Halaman

Minggu, 23 Mei 2010

PRINCESSKU JUARA !!!

Princessku akan mengikuti lomba peragaan busana muslim alias Fashion Show istilah londonya. Hallaah.......... bayi usia 3 tahun aja mau ikutan lomba kayak begono??? Ya bagaimana lagi kalau dianya suka. Malahan antusias banget dia menyambutnya.

Ini alamat mamanya mesti puter otak mencari baju untuk itu. Sejak dulu mas-masnya meski laki-laki selalu diminta untuk ikut lomba semacam ini. Dan aku, mamanya selalu berusaha mencari cara untuk membuat mereka tampil beda, tanpa harus membeli baju baru yang mahal .

Iiiihh.............. mamanya pelit ya? Ngirit ?
Hehehe............. ada sih unsur ngirit, tapi yang utama bukan itu. Kalau jaman mas-masnya emang mepet dananya, ya sudah menjadi suatu keharusan terjadi pengiritan. Namun dasar mamanya tidak mau anaknya kecil hati dan kalah sebelum bertanding hanya gara-gara tidak mempunyai cukup uang untuk mendukung mereka. Ya begitulah seorang ibu. Harus kreatif dan cerdas menyiasati keadaan, bukan? Sekarang sih, bisa saja aku membeli baju baru untuk Princessku. Tapi disamping aku harus mendidik Princessku tentang bagaimana bijak dan kreatif memanfaatkan yang ada, aku juga ingin ibu-ibu lain, masyarakat sekitarku, tidak lagi konsumtif apa-apa beli. Supaya mereka bisa melihat, bahwa untuk maju bisa dilakukan dengan apa yang ada ditambah sedikit kreatifitas dan keberanian berbuat.

Lalu................. aku pikir, beli baju muslim jadi bukanlah pilihanku. Disamping pasti yang lain juga begitu, aku tidak mau berlianku berpikir jika apa-apa harus beli, harus keluar uang banyak, seolah tanpa uang mereka tidak bisa bersaing dan berpotensi menang. No way! Bongkar-bongkar lemari pun aku lakukan. Yang ini............ sudah lepek, mbladus saking seringnya cuci pakai. Yang itu.......... yah masih lumayan tapi bukan busana muslim. Yang lain............ kok juga nggak oke .

Aha!!! Aku teringat kain batik dan kebaya Princessku yang dulu aku pakaikan pada saat ada acara keluarga. Karena tidak dipakai sehari-hari, tentu pakaian itu masih cukup bagus dan pantas. Aku memang ingin menanamkan rasa cinta pada budaya bangsa kepada semua berlianku. Pakaian adalah salah satu budaya yang aku ingin berlianku melestarikannya. Hanya saja, kain dan kebaya memang bukan busana muslim. Berarti aku harus mencari cara agar bisa digunakan untuk ikut lomba peragaan busana muslim .

Ke pasar, mencari-cari barang yang bisa membuat penampilan Princessku unik dengan harga murah segera aku lakukan. Hunting barang yang aku sendiri belum memutuskan akan mencari apa. Heiiiiii............ aku melihat sebuah bando kain yang warnanya menyerupai kain kebaya Princessku. Blink-blink pula. Harganya? Rp 7.000,- saja!! Cocok nih. Dengan kain kebaya yang sudah ada, jilbab putih yang biasa untuk sekolah dia, ditambah bando nge-blink yang aku temukan dengan harga murah. Jadi nih kayaknya Princessku tampil di acara kesukaan dia, Fashion Show.

Pada hari H, Princessku aku dandani dengan kain kebaya namun muslim style. Jilbab sekolahnya yang putih sederhana berhasil aku sulap menjadi jilbab kereen warna biru matching dengan kain kebayanya, nge-blink pula. Meski sempat marah karena panitia yang menjanjikan acara dimulai jam 8 namun ternyata baru tampil jam 11, Princessku tampil bak peragawati tingkat dunia. Lenggang lenggok tangan di pinggang, kaki melangkah bersilangan, hormat ke juri dengan takzimnya dia lakukan penuh kegenitan. Masya Allah............. genit amat sih Princessku ini??? Sampai-sampai dia harus diminta turun oleh panitia saking kelamaan di atas panggung. Banci tampil emang dia.

Karena sudah kecapekan nunggu terlalu lama tadinya, selesai tampil dia langsung aku ajak pulang. Lalu........... ada yang telpon ke hpku menanyakan apakah Vaniaku bernomer peserta 47? Lalu aku iyakan setelah aku cek lagi tanda nomer dada Princess tadi saat lomba. Ternyata no 47 atas nama Vania menang sebagai juara III. Alhamdulillah.......... kreatifitas, tidak perlu konsumtif, kembali menunjukkan kehebatannya. Masnya yang masih ada di arena lombapun mewakili adik cantiknya maju ke panggung menerima piala. Princessku menyambut piala itu dengan sukacita dan bangga banget. Lalu dia kembali lenggang lenggok di depan mas-masnya dengan genit sambil menceritakan bagaimana tadi dia tampil di panggung.

Emaaaaaaaaaasssssssss.................... sebelum selesai penampilannya, mas-masnya sudah berebutan menyerbu pipi chubynya untuk dicium. Tentu saja Princess langsung kabuuuuuuuuurrrrrrrrr!!!!

Selamat ya cantikku, kamu selalu menjadi pemenang bagi Mama Kamu selalu jadi juara di hati kami sekeluarga. Kamu selalu hebat, karena kamu adalah berlianNya. Selalulah berkilau menerangi dunia akhiratNya .

Kamis, 20 Mei 2010

UN, CARAKU MEMANDANGMU..........

Ujian Nasional (UN) SMA & SMP berlalu sudah. Pengumumannya pun sudah terjadi. Dan........... aku bingung bagaimana seharusnya perasaanku. Tentu saja aku seneng karena 2 berlianku (SMA & SMP) lulus dengan nilai yang cukup gemilang. Memang mereka selalu termasuk yang the best di sekolahnya. Bukan hanya akademik, tapi juga segala kegiatan baik dalam organisasi sekolah maupun kegiatan ekstra kurikulernya. Namun, di sisi lain aku juga sangat sedih. Mengingat begitu banyaknya anak-anak negri ini yang harus terpuruk hanya karena tidak lulus UN.

Oleh karenanya, aku berpesan ke berlianku yang SMA sebelum berangkat ke sekolah di hari pengumuman itu. "Nak, sayang Mama, nanti kamu harus dekati teman yang tidak lulus, besarkan hatinya, katakan kepadanya untuk tetap semangat menyongsong hari. Tidak lulus UN bukan akhir segalanya. Ikut aja UN ulangan, persiapkan dengan baik namun tenang." Sedangkan untuk anakku yang SMP karena saat pengumuman aku diharuskan datang ke sekolah dan akulah yang menerima langsung amplopnya, maka setelah aku buka amplop dan membaca isinya aku panggil dia. "Nak, cari temanmu yang tidak lulus, besarkan hatinya, katakan kepadanya untuk tetap semangat menyongsong hari. Tidak lulus UN bukan akhir segalanya. Ikut aja UN ulangan, persiapkan dengan baik namun tenang." Karena aku tidak ingin anak-anakku tumbuh sebagai pribadi yang egois, yang tidak peka terhadap lingkungannya. Aku mau mereka menjadi berlian indah yang selalu menerangi sekitarnya.

Hhhh......... mengapa ya harus banyak korban berjatuhan? Aku sama sekali tidak menyalahkan UN di sini. Karena sebenarnya UN bukanlah masalah besar. Hehehe........... bukan karena berlian-berlianku ok nilainya lho. Hanya saja aku prihatin dengan penyelesaian masalah yang tidak tepat. Ini bukan seperti motto perum pegadaian, 'Mengatasi masalah tanpa masalah'. Tetapi mengatasi masalah dengan masalah lainnya yang bukan maustahil jauh lebih besar dampak negatifnya.

UN bukan masalah jika:
1. Tujuan, niat, visi, misi, dan caranya dilakukan dengan benar, jujur, dan menggunakan hati nurani. Bukan karena egoisme seseorang, golongan atau pemerintah, apalagi jika demi bisnis .
2. Anak-anak sudah terdidik dengan benar, sehingga mereka sudah siap baik mental maupun kemampuan akademiknya. Sehingga mereka mempunyai visi yang jauh ke depan dan bukan belajar selama 3 tahun dengan tujuan hanya sekedar supaya bisa lulus UN .
3. Orangtua dan guru-guru sudah siap juga secara mental sehingga bijak dalam menyikapi segala sesuatu atas pelaksanaan dan akibat dilaksanakannya UN ini. Mereka harus kembali menyadari dan melakukan tugas utama mereka, mendidik anak-anak dengan BENAR. Dan bukannya malah menambah beban kepada anak dengan segala macam les, bimbel, apalagi malah menjerumuskan anak dengan memberi bocoran . Amit-amit deh.

Bagaimana aku tidak prihatin coba?
Karena kemudian saat hasilnya keluar, korban berjatuhan. Anak-anak yang tidak lulus menangis histeris. Orangtua malu, sibuk membela diri jika sebenarnya anaknya selalu ranking, anaknya pinter, dsb. Guru-guru kebingungan takut sekolahnya dianggap tidak favorite, tidak bonafide karena muridnya banyak yang tidak lulus UN. Bimbel-bimbel yang telah menjanjikan akan mengembalikan uang kursus 150% jika anak didiknya tidak lulus UN sibuk mencari cara agar tidak perlu mengembalikan berupa uang setelah tahu ternyata memang anak didiknya nggak lulus.

Lalu................ saat ujian ulangan dilakukan, tayangan di televisi menunjukkan bagaimana anak-anak yang melaksanakan UN ulangan dibiarkan berlaku curang dengan menyontek, bertanya teman, bahkan menerima sms melalui telpon seluler yang bebas mereka bawa dan aktif untuk menerima sms jawaban atas UN ulangan mereka. Lha maksudnya apa????? Mendingan juga sejak awal UN bukan penentu kelulusan.

Astaghfirullaahaladziiim...................
Hanya itu kata yang sanggup keluar dari mulutku. Kembali aku bertekad untuk fokus pada visi dan misi hidupku, menyiapkan generasi, menjaga berlian-berlian indahNya yang diamanahkan kepadaku agar tetap indah cemerlang menerangi dunia akhirat. Dan saat Dia menghendaki kembali berlianNya, aku siap mempersembahkannya kembali sesuai keinginanNya............. BERLIAN INDAH NYA.

Semoga Indonesiaku segera BANGKIT !!!!!!

Rabu, 12 Mei 2010

ROTI GOSONG

Lagi-lagi kiriman seorang sahabat. Inspiratif.

Ketika aku masih anak perempuan kecil,
Ibu suka membuat sarapan dan makan malam.

Dan suatu malam,
setelah ibu sudah membuat sarapan, bekerja keras sepanjang hari, malamnya menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saya ingat, saat itu menunggu apa reaksi dari orang-orang di situ!

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya!

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan: "Sayang, aku suka roti panggang yang gosong."

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur pada ayah.

Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong.

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, "Sayang ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah. Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun!"

What a wonderful husband! A wonderful father also.

Menghargai usaha istri, sekaligus mendidik anak untuk menghargai, menghormati, mencintai apa yang telah dilakukan ibunya. Juga akan membuatnya bisa menghargai apa yang telah dilakukan orang lain untuknya. Hasil yang buruk dari usaha sepenuh hati, sangatlah pantas mendapatkan respon yang indah dan menyejukkan.

Sabtu, 08 Mei 2010

Jalan Zuhud Jadi Gaya Hidup Para Miliarder


Lebih mudah mencari uang daripada membelanjakannya. Anda percaya katakata itu? Namun, itulah jargon Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia yang menghimpun pundi-pundi harta sampai 47 miliar dolar AS. Kalimat ini tentu mudah diucapkan para miliarder yang kelebihan duit. Namun, Buffet benar-benar serius dengan ucapannya itu.

Pada 2006 dia menghibahkan 83 persen kekayaannya senilai 37 miliar dolar AS yang sebagian besar dalam bentuk saham ke Yayasan Bill Gates, pemilik Microsoft yang menjadi orang terkaya nomor dua dunia. Dua persen lagi kekayaannya juga dihibahkan ke berbagai yayasan dan proyek amal.

Setahun sebelumnya, Buffet dan Gates bertemu secara pribadi. Pertemuan hanya dijadwalkan berlangsung setengah jam. Ketika keduanya bersua, pertemuan molor sampai 10 jam. Gates menjadi pe ngagum berat Buffet.

Hingga kini, Buffet masih tinggal di rumah yang dibelinya 50 tahun lalu seharga 31.500 dolar AS di Omaha, Nebraska. Rumah yang cukup besar, tapi sederhana, masih seperti ketika pertama kali dibeli. Bentuk rumah berdinding kayu tanpa pagar itu bahkan lebih mirip gudang pertanian ( barn) model gambrel.

Setiap hari Buffet membawa sendiri mobilnya Cadillac DTS tanpa sopir pribadi, bahkan pengawal. Walau perusahaan investasi miliknya, Berkshire Hathaway, mengendalikan 63 perusahaan, sang bos besar tak pernah membawa telepon genggam. Buffet juga jarang bergaul dengan kalangan jetset. Selesai dari kantor dia langsung pulang ke rumah, membuat popcorn dan nonton televisi, atau memainkan ukulele.

Satu-satunya kemewahan yang tampak hanyalah pesawat jet pribadi Gulstream IV milik Berkshire Hathaway, yang sebelumnya enggan dia beli karena dianggap pemborosan. Kebetulan Berckshire ju ga menguasai perusahaan penye waan jet pribadi, Netjets, dan Exe cutive Jet Aviation. Ketika ditanya mengapa tak membeli yacht, dia bilang, Kebanyakan dari mainan itu hanya bikin pening kepala.

Menyumbang diam-diam Gaya hidup miliarder yang seperti orang kebanyakan tak hanya dilakoni Buffet. Carlos Slim, raja telekomunikasi Meksiko de ngan kekayaan 53 miliar dolar AS dan baru saja menjadi orang terkaya dunia mengalahkan Bill Gates, juga masih tinggal di rumah yang sama selama 40 tahun. Slim pun tak punya pesawat jet pribadi atau kapal pesiar yacht.

Ingvar Kamprad, pendiri perusahaan furnitur Ikea dari Swedia, terkenal dengan kutipannya, Orang-orang Ikea tidak suka bermobil mewah atau menginap di hotel mahal. Prinsip itu berlaku juga baginya. Kamprad suka terbang dengan pesawat kelas ekonomi. Bila bepergian, ia sering menggunakan angkutan umum atau mengendarai mobil tuanya, Volvo 240 GL.

Frederik Meijer juga mirip Kamprad. Pemilik jaringan hipermarket Meijer di kawasan Midwest, Amerika Serikat (AS), ini mempunyai kekayaan 5 miliar dolar AS. Namun, Meijer me ngendarai mobil biasa sampai mo bil itu benar-benar mogok. Selain hanya memakai penerbangan kelas ekonomi, di luar kota Meijer memilih menginap di motel.

Tapi, yang paling unik dari semuanya adalah Chuck Feeney, pendiri Duty Free Shoppers Group Ltd (DFS). Dia punya moto, Saya dibentuk untuk bekerja keras, bu kan untuk menjadi kaya. Feeney kebetulan lahir dari keluarga miskin. Kini, dia sudah kaya raya, tapi tetap bekerja keras dan juga beramal besar. Feeney mendona sikan 600 juta dolar AS ke almamaternya Cornell University, ke berbagai sekolah, pusat riset, dan rumah sakit.

Sekitar 3,5 miliar dolar AS hasil penjualan sahamnya di DFS tahun 1984 masuk sebagai dana milik yayasan amalnya. Semua itu disumbangkan oleh pria keturunan Irlandia itu secara rahasia. Yayasan amalnya sengaja didirikan di Bermuda untuk menghindari kewajiban keterbukaan informasi dari kantor pajak AS.

Sampai akhirnya awal 1998, muncul sengketa dengan Robert Miller, sesama pendiri DFS, dalam penjualan saham DFS oleh yayasan amalnya. Terbongkarlah amal-amal sumbangan Feeney ke publik dan memaksanya turun gunung. Urusan uang memang menarik bagi banyak pihak. Tapi, tak ada yang bisa memakai dua pasang sepatu secara bersamaan, ucap Feeney kepada harian New York Times.

Ucapan itu menjelaskan kenapa sampai tahun 1998 hartanya tinggal 5 juta dolar AS. Feeney bahkan tak punya rumah ataupun mobil, dan lebih sering menggunakan angkutan umum. Anak-anak Feeney pun dibesarkan sebagai anak orang biasa yang menghabiskan liburan musim panasnya dengan bekerja. Arloji yang dipakainya pun hanya seharga 15 dolar AS. Bahkan, orang terdekatnya mengatakan, kalau dijual pun hanya laku 5 dolar AS. ap/times/business week
Oleh Rahmad Budi H.

Kamis, 06 Mei 2010

Wisata Rohani #2 Klinong-klinong

Kebiasaanku yang lain jika sedang ada waktu luang adalah klinong-klinong, boncengan motor berdua pacarku, blusak-blusuk keluar masuk gang-gang kecil di perkampungan sekitar komplek kami. Hehehe........... tidak jarang kami 'tersesat', mentok, nggak nemu lagi jalan lagi. Terkadang malahan jalan berujung di rumah orang. "Mau ke mana Pak?" Begitu orang menegur kami yang kebingungan karena jalan terhenti di sebuah dapur! Oalaaah.............. dasar tukang jalan tanpa tujuan .

Dengan memeluk punggung pacarku tercinta, kami menyusuri gang demi gang, menikmati romantika masyarakat kita yang banyak memberi kami pelajaran hidup yang berharga sekaligus membuat kami tersenyum maklum. Keanekaragaman tingkat pendidikan dan kepahaman menghadirkan berbagai paparan kenyataan.

Iklan-iklan yang dipasang sekenanya lengkap dengan tulisan seadanya banyak terpampang di sudut-sudut keramaian masyarakat di sana.

"DIJUWAL TANA"
"SEDIA KUMPOH BAN"
"ADA KONRAKAN KOSONG"
"DILARANG MEMBUWANG SAMPA DI SINI"

Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat yang membuat kami berdua terinspirasi untuk memanjang-manjangkan lagi sehingga membuat kami berdua terpingkal-pingkal sendiri. Sungguh, kami bukan mentertawakan mereka. Namun kami sangat terhibur dan lalu mentertawakan diri kami sendiri yang bukan mustahil sering terlihat konyol bagi orang lain yang melihatnya.

Rumah-rumah yang begitu beragam, ada yang mewah berhalaman luas, sementara sebelah-sebelahnya rumah kecil-kecil berdempetan. Hm.......... kami yakin, pemilik sekaligus penghuni rumah mewah itu tentu sangat baik hati penuhempati kepada tetangga-tetangganya sehingga mereka bisa hidup berdampingan dengan damai. Juga ada rumah-rumah sederhana dengan halaman sangat luas bagaikan bukan di Jakarta (mengingat mahalnya tanah di Jakarta, jarang ada rumah sederhana berhalaman luas). Demikian juga beraneka keadaan yang kami lihat di sepanjang perjalanan kami.

Wuiih............ asyik, panas, lucu, kadang sedih, berbagai rasa aku nikmati selama aku klinong-klinong berdua pacarku. Dan pastinya, pelajaran hidup kembali kami dapatka di sini. Wisata rohani yang sederhana, murah, namun penuh hikmah selalu kami lakukan berduaan.jika memungkinkan. Sekalian pacaran kan....................


Selasa, 04 Mei 2010

WISATA ROHANI #1 KE PASAR TRADISIONAL

Hari libur kemarin, aku pergi ke pasar tradisional dengan pacarku tercinta. Asyik sekali berjalan berduaan di tengah hiruk pikuknya pasar. Menikmati pemandangan menarik bagaimana berbagai barang ditawarkan, lengkap dengan beraneka model penjualan. Mulai dari kios-kios, lapak kaki lima, asongan, bahkan ada yang sekedar menggelar beberapa biji barang di hadapannya di lantai jembatan penyeberangan. Iya, di jembatan penyeberangan dengan paling hanya selusin barang saja. Tidak lebih dari selembar saputangan yang dipakai untuk alas dagangannya. Demikian juga yang asongan, hanya membawa beberapa biji barang saja.

Lalu ada juga yang menjajakan jasa seperti memanggul barang, dengan imbalan yang sangat murah. Sempat aku mendengar dan melirik berapa uang yang dia terima setelah memanggul barang yang menurutku berat banget. Lalu ada ojek sepeda, pijit, mengupas & mengiris bawang, dan jasa memilah dan membungkus barang juga ada.

Banyak sekali pelajaran hidup yang aku dapatkan di pasar tradisional. Dengan jumlah uang yang sama, aku bisa mendapatkan lebih banyak barang-barang dengan mutu yang sama. Ikan-ikanku tentu akan menyambutku dengan riang karena aku membawakan makanan mereka dari pasar dengan harga 30% lebih murah. Mereka juga akan mempunyai sumber oksigen baru, tanaman teratai, yang aku beli dengan harga hanya sepertiga dari terataiku yang dulu aku beli di toko tanaman hias. Lukisan-lukisan pacarku pun akan segera tergantung indah dengan pigura hasil buruanku di pasar dengan harga sangat bersaing karena aku juga membeli sekaligus banyak.

Namun, terkadang aku juga membeli sesuatu dengan harga yang aku sadari lebih mahal dibanding saat aku membelinya di luar. Hikcs.......... biasanya ini dikarenakan aku tidak tega melihat penjualnya. Setidaknya dia mencari rejeki dengan halal, tidak mencuri atau meminta-minta. Dan aku ikhlas membelinya dengan harga lebih mahal. Dasar!!

Sayang, tempatnya becek, kotor, semrawut, dan tidak terawat. Padahal tempat itu sumber rejeki banyak orang. Andai para pedagang menyadari bahwa pasar tradisional adalah lahan mereka menjemput rejekiNya, tentu mereka akan mensyukuri dengan merawat, membersihkan, merapikan, sehingga semakin menarik bagi pembeli untuk datang berbelanja atau sekedar melihat-lihat.

Yang jelas, bagiku pasar tradisional adalah salah satu tempatku berwisata rohani. Karena di sana aku bisa belajar banyak, membuatku mensyukuri hidup, melihat berbagai macam perjuangan, melihat banyak peluang, melihat banyak kesempatan, membuatku berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi, agar aku kembali recharge agar cukup menyiapkan bekal 'pulang' ku nantinya untuk menghadapNya.

Sabtu, 01 Mei 2010

Michael Jakson & Berlianku

Saat Michael Jackson berpulang beberapa waktu yang lalu, media masa tentu saja gencar mengabarkannya. Termasuk kembali menayangkan berbagai aksi kerennya dalam berbagai konser maupun video klip lagu-lagu spektakulernya. King's of Pop ini memang hebat. Lagunya, suaranya, aksi panggungnya, tidak membuat orang bosan. Enggan rasanya melewatkan meski penampilannya hanya sekilas sekedar numpang lewat saat berita tentangnya dibacakan.

Entah bagaimana ceritanya, rupanya Princessku pun mengikuti berita tentang sang raja pop dunia sekaligus menyimak lagu-lagu dan tarian menawannya, seperti mas-masnya yang memang suka musik. Dasar dia memang suka nyanyi & nari, maka langsung saja dia menjadi penggemar beratnya si Jakco. Lagu-lagunya dia hafal, tariannya dia tiru, bahkan Princess cantikku yang baru berumur 3 tahun itu mulai suka meniru cara berpakaiannya Mickel lengkap dengan topinya jika akan beraksi 'ala sang bintang pop.

Hahaha.............. lucuuu sekali dia. Sungguh aku tidak menduga, jika beberapa kemeja mas2nya sewaktu mereka kecil yang aku sisakan (yang lain disedekahkan) untuk disimpan sebagai kenang-kenangan akhirnya harus keluar dan bermanfaat untuk perform cantikku ini. Kemeja dia pakai tanpa dikancingkan di luar T-shirtnya, sehingga saat dia menari bisa melambai-lambai dan bisa dia lemparkan ke belakang dengan menggunakan kedua tangan mungilnya itu. Masya Allah............ persis sekali (kata mamanya sih) dia menirukan tarian sang legenda pop dunia. Tentu saja mas-masnya yang memang suka dan pandai bermain musik juga mulai memainkan lagu-lagu Michael Jackson.

Akhirnya aku membelikan beberapa CD konser dan bagaimana Michael dan timnya mempersiapkan setiap penampilan mereka lewat lagu-lagunya. Hehehe........... tahu dong, kalau aku membelikan mereka CD bukan hanya untuk dinikmati lagu dan tariannya. Harus ada yang bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi berlian-berlianku, sehingga menambah jumlah cutting diri mereka, sehingga makin indah hasil pembiasan dan pantulan yang menimbulkan kilauan berlian indah yang dihasilkannya.

Lalu kekaguman mereka membuat mereka penasaran bagaimana Michael kecil dulu. Dan kami arahkan mereka untuk search sendiri ke internet. (FYI, Princessku pun sejak belum 3 tahun sudah bisa search di internet lho. Tapi semua berlianku sudah kami bekali dengan berbagai rambu dan arahan apa-apa yang pantas, boleh, perlu mereka cari dan lihat di internet. Dan internet kami hanya di ruang keluarga, terbuka, dan selalu disensor untuk hal-hal yang tidak layak bagi berlianku.)

Dalam mempersiapkan konsernya, video klipnya, seluruh penampilannya, Michael Jackson memang tidak sembarangan. Seluruh detailnya dia persiapkan dengan sungguh-sungguh, profesional. Suara, musik, tarian, make up, kostum, bahkan dalam pengambilan gambarnya dia perhatikan. Setiap latihan dia lakukan dengan sungguh-sungguh meski dia sudah sangat menguasai. Padahal, jelas tidak ada yang meragukan kualitas suara dan tariannya. Meski sudah sangat bagus kalau tidak boleh dibilang sempurna, dia tetap berlatih lagi dan lagi dengan keseriusan yang sama.

Nah............. mimpi besar, kerja keras meraih mimpi itu, fokus, kesungguhan, profesionalisme, memperhatikan detail, tidak bosan mengulang, berlatih keras meski sudah hebat, dan selalu mempersiapkan dengan matang segala sesuatunya, termasuk segera bangun jika mengalami kegagalan adalah hal-hal yang menjadi pelajaran penting bagi anak-anakku. Meski untuk masalah berlatih keras, mengulang hingga cakap, yang notabene aku arahkan agar mereka 'rajin' memang sampai sekarang belum sukses aku tanamkan. Yah, aku juga tahu diri jika dulu juga pemalas . Tapi kemalasan bisa digunakan untuk kreatif agar bisa malas namun tujuan tercapai, bukan? Aku dulu (waktu kecil) malas banget mengerjakan PR. So, aku kerjakan seluruh soal di buku paketku sebelum diajarkan. Setelah itu, aku bisa malaaas sepanjang tahun. Contohnya lagi, terciptanya teknologi karena orang malas harus bercapek ria. Qiqiqiq.............. ngeles mode ON.

Jadi............... Siapa bilang memotivasi anak harus selalu melalui ilmu-ilmu psikologi, kata-kata motivator terkenal, atau mengikutkan mereka dalam training motivasi yang mahal? Lha hobby dan idola mereka juga bisa dimanfaatkan untuk memotivasi mereka, untuk menanamkan nilai-nilai positive dan penting bagi mereka, untuk membuat mereka makin berkilau indah.
Anak2 bak berlian, sdh pilihan sejak penciptaan, bagaimanapun keadaan mrk, bahkan yg cacat fisik & mental (di mata kita), mrk tetap 'berlian' Nya. So, kita hanya hrs bersyukur telah dipilihNya tuk diamanahi milikNya yg indah itu dg melakukan yg terbaik yg kita mampu.
Auw!! Black or white................ teriak Princessku sambil melempar ujung kemejanya ke belakang dan kakinya bergerak moon walk. Mas-masnya langsung mengiringi dengan musik sambil tersenyum melihat aksi adik cantiknya itu. Tak lupa tepuk tangan dan ciuman bertubi-tubi segera menyerbu pipi chuby si Princess yang langsung ngibrit menghindar sambil teriak; "Emaaaaaaaaassss...................................."