Halaman

Rabu, 14 Oktober 2009

BAHASA INDONESIA DONK

Sekali lagi, kembali, aku menegaskan pernyataanku bahwa TV bukanlah benda "haram" di rumahku. Lha kan TV ada di mana-mana, kalau aku tidak menyediakannya di rumah pun tentu berlian-berlian indahku itu akan sangat gampang menemuinya. Malahan bukan mustahil mereka akan memperoleh tayangan TV di luar rumah yang pastinya di luar pantauanku aja! No no no............... aku nggak bisa seperti itu. Lagian, kalau kita bijak dalam menyikapi dan mengambil manfaatnya, why not? Coba pilih why atau not? Hehehe............

Hm............... dari nonton TV ini aja, kalau aku sih buanyaaaak banget yang sudah membuatku terkaget-kaget. Heiii................... ini kaget karena TV sudah membantuku mendidik berlian-berlianku. Banyak hal yang membuat berlianku berpendapat kritis karena menonton TV. Yang seringkali aku berfikir hal ini belum tentu akan aku dapatkan seandainya TV aku larang atau tidak aku sediakan di rumah.

Duluuuu............ saat jagoan gantengku masih kecil, mereka pernah membuat statement yang penuh dengan nuansa nasionalisme yang kental. Huahahahaaaa............... sampai sekarang kalau teringat hal itu aku masih tersenyum sendiri.

"Ma, bahasa Indonesia itu terkenal sekali ya."
"Kok????"
"Iya, coba aja Mama lihat di TV. Ada orang India yang menggunakan bahasa Indonesia. Trus juga orang Mexico. Malahan, Disney juga menggunakan bahasa Indonesia untuk film kartunnya. Hebat kan, bahasa Indonesia memang sangat terkenal di seluruh dunia?!"

Waduuuuh.................... ternyata yang dia maksud adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai "dubbing" dalam film-film tersebut. Ya sudah aku jelaskan bagaimana dubbing itu. Bahwa bukannya mereka menggunakan bahasa Indonesia secara langsung. Sekalian aja aku motivasi agar saat dia besar nanti bisa membuat bahasa Indonesia mendunia karena kehebatan rakyatnya sehingga membuat negara lain tertarik mempelajari dan menggunakan bahasa kita. Bahkan, mau tidak mau mereka HARUS belajar bahasa Indonesia jika mau maju, jika mau pinter, jika mau hebat, karena Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang hebat, berlian-berlian indah yang pintar, santun, religius, berkarakter, disertai anugerah alam yang kaya raya, sehingga mampu mendominasi semua bidang kehidupan.

Lalu belum lama ini, saat berlian ganteng terkecilku yang berumur 10 tahun melihat VOA melaporkan suatu berita dari DC. Tentu saja dia orang Indonesia, namun menggunakan bahasa Inggris. Juga saat mewawancarai seorang warga Amerika, dia menggunakan bahasa Inggris.

"Ma, itu kan nanti di TV di Indonesia pasti disiarkan pakai text bahasa Indonesia terjemahannya ya? Trus Ma, kalau wartawan Amerika sedang ke Indonesia melaporkan suatu berita dan wawancarai warga Indonesia pakai bahasa apa?"
"Ya pakai bahasa Inggris cintaku."
"Hmm............... kok nggak adil ya Ma. Harusnya pakai bahasa Indonesia donk. Trus saat disiarkan di Amerika tetep bahasa Indonesia tetapi disertai text bahasa Inggris sebagai terjemahannya. Masa kita ngalah terus sih Ma? Nanti harus berlaku sama."

Hahaha...................... bangganya aku. Berlianku memang indah banget. Semoga makin indah dan membuat bangsaku bersinar di mata dunia. Semoga dia makin indah dan membuat bersinar Islam. Semoga Allah selalu ridho akan keindahannya. Semoga kilau mereka menyinari syurgaNya.

Senin, 12 Oktober 2009

MAMA JANGAN NONTON YA.......

Sudah tahu kan kalau Princessku tuh peniru ulung. Melihat, mendengar, bahkan saat kelihatannya cuek pun ternyata dia mempelajari dan kemudian menirunya. Sebenarnya sih hampir semua anak begitu, suka niru! Makanya kita sebagai orang dewasa yang berada di sekitar mereka mesti memberi contoh yang baik-baik, yang pantas untuk ditiru.

Tapiii............... kadang tuh aku juga "kecolongan" alias nggak jaga sikap. Waduuuuh.............. nafsunya masih membara. Hahaha................. pertanda aku masih manusia biasa, kadang (eh, apa sering ya?) salah dan khilaf, menuruti hawa nafsu semata tanpa mengingat tanggungjawab menjaga amanahNya. Ampuuuun ya Allah.......................

Kadang aku melihat Princessku sedang "ngurusi" bonekanya selayaknya aku ngurusi dia. Kata-kata yang dia gunakan pun PERSIS seperti yang biasa aku katakan saat ngurusi dia. "Anak pinter, anak cantik, Princess Mama, berlian indah, cintaku, sayangku." dll dll selalu keluar dari mulut manis mungilnya.

Namun tidak jarang teguran, sedikit emosi, dan geregetan yang ternyata jelek banget saat dia yang memperagakan, juga tak luput dari aksi tiruannya atas diriku. Waduuuuh.............. padahal aku tidak bermaksud begitu. Berarti dia menangkapnya seperti itu, terbukti dari caranya menirukan aku. Hahaha.............. maafin Mama ya Princess cantikku. Terima kasih atas peringatanmu lewat peragaanmu yang begitu nyata menunjukkan tangkapanmu atas tingkah mamamu ini.

Suatu saat aku sedang shalat, dan merasakan kehadirannya di sampingku. Ya, dia ikutan shalat. Lalu setelah aku selesai salam................. masya Allah, dia shalat dengan melilitkan kain ke seluruh tubuhnya. Rupanya dia tidak menemukan mukena maupun jilbabnya. Namun dia memahami akan harusnya mengenakan pakaian yang menutup aurat saat shalat. Ya sudah kain yang dia temukan di dekatnyalah yang dia "sulap" menjadi pakaian shalatnya. Setelah aku ingat-ingat..................... dia pernah shalat di rumah neneknya dan karena tidak membawa mukena maupun jilbab, neneknya memakaikan kain panjang ke tubuh mungilnya itu sebagai pakaian shalatnya.

TV memang bukan barang "haram" di rumahku. Karena toh TV memang ada di sekitar kita. Daripada mereka tahu TV dari tempat lain, mendingan mereka tahu dari rumah, dengan berbagai penjelasan dan rambu-rambu dari kami.

Naaah........... saat dia sedang nonton TV acaranya sebuah film kartun di Nick Jr, backyard digan, lalu aku datang ke ruang TV. Dengan penuh kesungguhan dia melarangku melihat TV; "Mama........... jangan nonton ya. Ini acaranya buat adek-adek, mama-mama nggak boleh nonton. Ayo cepetan matanya ditutup." Demikian katanya lembut mesra sambil dia berusaha menutup kedua mataku dengan menggunakan tangan mungilnya itu.

Hahaha................... ternyata dia memperlakukan aku sama seperti jika aku melarangnya menonton tayangan dewasa yang belum pantas dia lihat. So, menurutnya jika dia nggak boleh nonton tayangan yang untuk mama, berarti mama juga nggak boleh nonton acaranya dia. Iiiih.................... gemes nggak coba!

Dasar mamanya juga sih nggak mau ngalah untuk tidak menonton tayangan yang bukan untuk anak kecil, eh.............. malah anaknya yang dilarang-larang!

Jumat, 09 Oktober 2009

Ibu


God cannot reach everywhere...So he created Mothers on the Earth!!!

Selasa, 06 Oktober 2009

PRINCESS DIMARAHI MAMA

Hmmmmmm......... dasar aku tuh memang Mamanya ya, maunya ngomongin berlianku, termasuk......... Princess cantikku. Hi hi hi.......... kalau bosen ya jangan baca deh! Maksudnya................. jangan sampai ketinggalan ceritanya! Ntar nyesel lho. He he he..........

Usia Princess kini sudah 2 tahun 4 bulan. Sudah gede? CMIIW........... Yang pasti sih makin pinter, tingkahnya makin banyak, ngomongnya makin canggih, akalnya juga makin banyak. Sudah pinter ngetes Mamanya. Pinter bikin sebel, pinter ngakalin, pinter ngeyel, pokoke pinter!

Nah, berhubung ngeyelnya makin hari makin canggih, maka Mamanya makin sering dibuat jengkel.......kel ............kel! Hhhhhhhhhhhh...................... dari mana sih dia punya akal dan perkataan seperti itu? Mana sering bener lagi! Tapi............ salaaaah. Nah Loe, gimana tuh jadinya?

Misalnya saat dia loncat-loncat di kasur, dilarang jawabannya ada aja. Alasannya, kalau di kasur enak loncatannya bisa membal. Emangnya dia pikir trampolin? Sementara kalau disuruh loncat-loncatnya di trampolin.......... nggak mau! Nggak asyik kali ya, nggak dilarang Mama. Qi..qi.........qi............... dasar!

Teruus................
Saatnya bobok, ee............. malah nyanyi, baca, main, atau............ gangguin Mama! Disuruh bobok nggak mau. Weee................... bisa ngasih alesan lagi.

"Adek bobok gih, sudah malem. Besok kita main lagi."

"Nggak mau ah, belum ngantuk. Nanti kalau Adek sudah nguap, aahhheeem............. gitu, berarti Adek sudah ngantuk. Baru Adek bobok. Tunggu Adek nguap ya Ma."

Alamaaak................... mana pakai peragaan nguapnya lagi. Apa aku nggak gemes coba??

Nah, suatu malam dia belum mau bobok meski semuanya sudah bobok. Jadi tinggal kami berdua yang matanya masih melek. Ya pastinya dia gangguin Mamanya karena tidak ada lagi yang bisa dijadikan sasaran keisengannya, tempatnya menuangkan berbagai akal dan kecerdasannya. Lama-kelamaan aku kesel juga. Dan.................... marah!

He he he............. marahnya sih bukan bentak-bentak apalagi "main tangan" lho! Cuma aku menunjukkan sikap yang tidak biasa, sikap yang menunjukkan kalau aku tidak setuju jika dia belum mau bobok juga.

Hmmm.............. biasa deh, dia melancarkan serangan-serangannya agar menarik perhatianku. Dan aku cuekin aja meski seringkali aku menahan diri karena sebenarnya sikapnya lucu dan sangat menarik perhatianku.

Kemudiaan........................

"Mamaaa................marah................ Adek dimarahin. Oo................ Mama marah.............. hayo Adek dimarahin............. na na na.........................." dst.

Kata-kata itu keluar dari mulut mungilnya dengan irama lagu ciptaannya sendiri. Coba! Apa aku nggak sebeeeel..................... banget karena harus konsisten marah nyuruh dia bobok, tapi nggak tahan sama kelucuan tingkahnya itu.

Berlianku.................. cintaku...................... anugerah indah banget sih????

Hehehe............................... thank you ya Allah, atas keindahan ini. Terima kasih juga atas anugerah indahmu, "pacar" foreverku. Merci beaucoup atas semuanya.

Minggu, 04 Oktober 2009

101 (Small) Things To Keep The Wife Happy

Hehehe................. ini "bocorannya" dear.
  1. Give her a hug every day, ingat.......... EVERYDAY !!
  2. Say "I Love You" at the end of every phone conversation, and mean it!!!
  3. Ask about her day
  4. Take the kids for a walk (or drive). Alone time does wonders for refreshment.
  5. Make her favorite drink (whether it be coffee, tea, soda, or martini......eh, yg ini jangan!)
  6. Make dinner every now and again (or bring home take out without being asked)
  7. Record her favorite television shows (or get Season Passes to them on TiVo)
  8. Paint her toe nails (or fingers. She might have a preference)
  9. Let her win an argument (kan dia emang win, nggak usah berusaha menang deh)
  10. Pick up your dirty laundry off the floor (hehehe...........)
  11. Play footsie in bed
  12. Snuggle
  13. Offer to help her carry the groceries
  14. Give her a weekend to herself (dananya sekalian, yg buanyaaaaak, unlimited)
  15. Bring home unexpected small gifts (asyiiiiik............berlian aja, small kan?)
  16. Comment on her new hair cut (yg bagus ya commentnya)
  17. Bring her tissues when she's sick (pijitin n disayang2 juga)
  18. Offer to watch the movie of her choice (he'em!)
  19. Clean the kitchen (haaaa.........seru tuh)
  20. Spend a weekend away (again, this time she gets the house to herself)
  21. Call during the day just to say Hi (and say I love u, I miss u, dll)
  22. Hold her hand when your out and about (that is, if you can get it away from the children)
  23. Smile the first time you see her each day (with full of love).
  24. Fold a load of laundry. Or start a new load in the washer. Or do both.
  25. Trust that she knows where to go for the party next weekend (got and printed the directions).
  26. Listen when she's trying to tell you she's upset (bener nih, jangan malah cuek)
  27. Let her take an afternoon nap (jangan ah, pusing, gak enak afternoon nap itu)
  28. Pick up milk on the way home (or whatever grocery item is always "empty")
  29. Offer to wash her car (yes! setujuuuuuuu....)
  30. Bring home a favorite flower (or bouquet, or.......... diamond)
  31. Take out some favorite photos of the both of you and reminisce
  32. Give her a back rub (or massage her feet. Or shoulders. Or really, whatever she likes)
  33. Let her sleep (at luxury place) in this Saturday. (oh my........)
  34. And then make her favorite breakfast (or go out to a restaurant for it)
  35. Ask about one of her biggest wishes or dreams (and reach it for her! mauuuuuuuu..............)
  36. Leave a love note in her purse/car/wallet
  37. Buy a coffee shop gift card (if that's her thing) and leave it for her in the morning
  38. If you empty the toilet paper roll, get and place the new one
  39. Windex the bathroom mirror
  40. Take the dry cleaning in (setujuuuuuuu)
  41. Never underestimate the power of a good night kiss (tul)
  42. Clean off the dinner table dishes (plissss)
  43. Ask her to go for a walk with you
  44. Talk to each other... have a conversation about something meaningful or nothing in particular (iya banget)
  45. Put the kids to bed (ngangguk2)
  46. Hang that picture/shelf/ candle holder you always meant to
  47. Bring home a gift certificate for a pedicure or massage (massage ajah, gak suka pedicure)
  48. Fill her car up with gas (and wash the windshield)
  49. Hershey Chocolate Kisses (get creative)
  50. Zip up or button the back of her dress or shirt
  51. Gently place a blanket over her if she falls asleep in the afternoon or on the couch in the evening (penuh cinta ya......)
  52. Go to the pharmacy for her medication when she's sick (urutin n peluk sayang aja, gak mau obat)
  53. Bathe the kids
  54. Buy her "girlie" shampoo, conditioner, and soap for the shower
  55. Make dinner reservations (complete with arrangements for a baby sitter)
  56. Don't complain if she's having one of those long phone conversations
  57. Offer to clean up her computer screen and/or keyboard
  58. Take a picture of her favorite place and send it to her (or leave it in a card on the table)
  59. Whisper sweet nothings into her ear (hahaha.............)
  60. Feed the pets
  61. Run her a bubble bath. With candles. (yuhuuuu..........)
  62. Offer her your jacket if it is cold.
  63. Rub lotion on her hands (and hell anywhere else you want)
  64. Give her space when she needs it
  65. Ask about her work (and yes, if she stays home--ask about the children, the housework, etc)
  66. Make a mix tape (or playlist)
  67. Send funny e-mails. Either share a funny remark, send love notes, or even URLs for the funniest videos you've ever seen. It just means you are thinking of her. And she of you.
  68. Shut the door sometimes when you are in the restroom
  69. Hang up your coat after you come in (and the shoes, put them away too)
  70. Warm and pull up the car to the restaurant/store door if it is cold or raining or windy
  71. Buy her earrings. Or a necklace. A ring. Something inexpensive, but fun/beautiful/ reminiscent of you
  72. Let her cry if she needs to
  73. Help get that item off the "high shelf"
  74. Rub her back as you pass by her cooking dinner (or reading e-mail. It is the touch that counts)
  75. Clean up the clutter in the living room/kitchen/ bathroom- -any room. Just spruce it up tonight. She'll notice
  76. Come home early
  77. Offer to cook her dinner (not on the grill. In the kitchen please)
  78. Pull out the wedding glasses and toast to your "togetherness"
  79. Sit next to her on the couch
  80. Look her in the eye and tell her how you feel about her
  81. Look up her Favorites or Wish Lists at an online store... and buy her something small from the list
  82. Take charge for the evening--corralling the children for bedtime, bathing, reading, television, etc.
  83. Ask her what one small thing you could do to make her life easier at that moment and do it
  84. Offer to paint a room the color of her choice
  85. Give up the television remote for one night
  86. Pack her lunch for the day
  87. Call her favorite girlfriend to schedule a surprise her with a girls' night/day out and about
  88. Bake her a cake/pie/muffin/ favorite dessert
  89. Remember a special moment you had together, talk about it, discuss it, and share it with her (this can just be done verbally, in a letter... anything that you want to do)
  90. Tell her when she looks good. As in, "Hey, you look great in that." Or if she is wearing your favorite perfume, mention it.
  91. Fluff her pillow before bed
  92. Next time you are at a party or social gathering--give her wink from across the room. Or a knowing glance. Or a grin. Some sort of shared thought or expression that the two of you can share
  93. Find out how she likes her eggs and/or coffee. This can be valuable information.
  94. Clean the toilet(s)
  95. Take her picture when you think she looks beautiful. Even if she doesn't want you to.
  96. Open the car/restaurant/ store door for her
  97. Let her pick the music in the car next time your driving together
  98. Remind her why you married her.
  99. Find a way to make her laugh. Really laugh. It does wonders for the soul.
  100. Tell her you love her. And mean it.
  101. Remember to take out the garbage
I Love U........................

Jumat, 02 Oktober 2009

IQ ANAK

Anak cerdas tentu dambaan setiap orang, sebab kecerdasan merupakan modal tak ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan di hadapannya. Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati, melainkan dapat diupayakan.

Dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS, memperkirakan faktor genetik cuma memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam kandungan.

Untuk menjelaskan peran genetika dalam pembentukan IQ anak, seorang pakar lain di bidang genetika dan psikologi dari Universitas Minnesota, juga di AS, bernama Matt McGue, mencontohkan, pada keluarga kerajaan yang memiliki gen elit, keturunannya belum tentu akan memiliki gen elit.

"Keluarga bangsawan yang memiliki IQ tinggi umumnya hanya sampai generasi kedua atau ketiga. Generasi berikutnya belum diketahui secara pasti, karena mungkin saja hilang, meski dapat muncul kembali pada generasi kedelapan atau berikutnya," ungkap McGue. "Orang tua
yang memiliki IQ tinggi pun bukan jaminan dapat menghasilkan anak ber-IQ tinggi pula." Ini menunjukkan genetika bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kecerdasan anak.

Faktor lingkungan, dalam banyak hal, justru memberi andil besar dalam kecerdasan seorang anak. Yang dimaksud tak lain adalah upaya memberi "iklim" tumbuh kembang sebaik mungkin sejak si anak masih dalam kandungan agar kecerdasannya dapat berkembang optimal. Dengan
gizi dan perawatan yang baik misalnya, si Polan bisa cerdas. Atau dengan menjaga kesehatan secara baik dan menghindari racun tubuh selagi ibunya mengandung dia, si Putri dapat memiliki intelegensia baik. Begitu pula dengan memberikan kondisi psikologis yang mendukung, angka IQ si Tole lebih tinggi dari teman sebayanya. Gizi, perawatan, dan lingkungan psikologis itulah faktor lingkungan penentu kecerdasan anak.

Kisah Helen dan Gladys, sepasang bayi kembar, bisa menjadi salah satu buktinya. Pada usia 18 bulan mereka dirawat secara terpisah. Helen hidup dan dibesarkan dalam satu keluarga bahagia dengan lingkungan yang hidup dan dinamis. Sedangkan Gladys dibesarkan di daerah gersang dalam lingkungan "miskin" rangsangan intelektual. Ternyata saat dilakukan pengukuran, Helen memiliki angka IQ 116 dan berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Bahasa Inggris.
Sebaliknya Gladys terpaksa putus sekolah lantaran sakit-sakitan dan IQ-nya 7 angka di bawah saudara kembarnya.

Gizi dan perilaku ibu

Dr. Devlin menemukan bukti bahwa keadaan dalam kandungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan kecerdasan. "Ada otak substansial yang tumbuh dalam kandungan," jelasnya. "IQ
sangat tergantung pada bobot lahir bayi. Anak kembar, rata-rata memiliki IQ 4 – 7 angka di bawah anak lahir tunggal karena umumnya bayi kembar memiliki bobot badan lebih kecil," tambahnya.

Lebih dari 20 tahun terakhir berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin terjadi pertumbuhan otak
secara proliferatif (jumlah sel bertambah), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim. Fungsi neurotransmiternya pun menjadi tidak normal.

Dengan bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar
kepala janin.

Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma jumlah sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukkan, bayi yang menderita kekurangan kalori protein (KKP) berat memiliki bobot otak 15 – 20% lebih ringan dibandingkan dengan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapai 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki nilai IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

Asupan zat besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual. Untuk membuktikannya, Politt melakukan penelitianterhadap 46 anak berusia 3 – 5 tahun. Hasilnya menunjukkan, anak dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki kemampuan mengingat dan
memusatkan perhatian lebih rendah. Penelitian Sulzer dkk. juga menunjukkan anak menderita anemia (kurang darah akibat defisiensi zat besi) mempunyai nilai lebih rendah dalam uji IQ dan kemampuan belajar.

Maka atas dasar hasil penelitian tadi, kita bisa mengatur makanan anak sejak janin. Ketika anak masih dalam kandungan, si ibu mesti makan untuk kebutuhan berdua dengan gizi yang baik. Perilakunya juga mesti dijaga agar tidak memberi pengaruh buruk terhadap janin. Pasalnya, perilaku "buruk" ibu hamil, merokok misalnya, ternyata juga menjadikan IQ anak rendah.

Penelitian David L. Olds et. al. (1994) dari Departement of Pediatrics, University of Colorado di Denver, AS, menunjukkan bayi-bayi yang lahir dari ibu perokok memiliki faktor potensial ber-IQ rendah, seperti bobot lahir rendah, lingkar kepala lebih kecil, lahir prematur, dan perawatan saat di ICU lebih lama dibandingkan dengan bayi dari ibu tidak merokok selama hamil. Anak dari ibu perokok selama hamil pada usia 12 – 24 bulan memiliki nilai IQ 2,59 angka lebih rendah, pada 36 – 48 bulan memiliki nilai IQ 4,35 angka lebih rendah ketimbang IQ anak dari ibu tidak merokok saat hamil.

Menurut David, asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan menderita hypoxia atau kekurangan
oksigen. Asap rokok juga akan memicu terjadinya proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah mengikat CO dari asap rokok. Selain itu, asap rokok juga mengandung sekitar 2.000 – 4.000 senyawa kimia beracun yang secara langsung mengganggu dan merusak berbagai proses tumbuh kembang sel-sel dan sistem syaraf.

Merokok selama hamil juga berpengaruh pada kekurangan zat gizi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel otak. Misalnya, kebutuhan zat besi akan meningkat karena harus memenuhi keperluan pembentukan sel-sel darah yang banyak mengalami kerusakan. Hal ini akan mengurangi kemampuan dan persediaan zat gizi lainnya, seperti vit. B-12 dan C, asam folat, seng (Zn), dan asam amino. Zat-zat gizi tsb. dilaporkan sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel-sel otak janin. Jika terjadi kekurangan zat-zat gizi esensial, proses tumbuh kembang otak tidak optimal, sehingga nilai IQ pun menjadi lebih rendah.

Setelah lahir, asupan gizi bagi bayi juga harus dijaga tetap baik. Idealnya, anak mendapatkan ASI secara eksklusif sampai usia 4 – 6 bulan. Jenis makanan, selain ASI, untuk bayi dan anak balita sebaiknya dibuat dari bahan makanan pokok (nasi, roti, kentang, dll.), lauk pauk, bebuahan, air minum, dan susu sebagai sumber protein dan energi. Jangan lupa, bahan makanan harus diolah sesuai tahap perkembangan dari lumat, lembek, selanjutnya padat. Secara keseluruhan asupan makanan sehari harus mengandung 10 – 15% kalori dari protein, 20 – 35 % dari lemak, dan 40 – 60% dari karbohidrat.

Menu seimbang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Sejak awal balita, jika memungkinkan, anak diberi susu sebanyak 500 ml. Namun, jika ASI cukup, susu pengganti tidak perlu diberikan hingga usia dua tahun.

Perhatian juga mesti diberikan terhadap jadwal pemberian makanan. Makan besar tiga kali (sarapan, makan siang, dan malam), makan selingan (makan kecil) dua kali yang diberikan di antara dua waktu makan besar, air minum diberikan setelah makan dan ketika anak merasa haus, serta susu diberikan dua kali, yakni pagi dan menjelang tidur malam.

Untuk mengetahui kecukupan gizi pada anak ada dua cara yang bisa digunakan. Pertama cara subjektif, yakni mengamati respon anak terhadap pemberian makanan. Makanan dinilai cukup jika anak tampak puas, tidur nyenyak, aktifitas baik, lincah, dan gembira. Anak cukup gizi biasanya tidak pucat, tidak lembek, dan tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan.

Cara kedua adalah dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Cara ini dilakukan dengan mengukur bobot dan tinggi anak, dilengkapi dengan mengukur lingkar kepala pada anak sampai usia 3 tahun. Hasil pengukuran dibandingkan dengan data baku untuk anak sebaya. Jika ditemukan tanda-tanda kurang sehat, seperti pucat atau rambut tipis dan kemerahan, anak perlu diperiksa secara medis. Ada baiknya juga dilakukan pemeriksaan psikologis, terutama bila ada kemunduran prestasi belajar.

Tempat tinggal dan cerita

Selain faktor gizi dan perawatan, apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari anak, sejak dalam kandungan sampai usia lima tahun, sangat menentukan intelegensia dasar untuk masa dewasanya kelak. Setelah usianya melewati lima tahun, secara potensial IQ-nya telah tetap. Dengan begitu, masa itulah merupakan "kesempatan emas" bagi kita untuk memacu tingkat kecerdasan anak.

Menurut Jean Piaget, psikolog dari Swis, semakin banyak hal baru yang dilihat dan didengar, si anak akan semakin ingin melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada dan terjadi di lingkungannya. Karenanya disarankan agar orang tua memperkaya lingkungan tempat tinggal (kamar tidur atau kamar bermain) bayi dengan warna dan bunyi-bunyian yang merangsang. Umpamanya, gambar-gambar binatang atau bunga, musik, kicauan burung, dsb. Semuanya mesti tidak menimbulkan ketakutan dan kegaduhan pada anak.

Para pakar juga yakin lingkungan verbal bagi anak juga tak kalah pentingnya. Bahasa yang didengarkan anak bisa meningkatkan atau menghambat kemampuan dasar berpikirnya. Penelitian hal ini dilakukan psikolog Rusia. Ia membayar para ibu keluarga miskin untuk membacakan cerita dengan suara keras untuk bayi mereka masing-masing selama 15 – 20 menit setiap hari. Menjelang berusia 1,5 tahun, bayi menjalani pengukuran. Hasilnya, bayi-bayi itu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik ketimbang bayi-bayi seusianya di daerah
yang sama.

Penelitian lain dilakukan di sebuah sekolah perawat di New York, AS, terhadap dua kelompok anak usia tiga tahun. Masing-masing anak diperlakukan secara berbeda. Kelompok pertama diberi pelajaran berbahasa selama 15 menit setiap hari. Kelompok kedua diberi perhatian khusus juga selama 15 menit tanpa pelajaran bahasa. Setelah 4 bulan ternyata kelompok pertama mendapatkan kenaikan intelegensia rata-rata sebesar 14 angka. Sedangkan kelompok kedua kenaikan rata-ratanya cuma 2 angka.

Nah, untuk mendapatkan anak cerdas ternyata gampang. Cuma dengan memberi makanan sehat, perawatan baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung sejak dalam kandung hingga usia lima tahun, besar kemungkinan harapan kita akan tercapai. (dr. Audrey Luize)

Kamis, 01 Oktober 2009

AKU PENAKUT

Hmm............... ngaku juga ya akhirnya. Hehehe.................. memang, aku tuh sebenarnya sangat penakut. Takut apa? Naaah............. ini dia yang aku mau ceritakan.

Aku memang sangat penakut. Takut salah, takut tidak memenuhi keinginanNya. Ya, saat aku mulai mendapatkan amanahNya. Berlian-berlian indah. Aku sangat takut jika tidak amanah, jika tidak bisa memenuhi kehendakNya atas berlian-berlianNya tersebut. Oleh karenanya aku kemudian memutuskan untuk memfokuskan diriku pada pengasuhan amanahNya itu. Aku tinggalkan karirku (yg katanya sih bagus) demi berusaha melakukan yang terbaik.

