Blog ini berisi pengalamanku dalam menjaga amanah yang Allah titipkan kepadaku. Berat, repot, bingung, bahagia. ASI, pengasuhan,pendidikan,parenting, wanita, ibu, rumah tangga, keluarga,karir, semua deh. JANGAN MEMBENARKAN YANG BIASA TETAPI BIASAKANLAH YANG BENAR. Itulah yang aku lakukan, tidak peduli yang aku lakukan tidak populer, karena tanggung jawabku bukan pada manusia lain tetapi pada Sang Pencipta.
Semoga blog ini bermanfaat bagiku, dan pembaca semua.
Amiin.
Sekedar berbagi, bagi adek2 yg mungkin akan melanjutkan sekolah ke Jerman, S berapapun berikut informasi yg digagas dan dibuat oleh berlianku dan teman2nya. Atau bagi abang2 mbak2 yang putra putrinya berniat mencari info tentang sekolah di Jerman juga silahkan ikuti TV mereka ini. Mau tahu berlianku yg mana? 😎 Emaknya yg norak n GR. Jelas yg paling imut paling muda paling ganteng pokoke kata maknyaknya ya yg paling kerenlah. 😉
Barusan gantengku bilang,
Ma.....nonton gak katanya acaraku kemarin masuk TV di Indonesia, sudah
tayang. Yaaaah.......mamanya gak tahu, jarang nonton TV. Dia juga gak
tahu kapan TV siarin jadi gak kasih tahu maknyaknya yg suka norak kalo
lihat acara anaknya di Tipi 😉😊.
Karena mamanya gak sempat nonton..........Lalu video dikirim.
Jreeeeeng.......melotot, nyari2 wajah ganteng rupawan. Beberapa
diwawancara, aku ada yg kenal termasuk yg bule orang sono. Tapi
mannnaaaa.......cintaku ga ada. 😰💔 ulang lagiiiii lagiiiii dan
lagiiiiii.......tetep ga ada. 😭
Aiiiih
rupanya dialah pewawancara sekaligus videoman, reporter, sutradara,
semuanya, makanya disebut oleh pembaca berita; kita simak...bla bla
bla....dari Hafizh Zuhdi (berlian kerenku 😋). Kamu itu berlian
sayangkuuu...meski gambar ga ada tapi semua itu terjadi karenamu. 😘
Sebagai
obat kecewa namun mongkog, aku nonton video edisi komplitnya aja lbh
seru, bagaimana anak2 Indonesia di Jerman, pelajar di sana,
memperkenalkan Indonesia kepada dunia internasional yg mampir, lihat
perhelatan yg mereka sajikan di acara Indonesian day. Booth utk berfoto
dengan baju tradisional Indonesia yg dibawa masing2 anak sebagai bekal
jika diperlukan di sana menjadi rebutan pengunjung, kesempatan sejenak
menarikan tarian tradisional Indonesia dipandu anak Indonesia juga tak
kalah rame, permainan tradisional Indonesia yg bahkan anak Indonesia di
sini pun belum tentu bisa seperti dakon, bekelan, dll sangat seru
diajarkan oleh anak2 kita ke para bule. Lalu memperkenalkan berbagai
makanan dan bumbu Indonesia, bahasa, musik tradisional. Dll dll.... Di
saat di sini anak2 malah banyak yg sibuk dg berbagai permainan, makanan,
pakaian, tarian, dll entah dari mana......
😂😘😍👍🙏
mbrebes mili aku melihatnya. Anak2 itu berjuang, belajar, ngirit,
ngempet, bahkan sambil kerja part time bercapek ria ngatur waktu tenaga
pikiran demi meraih cita, namun masih mau bersusah payah ikhlas tdk
dibayar bahkan rela saweran demi bisa mengadakan acara mengangkat
Indonesia di dunia Internasional. Proud of U all berlian2nya bangsaku,
kalian semua berlian bangsa Indonesia.
Ya wis, maaf curhat siang2.....efek kangen berat sama yg ganteng2 imut keren ya gini ini, gaje.
Mas2
Mbak2 Temans Adik2 semua yang hebat.........mohon maaf gak buka2 email
sekalinya buka posting, egois men aku ini. Maaaaf banget. Tapi berhubung
aku sudah cerita tentang berlian gantengku, maka aku merasa wajib
melaporkan hasil pemilunya.
Alhamdulillah berlianku terpilih menjadi
wakil ketua PPI DuE, yg terpilih jadi ketua yg mahasiswa S2. Dan
kubilang selamat........mas tetep dan selalu hebat!. Hihihi.................mamanya
kek pak Tino Sidin, anake hebat teruuuuusssss. :P
Dua
hari menjelang pemilu dia juga ujian, barusan laporan bahwa ujiannya
bisa. Namun nilai belum keluar, jadiiiii...........minta mamanya do'ain
nilainya bagus. Harapan dia bisa dapat nilai 1 gitu. Hahaha....padahal
mamanya kalo kuliah pengen nilai 4, kalo dia mau 1. Di Indonesia nilai sempurna 4 skala 4, sedang di sana nilai sempurna adalah 1, Karena nilai dia
terbaiknya 1 lalu makin besar angka maka makin jelek. Paling jelek 5 atau 6
kalo gak salah.
Terima kasih ya pakdhe budhe om tante semuanya..........dia tetap akan banyak belajar dari semuanya. Aku akan tetap selalu siapkan dia sebagai generasi masa depan, menjadi seorang pemimpin, semoga dia dan adik2nya selalu menjadi berlian indahNya, selalu menerangi sekitarnya, menerangi dunia akhiratnya. Aaaamiiiin.......<3
Salam Senin, selamat berpuasa bagi yang menjalankan. selamat beribadah berkarya semuanya, semoga berkah.
Pagi semuaaa.......assalamu'alaikum.......semoga sehat penuh berkah.
Seneng
banget diikutkan oleh diknas dalam membuat peraturan yang akan
mengakomodir semakin banyak kebutuhan anak Indonesia akan pendidikan.
Rapat maraton dari pagi2 hingga tengah malam baru sampai hotel lagi
selama berhari2 tidak membuatku tepar. Tetap semangat, selalu optimis,
Indonesia akan jaya di tangan generasi yang siap mengemban amanah.
Sekarang baru terasa capeknya 😅😷. Gapapa.....demi kalian anak2
Indonesia, pagi ini sudah ada janji temu lagi dengan praktisi pendidikan
yg keren.
Barusan dapat i-message dari berlian gantengku yg pamer bikin mie ayam. Ini dia juga kirim penampakannya....😋 yum keknya ya?
Cerita2 dulu aja ah tentang diaaa........semoga berkenan.
Tahulah
aku sering dibilang aneh, gak maju, gak ngikuti perkembangan jaman, dll
dll. Kata orang tentang aku; Masa anaknya ditawari aksel, sekolah
unggulan, sekolah favorit, atau RSBI, kok malah milih sekolah 'biasa'
gak bergengsi. Lha gimana wong anake menyerahkan pilihan ke mamanya, yo
pasti mama akan kembalikan pilihan itu ke anaknya apa yg mereka suka dan
bukan apa yg sebenarnya cuma bikin mama norak bangga lebay. Dan kulihat
mereka gak butuh aksel sekolah unggulan favorit dll, karena yg mereka
suka adalah sekolah yg bisa membuat mereka puas mengeksplore diri
berhappy2 ria. Ya udah.......buat apa milih yg fav atau aksel to?!
Lagian dI sekolah yg tidak difavoritkan aja dia bisa lolos tes di empat
PTN keren di sana kok. Eh....lima dund kan lalu karena gak mau terus di
arsitek jadi tes lagi. #sudah gaya emak2 norak kalo gini. 😜
Seperti
contoh sejak kecil berlian ganteng sulungku emang aktifis. Hallah.....
Tapi emang iya, sejak SD sudah menjadi pengurus kelas, ketua pramuka,
karate, ketua ini itu urusan anak unyu2 seusianya, SMP gitu juga meski
ada juga bandelnya sampai maknyak harus luruskan ke kepala sekolahnya
😅, SMA.......wuiiih kelas satu aja sudah dicalonkan untuk menjadi ketua
OSIS oleh kakak2 kelasnya yang kelas 3! Entah ilmu apa yg dia punya kok
bisa2nya masih anak baru alias nyubi sudah membuat senior2nya klepek2
jatuh hati tuk memilihnya jadi ketua OSIS. Yang Alhamdulillah terjadi
kemudian adalah dia berhasil membawa sekolahnya yang kata orang2 bukan
favorit itu bisa mejeng di TV nasional. Seneng dund teman2nya yang
ikutan narsis di TV, hahaha...... guru2nya juga dia rekomendasikan untuk
di keker, di shoot, jadi artis dadakan. Loh? Ternyata maknyak juga
harus diwawancara, ditanya2 gimana cara mendidik berlianku itu kok bisa
keren gitu bahkan terpilih dijadikan profil anak SMA. Ya grogi bin GR
lah gw, perasaan gak ngapa2in tapi dianya aja yg keren! Bahkan dia juga
pernah didaulat untuk mendamaikan dua sekolah lain yang berantem. Sampai
aku harus nunggu dia penuh kekhawatiran dag dig dug bak gadis menunggu
pujaan hatinya (lebiiiih keleees) karena gak biasanya dia pulang
kemalaman tanpa memberitahuku.
Saat
awal mengembara ke negri nan jauh, dia bisa ngeblend sama masyarakat
sekitar dimana wilayah tersebut katanya cenderung rasis, tapi dia
malahan jadi seleb masuk TV dan koran lokal di sana plus tentu diajak
putu2 juga sama penduduk lokal yang merupakan fansnya 😎. Acara2 di
balai kota melibatkan dia yang bukan orang asli sana. Para Oma Opa di
wilayah itupun suka menerima hormat dan sayang dari berlianku yang
sering menyajikan Indonesia di hadapan mereka. Tari Saman dari tempat
kelahiran ayahnya adalah salah satu tarian yg dia bawakan sebagai
hiburan idola panti jompo di sana.
Selain
itu dia juga visioner, selalu berpikir jauh ke depan. Ketika awal SD
sudah bilang nantinya ingin kuliah di LN. Lalu saat kelas 4 SD sudah
membuat platform jika dia menjadi Presiden. Entahlah apa dia sekarang
masih bercita2 jadi Presiden, tiap bermain rise of nation selalu
melakukan tindakan2 untuk 'negara'nya yang mengejutkan adik2nya maupun
ayahnya yg sama2 main. Memang kenyataan keputusan dan tindakannya itu
kemudian bisa membuat negaranya jaya, eksis, sehingga dia memenangkan
permainan tersebut. Apa yang duluan dibangun, apakah pendidikan,
militer, ekonomi, juga bagaimana mengatasi agresi lawan, dll ternyata
tepat sasaran.
Beberapa
minggu lalu aku ngobrol sama berlian ganteng sulungku itu seperti biasa
selama ini, mau jauh dekat sama saja selalu disempatin ngobrol baik
ngalor ngidul gaje maupun masalah sekolah kuliah teman2 kehidupan dan
juga masalah negara. #eeh Ingat saat dia kecil pulang sekolah teriak
melaporkan dia terpilih jadi huru hara.....hahaha.....maksudnya
bendahara padahal. Kali ini dia lapor bahwa dia dicalonkan menjadi ketua
PPI. Aaaah......dirimu itu emang lucu, hebat, dan selalu dijadikan
sebagai pemimpin oleh sekitarmu.
Ya
tentu saja aku sangat mendukung, dan sudah kupromosikan ke berbagai
pihak yang kukenal. Pak, Bu, jika nanti harus ada kegiatan di Jerman
bisa koordinasi dengan berlian saya jika dia terpilih menjadi ketua PPI
nya. Ahahaha.....belum kepilih aja maknyak dah promosiin.
Jadiii.......apa
lagi coba?!! Pastikan pilihan kamu! Langsung aja vote berlianku for PPI
Due 2015. Pojok kanan bawah kek maknyak dulu, tapi ini jauuuuuh lebih
keren dan TOP. Hihihi.....
Aaaah.......di sini bukan dapil dia ya? Gubraaaaag..........maaf salah kamar. 😁😱
Salam PPI 4 Indonesia 😘😍🙏👍
Indonesia Jaya.....optimis yuk.
Wassalam,
Jangan membenarkan yang biasa tapi biasakan yang benar
Sent from my iPad
Sabda pandhita Ratu, idu geni, merupakan ungkapan dalam bahasa Jawa yang
artinya setiap perkataannya dilaksanakan, mujarab, menjadi kenyataan........biasanya untuk raja, orang hebat, atau orangtua kandung. Dalam hal ini tentu saja ini aku ingin menggunakan untuk kita.....manusia biasa, tetep
harus menyertakan disclaimer yaaaa: CMIIW. Hehehe.....sudah parah ke Jawa anku
😅
Etapi ini beneran loh, beberapa pernyataanku duluuuuu,
keinginanku yang memang kunyatakan dengan sungguh2 meski saat itu
rasanya ada beberapa yang aneh bin mustahil, satu persatu terwujud. Saat
terwujud terkadang aku tidak menyadari jika itu pernah kuinginkan,
kunyatakan, kuharapkan terjadi. Sering baru sadar bahwa aku pernah
menginginkan hal tersebut setelah lama terjadi.
Caranya?
Waaaaa.......suer banyak yang berliku2 gak masuk akal, sering terlihat
jalan cerita menjauhi harapan, tapi kok ya melabuhnya sesuai bingitz
dengan keinginan. Apa aja itu? Hahaha...........sudah cukuplah untuk
membuatku makin yakin akan cinta Allah padaku yang mendengar dan
mengabulkan keinginanku, harapanku, yang terkadang menurutku dan orang
tercintaku, konyol, gak masuk akal, nganeh2i, ada2 aja, dll.
Alhamdulillah masih hal yang halal insya Allah......cuma ya itu tadi
aya2 wae keinginan si Dewi itu. Jadiii......sekarang ini aku semakin
sadar untuk selalu mensyukuri jalan hidup yang kutemui meski tidak
sesuai harapan. Dan tentu saja teruuuussss memilih untuk berbuat bersikap berkata yang baik yang positif yang menyenangkan saja daripada nyinyir dan mbesengut.
Nah, setelah sekian lama menikah n mendapatkan
hadiah berlian2 keren, suatu hari mama mertua cerita ke aku. Bahwa pada
suatu hari beliau dan papa menghadiri wisuda salah satu anaknya. Dalam
wisuda itu, papa melihat ada wisudawati kecil mungil cuantiik imut 😉😜
mondar mandir di ruang tempat akan diadakan prosesi wisuda. Miriiip deh setrikaan. :P
Si
papa senyum2 n tiba2 bilang ke mama, "Wisudawan kita ini nanti suruh
nikah sama anak itu aja Ma." Yah.....mamanya bingung donk, emangnya
siapa anak itu, kenal juga tdk, trus apa hubungan anak itu sama anaknya
orang gak pernah ada apa2. Dll serba membingungkan bagi mama. Yah
emang.....gak ada hubungan apa2 kok, sekedar teman pun bukan teman dekat
karena banyak teman lain yang lebih dekat. Maklumlah......di kampus itu
perempuan kan mihil. 😎😂 #bakal byk yg lempar sate nih
Daaan........waktu
berlalu kata2 papa dah dilupakan, bahkan sampai kemudian kami menikah
dan punya anak, lalu mama tanya2 ke aku tentang wisudawati kecil mungil yg
kenyanyilan saat wisuda. Lucu pas diwisuda menteri keuangan saat itu yang juga kecil (Bp. Radius Prawiro). Kujawab, kok mama tahu? Itu Dewi ma.
Waaaaa.........lalu mama cerita ttg apa yg pernah dikatakan papa.
Ahaaa......rupanya Papa sudah ngincer aku tuk jadi menantunya bahkan
sejak aku pun gak tahu dan gak punya rencana menikah dengan anaknya. Iiiih....Papa pinter deh, tahu aja mana calon mantu keren :D.
Tuuuuuh..........kata2 Papa dulu itu juga terjadi kaaaan........
Jadiii......sekarang
ini aku semakin hati2 tapi juga makin rajin berharap terjadi, ahahahaaa.....berbicara, berkeinginan, berstatement, makin sadar untuk selalu mensyukuri jalan hidup meski tidak
sesuai harapan. Dan aku juga berusaha selalu menjaga ucapan, apalagi
jika berkenaan dengan berlian2ku. Ini sih sejak mereka masih bayi2, jika
mereka ngeselin, aku ingiiin banget marah, maka akan kuucapkan kata2
indah, do'a2, untuk mereka.
"Pinteeeeerrrrr...........kok gitu
yaaa......hayoooo bu dokter yang RS nya lebih besar dan lebih keren dari
RSCM........grhgrh 😡😢🙏😁👿......." Biasanya si cantik akan berlari
memelukku dan bilang, mama jangan marah yaaaa 😘.....u need a hug?
Assalamu'alaikum......selamat siang agak sore, eh selamat mulai malam ya di Indonesia....🙏😘
Sekedar berbagi cerita,
Sabtu
yg cerah, secerah muka cantik Princess yg sudah bangun n sedang
menikmati sarapan bareng nenek, uwo, tante, n sepupu2nya. Ya, kali ini
kami ndherekke (menemani, mengantarkan) mama (mertua) tercinta yg
hobinya klinong2. Mei tahun lalu beliau baru aja ke Aqso n Yerusalem,
kali ini ke Muscat, Oman. Seneng lihat beliau berseri2 pergi dg anak
cucu. Meski sehari sebelumnya aku maraton rapat pagi sampai malam super
capek, langsung disambung perjalanan panjang. Namun rentetan melelahkan
ini tetap menyenangkan. O ya karena habis rapat tentunyah sebagai banci
kamera tak lupa putu2, n di pesawat kupamerin hasilnya ke mama.
Hahaha.....dunia emang sempit, saat melihat fotoku bersama Ibu Edi
Sudrajat, mama bilang itu temen mama main Golf. 😁 gubraaag.....dunia
emang sempit. Hehe...maklumlah, bahkan suamiku gak kenal si ibu, karena
si papa emang pejabat yg nyentrik, auditor (inspektur) jujur yg bahkan
anak2nya aja jika ada perlu mendesak hingga harus ke kantor mereka ikut
antri di kursi tamu2 seperti tamu biasa lain yang yg akan menghadap. Hihihi......hanya berlianku,
cucunya, yg mendapat kesempatan diajak ke kantor duduk manis dilayani makan minum sama sekretaris kakeknya
dan jika bosen diantar pulang oleh sopir. 😅
Di pesawat,
princessku cukup keren.....tetep ceriwis as always, n seperti biasa
menarik perhatian banyak orang termasuk pramugara yg melayani kami
sepanjang malam. Juga org asing penumpang lain di depan kursiku yg
ngajak ngobrol si ceriwisku itu. Mereka ngobrol bahkan bercanda
terbahak2 berdua. 😄 padahal depanku itu org dewasa. Bisa aja si
cantikku ngobrol becanda bahkan argue. In English tentunyah...
Lalu ada kejadian yg
membelalakkan mata cantik itu. Ada seorang pramugari marah2 dalam bahasa Inggris dengan
penumpang2 dan agak terkesan meremehkan penumpang, yg memang mungkin saja tdk pernah naik pesawat, tdk pula
bisa mengerti bahasa Inggris sama sekali, tdk tahu tata krama naik
pesawat. Si kritisku kesel dg pramugari itu, dia protes kenapa pramugari
pesawat internasional yang rutenya dari Jkt kok tidak bisa berbahasa
Indonesia? Penumpang tdk salah mau bisa bahasa Inggris atau tidak, dia
berhak dilayani dg baik, berhak dihormati, berhak tidak bisa berbahasa selain Indonesia atau bahasa apapun. Pramugarinya yg wajib bisa
bahasa Indonesia dan wajib menghormati penumpang meski salah atau tidak
mengerti aturan di pesawat. Itulah gunanya flight attendant.
Ooooh......darimanakah
dia punya pendapat sebagus itu? I agree cantikku......iya, jangan rela
jika bangsamu diremehkan oleh siapapun. 😘👍
Pramugara yg selalu
melayani kami bolak balik nyapa dan menanyakan keperluan princessku,
menawarkan berbagai hal termasuk mainan yg dia sdh dikasih di awal penerbangan dia hendak kasih lagi. "I already
have, thank U." Jawabnya sopan yg semakin membuat pramugara terkagum2 dg
mannernya. Kata penumpang depanku, "U r so blessed, God give u an
angel. The smart one." Hahaha.......bisaaaa aja.
Aku hanya jawab, aaamiiin.........*dengan sepenuh rasa syukur. 🙏🙏🙏🙏🙏🙏 iya, semoga pendidikan di Indonesia semakin baik, tidak mengedepankan materi yang hanya akan menguras pikiran, tenaga, waktu, dan hati anak. Tetapi mengedepankan pembentukan karakter anak karakter bangsa, yang membuat anak2 Indonesia bahagia menyiapkan diri sebagai generasi penerus, yang akan menggelutu profesi sesuai passion mereka dengan bangga dan penuh syukur.
Ini dilukis Papa sebelum adek lahir...jd adek nempel aja biar masuk frame
Sejak berlian ganteng adik kelas memutuskan untuk kost di dekat kampus, kami mempunyai kesibukan baru, rutinitas baru meski gak rutin juga, anter dia balik kost. Sesekali kami ajak juga si nenek gawul, yang masih jagoan main golf dan juga masih nyopir sendiri ke mana2 di usia menjelang 70 nya. Sakjannya bukan si ganteng yang minta diantar, wong selama ini bolak balik tiap hari rumah-kampus PP naik CL juga sendirian biasa aja kok! Hanya saja ayahnya, aku, atau adik2nya yang terkadang memang ingin rame2 anterin dia. Hmm....ini namanya apa ya? Manja? Gak mau ditinggal? Kangen? Ah.........au ah!
Biasanya sambil jalan antar dia, kami akan mampir makan di suatu tempat. Restoran? Food court sebuah mall? Atau makanan2 import? Tempat2 favorit yang lagi trend? Tempat gaul?? Hahaha..............bukaaaaan.........tapi sedapatnya sesukanya, seinginnya, kemana hati digiring oleh Sang Pemberi rejeki untuk berbagi rejeki ke siapa, bisa saja warung girlan, warung yg ada di pinggir jalan, karena gak ada warung ngahlan alias yang ada di tengah jalan. Hihihi........memang agak kontradiksi dengan preferensi si ganteng saat kecil dulu sih, apa itu? Ntar aja kapan2 kuceritain kalo inget. Hehehe.........
Perjalanan pinggiran Jakarta nyaris Bekasi ke Bintaro bukanlah sebentar, lumejen gituh meski jika lancar JORR hanya memberi waktu tempuh 30-45 menit sahaja. Dengan jalan santai dan lewat mana aja sesuka pak sopir ganteng maka perjalanan kami bisa sejam lebih. Waooow.....begitu komentar iparku yang wong Londo sambil geleng2 kepala dengan kehebatan orang2 Jakarta menyusuri jalanan setiap hari. Yap perjalanan selama itu membuat princessku n mas2nya gak mau tinggal diam. Mereka pastiii akan membuat permainan sepanjang perjalanan yang membuat mereka gak bosan. Salah satunya adalah permainan tebak2an dengan huruf acak yang mereka putuskan dengan menghitung jari2 mereka. Mereka bilang ABC lima dasar. Setelah ketemu hurufnya mereka harus mencari sesuai tema atas kesepakatan bersama sebelumnya. Saat menentukan temanya pun biasanya sudah alot, perlu waktu, perdebatan tidaklah ringan. #lebay. Masing2 akan memperjuangkan tema yang mereka kuasai agar menang dalam permainan. Perdebatan yang seru tapinya gak berujung anarkis, semua damai2 aja penuh cinta. #semakin lebay
Tahu donk......princess meski bungsu tapi suaranya cukup dominan. Maunya semua keinginannya terakomodir. Cinta dan sayang mas2nya dia eksploitir habis2an tanpa ampun. Tapi sering tanpa dia sadari mas2nya sudah memanfaatkannya. Kelihatannya keinginan dia diamini padahal..............hahaha..................begitulah cinta. #loh???
Setelah berbagai topik berlalu, sampailah pada topik PENEMU. Yah...setelah ketemu huruf yang harus ditebak, mereka harus menyebutkan nama penemu sesuai huruf tersebut. Untuk menghindari kengasalan keisengan dan tipudaya mas2nya, princess minta selain nama penemu juga disebutkan apa hasil temuannya. Cekikiiik..........biar masnya gak ngasal. Princess juga suka baca, salah banyaknya adalah membaca tokoh2 dunia termasuk penemu2. Jadiii.........ya okeh okeh saja dia dengan tema tersebut. Berbagai huruf berlalu dengan ribut. Hahahaaa.......emang selalu rame penuh intrik dan argue. #tuuh lebay kan?? Sampailah pada huruf "F". Faradey, Fahrenhait, dan nama dengan huruf F lain bermunculan dari dua berlian terkecil kami bersahutan supaya masnya gak punya kesempatan nemu lagi. Hahaha.........tinggalah masnya senyam senyum kehabisan ide untuk berkelit dari kekalahan. Tiba2 dia teriak kencang penuh yakin menyebutkan namanya sendiri, "FARRAS!!!!" Sontak dua adiknya mencaritahu menginterogasiku apakah benar aku memberi nama masnya itu berdasar nama seorang penemu. "Tanya aja ke masnya kan selain menyebutkan nama penemunya, dia harus menyebutkan juga apa temuannya." jawabku santai. Langsung saja interogasi beralih ke masnya yang masih senyam senyum penuh kejahilan yang lalu menjawab masih yakin; "Farras menemukan obeng yang tadi pagi dicari papa." Waaaaaaaaaaaaa...........langsung dia diserbu adik2nya yang sebel.
Pagiiii.......ups......sudah lama aku gak berbagi cerita ya? Iiih.....siapa juga yang minta diceritain coba?! GR ah si Dewi. Mmm.......tapi gpp ya GR daripada minder toh??? Hihihi.............
Nah, seperti biasaaaa aku mau ceritain berlian indahNya yang dipercayakan ke aku, si makhluk unyu2 ini. Eheeeeemmm...............
Semua berlianku memang kuberi kebebasan mengekspresikan diri mereka sejak bayi. Ahahahaaa.....lebay ya? Tapi beneran kok, malahan menurutku hampir semua orang memberi kebebasan bayi2 mereka. Gak ada kan yang atur bayinya saat belajar dan mencoba senyum, ketawa, ngoceh, miring, tengkurep, merangkak, dll? Tapi sayangnya buanyaaak yang lalu ngatur bayi2 itu saat mulai batita balita belajar nulis, baca, bahasa, dll. Les ini itu, kursus dan sekolah harus di lembaga2 keren bergengsi. Banding2in dengan si A si B si C sampai si Z anaknya si ita si itu dengan berbagai alasan termasuk katanya sih biar anaknya nanti bisa kompetisi, bersaing, di jaman mereka nanti. Bener kali yak? Ah entahlah....kalau aku kok lebih suka berlian2ku tumbuh jadi diri mereka, tumbuh kembang sesuai usianya, bahagia menjalani setiap masa hidupnya. Padunya juga sh aku yang gak mampu bayar bayar kalau harus ke tempat2 bergengsi nan mihil ituuu....hayooo...... Tapi kamu menyia2kan potensi mereka Dew! Katanya seseorang yang gak setuju. Benarkah??? Oooh..................maafkan aku anakku........*drama Korea Style*
Lupakan si Dewi sotoy itu, kita kembali ke berlianku. Uhuuy..........tahu princess dund? Yaaaa.........dia memang suka belajar bahasa, otodidak, melalui buku, web pelajaran bahasa untuk anak2, dan tentu saja coba2 ngomong ke siapa aja, terutama kami, ayah ibunya and mas2nya adalah korban pertamanya. Dia berani mencoba, sikat bleh pokoknya ngomong. Salah?? Ya gpp biasa aja keleus namanya juga belajar, dan kami pun memberi dia kebebasan berekspresi, tidak akan asal koreksi apalagi nyalahin. Palingan senyam senyum kalau si cantik salah tapi tetep PEDE.
Duluuuu dia suka banget bilang AT ALL, tapi sebenarnya salah menempatkannya dan sangat salah menggunakannya. Tapi dia PD habis sampai2 kami gak tega mau negur dan koreksi langsung, jadilah dia pakai sana sini tapi salah. Untungnya hanya dengan kami dia banyak bicara bahasa Inggris karena memang kan kami tinggal di Jakarta, siapa juga yang ngemeng English kan?! Mana sekolahnya HS, bukan internasional school seperti yang orang2 kira karena dia fluent Englishnya. Suatu hari datanglah kakak sepupunya yang wong setengah Londo tinggal di Londo dan terdidik dengan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua setelah bahasa Belanda. Seneng donk princessku bisa mengaplikasikan Englishnya itu. Daaaan................senjata pamungkasnya dia pakai cukup sering, AT ALL. Hahaha....................untungnyaa sepupunya ini bule santun nan halus budi bahasanya. Mereka berdua dengan lembut nanya maksud adik cantiknya, "Vania....what do U mean?" setelah dijelasin dengan lucunya (in English tentunyah) oleh si kecil, mereka pun tersenyum mahfum.
Entah gimana prosesnya perlahan princess tahu apa itu AT ALL dan bagaimana menggunakannya. Bahkan sekarang dia mulai bicara apa itu grammar dan bagaimana berbicara sesuai grammar meski ya tetep aja baru belajar.......sendiri! Sesuai prinsip n keadaan nyokapnya yg serba harus irit n gretongan hihihi......
Kemarin kutanya, adek ingat gak dulu suka bilang at all tapi gak tahu artinya? Hihihi.............iyaaa adek ingetlah Ma. Jawabnya lucu nan cantik. Lalu kenapa adek berani pakai meski gak tahu artinya? tanyaku lagi curious. Ya gpp palingan ntar juga ada yang benerin, mama papa mas2 seperti biasa lama2 akan benerin dan kasih tahu adek.
Ooooooh.............rupanya dia yakin kami selalu back up dia, makanya dia selalu PeDe namun siap menerima kritikan dan masukan kami........AT ALL. Hihihi..................
Anak hiperaktif adalah anak yang mengalami gangguan pemusatan
perhatian dengan hiperaktivitas (GPPH) atau attention deficit and
hyperactivity disorder (ADHD). Kondisi ini juga disebut sebagai gangguan
hiperkinetik. Dahulu kondisi ini sering disebut minimal brain
dysfunction syndrome.
Apa Itu Gangguan Hiperkinetik atau GPPH/ADHD ?
Gangguan
hiperkinetik adalah gangguan pada anak yang timbul pada masa
perkembangan dini (sebelum berusia 7 tahun) dengan ciri utama tidak
mampu memusatkan perhatian, hiperaktiv dan impulsif. Ciri perilaku ini
mewarnai berbagai situasi dan dapat berlanjut hingga dewasa.
Apakah Ada Ciri-ciri Lain Yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD) ?
Ciri-ciri lain yang sering menyertai gangguan hiperkinetik adalah :
Kemampuan akademik tidak optimal
Kecerobohan dalam hubungan sosial
Kesembronoan dalam menghadapi situasi yang berbahaya
Sikap melanggar tata tertib secara impulsif
Bilamana Anak Disebut Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?
Mengalami kesulitan berkonsentrasi dalam belajar, mendengarkan guru dan permainan.
Hiperaktifitas, selalu bergerak dan tidak bisa tenang
Impulsifitas, melakukan sesuatu tanpa dipikir terlebih dahulu
Berbagai Tipe Hiperkinetik atau GPPH/ADHD :
Tipe sulit konsentrasi
Tipe hiperaktif - impulsif
Tipe kombinasi
Apa Akibatnya Bila Anak Menderita Gangguan Hiperkinetik (GPPH/ADHD)?
Anak tidak dapat mengikuti kegiatan belajar dengan baik
Anak sering tidak patuh terhadap perintah orang tua
Anak sulit didisiplinkan
Apabila Gangguan Hiperkinetik (ADHD) Tidak Diobati maka akan :
Menimbulkan
hambatan penyesuaian perilaku sosial dan kemampuan akademik di
lingkungan rumah dan sekolah, sehingga dapat mengakibatkan perkembangan
anak tidak optimal dengan timbulnya gangguan perilaku di kemudian hari.
Kondisi Lain yang Menyertai Gangguan Hiperkinetik :
Gangguan tingkah laku
Gangguan sikap menentang
Depresi
Gangguan cemas
Kesulitan belajar
Retardasi mental
Gangguan pemusatan perhatian (disorder of attention)
Gangguan pengendalian motorik (disorder of motor control)
Gangguan persepsi (disorder of perception /DAMP)
Autisme
Bila Anda tidak ingin memiliki anak dengan perilaku buruk, kuatkan
hubungan emosi Anda dengan si buah hati. Penelitian menunjukkan, anak
yang diasuh dalam rasa aman dan kedekatan emosi yang erat dengan ibunya
akan tumbuh menjadi anak dengan perilaku baik.
Analisa yang dilakukan Dr Pasco Fearon dari School of Psychology
dan Clinical Languge Sciences terhadap 69 studi yang melibatkan lebih
dari 6000 anak pra remaja, menunjukkan kualitas hubungan anak, terutama
anak laki-laki dengan ibunya di masa kecil berpengaruh kuat pada
pembentukan perilaku anak. Anak yang besar dalam perasaan tidak aman
dan kurang mendapat motivasi dan dukungan dari orang yang mengasuhnya,
akan tumbuh jadi anak yang "tak bermasalah". Sebaliknya, anak yang
merasa tidak dicintai, ditolak, dan kurang didukung, menjadi anak
berperilaku buruk.
"Yang menarik adalah pola pengasuhan di masa
kecil akan berpengaruh besar pada pola kepribadian dan perilakunya saat
mereka dewasa," kata Fearon.
Selain itu, orangtua perlu
menyadari bahwa orangtua adalah model bagi anak-anaknya. Sikap orangtua
akan direkam dalam ingatan anak. Sikap orangtua terhadap rumah,
keluarga, dan orang lain, terekam dengan baik dalam memori anak. Oleh
sebab itu, mulailah menjadi orangtua yang patut ditiru. Sikap yang
santun, berempati dan menghargai orang lain akan menjadi teladan bagi
anak.
Suatu hari aku nonton film kartun di TV berdua princessku, Ninja Hatori. Di cerita itu Kenichi, anak kecil teman Ninja Hatori berusaha menyembunyikan hasil ulangannya dari ibunya karena dia memperoleh nilai 20. Hahaha......gak tahunya kertas itu terbang, terbawa angin yang lalu nempel di truk, lalu sepeda, berbagai cara dia lakukan untuk mendapatkannya yang akhirnya minta bantuan Hatori. Tentu saja berhasil, namun Hatori justru menyerahkan kertas hasil ulangan langsung ke ibu Kenichi, hal yang paling ditakutinya karena akan kena marah. "Kenichiiiiii....................." teriakan nyaring ibu yang marah membuat Kenichi blingsatan.
"Untung aja mama gak seperti ibunya Kenichi ya, kalau anaknya dapat nilai jelek mama tetep senyum (tapi gak manis) lalu dipeluk dan diajari." pernyataan Princess yang membuatku terbaaaaaaaaaang......................
Beberapa hari ini si cantik ngeluh, I do not like math! Katanya berapi2 saat ketemu jadwal harian belajar matematika. Hahaha......ekspresif sekali dia mengutarakan ketidak sukaannya itu. Ya, dia memang biasa ceplas ceplos tanpa ragu mengutarakan kata hatinya padaku. Hmm......kami pun harus memutar otak mencari cara agar si cantik tetap mau belajar matematika, karena bagaimanapun dia perlu itu untuk menjadi apapun. Apalagi dia ingin banget menjadi seorang dokter yang mempunyai RS besaaar!
Setiap hari dalam kejadian apapun kami akan mengingatkan dia, colek dia, dan menanyakan apakah ada unsur matematika dalam kejadian itu? Dan dengan senyum sebel dia bilang iya. Aaaaah........math is the mother of Ilmu, gimana donk ma......kalo adek gak suka? rajuknya manja seperti biasa. Hihihi.....padahal dulu maknyak hoby sama yang namanya matematika, bahkan makin sulit soal makin seru dan makin suka seolah sebuah teka teki yang membuatku penasaran. Saat nilai ujian masih demikian pelitnya hehe...setahuku dulu nilai ujian emang gak se jor-joran sekarang, untuk matematika aku dapat bulet tanpa salah, 10! Weiiish.....guayaa......pinterkah, gak sih karena sering ngerjain soal aja jadinya soal ujian serasa hiburan lepas senja. Sayangnya aku gak boleh ambil jurusan Matematika saat kuliah, mau jadi apaa, kata bapak ibu dan mas2ku. Ya sudah, karena aku suka juga kimia inti, maka Tehnik Nuklir pilihanku saat PMDK dan Farmasi pilihanku saat Sipenmaru yang mana dua2nya di UGM, meski ternyata dua2nya kutinggalkan demi takdir yang membawaku ke STAN karena sudah ada makhluk ganteng menungguku di sana.
Ups......kembali ke laptop!!
Sulit sekali membuat si cantik itu suka atau setidaknya mau belajar matematika sebagai penunjang nanti dia meraih cita-cita. Les?? Selama bukan dia yang minta aku tidak akan memberinya kewajiban itu, karena akulah penanggungjawab atas pendidikannya. Aku gak boleh nyerah dengan menyerahkannya ke orang lain. Iiiih.................sok bingitz deh simama. Kemarin, saat ayahnya mau jelasin tentang eksponensial ke masnya yang SMA, dan papa kesulitan karena emang beliau bukan penyuka matematika, maka dibukalah Khan Academy karena mama lagi capek bin males ngajari. Si cantik lucu pastinya ngrencokin mau tahu juga apa yang dilakukan mas n papanya. Yo wis mas pindah ke netbooknya dan laptop papa untuk buka early math buat princess.
Daaaan......................trataaaaa............princess sukaaaa bingitz, belajar math sama Oom Khan. Alhamdulillah pengantar yang English bukan halangan bagi dia memang. Sekarang dia suka math, tadi waktu mengerjakan pelajaran sesuai jadwal dia cepetin supaya bisa belajar math lagi sama Oom Khan. Dia gak peduli jadwal, setiap hari maunya buka math setelah ngerjain jadwalnya.
Alhamdulillah........akhirnya ketemu juga.
Saat anak melakukan sesuatu karena suka, tidak ada halangan yang tidak bisa dia singkirkan. Jadi, kenapa gak buat dia suka dulu, cari cara agar dia suka, jangan memilih memaksa, memotivasi dengan cara yang tidak menyenangkan baginya bukanlah pilihan bijak. Bersaing di masa depan? Aaah......sudahlah, jika dia tahu, mengerti bahwa hidup tidak selalu sesuai keinginannya yang menyenangkan, jika dia
tahu harus memilih apakah mau menikmati hidup, menikmati usaha, menikmati
setiap upaya, ataukah memilih menganggapnya sebagai beban, sebagai
persaingan berat, tentu dia akan pandai memilih yang sesuai passionnya,
dan dia akan menikmati hidup, menikmati usaha, menikmati setiap upaya, maka Insya Allah do'a kita sebagai orangtua akan membuatnya sanggup melewati semuanya.
Pemerhati Anak Seto Mulyadi atau kak Seto. TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.CO, Jakarta -
Pemerhati anak, Seto Mulyadi, mengaku khawatir dengan komponen Kurikulum
2013 yang dianggapnya masih kurang mengembangkan karakter anak.
"Ini
akan melahirkan calon-calon psikopat di masa depan. Ini harus
diwaspadai betul," kata pria yang dikenal dengan sapaan Kak Seto itu
saat konferensi pers di gedung Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas
Anak), Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat, 22 Agustus 2014.
Seto
menganggap Kurikulum 2013 perlu menambah pelajaran yang mengembangkan
otak kanan. "Perlu diimbangi dengan pelajaran yang mengaktifkan otak
kanan, seperti seni dan olahraga," kata dia. (Baca: NTT Terapkan Kurikulum 2013 Tanpa Buku Pelajaran)
Menurut
dia, melalui pelajaran seni dan olahraga, anak dapat mengembangkan
karakter disiplin, rendah hati, dan berani mengakui kekalahan. "Saya
takut kalau sistem pendidikan kita tidak menangani pendidikan karakter
dasar seperti ini, maka semakin banyak orang yang menyandang psikopat,"
dia menerangkan.
Seto menganggap pendidikan sekolah maupun
pendidikan informal yang diperoleh di keluarga sangat penting bagi anak
untuk mengembangkan karakter positif. "Pendidikan karakter sejak dini
dari keluarga dan sekolah diperlukan supaya tidak muncul anak-anak yang
penuh dengan nuansa frustasi," kata ia menuturkan. (Baca: Kurikulum 2013 Bikin Guru 'Menganggur')
Menurut
dia, orang dengan ambang frustrasi rendah berpotensi mengidap cacat
sosial. "Anak-anak yang tidak pernah diperkenalkan dengan kerja keras
dan penguasaan diri lebih mudah mengidap gejala-gejala psikopat," kata
Seto menjelaskan.
Seto mengibaratkan pendidikan karakter sejak
dini layaknya membangun gedung megah yang membutuhkan pondasi yang kuat.
"Pendidikan anak usia dini (PAUD) dan sekolah dasar menjadi hal utama,"
ujar dia menerangkan.
Buat ayahnya berlian2ku, buat para ayah hebat, terima kasih...........
Cerita tentang ayah........... aku akan cerita tentang ayahnya
berlian-berlianku kepada berlian-berlianku. Semoga mereka bersyukur
mempunyai ayah seperti dia, dengan mengoptimalkan seluruh potensi mereka
untuk dunia akhirat mereka.
*****
Dialah Pahlawan Sejatimu
by : Winarsih Dewi
Anak-anakku,
Saat mendengar berita kehadiranmu, dia yang paling antusias penuh syukur bahagia
Setiap keperluanmu, dia yang selalu mengupayakan semampu dirinya
Tidak bosan dia mengelus dan merasakan gerakan-gerakanmu meski terhalang dinding perutku
Do'a-do'a,
lantunan ayat suci, bacaan buku-buku, juga dentingan gitar dan piano
serta suara merdunya pun senantiasa mengiringi tarian dan tendanganmu
di rahimku
Dan saat kau benar-benar
hadir.........dialah yang pertama kali kau lihat senyuman bahagianya
menyongsongmu, karena dialah pendamping dokter terhebat, penyambutmu,
menunggumu
Lalu suara adzan dan iqamatnya pula yang pertama kau dengar langsung di kedua telingamu
Pelukan hangatnya pasti membuatmu nyaman, karena tak kudengar lagi tangisanmu
Dia jualah yang mengangsurkan tubuh mungilmu tuk kupeluk
Berlian indahku,
Jika malam gulita kau terbangun dengan jeritanmu dan aku tak kuasa lagi merayumu
Dia juga segera merengkuhmu, meletakkanmu di dadanya, lalu kau tidur penuh damai di sana
Pasti dia merasakan letih pegal, namun senyum nyamanmu mengalahkan semua itu
Celotehmu di esok paginya adalah kebahagiaannya yang menjadi bekalnya berjihad mencari nafkah meski kantuk masih tersisa
Sayangku,
Langkah kaki mungil dan kata bermakna pertamamu adalah kejutan manis sekaligus pelipur lara buatnya sepulang kerja
Disusul berbagai pertanyaan lucu kritismu menghiasi benak dan menjadi PR tersulitnya
Belum lagi mengikuti permainanmu yang tidak kenal akan keletihan dirinya
Menjadi kudamu, ayunanmu, juga merelakan pundaknya tuk jadi tempatmu 'ningkring' senang tidak pernah jadi keluhannya
Kejujurannya,
amanahnya, baktinya pada orangtua, kesetiaannya pada kebenaran,
kecintaannya pada keluarga, kebaikan dan kerendahan hatinya, adalah
pancaran keindahan jiwanya yang harus kau teladani
Kegemarannya
membaca, kelihaiannya melukis, kelincahan jemarinya bermain gitar,
kemampuan tahsinnya, juga kefasihannya berbincang maupun menulis dengan
menggunakan bahasa asing, semoga semua menginspirasimu tuk meraih asa
Cintaku,
Tentu kau ingat bagaimana dia setiap hari mengajakmu shalat ke masjid sejak kau baru bisa berjalan
Meski tidak sedikit mendapat kritikan bahkan gunjingan
Karena banyak yang menganggap anak kecil hanya akan mengganggu kekusyukan
Tentu saja, karena kalian tidak jarang hanya menjadikan masjid sebagai salah satu arena permainan
Tahu nggak nak, dia selalu yakinkan mereka meski sangat kerepotan mengatasi kelincahan yang kau lakukan
Belum lagi jika harus memanggulmu di pagi buta untuk shalat subuh karena kantukmu tak tertahan
Dan membuat ritual rutin itu menjadi menyenangkanmu dan membuatmu semangat melaluinya seolah sebuah permainan
Terbukti
dia benar, karena kemudian kalianlah pengisi utama shaf shalat di
antara jamaah masjid meski hanya ada satu baris di belakang imam
Belahan jiwaku,
Dia juga berlarian di belakangmu saat mengajarimu bersepeda roda dua
Lalu menangkapmu di kolam saat kau meluncur belajar berenang
Mengajarimu kuda-kuda yang kokoh saat kau belajar bela diri
Menunggumu di ujung gang depan rumah saat kau belajar naik motor
Duduk was-was di sebelahmu saat kau belajar nyetir
Mendengar
berbagai curhatmu, menampung keluh kesahmu, mencarikan solusi atas
masalahmu, tersenyum bijak atas cerita lucu ABG mu, juga menjadi lawan
tak seimbang dalam permainanmu (dia kalah mulu ya?)
Bangga atas
segala prestasimu, namun tak terlalu ditampakkannya karena ada sedikit
keangkuhan lelakinya yang kadang masih 'bicara'
Kemudian..................
meski berat berusaha tersenyum ikhlas melepasmu pergi jauh menuntut
ilmu mengasah segala potensimu, mencari bekal hidup matimu
Juga berurai airmata di malam sunyi dalam sujudnya hanya meminta berkahNya untuk dirimu
Pujaan hatiku,
Dialah ayahmu, pahlawan sejatimu............. papa kau memanggilnya
Kau harus tahu bahwa dia sudah dan akan selalu rela melakukan apa saja demi keberkahanmu
Beginilah reaksi berlian2 bayiku dulu saat ketemu ayahnya, saat ayahnya pulang, saat pahlawannya pulang. Sangaaaat berlian2ku meski pelaku di video ini bukanlahmereka.
Ayah
memiliki porsi yang tak kalah penting dari seorang ibu. Dan karena
alasan itu pula, di samping Hari Ibu pada 22 Desember, rakyat Indonesia
memperingati [Hari Ayah](2132179 "") setiap 12 November.
Perayaan
Hari Ayah di Indonesia memang belum sepopuler Hari Ibu. Perayaan yang
juga bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ini lahir dari prakarsa
sebuah komunitas lintas agama pada 2006 silam.
Uniknya, para
pemrakarsa Hari Bapak Nasional ini bukanlah kaum ayah. Melainkan para
wanita. Kaum ibu yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi
(PPIP) menggelar deklarasi Hari Ayah pada 12 November 2006 di Pendapi
Gede Balaikota Solo, Jawa Tengah.
Seperti dikutip dari laman Sumenep.go.id,
Rabu (12/11/2014), deklarasi juga digelar bersamaan oleh beberapa
anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ketua
PPIP kala itu, Gress Raja mengatakan, Hari Bapak lahir karena figur
ayah sebagai bagian dari keluarga juga memegang peran sangat penting
dalam pembentukan karakter keluarga. Bapak dan ibu adalah satu kesatuan
yang tidak bisa dipisahkan.
Usai deklarasi, mereka mengirimkan
piagam deklarasi Hari Ayah dan buku 'Kenangan Buat Ayah' kepada mantan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta bupati di 4 penjuru
Indonesia. Yakni Sabang, Merauke, Sangir Talaud, dan Pulau Rote.
Sementara Hari Ayah di negara lain
dirayakan dalam waktu yang berbeda-beda. Seperti di Serbia yang
dirayakan setiap 6 Januari. Lalu di Korea Selatan Hari Ayah diperingati
setiap 8 Mei. Sementara rakyat Amerika Serikat, Jepang, dan India
merayakannya setiap pekan ketiga di Bulan Juni. (Mut)
Sejak berlian2ku kecil, saat baru ada 1.....2.....3......lalu ada si cantik, semuanya mengatakan eh tepatnya mempertanyakan sebenarnya profesi ayahnya itu apa, karena saat mereka sakit maka ayahnya bisa jadi dokter yg mengobati mereka dengan pijitan, dan sentuhan sayang penuh cintanya. Jika mainan mereka rusak, maka ayahnyalah sang Handy Many yg memperbaiki dan membuat mainan mereka oye lagi. Juga lemari, rak, pintu, lampu, semua akan beres di tangan dingin ayahnya itu. Yang lalu ditiru setelah berlian2 ganteng gede, meski masih sering malesnya daripada mau ngerjainnya. Lalu ayah mereka juga pinter ngaji dan yg membetulkan bacaan mereka, melukis, main musik, dll yang membuat mereka bisa seru2an nyanyi bareng, melukis bareng, bahkan ayah mereka juga musuh yang mengasyikkan jika mereka main. Hahaha.....tentu saja mereka lebih sering menang dan lalu ayahnya akan beralasan macam2 yang membuat berlian2ku bersatu membully ayahnya.
Makanya kubilang ayah merekalah pahlawan sejati mereka. Sudah pernah kutulis di sini
Aku selalu ajak berlian2ku mengenali pahlawan, membaca kisahnya, meneladani hal positifnya, meneruskan perjuangannya sebisa mungkin. Pahlawan, artinya bukan hanya pahlawan yang dinobatkan oleh pemerintah kita saja, namun semua orang yang berjasa terutama bagi mereka, yang bisa mereka teladani, yang bisa dicontoh kebaikannya. Mungkin karena itu ya, Princess cantikku setiap melihat nama sebuah tempat, jalan, atau apapun akan curious, siapa sih dia itu sampai namanya diabadikan untuk sebuah nama tempat? Lalu dia akan mencari tahu tentang nama itu dengan mencarinya di berbagai sumber mulai dari buku, artikel, sampai searching di dunia maya. Setelah tahu...............waaaaa.................maknyak siap-siap mendengarkan keceriwisannya membuntuti ke manapun. Hihihi...........crigis!!
Dia mau jadi dokter, gak bisa ditawar lagi. Hahaha......saat dia cerita tentang Florence Nightingale dengan penuh semangat dan mata berbinar, kukira dia akan merubah cita-citanya menjadi perawat penuh dedikasi yang dia kagumi itu, gak tahunya;
"Adek pengen punya perawat seperti dia Ma. Setiap perawat yang daftar di RS adek harus baca tentang dia." Iiiiih.................dasar lucu!
Ya, dia memang ingin menjadi dokter yang mempunyai RS besar paling tidak sebesar RSCM. Hihihi.......efek dari maknyak yang selalu menanamkan bahwa kalau mimpi jangan tanggung-tanggung, jadinya ya dia cita-citanya bukan sekedar jadi dokter.
"Adek mau kasih nama RS adek RSOM." serunya sambil tetep asyik membaca bukunya.
'Apa itu RSOM sayang? tanyaku penasaran.
"Rumahsakit Sri Opy Maulidiar." katanya antusias.
'Kenapa namanya itu?' aku ngeyel nanya.
"Iyyyaaaa......Mama ini gimana sih, karena adek mau nama RS adek pakai nama pahlawan juga." dia mulai jengkel mamanya telmi.
'Emang itu pahlawan apa dek?' hahaha..................bukunya diturunkan dan muka cantiknya yang sebel terlihat makin cantik bagiku.
"Sri kan nama Eyang Uti, Opy Maulidiar nama nenek, mereka kan our family hero." jawabnya yakin.
Neneknya sangat terharu bangga dan makin rajin do'ain cucu cantiknya saat tahu hal itu. Eyang Uti, aku yakin beliau tersenyum bahagia di alam kubur mendapat kiriman amal dari niat baik cucunya itu. Ah......idemu selalu membanggakanku berlian indahku, keep sparkling ya cantik......terangi dunia akhiratmu dengan kilaumu.
Hm....nama yang sedang jadi buah bibir, eh....buah HP, BB, Pad, Tab, dll semua membicarakannya.
Hei heiiiii...............ternyata princessku pun tidak ketinggalan kereta, hahaa... dia juga membaca, mendengar beritanya, lalu komentar. Si nyaris 8 tahunku itu kutantang untuk menuliskan pendapatnya tentang si ibu menteri fenomenal nan nyentrik itu, dari sudut pandang dia, sudut pandang anak-anak kelas 3 SD, sudut pandang pesekolah rumah nan lucu dan pinter. Aku bebaskan dia menulis sesukanya, silahkan saja mau positif atau negatif yang dia tangkap dari sosok ibu Susi.
Deg-degan................iyeeeeesssss buangeeets. Gimana kalau cantikku itu fokus pada drop outnya, lalu dia gak mau sekolah tinggi gak mau belajar? Gimana kalau dia fokus pada ngrokoknya, minumnya, lalu dia permisif tidak peduli dengan sebuah tindakan tidak baik, atau malah meniru? Gimana kalau lalu dia membangkang dan menggunakan bu Susi sebagai alasan pembenar? Wow........takut suer! Kenapa takut? Ya karena teman2 yang orang dewasa, 'terlihat' pemahaman agamanya bagus, berpendidikan tinggi, wis pokoke dengan kriteria yang seharusnya bersikap bijak saja banyak yang menanggapi negatif. Sibuk mengutak utik hal negatifnya, yang mereka khawatirkan akan ditiru anak-anak Indonesia. "katanya" lho yaaaaa...............semoga anak-anak Indonesia bukan hanya dijadikan kambing hitam aja atas pendapat mereka. Jangan-jangan, anak-anak Indonesia malah terinspirasi lalu semangat belajar karena bu Susi yang hanya lulusan SMP aja bisa seperti itu jika berusaha keras, maka mereka yakin akan bisa lebih hebat kalau sekolah lebih tinggi dan brusaha lebih keras?!
Gimenong dengan princess 7 tahunkuuuuu?????
Laluuu................"Sudah Ma......I'm done!" serunya sambil menghambur ke pelukanku menyerahkan bukunya yang berisi opini dia. Woooooow................mataku berbinar membacanya. Ternyataaaaa.......... princessku jauh lebih bijak dan pintar menyikapi keadaan, menyikapi peristiwa, menyikapi orang lain. Dia memilih mengambil hal positif untuk disampaikan, bukan sibuk memaparkan kejelekan dan kekurangan bu Susi. Princessku baru usia 7 tahun mau 8 tahun. Princessku masih kelas 3 SD. Tapi Princessku keren!
Dan aku yakiiiiiiiin.......................Bismillah ya Allah....................anak-anak Indonesia banyak yang sekeren Princessku, semoga TIDAK ADA yang berpikiran picik seperti orang-orang dewasa berijazah tinggi tapi negatif melulu otaknya itu.
Hidup Anak Indonesia...................ayoooooooooooo kalian PASTI BISA!!!!
Tahu donk kalo pendidikan itu teladan?! Biar kita ngomong, nasihati, merintah, sampai berbusa-busa, akan sangat sulit kita mendapatkan hasil sesuai harapan kita agar seseorang, terutama anak-anak kita akan mengikuti apa yang kita mau, memenuhi apa yang kita harapkan mereka lakukan sesuai apa yang kita ajarkan tanpa kita sendiri juga melakukannya.Demikian juga berlian2 gantengku dan princess cantikku. Mereka copycat kami, mereka representasi kami, merekalah cermin kami. Jika mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, tidak semestinya, maka kamilah yang harus introspeksi terlebih dahulu, ngaca!
Selain itu, kami juga membiasakan mereka untuk kritis, untuk berani berpendapat, berani berbicara, namun tetap santun dan beretika. Harus tahu menempatkan diri, harus bisa melihat situasi dan kondisi. Ceplas ceplos........ya tetep sering terjadi wong namanya anak2. Selama masih tidak melanggar norma agama, hukum, dan sopan santun, ya kami tidak mempermasalahkan.
Celetukan2 mereka tentang kami, tentang kesalahan dan kebandelan kami, sejak saat mereka masih kecil sampai sekarang sering terjadi. Hahaha.......kami ya terima aja wong memang kami salah. Berlian2 ganteng bersedekap lucu sambil nongkrongin ayahnya yang baru sampai rumah untuk shalat berjama'ah ke masjid bersama mereka adalah pemandangan indah, lucu, menggemaskan. Ya karena mereka akan protes jika sepulang dari masjid kok ayahnya ada di rumah, yang artinya menurut mereka ayahnya sudah pulang saat mereka di masjid.
"Kok papa gak nyusul aja shalatnya kan gpp!" begitu argumen mereka.
"Mama gimana sih kok suaminya gak ditegur supaya shalat ke masjid?" akupun tak luput dari protes mereka.
Waaaaa..................yap yap yap..........aku n pacarku senyam senyum antara malu, bangga, gemes, dan cintaaaaa banget sama mereka.
Demikian juga Princessku, sejak hadir di keluarga kami semakin membuat rumah kami heboh. Dia ternyata paliiiiiiing cerewet negur kami semua termasuk mas2nya. Mana dia juga pengamat yang sangat jeli. Tahuuuuu aja apapun yang terjadi di sekitar dia, meski diumpet2in.
Suatu hari, "Maa......Mama itu harusnya suka rapi2 rumah, gudang, halaman, semua2nya gitu lho. Jangan kerja di laptop, ketak ketik, corat coret di kertas, terima telpon, perga pergi. Mama itu mbok kayak mertuanya."
Guuuubraaaaag...................rupanya karena jika aku pergi ke luar kota maka yg jagain dia adalah mama mertuaku, maka diapun mengamati apa yg mama kerjakan di rumah beliau jika princess nginep sana, ataupun di rumah kami jika mama yg nginep sini. Hahaha.......................saat kuceritakan ke mama, mertua kerenku itu hanya senyum2 bangga punya cucu pinter. Tentu saja beliau juga bangga punya mantu oye. *minta dilempar mpek2 Palembang*
Kalau
diikuti, hampir setiap hari
aku ada undangan, entah itu meeting kecil, kongres, rakor, seminar,
simposium, sesekali ngajar, sampai sekedar undangan makan, yang kata
orang sih menjalin
jaringan, link, bicara proyek, ya kalau bahasaku silaturrohim. Baik di
Jakarta maupun di luar kota. Lumayan sih meski aku biasa aja bukan
siapa2, tapi di acara itu sering hadir orang2 tops, mulai aktifis sampai
Presiden dan Wakil Presiden terpilih beserta para ketua partai.
Ehem.... Sok bingitz kan akuuuh???
Dari
yang hampir tiap hari itu aku pilih-pilih sesuai keperluanku saja,
kalau tidak penting banget bagiku atau kalau bukan passion ku, ya aku
milih
kruntelan sama si cantik, princessku, belajar bareng, ke pasar bareng,
siram tanaman bareng, nyapu bareng, ngamati biji yang dia tanam bareng,
ke neneknya
bareng, baca bareng, nemeni dia renang, browsing bareng, atau........dia
do knitting aku hakken. Runtang runtung gitu deh bahasa Londonya.
Melihat kelucuan dan kepinterannya sebuah nikmat tersendiri yang tidak
akan pernah bisa diulang seperti juga masa2 kecil mas2nya yang selalu
mempesonaku.
Haha.....
Hari
ini kami berencana mencari tempat les English, ya setelah menerima
masukanku, usulku, agar dia secara terstruktur belajar bahasa yang dia
suka itu, bukan lagi otodidak seperti selama ini, maka kami setuju akan
ke tempat kursus dekat rumah saja, di dalam kompleks. Meski hanya tempat
kursus biasa bukan LIA atau EF yang ngetop itu, kami rasa cukuplah
sementara ini.....cukup sekian saja kemampuan kantong kami mangsude Karena di dalam kompleks maka aku yang tidak bisa naik
motor ini tentu sangat repot jika harus naik mobil wong deket. Jalan
kaki? Puanaaaassss......si cantik protes. Akhirnya kami memutuskan untuk
naik sepeda saja. Ya, sepeda yang sudah lama istirahat harus kembali
bekerja, antar kami berdua. Ok, karena sudah lama di garasi lalu kami
bawa ke bengkel sepeda untuk dirapikan, diservice, agar nyaman dan aman.
Berangkat ke bengkel kami berdua jalan kaki sambil nuntun sepeda karena
khawatir ban rusak jika kami naiki wong kempes. Sepanjang jalan yang
cukup terik meski masih jam 9 pagi, kami bercanda, ngobrol, membahas
sejarah dan para pahlawan revolusi, sehingga sampailah kami di bengkel sepeda.
Ruang
sempit 1,5 X 2 m itu menawarkan keramahan si ibu montir sepeda kami.
Cekatan, gesit menangani sepeda dua anak kecil yang jongkok dekat
sepedanya. Sambil bekerja ibu itu bertanya keluhanku apa, hehehe kek
dokter ya ? Setelah aku ceritakan aku pamit ke pasar dekat situ sebentar
mau belanja bumbu giling 'ala padang. Hihihi......ketahuan deh rahasia
kehebatanku masak. Pilih2 bumbu segar lalu si uda yg gilingin sampai
princessku nutup muka karena pedes. Kembali ke bengkel, sepedaku sedang
dalam proses. ngobrol ini itu sama montir hebat
itu.....trataaaa......sepeda sudah siap kupakai. Sekrup pengganti yang
lepas sudah memperkuat, gemuk sudah dipakai untuk rantai dan tempat2 yang perlu, mengembalikan posisi
pentil agar lurus dan tidak merusak ban, pompa sekaligus cek semuanya sudah
dilakukan.
"Berapa
semua bu?" tanyaku siap bayar. Agak khawatir sih soale semua mua
diperiksa. Habis berapaaa......Tapi aku tenang aja karena ada selembar
uang warna merah kupegang selain ribuan2 beberapa lembar, masa sih gak
cukup? pikirku H2C....harap2 cemas. Hihihi.....
"Rp 3.000,- bu." jawab ibu itu ramah sambil cekatan menyerahkan sepeda padaku.
Oooooh............... mak
plenggong.......tercekat......speechless......sakiiiiiiiit rasaku di
dada.........untung aku segera bisa menguasai diri, tersenyum semanis
mungkin, memberikan hak ibu montir keren itu, sambil berniat dalam hati
akan service sepedaku lagi di sini rutin (semoga sempat) dan sepeda princessku bergantian entah itu
pompa, nguatin sekrup yang kendor atau apapun untuk memberi pekerjaan
dan berbagi rejeki dengan montir ramah ini.
Sambil
boncengin princess yang berceloteh riang kugowes sepedaku penuh rasa
syukur......ibu montir, terimakasih banyak pelajaran berhargamu hari
ini. Jika dalam kondisimu saja kau lakukan peranmu sebaik itu, ramah,
cekatan, gesit, tidak tamak, tidak menyalahkan orang lain, tidak
menghakimi orang lain, tidak menghujat orang lain, maka apalah aku
ini??? Ketulusanmu menjalankan amanahmu, peranmu, membuatku semangat
untuk mendidik anak2 yang membutuhkanku, yang mungkin saja mempunyai ibu
sehebat dirimu namun tak terbeli seragam dan buku serta ongkos untuk
naik angkot ke sekolah, karena masih terbatasnya jumlah bis sekolah
gratis dan kurangnya sosialisasi. Bismillah......kita jalani peran kita
masing2 ya bu, semampu kita, dengan senyum cantik setulus hati, tanpa
keluhan, tanpa tuntutan, apalagi umpatan, dan gunjingan atas kekurangan
orang lain.
Sejak dulu aku suka baca komik seperti Tin Tin, Asterix, Smurf, dll. Hehe....selain lucu, banyak pembelajaran yang bisa diambil dari karakter2nya, kisah2nya, maupun kekonyolan2 yang ditimbulkan. Sambil terkikik2 aku sering merasa 'jleb' kena deh. Kadang dalem pula. Jadi makin cekikikan sendiri menyadari kekuranagn diri, menertawakan diri sendiri, sambil berjanji dalam hati untuk memperbaikinya. Meski kadang janji tinggal janji.
Aku gak tahu orang2 merencanakan apa saat malam pertamanya sebaga pengantin baru, kalau aku......hihihi..... baca komik berdua adalah permintaanku pada calon suamiku waktu itu. Jadilah beliau beli beberapa komik kesukaanku yang aku belum baca untuk memenuhi permintaan pengantin cantik imutnya. Haha..... membaca komik berduaan cekikikan berduaan pasti dia makin cintaaaaaa sama aku.
Nah.....saat berdua di Belgia, maka aku juga mencari batu kesukaan Obelix, batu besaaaar yang dia angkat dengan mudahnya. Lalu aku ajak pacarku berfoto di depan batu itu. Ahaay.....untung dia cinta banget sama aku, jadi mau aja kuajak berfoto sama BATU. Hallah......
Menhir n us
Jika pacarku suka mengunjungi museum2 penuh sejarah, lukisan, buku, dan ilmu pengetahuan, maka bagiku mengunjungi museum Tin Tin lebih menggoda.
Smurf (bahasa Perancis: Les Schtroumpfs) adalah nama seri komik dan juga
nama suku fiktif berkulit biru dan berukuran kecil yang diciptakan
penulis Belgia, Peyo. Para Smurf dikisahkan hidup si sebuah hutan di
Eropa. Mereka pertama kali muncul di komik Johan dan Pirlouit dan
akhirnya menjadi komik sendiri setelah itu. Dari semua komik, smurf merupakan komik yang menggambarkan berbagai karakter dengan lucu dan iya banget. Hahaha......bahkan nama2nya pun menggunakan sifat2 tersebut. Smurf penggerutu salah satunya.
Smurf penggerutu sangat menarik bagiku, dengan mulut yang selalu nyinyir, selalu menggerutu, komplain, seolah semua salah semua masalah. Gerutuan smurf penggerutu tentu saja tetep lucu dan menghibur. Karena dia hanyalah smurf, tokoh komik, bukan manusia di dunia nyata, meski kita sebagai manusia sangat mungkin pernah atau masih menjadi smurf penggerutu juga.
Waktu ngurus sesuatu di sebuah instansi, aku ketemu dengan petugas yang selalu menggerutu yang ternyata aku kebagian petugas tersebut, Grhgrhgrh......sebel sebenarnya, tapi aku gak mau hariku rusak oleh orang lain, apalagi seorang penggerutu seperti dia. Aku memilih menganggap berhadapan dengan smurf penggerutu dan kuanggap petugas ini hanyalah smurf! Hahaha......maka aku jadi senyum2 mendengar keluhan dan gerutuannya, bahwa dia merasa digaji keci, pekerjaan, banyak, tidak seperti pegawai instansi lain yang gajinya puluhan kali lipat. Hahaha.....dia jelas gak tahu apa2 tentang gaji instansi lain itu yang mana aku pernah menjadi pegawai di sana. Sudahlah tanpa data valid, eee.......dia buat hatinya sendiri susah dengan gerutuan gak penting. Saranku untuk menikmati mensyukuri posisinya yang bisa jadi diidamkan banyak orang lain, dia malah marah (bukan ke aku sih) dan makin menggerutu. Karena aku bersama berlianku maka petugas ini pun langsung kujadikan bahan pembelajaran bagi berlian indahku, untuk tidak sekali2 meniru sikap dan sifat jelek yang hanya akan merusak hari merusak hati dan kehidupannya, serta orang2 di sekitarnya. Bersyukur, menikmati apa yang ada sambil terus mengupayakan yang diharapkan tentu lebih membahagiakan dan membuat hidup terasa ringan dan indah.
STOP JADI SMURF PENGGERUTU. Nikmati saja semuanya dengan penuh rasa syukur tanpa ninggalin upaya akan meraih harapan.
Aku pernah punya pengalaman terjebak di dalam lift saat berkantor di
Gedung Keuangan Negara Surabaya. Iiih.....untung aja gak sendirian, kami
ketok2 pintu lift juga teriak2 berharap ada yang mendengar dan menolong
kami. "Assalamu'alaikuum........" eh bukan mertamu yak?
"Halloooo......." aaah bukan telp juga. Lalu gimana sih teriakannya?
Hehe....aku lupaaa maaf. Pokoke akhirnya ada yang dengar dan membuka
pintu lift dari luar. Hihi......ternyata kami ada di tengah2 antara 2
lantai. Yo wis kami turun satu persatu dengan melakukan loncat indah.
Nah,
berlian ketigaku juga pernah terjebak. Saat itu dia usia 1-2 th, masuk
kamar mandi dan menguncinya dengan mnggeser selot tanpa kami ketahui
jika dia melakukannya. Laluuu......."Mamaa.....Papaaa......adek gak bisa
buka pintunya." Dhuueeenk.......kami berdua beserta kedua mas
gantengnya berlarian menuju kamar mandi. "Allahu Akbar......kenapa adek
pake kunci pintu segala?" protes kami serentak penuh kesedihan. Berbagai
cara kami lakukan agar berlian mungil itu bisa membuka pintu kamar
mandi. Ketenangannya aku utamakan, dia gak boleh panik. Tapi ayahnya gak
sabar, belio khawatir berliannya kenapa2.
Jadiii.........BRAAAKKKK.....pintu dia dobrak setelah meminta anak
ganteng mundur dan menjauh dari kamar mandi. Menghamburlah gantengku ke
dalam pelukanku yang lalu direbut ayah dan mas2nya untuk juga
memeluknya. Alhamdulillah......tapiii.....ini kan rumah masih ngontrak!
Ah ya sudah nanti rumah akan kubeli, do'aku dalam hati penuh harap.
Hehe....Alhamdulillah setelah menjual rumah di Surabaya, rumah itu kami
beli dengan tambahan teman baik kami, si BANK yg ternyata gak baik2 amat
karena minta agunan sertifikat dan tambahan bunga.
Kemudian.......si cantik pernah juga terjebak di mobil. Sudah pernah kuceritakan sih di sini jika berkenan baca.
Beberapa
hari lalu.....pengalaman serupa terulang kembali. Saat aku ke toilet di
Soeta, antrian gak banyak, tapi lamaaaa.....terdengar dari dalam bilik
bahwa ada dua kakak adik yang mungil2 ngobrol bahwa mereka sedang pup di
bilik yang berbeda. Si kakak sendirian dan adiknya ditemani ibunya.
Hallaah........yo wis sabar .
Laluu.......dug
dug....bundaaa.....terdengar si kakak mencoba membuka pintu sambil
memanggil2 ibunya dan ibunya tidak bereaksi sodara sodara....seperti
biasa karena ibunya kupanggil2 agar membantu mengarahkan anaknya tapi si
maknyak diem aja bahkan sekedar nyahut aja tidak, maka aku sok tampil
kalo ada anak kecil kesulitan . Pelan2 kubimbing dia agar bisa membuka
pengunci pintu setelah kutenangkan agar gak panik. Duuh.......antrian
semakin banyak, si kakak belum bisa juga membuka pintu. Mbak2 bule yang
juga antri mulai bertanya2 karena dia datang tanpa mengetahui ada apa.
"Punika lho mbake ada anak kecil terkunci di dalam." jelasku sambil
tetep memberi arahan pada si kakak. Lumayan lama dan si kakak terdengar
mulai terisak. Anehnya si ibu yang hanya berbatas papan tipis kok ya
cuek gak kedengeran blass suaranya?!!! Ggrhgrhgrhgrh....
Tiba2.........pintu
terbuka dan si kakak yang ternyata jauh lebih kecil dari princess keluar
dengan muka pias. Segera kuhamburkan puja puji betapa hebatnya dia agar
dia tidak nangis dan malu. Mbak bule senyum2 ikutan muji2.......aku.
Lho???!!! Gak salah alamat mbake? Ya aku senyum aja sambil masuk bilik
ituuuu.....
Sebelum aku masuk, kulihat ibunya juga
keluar bilik sebelah dengan muka biasa aja tanpa ekspresi berarti pun
tanpa mengucapkan terimakasih. Hallah.....wis gpp bu sing penting anakmu
slamet dan yang antri juga slamet.