Halaman

Senin, 02 November 2009

BUAH SIRSAK, PEMBUNUH KANKER

Ini bagus, namun aku hanya copy paste aja. Jadi mohon maaf jika font nya agak "beda" ya. Hehehe.............. susah di editnya soalnya.

Enjoy, semoga bermanfaat.

MOHON DI SEBARLUASKAN… AGAR DAPAT MEMBANTU TEMEN2 N ORANG2 YANG KITA CINTAI

BAIK DI SEKELILING KITA MAUPUN TIDAK..

Semoga Bermanfaat (Asem Rasanya Tapi Hebat & Dahsyat Kasiatnya)
Jangan sepelekan dia ……


Buah Sirsak, Pembunuh Kanker (Terjemahan Bebas)
Soursop, buah dari pohon Graviola adalah pembunuh alami sel kanker yang ajaib dengan 10.000 kali lebih kuat dari pada terapi kemo.


Tapi kenapa kita tidak tahu?


Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini se-rapat2nya, mereka ingin agar dana riset yang dikeluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya djual kepasar Dunia.

Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon Graviola ini.

Pohonnya rendah, di Brazil dinamai “Graviola”, di Spanyol “Guanabana” bahasa Inggrisnya “Soursop”. Di Indonesia, ya buah Sirsak.Buahnya agak besar, kulitnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau dibuat jus.

Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat,dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker.Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri,anti jamur(fungi) ,effektive melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali sistim syaraf yang kurang baik.

Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Sciences Institute bagi orang2 Amerika adalah Institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini.Fakta yang mencengangkan adalah: Jauh dipedalaman hutan Amazon, tumbuh “pohon ajaib”, yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan h id up. T id ak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.

Riset membuktikan “pohon ajaib” dan buahnya ini bisa :

Ø Menyerang sel kanker dengan aman dan effektive secara alami, TANPA rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.
Ø Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.
Ø Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.
Ø Energi meningkat dan penampilan phisik membaik.

Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil Test dari ekstrak (sari) buah ini adalah:

Ø Secara effektive memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 type kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.
Ø Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo yang biasa digunakan!
Ø T id ak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selective hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat!

Riset telah dilakukan secara ekstensive pada pohon “ajaib” ini,selama bertahun-tahun tapi kenapa kita t id ak tahu apa2 mengenai hal ini? Jawabnya adalah : Begitu mudah kesehatan kita, keh id upan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan!

Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini.Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : kulit kayu,akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika Selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan rematik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan Dana dan Sumber Daya Manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker!

Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?
Dibawah Undang2 Federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatentkan.
Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/kloning dari Graviola ini agar bisa dipatentkan sehingga dana yang dikeluarkan untuk Riset dan Aneka Test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar.Tapi usaha ini tidak berhasil.Graviola t id ak bisa di-kloning.Perusaha an gigit jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk Riset dan Aneka Test.

Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.

Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari Team Riset t id ak tega melihat kekejaman ini terjadi.Dengan mengorbankan karirnya,dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengumpulkan bahan2 alami dari hutan Amazon untuk pembuatan obat.

Ketika para pakar riset dari Health Sciences Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang effektive.

The National Cancer Institute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. Hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan t id ak dipublikasikan.

Sejak
1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh sel kanker yang luar biasa pada uji coba yang dilakukan oleh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.

Suatu studi yang dipublikasikan oleh the Journal of Natural Products menyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di Korea Selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia yang terkandung di dalam Graviola,mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan Adriamycin dan Terapi Kemo!

Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah: Graviola bisa menyeleksi memillih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat t id ak tersentuh/terganggu . Graviola t id ak seperti terapi kemo yang t id ak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh Terapi Kemo, sehingga timbul effek negative: rasa mual dan rambut rontok.

Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara effektive, terutama sel kanker: Prostat, Pankreas, dan Paru2.

Setelah selama kurang lebih 7 tahun t id ak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari Lembaga2 tsb.diatas.

Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budi dayakan dan dipanen oleh orang2 pribumi Brazil , kini bisa diperoleh di Amerika.

Kisah lengkap tentang Graviola, dimana memperolehnya, dan bagaimana cara memanfaatkannya, dapat dijumpai dalam Beyond Chemotherapy: New Cancer Killers, Safe as Mother’s milk, sebagai free special bonus terbitan Health Sciences Institute.

Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.Sebar luaskan kabar baik ini kepada keluarga, saudara, sahabat, dan teman yang anda kasihi..

--
Cinta bukan untuk di kuasa'i ato menguasa'i.. ..
Cinta tidak untuk di kejar dan mengejar....
Cinta Tidak memerlukan Upah....
Berusahalah mencinta'i dengan ikhlas.....
Cinta yang tulus akan datang dengan sendiri nya
Tanpa Harus di kejar dan di paksa....


Kamis, 29 Oktober 2009

TERLAMBAT, NGGAK BOLEH MASUK SEKOLAH???

Lebih 2 tahun lalu saat aku menemani sulungku mencari SMA, kami agak mengalami kesulitan. Bukan karena nilai UAN berlianku jelek, tetapi karena dia lulusan SMP di luar Jakarta. Kami harus sudah mulai mendaftar sebagai calon pendaftar ke sekolah di Jakarta beberapa hari sebelum pendaftaran dimulai.

Lalu................

Wuih, ternyata keribetan tidak berhenti hanya sampai di situ. Bagi lulusan SMP dari luar Jakarta hanya bisa menempati jatah 5% dari keseluruhan daya tampung setiap sekolah. Berarti berlianku harus bersaing untuk mendapatkan tempat di 5% tadi.

Waaah.................

Jangankan mikir bisa masuk sekolah favorit, bisa masuk saja sudah bagus nih. Untung saja berlianku mempunyai mama yang ok, hebat, cerdas, berwawasan luas, dan bijak. Hahaha.............. jangan pada marah dulu ah! Maksudku, bagiku nggak masalah apakah berlianku masuk sekolah favorit atau tidak. Yang penting, di manapun dia berada, di manapun dia bersekolah, dia selalu menjadi favorit dan membuat sekolahnya menjadi favorit.

Akhirnya dia bisa diterima di sekolah "biasa-biasa saja", dia pun menjadi murid yang "biasa-biasa saja", namun ternyata nilai dia tertinggi. Hehehe............... kok nggak nyadar ya, baru tahu setelah ada orang lain yang memperhatikan susunan nilai. Maklum, bagi kami itu bukanlah prioritas utama. Habis, sudah biasa tertinggi sih sejak mamanya dulu. Kwkwkwk..............................

Waktu berlalu dengan pasti. Prestasi berlianku? Biasa aja sih (biasa paling bagus maksudnya, hahaha...........), aktifitas seabrek sampai aku dimintai tolong oleh wali kelasnya agar menasihatinya untuk tidak terlalu banyak kegiatannya. Tapi bagaimana mungkin? Semua memintanya. Bahkan sejak kelas satu sudah dicalonkan menjadi ketua OSIS, pembina pramuka memintanya aktif di pramuka, Rohis, dll semua meminta keterlibatannya. Alhamdulillah, setiap kali terima rapot wali kelasnya selalu mengatakan kalau dia masih termasuk yang terbaik. Namun tetap juga memberi pesan yang sama, jangan terlalu banyak kegiatan.

Pernah suatu hari motornya bermasalah saat dia berangkat ke sekolah, sehingga dia harus mampir ke bengkel dan menghabiskan waktu cukup lama. Dan dilengkapi dengan sulitnya menghubungi aku sehingga aku tidak bisa memberitahukan ke pihak sekolah mengenai keadaan dia. Setela aku tahu, aku datangi, aku antar dia ke sekolahnya, namun dia mengatakan jika aku tidak perlu turun dan bilang ke gurunya. Ok! Tapi ternyata belum lagi jauh dari sekolahnya, gurunya menelponku untuk meyakinkannya. Sayang diiringi sedikit kata-kata kurang sedap tentang keraguannya atas kejujuranku dan anakku, di telingaku. Lha? Dewi gitu. Langsung aku tantang apakah aku perlu balik ke sekolah dan beradu argumen dengan guru itu (yang ini memang belum mengenalku). Rupanya kemudian ada mantan wali kelas anakku (yang tahu reputasiku, hehehe.....), sehingga aku tidak perlu balik ke sekolah.

Pernah juga, aku sedang mengedarai mobilku sendirian. Ada di suatu tempat, beberapa anak SMA ngobrol di pinggir jalan di jam sekolah. Aku tentu saja berhenti meski tidak mengenal mereka. Dan mereka bilang jika mereka terlambat, sehingga tidak bisa masuk sekolah lalu hang-out di pinggir jalan. Waduuuuh............... segera aku tawarkan untuk menemani mereka ke sekolah untuk menjelaskan kepada guru sekaligus agar anak-anak tadi berusaha lebih baik lagi sebagai murid. Kata mereka, ibu bapaknya sibuk kerja, mana mereka tahu jika anaknya terlambat dan tidak bisa masuk. "Kalaupun tahu, paling kita-kita diomelin. Gurunye, malah dikasih sogokan hadiah." Astaghfirullah................ kasihan sekali kalian, nak. Meski, jujur, aku belum begitu mempercayai anak-anak itu juga sih. Apa iya sih, sekolah melarang anak muridnya masuk jika terlambat. kan itu bukan mengayakan, malah membuat murid kehilangan jam belajar dan sangat mungkin malah terpengaruh hal buruk jika mereka hang-out di luar sekolah.

Kemudian......................... beberapa hari yang lalu....................

Hari itu aku silaturahim ke rumah teman yang mempunyai anak SMA. Dua anaknya yang sekolah di SMA yang cukup favorit di Jakarta. Siang, masih jam sekolah, kok dua anaknya itu muncul. Katanya mereka terlambat sehingga tidak boleh masuk dan mengikuti pelajaran. Mereka terlambat karena ban motornya meletus di perjalanan saat berangkat sekolah.

"Kenapa ibunya tidak datang saja, menjelaskan?" tanyaku ke ibunya. Ibunya bilang tidak ada gunanya karena sudah pernah terjadi, dan mereka tidak mengijinkan murid yang terlambat untuk mengikuti pelajaran hari itu.

Haaaa??????? Tentu saja aku sangaaaaat heran. Itu lembaga pendidikan atau kamp konsentrasi sih? Qiqiqiq................. lebay nya kumat nih! Saat aku ceritakan ke berlianku, dia bilang sekolah lain (notabene favorit juga) juga menerapkan peraturan seperti itu. Masyaaaa??????? Aku sih masih belum percaya, sebelum aku datangi sendiri sekolah-sekolah itu. Tapi................ akan aneh kalau aku tidak ada urusan apa-apa masuk dan tanya ke sekolah-sekolah itu, bukan???

Tapi menurutku aneh bin ajaib binti sangat tidak bermutu jika aturan seperti itu benar diterapkan oleh sekolah untuk murid-muridnya. Bagaimana mungkin lembaga pendidikan milik negara (sekolah negeri) yang menghalangi muridnya, yang notabene anaknya rakyat, pemegang saham atas negara yang memiliki sekolah negeri tersebut, untuk mengikuti pelajaran, menimba ilmu, menyiapkan diri sebagai penerus bangsa, hanya karena terlambat???

Mengapa tidak memberikan hukuman, mendisiplinkan anak didik, dengan tujuan mengayakan mereka? Bukan menghalangi mereka belajar!

Heiiiiiiiiiiii...................... para orangtua! Sudah tahu belum adanya peraturan sekolah seperti itu? Sudah pernahkah anak-anak Anda terlambat? Lalu apa yang bapak ibu lakukan? Marah ke anak, menjelaskan atau protes ke guru, nyogok guru, atau cueks bebeks yang penting naik jabatan, gaji, dl??? Jangan sibuk mengejar karir, menumpuk harta, tanpa peduli anak bangsa donk. Yuks, bersatu padu menyiapkan anak bangsa untuk meneruskan estafet perjuangan ini. Jangan sampai terjadi "lost generation" hanya karena keegoisan orangtua, orang dewasa, yang seharusnya menjadi pembimbing, pembina, pendidik, dan contoh teladan anak-anak kita, generasi penerus kita.

Nggak mungkinlah aku setiap hari menyisir jalanan untuk menolong anak-anak yang terlambat dan tidak boleh (tidak berani) masuk sekolah! Bagaimana jika semua orangtua aware, peduli, perhatian, kepada anak-anak?

Ada yang berminat untuk bergabung? Save our next generation!

Senin, 26 Oktober 2009

AKU CEREWET ??? BIARIN DONK CINTAKU..........

Hehehe............. katanya sih istri tuh cerewet. Macak cih??? Aku sih nggak banget ya cintaku?! Emm............. sedikit............. itu juga kalau kepepet. Qiqiqiq....................

Yang pasti sih, kalaupun aku cerewet, biarin aja donk cinta. Anggap aja suaraku merdu n bikin tambah nggemesin. Tambah cinta, tambah sayang, tambah setia, nggak mau pisah sama aku sampai nanti di syurga. Gitu!! Oce?!

Ini ada kisah jaman Khalifah Umar Bin Khatab. Baca ya..............

*****

Seorang laki-laki berjalan tergesa-gesa menuju kediaman khalifah Umar bin Khatab. Ia ingin mengadu pada khalifah bahwa dia tak tahan dengan kecerewetan istrinya. Begitu sampai di depan rumah khalifah, laki-laki itu tertegun. Dari dalam rumah terdengar istri Umar sedang ngomel, marah- marah. Cerewetnya melebihi istri yang akan diadukannya pada Umar. Tapi, tak sepatah katapun terdengar keluhan dari mulut khalifah. Umar diam saja, mendengarkan istrinya yang sedang gundah. Akhirnya lelaki itu mengurungkan niatnya, batal melaporkan istrinya pada Umar.

Apa yang membuat seorang Umar bin Khatab yang disegani kawan maupun lawan, berdiam diri saat istrinya ngomel? Mengapa ia hanya mendengarkan, padahal di luar sana, ia selalu tegas pada siapapun? Apakah dia termasuk ISTI alias Ikatan Suami Takut Istri seperti yang sering digunakan oleh orang untuk mengejek suami yang sayang dan ngalah dengan istrinya? Hehehe...... ya nggak lah yao!

Umar berdiam diri karena ingat 5 hal. Istrinya berperan sebagai BP4. Apakah BP4 tersebut?


1. Benteng Penjaga Api Neraka
Kelemahan laki-laki ada di mata. Jika ia tak bisa menundukkan pandangannya, niscaya panah-panah setan berlesatan dari matanya, membidik tubuh-tubuh elok di sekitarnya. Panah yang tertancap membuat darah mendesir, bergolak, membangkitkan raksasa dalam dirinya. Sang raksasa dapat melakukan apapun demi terpuasnya satu hal; syahwat. Adalah sang istri yang selalu berada di sisi, menjadi ladang bagi laki-laki untuk menyemai benih, menuai buah di kemudian hari. Adalah istri tempat ia mengalirkan berjuta gelora. Biar lepas dan bukan azab yang kelak diterimanya Ia malah mendapatkan dua kenikmatan: dunia dan akhirat. Maka, ketika Umar terpikat pada liukan penari yang datang dari kobaran api, ia akan ingat pada istri, pada penyelamat yang melindunginya dari liukan indah namun membakar. Bukankah sang istri dapat menari, bernyanyi dengan liuka yang sama, lebih indah malah. Membawanya ke langit biru. Melambungkan raga hingga langit ketujuh. Lebih dari itu istri yang salihah selalu menjadi penyemangatnya dalam mencari nafkah.

Naah............. kalau lagi kerja atau di manapun juga dan inget aku, pasti deh makin semangat dan tambah kangen sama aku. Berkah lagi. Kwkwkwk...............PD aja lagee.

2. Pemelihara Rumah

Pagi hingga sore suami bekerja. Berpeluh. Terkadang sampai mejelang malam. Mengumpulkan harta. Setiap hari selalu begitu. Ia pengumpul dan terkadang tak begitu peduli dengan apa yang dikumpulkannya. Mendapatkan uang, beli ini beli itu. Untunglah ada istri yang selalu menjaga, memelihara. Agar harta diperoleh dengan keringat, air mata, bahkan darah tak menguap sia-sia Ada istri yang siap menjadi pemelihara selama 24 jam, tanpa bayaran. Jika suami menggaji seseorang untuk menjaga hartanya 24 jam, dengan penuh cinta, kasih sayang, dan rasa memiliki yang tinggi, siapa yang sudi? Berapa pula ia mau dibayar. Niscaya sulit menemukan pemelihara rumah yang lebih telaten daripada istrinya. Umar ingat betul akan hal itu. Maka tak ada salahnya ia mendengarkan omelan istri, karena (mungkin) ia lelah menjaga harta-harta sang suami yang semakin hari semakin membebani.

Ngapain juga harta dunia dijagain? Ih......... aku cuma memanfaatkan harta itu supaya lebih berkah. Bukan ngejagain.

3. Penjaga Penampilan

Umumnya laki-laki tak bisa menjaga penampilan. Kulit legam tapi berpakaian warna gelap. Tubuh tambun malah suka baju bermotif besar. Atasan dan bawahan sering tak sepadan. Untunglah suami punya penata busana yang setiap pagi menyiapkan pakaianannya, memilihkan apa yang pantas untuknya, menjahitkan sendiri di waktu luang, menisik bila ada yang sobek. Suami yang tampil menawan adalah wujud ketelatenan istri. Tak mengapa mendengarnya berkeluh kesah atas kecakapannya itu.

Hahaha............. tahu aja!

4. Pengasuh Anak-anak

Suami menyemai benih di ladang istri. Benih tumbuh, mekar. Sembilan bulan istri bersusah payah merawat benih hingga lahir tunas yang menggembirakan. Tak berhenti sampai di situ. Istri juga merawat tunas agar tumbuh besar. Kokoh dan kuat. Jika ada yang salah dengan pertumbuhan sang tunas, pastilah istri yang disalahkan. Bila tunas membanggakan lebih dulu suami maju ke depan, mengaku, ?akulah yang membuatnya begitu.? Baik buruknya sang tunas beberapa tahun ke depan tak lepas dari sentuhan tangannya. Umar paham benar akan hal itu.

Tul!! Coba aja kalau anaknya dibiarin tumbuh liar atau diserahkan pengasuhannya ke orang lain. Nggak indah deh kilau berliannya.

5. Penyedia Hidangan

Pulang kerja, suami memikul lelah di badan. Energi terkuras, beraktivitas di seharian. Ia butuh asupan untuk mengembalikan energi. Di meja makan suami Cuma tahu ada hidangan: ayam panggang kecap, sayur asam, sambal terasi danlalapan. Tak terpikir olehnya harga ayam melambung; tadi bagi istrinya sempat berdebat, menawar, harga melebihi anggaran. Tak perlu suami memotong sayuran, mengulek bumbu, dan memilah-milih cabai dan bawang. Tak pusing ia memikirkan berapa takaran bumbu agar rasa pas di lidah. Yang suami tahu hanya makan. Itupun terkadang dengan jumlah berlebihan; menyisakan sedikit saja untuk istri si juru masak. Tanpa perhitungan istri selalu menjadi koki terbaik untuk suami. Mencatat dalam memori makanan apa yang disuka dan dibenci suami.

Iya, meski aku dulunya nggak pernah masuk dapur apalagi masak, coba aja demi dikau eh salah demi suami yang dianugerahkan Allah ke aku, aku rela masak meski dengan bumbu dan cara masak sesukaku. Hihihi............... daripada belajar resep konvensional, mending dikira2 sendiri. Kreatif apa males ya?

Dengan mengingat lima peran ini, Umar kerap diam setiap istrinya ngomel. Mungkin dia capek, mungkin dia jenuh dengan segala beban rumah tangga di pundaknya. Istri telah berusaha membentenginya dari api neraka, memelihara hartanya, menjaga penampilannya, mengasuh anak-anak, menyediakan hidangan untuknya. Untuk segala kemurahan hati sang istri, tak mengapa ia mendengarkan keluh kesah buah lelah.

Umar hanya mengingat kebaikan-kebaikan istri untuk menutupi segala cela dan kekurangannya. Bila istri sudah puas menumpahkan kata-katanya, barulah ia menasehati, dengan cara yang baik, dengan bercanda. Hingga terhindar pertumpahan ludah dan caci maki tak terpuji. Akankah suami-suami masa kini dapat mencontoh perilaku Umar ini.? Ia tak hanya berhasil memimpin negara tapi juga menjadi imam idaman bagi keluarganya.

Bukannya malahan sibuk cari istri lagi layaknya para penguasa jaman jahiliyah yang berbangga-bangga dengan banyak istri. Eh......... jangan pada mengatasnamakan 'nyunah' ya kalau pengin beristri banyak. Itu JAHILIYAH !!! . Iiih.......... dasar pengumbar nafsu yang sok suci, sok alim! hahaha.............. kok jadi ke sana ya arahnya? Habis sebel sih sama para pelaku pemburu nafsu yang nggak mutu. Mbok ngaku aja emang nggak mampu menahan hawa nafsu. Kok beraninya ngaku 'nyunah'? Yang bener aja! Pakai nuduh-nuduh yang nggak mau polygami dibilang "belum mampu" lagi! Kamu lagi, yang belum mampu mengendalikan hawa nafsu.

Apalagi kalau berani mempengaruhi pacarku. Awas aja aku do'ain kalian supaya hidup matinya sengsara! Trus juga jangan pada nuntut ini itu atas pendapatku ini ya. Apalagi ngeluarin ayat or hadist. Iiiih............ lebay, salah ndiri baca blogku. Ini kan pendapat pribadi diikuti logika sehat akal cerdasku yang Allah anugerahkan ke aku. Kwkwkwkwk............... .

Makanya sayang, inget-inget aja kebaikan-kebaikanku, cantiknya aku, pinternya aku, hebatnya aku, shalihahnya aku, kreatifnya aku, penuh cintanya aku, baik hatinya aku, seksynya aku, dll.

Hiyaaaaaaaa......................... narcistdotcom nya nggak sembuh-sembuh, malah ndadi!!!!

Rabu, 21 Oktober 2009

PRINCESS NGGAK NGOMPOL LAGI DONK

Hehehe................... Princess, Vania cantikku, pinterku, shalihahku. Yeeee.................. ngaku-ngaku ya, dia itu cantik, pinter, dan shalihahnya Allah. Aku tuh cuma dititipin aja. Hicks............... tapi Alhamdulillah, dia sudah diamanahkan ke aku, ke kami.

Ya, disamping aku n papanya, mas-masnya juga sangaaaat bersyukur bisa mempunyai adik seperti Princess. Mereka nggak habis-habisnya memuji, mencium, memeluk, ngajari, menemani bermain, dan tentu saja nggodain Princess kecil kami ini. Mereka juga dengan sangat telaten dan sabar mengenalkan, membiasakan, melatih adik kecilnya melakukan segala kegiatan sehari-hari yang sepertinya sederhana namun tetap harus dilatih dan diajarkan ke anak jika mau anak mempunyai attitude yang baik.

Saat mereka makan, maka mereka akan membiarkan adiknya ikut menikmati makanan dari piring mereka. Jika melihat masnya makan, segera Vaniaku akan mengambil sendok dan mengajak masnya makan di bawah agar dia bisa turut serta menikmati makanan mas-masnya. Dengan begitu, disamping adiknya jadi makan, sekaligus belajar bagaimana makan yang baik. Berdo'a sebelum makan, makan dengan tertib, makan sampai habis, tidak berceceran, tidak menimbulkan bunyi yang berisik, tidak makan sambil berbicara atau bercanda, meletakkan piring ke tempatnya setelah selesai, dsb.

Lalu mereka juga yang mengajarkan dan melatih adiknya mengendarai skuter maupun sepeda kecilnya, memakai sepatu, bermain, sampai menulis, menggambar dan membaca. Pokoknya, segala macam hal yang dulu sudah aku lakukan kepada mereka akan mereka terapkan pula ke adik cantiknya ini.

Hahaha................. mamanya jadi ringan nih. Hhhhh.............. Alhamdulillah, mempunyai anak-anak hebat. Xixixi............. azas manfaat ya, memanfaatkan anak-anak untuk menjadi mentor adiknya. Tanpa diminta lagi! Mereka dengan sukarela melakukan semuanya. Hanyaa............. tentu saja mereka selalu minta upah..................... CIUM adiknya!

Naaah.................. untuk urusan toiletair, eh apa ya istilahnya mengajarkan anak melakukan aktifitas pertoiletan ini? Lupa! Intinya gitu deh. Tetap hal ini menjadi bagianku, mamanya. Dulu, saat mas-masnya, aku masih rajin banget. Sebelum setahun pun, bahkan sejak 3 bulanan sudah membiasakan mereka "bersih".

Aku perhatiin banget bagaimana ciri-cirinya jika mereka akan BAK maupun BAB. Untuk BAK inilah aku segera melepas celana dan mengambil pispotnya saat aku melihat ciri-ciri akan pipis. Karena laki-laki, aku akan menadahkan pispotnya dengan cara mengarahkan ke arah mana kira-kira akan terjadi pancurannya. Hahaha............. tentu saja aku sibuk sana sini sambil konsentrasi pada arah pipisnya akan keluar. Sedangkan mereka tetap saja tiduran dan bermain atau tidur. Lha baru 3 bulan. Tapi efektif lho! Akhirnya mereka belum setahun pun sudah risih jika ngompol. Dan saat usia setahun, mereka sudah bisa ke KM saat akan BAK dan BAB. (Note: mereka sudah pandai berjalan dan berbicara saat usia setahun. Maklum, mamanya banyak omong, cerewet, saat mengasuh mereka. Hahaha............. ngaku! So, mereka sudah bisa bilang jika berasa mau pipis or BAB, lalu melesat lariiii...........) Tapi cerewetnya bukan marah-marah lho! Hanya banyak bicara dengan bayinya sejak mereka masih di perut, lahir (dari 0 bulan), makanya mereka cepet bisa ngomong. Daripada capek dengerin mama yang ngomong, mendingan ngomong sendiri. Gitu kali ya?!!

Tapi sekarang, setelah giliran Princess, aku sudah males n............ capek kali ya, ketuaan! Hahaha............... kayaknya cari alesan deh. Iya, aku lebih suka memakaikan diapers sekali pakai padanya. Hicks................ maafin mama ya cantik, mama jadi pemalas! Masa sampai hampir usia 3 tahun masih belum aku ajarin pipis dan BAB di tempat yang seharusnya? Iiiih.............. mamanya gimana sih!!!???? Payah deh ah.

Dua minggu yang lalu kurang lebih, aku menyadari kemalasanku yang bisa berakibat buruk pada Princessku. Dengan masih males (hallah............... dasar emang!) maka aku mengajarkannya kepada cantik kami itu. Semuanya dengan penjelasan dan sedikit peragaan. Tidak lupa papa n mas-masnya ikutan mendengarkan supaya kami satu kata satu perbuatan dalam mengajarkannya ke Princess. Aku agak pesimis sih, kalau bisa cepet dia terapkan. Aku pikir aku agak telat mengajarkan saat dia sudah 2 tahun 9 bln sehingga mungkin dia sudah terbiasa pakai deapers.

Lalu..................

"Mamaa................... adek mau pipis......................."

Dan dia segera melepas celananya dan berlari ke angsa kecil closetnya dia. Bahkan saat tidur pun dia sudah bisa merasakan jika mau pipis atau BAB. Dan saudara..........saudara............... hanya perlu waktu sehari dia sudah bisa menerapkan ajaranku itu (agak lebay ya, sebenarnya kadang-kadang masih lolos sih), termasuk jika dia ikut ke masjid shalat berjamaah dengan mas-masnya nggak mau lagi pakai deapers. Tentu saja ini tidak lepas dari peran serta papa dan mas-masnya dalam mengingatkan Vania agar segera melakukan apa yang kami ajarkan untuk BAB ataupun BAK. Mereka juga tidak segan-segan membantu melepaskan celana adiknya, menyiapkan angsanya, bahkan sampai membersihkannya.

Berarti sekarang, kemampuan Princess adalah; sudah bisa berdiskusi meski sering cenderung debat karena dia ngeyelan, hahaha.............. lalu bisa menulis beberapa huruf dan angka, menggambar manusia secara benar meski nggak proporsional (tapi yang penting sudah ada kepala dengan mata, hidung, rambut, dsb, lalu badan, tangan, dan kaki), naik sepeda, nyanyi (ini sih jago!), baca do'a, shalat, ngitung (lengkap dengan konsepnya), chating (hahaha............), pakai sepatu, baju, dan celana sendiri, juga................. nggak ngompol lageeee!!!

Bravo!!!! Berlian-berlianku memang indaaaaaaaaaah.............................. keep shining!!!!!!!!!!

Minggu, 18 Oktober 2009

CARI ISTRI CANTIK OR CERDAS ???

Dari detikHealth, aku pernah baca yang lebih komplit pembahasannya. Tapi sudah lama sekali dan kayaknya penelitian orang lain sih, nggak sempet simpen. Ini aja ya, agak beda sih, tapi prinsipnya sama. Kecerdasan anak turun dari IBU. Kwkwkwkwk...................:

Cari Suami Tak Perlu Pintar, Kecerdasan Anak Turun Dari Ibu

Jakarta, Faktor genetik adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecerdasan seseorang. Jika Anda ingin mempunyai anak yang cerdas, carilah seorang istri yang cerdas, karena ternyata kecerdasan anak diturunkan dari ibu.

Menurut neurolog sekaligus Kabid Pemeliharaan Peningkatan Intelegensia Kesehatan Depkes RI, Adre Mayza, SpK (K), dasar pembentukan intelegensia seseorang dipengaruhi oleh 3 hal yaitu nutrisi, stimulasi dan genetik atau keturunan.

Meski tidak mempengaruhi seutuhnya, namun banyak juga anak yang terlahir cerdas dari orang tua yang cerdas. "Gen ibu lebih banyak berperan pada kecerdasan anak. Kalau anaknya cerdas, biasanya ibunya juga cerdas. Jadi kalau cari suami nggak perlu yang pintar-pintar amat, tapi kalau cari istri kalau bisa yang pintar," ujar Adre dalam acara Optimalisasi Peningkatan Intelegensia Otak di GKBI, Jakarta (10/9/2009)..

Sebenarnya hubungan antara kecerdasan anak dengan ibunya bisa dilihat secara alamiah ketika ibu baru melahirkan. "Bayi bisa mencari puting susu ibunya sendiri, itu sudah jadi pertanda," ujar Adre.

Bayi menangis jika mengompol juga bisa jadi pertanda bahwa kecerdaasn ada hubungannya dengan ibu. Hormon oxytocin yang dikeluarkan pada saat ngompol sama dengan hormon yang terdapat pada area kawanitaan ibu. "Itu mengapa jika daerah kewanitaan itu dirangsang, akan muncul perasaan enak dan senang, " tutur Adre.

Oleh karena itu, memakai pampers biasanya membuat seorang anak tumbuh menjadi egois. "Bayi yang sering pakai pampers, cenderung memiliki rasa empati yang kurang karena jarang menangis dan bagian otaknya tidak terlatih untuk merasakan empati," tutur Adre.

Otak setelah lahir memiliki kemampuan berkembang yang cepat. Penglihatan lebih dulu berkembang daripada pendengaran dan separuh perkembangan intelektual seseorang berlangsung di bawah usia 4 tahun.

Adre mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia saat ini ada di urutan ke 109 dari 179 negara. "Artinya sudah miskin, bodoh, sakit, sombong pula," ujar Adre. Padahal sebentar lagi Indonesia akan memasuki tantangan milenium 3 yang merupakan era competitive intelligence.

Oleh karena itu, ibu mempunyai pengaruh yang sangat besar untuk perkembangan kecerdasan anak. "Stimulasi janin dengan musik-musik alam, binatang atau musik klasik, perbanyak konsumsi makanan yang mengandung omega 3 dan berikan stimulasi yang tepat ketika sudah lahir untuk menghasilkan anak yang cerdas," ujar Adre.

Namun meskipun begitu, menurut Prof. Dr. Jalaludin Rahmat, pakar komunikasi dan penulis buku 'psikologi komunikasi', faktor genetik atau keturunan bisa dikalahkan oleh faktor lingkungan dan nutrisi. "Nurture atau lingkungan bisa mengalahkan nature atau warisan biologis jika otak terus distimulasi," jelas Jalaludin.

*****

Ada seorang teman yang pendidik mengatakan jika setelah belasan tahun mengajar, dari mahasiswa yang dia ajar, biasanya wanita yang cerdas kurang cantik secara fisik. Demikian juga sebaliknya, wanita cantik kebanyakan nggak pinter.

Naaah................ betapa bodoh dan egoisnya ya jika seorang laki-laki mencari istri yang cantik fisiknya, bahkan jika pun itu mereka selingkuh dan berzina. Karena selain gen, keturunan, logikanya wanita yang "kurang cerdas" hehehe................ nggak tega mau bilang bodoh, tentunya kurang cerdas juga dalam mendidik anak-anaknya.

Hmm................ betapa beruntungnya suamiku. Dia mesti banyak bersyukur memiliki istri seperti aku. Sudah cantik, cerdas pula. Huahahahaaaaaaaa.......................... narcist abiiiissss...........................

Biarin! Mumpung nulisnya di blog sendiri. Nggak ada yang boleh protes!!!!!!


Rabu, 14 Oktober 2009

BAHASA INDONESIA DONK

Sekali lagi, kembali, aku menegaskan pernyataanku bahwa TV bukanlah benda "haram" di rumahku. Lha kan TV ada di mana-mana, kalau aku tidak menyediakannya di rumah pun tentu berlian-berlian indahku itu akan sangat gampang menemuinya. Malahan bukan mustahil mereka akan memperoleh tayangan TV di luar rumah yang pastinya di luar pantauanku aja! No no no............... aku nggak bisa seperti itu. Lagian, kalau kita bijak dalam menyikapi dan mengambil manfaatnya, why not? Coba pilih why atau not? Hehehe............

Hm............... dari nonton TV ini aja, kalau aku sih buanyaaaak banget yang sudah membuatku terkaget-kaget. Heiii................... ini kaget karena TV sudah membantuku mendidik berlian-berlianku. Banyak hal yang membuat berlianku berpendapat kritis karena menonton TV. Yang seringkali aku berfikir hal ini belum tentu akan aku dapatkan seandainya TV aku larang atau tidak aku sediakan di rumah.

Duluuuu............ saat jagoan gantengku masih kecil, mereka pernah membuat statement yang penuh dengan nuansa nasionalisme yang kental. Huahahahaaaa............... sampai sekarang kalau teringat hal itu aku masih tersenyum sendiri.

"Ma, bahasa Indonesia itu terkenal sekali ya."
"Kok????"
"Iya, coba aja Mama lihat di TV. Ada orang India yang menggunakan bahasa Indonesia. Trus juga orang Mexico. Malahan, Disney juga menggunakan bahasa Indonesia untuk film kartunnya. Hebat kan, bahasa Indonesia memang sangat terkenal di seluruh dunia?!"

Waduuuuh.................... ternyata yang dia maksud adalah penggunaan bahasa Indonesia sebagai "dubbing" dalam film-film tersebut. Ya sudah aku jelaskan bagaimana dubbing itu. Bahwa bukannya mereka menggunakan bahasa Indonesia secara langsung. Sekalian aja aku motivasi agar saat dia besar nanti bisa membuat bahasa Indonesia mendunia karena kehebatan rakyatnya sehingga membuat negara lain tertarik mempelajari dan menggunakan bahasa kita. Bahkan, mau tidak mau mereka HARUS belajar bahasa Indonesia jika mau maju, jika mau pinter, jika mau hebat, karena Indonesia memiliki anak-anak bangsa yang hebat, berlian-berlian indah yang pintar, santun, religius, berkarakter, disertai anugerah alam yang kaya raya, sehingga mampu mendominasi semua bidang kehidupan.

Lalu belum lama ini, saat berlian ganteng terkecilku yang berumur 10 tahun melihat VOA melaporkan suatu berita dari DC. Tentu saja dia orang Indonesia, namun menggunakan bahasa Inggris. Juga saat mewawancarai seorang warga Amerika, dia menggunakan bahasa Inggris.

"Ma, itu kan nanti di TV di Indonesia pasti disiarkan pakai text bahasa Indonesia terjemahannya ya? Trus Ma, kalau wartawan Amerika sedang ke Indonesia melaporkan suatu berita dan wawancarai warga Indonesia pakai bahasa apa?"
"Ya pakai bahasa Inggris cintaku."
"Hmm............... kok nggak adil ya Ma. Harusnya pakai bahasa Indonesia donk. Trus saat disiarkan di Amerika tetep bahasa Indonesia tetapi disertai text bahasa Inggris sebagai terjemahannya. Masa kita ngalah terus sih Ma? Nanti harus berlaku sama."

Hahaha...................... bangganya aku. Berlianku memang indah banget. Semoga makin indah dan membuat bangsaku bersinar di mata dunia. Semoga dia makin indah dan membuat bersinar Islam. Semoga Allah selalu ridho akan keindahannya. Semoga kilau mereka menyinari syurgaNya.

Senin, 12 Oktober 2009

MAMA JANGAN NONTON YA.......

Sudah tahu kan kalau Princessku tuh peniru ulung. Melihat, mendengar, bahkan saat kelihatannya cuek pun ternyata dia mempelajari dan kemudian menirunya. Sebenarnya sih hampir semua anak begitu, suka niru! Makanya kita sebagai orang dewasa yang berada di sekitar mereka mesti memberi contoh yang baik-baik, yang pantas untuk ditiru.

Tapiii............... kadang tuh aku juga "kecolongan" alias nggak jaga sikap. Waduuuuh.............. nafsunya masih membara. Hahaha................. pertanda aku masih manusia biasa, kadang (eh, apa sering ya?) salah dan khilaf, menuruti hawa nafsu semata tanpa mengingat tanggungjawab menjaga amanahNya. Ampuuuun ya Allah.......................

Kadang aku melihat Princessku sedang "ngurusi" bonekanya selayaknya aku ngurusi dia. Kata-kata yang dia gunakan pun PERSIS seperti yang biasa aku katakan saat ngurusi dia. "Anak pinter, anak cantik, Princess Mama, berlian indah, cintaku, sayangku." dll dll selalu keluar dari mulut manis mungilnya.

Namun tidak jarang teguran, sedikit emosi, dan geregetan yang ternyata jelek banget saat dia yang memperagakan, juga tak luput dari aksi tiruannya atas diriku. Waduuuuh.............. padahal aku tidak bermaksud begitu. Berarti dia menangkapnya seperti itu, terbukti dari caranya menirukan aku. Hahaha.............. maafin Mama ya Princess cantikku. Terima kasih atas peringatanmu lewat peragaanmu yang begitu nyata menunjukkan tangkapanmu atas tingkah mamamu ini.

Suatu saat aku sedang shalat, dan merasakan kehadirannya di sampingku. Ya, dia ikutan shalat. Lalu setelah aku selesai salam................. masya Allah, dia shalat dengan melilitkan kain ke seluruh tubuhnya. Rupanya dia tidak menemukan mukena maupun jilbabnya. Namun dia memahami akan harusnya mengenakan pakaian yang menutup aurat saat shalat. Ya sudah kain yang dia temukan di dekatnyalah yang dia "sulap" menjadi pakaian shalatnya. Setelah aku ingat-ingat..................... dia pernah shalat di rumah neneknya dan karena tidak membawa mukena maupun jilbab, neneknya memakaikan kain panjang ke tubuh mungilnya itu sebagai pakaian shalatnya.

TV memang bukan barang "haram" di rumahku. Karena toh TV memang ada di sekitar kita. Daripada mereka tahu TV dari tempat lain, mendingan mereka tahu dari rumah, dengan berbagai penjelasan dan rambu-rambu dari kami.

Naaah........... saat dia sedang nonton TV acaranya sebuah film kartun di Nick Jr, backyard digan, lalu aku datang ke ruang TV. Dengan penuh kesungguhan dia melarangku melihat TV; "Mama........... jangan nonton ya. Ini acaranya buat adek-adek, mama-mama nggak boleh nonton. Ayo cepetan matanya ditutup." Demikian katanya lembut mesra sambil dia berusaha menutup kedua mataku dengan menggunakan tangan mungilnya itu.

Hahaha................... ternyata dia memperlakukan aku sama seperti jika aku melarangnya menonton tayangan dewasa yang belum pantas dia lihat. So, menurutnya jika dia nggak boleh nonton tayangan yang untuk mama, berarti mama juga nggak boleh nonton acaranya dia. Iiiih.................... gemes nggak coba!

Dasar mamanya juga sih nggak mau ngalah untuk tidak menonton tayangan yang bukan untuk anak kecil, eh.............. malah anaknya yang dilarang-larang!

Jumat, 09 Oktober 2009

Ibu


God cannot reach everywhere...So he created Mothers on the Earth!!!

Selasa, 06 Oktober 2009

PRINCESS DIMARAHI MAMA

Hmmmmmm......... dasar aku tuh memang Mamanya ya, maunya ngomongin berlianku, termasuk......... Princess cantikku. Hi hi hi.......... kalau bosen ya jangan baca deh! Maksudnya................. jangan sampai ketinggalan ceritanya! Ntar nyesel lho. He he he..........

Usia Princess kini sudah 2 tahun 4 bulan. Sudah gede? CMIIW........... Yang pasti sih makin pinter, tingkahnya makin banyak, ngomongnya makin canggih, akalnya juga makin banyak. Sudah pinter ngetes Mamanya. Pinter bikin sebel, pinter ngakalin, pinter ngeyel, pokoke pinter!

Nah, berhubung ngeyelnya makin hari makin canggih, maka Mamanya makin sering dibuat jengkel.......kel ............kel! Hhhhhhhhhhhh...................... dari mana sih dia punya akal dan perkataan seperti itu? Mana sering bener lagi! Tapi............ salaaaah. Nah Loe, gimana tuh jadinya?

Misalnya saat dia loncat-loncat di kasur, dilarang jawabannya ada aja. Alasannya, kalau di kasur enak loncatannya bisa membal. Emangnya dia pikir trampolin? Sementara kalau disuruh loncat-loncatnya di trampolin.......... nggak mau! Nggak asyik kali ya, nggak dilarang Mama. Qi..qi.........qi............... dasar!

Teruus................
Saatnya bobok, ee............. malah nyanyi, baca, main, atau............ gangguin Mama! Disuruh bobok nggak mau. Weee................... bisa ngasih alesan lagi.

"Adek bobok gih, sudah malem. Besok kita main lagi."

"Nggak mau ah, belum ngantuk. Nanti kalau Adek sudah nguap, aahhheeem............. gitu, berarti Adek sudah ngantuk. Baru Adek bobok. Tunggu Adek nguap ya Ma."

Alamaaak................... mana pakai peragaan nguapnya lagi. Apa aku nggak gemes coba??

Nah, suatu malam dia belum mau bobok meski semuanya sudah bobok. Jadi tinggal kami berdua yang matanya masih melek. Ya pastinya dia gangguin Mamanya karena tidak ada lagi yang bisa dijadikan sasaran keisengannya, tempatnya menuangkan berbagai akal dan kecerdasannya. Lama-kelamaan aku kesel juga. Dan.................... marah!

He he he............. marahnya sih bukan bentak-bentak apalagi "main tangan" lho! Cuma aku menunjukkan sikap yang tidak biasa, sikap yang menunjukkan kalau aku tidak setuju jika dia belum mau bobok juga.

Hmmm.............. biasa deh, dia melancarkan serangan-serangannya agar menarik perhatianku. Dan aku cuekin aja meski seringkali aku menahan diri karena sebenarnya sikapnya lucu dan sangat menarik perhatianku.

Kemudiaan........................

"Mamaaa................marah................ Adek dimarahin. Oo................ Mama marah.............. hayo Adek dimarahin............. na na na.........................." dst.

Kata-kata itu keluar dari mulut mungilnya dengan irama lagu ciptaannya sendiri. Coba! Apa aku nggak sebeeeel..................... banget karena harus konsisten marah nyuruh dia bobok, tapi nggak tahan sama kelucuan tingkahnya itu.

Berlianku.................. cintaku...................... anugerah indah banget sih????

Hehehe............................... thank you ya Allah, atas keindahan ini. Terima kasih juga atas anugerah indahmu, "pacar" foreverku. Merci beaucoup atas semuanya.

Minggu, 04 Oktober 2009

101 (Small) Things To Keep The Wife Happy

Hehehe................. ini "bocorannya" dear.
  1. Give her a hug every day, ingat.......... EVERYDAY !!
  2. Say "I Love You" at the end of every phone conversation, and mean it!!!
  3. Ask about her day
  4. Take the kids for a walk (or drive). Alone time does wonders for refreshment.
  5. Make her favorite drink (whether it be coffee, tea, soda, or martini......eh, yg ini jangan!)
  6. Make dinner every now and again (or bring home take out without being asked)
  7. Record her favorite television shows (or get Season Passes to them on TiVo)
  8. Paint her toe nails (or fingers. She might have a preference)
  9. Let her win an argument (kan dia emang win, nggak usah berusaha menang deh)
  10. Pick up your dirty laundry off the floor (hehehe...........)
  11. Play footsie in bed
  12. Snuggle
  13. Offer to help her carry the groceries
  14. Give her a weekend to herself (dananya sekalian, yg buanyaaaaak, unlimited)
  15. Bring home unexpected small gifts (asyiiiiik............berlian aja, small kan?)
  16. Comment on her new hair cut (yg bagus ya commentnya)
  17. Bring her tissues when she's sick (pijitin n disayang2 juga)
  18. Offer to watch the movie of her choice (he'em!)
  19. Clean the kitchen (haaaa.........seru tuh)
  20. Spend a weekend away (again, this time she gets the house to herself)
  21. Call during the day just to say Hi (and say I love u, I miss u, dll)
  22. Hold her hand when your out and about (that is, if you can get it away from the children)
  23. Smile the first time you see her each day (with full of love).
  24. Fold a load of laundry. Or start a new load in the washer. Or do both.
  25. Trust that she knows where to go for the party next weekend (got and printed the directions).
  26. Listen when she's trying to tell you she's upset (bener nih, jangan malah cuek)
  27. Let her take an afternoon nap (jangan ah, pusing, gak enak afternoon nap itu)
  28. Pick up milk on the way home (or whatever grocery item is always "empty")
  29. Offer to wash her car (yes! setujuuuuuuu....)
  30. Bring home a favorite flower (or bouquet, or.......... diamond)
  31. Take out some favorite photos of the both of you and reminisce
  32. Give her a back rub (or massage her feet. Or shoulders. Or really, whatever she likes)
  33. Let her sleep (at luxury place) in this Saturday. (oh my........)
  34. And then make her favorite breakfast (or go out to a restaurant for it)
  35. Ask about one of her biggest wishes or dreams (and reach it for her! mauuuuuuuu..............)
  36. Leave a love note in her purse/car/wallet
  37. Buy a coffee shop gift card (if that's her thing) and leave it for her in the morning
  38. If you empty the toilet paper roll, get and place the new one
  39. Windex the bathroom mirror
  40. Take the dry cleaning in (setujuuuuuuu)
  41. Never underestimate the power of a good night kiss (tul)
  42. Clean off the dinner table dishes (plissss)
  43. Ask her to go for a walk with you
  44. Talk to each other... have a conversation about something meaningful or nothing in particular (iya banget)
  45. Put the kids to bed (ngangguk2)
  46. Hang that picture/shelf/ candle holder you always meant to
  47. Bring home a gift certificate for a pedicure or massage (massage ajah, gak suka pedicure)
  48. Fill her car up with gas (and wash the windshield)
  49. Hershey Chocolate Kisses (get creative)
  50. Zip up or button the back of her dress or shirt
  51. Gently place a blanket over her if she falls asleep in the afternoon or on the couch in the evening (penuh cinta ya......)
  52. Go to the pharmacy for her medication when she's sick (urutin n peluk sayang aja, gak mau obat)
  53. Bathe the kids
  54. Buy her "girlie" shampoo, conditioner, and soap for the shower
  55. Make dinner reservations (complete with arrangements for a baby sitter)
  56. Don't complain if she's having one of those long phone conversations
  57. Offer to clean up her computer screen and/or keyboard
  58. Take a picture of her favorite place and send it to her (or leave it in a card on the table)
  59. Whisper sweet nothings into her ear (hahaha.............)
  60. Feed the pets
  61. Run her a bubble bath. With candles. (yuhuuuu..........)
  62. Offer her your jacket if it is cold.
  63. Rub lotion on her hands (and hell anywhere else you want)
  64. Give her space when she needs it
  65. Ask about her work (and yes, if she stays home--ask about the children, the housework, etc)
  66. Make a mix tape (or playlist)
  67. Send funny e-mails. Either share a funny remark, send love notes, or even URLs for the funniest videos you've ever seen. It just means you are thinking of her. And she of you.
  68. Shut the door sometimes when you are in the restroom
  69. Hang up your coat after you come in (and the shoes, put them away too)
  70. Warm and pull up the car to the restaurant/store door if it is cold or raining or windy
  71. Buy her earrings. Or a necklace. A ring. Something inexpensive, but fun/beautiful/ reminiscent of you
  72. Let her cry if she needs to
  73. Help get that item off the "high shelf"
  74. Rub her back as you pass by her cooking dinner (or reading e-mail. It is the touch that counts)
  75. Clean up the clutter in the living room/kitchen/ bathroom- -any room. Just spruce it up tonight. She'll notice
  76. Come home early
  77. Offer to cook her dinner (not on the grill. In the kitchen please)
  78. Pull out the wedding glasses and toast to your "togetherness"
  79. Sit next to her on the couch
  80. Look her in the eye and tell her how you feel about her
  81. Look up her Favorites or Wish Lists at an online store... and buy her something small from the list
  82. Take charge for the evening--corralling the children for bedtime, bathing, reading, television, etc.
  83. Ask her what one small thing you could do to make her life easier at that moment and do it
  84. Offer to paint a room the color of her choice
  85. Give up the television remote for one night
  86. Pack her lunch for the day
  87. Call her favorite girlfriend to schedule a surprise her with a girls' night/day out and about
  88. Bake her a cake/pie/muffin/ favorite dessert
  89. Remember a special moment you had together, talk about it, discuss it, and share it with her (this can just be done verbally, in a letter... anything that you want to do)
  90. Tell her when she looks good. As in, "Hey, you look great in that." Or if she is wearing your favorite perfume, mention it.
  91. Fluff her pillow before bed
  92. Next time you are at a party or social gathering--give her wink from across the room. Or a knowing glance. Or a grin. Some sort of shared thought or expression that the two of you can share
  93. Find out how she likes her eggs and/or coffee. This can be valuable information.
  94. Clean the toilet(s)
  95. Take her picture when you think she looks beautiful. Even if she doesn't want you to.
  96. Open the car/restaurant/ store door for her
  97. Let her pick the music in the car next time your driving together
  98. Remind her why you married her.
  99. Find a way to make her laugh. Really laugh. It does wonders for the soul.
  100. Tell her you love her. And mean it.
  101. Remember to take out the garbage
I Love U........................

Jumat, 02 Oktober 2009

IQ ANAK

Anak cerdas tentu dambaan setiap orang, sebab kecerdasan merupakan modal tak ternilai bagi si anak untuk mengarungi kehidupan di hadapannya. Beruntung kecerdasan yang baik ternyata bukan harga mati, melainkan dapat diupayakan.

Dr. Bernard Devlin dari Fakultas Kedokteran Universitas Pittsburg, AS, memperkirakan faktor genetik cuma memiliki peranan sebesar 48% dalam membentuk IQ anak. Sisanya adalah faktor lingkungan, termasuk ketika si anak masih dalam kandungan.

Untuk menjelaskan peran genetika dalam pembentukan IQ anak, seorang pakar lain di bidang genetika dan psikologi dari Universitas Minnesota, juga di AS, bernama Matt McGue, mencontohkan, pada keluarga kerajaan yang memiliki gen elit, keturunannya belum tentu akan memiliki gen elit.

"Keluarga bangsawan yang memiliki IQ tinggi umumnya hanya sampai generasi kedua atau ketiga. Generasi berikutnya belum diketahui secara pasti, karena mungkin saja hilang, meski dapat muncul kembali pada generasi kedelapan atau berikutnya," ungkap McGue. "Orang tua
yang memiliki IQ tinggi pun bukan jaminan dapat menghasilkan anak ber-IQ tinggi pula." Ini menunjukkan genetika bukan satu-satunya faktor penentu tingkat kecerdasan anak.

Faktor lingkungan, dalam banyak hal, justru memberi andil besar dalam kecerdasan seorang anak. Yang dimaksud tak lain adalah upaya memberi "iklim" tumbuh kembang sebaik mungkin sejak si anak masih dalam kandungan agar kecerdasannya dapat berkembang optimal. Dengan
gizi dan perawatan yang baik misalnya, si Polan bisa cerdas. Atau dengan menjaga kesehatan secara baik dan menghindari racun tubuh selagi ibunya mengandung dia, si Putri dapat memiliki intelegensia baik. Begitu pula dengan memberikan kondisi psikologis yang mendukung, angka IQ si Tole lebih tinggi dari teman sebayanya. Gizi, perawatan, dan lingkungan psikologis itulah faktor lingkungan penentu kecerdasan anak.

Kisah Helen dan Gladys, sepasang bayi kembar, bisa menjadi salah satu buktinya. Pada usia 18 bulan mereka dirawat secara terpisah. Helen hidup dan dibesarkan dalam satu keluarga bahagia dengan lingkungan yang hidup dan dinamis. Sedangkan Gladys dibesarkan di daerah gersang dalam lingkungan "miskin" rangsangan intelektual. Ternyata saat dilakukan pengukuran, Helen memiliki angka IQ 116 dan berhasil meraih gelar sarjana dalam bidang Bahasa Inggris.
Sebaliknya Gladys terpaksa putus sekolah lantaran sakit-sakitan dan IQ-nya 7 angka di bawah saudara kembarnya.

Gizi dan perilaku ibu

Dr. Devlin menemukan bukti bahwa keadaan dalam kandungan juga sangat berpengaruh pada pembentukan kecerdasan. "Ada otak substansial yang tumbuh dalam kandungan," jelasnya. "IQ
sangat tergantung pada bobot lahir bayi. Anak kembar, rata-rata memiliki IQ 4 – 7 angka di bawah anak lahir tunggal karena umumnya bayi kembar memiliki bobot badan lebih kecil," tambahnya.

Lebih dari 20 tahun terakhir berbagai penelitian juga mengungkapkan korelasi positif antara gizi, terutama pada masa pertumbuhan pesat, dengan perkembangan fungsi otak. Ini berlaku sejak anak masih berbentuk janin dalam rahim ibu. Pada janin terjadi pertumbuhan otak
secara proliferatif (jumlah sel bertambah), artinya terjadi pembelahan sel yang sangat pesat. Kalau pada masa itu asupan gizi pada ibunya kurang, asupan gizi pada janin juga kurang. Akibatnya jumlah sel otak menurun, terutama cerebrum dan cerebellum, diikuti dengan penurunan jumlah protein, glikosida, lipid, dan enzim. Fungsi neurotransmiternya pun menjadi tidak normal.

Dengan bertambahnya usia janin atau bayi, bertambah pula bobot otak. Ukuran lingkar kepala juga bertambah. Karena itu, untuk mengetahui perkembangan otak janin dan bayi berusia kurang dari setahun dapat dilakukan secara tidak langsung, yakni dengan mengukur lingkar
kepala janin.

Begitu lahir pun, faktor gizi masih tetap berpengaruh terhadap otak bayi. Jika kekurangan gizi terjadi sebelum usia 8 bulan, tidak cuma jumlah sel yang berkurang, ukuran sel juga mengecil. Saat itu sebenarnya terjadi pertumbuhan hipertropik, yakni pertambahan besar ukuran sel. Penelitian menunjukkan, bayi yang menderita kekurangan kalori protein (KKP) berat memiliki bobot otak 15 – 20% lebih ringan dibandingkan dengan bayi normal. Defisitnya bahkan bisa mencapai 40% bila KKP berlangsung sejak berwujud janin. Karena itu, anak-anak penderita KKP umumnya memiliki nilai IQ rendah. Kemampuan abstraktif, verbal, dan mengingat mereka lebih rendah daripada anak yang mendapatkan gizi baik.

Asupan zat besi (Fe) juga diduga erat kaitannya dengan kemampuan intelektual. Untuk membuktikannya, Politt melakukan penelitianterhadap 46 anak berusia 3 – 5 tahun. Hasilnya menunjukkan, anak dengan defisiensi zat besi ternyata memiliki kemampuan mengingat dan
memusatkan perhatian lebih rendah. Penelitian Sulzer dkk. juga menunjukkan anak menderita anemia (kurang darah akibat defisiensi zat besi) mempunyai nilai lebih rendah dalam uji IQ dan kemampuan belajar.

Maka atas dasar hasil penelitian tadi, kita bisa mengatur makanan anak sejak janin. Ketika anak masih dalam kandungan, si ibu mesti makan untuk kebutuhan berdua dengan gizi yang baik. Perilakunya juga mesti dijaga agar tidak memberi pengaruh buruk terhadap janin. Pasalnya, perilaku "buruk" ibu hamil, merokok misalnya, ternyata juga menjadikan IQ anak rendah.

Penelitian David L. Olds et. al. (1994) dari Departement of Pediatrics, University of Colorado di Denver, AS, menunjukkan bayi-bayi yang lahir dari ibu perokok memiliki faktor potensial ber-IQ rendah, seperti bobot lahir rendah, lingkar kepala lebih kecil, lahir prematur, dan perawatan saat di ICU lebih lama dibandingkan dengan bayi dari ibu tidak merokok selama hamil. Anak dari ibu perokok selama hamil pada usia 12 – 24 bulan memiliki nilai IQ 2,59 angka lebih rendah, pada 36 – 48 bulan memiliki nilai IQ 4,35 angka lebih rendah ketimbang IQ anak dari ibu tidak merokok saat hamil.

Menurut David, asap rokok diduga akan mengurangi pasokan oksigen yang sangat diperlukan dalam proses pertumbuhan sistem syaraf janin. Nikotin rokok akan membuat saluran utero-plasental menyempit. Akibatnya, sel-sel otak bayi akan menderita hypoxia atau kekurangan
oksigen. Asap rokok juga akan memicu terjadinya proses carboxy hemoglobin, yaitu sel-sel darah yang semestinya mengikat oksigen malah mengikat CO dari asap rokok. Selain itu, asap rokok juga mengandung sekitar 2.000 – 4.000 senyawa kimia beracun yang secara langsung mengganggu dan merusak berbagai proses tumbuh kembang sel-sel dan sistem syaraf.

Merokok selama hamil juga berpengaruh pada kekurangan zat gizi yang diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel otak. Misalnya, kebutuhan zat besi akan meningkat karena harus memenuhi keperluan pembentukan sel-sel darah yang banyak mengalami kerusakan. Hal ini akan mengurangi kemampuan dan persediaan zat gizi lainnya, seperti vit. B-12 dan C, asam folat, seng (Zn), dan asam amino. Zat-zat gizi tsb. dilaporkan sangat diperlukan dalam proses tumbuh kembang sel-sel otak janin. Jika terjadi kekurangan zat-zat gizi esensial, proses tumbuh kembang otak tidak optimal, sehingga nilai IQ pun menjadi lebih rendah.

Setelah lahir, asupan gizi bagi bayi juga harus dijaga tetap baik. Idealnya, anak mendapatkan ASI secara eksklusif sampai usia 4 – 6 bulan. Jenis makanan, selain ASI, untuk bayi dan anak balita sebaiknya dibuat dari bahan makanan pokok (nasi, roti, kentang, dll.), lauk pauk, bebuahan, air minum, dan susu sebagai sumber protein dan energi. Jangan lupa, bahan makanan harus diolah sesuai tahap perkembangan dari lumat, lembek, selanjutnya padat. Secara keseluruhan asupan makanan sehari harus mengandung 10 – 15% kalori dari protein, 20 – 35 % dari lemak, dan 40 – 60% dari karbohidrat.

Menu seimbang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Sejak awal balita, jika memungkinkan, anak diberi susu sebanyak 500 ml. Namun, jika ASI cukup, susu pengganti tidak perlu diberikan hingga usia dua tahun.

Perhatian juga mesti diberikan terhadap jadwal pemberian makanan. Makan besar tiga kali (sarapan, makan siang, dan malam), makan selingan (makan kecil) dua kali yang diberikan di antara dua waktu makan besar, air minum diberikan setelah makan dan ketika anak merasa haus, serta susu diberikan dua kali, yakni pagi dan menjelang tidur malam.

Untuk mengetahui kecukupan gizi pada anak ada dua cara yang bisa digunakan. Pertama cara subjektif, yakni mengamati respon anak terhadap pemberian makanan. Makanan dinilai cukup jika anak tampak puas, tidur nyenyak, aktifitas baik, lincah, dan gembira. Anak cukup gizi biasanya tidak pucat, tidak lembek, dan tidak ada tanda-tanda gangguan kesehatan.

Cara kedua adalah dengan pemantauan pertumbuhan secara berkala. Cara ini dilakukan dengan mengukur bobot dan tinggi anak, dilengkapi dengan mengukur lingkar kepala pada anak sampai usia 3 tahun. Hasil pengukuran dibandingkan dengan data baku untuk anak sebaya. Jika ditemukan tanda-tanda kurang sehat, seperti pucat atau rambut tipis dan kemerahan, anak perlu diperiksa secara medis. Ada baiknya juga dilakukan pemeriksaan psikologis, terutama bila ada kemunduran prestasi belajar.

Tempat tinggal dan cerita

Selain faktor gizi dan perawatan, apa yang dilihat, didengar, dan dipelajari anak, sejak dalam kandungan sampai usia lima tahun, sangat menentukan intelegensia dasar untuk masa dewasanya kelak. Setelah usianya melewati lima tahun, secara potensial IQ-nya telah tetap. Dengan begitu, masa itulah merupakan "kesempatan emas" bagi kita untuk memacu tingkat kecerdasan anak.

Menurut Jean Piaget, psikolog dari Swis, semakin banyak hal baru yang dilihat dan didengar, si anak akan semakin ingin melihat dan mendengar segala sesuatu yang ada dan terjadi di lingkungannya. Karenanya disarankan agar orang tua memperkaya lingkungan tempat tinggal (kamar tidur atau kamar bermain) bayi dengan warna dan bunyi-bunyian yang merangsang. Umpamanya, gambar-gambar binatang atau bunga, musik, kicauan burung, dsb. Semuanya mesti tidak menimbulkan ketakutan dan kegaduhan pada anak.

Para pakar juga yakin lingkungan verbal bagi anak juga tak kalah pentingnya. Bahasa yang didengarkan anak bisa meningkatkan atau menghambat kemampuan dasar berpikirnya. Penelitian hal ini dilakukan psikolog Rusia. Ia membayar para ibu keluarga miskin untuk membacakan cerita dengan suara keras untuk bayi mereka masing-masing selama 15 – 20 menit setiap hari. Menjelang berusia 1,5 tahun, bayi menjalani pengukuran. Hasilnya, bayi-bayi itu memiliki kemampuan berbahasa yang lebih baik ketimbang bayi-bayi seusianya di daerah
yang sama.

Penelitian lain dilakukan di sebuah sekolah perawat di New York, AS, terhadap dua kelompok anak usia tiga tahun. Masing-masing anak diperlakukan secara berbeda. Kelompok pertama diberi pelajaran berbahasa selama 15 menit setiap hari. Kelompok kedua diberi perhatian khusus juga selama 15 menit tanpa pelajaran bahasa. Setelah 4 bulan ternyata kelompok pertama mendapatkan kenaikan intelegensia rata-rata sebesar 14 angka. Sedangkan kelompok kedua kenaikan rata-ratanya cuma 2 angka.

Nah, untuk mendapatkan anak cerdas ternyata gampang. Cuma dengan memberi makanan sehat, perawatan baik, dan lingkungan psikologis yang mendukung sejak dalam kandung hingga usia lima tahun, besar kemungkinan harapan kita akan tercapai. (dr. Audrey Luize)

Kamis, 01 Oktober 2009

AKU PENAKUT

Hmm............... ngaku juga ya akhirnya. Hehehe.................. memang, aku tuh sebenarnya sangat penakut. Takut apa? Naaah............. ini dia yang aku mau ceritakan.

Aku memang sangat penakut. Takut salah, takut tidak memenuhi keinginanNya. Ya, saat aku mulai mendapatkan amanahNya. Berlian-berlian indah. Aku sangat takut jika tidak amanah, jika tidak bisa memenuhi kehendakNya atas berlian-berlianNya tersebut. Oleh karenanya aku kemudian memutuskan untuk memfokuskan diriku pada pengasuhan amanahNya itu. Aku tinggalkan karirku (yg katanya sih bagus) demi berusaha melakukan yang terbaik.

Aku memang tidak sehebat ibu lain yang begituhebatnya dan (maaf) sombongnya mengatakan kehebatan mereka bisa membagi antara karir dan anak. Dan semuanya (katanya) bisa dia tangani dengan sempurna, hebat, sukses. Hhhh............... mungkin mereka memang hebat. Aku sih sadar diri tidak sehebat itu. Makanya aku fokus ngurus berlianNya.

Demikian juga saat aku mengelola yayasanku. Aku belum berani menerima dana (ZIF) dari orang lain untuk aku kelola. Karena aku sangat takut tidak bisa amanah. Aku takut meski sedikitpun jika ada tindakanku yang ternyata tidak mencerminkan amanahku. Rasanya seperti menerima bara panas jika harus menerima dana mereka. Itulah kenapa aku juga baru mengelola dana pribadiku. Ternyata itu pun masih ada yang (kelihatan) mengira aku mengambil keuntungan darinya. Padahal.................. hanya Allah yang tahu.

Ya sudahlah, terserah apapun kata orang. Aku memang penakut. Semoga Allah menjagaku untuk tetap takut mengkhianatiNya.

Selasa, 15 September 2009

ANAK NGGAK KUAT PUASA ??

Puasa Ramadhan sudah menjadi salah satu arena pembelajaran, pembentukan akhlak, pendidikan jasmani rohani bagi berlian-berlianku. Sejak masih sangat kecil, dini sekali mereka sudah berlatih berpuasa. Betul. Mereka sudah mulai belajar berpuasa sejak usia 2-3 tahun. He he he.......

Jangan pada marah gitu deh. Emang sih kalau belum tahu bagaimana berlianku belajar berpuasa pasti pada menuduhku kejam dan keras terhadap anak. Makanya, baca sampai selesai ya.

Seperti sekarang ini, Princessku yang belum genap berusia 3 tahun sudah berpuasa. Nggak percaya? Tanya saja sendiri kepada yang bersangkutan, pasti dia jawab jika dia berpuasa. Serius! Ha ha ha............. dia berpuasa "ala berlianku. Princess berpuasa, tidak makan dan minum di luar rumah. Nah, kalau dia ingin makan atau minum ya masuk rumah terlebih dahulu. Mengapa aku didik begitu? Ya ada banyak alasannya;
  • Membiasakan kepada mereka untuk berpuasa, menahan diri, tidak makan dan minum di tempat yang biasanya boleh.
  • Mendidik agar mereka menghormati orang lain (terutama anak kecil) yang berpuasa atau sedang belajar berpuasa dengan tidak makan dan minum di tempat umum.
  • Memberikan rasa bangga, percaya diri, bahwa mereka pun berpuasa seperti orang dewasa. Hehehe........... anak kecil seringkali merasa hebat jika sudah dianggap besar, bisa melakukan hal-hal yang hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa atau yang lebih besar (tua) dari mereka.
  • Menanamkan rasa syukur, empati, rasa tepa slira, disiplin, jujur, dll
Setelah mereka berusia 4 tahun, maka berpuasanya meningkat menjadi menahan makan dan minum sejak sahur (ini sih sebangunnya dia, bisa jam 6, 7, atau saat sahur beneran) sampai jam 10 pagi. Lalu berbuka lagi jam 12 siang atau setelah dzuhur, dilanjut saat ashar minum susu dan makan kue (milk break lah hahaha..........) dan.............. selanjutnya ikut jam buka puasa beneran, ikut sibuk, ribut, dan menunggu-nunggu seolah dia memang berpuasa seharian. Bahkan lebih heboh dibanding yang berpuasa beneran sejak subuh hingga magrib.

"Buuuka puasaaaa................ buka puasa..........................." begitu nyanyian merdunya menjelang buka puasa.

Seiring bertambahnya usia, sesuai kemampuan mereka, acara berbuka di tengah2 berangsur menjauh menjadi jam 11, 16, magrib. Lalu setengah hari, dan akhirnya mereka berpuasa beneran sehari penuh sejak kelas 1-2 SD. Tanpa paksaan, tanpa ancaman, tetapi diiringi kebanggaan karena mereka merasa sudah hebat, bisa berpuasa sehari penuh.

Hehehe.............. tapi jangan dikira lancar2 aja lho. Pastinya ada saat2 mereka nggak kuat menahan godaan, terutama jam 12-14 di saat kehausan terasa sangat bahkan melihat air kolan pun mereka sudah tergoda. Hahaha..................... Beberapa orang sih menyarankan agar aku memberitahukan ke anak-anakku, seandainya nggak kuat dan ingin minum diam-diam harus minum air masak. Jangan air mentah. Lha............ aku mana mau begitu? Aku sih bilang ke anak-anakku seandainya nggak kuat ya bilang saja ke aku, jangan minum diam-diam yang artinya berbohong. Aku sih mendingan mereka nggak puasa tetapi jujur daripada sepertinya puasa padahal berbohong. Karena yang penting bagiku bukan berpuasa di depanku, akan tetapi kejujuran mereka sangatlah penting bagiku, jauh lebih penting dibanding status berpuasa.

Naaah........... yang akan aku ceritain ini bagaimana caranya eh........... caraku jika mereka mengeluh nggak kuat puasa pada saat mereka sedang di tengah waktu berpuasa. Hmm............ barusan 2 haru yang lalu terjadi sih, karena aku ketiduran, semua alarm tidak bekerja sebagaimana mestinya karena habis baterai dan aku lupa charge, dikombinasikan dengan kecapekanku yang rupanya sudah dalam ambang batas serta ngantuuuk banget alias sama sekali tidak mendengar suara-suara dari masjid yang biasanya membuatku terganggu saking kencangnya. Hhhhhh................. bangun saat terdengar adzan subuh! Duuuh............... gimana nih anak-anak nggak ada yang makan sahur. Si kecil yang baru 10 tahun bagaimana??

"Cintaa.............. Mama minta maaf ya kesiangan, bangunnya sudah subuh. Jadi nggak pada sahur deh. Aduuuh.................. maaf ya." Demikian pintaku.
"Mamaa............... it's ok. I have a lot of eat last night, it's enough for me. Don't be sorry. I know you were tired and sleepy." Lhaa??? Kok malah berlian ganteng terkecilku bilang begitu?? Subhanallah.............. aku sedikit lega dan tidak terlalu merasa bersalah.

Tapii...................... siang hari sesudah dzuhur..........

"Maa............aku hauuus banget. Boleh setengah haru nggak hari ini? Kan nggak sahur."

Weleeeh.........weleeh.................... kok lagu lama saat mereka masih kecil kembali bergema? He he he............ yo wis, Mama juga melancarkan jurus masa kecil kalian ya.

"Boleh, tapi.............. bagaimana kalau nanti dua jam lagi?"
"Hhhhh................... aku tahu deh, kalau dua jam lagi pasti aku nggak mau buka lagi. Waktu dulu kan gitu?"

Hehehe............... dia sudah tahu trik ku untuk menyiasati keluhannya. Tapi toh dia tetep nurut menunggu dua jam lagi untuk berbuka.

Dua jam kemudian......................

"Mas Rafi jadi buka nggak?"
"Ya pastinya nggaklah Ma, sayang lagi. Sekarang sudah jam tiga sore, bentar lagi juga sudah magrib. Masa puasaku selama itu mau aku batalin? Nggak usyah la yao!"

Tuh kaan.............. masih mujarab kok. Meski sekarang lebih mudah karena dia sudah lebih besar dan sudah tahu cara menghitung untung ruginya batalin puasa. Kalau dulu saat masih kecil, aku harus mengajak berhitung dulu untung ruginya jika membatalkan puasa sebelum waktunya. Kan memang nafsu untuk membatalkan puasa itu biasanya memang cuma sesaat datangnya. Setelah waktunya terlewat, maka puasa tidak lagi masalah. Niat menuntaskan kembali kuat.

So, berhasil..........berhasil.................. horeee!! Hahaha.................. kayak Dora the eksplorer tontonan Princessku ya! Selamat berpuasa berlian indahku. Semoga Allah selalu mencintai dan melindungimu. Amin.

Jumat, 11 September 2009

ZAKAT

Beberapa kawan, relasi, saudara, menanyakan tentang zakat. Lha.......... aku bukan ahli ilmu agama. Paling-paling aku ngerti dikit n diikuti logika berpikir aja. Tapi mereka bilang tanya ke aku justru karena mereka nggak puas dengan penjelasan para ahli agama (walaaah........... jangan gitu donk, nggak enak nih jadinya), juga pelaksanaannya.

"Saya kok kurang sreg dengan pemanfaatan zakat saya. Di masjid dekat rumah, di ustadz, bahkan di lembaga besar yang sudah punya nama. Gimana ya Bu, kalau hati nurani nggak sreg kata Ibu dulu berarti ada yang salah?"

Waduuuuh............ aku jadi bingung deh, kok ujung-ujungnya mengutip statementku yang sebenarnya aku gunakan untukku sendiri???? Bukan buat publik itu, lha aku bukan Superman........ eh salah, aku bukan seorang ahli yang statementnya pantas dipakai oleh publik sebagai rujukan.

Ya sudah, karena mereka bertanya dan mau menerima syaratku bahwa ini hanyalah pendapatku sebagai seorang Dewi, yang bukan siapa-siapa, ya aku jelasin aja. Secara garis besar aku jelasin, eee............. lha kok yang masih mahasiswa malah nyatat dan memintaku pelan penjelasannya! Kata mereka, "Hebaaat Bu, logis sekali dan orisinil pendapatnya." Weee............ jangan dipakai di kampus lho ya, nanti aku repot kalau harus berhadapan dengan para profesor itu. Bukan apa-apa sih, kasihan kan kalau sampai profesornya kalah argue sama aku. Hahaha.......... jangan diambil hati ya, itu cuma numpang narcist aja kok. Pas serieuse. Hehehe....

Menurutku sih, kalau zakat fitrah, sedekah, infaq, dll HARUS diberikan kepada mustahiq dan digunakan untuk konsumtif. Yah.......... silahkan saja dibagi-bagi, dihabiskan, ngak ada masalah. Karena zakat fitrah memang untuk konsumtif, untuk merayakan lebaran, jangan sampai ada yang kekurangan kebutuhan pokoknya saat lebaran. Makanan layak, pakaian pantas, yah.......... jangan ada yang sekedar untuk makan saja tidak ada. Kayaknya sampai di sini sih hampir tidak ada bedanya dengan pendapat semua orang ya, makanya mereka kelihatan bosan dan nggak minat. Mungkin mereka nyesel sudah nanya ke aku. Kirain pendapatnya spektakuler!! Hehehe.............

Nah, kalau zakat maal aku punya pendapat berbeda. Dan begitu aku menjelaskan, semua tekun menyimak, manggut-manggut (entah karena mengerti, setuju, atau ngantuk karena sedang puasa), dan para mahasiswa mulai mengeluarkan jurus-jurus mencatatnya. Nggethu! Wuih......... aku makin bersemangat menjelaskan dan agak sok dosen gitu.

Menurutku, zakat maal bukan untuk konsumtif. So, bukan untuk dibagi-bagikan sampai habis kepada semua yang dianggap mustahiq, dan setiap tahun selalu habis selalu dibagikan kepada semuanya, bahkan setiap tahun bukannya berkurang penerimanya malahan orang yang sudah menerima tahun sebelumnya pun masih selalu datang untuk menangguk "jatah" ditambah penerima baru. Sedih banget kalau aku melihat fenomena ini.

Padahal, semestinya zakat maal bermanfaat untuk menyelamatkan ekonomi umat, bahkan untuk mengembangkannya. So, zakat maal harusnya bersifat produktif, sama sekali bukan konsumtif, dan tujuannya untuk memberdayakan umat secara ekonomi. Dan zakat maal ini bisa mengentaskan ekonomi masyarakat (umat) terutama lingkungan di sekitar para muzaki sendiri. Dan lingkungan ini bisa secara geografis atau komunitas tertentu. Pengelolanya pun seharusnya memahami masalah ekonomi, keuangan, dan karakter umatnya.

Misalnya, zakat maal yang dikelola oleh masjid suatu kalangan perumahan. Maka sudah seharusnya bisa bermanfaat untuk umat di sekitar sana terlebih dahulu. Dan pemanfaatannya juga sesuai kadar "urgent" nya, yang tentu saja ini unik untuk masing-masing kalangan. Misalnya jika yang sedang urgent di sana adalah masalah pengangguran, maka zakat maal bisa digunakan untuk menanggulangi pengangguran. Bisa untuk "pinjaman" modal usaha disertai pendampingan dan bimbingan, bisa untuk membuka usaha yang menyerap para penganggur di sekitarnya, atau untuk mendidik mereka agar lebih berdaya, cukup keahlian dan ilmu sehingga memungkinkan bagi mereka untuk bekerja dan mendapatkan penghasilan yang cukup. Nah, orang yang tahun ini menjadi mustahiq, yang menerima zakat maal, maka diharapkan tahun depan tidak lagi menjadi mustahiq namun sudah menjadi muzaki. Hei........ bukankan dengan begini setiap tahun akan menelorkan muzaki baru? Sehingga bukan mustahil setelah masyarakat tersebut sejahtera secara ekonomi, maka zakat maal mereka bisa dimanfaatkan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah lain terdekatnya. Demikian seterusnya.

Idealnya memang demikian, dikelola oleh masjid setempat dengan profesional. Dan pengelolanya (amil) mempunyai kemampuan dan ilmu yang cukup untuk menanganinya, serta mereka mendapat renumerasi yang cukup pula. Bukan gratis, bukan hanya ucapan terima kasih, karena ini pekerjaan yang membutuhkan keseriusan, keahlian, dan dedikasi yang tinggi. Profesional, bahasa kerennya. Namun, oleh karena seringkali yang mengurus masjid hanya sampingan, atau jika dia full di masjid hanya karena dia tidak mempunyai pekerjaan lain, maka penanganan zakat yang seperti ini tentu saja aulit terwujud.

Jika zakat maal dibentuk dan dikelola oleh suatu komunitas tertentu, misalnya sebuah keluarga besar. Mereka mengumpulkan zakat maal mereka secara kontinyu, diurus oleh profesional yang mengerti masalah keuangan, ekonomi, dan amanah tentu saja, lalu memanfaatkannya untuk anggota keluarga besar tersebut yang membutuhkan (bukan konsumtif). Sama persis caranya dengan jika diurusi masjid, sampai seluruh anggota keluarga besar tersebut terentaskan dari kemiskinan, yang mustahiq sudah menjadi muzaki, maka kemudian pemanfaatan zakatnya bisa meluas ke sekitarnya.

Hhhhhhhh................... rasanya jika ini diterapkan, multiplier efffectnya akan sangat besar. Tidak akan terlalu lama membuat umat Islam sejahtera. Karena fungsi zakat sebagai penopang ekonomi umat benar-benar terwujud, zakat akan mendidik umatnya untuk semakin berdaya secara ekonomi, umat penerima zakat akan mempunyai kebanggaan, harga diri, karena mereka bukan peminta-minta yang tiap tahun datang menadahkan tangan, dan bukan hanya menjadi ajang pembagian "jatah" tahunan yang habis tak berbekas karena digunakan untuk konsumsi belaka.

Dan juga bukan zakat dipull di lembaga yang terlalu jauh dari masyarakat muzaki, kemudian pemanfaatannya pun tidak langsung mengena bagi masyarakat sekitar muzaki. Misalnya aku (dulu sering sih) berikan, amanahkan zakat maalku ke **** sebuah lembaga pengelola zakat. Trus zakat itu digunakan untk mengentaskan kemiskinan di Papua atau manalah yang aku sendiri nggak kenal. Nggak papa sih, tapi akan aneh kalau sebenarnya di sekitarku sendiri , komunitasku sendiri, temanku, saudaraku sendiri, butuh penanganan masalah ekonomi umat. Iya to? Bener to? Manteb to? He he he...........

Terlalu serius?? Kok sudah mulai ada yang tidur? Hehehe............ rupanya dia sejak sahur belum tidur, biarin aja deh. Semoga mimpinya tentang zakat, dan saat bangun dia sudah bisa menerapkan zakat yang benar. Eee................ yang mahasiswa minta ijin memakai catatannya jika suatu saat dia butuhkan. Hallaah.............. asal jangan aku disuruh berdebat dengan profesornya aja deh. He he he................... kalah status! Maksudnya siapa nih yang kalah???

Peace ah! Selamat berpuasa, selamat berzakat, tapi please............... jangan terus aku yang disuruh menangani zakat kalian ya. Kecuali kalian ikut membentuk, merekrut, mendidik, mengawasi, dan mensupervisi para pengelolanya.

Luv u full.......................

Rabu, 09 September 2009

CHAIN

Dari seorang teman;

Pada suatu hari seorang pria melihat seorang wanita lanjut usia sedang berdiri kebingungan di pinggir jalan. Meskipun hari agak gelap, pria itu dapat melihat bahwa sang nyonya sedang membutuhkan pertolongan. Maka pria itu menghentikan mobilnya di depan mobil Benz wanita itu dan keluar menghampirinya. Mobil Pontiac-nya masih menyala ketika pria itu mendekati sang nyonya.

Meskipun pria itu tersenyum, wanita itu masih ketakutan. Tak ada seorangpun berhenti menolongnya selama beberapa jam ini. Apakah pria ini akan melukainya? Pria itu kelihatan tak baik. Ia kelihatan miskin dan kelaparan.

Sang pria dapat melihat bahwa wanita itu ketakutan, sementara berdiri di sana kedinginan. Ia mengetahui bagaimana perasaan wanita itu. Ketakutan itu membuat sang nyonya tambah kedinginan.

Kata pria itu, "Saya di sini untuk menolong anda, Nyonya. Masuk ke dalam mobil saja supaya anda merasa hangat! Ngomong-ngomong, nama saya Bryan Anderson ."

Wah, sebenarn ya ia hanya mengalami ban kempes, namun bagi wanita lanjut seperti dia, kejadian itu cukup buruk. Bryan merangkak ke bawah bagian sedan, mencari tempat untuk memasang dongkrak. Selama mendongkrak itu beberapa kali jari-jarinya membentur tanah. Segera ia dapat mengganti ban itu.. Namun akibatnya ia jadi kotor dan tangannya terluka.

Ketika pria itu mengencangkan baut-baut roda ban, wanita itu menurunkan kaca mobilnya dan mencoba ngobrol dengan pria itu. Ia mengatakan kepada pria itu bahwa ia berasal dari St. Louis dan hanya sedang lewat di jalan ini. Ia sangat berutang budi atas pertolongan pria itu.

Bryan hanya tersenyum ketika ia menutup bagasi mobil wanita itu. Sang nyonya menanyakan berapa yang harus ia bayar sebagai ungkapan terima kasihnya. Berapapun ju mlahnya tidak menjadi masalah bagi wanita kaya itu. Ia sudah membayangkan semua hal mengerikan yang mungkin terjadi seandainya pria itu tak menolongnya.

Bryan tak pernah berpikir untuk mendapat bayaran. Ia menolong orang lain tanpa pamrih. Ia biasa menolong orang yang dalam kesulitan, dan Tuhan mengetahui bahwa banyak orang telah menolong dirinya pada waktu yang lalu. Ia biasa menjalani kehidupan seperti itu, dan tidak pernah ia berbuat hal sebaliknya.

Pria itu mengatakan kepada sang nyonya bahwa seandainya ia ingin membalas kebaikannya, pada waktu berikutnya wanita itu melihat seseorang yang memerlukan bantuan, ia dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada orang itu, dan Bryan menambahkan, "Dan ingatlah kepada saya."

Bryan menunggu sampai wanita itu menyalakan mobilnya dan berlalu. Hari itu dingin dan membuat orang depresi, namun pria itu merasa nyaman ketika ia pulang ke rumah, menembus kegelapan senja.

Beberapa kilometer dari tempat itu sang nyonya melihat sebuah kafe kecil. Ia turun dari mobilnya untuk sekedar mencari makanan kecil, dan menghangatkan badan sebelum pulang ke rumah. Restoran itu nampak agak kotor. Di luar kafe itu ada dua pompa bensin yang sudah tua. Pemandangan di sekitar tempat itu sangat asing baginya.

Sang pelayan mendatangi wanita itu dan membawakan handuk bersih untuk mengelap rambut wanita itu yang basah. Pelayan itu tersenyum manis meskipun ia tak dapat menyembunyikan kelelahannya berdiri sepanjang hari. Sang nyonya melihat bahwa pelayan wanita itu sedang hamil hampir delapan bulan, namun pelayan itu tak membiarkan keadaan dirinya mempengaruhi sikap pelayanannya kepada para pelanggan restoran. Wanita lanjut itu heran bagaimana pelayan yang tidak punya apa-apa ini dapat memberikan suatu pelayanan yang baik kepada orang asing seperti dirinya. Dan wanita lanjut itu ingat kepada Bryan .

Setelah wanita itu menyelesaikan makanannya, ia membayar dengan uang kertas $ 100. Pelayan wanita itu dengan cepat pergi untuk memberi uang kembalian kepada wanita itu. Ketika kembali ke mejanya, sayang sekali wanita itu sudah pergi. Pelayan itu bingung kemana perginya wanita itu. Kemudian ia melihat sesuatu tertulis pada lap di meja itu.

Ada butiran air mata ketika pelayan itu membaca apa yang ditulis wanita itu: "Engkau tidak berutang apa-apa kepada saya.. Saya juga pernah ditolong orang. Seseorang yang telah menolong saya, berbuat hal yang sama seperti yang saya lakukan. Jika engkau ingin membalas kebaikan saya, inilah yang harus engkau lakukan: 'Jangan biarkan rantai kasih ini berhenti padamu.'"

Di bawah lap itu terdapat empat lembar uang kertas $ 100 lagi.

Wah, masih ada meja-meja yang harus dibersihkan, toples gula yang harus diisi, dan orang-orang yang harus dilayani, namun pelayan itu memutuskan untuk melakukannya esok hari saja. Malam itu ketika ia pulang ke rumah dan setelah semuanya beres ia naik ke ranjang. Ia memikirkan tentang uang itu dan apa yang telah ditulis oleh wanita itu. Bagaimana wanita baik hati itu tahu tentang berapa jumlah uang yang ia dan suaminya butuhkan? Dengan ke lahiran bayinya bulan depan, sangat sulit mendapatkan uang yang cukup.

Ia tahu betapa suaminya kuatir tentang keadaan mereka, dan ketika suaminya sudah tertidur di sampingnya, pelayan wanita itu memberikan ciuman lembut dan berbisik lembut dan pelan, "Segalanya akan beres. Aku mengasihimu, Bryan Anderson!"

Kamis, 03 September 2009

PENGEMIS & RASULULLAH

Kisah teladan:

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.

Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu?

Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si
pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....


Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

Pengiiiin punya pribadi seperti itu..............amiiin................