Halaman

Jumat, 18 Juni 2010

Kekuatan Wanita

Ini hasil copas dari tulisan seorang sahabat, seorang suami yang menyadari betapa hebatnya istrinya, betapa hebatnya wanita, betapa hebatnya IBU. Hmm.......... pengakuan jujur yang indah. Semoga dengan aku posting di sini, akan menularkan energi positifnya ke para suami, para laki-laki lainnya. Sehingga makin banyak rumah tangga yang ayem tentrem, bahagia, berkah, dan mencetak generasi bangsa yang hebat.


MENYAMBUT HARI KARTINI, 21 April 2010


To All Women in the World

Khususnya My Mom and My Wife

(ini bukan puisi lho...)

(Tapi akan lebih enak, kalau sambil mendengarkan lagu "To All the Girls I Loved before" pada link di paling bawah)


Kekuatan seorang Wanita adalah….

(Ini menurut pengalaman pribadi saya lho, jadi tidak usah diperdebatkan…)

Bukan terletak pada Kariernya, Jabatannya, Profesinya

Bukan pada kekuasaannya, Pendidikannya, Gelar2nya

Bukan pula terletak ketika dia menjadi Polisi, Tentara, Atlet, dll

Akan tetapi, Kekuatan Seorang wanita,

adalah ketika ia menjadi Seorang istri….

Dan menjadi seorang Ibu…

Ketika dia Menjadi Seorang Istri

Ketika dia “melepaskan” Keluarga yang sudah membesarkannya

Ketika dia “melepaskan” teman-temannya, sahabat-sahabatnya

Ketika dia “melepaskan” para mantan kekasihnya

Ketika dia “melepaskan” kariernya, posisinya, Jabatannya

Ketika dia “melepaskan” Hal-hal yang dulu disukainya

Malah memilih untuk melakukan pekerjaan rumah tangga

Mencuci baju dan menyeterika

Mengelap dan membersihkan perabotan

Menyapu dan mengepel lantai

Mengosek WC, dan lain-lain

Membuat tangannya yang halus lentik menjadi agak kasar dan berkuku pendek

Belajar memasak, yang kadang baru dilakukan seumur hidupnya

Ketika dengan sabar, “Makan hati” melihat kemalasan suaminya

Ketika dengan sabar, berusaha memahami mertua, walaupun benci setengah mati

Hanya untuk bersama suaminya

Membangun Keluarga Baru yang Mandiri

Ketika dia menjadi Seorang Ibu

Ketika bersusah payah untuk hamil

Ketika berbahagia mengetahui dirinya hamil

Ketika mulai mengalami mual dan “morning sickness”

Ketika memaksakan minum susu, walaupun tidak suka

Menjaga pikiran dan perkataanya, biar tidak “kualat”

Ketika kakinya mulai bengkak, bahkan Varises

Ketika Wajahnya mulai berjerawat dan hidungnya membesar

Ketika tubuhnya mulai membengkak dan susah bergerak

Ketika bersusah-payah mengandung bayinya selama 9 bulan lebih

Akan tetapi dia tetap berusaha melakukan pekerjaan rumah tangga

Bahkan tetap “melayani” suaminya yang tak tahu diri...

Ketika mempersiapkan segala sesuatunya untuk kelahiran sang bayi

Baju, botol susu, ranjang, bedongan, peralatan mandi, kamarnya, dll


Ketika Ketakutan waktu mau melahirkan karena mau dioperasi Cesar

Ketika kedinginan sampai giginya gemeletuk karena ketakutan mau dioperasi

Ketika berusaha bangun secepatnya, sambil menahan sakit karena luka bekas operasi

Ketika berusaha memerah susu dan menyusui sampai sakit, karena keluar susunya sedikit

Bahkan sampai puting susunya lecet dan berdarah

Ketika kurang tidur, karena selalu bangun tengah malam untuk menyusui

Maupun untuk membersihkan tahi dan kencing waktu mengganti popok

Ketika tetap menggendong bayi sampai tidur walaupun dirinya sendiri lelah karena kurang tidur

Ketika bersusah payah memberikan makanan yang bergizi dan susu yang mahal

Ketika menghemat uang belanja pribadi, untuk kebutuhan keluarga

Ketika dengan sabar, mengajarkan anak berjalan, mengajak main, menggendong anak kemana-mana

Mengantarkan anak sekolah

Mencarikan dan membelikan mainan untuk anak

Semua dilakukan untuk keluarga

Bahkan sampai melupakan diri sendiri

Dan ketika anak-anaknya sudah besar

Dia harus melepaskan mereka

Agar mereka bisa berkembang dan berkeluarga sendiri

Dan diapun kembali kepada suaminya

Yang sudah mulai tua, buncit dan membotak

Hanya untuk setia sampai mati

Dalam susah maupun senang, kaya maupun miskin

Sehat maupun sakit, waras maupun gila

Sampai Maut memisahkan mereka

Boys will always be boys, karena mereka tidak pernah mengandung dan menjadi Ibu

But a Girl wil become a Wife, and a Mother...!

That’s why my friends, Hormati dan Hargailah para Wanita

Karena tanpa mereka, tidak ada satupun Manusia yang dilahirkan!

Bagi Ibuku dan Istriku

I Love You Full…!!!



Arifin Yoshodharmo, SE., MMSI., M.Com(IS), C.Ht.. QT., CI.
(C.Ht. = Certified Hypnotherapist)
(QT = Quantum Touch-er)
(CI = Certified Instructor)

Tidak ada komentar: