka jika hati kami yang rusak jika Bapak marah karena bunganya kami petik.
Subhanallah.........setelah dewasa baru aku memahami. Begitulah cara Bapak mendidik kami, menjaga hati kami, memberikan contoh bagaimana menentukan skala prioritas dalam hidup ini. Bapak.................semoga kami bisa selalu berbuat yang terbaik dan membuat Bapak sekarang selalu tersenyum dan berbahagia di sana.
Love U.........................Bapak Ibu.