Halaman

Sabtu, 01 Mei 2010

Michael Jakson & Berlianku

Saat Michael Jackson berpulang beberapa waktu yang lalu, media masa tentu saja gencar mengabarkannya. Termasuk kembali menayangkan berbagai aksi kerennya dalam berbagai konser maupun video klip lagu-lagu spektakulernya. King's of Pop ini memang hebat. Lagunya, suaranya, aksi panggungnya, tidak membuat orang bosan. Enggan rasanya melewatkan meski penampilannya hanya sekilas sekedar numpang lewat saat berita tentangnya dibacakan.

Entah bagaimana ceritanya, rupanya Princessku pun mengikuti berita tentang sang raja pop dunia sekaligus menyimak lagu-lagu dan tarian menawannya, seperti mas-masnya yang memang suka musik. Dasar dia memang suka nyanyi & nari, maka langsung saja dia menjadi penggemar beratnya si Jakco. Lagu-lagunya dia hafal, tariannya dia tiru, bahkan Princess cantikku yang baru berumur 3 tahun itu mulai suka meniru cara berpakaiannya Mickel lengkap dengan topinya jika akan beraksi 'ala sang bintang pop.

Hahaha.............. lucuuu sekali dia. Sungguh aku tidak menduga, jika beberapa kemeja mas2nya sewaktu mereka kecil yang aku sisakan (yang lain disedekahkan) untuk disimpan sebagai kenang-kenangan akhirnya harus keluar dan bermanfaat untuk perform cantikku ini. Kemeja dia pakai tanpa dikancingkan di luar T-shirtnya, sehingga saat dia menari bisa melambai-lambai dan bisa dia lemparkan ke belakang dengan menggunakan kedua tangan mungilnya itu. Masya Allah............ persis sekali (kata mamanya sih) dia menirukan tarian sang legenda pop dunia. Tentu saja mas-masnya yang memang suka dan pandai bermain musik juga mulai memainkan lagu-lagu Michael Jackson.

Akhirnya aku membelikan beberapa CD konser dan bagaimana Michael dan timnya mempersiapkan setiap penampilan mereka lewat lagu-lagunya. Hehehe........... tahu dong, kalau aku membelikan mereka CD bukan hanya untuk dinikmati lagu dan tariannya. Harus ada yang bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi berlian-berlianku, sehingga menambah jumlah cutting diri mereka, sehingga makin indah hasil pembiasan dan pantulan yang menimbulkan kilauan berlian indah yang dihasilkannya.

Lalu kekaguman mereka membuat mereka penasaran bagaimana Michael kecil dulu. Dan kami arahkan mereka untuk search sendiri ke internet. (FYI, Princessku pun sejak belum 3 tahun sudah bisa search di internet lho. Tapi semua berlianku sudah kami bekali dengan berbagai rambu dan arahan apa-apa yang pantas, boleh, perlu mereka cari dan lihat di internet. Dan internet kami hanya di ruang keluarga, terbuka, dan selalu disensor untuk hal-hal yang tidak layak bagi berlianku.)

Dalam mempersiapkan konsernya, video klipnya, seluruh penampilannya, Michael Jackson memang tidak sembarangan. Seluruh detailnya dia persiapkan dengan sungguh-sungguh, profesional. Suara, musik, tarian, make up, kostum, bahkan dalam pengambilan gambarnya dia perhatikan. Setiap latihan dia lakukan dengan sungguh-sungguh meski dia sudah sangat menguasai. Padahal, jelas tidak ada yang meragukan kualitas suara dan tariannya. Meski sudah sangat bagus kalau tidak boleh dibilang sempurna, dia tetap berlatih lagi dan lagi dengan keseriusan yang sama.

Nah............. mimpi besar, kerja keras meraih mimpi itu, fokus, kesungguhan, profesionalisme, memperhatikan detail, tidak bosan mengulang, berlatih keras meski sudah hebat, dan selalu mempersiapkan dengan matang segala sesuatunya, termasuk segera bangun jika mengalami kegagalan adalah hal-hal yang menjadi pelajaran penting bagi anak-anakku. Meski untuk masalah berlatih keras, mengulang hingga cakap, yang notabene aku arahkan agar mereka 'rajin' memang sampai sekarang belum sukses aku tanamkan. Yah, aku juga tahu diri jika dulu juga pemalas . Tapi kemalasan bisa digunakan untuk kreatif agar bisa malas namun tujuan tercapai, bukan? Aku dulu (waktu kecil) malas banget mengerjakan PR. So, aku kerjakan seluruh soal di buku paketku sebelum diajarkan. Setelah itu, aku bisa malaaas sepanjang tahun. Contohnya lagi, terciptanya teknologi karena orang malas harus bercapek ria. Qiqiqiq.............. ngeles mode ON.

Jadi............... Siapa bilang memotivasi anak harus selalu melalui ilmu-ilmu psikologi, kata-kata motivator terkenal, atau mengikutkan mereka dalam training motivasi yang mahal? Lha hobby dan idola mereka juga bisa dimanfaatkan untuk memotivasi mereka, untuk menanamkan nilai-nilai positive dan penting bagi mereka, untuk membuat mereka makin berkilau indah.
Anak2 bak berlian, sdh pilihan sejak penciptaan, bagaimanapun keadaan mrk, bahkan yg cacat fisik & mental (di mata kita), mrk tetap 'berlian' Nya. So, kita hanya hrs bersyukur telah dipilihNya tuk diamanahi milikNya yg indah itu dg melakukan yg terbaik yg kita mampu.
Auw!! Black or white................ teriak Princessku sambil melempar ujung kemejanya ke belakang dan kakinya bergerak moon walk. Mas-masnya langsung mengiringi dengan musik sambil tersenyum melihat aksi adik cantiknya itu. Tak lupa tepuk tangan dan ciuman bertubi-tubi segera menyerbu pipi chuby si Princess yang langsung ngibrit menghindar sambil teriak; "Emaaaaaaaaassss...................................."

Minggu, 25 April 2010

Di manakah Letak Kebahagiaan??

Kiriman seorang sahabat.

Menurut Anda dimana letak kebahagiaan itu???

Seorang petani dan istrinya bergandengan tangan menyusuri jalan sepulang dari sawah sambil diguyur air hujan.

Lewatlah sebuah motor di depan mereka. Berkatalah petani ini pada istrinya: "Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu, meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat sampai di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah."

Sementara itu, pengendara sepeda motor dan istrinya yang sedang berboncengan di bawah derasnya air hujan, melihat sebuah mobil pick up lewat di depan mereka.

Pengendara motor itu berkata kepada istrinya: "Lihat bu, betapa bahagianya orang yang naik mobil itu. Mereka tidak perlu kehujanan seperti kita."

Di dalam mobil pick up yang dikendarai sepasang suami istri, terjadi perbincangan, ketika sebuah mobil sedan Mercy lewat di hadapan mereka: "Lihatlah bu, betapa bahagia orang yang naik mobil bagus itu. Mobil itu pasti nyaman dikendarai, tidak seperti mobil kita yang sering mogok."

Pengendara mobil Mercy itu seorang pria kaya, dan ketika dia melihat sepasang suami istri yang berjalan bergandengan tangan di bawah guyuran air hujan, pria kaya itu berkata dalam hatinya: "Betapa bahagianya suami istri itu. Mereka dengan mesranya berjalan bergandengan tangan sambil menyusuri indahnya jalan di pedesaan ini. Sementara aku dan istriku tidak pernah punya waktu untuk berdua karena kesibukan kami masing masing."

Kebahagiaan tak akan pernah kau miliki jika kau hanya melihat kebahagiaan milik orang lain, dan selalu membandingkan hidupmu dengan hidup orang lain.

Bersyukurlah atas hidupmu supaya kau tahu di mana kebahagiaan itu berada.

Rabu, 21 April 2010

'MOBIL' DINASKU YANG BARU

Mobil dinas adalah hal penting bagiku. Duuuh........... sombong amat sih? Ya bukan begitu. Karena kan aku harus selalu ditempelin perangko indahku. Aku harus membawa berlianku yang masih kecil ke mana-mana. Begitu juga saat Princess masih bayi, aku perlu mobil dinas yang cukup besar untuk membawa segala aneka rupa perlengkapan bayinya yang seabreg-abreg. Carseat, mainan, tas baju, botol susu dengan full isi ASI yang sudah diperah, dll termasuk camilan dan susu UHT buat mamanya. Hehehe............ namanya juga ibu menyusui, perlu ngemil n minum banyak. Hmm........ ini alesan aja kali ya, dasar gembil aja tukang ngemil.

Sekarang, Princess kecil sudah cukup besar. Nah lo! Pernyataan macam apa itu? Maksudnya, Princessku bukan bayi lagi yang harus selalu membawa perlengkapan penuh jika hanya bepergian dekat. Sekitar kompleks misalnya. Berarti mobil kecilpun sudah cukup untuk kami berdua beraktifitas seputaran kompleks rumah kami saja. Mobil besar sesungguhnya sangat merepotkanku. Naik motor? Hehehe............. malu deh ngakunya, aku nggak bisa! Hikcs............ padahal di garasi ada motor Honda grand black Astrea yang kami beli tahun 1993 lalu. Iiiih.......... tuwir amat ya itu motor? Emang! Umurnya sama dengan umur berlian sulungku. Dan aku benar-benar tidak bisa naik motor. Bukan karena motornya tua aku malu lho. Secara, papa mertuaku sangat sayang sama aku. Sejak aku menikah, beliau selalu wanti-wanti agar aku, Dewi, menantu cantiknya ini, jangan naik motor atau naik mobil yang tidak ada mesinnya di 'hidung' mobilnya. B e r b a h a y a. Gitu. Sebagai menantu yang taat, ya aku nurut ajah. Alhamdulillah kok ya aku bisa membeli mobil berhidung juga akhirnya. Mungkin do'a beliau juga.

Kembali ke pokok masalah, aku ingin beli mobil baru yang kecil untuk menunjang aktifitas rutinku yang hanya di sekitar kompleks.

Sudah sejak lama aku survey harga di dealer-dealer. Waah............ lumayan mahal juga ternyata. Mulai 900 an, 1 koma sekian, hingga yang muahaal........... Hhhh............. sayang juga ya. Jadi agak pesimis nih. Tapi aku tidak patah semangat. Aku rajin berkeliling ke dealer-dealer yang tidak terlalu jauh dari rumah sehingga after salesnya nggak merepotkanku.

Aha! Suatu hari aku melihat dealer baru dibuka dekat kompleks perumahan tempat aku tinggal. Jika melewatinya aku selalu melirik untuk melihat kemungkinan ada mobil inceranku yang mungil dan berwarna pink, warna favoritku. Ternyata memang ada saudara-saudara. Langsung saja aku niatkan untuk suatu saat aku datangi.

Lalu suatu pagi setelah antar Princess sekolah, terima laporan karyawan sebentar, aku meluncur ke dealer yang aku maksud. Tanya harga, lihat barang, nawar, (ini hobby ibu-ibu kalau membeli sesuatu) ternyata harga yang bisa dapatkan cukup Ok. Hanya 500. Murah. Langsung aku kasih DP 100, minta penjualnya merapikan segala sesuatunya dan akan aku ambil siang hari sebelum menjemput Princess. Aku ingin memberi kejutan buat cantik kecilku ini saat menjemputnya. Mobil baru! Aku segera pulang setelah mampir ke bank menyiapkan uang pelunasannya dengan niat nanti aku kembali dengan kendaraan umum agar bisa mengendarai langsung mobil baruku nanti.

Tanpa menunggu lagi, siangnya aku mengambil mobil baruku, menjemput Princessku yang terbelalak lebar dan semangat sekali menaiki mobil baruku, dan tak lupa aku foto mobilku itu untuk aku E-mail ke pacarku karena dia belum tahu jika aku membeli mobil dinas baru hari itu.
Inilah gambar 'mobil' dinas baruku itu.

Bagus kan?

Akhirnya aku bisa memberi contoh ke karyawanku & orang-orang di sekitarku yang selalu gengsi dan malu (meski sebenarnya bukanlah orang kaya) jika mau bike to work dengan sepeda murah. Padahal, bike to wrok atau malahan bike to everywhere nggak harus memakai sepeda mahal!

Tidak perlu malu naik sepeda murah. Heii.......... sekarang aku setiap hari menggowes mobil dinasku yang baru itu dengan bangga dan riang penuh semangat. Pagi, siang terik, sore, bahkan agak malam pun aku gowes sepedaku untuk segala keperluan yang memungkinkan bersepeda. Sekaligus OR bukan? Sekali gowes keperluan selesai, badan sehat, hemat!

Hehehe.......... tapi belum berani lewat jalan raya. Maklum baru bersepeda lagi setelah lebih 20 tahun nggak menggowes ria.

SELAMAT HARI KARTINI.


Selasa, 20 April 2010

KINDNESS

Dear friends
I thought of sharing this with U.
Mathure
One day, a poor boy who was selling goods from door to door to pay his way through school, found he had only one thin dime left, and he was hungry.

He decided he would ask for a meal at the next house. However, he lost his nerve when a lovely young woman opened the door.

Instead of a meal he asked for a drink of water! . She thought he looked hungry so brought him a large glass of milk. He drank it so slowly, and then asked, How much do I owe you?"

You don't owe me anything," she replied. "Mother has taught us never to accept pay for a kindness."

He said ... "Then I thank you from my heart."

As
Howard Kelly left that house, he not only felt stronger physically, but his faith in God and man was strong also. He had been ready to give up and quit.

Many year's later that same young woman became critically ill. The local doctors were baffled. They finally sent her to the big city, where they called in specialists to study her rare disease.

Dr. Howard Kelly was called in for the consultation. When he heard the name of the town she came from, a strange light filled his eyes.

Immediately he rose and went down the hall of the hospital to her room.

Dressed in his doctor's gown he went in to see her. He recognized her at once.

He went back to the consultation room determined to do his best to save her life. From that day he gave special attention to her case.

After a long struggle, the battle was won.

Dr. Kelly requested the business office to pass the final bill to him for approval. He looked at it, then wrote something on the edge, and the bill was sent to her room. She feared to open it, for she was sure it would take the rest of her life to pay for it all. Finally she looked, and something caught her attention on the side of the bill. She read these words ...

"Paid in full with one glass of milk"

(Signed) Dr. Howard Kelly.

Tears of joy flooded her eyes as her happy heart prayed: "Thank You,
God, that Your love has spread broad through human hearts and hands."

There's a saying which goes something like this: Bread cast on the water comes back to you. The good deed you do today may benefit you or someone you love at the least expected time. If you never see the deed again at least you will have made the world a better place - And, after all, isn't that what life is all about?

Kamis, 08 April 2010

Sesal kemudian tidak berguna

ungkapan yang tepat untuk renungan di bawah ini, semoga bisa menginspirasi kita semua

Kisah nyata kiriman seorang sahabat dg amanah tuk diceritakan kembali agar orang lain mengambil pelajaran:

Ini adalah kisah nyata di kehidupanku. Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada. Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.
Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.
Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, " setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas.
Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, " aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang."
Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan."
Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan, dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, " perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu."
Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, " ibu capai?istirahat dulu saja"
Dengan kasar kukatakan, " ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik. "
Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.
"Pak kenapa cari klinik yang termurah? Saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula"
Dan suamiku menjawab, " Tak usahlah terlalu mahal. Aku cuma ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas."
Tuhan..Maafkan hamba Tuhan, hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.
Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini kuucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Minggu, 21 Maret 2010

CINTAKU

Cinta................... cintaku.
Sejak aku memutuskan untuk mencinta, maka aku akan rela melakukan apa saja untuk merawatnya, memupuknya, menjaganya, dan mempertahankannya.
Terlebih ........... cintaku berdasar pada cintaku padaNya.

Cinta............
Aku mau cintaku selalu indah
Aku mau cintaku selalu membahagiakan
Aku mau cintaku adalah cinta sejati, cinta abadi, cinta syurgawi

Cinta............
Takkan pernah aku rela ada yang mengganggunya
Takkan kubiarkan tangan-tangan setan mengotorinya
Takkan kuijinkan siapapun memporak porandakannya

Cinta..............
Jika ada yang coba-coba merusaknya,
Sekuat tenaga aku akan melawannya
Jika ada yang ingin mengganggunya,
Akan aku buat dia kapok meski sekedar mencoba mengulanginya
Jika ada yang akan menghancurkannya,
Niscaya dialah yang akan menjadi berkeping-keping karenanya

Cinta............ bagiku segalanya

Karena cintalah membuat semuanya mungkin
Karena cintalah bumi masih berputar
Karena cintalah rejeki masih mengalir
Karena cintalah matahari masih bersinar
Karena cintalah kehidupan masih bergulir

Cinta................
Segalanya jadi indah karenanya
Hidup dan mati, dunia akhirat, hanya perlu cinta
Mengapa masih ada yang meragukannya?
Pandanglah semua dengan kacamata cinta



Selasa, 16 Maret 2010

Kereta emas sang kusir

Kiriman seorang sahabat; oleh Isa Alamsyah

Saya ingin mengisahkan seorang yang mungkin Anda akan menganggap salah satu orang terbodoh di dunia, namanya sebut saja Pak Dungu. Semua menganggapnya begitu bodoh, dungu, tolol, gokil, dan segala hal yang sepertinya pantas disandangnya. Tapi ia tidak peduli.Bayangkan saja kerjanya setiap hari adalah mengantar orang pergi ke pasar dengan kereta kudanya. Satu orang hanya bayar Rp 2000 sampai Rp 5000. Hasil uang yang dia dapat, hanya cukup untuk makan sehari, dan keesokannya ia mencari penumpang lagi.

Apa yang membuatnya dianggap bodoh? Karena kereta kuda yang digunakan untuk mengangkut penumpang atau sayur-sayuran adalah kereta kuda yang terbuat dari emas. Harganya mencapai miliaran. Ia menemukannya tidak sengaja di satu perjalanan. Mungkin bekas kereta kuda raja di masa lalu.

Setiap orang menganjurkannya untuk menjual kereta dan memulai bisnis baru, ia mengatakan tidak tahu harus berbisnis apa, karena menjadi kusir adalah pekerjaaannya sejak lama. Ada yang menawarkan kerja sama ia tidak percaya. Ada yang bilang ia bisa membeli puluhan kereta kuda bahkan ratusan bisa didapat, jika ia menjual kereta emasnya, tapi dia bilang ngurus satu kuda
saja susah apalagi banyak kuda.

Ketika ada rampok ingin merebut gerobaknya, ia melawan rampok mati-matian. Pak Dungu tahu gerobaknya dari emas dan berharga mahal, dan ia rela mati-matian menjaga asetnya itu, tapi ia tidak tahu bagaimana menggunakannya, dan memilih untuk menggunakannya dengan cara yang ia tahu. Yaitu menjadi kereta kuda. Sekedar untuk bertahan hidup.

Aset miliarannya digunakan untuk bisnis senilai beberapa puluh ribu sehari. Padahal kusir lain juga berpenghasilan sama dengan modal tidak lebih dari 5 juta.

Tahukah siapa Pak Dungu? Ternyata ia mewakili banyak di antara kita. Ternyata saya di masa lalu adalah Pak Dungu dan semoga tidak lagi di masa depan.

Kita mempunyai akal, hati yang sangat besar kemampuannya. Akan tetapi kita hanya memanfaatkannya untuk hal-hal yang jauh di bawah kemampuan akal. Kita tahu otak kita berharga, kita jaga kepala kita, kita pakai helm, tidak boleh terbentur, tapi tidak menggunakannya secara maksimal.

Kita punya potensi berpenghasilan miliaran tetapi puas dengan gaji beberapa juta saja. Kita punya potensi menjadi orang sukses, tetapi memilih hidup biasa-biasa saja. Saya pernah mengalami masa seperti ini di satu waktu, tapi sekarang saya ingin menggunakan emas yang saya miliki, otak dan jiwa saya untuk sesuatu yang lebih besar.

Bagaimana dengan Anda?

Kamis, 11 Maret 2010

EGOIS......... HARUS !!!

Huh! Egois amat sih jadi orang.
Iih............. amit-amit deh, dasar egois!
Ampuuuun............ najis banget sih tingkahnya, egois!
Jadi orang jangan suka egois dong...........

Dan masih banyak lagi ungkapan tentang egois yang hampir semuanya bernada miring, sumbang, tidak nyaman didengar. E g o i s !!!

Padahal dalam banyak hal, sebenarnya kita memang egois. Bahkan memang harus egois, karena memang sesungguhnya kitalah yang perlu, butuh. Jadi jangan sekali-sekali mengatakan bahwa semua yang kita lakukan untuk orang lain. Apalagi untuk Allah.

Coba pikirkan lagi, apabila kita shalat apakah itu untuk Allah? Sama sekali bukan! Allah tidak membutuhkan shalat kita. Kitalah yang butuh shalat. Demikian juga jika kita berbuat baik, menjaga lidah dan hati, amanah, jujur, puasa, berdzikir, bahkan jika kita menolong orang lain, maka semuanya itu untuk kepentingan dan keuntungan kita. Bukan untuk orang lain apalagi untuk Allah. Karena Allah sama sekali tidak butuh semuanya itu kita lakukan dan tidak rugi jika semua itu kita tinggalkan. Kebesarannya, kekuasaannya, kehebatannya, keagungannya, ketinggiannya, segalanya tidak akan bertambah atau berkurang oleh apa yang kita lakukan atau tidak kita lakukan.

So,
Kenapa kita nggak egois aja? Shalat yg kusyu, rajin, wajib dan sunah, jujur, amanah, tidak menyakiti hati orang lain, bersyukur, bijak dalam bersikap, banyak menolong orang lain, yang semuanya itu sesungguhnya hanya untuk kepentingan kita, keuntungan kita, kebutuhan kita. Jika kita melakukan itu semua karena keegoisan kita, maka jika dikecewakan oleh orang yang kita tolong bukanlah masalah besar dan penting. Terserah orang yang kita tolong mau berterima kasih, cuek, atau bahkan menyakiti kita, itu urusan mereka sendiri, kerugian mereka sendiri. Karena niat dan perbuatan baik kita memang untuk kita sendiri dan sama sekali bukan untuk orang lain. Terserah mereka menanggapi dengan buruk atau malah menyakiti kita. Show must go on...............

Makanya, bagiku.................. egois is a must!!

Jumat, 05 Maret 2010

CINTA SEJATI

Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi. Usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit. Istrinya juga sudah tua. Mereka menikah sudah lebih 32 tahun. Mereka dikarunia 4 orang anak. Di sinilah awal cobaan menerpa. Setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnya pun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran menyuapi dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian. Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum. Untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang.

Sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian. Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun. Dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke 4 buah hati mereka. Sekarang anak2 mereka sudah dewasa dan hanya tinggal si bungsu yg masih kuliah.

Pada suatu hari keempat anak Pak Suyatno berkumpul di rumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat. Yang dia inginkan hanya satu, semua anaknya berhasil.

Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata; “Pak kami ingin sekali merawat ibu . Semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak. Bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu.” Dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2; ″Sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya. Kapan bapak menikmati masa tua bapak? Dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak. Kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.

Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2nya. ”Anak2ku, Jikalau perkawinan & hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah. Tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup. Dia telah melahirkan kalian. Sejenak kerongkongannya tersekat. Kalian yg selalu kurindukan hadir di dunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun.

Coba kalian tanya ibu kalian apakah dia menginginkan keadaanya seperti ini?? Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaannya sekarang? Kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit?”

Sejenak meledaklah tangis anak2 pak Suyatno. Merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno. Dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.

Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2. Di saat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.

”Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata. Dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kami bersama dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. Sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit.”

Hmm............... indah sekali hidup ini jika manusia memandang cinta dengan benar. Bahagianya jika manusia bisa menempatkan skala prioritas dengan benar. Betapa berkahnya dunia jika manusianya tidak mengumbar nafsunya namun kemudian mengatasnamakan nyunah atau ahli menafsirkan ayat.

Jumat, 19 Februari 2010

5 FAKTA TENTANG SUKSES

Hehehe........... dari seorang sahabat juga sih, inspiring kok. Semoga bermanfaat ya..............


1. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA ANDA !

  • Nelson Mandela, jadi presiden usia 76 tahun
  • Marconi, menemukan telepon usia 27 tahun
  • Steve Jobbs, jutawan usia 21 tahun
  • Kolonel Sanders (KFC), mulai bisnis umur 65 tahun
  • Winston Churchill, banyak gagal dan hambatan, baru jadi PM Inggris usia 52 tahun.
  • Bill Gates, terkaya di dunia usia 41 tahun

2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA,BANGSA,
WARNA KULIT DAN KETURUNAN.

  • Obama : Presiden Amerika Serikat saat ini
  • Jenderal Colin Powell, Martin Luther King : kulit hitam
  • Confusius: anak yatim di Cina
  • Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN (CACAT) FISIK.

  • Hellen Keller: tuna netra, tuna rungu, tuna wicara,penulis dan pendidik terkenal dunia.
  • Shakespeare: cacat kaki, penulis novel.
  • F.D. Roosevelt: terkena polio, presiden 32 AS.
  • Beethoven: tuna rungu, komposer musik.
  • Napoleon Bonaparte : sangat pendek, wajah tidak menarik,pemimpin pasukan penakluk Eropa.
  • Anthony Robbins: LulusanSMA, kegemukan, merubah persepsi tentang penampilan dan car adiet, menjadi langsing, motivator terkenal dunia.

4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN

  • Thomas Alfa Edison : pendidikan SD, 2000 paten.
  • Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, orang terkaya di Hongkong.
  • Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah
  • The Wright Brother : orang biasa dan tidak berpendidikan tinggi, menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
  • Bill Gates, orang terkaya didunia memulai bisnis setelah lulus SMA.
  • Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA

  • Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
  • Walt Disney : usia 20 tahun pemuda miskin dan tidak terkenal, usia 30 tahun jadi usahawan terkenal.
  • Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin
  • Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, jadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
  • Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil,adiknya terlibat obat terlarang.

MENGAPA BANYAK ORANG GAGAL

  1. Tidak ada tujuan / goal yang tepat, tidak tahu apa yang diinginkan dalam hidup
  2. Tidak pernah mencatat tujuan : hanya di kepala, tidak dikertas atau Goal Visualization atau sarana apapun.
  3. Tidak ingin bertanggung jawab atas tindakannya, selalu mencari alasan atau excuse atas kegagalannya.
  4. Tidak ada tindakan yang efektif : Banyak rencana,tidak ada tindakan alias No Action Talk Only (NATO).
  5. Membatasi diri : menganggap tak berhak sukses karena, terlalu tua, tak punya modal, bawaan keluarga, tempat tak memungkinkan.
  6. Malas : tidak mau kerja keras, selalu berusaha menggunakan cara paling mudah, cepat dan hemat waktu, tapi ingin mendapatkan uang paling banyak.
  7. Berteman dengan teman-teman yang salah, hidup di lingkungan orang-orang yang gagal.
  8. Tidak bisa mengatur waktu alias salah prioritas.
  9. Salah memakai strategi atau cara bertindak, tidak mempunyai strategi yang paling baik. Berusaha keras, hasil nol.
  10. Kurang pengembangan diri: jarang membaca, mendengar kaset, seminar, mengumpulkan informasi baru dan lain-lain.
  11. Tidak ada kesungguhan atau komitmen untuk sukses: mudah putus asa atau menyerah pada waktu menghadapi rintangan.
  12. Kurang menggunakan Kekuatan Pikiran Bawah Sadar.
  13. Kurangnya hubungan antar manusia yang baik.
  14. Sombong dan menganggap diri sendiri paling hebat dan berhenti belajar.

Ingin sukses ???

Hindari 14 penyebab kegagalan tadi !

Selasa, 16 Februari 2010

BAJU-BAJU YANG MENIPU

Dari seorang sahabat. Sangat menginspirasi!!

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar menggandeng suaminya yang berpakaian sederhana dan usang, turun dari kereta api di Boston. Mereka berjalan dengan malu-malu menuju kantor pimpinan Harvard University.

Mereka meminta janji. Sang sekretaris universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

"Kami ingin bertemu pimpinan Harvard", kata sang pria lembut. "Beliau hari ini sibuk," sahut sang sekretaris cepat. "Kami akan menunggu," jawab sang Wanita.

Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.

"Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi," katanya pada sang Pimpinan Harvard. Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka.

Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang di luar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut. Sang wanita berkata padanya, "Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. Bolehkah?" tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap. Sang pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. "Nyonya," katanya dengan kasar, "Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan."

"Oh, bukan," Sang wanita menjelaskan dengan cepat, "Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard." Sang pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, "Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung ?! Kami memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard."

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, "Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja?" Suaminya mengangguk. Wajah sang pemimpin Harvard menampakkan kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi dipedulikan oleh Harvard. Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.

Kita, seperti pimpinan Hardvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus. Apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abaikan. Karena baju-baju, acap menipu.

Kamis, 11 Februari 2010

Sabtu, 06 Februari 2010

Saat Bertemu

Dari seorang teman:

Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, haruslah berusaha
memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu. Karena ketika dia telah
pergi, segalanya telah terlambat.

Saat bertemu teman yang dapat
dipercaya, rukunlah bersamanya. Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak
mudah ditemukan.

Saat
bertemu penolongmu, Ingat untuk bersyukur padanya. Karena ialah yang mengubah
hidupmu.

Saat bertemu
orang yang pernah kau cintai, Ingatlah dengan tersenyum untuk
berterima-kasih. Karena ia lah orang yang
membuatmu lebih mengerti tentang kasih.

Saat
bertemu orang yang pernah kau benci, Sapalah dengan tersenyum. Karena ia
membuatmu semakin teguh/kuat.

Saat
bertemu orang yang pernah mengkhianatimu, Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini.

Saat
bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai, Berkatilah dia. Karena saat kau
mencintainya, bukankah berharap ia bahagia?

Saat
bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu, Berterima-kasihlah bahwa ia
pernah ada dalam hidupmu. Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu.

Saat bertemu orang yang
pernah salah-paham padamu, Gunakan saat tersebut untuk
menjelaskannya. Karena engkau mungkin hanya
punya satu kesempatan itu saja untuk menjelaskan.

Saat
bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup, Berterima-kasihlah
sepenuhnya bahwa ia mencintaimu. Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan
dan cinta sejati.

Selasa, 02 Februari 2010

HP & LAPTOP PRINCESSKU

Hhhh................. kalau ngomongin berlianku memang nggak ada habisnya. Adaaa aja ceritanya. Dan selalu menarik................. bagiku setidaknya. Ehem!

Si perangko mama ini memang selalu ikut aku ke manapun aku pergi. Bahkan seringkali dia mengikuti semua gerakanku. Nginthil alias ngekor. Bener-bener arti harfiah nih. Dia membuntuti aku persis di belakangku. Dan tentu saja sambil menirukan segala gerak gerikku. Lucu sih, namun tidak jarang merepotkan banget sekaligus berbahaya. Jika aku sedang sibuk wira-wiri dan dia nguntit di belakangku, sementara aku memang sedang bergegas atas segala sesuatu yang aku kerjakan, maka kadang dia tertabrak pada saat aku tiba-tiba berbalik dan lupa jika dia selalu ada di belakangku. Hihihi............... untung mamanya mungil. Jatuh juga sih, tapi dia cengar cengir saja dan langsung bangun untuk segera mengejarku lagi. Coba kalau mamanya big size???

Demikian juga masalah barang, dia selalu harus memiliki apa yang aku miliki. Hehehe............ tapi bukan ngiri lalu minta dibelikan ini itu lho. Iiiiih.............. bukan berlianku banget tuh!

Nah tanpa minta dibelikan, Princessku berhasil mempunyai berbagai barang seperti yang aku punya. dan aku gunakan untuk mendukung segala aktifitasku. Termasuk HP dan Laptop, dia punya. Hebat ya?!! Pastinya donk, berlianku gitu loh!

Hahaha.................... jangan mengira yang iya iya dulu donk!

Hmmm.............. tadinya aku juga nggak tahu jika dia mempunyai berbagai barang selengkap itu. Tapi ternyataa................. wuiih, memang TOP BGT berlianku ini. Sebenarnya sih idenya sama atau miriplah dengan Mas-Masnya waktu kecil dulu. Tapi berhubung itu sudah lama sekali, tak urung ide Princessku masih sanggup mengagetkanku dan membuatku tersenyum bangga juga.

Suatu hari saat kami sedang menuju ke suatu tempat berdua, ya dia masih menjadi perangkoku bukan? Sudah barang tentu dia masih ikut ke manapun aku pergi. Seperti biasa, dia membawa segala perlengkapannya. Mulai dari susu, air panas, biskuit, nasi, mainan, buku, dll. Seperti biasa pula jika dia bebas mondar mandir duduk di depan di sebelahku ataupun di belakang sambil bermain dengan boneka-bonekanya atau membaca.

Lalu.................

"Mama............ hati-hati kalau ngerem ya, Adek lagi kerja nih."
???????? "Kerja apaan sih Dek?" Tanyaku penuh selidik. Tumben dia bilang kerja padahal sedang di mobil. Karena dia sedang duduk di belakang, aku tidak bisa melihat apa yang sebenarnya sedang dia lakukan.
"Yaaah............ biasalah Ma, lihat E-mail sama cari-cari suatu (maksudnya sesuatu)."
Gubraaaagggg! Dia buka E-mail di mobil???? "Ooo............ emangnya Adek bawa komputer?"
"Iyalah Ma. Makanya Mama ati-ati nyetirnya."
"OK."

Aku masih penasaran dengan apa yang dia lakukan. Iiiiih................ ngapain sih Princessku ini bilang sedang buka E-mail? Apaan sih komputernya? dan tahu donk, kalau jawaban-jawabannya tadi juga persis dengan kata-kataku jika papanya nanya apa yang aku lakukan saat aku sedang buka laptopku. Dasar peniru ulung!!!!

Saat di lampu merah....................... eng ing eeeeng................ aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk bisa menengok kegiatan cerdas cantikku ini.

Daaaaan.............................. hahaha.................... dasar cerdas luar biasa, dia sedang memangku sebuah buku tebal papanya yang memang dengan hard cover, dimana salah satu cover dia buka, dan berperan sebagai layarnya, dan bagian lain yang terletak di pangkuannya asyik 'dia pencet-pencet seolah dia sedang mengetik'. Hmmm.............. rupanya buku papanya telah dia sulap menjadi laptop.

Di hari lain, dia terdengar asyik berbicara dengan seseorang. Jika aku bertanya dia selalu tidak menjawab malahan masih asyik berbicara dengan orang lain entah siapa. Tadinya aku pikir dia sedang berbicara dengan Sony, teman imajinasinya. Ternyata dia sedang telpon! Ekspresi, gerakan tangan, termasuk meletakkan jarinya di ujung bibir yang menunjukkan dia tidak mau dipotong pembicaraannya jika aku mengajaknya berbicara. Ya, dia sedang bertelepon ria menggunakan HP. Dan HP nya adalah.................... kertas yang dia lipat lipat sehingga berbentuk kotak persegi panjang kecil yang agak tebal layaknya sebuah HP.

Kemarin, dengan antusias dia bercerita ke papanya jika dia mempunyai foto-foto di HPnya. Lalu dia mengambil HP nya untuk dia tunjukkan foto-fotonya itu. Aku mengira dia akan mengeluarkan sebuah lipatan kertas. Ternyata aku keliru! Dia betul-betul mengeluarkan sebuah HP. Ya, HP sungguhan dengan merek yang cukup ternama. Dan setelah pencet-pencet serius, dia tunjukkan 'foto-foto' yang dia punya di HPnya sambil menceritakan kapan, dimana, dan dengan siapa dia berfoto. Hmmm............... rupanya cukup banyak foto dengan lokasi yang tersebar di berbagai negara di dunia. Waduuuuh............... Princessku sudah membuat dokumentasi yang begitu lengkap saat dia keliling dunia. Papanya antusias dan sangat serius menanggapi semua informasi yang disampaikan Vaniaku dari foto-fotonya. Informasinya lengkap dan sangat menarik.

Waaah................ pasti HP Princessku canggih banget ya, bisa menyimpan begitu banyak foto. Tapi saudara-saudara..................... sebenarnya HP yang dipegang Princessku adalah HP yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai lagi. So, semua ceritanya adalah imajinasinya saja. Dan papanya ikut berimajinasi memberi kesempatan kepada gadis kecilnya untuk mengeksplore kemampuannya bercerita dan berkreasi.

Hahaha.......................... Princessku memang berlian, seperti juga mas-masnya. Mereka tidak perlu mainan mahal dan lengkap untuk memperkaya kemampuan dan kehebatannya. Mereka tidak menuntut fasilitas untuk membuat mereka kreatif dan belajar. Mereka tidak menyalahkan alat ataupun orang lain. Mereka menggunakan apa yang ada. Mereka membuat apa yang mereka inginkan dengan apapun yang ada di sekitar mereka. Mereka memang BERLIAN.

So, apakah kita tidak malu jika selalu mencari-cari alasan pembenar, jika kita selalu menyalahkan ketiadaan akan fasilitas hidup kita, jika kita selalu menyalahkan orang lain. Bagaimana kalau mulai sekarang, kita selalu mensyukuri apa yang ada, memanfaatkan apa yang ada, dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi kita.


Minggu, 31 Januari 2010

DITABRAK MOTOR

Berlalulintas di jalanan Jakarta memang penuh 'warna'. Semrawut, meriah, penuh tantangan, mengesalkan, bikin stres, menyedihkan, atau malahan mengasyikkan, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Bagiku, everything is always fun. Hehehe............ enjoy aja kalee! Ngapain coba dianggap berat, nyebelin, bikin stress. Padahal itu kan di luar kendaliku. So, nikmati ajah.

Tapi...................
Ternyata aku juga sering sedih, meneteskan airmata, malah terkadang sesenggukan sendiri saat sedang berkendara di jalan raya Jakarta. Ini terjadi jika aku sendirian. Takutkah? Marahkah? Sedih karena sendirian? Ho ho ho................... semuanya bukan!

Bagaimana tidak? Hampir setiap pagi aku melihat wajah-wajah terburu-buru, penuh kekhawatiran, mungkin khawatir terlambat yang berujung pemotongan gaji atau buruknya kondite bagi pegawai dan yang lebih menyedihkan lagi jika keterlambatan bagi anak-anak SMA berbuntut tidak boleh masuk sekolah.

Belum lagi jika aku melihat anak-anak yang mengendarai sepeda motor tanpa helm, tanpa jaket, bahkan tanpa lengan panjang. Duuuh.............. tubuh mereka langsung berhadapan dengan kerasnya jalan raya? Ditambah hidung mereka yang terpapar langsung dengan berbagai asap knalpot dan polutan lainnya dilengkapi angin yang menerpa dengan kencang. Lalu.............. mereka pun berkendara dengan slonong boy sana sini, yang sangat membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain.

Marahkah aku kepada mereka? Oh.............. sama sekali tidak. Aku justru sangat sedih. Mereka melakukan itu semua pasti bukan karena salah mereka. Bahkan jika mereka ugal-ugalan dengan sengaja, itu juga bukan salah mereka. Mereka hanya tidak tahu, karena sejak mereka kecil tidak diberi contoh yang baik, tidak diarahkan, tidak diberitahu mana yang benar dan yang salah, yang intinya tidak diberikan hak mereka untuk dididik dengan baik dan benar oleh orang dewasa di sekitar mereka. Sehingga mereka tumbuh dengan 'wild', melihat, mempelajari, mencontoh, menganalisa, dan mempraktekkan apa yang ada di sekitar kehidupan mereka.

Demikian juga yang terjadi dua hari yang lalu. Sepulang dari antar pacar n berlianku, aku pun terjebak oleh dinamika lalulintas Jakarta. Aku biarkan mereka berseliweran di sekelilingku. Ada yang sopan rapi, ada yang serobot sana sini, ada yang salip kanan kiri, ada yang salip kiri dan memotong ke kanan. Marah? Maunya. Tapi aku hanya mengalah saja, asal tidak ada yang berbahaya. Aku tidak tega melihat mata-mata kemrungsung mereka. Aku kasihan terhadap mereka. Dan aku bersyukur karena aku tidak seperti mereka.

Setelah melalui berbagai kemeriahan lalulintas, sampailah aku di jalan raya di depan komplek perumahan tempat aku tinggal. Jalan raya yang kurang lebar untuk manampung arus kendaraan dari banyak perumahan di sekitarnya. Meski tidak sampai macet, namun jalan itu hampir selalu meriah di pagi dan sore hari di saat orang pergi dan pulang dari kantor. Seperti pagi itu, cukup ramai. Aku hanya bisa jalan 10-15 km per jam. Lalu di depan sebuah sekolah dasar ada beberapa anak sekolah yang ingin menyeberang. Kasihan sekali mereka ketakutan karena ramainya lalulintas. Akupun berhenti sejenak membiarkan para pejuang cilik ini lewat.

Tidak lama kemudian........................ braaagggg!!!! Ada sebuah sepeda motor menabrak belakang mobilku dengan semena-mena. Pengennya sih turun dan marah, lalu minta ganti rugi. Tapi.............. aku memilih untuk terus saja. Takut??? Iiih............. mana mungkin sih Dewi takut sama manusia? Kwkwkwk.................. kumat narcistnya.

Ya, aku melirik ke kaca spion. Si penabrak yang mengendarai motor terlihat bingung, ketakutan, dan perlahan tapi pasti memundurkan motornya siap-siap kabur! Hhh............... pasti mobilku penyok nih. Pikirku. Namun aku biarkan dia kabur, semoga dia menjadi lebih tenang, namun lain kali lebih berhati-hati dan bertanggungjawab atas segala perbuatannya. Lagipula, jika aku berhenti tentu akan membuat kemacetan dan menghambat banyak orang yang sedang menuju tempat mereka beraktifitas. Belum lagi kemungkinan ketakutan anak-anak kecil di sekolah itu jika terjadi keributan. Aku memutuskan untuk melihat belakang mobilku tang ditabrak nanti sesampaiku di rumah.

Duuuuuuuuuhhhh.................... sedikit penyok dan baret sebenarnya sangat menggangguku. Secara, aku paling tidak suka mobilku 'cacat' meski sedikit. Namun aku ikhlaskan saja. Toh, aku sudah mencegah terjadinya kemacetan sehingga banyak orang tidak terhambat. Aku sudah membuat pengendara motor yang ketakutan menjadi lebih tenang karena tidak harus bersitegang denganku dan mengganti kerusakan mobilku. Dan aku sudah membuat 'pejuang2 cilik' itu bisa menyeberang jalan dengan selamat, sehingga mereka bisa menimba ilmu untuk bekal masa depan mereka.

Lebih dari semua itu, aku hanya berharap apa yang sudah aku lakukan pagi itu, segala keputusanku pagi itu, semua niatku pagi itu, mendapat balasan dari Penciptaku. Keberkahan.

Amiiiiiinnnn...............................

Selasa, 26 Januari 2010

PELAJARAN DARI TUKANG ANGKUT

Banjir yang datang sekali (semoga tidak ada lagi) dalam hidupku telah menghancurkan............ perabotanku. Hahaha.............. andai banjirnya bisa protes, pasti dia sangat tersinggung dengan tuduhanku yang semena-mena mengkambinghitamkan dia. Secara, memang dasar perabotanku yang nggak bermutu. Lha semua knock down dari partikel board yang sangat rapuh dan rentan terhadap air. Jangankan terendam banjir, kena tampias hujan saja berkali-kali pasti akan 'mretheli' dengan sendirinya.

Meski banjirnya sudah 3 tahun lalu melewati perabotanku, tetep saja mereka masih aku pertahankan. Sudah terlanjur cintakah? Meski sudah meleok-leok sana sini, hancur beberapa bagian, kok masih menjadi teman serumahku?

Hehehe................ sudah pada bisa menebak donk, apa alasannya? Klasiiiiiiiiik!!!

So, seminggu lalu aku terpaksa berburu perabot lagi. Dan sayangnya belum bisa beli yang kayu solid sehingga awet. Knock down lagi deh! Partikel board lagi. Rawan cepat hancur lagi. Hhhhh.......... apa boleh baut. Baju anak-anak sudah membutuhkan tempat yang agak layak.

Ahaaa.................. pucuk dicinta ulampun tiba. Saat ke sebuah swalayan besar, di sana sedang ada promo beberapa produk yang aku butuhkan. Waaaah............. lumayan donk. Segera aku memesan 2 set lemari pakaian anak, yang oleh petugasnya dikatakan jika lebih baik langsung aku bawa pulang karena masih muat di mobil atau taxi. Jika menunggu diantar akan lama dan terkena biaya kirim yang cukup signifikan. Dia juga menjanjikan akan ada petugas yang mengangkut barang sekaligus menatanya di mobil atau taxi yang akan membawaku pulang.

Setelah bayar, betul juga. Seorang petugas sudah mengampiri barang belanjaanku tadi dan siap mengantar ke mobil. Seorang diri! Masya Allah.............. apa dia kuat ya? Meski aku sangsi, aku yakin saja karena aku pikir mungkin dia sudah terbiasa.

Dan ternyata saat melewati tangga datar berjalan...................... gubraaag..................... kardus yang berisi bagian-bagian lemariku berjatuhan. Dengan cekatan namun tetap kerepotan si petugas tadi tunggang langgang menyelamatkan barang-barang tersebut. Lalu datang teman-temannya membantunya. Aku?? Ya hanya bisa melihat penuh keprihatinan karena jika aku membantu akan menambah kisruh suasana. Hahaha................. lha badanku aja jauh lebih kecil dari barang-barang itu. Kemudian mereka berdua membawa barang-barang tadi ke parkiran.

Yang menjadi perhatianku dan aku mendapat pelajaran darinya adalah, bahwa dia bersemangat sekali menyelamatkan barang-barang itu tanpa mempedulikan tangannya yang terjepit. Aku melihatnya kesakitan meski dia berusaha menyembunyikannya dengan senyuman. Di sepanjang jalan ke arah parkiran, mereka berjalan cepat dan sigap. Tidak terdengar sekalipun keluhan atau rintihan, apalagi umpatan dari mulut mereka meski pekerjaan itu berat. Dan juga kayaknya sih gajinyapun tidak besar.

Setelah selesai mereka memasukkan barang ke mobil, aku memberi sedikit uang tip untuk mereka. Subhanallah, mereka tidak serta merta menerimanya. Apa karena dilarang perusahaan? Ternyata tidak. Namun akhirnya dengan senyum dan ucapan terima kasih (yang terdengar tulus bagiku), mereka menerima pemberianku itu. Pemberian kecil yang mereka terima dengan syukur, terbukti mereka berjalan riang kembali bekerja.

Hm................. sungguh berbeda bahkan bertolak belakang jika aku bandingkan dengan para penggerutu, pengeluh, yang tidak mensyukuri hidup dan kehidupan yang mereka dapatkan. Padahal kehidupan yang mereka dapatkan sekarang adalah buah dari usaha mereka di masa lalu. Jika ingin menyalahkan, maka kesalahan terbesar ada di diri mereka sendiri. Apalagi jika ada orang yang sampai meminta-minta, tidak punya malu, lalu menyalahkan orang lain atas apa yang mereka rasakan sekarang.

Baguuuuun........................ cobalah belajar dari tukang angkut di swalayan itu. Bekerja keras dengan senyum ikhlas tanpa mengharap bahkan sekedar uang tip. Jauuuuh............ dari minta-minta belas kasihan orang lain. Pantas saja saat keponakanku bekerja di swalayan, dia sangat memperhatikan anak buahnya. Dia kasih les gratis bahasa Inggris dan komputer. Pasti dia merasakan seperti apa yang aku rasakan. Ingin mereka menjalani hidupnya dengan lebih manfaat lagi dan berkah. Sesungguhnya menolong, membantu, orang seperti itu lebih membahagiakan daripada menolong orang pengeluh yang selalu minta belas kasihan orang lain. Orang yang tidak mensyukuri hidup.

Senin, 04 Januari 2010

NIC FUJICIC

Dari seorang sahabat. Inspiring..............

Mayoritas manusia banyak yang merasa tidak puas dengan penampilan fisiknya. minder dan tidak percaya diri. sedih karena tidak memiliki tubuh yang tinggi, kaki panjang dan leher jenjang. Kulit yang kurang mulus, hidung yang kurang mancung, berat badan yang kurang gemuk atau yang kurang langsing..dsb dsb

Begitu banyak yang hanya terfokus pada “kekurangan” fisik yang dimiliki, namun lupa atas kelebihan-kelebihan . Begitu banyak energy yang keluar demi memikirkan kekurangan diri secara fisik, hingga melupakan segala kelebihan lainnya yang DIA berikan pada kita.


Kemarin, saat sedang menyiapkan materi materi training, memilih milih clip yang akan digunakan, saya kembali memutar video seorang yang sangat luar biasa, entah yang keberapa puluh kali nya saya memutar video clip tersebut, kisah seorang Motivator kelas dunia ,Mungkin banyak diantara kita yang sudah pernah melihat video clip nya, sudah mengenal namanya,. Namanya Nick Vujicic. Wajahnya tampan, pengusaha sukses, motivator ulung dan pembicara kelas dunia.


Nick tidak memiliki apa yang menjadikan kita manusia utuh: tangan dan kaki. Selain dari potongan daging yang menonjol di bagian kakinya, ia tidak memiliki organ yang bisa dipakai untuk melakukan sebagian besar aktivitas manusia : makan, minum, mandi, menyisir rambut, memakai lotion atau bersosialisasi di Facebook.


Lama sebelum Nick sadar dan malu terhadap cacat tubuhnya, kedua orang tua telebih dulu merasa hancur hati ketika melihat bayi yang harusnya menjadikan mereka pasangan berbahagia ternyata tidak lebih dari seonggok daging yang bergerak. Memiliki anak yang hampir cacat total itu, telah memaku kedua orang tuanya pada salib ‘menjaga-dan- merawat-anak-itu-seumur-hidup’.



Lahir di Australia pada saat peraturan pemerintah tidak mengijinkan anak-anak dengan cacat tubuh mengikuti sekolah umum merupakan siksaan lain yang harus dialami orang tua dan tentu saja Nick sendiri setelah sadar bahwa ia berbeda dengan manusia umumnya. Rasa tertolak dan tidak berharga tentu saja dirasakan mereka. Tidak heran saat berusia 8 tahun, Nick mulai mencoba untuk bunuh diri. Ketika akhirnya hukum pemerintah berubah dan mengijinkan anak-anak seperti Nick bersekolah di sekolah umum, itu hanya memberikan babak baru pada bentuk penolakan yang lain yang diterimanya. Kalau orang sehat saja sering menjadi sasaran empuk bullying, apalagi dengan cacat tubuh seperti yang diderita Nick.

Selain mencoba bunuh diri, Nick juga mencoba untuk membujuk Tuhan, menguji kemahakuasaan- Nya, dengan meminta Ia menumbuhkan tangan dan kaki baginya. Tapi mujizat itu tidak pernah terjadi. Nick kecewa karena Tuhan tidak mendegar doanya. Namun Tuhan ingin memberikan kepada Nick lebih dari sekedar tangan dan kaki. Jika Tuhan menjawab doa Nick dengan menumbuhkan tangan dan kaki, tentu saja tulisan ini tidak pernah terjadi. Saya dan jutaan orang yang terinspirasi dengan kehidupan Nick tidak akan pernah mengenalnya. Ia hanya akan menjadi salah seorang pemuda tampan di kampung sebelah, ayah yang sayang keluarga, kemudian meninggal sebagai orang tua yang renta, tanpa memberikan dampak yang lebih besar bagi dunia.






Nick akhirnya berhenti berharap menjadi manusia normal ketika ia sadar bahwa ketidakberuntungann ya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang. Jika ia bisa mengatasi keterbatasannya, apalagi manusia yang utuh tanpa cacat. Ia mulai belajar dan berlatih. Ia belajar untuk menjadi pembicara sejak remaja. Nick lulus pada saat ia berusia 21 tahun dengan double major:

Accounting dan Financial Planning. Ternyata Tuhan memberikan kelebihan kepada Nick, yaitu otak yang encer dan karisma sebagai Public Speaker.




Sampai sekarang, Nick bisa mengerjakan hampir semua yang bisa dikerjakan oleh manusia normal, hanya dengan 2 jari kecil yang tumbuh di kakinya. Ia bisa menulis, mengetik cepat, browsing internet, memancing, bermain golf, berenang dan tentu saja mencetak uang.




Apa yang dicapai oleh Nick menjadikan ia International Motivational Speaker yang didengar oleh baik kalangan Kristen maupun non Kristen. Ia berkeliling dunia untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi orang-orang yang seperti saya dulu, tanpa pengharapan dan tujuan hidup. Selain menjadi pembicara yang karismatik, Nick juga memiliki karir yang sukses di bidang keuangan. Ia memiliki beberapa rumah mewah yang dilengkapi oleh kolam renang pada usia yang relatif sangat muda, menobatkan ia sebagai salah satu Most Wanted Bachelor.




Saat ini, tangan dan kaki bukan lagi kebutuhan utama bagi seorang Nick Vujicic. Bukan juga materi dan popularitas. Ia telah memiliki semuanya. Ia memiliknya bukan karena menjadi seorang manusia yang sempurna, melainkan menjadi manusia yang mengerti arti dan tujuan hidupnya berada di dunia ini. Di wajahnya selalu terpancar senyum bahagia, kepercayaan diri serta kepuasan akan apa yang sedang ia kerjakan.


Coba bertanya pada kita sendiri hari ini, apakah dan seberapa banyak yang telah Tuhan berikan pada kita hingga saat ini, namun kenapa seringkali kita masih pesimis untuk menggapai kesuksesan dengan dalih keterbatasan kita, seribu satu alasan sering kita cari untuk pembenaran tidak melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa jadi adalah awal untuk pintu keberhasilan kita dimasa depan.

Mungkin sosok Nick bisa kita jadikan sebagai inspirasi, dengan keterbatasan diri mulai dari lahir banyak sekali kesuksesan dah hal yang bisa dia perbuat untuk pencerahan ribuan orang yang dia berikan. Walau di hidupkan dengan tubuh yang tidak sempurna .. namun beliau mampu hidup layak nya manusia NORMAL ...

Tidak kah kita tergerak untuk melakukan lebih karena Tuhan menciptakan kita sebaik mungkin. Akhirnya ruanghati hanya berpesan untuk masing masing kita lagi-lagi mengucap syukur serta tetap berpikir positif pada apapun yang telah Tuhan berikan pada kita saat ini.

so.. buat kita kita yang masih di berikan nikmat berupa kesempurnaan tubuh kita .. yooo.. TETEP SEMANGAT dan PANTANG MENYERAH !!!


"Sumber kebahagiaan sesungguhnya tidak terletak pada bentuk fisik maupun kepemilikan berbagai benda dan harta semata, karena potensi kebahagiaan telah ada di dalam diri setiap manusia secara hakiki, beranggapan bahwa akan ada banyak kebahagiaan
bila seseorang telah mencapai berbagai benda materialistis, malah hanya akan membatasi kemampuan untuk merasakan kebahagiaan pada saat sekarang ini. Mensyukuri hal-hal terkecil dalam hidup Anda adalah awal dari kelimpahan
dan hadirnya kebahagiaan dalam hidup ini."


Rabu, 30 Desember 2009

CINTA SEJATI

Ini kiriman seorang sahabat, menyentuh sekali. Semoga menginspirasi.

Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Saya menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.

Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.Saya merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.

Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.

Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Saya sangat terkejut dan berkata, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata, Dia memang tidak mengenali saya,tetapi saya masih mengenali dia, kan?

Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding, Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku.Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis.Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi,yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.

Bagi saya pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting: Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki .

Selasa, 29 Desember 2009

HARI IBU

22 Desember 2009.

Baru hari ini aku bisa menulis tentang hari ibu. Terus terang aku bingung mau menulis apa di saat hari ibu lalu. Karena aku seorang ibu. Bagiku, setiap hari adalah hari ibu. Karena setiap hari aku menjalani hariku sebagai seorang ibu, seorang pencetak generasi, seorang arsitek sekaligus pelaksana proyek masa depan sebuah bangsa.

Hari ibu, yang sekarang ini banyak dimaknai dengan sangat dangkal, dengan 'memanjakan' setiap ibu baik itu dengan hadiah ataupun 'pelayanan' bagaikan ratu. Sungguh, bagiku hari ibu tidaklah sekedar seperti itu. Aku sangat ingin hari ibu menjadi tonggak sejarah kembalinya penghargaan yang layak bagi profesi IBU, sebagai pencetak generasi, penentu masa depan bangsa.

Aku miris dan sedih dengan keadaan sekarang ini.
Di satu sisi, perempuan yang notabene adalah seorang ibu maupun calon ibu 'seolah' sudah sangat hebat karena mereka sudah bisa berkiprah bersama kaum laki-laki di ranah 'luar rumah', sebagai pegawai maupun profesional, yang intinya ikut dalam kancah berkarya, eksistensi diri, dan menghasilkan uang. Dan untuk itu, kaum ibu harus mengesampingkan tugas mulia, amanah terhormat, eksistensi tiada akhir, dan profesi dengan bayaran tertinggi sebagai pencetak generasi.
Di sisi lain, profesi dan tugas mulia ini sudah mengalami degradasi yang sangat tajam, seolah untuk melakukan penyiapan generasi ini hanyalah tugas remeh, mudah, dan gampang sehingga bisa dilakukan hanya dengan sisa waktu, tenaga, pikiran, dan perasaan seorang ibu saja setelah mereka melaksanakan tugas yang mereka utamakan (terbukti dengan keseriusan mereka meraih dan mempertahankannya) bekerja, berkarir, sementara untuk penyiapan generasi mereka serahkan kepada pembantu, baby sitter, TV, dan guru di sekolah. Selebihnya.......... hanya sisa-sisa yang mereka berikan untuk tugas penyiapan generasi.

Salahkah mereka? Hmm.......... kasihan kalau harus disalahkan. Karena kondisinya seolah memaksa mereka melakukan hal itu. Masyarakat menganut paham yang berbeda dengan yang aku yakini dan lakukan. Bahkan kaum laki-laki, suami mereka sendiri, tidak menghargai apalagi memfasilitasi peran mulia istrinya sebagai pencetak generasi, penentu masa depan bangsa. Bahkan mereka, para suami, masih banyak yang membuat istrinya merasa 'tidak aman' sehingga mereka merasa harus mempunyai 'pegangan' kalau-kalau terjadi sesuatu yang membuat mereka harus mandiri secara ekonomi. Pergaulan yang serba permissiv, nilai-nilai yang tidak lagi mengacu kepada kebenaran hakiki, serta sosial masyarakat yang tidak lagi peduli dengan kesantunan moral yang tinggi, membuat kondisi semakin rumit.

Lebih parah lagi.................. kami, kaum wanita, para ibu, pencetak generasi, penentu masa depan bangsa ini, dituntut untuk menjadi 'wonder woman' bisa berperan ganda, bisa hebat menjadi ibu pencetak generasi sekaligus berkarir sebagai pegawai. Astaghfirullaah............... dzalim sekali mereka itu. Tugas sebagai ibu saja sudah sangat berat dan kompleks. Sungguh tidak mungkin peran ganda sanggup dilakukan dengan 'gemilang'. Dan biasanya yg 'dianggap' gemilang hanyalah seorang wanita yang karirnya sebagai pegawai hebat, dan anak-anaknya berprestasi. Masya Allah............. cukupkah anak-anak berprestasi sebagai tolok ukur? Sedangkal itukah cara berfikir kita?

Hhhh................. bagiku, ibu haruslah dikembalikan pada peran utamanya, peran mulia, peran hebatnya, sebagai ibu, sebagai pencetak generasi, sebagai penentu masa depan bangsa, sebagai tiang agama dan bangsa. Seiring dengan itu, penghargaan, cinta, dan segenap rasa 'aman' dan nyaman haruslah diberikan oleh para suami, agar seorang ibu bisa dengan penuh dedikasi berbahagia melakukan tugas mulianya menyiapkan masa depan bangsa ini.

Semoga suatu hari nanti hari ibu benar-benar pantas disebut sebagai hari ibu.
Semoga suatu hari nanti semua ibu bangga dengan tugas mulia dan penuh semangat dedikasi tinggi menyiapkan masa depan bangsa ini, sehingga kejayaan bangsa segera tercapai.
Semoga suatu hari nanti ........... semua ibu, calon ibu, perempuan benar-benar "BERDAYA".

Selamat hari ibu......................

Rabu, 16 Desember 2009

PRINCESSKU MAKAN NASI + KRUPUK MISKIN ???

Haiiii................. apa kabar??? Sibuk ya? Santai sejenak yuks, baca ceritaku...............

Terkadang berlianku hanya mau makan nasi dan krupuk aja. Krupuk 'miskin', kata berlian sulungku. Itu lho, krupuk yang warnanya putih bentuknya bulat-bulat melingkar-lingkar dengan lubang-lubang kecil. Entah kenapa berlianku bilang kalau namanya krupuk miskin. Apa karena harganya murah, atau karena miskin akan gizi mengingat hanya aci dan perasa? Hahaha.......... entahlah, dasar berlianku.

Kalau aku sih............... nggak papa kok mereka kadang hanya mau makan nasi berdua krupuk aja. Iiiihhh............ tega amat sih Bu. Ntar anaknya kurang gizi lho. Dasar pelit! Tapi kok anaknya badannya bagus-bagus, sehat, dan pinter ya???

Dll...........dll........... komentar yang hampir semuanya bernada sumbang alias tidak menyetujui sikapku yang membiarkan berlianku makan seperti itu. Namun juga keheranan mereka jika melihat anak-anakku. Untung ajah aku tuh sabar, nggak pemarah, atau gampang tersinggung.

Belum lama ini, Princess cantikku juga gitu. Hanya mau makan nasi putih plus krupuk miskin. Waaa................. dasar!

"Mamaa................ adek mau ma'em pakai krupuk aja ya, boleh donk......... pliiiiiissssssss."

Begitu dia merayuku sambil memperlihatkan muka cantiknya dengan mata berkedip-kedip lucu. Aku............... ya mana tahan dengan rayuan mautnya itu???

"Ok. Mama temani yuks. Kita makan sepiring berdua ya. Habis itu kita makan martabak dan puding yang tadi Mama buat, mau gak? Kayaknya sih asyik lho. Nasi putih sama krupuk, habis itu martabak telur, puding buah, yang kita bikin bareng. Pastinya mak nyuuuus donk, kan bikinan kita. Ayooo......... sikaaaat..............."

Begitu aku menanggapi usulnya dengan menambahkan 'banyak' usulku. Hehehe.............. masa kalah sama anaknya. Kelihatannya aku setuju dengan idenya, padahal aku juga memasukkan ideku. Martabak, ada protein dari telur dan daging, juga kalsium karena aku kasih parutan keju di dalamnya. Puding, ada susu dan buah segar yang aku campurkan saat mencetak pudingnya. So, saat puding mengeras ada hiasan buah yang menggoda selera berlianku. Walhasil............. Princessku sudah makan dengan gizi lengkap, bukan?

Dan salah satu kecuranganku adalah................. kami makan bareng! Dengan begitu, aku bisa makan krupuk lebih banyak dari dia, dan dia makan makanan sehat lebih banyak karena aku arahkan agar begitu. Horeeee...................... bisa 'memaksa' dia makan sehat tanpa memaksa, bahkan dia menyambut gembira.

Nah, jangan marah ya, kalau anak ingin sesuatu yang kelihatannya gak baik. Siasati ajah! Coba pikirkan, kita juga sering ingin makan makanan 'sampah', bukan? Kenapa anak kita dilarang-larang? Nggak fair donk...................... Jadi ortu jangan egois ah! Ntar ditiru anaknya lho........

Hmm.............. tanpa kita sadari, sebagai orangtua, kita tidak mau menyelami perasaan anak kita sendiri. Mereka harus melakukan segala hal yang ideal, yang sempurna, sama sekali tidak boleh salah atau sedikit 'bersenang-senang' melakukan hal tidak baik yang masih bisa kita siasati agar jadi baik. Nah lo! Bingung kan???

Rabu, 09 Desember 2009

ANTI KORUPSI ???

Hari ini, semua orang teriak anti korupsi
Bahkan yang sejatinya ahli korupsi
Ups...... maaf, bisa jadi akulah yang salah dalam memaknai

Mungkin aku dulu salah lihat
Saat si A menyerahkan uang suap agar kedudukan makin hebat
Mungkin juga aku salah dengar
Saat si B meminta uang agar urusan orang dia perlancar
Mungkin aku salah membaca
Laporan yang direkayasa
Oleh si C yang menjanjikan penyelesaian perkara

Atau............
Mungkin juga aku salah persepsi
Saat si D ngakali lembar absensi
Mungkin aku salah mengerti
Manakala si E menyerahkan uang upeti
Karena ternyata mereka semua sekarang teriak, anti korupsi!

Apakah mereka benar-benar anti korupsi?
Karena sekarang mereka seolah berprestasi
Naik jabatan dengan lancar bahkan seolah akselerasi
Padahal sering memanipulasi
Mengakui karya orang lain yang akan dia adopsi
Seolah dialah yang berprestasi

Meski sebenarnya ada orang lain yang lebih berpotensi
Namun ................ dia terpaksa harus bersabar dan tetap menjaga dedikasi
Berbagai kesempatan sudah dirampas tanpa permisi
Oleh mereka yang sering teriak anti korupsi

Anti korupsi
Apa sih anti korupsi?
Hanya jargon dan teriakan tanpa arti?
Atau karena kesempatan sudah terkebiri?
Sehingga mereka bisa lantang teriak anti korupsi
Tanpa menyisakan tempat bagi si jujur sejati

Anak-anakku
Berlian indahku
Harapan bangsaku
Semoga hanya harta halal yang mengalir ke tubuhmu
Hanya kebaikan yang membasuhmu
Hanya kebersihan yang kau terima dalam asuhanku

Tidak perlu kalian meniru
Segala hal yang keliru
Meski itu sudah menjadi perilaku
Kebanyakan orang di sekelilingmu

Jadilah kau 'imun', yang pandai menjaga dirimu meski tempatnya rawan
Jangan hanya menjadi orang yang 'steril', yang hanya bisa terjaga di tempat aman

Aku akan selalu menjagamu
Aku akan selalu menemanimu
Aku akan selalu mendampingimu
Dalam setiap tarikan nafas ada do'aku
Semoga Allah selalu membimbingmu
Sehingga jika nanti kau kembali kepada pemilikmu
Dengan segala kebaikan dan kebersihan hatimu
Juga perilaku indahmu
Yang selalu menghiasi langkahmu
Hingga akhir hayatmu

Selasa, 24 November 2009

MAAF YA................

Karena sedang fokus nulis buku, mohon maaf aku kurang rajin nulis di sini. Do'ain bukuku segera terbit, dan aku nulis lagi di sini.

Maaf yaa.....................

Minggu, 15 November 2009

CINTAI AKU............... SELAMANYA

Tengah malam aku sendiri
Tidak ada yang peduli
Sepi............ kesepian, sedih
Betapa hatiku sakit dan perih

Aku tidak tahu lagi harus ngadu ke mana
Aku tidak tahu lagi harus curhat ke siapa
Tidak ada tempat dan hati tersisa
Untukku berbagi rasa

Airmataku tumpah
Hatiku gundah

Hhhhhh........................ entah apalagi yang harus aku hadapi
Duuuhh...................... sakit hatiku tak terperi
Menghadapi kenyataan yang terjadi

Tetapi aku harus kuat
Karena harus mengemban amanat
Dari yang maha dasyat

Andai aku boleh mengadu
Andai aku punya tempat tersedu
Andai ada pundak dan lengan hangat mendekapku
Andai ada tangan yang selalu siap menyeka air mataku
Andai masih tersisa cinta untukku
Masih mungkinkah bahagia bersemayam di hatiku?

Dalam kesendirianku ini
Dalam kesedihanku ini
Dalam gundah hatiku ini
Dalam keheningan hari
Dalam sujudku di malam sunyi

Penuh harap penuh pinta padaMu

Cintai aku selamanya....................... duhai yang Maha Segala

Jumat, 13 November 2009

What Money can buy


A clock but not time
A bed but not sleep
A book but not Knowledge
Medicine but not Health
A Position but not Respects
Blood but not Life
Computer but not brains
Food but not appetite
Finery but not beauty
A house but not a home
Luxuries but not culture
Amusement but not happiness
Acquaintance but not friends
Sex but not Love

Money isn't everything It often causes pain and suffering.

What do you really look in your life is..
What Money can not buy..

$$$$$$$


Apa yang bisa dibeli dengan uang?

Dengan uang, Anda dapat membeli jam, tapi bukan waktu.
Dengan uang, Anda dapat membeli tempat tidur, tetapi tidak tidur.
Dengan uang, Anda dapat membeli buku, tapi bukan pengetahuan.
Dengan uang, Anda dapat membeli obat, tapi tidak kesehatan yang baik.
Dengan uang, Anda dapat membeli posisi, tapi bukan Rasa Hormat, perhatian / keseganan / takzim
Dengan uang, Anda dapat membeli darah, tapi bukan hidup.
Dengan uang, Anda dapat membeli komputer tapi bukan otak
Dengan uang, Anda dapat membeli makanan tetapi bukan nafsu makan
Dengan uang, Anda dapat membeli perhiasan tetapi bukan kecantikan
Dengan uang, Anda dapat membeli sebuah bangunan rumah tetapi bukan sebuah rumah
Dengan uang, Anda dapat membeli kemewahan tetapi bukan budaya
Dengan uang, Anda dapat membeli kesenangan tetapi bukan kebahagiaan
Dengan uang, Anda dapat menambah kenalan tetapi bukan Berteman
Dengan uang, Anda dapat membeli Seks tetapi bukan Cinta

Uang bukanlah segalanya.. seringkali uang mengakibatkan luka dan derita

Apa yang patut dicari dalam kehidupan adalah
Apa yang tidak bisa dibeli dengan uang..................