Halaman

Selasa, 11 Agustus 2009

MENGAPA BEGINI MENGAPA BEGITU

Princessku saat ini, seperti juga mas-masnya dulu sewaktu masih kecil ungil n imut (padahal sih badan mereka gak ada yang imut meski lahirnya imut), setiap saat selalu bertanya "Ma, apa ini?" "Ma, apa itu?" Meski juga kadang disertai dengan "Mengapa sih?" "Ada apa sih?" atau pertanyaan-pertanyaan merdu lainnya.

Kritis? Hmm.............. iya sih, tapi sebenarnya wajarlah dia belum tahu dan ingin tahu. Tapi........... nggak jarang juga ngeselin. Bayangin aja kalau kita lagi sibuk atau asyik melakukan sesuatu, apalagi penting (atau sok dipenting2in) lalu mereka dengan seenaknya bertanya atau berpendapat dan HARUS dijawab saat itu juga, sesuai keinginan mereka, sampai mereka puas! Gggggrrrrhhhh..........

Ya sudah, sebelum menjawabnya, aku akan ciuuuum mereka sepuas hatiku hingga terkadang mereka akan marah dan protes berat. Yah.............. pertanyaan belum dijawab kok pipi sudah diserbuuuu????!!!!

Itu karena aku mamanya. Lalu.............. bagaimana jika sehari-hari anak-anak kritis ini bersama orang lain? Pembantu, baby sitter, apa mereka sesabar dan setelaten mamanya ya? Belum lagi apakah mereka sepinter mamanya? Pengetahuannya seluas mamanya? He he he.................. just curious!

Setelah mereka besar, remaja, lain lagi pertanyaan dan kritisnya mereka.

Malam itu, aku harus menjemput berlianku dari tempat belajar bahasanya. Motornya sedang rusak, tidak bisa dipakai, pulangnya cukup larut sehingga membuat papa n mamanya agak khawatir jika dia harus naik angkot berganti sekian kali. Maklum, jika malam kendaraan umum tidak selalu sesuai trayeknya. Mereka sering langsung pulang.

Dalam perjalanan dia bercerita banyak tentang apa saja yang bisa dia curhatkan ke mama papanya. Termasuk tentang semua hal yang dia lihat sehari-hari, di manapun, sekolah, jalan, lingkungan. Orang-orang, pekerja, anak-anak, dll. Pertanyaan-pertanyaan dia bukan lagi seperti saat masil mungil dulu. "Mengapa mereka begitu Ma?" "Kok tega ya Ma?" "Seharusnya dibeginikan ya Ma?" "Dia hebat ya Ma!" Waaah.............. jahat banget sih." "Coba begini, pasti kan negara ini bisa maju dan makmur ya Ma?" dll...........dll............... Clessss............ adem rasanya mendengar berlian remajaku mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Hm................... inilah salah satu kesempatanku melakukan intervensi ke dalam pemikirannya. Mencari kesempatan dalam kesempitan nggak sih? Ha ha ha................... nggak papalah, kan tujuan dan caranya baik, klop deh.

Lalu akupun mulai memasukkan nilai-nilai yang ingin aku tanamkan padanya. Dan dia menjadi semakin mengerti mengapa mamanya melakukan ini itu, dan mengapa mamanya "berbeda". Dan tentu saja dia bangga terhadap mamanya meskipun mamanya berbeda, karena dia semakin memahami tujuan, niat, bahkan kerelaan mamanya melakukan semuanya meskipun banyak mendapat cercaan dan cibiran. He he he................ yang mencibir tuh nggak tahu, belum mengerti mana yang sebenarnya jauuuh lebih penting dan berharga. Mama sih berharap suatu saat mereka mengerti, sehingga mama tidak berjuang sendiri. Mereka ikut berjuang sehingga beban yang berat terasa ringan karena dipikul bersama.

Dan heii.................. sesudah pembicaraan dengan topik serius yang dia sampaikan malam itu, dia menjadi semakin bertanggungjawab, mengerti, nurut, namun semakin kritis, namun juga sering semakin ngeselin, dan yang membanggakanku dia semakin kelihatan fokus dalam menjalani hidup ini dan semoga misiku menjadikannya berlian indah yang menyinari bangsa ini, menjadi generasi penerus bangsa ini yang amanah, membuat terwujudnya tujuan penciptaan manusia............................ beribadah kepadaNya!

Tidak ada komentar: