Halaman

Selasa, 18 Agustus 2009

Nangis

Nangis adalah nama tengahku. Ha ha ha................ kayak di film2 barat ya? Tapi aku memang gampang nangis. Mungkin aku punya stock airmata yang cukup banyak ya. He he he............ matur nuwun, Gusti.

Entahlah kenapa aku gampang nangis, airmataku mudah tumpah, hatiku gampang tersentuh, bahkan oleh hal-hal yang bagi kebanyakan orang tidak mungkin membuat mereka sampai meneteskan airmata seperti pada diriku.

Film yang mengharukan, kisah yang menyedihkan, bahkan film kartun tentang anak lebah yang selalu mencari mamanya namun nggak pernah bisa ketemu saja, mampu menguras airmataku. Melihat anak kecil yang diperlakukan kurang baik oleh orang dewasa yang seharusnya bertanggungjawab, juga bisa membuatku nangis. Termasuk anak yang mendapat perlakuan permissivism, apa-apa boleh, nggak pernah dilarang, yang sebenarnya perlakuan ini sangat membahayakan perkembangan mental dan spiritual anak-anak tersebut. Ini jauh lebih jahat dibanding didikan keras.

Malahan, menyaksikan anak-anak SMA atau SMP yang mengendarai motor ugal-ugalan di jalan raya juga membuat hatiku teriris. Aku sedih karena bisa jadi mereka tidak mendapat arahan dan bimbingan serta contoh dari orangtuanya serta orang dewasa di sekelilingnya yang seharusnya memberi contoh yang baik. Kasihan sekali mereka menjadi seperti itu. Aku tidak pernah marah terhadap anak-anak yang ugal-ugalan di jalan, aku justru prihatin. Aku marah kepada orang-orang dewasa yang menyebabkan mereka seperti itu. Orangtua, bahkan guru, seringkali tidak memberi contoh dan teladan yang pantas untuk ditiru. Mereka hanya menyuruh anak-anak begini dan begitu, tanpa memberikan keteladanan.

Entah sudah menjadi apa jaman ini. Materialistis merajalela. Anak-anak terabaikan. Gelimang materi sudah menyingkirkan kepedulian orang dewasa terhadap nasib anak-anak. Seolah mengguyur mereka dengan berbagai fasilitas, mainan mahal, sekolah mahal, dan berbagai les bergengsi, namun hanya dalam pengasuhan pembantu, baby sitter, dan sopir sudah lebih dari cukup. Seolah anaknya tidak punya hati. Mereka sudah membuat hati anak-anaknya mengeras dan menghitam, seperti hati mereka sendiri, hati orangtuanya.

Orangtua, baik itu ayah maupun ibunya hanya cukup memberikan "sisa" tenaga, pikiran, hati, dan waktunya buat mereka. Semuanya habis untuk b e k e r j a, yang katanya sih buat anak-anak juga. Tapi............ entahlah! Apakah anak-anak memerlukan karir, uang berlebih, mobil berganti-ganti, atau orangtua yang sibuk bersosialisasi sana sini dengan teman2 kerjanya? Atau............. anak-anak lebih membutuhkan kehadiran, sentuhan, dan cinta tulus orangtuanya dengan materi secukupnya?

Belum lagi, orangtuanya juga sering lebih "sibuk" menyantuni anak yatim, kaum dhu'afa, bahkan mengulurkan tangan mereka untuk menyentuh dan mengelus kepala para yatim. Padahal anak-anak mereka tak tersentuh tangan orangtuanya sendiri, tangan mereka.

Kembali aku menangis jika mengingat anak-anak yang kesepian dalam kemewahan. Semoga mereka tidak tumbuh liar, "kelihatan" baik2 saja, hebat, namun hatinya kosong. Semoga mereka tidak menjadi "the lost generation".

Sedih sekali, aku hanya bisa menangis untuk mereka. Setidaknya aku tidak turut serta mempunyai andil dalam menjerumuskan mereka, merusak hati, pikiran, jiwa, dan mental mereka. Aku menangis kepada Allah, agar mereka masih bisa terselamatkan. Kembali ke fitrah mereka, tujuan penciptaan mereka, beribadah kepadaNya, menjadi khalifah Allah di bumi ini.

Sabtu, 15 Agustus 2009

PRESENT

He he he........... aku sering mendengar atau membaca peryantaan orang tentang hal ini, setahuku sih juga ada di film Kungfu Panda. Tapii............ aslinya dari mana, I don't know babar blassss!

Katanya sih yesterday itu history nggak mungkin kita bisa balik lagi ke sana, tomorrow itu mistery gak pernah sampai kita ke tomorrow, dan today itu anugerah yang datang kepada kita, selalu datang setiap hari, harus disyukuri, makanya disebut PRESENT, hadiah. Penuh kejutan.

Hmm..................... ok juga sih.
Dan sebenarnya aku pernah nulis, posting, di blog ini tentang hal yang mirip filosophinya dengan pernyataan tadi. Judulnya; "Waktu Itu Seperti Uang Kaget". Pernah baca belum? Kalau belum, cari deh!

Tapi emang bener banget, hari ini adalah GIFT, hadiah, anugerah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita untuk kita manfaatkan sebaik-baiknya, gratuit! Atau, kita akan menyesalinya jika kita justru merusak kesempatan itu karena tidak akan pernah lagi bisa terulang. Hari yang akan datang dan kita nikmati nantinya selain hari ini tentunya mempunyai nilai yang berbeda dan seharusnya memberi kesempatan yang berbeda pula.

Kita selalu suka dengan hadiah. Menunggu-nunggu kejutan apa yang akan diterima. Berharap mendapatkan seperti yang diinginkan. Hadiah indah sesuai harapan.

Tapi apa lacur.................. kadang hadiah tidak sesuai keinginan dan harapan. Dan ini sangat mengejutkan, mengecewakan, terkadang membuat kita berburuk sangka dan menyalahkan pemberi hadiah. Seperti juga hari ini, present, yang selalu datang dengan kejutan. Kadang manis, indah, menyenangkan. Namun tidak jarang mengecewakan, menyedihkan, berat.

Kalau sudah gitu.............. rasa dan sikap syukur sering ilang, lenyap, menguap. Seolah hanya kejutan yang sesuai harapanlah yang pantas disyukuri. Padahal............. sesuatu yang tidak sesuai harapan bisa jadi sesuatu yang justru kita butuhkan. Sesuatu yang indah. Sesuatu yang memperkaya diri kita. Sesuatu yang mematangkan jiwa kita. Sesuatu yang mengembalikan arah langkah kita. Sesuatu yang menyadarkan kita. Untuk kembali ke tujuan awal penciptaan kita. Beribadah kepadaNya.

Heiii.................... berarti, hari ini HARUS selalu kita syukuri. Dengan mengupayakan semuanya dengan segala kemampuan terbaik kita. Karena hanya hari ini kesempatan yang kita punya. Besok....................... tidak akan pernah datang. Tomorrow never come.

Selasa, 11 Agustus 2009

MENGAPA BEGINI MENGAPA BEGITU

Princessku saat ini, seperti juga mas-masnya dulu sewaktu masih kecil ungil n imut (padahal sih badan mereka gak ada yang imut meski lahirnya imut), setiap saat selalu bertanya "Ma, apa ini?" "Ma, apa itu?" Meski juga kadang disertai dengan "Mengapa sih?" "Ada apa sih?" atau pertanyaan-pertanyaan merdu lainnya.

Kritis? Hmm.............. iya sih, tapi sebenarnya wajarlah dia belum tahu dan ingin tahu. Tapi........... nggak jarang juga ngeselin. Bayangin aja kalau kita lagi sibuk atau asyik melakukan sesuatu, apalagi penting (atau sok dipenting2in) lalu mereka dengan seenaknya bertanya atau berpendapat dan HARUS dijawab saat itu juga, sesuai keinginan mereka, sampai mereka puas! Gggggrrrrhhhh..........

Ya sudah, sebelum menjawabnya, aku akan ciuuuum mereka sepuas hatiku hingga terkadang mereka akan marah dan protes berat. Yah.............. pertanyaan belum dijawab kok pipi sudah diserbuuuu????!!!!

Itu karena aku mamanya. Lalu.............. bagaimana jika sehari-hari anak-anak kritis ini bersama orang lain? Pembantu, baby sitter, apa mereka sesabar dan setelaten mamanya ya? Belum lagi apakah mereka sepinter mamanya? Pengetahuannya seluas mamanya? He he he.................. just curious!

Setelah mereka besar, remaja, lain lagi pertanyaan dan kritisnya mereka.

Malam itu, aku harus menjemput berlianku dari tempat belajar bahasanya. Motornya sedang rusak, tidak bisa dipakai, pulangnya cukup larut sehingga membuat papa n mamanya agak khawatir jika dia harus naik angkot berganti sekian kali. Maklum, jika malam kendaraan umum tidak selalu sesuai trayeknya. Mereka sering langsung pulang.

Dalam perjalanan dia bercerita banyak tentang apa saja yang bisa dia curhatkan ke mama papanya. Termasuk tentang semua hal yang dia lihat sehari-hari, di manapun, sekolah, jalan, lingkungan. Orang-orang, pekerja, anak-anak, dll. Pertanyaan-pertanyaan dia bukan lagi seperti saat masil mungil dulu. "Mengapa mereka begitu Ma?" "Kok tega ya Ma?" "Seharusnya dibeginikan ya Ma?" "Dia hebat ya Ma!" Waaah.............. jahat banget sih." "Coba begini, pasti kan negara ini bisa maju dan makmur ya Ma?" dll...........dll............... Clessss............ adem rasanya mendengar berlian remajaku mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.

Hm................... inilah salah satu kesempatanku melakukan intervensi ke dalam pemikirannya. Mencari kesempatan dalam kesempitan nggak sih? Ha ha ha................... nggak papalah, kan tujuan dan caranya baik, klop deh.

Lalu akupun mulai memasukkan nilai-nilai yang ingin aku tanamkan padanya. Dan dia menjadi semakin mengerti mengapa mamanya melakukan ini itu, dan mengapa mamanya "berbeda". Dan tentu saja dia bangga terhadap mamanya meskipun mamanya berbeda, karena dia semakin memahami tujuan, niat, bahkan kerelaan mamanya melakukan semuanya meskipun banyak mendapat cercaan dan cibiran. He he he................ yang mencibir tuh nggak tahu, belum mengerti mana yang sebenarnya jauuuh lebih penting dan berharga. Mama sih berharap suatu saat mereka mengerti, sehingga mama tidak berjuang sendiri. Mereka ikut berjuang sehingga beban yang berat terasa ringan karena dipikul bersama.

Dan heii.................. sesudah pembicaraan dengan topik serius yang dia sampaikan malam itu, dia menjadi semakin bertanggungjawab, mengerti, nurut, namun semakin kritis, namun juga sering semakin ngeselin, dan yang membanggakanku dia semakin kelihatan fokus dalam menjalani hidup ini dan semoga misiku menjadikannya berlian indah yang menyinari bangsa ini, menjadi generasi penerus bangsa ini yang amanah, membuat terwujudnya tujuan penciptaan manusia............................ beribadah kepadaNya!

Kamis, 30 Juli 2009

PUISI UNTUK ANAKKU

Nak, kamu pasti tahu handphone, jika beli yang baru pasti ada manualnya
Kamu juga tahu saat ibu beli kulkas, ada manualnya
Televisi yang kita punya, juga ada manualnya
Radio, AC, rice cooker, blender, semua ada manualnya
Heiii............ komputer pun juga ada manualnya
Ibu pikir, tidak ada barang yang dibuat tanpa disertai manualnya

Tapi Nak,
Apakah kita menggunakan manualnya untuk mengoperasikan barang-barang tadi?
Apakah kita mengikuti petunjuk di dalam manual itu untuk merawat barangnya?
Apakah kita mempelajari, memahami, dan memaknainya dengan benar?

Atau..............
Kita hanya membuka dan membaca manualnya saat bermasalah?
Bahkan, saat itu pun kita tidak menggunakan manualnya?
Dan memilih membawanya ke tukang reparasi?
Terkadang malah langsung membuangnya dan membeli barang yang baru
Karena manualnya sudah kita buang bersama kardusnya
Sebagai barang bekas
Tanpa pernah membuka dan membacanya

Anakku,
Tahukah kau, jika kita pun diciptakanNya berikut manual?
Dan............ kita seringkali lupa
Kita tidak membaca, apalagi menggunakannya untuk merawat diri kita
Untuk mengoperasikan diri kita
Masihkah kita baca dan gunakan saat kita bermasalah?
Atau....................
Manual kita pun sudah dibuang?
Sudah tidak pernah lagi dibaca, apalagi dipahami dan diamalkan
Bahkan tidak pula digunakan sebagai pemecah masalah, pengobat duka dan lara
Hhhhh..................

Anakku,
Engkau anak yang cerdas
Engkau anak yang pintar
Engkau anak yang hebat
Maka anakku, gunakanlah manualmu dengan benar
Jangan hanya dibawa-bawa, dibaca, atau dihafal
Pahamilah maknanya, pesannya, petunjuknya............. dengan benar

Anakku, dengan manualmu itu
Engkau akan selamat
Dunia akhirat

Tapi anakku, ingat pesanku
Jangan hanya kau ambil sepenggal-sepenggal sesuai keperluanmu
Jangan seenakmu menafsirkan agar seperti nafsumu
Jangan pula sekali-kali menganggap orang lain belum sehebat dirimu
Apalagi menghakimi bahwa iman mereka belum sekuat imanmu
Hanya karena mereka tidak setuju denganmu

Anakku, selalulah kau berpegang erat dengan manualmu
Manualmu itu adalah..................... Al Qur'an

Jumat, 24 Juli 2009

TERLALU CINTA???

Banyak yang menuduhku terlalu mencintai pacarku, juga berlian-berlianku, anak-anakku. Hmm................ tentu saja mereka salah. Aku memang sangat mencintai mereka semua, yes, I do love them. Tapi, bukan TERLALU. Ya, bien sur, aku juga tahu kalau segala sesuatu yang terlalu itu tidak baik. Weee........... lha kalau cuma itu aja masa aku nggak tahu? Hhhh.............. ngremehin aku banget ya. Kwkwkwk................. aku nggak marah kok, meski komentar itu kebangetan. Hm........ aku selalu mencoba memahami pendapat orang lain.

Trus, kenapa kok aku terlihat sangat mencintai mereka? He he he................ bukan "terlihat", tapi memang aku sangat mencintai mereka, tapi bukan terlalu mencintai mereka. Ha ha ha..................... jangan pada bingung apalagi marah ya dengan penjelasanku ini.

Begini,
Aku sangat mencintai mereka, pacarku n anak-anakku. Mereka semua berlianku. Mereka sangat berharga bagiku. Mengapa? Karena sekarang ini, mereka adalah amanah Allah bagiku. Suamiku, anak-anakku, adalah amanah. Makanya sebisaku akan aku jaga mereka sebagai salah satu bentuk pengabdianku kepada Sang Pemilik, Allah. That's simple. Ya, bagiku adalah suatu kewajiban, keharusan, kebanggaan, sekaligus kehormatan, aku menjaga mereka. Karena menjaga mereka adalah mengemban amanahNya.

Naaaa.................... berarti, aku bukan cemburuan, over protektif, atau istilah lain yang negatif gitu deh!

Ha ha ha................. memang sih tanggapan orang-orang bermacam-macam. Ada yang setuju, mendukung, salut, tapi juga nggak sedikit yang bilang kalau aku "lebay", cemburuan, pengawasan melekat, over protektif, parno, "sakit", dll. Hhhhh.............. biarin aja deh, asal yang berpendapat negatif bukan pacarku atau berlian-berlianku. Ngapain dipikirin? Bikin sebel aja kan?

Lagian, makin orang "nyinyir" biasanya aku malah show up di depannya. Qi qi qi................. biar dia makin khekhi n suebeeellll................. Iiiih, kok aku jahat gitu sih? He he he............... bukan jahat kok. Cuma biar dia sadar dan segera bangun. Ngapain dia ngurusi aku dan keluargaku, kan??? Lha mending juga dia ngurus keluarganya sendiri. Kalau mau niru aku boleh kok! Nggak disuruh bayar royalti.

Ya, sangat mencintai keluarga itu bukan dosa, bukan aib. Memang sih, sekarang ini seringkali aneh! Kalau kita kelihatan sayang, cinta, sama keluarga malah diomongin. Apalagi suami istri. Gandengan tangan aja dirasanin, dibilang lebay. Jemput suami ke kantornya dibilang pengawasan melekat. Lha padahal biasa aja kaleee! Berpahala malahan.

Lha kalau orang masih belum nikah, pacaran malah dianggap mesra, bagus, setia. Padahal itu HARAM!!! Aneh kan!!!! Dasar pendapat setan ya?

Ups!! Sorry! Habisnya, setahuku yang mendukung kemaksiatan itu ya setan. Yang mengecam kebaikan itu ya temennya setan.

He he he................... ngomelnya finish! Mau siap2 kerja dulu ya.......................

Bonne chance!

Selasa, 21 Juli 2009

PESTA PERNIKAHAN

Menghadiri undangan pernikahan, baik itu undangan untukku sendiri (maklum sudah mulai dianggap tuwir), maupun menemani mama ke undangannya. Secara, mama kan kalau nggak ditemenin sendirian. Kasihan lah.

Nah, sehubungan dengan menemani mama inilah yang membuatku tergugah, menyesal, sedih, hhhhh.................. semoga aja keputusanku waktu itu adalah yang terbaik dan ada hikmahnya.

Yah, hampir di setiap undangan, jika menemani Mama, apalagi jika pernikahan anak teman Papa (alm), pasti pesta di gedung mewah atau hotel berbintang. Pestanya pun mewah dengan tamu undangan yang juga mewah. He he he............... istilah apa itu ya, tamu kok mewah? Hi hi hi......... biar seru ah. Maksudku tamunya ya rata-rata VIP di negeri ini, terutama di bidang perbankan. Secara, papa alm adalah seorang petinggi sebuah bank di negara RI tercinta ini.

Pesta yang meriah, mewah, dan tamu-tamu keren inilah yang seringkali membuatku sedikit menyesal. Aku agak menyesal dulu saat menikah nggak mau pesta meriah begitu. Heii............ jangan salah ngerti ya, aku bukannya menyesal karena nggak menikmati pesta meriah di pernikahanku lho (ehem............. sedikit sih). Tapi menyesal karena sangat mungkin aku telah mengecewakan keempat orangtuaku. Lho? Kok empat? Ya iyalah kan orangtuaku dan mertuaku.

Mungkin saja saat menikahkan anak-anaknya adalah saat bahagia dan kebanggaan bagi orangtua. Termasuk kemegahan pesta dan kedatangan tetamu, tentunya punya nilai tersendiri bagi mereka. Bukan sombong mungkin, tetapi pengakuan, eksistensi, dan kehormatan. Yah, aku dulu nggak mikir sampai ke situ. Apalagi saat kami menikah, Papa sedang ada di posisi yang cukup tinggi. Meski Bapak sudah pensiun, tapi beliau juga sangat dihormati dan tentunya sangat berharap bisa menikahkan aku, putri kebanggaannya dengan penuh kebanggaan.

Hhhh.................. bahkan sampai sempat terdengar meski samar-samar, kalau aku sudah hamil sebelum menikah, makanya pestanya sangaaaaaat sederhana. Apalagi untuk ukuran anak pejabat yang cukup tinggi. Waduuuuuh........................ amit-amit deh. Aku?? Hiiiii.................... sorry deh!

Tapiii...................... mereka nggak salah juga ya, bisik-bisik gitu? Hikcs............... makin sedih nih, jadi kebayang sedihnya keempat orangtua kami dulu saat kami maunya menikah sederhana. Padahal, biaya berapapun pasti mereka akan dengan senang hati mengeluarkannya untuk pesta kami.

Bapak, Ibu, Papa, Mama, ampuni kami berdua yang egois ini ya. Do'akan saja hidup kami berkah, sampai nanti di akhirat tetep bisa menjaga keutuhan ikatan yang telah direstui, sehingga menjadi berkah bagi kita semua, penghalang jilatan api neraka, dan mempertemukan keluarga kita dalam kebahagiaan di syurga.

Amiiiiin............................

Selasa, 14 Juli 2009

SSSSSTTTTT................. AKU SELINGKUH????

Qi....qi....qi....................... berdua pacarku, kami suka cekikikan membicarakan masalah ini. Lho? Membicarakan perselingkuhannya sendiri kok malah cekikikan berdua? He he he............... makanya baca dulu sampai habis ya.................................

Seringkali aku atau pacarku merasa bosen dengan keseharian kami. Nakalnya, kebosenan datang saat seharusnya kami menggeluti kewajiban kami masing-masing, pekerjaan kami masing-masing. Hm.......... aku sih nggak terlalu masalah karena aku bekerja bukan kepada orang lain maupun instansi tertentu. Tapi................... pacarku kan masih abdi negara, masih sebagai pegawai, yang pastinya terikat berbagai aturan kantor baik itu pekerjaan maupun waktunya.

Trus???? Kalau bosen gimana donk?????

He he he....................... tentu saja ide nakalkulah yang lebih sering muncul, meski dia juga tidak jarang lebih dulu melontarkan rencananya untuk kami lakukan. Dan........... sering juga idenya jauuuh lebih "nakal" dari ideku. Apakah itu??? Waaah............. sorry, maaf, ini off the record. Tapi, aku suka. Kami suka.

Kami janjian saat lunch time, ishoma, atau apalah istilah lainnya. Aku datang sendiri, dan dia pun datang sendiri dari kantornya untuk kemudian kami bertemu di suatu tempat yang telah kami sepakati bersama. Jangan malahan makan siang di luar sama orang lain kan!

Di mana atau ke manakah itu? Ya tergangtung sih. Kadang kami makan berdua, sekedar jalan-jalan "cuci mata" berdua, atau belanja kebutuhan rumah berdua, atau main boling berdua. Eh............... kalau masih punya berlian ungil yang masih ASI, kami jalannya bertiga sih.

Kadang kami makan berduaan, sambil bercanda. Kaki-kaki kami pun iseng banget ikut bercanda. He he he.............. aku paling suka gangguin kakinya saat duduk berdua.

Jika kami boling beruda, which is aku memang sama sekali nggak jago seperti dia. Bolaku sering banget masuk "got" di pinggir arena. Kalau sudah gitu, aku sebel dan lari ke pelukan atau pangkuannya. He he he............... sengaja sih, biar dipeluk. Sebenarnya aku jago main boling. Ha ha ha................ bohong! Aku beneran nggak bisa. Tapi pacarku itu? TOP BGT deh! Strike sudah menjadi langganannya.

Jalan berdua sambil belanja kebutuhan bulanan, kami bergandengan tangan, bercanda haha hihi, kadang pelukan di tengah keramaian lalu lalang orang yang kami cuekin, atau iseng berdua. Ha ha ha................. kami memang paling seneng bercanda dan cekikikan berdua. Membicarakan atau mengomentari sesuatu yang belum tentu lucu bagi orang lain. Namun bagi kami, dengan keisengan dan kreatifitas kami, maka semuanya menjadi lucu dan "gayeng" untuk dibicarakan.

Dan yang terpenting, itu sangat menghibur kami, mempererat cinta kami, memperindah hidup kami, dan meramaikan kebosenan kami akan keseharian, rutinitas, sehingga menjadi lebih berwarna.

Setelah itu, kami akan kembali ke mobil masing-masing. Ya, meski kadang tidak bisa parkir bersebelahan, kami usahakan parkir di lantai yang sama. Tentu saja dia akan mengantarku ke mobilku terlebih dulu sekaligus memasukkan barang belanjaan kami ke bagasiku karena akulah yang lebih dulu pulang (he he he.............. itulah asyiknya aku bisa memilih untuk pulang dulu atau tidak). Sedang dia harus kembali ke kantor.

Naaah................ sebelum berpisah di tempat parkir itu, kecupan kecil kadang disertai pelukan akan mengiringi perpisahan kami.

"Hati-hati cantik."
"Hati-hati cintaku."
"Love you..............."

Atau kata-kata lain yang biasanya dia bisikkan ke telingaku karena .................. rahasia............... akan membuatku berbunga-bunga dalam perjalanan pulang. Senyum-senyum sendiri saat nyetir seringkali menemaniku di perjalanan pulang.

Heii..................... hal-hal kecil, iseng, namun menyenangkan itu suatu hari menjadi pembicaraan hangat bagi kami berdua. Mengingat:

  1. Kami datang sendiri-sendiri.
  2. Ketemuan di tempat parkir.
  3. Jalan berduaan, mesra, gandengan, kadang pakai rangkulan, cekikikan berdua (aneh ya, kok setelah menikah malahan nggak mesra lagi sih???)..
  4. Berpisah di tempat parkir.
  5. Sebelum berpisah pakai acara dicium, dibisiki, cekikikan, lalu salam perpisahan yang mesra.
  6. Lalu, masing-masing pergi dengan kendaraan yang berbeda.
Waaaah...................... jangan-jangan??? Kami dikira orang sebagai pasangan selingkuhan ya??? Ha ha ha.................. kami berdua pun tertawa kalau membicarakan "kemungkinan-kemungkinan" kesan yang ditangkap oleh orang yang memperhatikan kami. Saat bawa-bawa baby, dikira selingkuh sampai punya anak. Ha ha ha........................

CMIIIW!!! Kok, GR banget ya. Emangnya ada yang peduliin???

EGP. Kembali lagi, kami nggak peduli apakah orang memperhatikan kami atau tidak. Juga sesuka kami kalau kami menganggap orang lain memperhatikan kami. Dasar narcist. He he he.....................

Yang pasti, cara "nakal" kami tersebut cukup mengobati kebosenan kami tanpa harus merusak hubungan indah yang telah Allah ijinkan bagi kami, PERNIKAHAN KAMI. Semoga selalu berkah.

Nah, ngapain janjian, makan siang bareng, ke luar jalan bareng, atau selingkuh sama orang lain jika bisa dilakukan berdua??? Hidup ini kita nikmati dan syukuri dengan membahagiakan diri dan keluarga. Jangan malahan merusak keluarga, tatanan indah yg sudah direstui Allah.
Love you cintaku......................

Rabu, 08 Juli 2009

PRINCESS NANGIS MEMAKSAKAN KEINGINAN???

Princessku sudah 2tahun setengah. Tambah pinter, tambah banyak akal, dan juga tambah banyak akal-akalan. Iya, di usia batitanya ini dia selalu belajar dan belajar apa saja. Semua yang tertangkap kamera cantiknya yang bening bersinar itu, atau terekam oleh kuping indahnya, juga analisa otak cerdasnya meski masih mungil, sangatlah pesat perkembangannya. Seringkali aku, papanya, maupun mas-masnya dibuatnya terkaget-kaget atas tingkah barunya.



Salah satu tingkah yang dia masih eksperimen adalah............... menggunakan tangisan dan teriakan untuk menggolkan keinginannya. Entah itu meniru, hasil pengamatannya dari anak lain yang ternyata berhasil menggunakan trik itu maupun eksplorasinya sendiri atas kemampuan berekspresinya yang memang makin berkembang di usianya sekarang. Ya, di usianya sekarang dia sedang mempelajari, mengeksplore, dan menganalisa hasilnya dengan melihat sikap kami (orang2 di sekitarnya) atas sikap Princess cantik kami ini.

Seperti yang terjadi suatu malam. Princess yang tidak tidur siang, sudah ngantuk dan terlelap saat hari masih sore (belum waktu tidur malamnya). Waduuuuh.............. alamat bisa bangun malem nih. Padahal aku jelas tidak mungkin mengikutinya tidur sore-sore. Hmm............. meski sudah bisa menduga, aku hanya berdo'a dia bobok sampai subuh. So, aku pun bisa tidur tenang hingga subuh menjelang.

Tapi.................. harapan tinggalah harapan. Kenyataan.................. ternyata tak seindah harapan. ha ha ha............................ jauuuuuuh lebih indah!

Saat aku baruuuu saja terlelap dalam peraduan dan mimpi indahku mulai terpampang..............

"Mammmaaaa....................... hoaaaaa.......................... hoaaa................................"
"Ada apa sih cintaku? Kok pakai nangis segala? Mama nggak ngerti maksud adek kalau nangis gitu. Mendingan adek ngomong aja, biar mama ngerti dan keinginan adek bisa tercapai. Lagipula, adek mengganggu papa, mas-mas, juga tetangga yang bobok. Mereka bisa sebel lho."
"Hooaaaa................. adek bla bla bla......................"



Hhhhh................ antara masih ngantuk, berisik, sebel, tapi tetep cinta banget membuatku terbangun dengan sangat tidak nyaman. Apalagi Princess ngomongnya sambil nangis, mana aku ngerti kemauannya??? Juga suara tangisnya yang terdengar berat dari tenggorokan itu membuatku khawatir jika tenggorokannya bisa sakit. Aku juga nggak mau dia nantinya akan menggunakan tangisan dan teriakan untuk menuntut jika usahanya ini berhasil.

He he he.................. meski sebenarnya ini bukanlah usaha pertamanya. Sudah beberapa kali dia melakukan aksi nangis teriak untuk menuntut sesuatu. Dan selalu aku ajarkan bagaimana seharusnya dia menyampaikan keinginannya. Tapi....................... dia tetep mencoba dan mencoba lagi, dan aku haruslah bersabar dan firm dalam mengarahkan bagaimana dia seharusnya bersikap jika menginginkan sesuatu.

"Ok, kalau adek nangis gini, mama males. Mama nggak bakalan mau memperhatikan adek. Apalagi memenuhi keinginan adek. Nggak lah! Mending mama bobok aja, masih malem, ngantuk."

Setelah menyampaikan sikapku, aku berbalik memunggunginya dan pura-pura tidur. Lalu..........
aku merasakan tangan mungil menyentuh punggungku setelah isak tangis dan teriakan berhenti. Ya, aku SELALU konsekuen dengan apa yang aku ucapkan pada berlian2ku. Makanya mereka sudah tahu jika aku ngomong maka bukan gertak sambel, juga bukan janji-janji syurga biar mereka diam.

"Maaa............ adek nggak nangis lagi nih. Adek mau maem."
"Ok, mama ambilin dulu ya, adek di sini aja."
"Adek mau ikut, Ma. Tapi adek kan masih ngantuk, jadi digendong mama ya, biar adek nggak jatuh. Kalau ngantuk sambil jalan kan bisa jatuh."

Gubraaak!!!!

Lha tadi dia minta gendong tapi aku tolak dengan alasan aku ngantuk dan bisa jatuh gendong dia saat ngantuk. Lha kok dia balik sekarang???

Sampai di dapur......................

"Ma, adek nggak jadi maem. Adek mau bawa kereta (baby stroller) ke kamar aja. Mama dorong keretanya adek duduk di dalamnya ya................"

Gubrak lagi!!!!

Karena tadi aku juga menolak mendorongnya di keretanya karena aku ngantuk n capek banget. Lha sekarang???? Secara tidak langsung dia menyuruhku lagi, bukan???? Ok, akhirnya aku dorong juga dia di dalam babystrollernya ke kamar dengan janji sampai kamar saja. Sesudah itu dia hanya akan duduk di sana tanpa aku dorong lagi.

Dia menepati janjinya. Akhirnya kami ngobrol berdua di kamar. Antara ngantuk dan cinta, tetep aja lucu obrolannya karena topik yang dia angkat sangatlah Princess banget. Lucuuuuu................ juga cerdas!

Menjelang subuh, dia bilang sudah ngantuk dan pengin naik ke tempat tidur. Lalu..................... zzzzzzzzzzzzzzz.......................zzzzzzzzzzzzzzzzzz........................... dia sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya.

Akuuuu??????????? Ya mana mungkin bisa tidur lagi jika masjid sudah mengumandangkan do'a bangun tidur???

Ya wis, bangunin papa dan juga mas-masnya agar mereka segera bersiap untuk shalat subuh berjamaah di masjid.

Aku dengan terkantuk-kantuk namun nggak mungkin tidur lagi segera melakukan aktifitas keseharianku. Semoga nanti siang ada kesempatan dan bisa menebus ................ TIDUR!!!