Aku memang tidak sehebat ibu lain yang begituhebatnya dan (maaf) sombongnya mengatakan kehebatan mereka bisa membagi antara karir dan anak. Dan semuanya (katanya) bisa dia tangani dengan sempurna, hebat, sukses. Hhhh............... mungkin mereka memang hebat. Aku sih sadar diri tidak sehebat itu. Makanya aku fokus ngurus berlianNya.

Demikian juga saat aku mengelola yayasanku. Aku belum berani menerima dana (ZIF) dari orang lain untuk aku kelola. Karena aku sangat takut tidak bisa amanah. Aku takut meski sedikitpun jika ada tindakanku yang ternyata tidak mencerminkan amanahku. Rasanya seperti menerima bara panas jika harus menerima dana mereka. Itulah kenapa aku juga baru mengelola dana pribadiku. Ternyata itu pun masih ada yang (kelihatan) mengira aku mengambil keuntungan darinya. Padahal.................. hanya Allah yang tahu.

Ya sudahlah, terserah apapun kata orang. Aku memang penakut. Semoga Allah menjagaku untuk tetap takut mengkhianatiNya.

Selasa, 15 September 2009

ANAK NGGAK KUAT PUASA ??

Puasa Ramadhan sudah menjadi salah satu arena pembelajaran, pembentukan akhlak, pendidikan jasmani rohani bagi berlian-berlianku. Sejak masih sangat kecil, dini sekali mereka sudah berlatih berpuasa. Betul. Mereka sudah mulai belajar berpuasa sejak usia 2-3 tahun. He he he.......

Jangan pada marah gitu deh. Emang sih kalau belum tahu bagaimana berlianku belajar berpuasa pasti pada menuduhku kejam dan keras terhadap anak. Makanya, baca sampai selesai ya.

Seperti sekarang ini, Princessku yang belum genap berusia 3 tahun sudah berpuasa. Nggak percaya? Tanya saja sendiri kepada yang bersangkutan, pasti dia jawab jika dia berpuasa. Serius! Ha ha ha............. dia berpuasa "ala berlianku. Princess berpuasa, tidak makan dan minum di luar rumah. Nah, kalau dia ingin makan atau minum ya masuk rumah terlebih dahulu. Mengapa aku didik begitu? Ya ada banyak alasannya;
  • Membiasakan kepada mereka untuk berpuasa, menahan diri, tidak makan dan minum di tempat yang biasanya boleh.
  • Mendidik agar mereka menghormati orang lain (terutama anak kecil) yang berpuasa atau sedang belajar berpuasa dengan tidak makan dan minum di tempat umum.
  • Memberikan rasa bangga, percaya diri, bahwa mereka pun berpuasa seperti orang dewasa. Hehehe........... anak kecil seringkali merasa hebat jika sudah dianggap besar, bisa melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa atau yang lebih besar (tua) dari mereka.
  • Menanamkan rasa syukur, empati, rasa tepa slira, disiplin, jujur, dll
Setelah mereka berusia 4 tahun, maka berpuasanya meningkat menjadi menahan makan dan minum sejak sahur (ini sih sebangunnya dia, bisa jam 6, 7, atau saat sahur beneran) sampai jam 10 pagi. Lalu berbuka lagi jam 12 siang atau setelah dzuhur, dilanjut saat ashar minum susu dan makan kue (milk break lah hahaha..........) dan.............. selanjutnya ikut jam buka puasa beneran, ikut sibuk, ribut, dan menunggu-nunggu seolah dia memang berpuasa seharian. Bahkan lebih heboh dibanding yang berpuasa beneran sejak subuh hingga magrib.

"Buuuka puasaaaa................ buka puasa..........................." begitu nyanyian merdunya menjelang buka puasa.

Seiring bertambahnya usia, sesuai kemampuan mereka, acara berbuka di tengah2 berangsur menjauh menjadi jam 11, 16, magrib. Lalu setengah hari, dan akhirnya mereka berpuasa beneran sehari penuh sejak kelas 1-2 SD. Tanpa paksaan, tanpa ancaman, tetapi diiringi kebanggaan karena mereka merasa sudah hebat, bisa berpuasa sehari penuh.

Hehehe.............. tapi jangan dikira lancar2 aja lho. Pastinya ada saat2 mereka nggak kuat menahan godaan, terutama jam 12-14 di saat kehausan terasa sangat bahkan melihat air kolan pun mereka sudah tergoda. Hahaha..................... Beberapa orang sih menyarankan agar aku memberitahukan ke anak-anakku, seandainya nggak kuat dan ingin minum diam-diam harus minum air masak. Jangan air mentah. Lha............ aku mana mau begitu? Aku sih bilang ke anak-anakku seandainya nggak kuat ya bilang saja ke aku, jangan minum diam-diam yang artinya berbohong. Aku sih mendingan mereka nggak puasa tetapi jujur daripada sepertinya puasa padahal berbohong. Karena yang penting bagiku bukan berpuasa di depanku, akan tetapi kejujuran mereka sangatlah penting bagiku, jauh lebih penting dibanding status berpuasa.

Naaah........... yang akan aku ceritain ini bagaimana caranya eh........... caraku jika mereka mengeluh nggak kuat puasa pada saat mereka sedang di tengah waktu berpuasa. Hmm............ barusan 2 haru yang lalu terjadi sih, karena aku ketiduran, semua alarm tidak bekerja sebagaimana mestinya karena habis baterai dan aku lupa charge, dikombinasikan dengan kecapekanku yang rupanya sudah dalam ambang batas serta ngantuuuk banget alias sama sekali tidak mendengar suara-suara dari masjid yang biasanya membuatku terganggu saking kencangnya. Hhhhhh................. bangun saat terdengar adzan subuh! Duuuh............... gimana nih anak-anak nggak ada yang makan sahur. Si kecil yang baru 10 tahun bagaimana??

"Cintaa.............. Mama minta maaf ya kesiangan, bangunnya sudah subuh. Jadi nggak pada sahur deh. Aduuuh.................. maaf ya." Demikian pintaku.
"Mamaa............... it's ok. I have a lot of eat last night, it's enough for me. Don't be sorry. I know you were tired and sleepy." Lhaa??? Kok malah berlian ganteng terkecilku bilang begitu?? Subhanallah.............. aku sedikit lega dan tidak terlalu merasa bersalah.

Tapii...................... siang hari sesudah dzuhur..........

"Maa............aku hauuus banget. Boleh setengah haru nggak hari ini? Kan nggak sahur."

Weleeeh.........weleeh.................... kok lagu lama saat mereka masih kecil kembali bergema? He he he............ yo wis, Mama juga melancarkan jurus masa kecil kalian ya.

"Boleh, tapi.............. bagaimana kalau nanti dua jam lagi?"
"Hhhhh................... aku tahu deh, kalau dua jam lagi pasti aku nggak mau buka lagi. Waktu dulu kan gitu?"

Hehehe............... dia sudah tahu trik ku untuk menyiasati keluhannya. Tapi toh dia tetep nurut menunggu dua jam lagi untuk berbuka.

Dua jam kemudian......................

"Mas Rafi jadi buka nggak?"
"Ya pastinya nggaklah Ma, sayang lagi. Sekarang sudah jam tiga sore, bentar lagi juga sudah magrib. Masa puasaku selama itu mau aku batalin? Nggak usyah la yao!"

Tuh kaan.............. masih mujarab kok. Meski sekarang lebih mudah karena dia sudah lebih besar dan sudah tahu cara menghitung untung ruginya batalin puasa. Kalau dulu saat masih kecil, aku harus mengajak berhitung dulu untung ruginya jika membatalkan puasa sebelum waktunya. Kan memang nafsu untuk membatalkan puasa itu biasanya memang cuma sesaat datangnya. Setelah waktunya terlewat, maka puasa tidak lagi masalah. Niat menuntaskan kembali kuat.

So, berhasil..........berhasil.................. horeee!! Hahaha.................. kayak Dora the eksplorer tontonan Princessku ya! Selamat berpuasa berlian indahku. Semoga Allah selalu mencintai dan melindungimu. Amin.

Jumat, 11 September 2009

ZAKAT

Beberapa kawan, relasi, saudara, menanyakan tentang zakat. Lha.......... aku bukan ahli ilmu agama. Paling-paling aku ngerti dikit n diikuti logika berpikir aja. Tapi mereka bilang tanya ke aku justru karena mereka nggak puas dengan penjelasan para ahli agama (walaaah........... jangan gitu donk, nggak enak nih jadinya), juga pelaksanaannya.

"Saya kok kurang sreg dengan pemanfaatan zakat saya. Di masjid dekat rumah, di ustadz, bahkan di lembaga besar yang sudah punya nama. Gimana ya Bu, kalau hati nurani nggak sreg kata Ibu dulu berarti ada yang salah?"

Waduuuuh............ aku jadi bingung deh, kok ujung-ujungnya mengutip statementku yang sebenarnya aku gunakan untukku sendiri???? Bukan buat publik itu, lha aku bukan Superman........ eh salah, aku bukan seorang ahli yang statementnya pantas dipakai oleh publik sebagai rujukan.

Ya sudah, karena mereka bertanya dan mau menerima syaratku bahwa ini hanyalah pendapatku sebagai seorang Dewi, yang bukan siapa-siapa, ya aku jelasin aja. Secara garis besar aku jelasin, eee............. lha kok yang masih mahasiswa malah nyatat dan memintaku pelan penjelasannya! Kata mereka, "Hebaaat Bu, logis sekali dan orisinil pendapatnya." Weee............ jangan dipakai di kampus lho ya, nanti aku repot kalau harus berhadapan dengan para profesor itu. Bukan apa-apa sih, kasihan kan kalau sampai profesornya kalah argue sama aku. Hahaha.......... jangan diambil hati ya, itu cuma numpang narcist aja kok. Pas serieuse. Hehehe....

Menurutku sih, kalau zakat fitrah, sedekah, infaq, dll HARUS diberikan kepada mustahiq dan digunakan untuk konsumtif. Yah.......... silahkan saja dibagi-bagi, dihabiskan, ngak ada masalah. Karena zakat fitrah memang untuk konsumtif, untuk merayakan lebaran, jangan sampai ada yang kekurangan kebutuhan pokoknya saat lebaran. Makanan layak, pakaian pantas, yah.......... jangan ada yang sekedar untuk makan saja tidak ada. Kayaknya sampai di sini sih hampir tidak ada bedanya dengan pendapat semua orang ya, makanya mereka kelihatan bosan dan nggak minat. Mungkin mereka nyesel sudah nanya ke aku. Kirain pendapatnya spektakuler!! Hehehe.............

Nah, kalau zakat maal aku punya pendapat berbeda. Dan begitu aku menjelaskan, semua tekun menyimak, manggut-manggut (entah karena mengerti, setuju, atau ngantuk karena sedang puasa), dan para mahasiswa mulai mengeluarkan jurus-jurus mencatatnya. Nggethu! Wuih......... aku makin bersemangat menjelaskan dan agak sok dosen gitu.

Menurutku, zakat maal bukan untuk konsumtif. So, bukan untuk dibagi-bagikan sampai habis kepada semua yang dianggap mustahiq, dan setiap tahun selalu habis selalu dibagikan kepada semuanya, bahkan setiap tahun bukannya berkurang penerimanya malahan orang yang sudah menerima tahun sebelumnya pun masih selalu datang untuk menangguk "jatah" ditambah penerima baru. Sedih banget kalau aku melihat fenomena ini.

Padahal, semestinya zakat maal bermanfaat untuk menyelamatkan ekonomi umat, bahkan untuk mengembangkannya. So, zakat maal harusnya bersifat produktif, sama sekali bukan konsumtif, dan tujuannya untuk memberdayakan umat secara ekonomi. Dan zakat maal ini bisa mengentaskan ekonomi masyarakat (umat) terutama lingkungan di sekitar para muzaki sendiri. Dan lingkungan ini bisa secara geografis atau komunitas tertentu. Pengelolanya pun seharusnya memahami masalah ekonomi, keuangan, dan karakter umatnya.

Misalnya, zakat maal yang dikelola oleh masjid suatu kalangan perumahan. Maka sudah seharusnya bisa bermanfaat untuk umat di sekitar sana terlebih dahulu. Dan pemanfaatannya juga sesuai kadar "urgent" nya, yang tentu saja ini unik untuk masing-masing kalangan. Misalnya jika yang sedang urgent di sana adalah masalah pengangguran, maka zakat maal bisa digunakan untuk menanggulangi pengangguran. Bisa untuk "pinjaman" modal usaha disertai pendampingan dan bimbingan, bisa untuk membuka usaha yang menyerap para penganggur di sekitarnya, atau untuk mendidik mereka agar lebih berdaya, cukup keahlian dan ilmu sehingga memungkinkan bagi mereka untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang cukup. Nah, orang yang tahun ini menjadi mustahiq, yang menerima zakat maal, maka diharapkan tahun depan tidak lagi menjadi mustahiq namun sudah menjadi muzaki. Hei........ bukankan dengan begini setiap tahun akan menelorkan muzaki baru? Sehingga bukan mustahil setelah masyarakat tersebut sejahtera secara ekonomi, maka zakat maal mereka bisa dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah lain terdekatnya. Demikian seterusnya.

Idealnya memang demikian, dikelola oleh masjid setempat dengan profesional. Dan pengelolanya (amil) mempunyai kemampuan dan ilmu yang cukup untuk menanganinya, serta mereka mendapat renumerasi yang cukup pula. Bukan gratis, bukan hanya ucapan terima kasih, karena ini pekerjaan yang membutuhkan keseriusan, keahlian, dan dedikasi yang tinggi. Profesional, bahasa kerennya. Namun, oleh karena seringkali yang mengurus masjid hanya sampingan, atau jika dia full di masjid hanya karena dia tidak mempunyai pekerjaan lain, maka penanganan zakat yang seperti ini tentu saja aulit terwujud.

Jika zakat maal dibentuk dan dikelola oleh suatu komunitas tertentu, misalnya sebuah keluarga besar. Mereka mengumpulkan zakat maal mereka secara kontinyu, diurus oleh profesional yang mengerti masalah keuangan, ekonomi, dan amanah tentu saja, lalu memanfaatkannya untuk anggota keluarga besar tersebut yang membutuhkan (bukan konsumtif). Sama persis caranya dengan jika diurusi masjid, sampai seluruh anggota keluarga besar tersebut terentaskan dari kemiskinan, yang mustahiq sudah menjadi muzaki, maka kemudian pemanfaatan zakatnya bisa meluas ke sekitarnya.

Hhhhhhhh................... rasanya jika ini diterapkan, multiplier efffectnya akan sangat besar. Tidak akan terlalu lama membuat umat Islam sejahtera. Karena fungsi zakat sebagai penopang ekonomi umat benar-benar terwujud, zakat akan mendidik umatnya untuk semakin berdaya secara ekonomi, umat penerima zakat akan mempunyai kebanggaan, harga diri, karena mereka bukan peminta-minta yang tiap tahun datang menadahkan tangan, dan bukan hanya menjadi ajang pembagian "jatah" tahunan yang habis tak berbekas karena digunakan untuk konsumsi belaka.

Dan juga bukan zakat dipull di lembaga yang terlalu jauh dari masyarakat muzaki, kemudian pemanfaatannya pun tidak langsung mengena bagi masyarakat sekitar muzaki. Misalnya aku (dulu sering sih) berikan, amanahkan zakat maalku ke **** sebuah lembaga pengelola zakat. Trus zakat itu digunakan untk mengentaskan kemiskinan di Papua atau manalah yang aku sendiri nggak kenal. Nggak papa sih, tapi akan aneh kalau sebenarnya di sekitarku sendiri , komunitasku sendiri, temanku, saudaraku sendiri, butuh penanganan masalah ekonomi umat. Iya to? Bener to? Manteb to? He he he...........

Terlalu serius?? Kok sudah mulai ada yang tidur? Hehehe............ rupanya dia sejak sahur belum tidur, biarin aja deh. Semoga mimpinya tentang zakat, dan saat bangun dia sudah bisa menerapkan zakat yang benar. Eee................ yang mahasiswa minta ijin memakai catatannya jika suatu saat dia butuhkan. Hallaah.............. asal jangan aku disuruh berdebat dengan profesornya aja deh. He he he................... kalah status! Maksudnya siapa nih yang kalah???

Peace ah! Selamat berpuasa, selamat berzakat, tapi please............... jangan terus aku yang disuruh menangani zakat kalian ya. Kecuali kalian ikut membentuk, merekrut, mendidik, mengawasi, dan mensupervisi para pengelolanya.

Luv u full.......................

Rabu, 09 September 2009

CHAIN

Dari seorang teman;

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."

Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"

Kamis, 03 September 2009

PENGEMIS & RASULULLAH

Kisah teladan:

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?

Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si
pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Pengiiiin punya pribadi seperti itu..............amiiin................

Selasa, 18 Agustus 2009

Nangis

Nangis adalah nama tengahku. Ha ha ha................ kayak di film2 barat ya? Tapi aku memang gampang nangis. Mungkin aku punya stock airmata yang cukup banyak ya. He he he............ matur nuwun, Gusti.

Entahlah kenapa aku gampang nangis, airmataku mudah tumpah, hatiku gampang tersentuh, bahkan oleh hal-hal yang bagi kebanyakan orang tidak mungkin membuat mereka sampai meneteskan airmata seperti pada diriku.

Film yang mengharukan, kisah yang menyedihkan, bahkan film kartun tentang anak lebah yang selalu mencari mamanya namun nggak pernah bisa ketemu saja, mampu menguras airmataku. Melihat anak kecil yang diperlakukan kurang baik oleh orang dewasa yang seharusnya bertanggungjawab, juga bisa membuatku nangis. Termasuk anak yang mendapat perlakuan permissivism, apa-apa boleh, nggak pernah dilarang, yang sebenarnya perlakuan ini sangat membahayakan perkembangan mental dan spiritual anak-anak tersebut. Ini jauh lebih jahat dibanding didikan keras.

Malahan, menyaksikan anak-anak SMA atau SMP yang mengendarai motor ugal-ugalan di jalan raya juga membuat hatiku teriris. Aku sedih karena bisa jadi mereka tidak mendapat arahan dan bimbingan serta contoh dari orangtuanya serta orang dewasa di sekelilingnya yang seharusnya memberi contoh yang baik. Kasihan sekali mereka menjadi seperti itu. Aku tidak pernah marah terhadap anak-anak yang ugal-ugalan di jalan, aku justru prihatin. Aku marah kepada orang-orang dewasa yang menyebabkan mereka seperti itu. Orangtua, bahkan guru, seringkali tidak memberi contoh dan teladan yang pantas untuk ditiru. Mereka hanya menyuruh anak-anak begini dan begitu, tanpa memberikan keteladanan.

Entah sudah menjadi apa jaman ini. Materialistis merajalela. Anak-anak terabaikan. Gelimang materi sudah menyingkirkan kepedulian orang dewasa terhadap nasib anak-anak. Seolah mengguyur mereka dengan berbagai fasilitas, mainan mahal, sekolah mahal, dan berbagai les bergengsi, namun hanya dalam pengasuhan pembantu, baby sitter, dan sopir sudah lebih dari cukup. Seolah anaknya tidak punya hati. Mereka sudah membuat hati anak-anaknya mengeras dan menghitam, seperti hati mereka sendiri, hati orangtuanya.

Orangtua, baik itu ayah maupun ibunya hanya cukup memberikan "sisa" tenaga, pikiran, hati, dan waktunya buat mereka. Semuanya habis untuk b e k e r j a, yang katanya sih buat anak-anak juga. Tapi............ entahlah! Apakah anak-anak memerlukan karir, uang berlebih, mobil berganti-ganti, atau orangtua yang sibuk bersosialisasi sana sini dengan teman2 kerjanya? Atau............. anak-anak lebih membutuhkan kehadiran, sentuhan, dan cinta tulus orangtuanya dengan materi secukupnya?

Belum lagi, orangtuanya juga sering lebih "sibuk" menyantuni anak yatim, kaum dhu'afa, bahkan mengulurkan tangan mereka untuk menyentuh dan mengelus kepala para yatim. Padahal anak-anak mereka tak tersentuh tangan orangtuanya sendiri, tangan mereka.

Kembali aku menangis jika mengingat anak-anak yang kesepian dalam kemewahan. Semoga mereka tidak tumbuh liar, "kelihatan" baik2 saja, hebat, namun hatinya kosong. Semoga mereka tidak menjadi "the lost generation".

Sedih sekali, aku hanya bisa menangis untuk mereka. Setidaknya aku tidak turut serta mempunyai andil dalam menjerumuskan mereka, merusak hati, pikiran, jiwa, dan mental mereka. Aku menangis kepada Allah, agar mereka masih bisa terselamatkan. Kembali ke fitrah mereka, tujuan penciptaan mereka, beribadah kepadaNya, menjadi khalifah Allah di bumi ini.

Sabtu, 15 Agustus 2009

PRESENT

He he he........... aku sering mendengar atau membaca peryantaan orang tentang hal ini, setahuku sih juga ada di film Kungfu Panda. Tapii............ aslinya dari mana, I don't know babar blassss!

Katanya sih yesterday itu history nggak mungkin kita bisa balik lagi ke sana, tomorrow itu mistery gak pernah sampai kita ke tomorrow, dan today itu anugerah yang datang kepada kita, selalu datang setiap hari, harus disyukuri, makanya disebut PRESENT, hadiah. Penuh kejutan.

Hmm..................... ok juga sih.
Dan sebenarnya aku pernah nulis, posting, di blog ini tentang hal yang mirip filosophinya dengan pernyataan tadi. Judulnya; "Waktu Itu Seperti Uang Kaget". Pernah baca belum? Kalau belum, cari deh!

Tapi emang bener banget, hari ini adalah GIFT, hadiah, anugerah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya, gratuit! Atau, kita akan menyesalinya jika kita justru merusak kesempatan itu karena tidak akan pernah lagi bisa terulang. Hari yang akan datang dan kita nikmati nantinya selain hari ini tentunya mempunyai nilai yang berbeda dan seharusnya memberi kesempatan yang berbeda pula.

Kita selalu suka dengan hadiah. Menunggu-nunggu kejutan apa yang akan diterima. Berharap mendapatkan seperti yang diinginkan. Hadiah indah sesuai harapan.

Tapi apa lacur.................. kadang hadiah tidak sesuai keinginan dan harapan. Dan ini sangat mengejutkan, mengecewakan, terkadang membuat kita berburuk sangka dan menyalahkan pemberi hadiah. Seperti juga hari ini, present, yang selalu datang dengan kejutan. Kadang manis, indah, menyenangkan. Namun tidak jarang mengecewakan, menyedihkan, berat.

Kalau sudah gitu.............. rasa dan sikap syukur sering ilang, lenyap, menguap. Seolah hanya kejutan yang sesuai harapanlah yang pantas disyukuri. Padahal............. sesuatu yang tidak sesuai harapan bisa jadi sesuatu yang justru kita butuhkan. Sesuatu yang indah. Sesuatu yang memperkaya diri kita. Sesuatu yang mematangkan jiwa kita. Sesuatu yang mengembalikan arah langkah kita. Sesuatu yang menyadarkan kita. Untuk kembali ke tujuan awal penciptaan kita. Beribadah kepadaNya.

Heiii.................... berarti, hari ini HARUS selalu kita syukuri. Dengan mengupayakan semuanya dengan segala kemampuan terbaik kita. Karena hanya hari ini kesempatan yang kita punya. Besok....................... tidak akan pernah datang. Tomorrow never come.

Selasa, 11 Agustus 2009

MENGAPA BEGINI MENGAPA BEGITU

Princessku saat ini, seperti juga mas-masnya dulu sewaktu masih kecil ungil n imut (padahal sih badan mereka gak ada yang imut meski lahirnya imut), setiap saat selalu bertanya "Ma, apa ini?" "Ma, apa itu?" Meski juga kadang disertai dengan "Mengapa sih?" "Ada apa sih?" atau pertanyaan-pertanyaan merdu lainnya.

Kritis? Hmm.............. iya sih, tapi sebenarnya wajarlah dia belum tahu dan ingin tahu. Tapi........... nggak jarang juga ngeselin. Bayangin aja kalau kita lagi sibuk atau asyik melakukan sesuatu, apalagi penting (atau sok dipenting2in) lalu mereka dengan seenaknya bertanya atau berpendapat dan HARUS dijawab saat itu juga, sesuai keinginan mereka, sampai mereka puas! Gggggrrrrhhhh..........

Ya sudah, sebelum menjawabnya, aku akan ciuuuum mereka sepuas hatiku hingga terkadang mereka akan marah dan protes berat. Yah.............. pertanyaan belum dijawab kok pipi sudah diserbuuuu????!!!!

Itu karena aku mamanya. Lalu.............. bagaimana jika sehari-hari anak-anak kritis ini bersama orang lain? Pembantu, baby sitter, apa mereka sesabar dan setelaten mamanya ya? Belum lagi apakah mereka sepinter mamanya? Pengetahuannya seluas mamanya? He he he.................. just curious!

Setelah mereka besar, remaja, lain lagi pertanyaan dan kritisnya mereka.

Malam itu, aku harus menjemput berlianku dari tempat belajar bahasanya. Motornya sedang rusak, tidak bisa dipakai, pulangnya cukup larut sehingga membuat papa n mamanya agak khawatir jika dia harus naik angkot berganti sekian kali. Maklum, jika malam kendaraan umum tidak selalu sesuai trayeknya. Mereka sering langsung pulang.

Dalam perjalanan dia bercerita banyak tentang apa saja yang bisa dia curhatkan ke mama papanya. Termasuk tentang semua hal yang dia lihat sehari-hari, di manapun, sekolah, jalan, lingkungan. Orang-orang, pekerja, anak-anak, dll. Pertanyaan-pertanyaan dia bukan lagi seperti saat masil mungil dulu. "Mengapa mereka begitu Ma?" "Kok tega ya Ma?" "Seharusnya dibeginikan ya Ma?" "Dia hebat ya Ma!" Waaah.............. jahat banget sih." "Coba begini, pasti kan negara ini bisa maju dan makmur ya Ma?" dll...........dll............... Clessss............ adem rasanya mendengar berlian remajaku mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Hm................... inilah salah satu kesempatanku melakukan intervensi ke dalam pemikirannya. Mencari kesempatan dalam kesempitan nggak sih? Ha ha ha................... nggak papalah, kan tujuan dan caranya baik, klop deh.

Lalu akupun mulai memasukkan nilai-nilai yang ingin aku tanamkan padanya. Dan dia menjadi semakin mengerti mengapa mamanya melakukan ini itu, dan mengapa mamanya "berbeda". Dan tentu saja dia bangga terhadap mamanya meskipun mamanya berbeda, karena dia semakin memahami tujuan, niat, bahkan kerelaan mamanya melakukan semuanya meskipun banyak mendapat cercaan dan cibiran. He he he................ yang mencibir tuh nggak tahu, belum mengerti mana yang sebenarnya jauuuh lebih penting dan berharga. Mama sih berharap suatu saat mereka mengerti, sehingga mama tidak berjuang sendiri. Mereka ikut berjuang sehingga beban yang berat terasa ringan karena dipikul bersama.

Dan heii.................. sesudah pembicaraan dengan topik serius yang dia sampaikan malam itu, dia menjadi semakin bertanggungjawab, mengerti, nurut, namun semakin kritis, namun juga sering semakin ngeselin, dan yang membanggakanku dia semakin kelihatan fokus dalam menjalani hidup ini dan semoga misiku menjadikannya berlian indah yang menyinari bangsa ini, menjadi generasi penerus bangsa ini yang amanah, membuat terwujudnya tujuan penciptaan manusia............................ beribadah kepadaNya!

Kamis, 30 Juli 2009

PUISI UNTUK ANAKKU

Nak, kamu pasti tahu handphone, jika beli yang baru pasti ada manualnya
Kamu juga tahu saat ibu beli kulkas, ada manualnya
Televisi yang kita punya, juga ada manualnya
Radio, AC, rice cooker, blender, semua ada manualnya
Heiii............ komputer pun juga ada manualnya
Ibu pikir, tidak ada barang yang dibuat tanpa disertai manualnya

Tapi Nak,
Apakah kita menggunakan manualnya untuk mengoperasikan barang-barang tadi?
Apakah kita mengikuti petunjuk di dalam manual itu untuk merawat barangnya?
Apakah kita mempelajari, memahami, dan memaknainya dengan benar?

Atau..............
Kita hanya membuka dan membaca manualnya saat bermasalah?
Bahkan, saat itu pun kita tidak menggunakan manualnya?
Dan memilih membawanya ke tukang reparasi?
Terkadang malah langsung membuangnya dan membeli barang yang baru
Karena manualnya sudah kita buang bersama kardusnya
Sebagai barang bekas
Tanpa pernah membuka dan membacanya

Anakku,
Tahukah kau, jika kita pun diciptakanNya berikut manual?
Dan............ kita seringkali lupa
Kita tidak membaca, apalagi menggunakannya untuk merawat diri kita
Untuk mengoperasikan diri kita
Masihkah kita baca dan gunakan saat kita bermasalah?
Atau....................
Manual kita pun sudah dibuang?
Sudah tidak pernah lagi dibaca, apalagi dipahami dan diamalkan
Bahkan tidak pula digunakan sebagai pemecah masalah, pengobat duka dan lara
Hhhhh..................

Anakku,
Engkau anak yang cerdas
Engkau anak yang pintar
Engkau anak yang hebat
Maka anakku, gunakanlah manualmu dengan benar
Jangan hanya dibawa-bawa, dibaca, atau dihafal
Pahamilah maknanya, pesannya, petunjuknya............. dengan benar

Anakku, dengan manualmu itu
Engkau akan selamat
Dunia akhirat

Tapi anakku, ingat pesanku
Jangan hanya kau ambil sepenggal-sepenggal sesuai keperluanmu
Jangan seenakmu menafsirkan agar seperti nafsumu
Jangan pula sekali-kali menganggap orang lain belum sehebat dirimu
Apalagi menghakimi bahwa iman mereka belum sekuat imanmu
Hanya karena mereka tidak setuju denganmu

Anakku, selalulah kau berpegang erat dengan manualmu
Manualmu itu adalah..................... Al Qur'an

Jumat, 24 Juli 2009

TERLALU CINTA???

Banyak yang menuduhku terlalu mencintai pacarku, juga berlian-berlianku, anak-anakku. Hmm................ tentu saja mereka salah. Aku memang sangat mencintai mereka semua, yes, I do love them. Tapi, bukan TERLALU. Ya, bien sur, aku juga tahu kalau segala sesuatu yang terlalu itu tidak baik. Weee........... lha kalau cuma itu aja masa aku nggak tahu? Hhhh.............. ngremehin aku banget ya. Kwkwkwk................. aku nggak marah kok, meski komentar itu kebangetan. Hm........ aku selalu mencoba memahami pendapat orang lain.

Trus, kenapa kok aku terlihat sangat mencintai mereka? He he he................ bukan "terlihat", tapi memang aku sangat mencintai mereka, tapi bukan terlalu mencintai mereka. Ha ha ha..................... jangan pada bingung apalagi marah ya dengan penjelasanku ini.

Begini,
Aku sangat mencintai mereka, pacarku n anak-anakku. Mereka semua berlianku. Mereka sangat berharga bagiku. Mengapa? Karena sekarang ini, mereka adalah amanah Allah bagiku. Suamiku, anak-anakku, adalah amanah. Makanya sebisaku akan aku jaga mereka sebagai salah satu bentuk pengabdianku kepada Sang Pemilik, Allah. That's simple. Ya, bagiku adalah suatu kewajiban, keharusan, kebanggaan, sekaligus kehormatan, aku menjaga mereka. Karena menjaga mereka adalah mengemban amanahNya.

Naaaa.................... berarti, aku bukan cemburuan, over protektif, atau istilah lain yang negatif gitu deh!

Ha ha ha................. memang sih tanggapan orang-orang bermacam-macam. Ada yang setuju, mendukung, salut, tapi juga nggak sedikit yang bilang kalau aku "lebay", cemburuan, pengawasan melekat, over protektif, parno, "sakit", dll. Hhhhh.............. biarin aja deh, asal yang berpendapat negatif bukan pacarku atau berlian-berlianku. Ngapain dipikirin? Bikin sebel aja kan?

Lagian, makin orang "nyinyir" biasanya aku malah show up di depannya. Qi qi qi................. biar dia makin khekhi n suebeeellll................. Iiiih, kok aku jahat gitu sih? He he he............... bukan jahat kok. Cuma biar dia sadar dan segera bangun. Ngapain dia ngurusi aku dan keluargaku, kan??? Lha mending juga dia ngurus keluarganya sendiri. Kalau mau niru aku boleh kok! Nggak disuruh bayar royalti.

Ya, sangat mencintai keluarga itu bukan dosa, bukan aib. Memang sih, sekarang ini seringkali aneh! Kalau kita kelihatan sayang, cinta, sama keluarga malah diomongin. Apalagi suami istri. Gandengan tangan aja dirasanin, dibilang lebay. Jemput suami ke kantornya dibilang pengawasan melekat. Lha padahal biasa aja kaleee! Berpahala malahan.

Lha kalau orang masih belum nikah, pacaran malah dianggap mesra, bagus, setia. Padahal itu HARAM!!! Aneh kan!!!! Dasar pendapat setan ya?

Ups!! Sorry! Habisnya, setahuku yang mendukung kemaksiatan itu ya setan. Yang mengecam kebaikan itu ya temennya setan.

He he he................... ngomelnya finish! Mau siap2 kerja dulu ya.......................

Bonne chance!

Selasa, 21 Juli 2009

PESTA PERNIKAHAN

Menghadiri undangan pernikahan, baik itu undangan untukku sendiri (maklum sudah mulai dianggap tuwir), maupun menemani mama ke undangannya. Secara, mama kan kalau nggak ditemenin sendirian. Kasihan lah.

Nah, sehubungan dengan menemani mama inilah yang membuatku tergugah, menyesal, sedih, hhhhh.................. semoga aja keputusanku waktu itu adalah yang terbaik dan ada hikmahnya.

Yah, hampir di setiap undangan, jika menemani Mama, apalagi jika pernikahan anak teman Papa (alm), pasti pesta di gedung mewah atau hotel berbintang. Pestanya pun mewah dengan tamu undangan yang juga mewah. He he he............... istilah apa itu ya, tamu kok mewah? Hi hi hi......... biar seru ah. Maksudku tamunya ya rata-rata VIP di negeri ini, terutama di bidang perbankan. Secara, papa alm adalah seorang petinggi sebuah bank di negara RI tercinta ini.

Pesta yang meriah, mewah, dan tamu-tamu keren inilah yang seringkali membuatku sedikit menyesal. Aku agak menyesal dulu saat menikah nggak mau pesta meriah begitu. Heii............ jangan salah ngerti ya, aku bukannya menyesal karena nggak menikmati pesta meriah di pernikahanku lho (ehem............. sedikit sih). Tapi menyesal karena sangat mungkin aku telah mengecewakan keempat orangtuaku. Lho? Kok empat? Ya iyalah kan orangtuaku dan mertuaku.

Mungkin saja saat menikahkan anak-anaknya adalah saat bahagia dan kebanggaan bagi orangtua. Termasuk kemegahan pesta dan kedatangan tetamu, tentunya punya nilai tersendiri bagi mereka. Bukan sombong mungkin, tetapi pengakuan, eksistensi, dan kehormatan. Yah, aku dulu nggak mikir sampai ke situ. Apalagi saat kami menikah, Papa sedang ada di posisi yang cukup tinggi. Meski Bapak sudah pensiun, tapi beliau juga sangat dihormati dan tentunya sangat berharap bisa menikahkan aku, putri kebanggaannya dengan penuh kebanggaan.

Hhhh.................. bahkan sampai sempat terdengar meski samar-samar, kalau aku sudah hamil sebelum menikah, makanya pestanya sangaaaaaat sederhana. Apalagi untuk ukuran anak pejabat yang cukup tinggi. Waduuuuuh........................ amit-amit deh. Aku?? Hiiiii.................... sorry deh!

Tapiii...................... mereka nggak salah juga ya, bisik-bisik gitu? Hikcs............... makin sedih nih, jadi kebayang sedihnya keempat orangtua kami dulu saat kami maunya menikah sederhana. Padahal, biaya berapapun pasti mereka akan dengan senang hati mengeluarkannya untuk pesta kami.

Bapak, Ibu, Papa, Mama, ampuni kami berdua yang egois ini ya. Do'akan saja hidup kami berkah, sampai nanti di akhirat tetep bisa menjaga keutuhan ikatan yang telah direstui, sehingga menjadi berkah bagi kita semua, penghalang jilatan api neraka, dan mempertemukan keluarga kita dalam kebahagiaan di syurga.

Amiiiiin............................

Selasa, 14 Juli 2009

SSSSSTTTTT................. AKU SELINGKUH????

Qi....qi....qi....................... berdua pacarku, kami suka cekikikan membicarakan masalah ini. Lho? Membicarakan perselingkuhannya sendiri kok malah cekikikan berdua? He he he............... makanya baca dulu sampai habis ya.................................

Seringkali aku atau pacarku merasa bosen dengan keseharian kami. Nakalnya, kebosenan datang saat seharusnya kami menggeluti kewajiban kami masing-masing, pekerjaan kami masing-masing. Hm.......... aku sih nggak terlalu masalah karena aku bekerja bukan kepada orang lain maupun instansi tertentu. Tapi................... pacarku kan masih abdi negara, masih sebagai pegawai, yang pastinya terikat berbagai aturan kantor baik itu pekerjaan maupun waktunya.

Trus???? Kalau bosen gimana donk?????

He he he....................... tentu saja ide nakalkulah yang lebih sering muncul, meski dia juga tidak jarang lebih dulu melontarkan rencananya untuk kami lakukan. Dan........... sering juga idenya jauuuh lebih "nakal" dari ideku. Apakah itu??? Waaah............. sorry, maaf, ini off the record. Tapi, aku suka. Kami suka.

Kami janjian saat lunch time, ishoma, atau apalah istilah lainnya. Aku datang sendiri, dan dia pun datang sendiri dari kantornya untuk kemudian kami bertemu di suatu tempat yang telah kami sepakati bersama. Jangan malahan makan siang di luar sama orang lain kan!

Di mana atau ke manakah itu? Ya tergangtung sih. Kadang kami makan berdua, sekedar jalan-jalan "cuci mata" berdua, atau belanja kebutuhan rumah berdua, atau main boling berdua. Eh............... kalau masih punya berlian ungil yang masih ASI, kami jalannya bertiga sih.

Kadang kami makan berduaan, sambil bercanda. Kaki-kaki kami pun iseng banget ikut bercanda. He he he.............. aku paling suka gangguin kakinya saat duduk berdua.

Jika kami boling beruda, which is aku memang sama sekali nggak jago seperti dia. Bolaku sering banget masuk "got" di pinggir arena. Kalau sudah gitu, aku sebel dan lari ke pelukan atau pangkuannya. He he he............... sengaja sih, biar dipeluk. Sebenarnya aku jago main boling. Ha ha ha................ bohong! Aku beneran nggak bisa. Tapi pacarku itu? TOP BGT deh! Strike sudah menjadi langganannya.

Jalan berdua sambil belanja kebutuhan bulanan, kami bergandengan tangan, bercanda haha hihi, kadang pelukan di tengah keramaian lalu lalang orang yang kami cuekin, atau iseng berdua. Ha ha ha................. kami memang paling seneng bercanda dan cekikikan berdua. Membicarakan atau mengomentari sesuatu yang belum tentu lucu bagi orang lain. Namun bagi kami, dengan keisengan dan kreatifitas kami, maka semuanya menjadi lucu dan "gayeng" untuk dibicarakan.

Dan yang terpenting, itu sangat menghibur kami, mempererat cinta kami, memperindah hidup kami, dan meramaikan kebosenan kami akan keseharian, rutinitas, sehingga menjadi lebih berwarna.

Setelah itu, kami akan kembali ke mobil masing-masing. Ya, meski kadang tidak bisa parkir bersebelahan, kami usahakan parkir di lantai yang sama. Tentu saja dia akan mengantarku ke mobilku terlebih dulu sekaligus memasukkan barang belanjaan kami ke bagasiku karena akulah yang lebih dulu pulang (he he he.............. itulah asyiknya aku bisa memilih untuk pulang dulu atau tidak). Sedang dia harus kembali ke kantor.

Naaah................ sebelum berpisah di tempat parkir itu, kecupan kecil kadang disertai pelukan akan mengiringi perpisahan kami.

"Hati-hati cantik."
"Hati-hati cintaku."
"Love you..............."

Atau kata-kata lain yang biasanya dia bisikkan ke telingaku karena .................. rahasia............... akan membuatku berbunga-bunga dalam perjalanan pulang. Senyum-senyum sendiri saat nyetir seringkali menemaniku di perjalanan pulang.

Heii..................... hal-hal kecil, iseng, namun menyenangkan itu suatu hari menjadi pembicaraan hangat bagi kami berdua. Mengingat:

  1. Kami datang sendiri-sendiri.
  2. Ketemuan di tempat parkir.
  3. Jalan berduaan, mesra, gandengan, kadang pakai rangkulan, cekikikan berdua (aneh ya, kok setelah menikah malahan nggak mesra lagi sih???)..
  4. Berpisah di tempat parkir.
  5. Sebelum berpisah pakai acara dicium, dibisiki, cekikikan, lalu salam perpisahan yang mesra.
  6. Lalu, masing-masing pergi dengan kendaraan yang berbeda.
Waaaah...................... jangan-jangan??? Kami dikira orang sebagai pasangan selingkuhan ya??? Ha ha ha.................. kami berdua pun tertawa kalau membicarakan "kemungkinan-kemungkinan" kesan yang ditangkap oleh orang yang memperhatikan kami. Saat bawa-bawa baby, dikira selingkuh sampai punya anak. Ha ha ha........................

CMIIIW!!! Kok, GR banget ya. Emangnya ada yang peduliin???

EGP. Kembali lagi, kami nggak peduli apakah orang memperhatikan kami atau tidak. Juga sesuka kami kalau kami menganggap orang lain memperhatikan kami. Dasar narcist. He he he.....................

Yang pasti, cara "nakal" kami tersebut cukup mengobati kebosenan kami tanpa harus merusak hubungan indah yang telah Allah ijinkan bagi kami, PERNIKAHAN KAMI. Semoga selalu berkah.

Nah, ngapain janjian, makan siang bareng, ke luar jalan bareng, atau selingkuh sama orang lain jika bisa dilakukan berdua??? Hidup ini kita nikmati dan syukuri dengan membahagiakan diri dan keluarga. Jangan malahan merusak keluarga, tatanan indah yg sudah direstui Allah.
Love you cintaku......................

Rabu, 08 Juli 2009

PRINCESS NANGIS MEMAKSAKAN KEINGINAN???

Princessku sudah 2tahun setengah. Tambah pinter, tambah banyak akal, dan juga tambah banyak akal-akalan. Iya, di usia batitanya ini dia selalu belajar dan belajar apa saja. Semua yang tertangkap kamera cantiknya yang bening bersinar itu, atau terekam oleh kuping indahnya, juga analisa otak cerdasnya meski masih mungil, sangatlah pesat perkembangannya. Seringkali aku, papanya, maupun mas-masnya dibuatnya terkaget-kaget atas tingkah barunya.



Salah satu tingkah yang dia masih eksperimen adalah............... menggunakan tangisan dan teriakan untuk menggolkan keinginannya. Entah itu meniru, hasil pengamatannya dari anak lain yang ternyata berhasil menggunakan trik itu maupun eksplorasinya sendiri atas kemampuan berekspresinya yang memang makin berkembang di usianya sekarang. Ya, di usianya sekarang dia sedang mempelajari, mengeksplore, dan menganalisa hasilnya dengan melihat sikap kami (orang2 di sekitarnya) atas sikap Princess cantik kami ini.

Seperti yang terjadi suatu malam. Princess yang tidak tidur siang, sudah ngantuk dan terlelap saat hari masih sore (belum waktu tidur malamnya). Waduuuuh.............. alamat bisa bangun malem nih. Padahal aku jelas tidak mungkin mengikutinya tidur sore-sore. Hmm............. meski sudah bisa menduga, aku hanya berdo'a dia bobok sampai subuh. So, aku pun bisa tidur tenang hingga subuh menjelang.

Tapi.................. harapan tinggalah harapan. Kenyataan.................. ternyata tak seindah harapan. ha ha ha............................ jauuuuuuh lebih indah!

Saat aku baruuuu saja terlelap dalam peraduan dan mimpi indahku mulai terpampang..............

"Mammmaaaa....................... hoaaaaa.......................... hoaaa................................"
"Ada apa sih cintaku? Kok pakai nangis segala? Mama nggak ngerti maksud adek kalau nangis gitu. Mendingan adek ngomong aja, biar mama ngerti dan keinginan adek bisa tercapai. Lagipula, adek mengganggu papa, mas-mas, juga tetangga yang bobok. Mereka bisa sebel lho."
"Hooaaaa................. adek bla bla bla......................"



Hhhhh................ antara masih ngantuk, berisik, sebel, tapi tetep cinta banget membuatku terbangun dengan sangat tidak nyaman. Apalagi Princess ngomongnya sambil nangis, mana aku ngerti kemauannya??? Juga suara tangisnya yang terdengar berat dari tenggorokan itu membuatku khawatir jika tenggorokannya bisa sakit. Aku juga nggak mau dia nantinya akan menggunakan tangisan dan teriakan untuk menuntut jika usahanya ini berhasil.

He he he.................. meski sebenarnya ini bukanlah usaha pertamanya. Sudah beberapa kali dia melakukan aksi nangis teriak untuk menuntut sesuatu. Dan selalu aku ajarkan bagaimana seharusnya dia menyampaikan keinginannya. Tapi....................... dia tetep mencoba dan mencoba lagi, dan aku haruslah bersabar dan firm dalam mengarahkan bagaimana dia seharusnya bersikap jika menginginkan sesuatu.

"Ok, kalau adek nangis gini, mama males. Mama nggak bakalan mau memperhatikan adek. Apalagi memenuhi keinginan adek. Nggak lah! Mending mama bobok aja, masih malem, ngantuk."

Setelah menyampaikan sikapku, aku berbalik memunggunginya dan pura-pura tidur. Lalu..........
aku merasakan tangan mungil menyentuh punggungku setelah isak tangis dan teriakan berhenti. Ya, aku SELALU konsekuen dengan apa yang aku ucapkan pada berlian2ku. Makanya mereka sudah tahu jika aku ngomong maka bukan gertak sambel, juga bukan janji-janji syurga biar mereka diam.

"Maaa............ adek nggak nangis lagi nih. Adek mau maem."
"Ok, mama ambilin dulu ya, adek di sini aja."
"Adek mau ikut, Ma. Tapi adek kan masih ngantuk, jadi digendong mama ya, biar adek nggak jatuh. Kalau ngantuk sambil jalan kan bisa jatuh."

Gubraaak!!!!

Lha tadi dia minta gendong tapi aku tolak dengan alasan aku ngantuk dan bisa jatuh gendong dia saat ngantuk. Lha kok dia balik sekarang???

Sampai di dapur......................

"Ma, adek nggak jadi maem. Adek mau bawa kereta (baby stroller) ke kamar aja. Mama dorong keretanya adek duduk di dalamnya ya................"

Gubrak lagi!!!!

Karena tadi aku juga menolak mendorongnya di keretanya karena aku ngantuk n capek banget. Lha sekarang???? Secara tidak langsung dia menyuruhku lagi, bukan???? Ok, akhirnya aku dorong juga dia di dalam babystrollernya ke kamar dengan janji sampai kamar saja. Sesudah itu dia hanya akan duduk di sana tanpa aku dorong lagi.

Dia menepati janjinya. Akhirnya kami ngobrol berdua di kamar. Antara ngantuk dan cinta, tetep aja lucu obrolannya karena topik yang dia angkat sangatlah Princess banget. Lucuuuuu................ juga cerdas!

Menjelang subuh, dia bilang sudah ngantuk dan pengin naik ke tempat tidur. Lalu..................... zzzzzzzzzzzzzzz.......................zzzzzzzzzzzzzzzzzz........................... dia sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya.

Akuuuu??????????? Ya mana mungkin bisa tidur lagi jika masjid sudah mengumandangkan do'a bangun tidur???

Ya wis, bangunin papa dan juga mas-masnya agar mereka segera bersiap untuk shalat subuh berjamaah di masjid.

Aku dengan terkantuk-kantuk namun nggak mungkin tidur lagi segera melakukan aktifitas keseharianku. Semoga nanti siang ada kesempatan dan bisa menebus ................ TIDUR!!!