Halaman

Senin, 06 April 2009

JANJI CALEG VS JANJI CALON SUAMI

Ha ha ha......... Pacarku tercinta pasti tersenyum saat membaca judul ceritaku kali ini. Karena aku pernah menyampaikan joke ini ke dia yang disambut dengan senyuman manis olehnya. Entahlah, apakah dia merasa seperti itu juga atau karena merasa itu bukan dia banget. He he he................ peace cintaku!

Pemilihan CALEG sudah di depan mata. Janji-janji syurga makin menggelora, bahkan sampai diantarkan ke pintu rumah setiap pemilik hak pilih.

Ehem......... banyak "amplop" datang ke rumah. Sayang, isinya hanya permintaan agar aku dan pacarku (di rumahku baru kami berdua yang mempunyai hak pilih) menyontreng nama atau nomor atau foto mereka di bilik kecil tempat kami menyuarakan pilihan kami nantinya. Laluu........ sms yang berisikan hal yang sama. MINTA-MINTA!!!

Xi.......xi..........xi............ aku pikir amplop itu ada isinya selain permintaan agar dipilih. Saham, cek, giro, uang tunai, atau voucher belanja gitu loh! Lumayan kan?? Kalau ada 10 atau 20 amplop yang mampir ke rumahku, maka mungkin dalam seminggu keperluan sembakoku tertutupi. Ha ha ha.............. pasti KPK sudah melototi aku ya?? Lha.......... just kidding Pak.

Kembali ke janji CALEG. Saat masih menjadi CALEG, janji mereka selangit. Bersih, anti korupsi, amanah, mengemban dan memperhatikan aspirasi rakyat, bla........ bla........ bla.......... seolah dia akan membuat hidup kita para pemilih ini bahagia, aman, tenteram, sejahtera, lahir batin. Jangan-jangan malah ada yang menjanjikan syurga. Walaaaah........... dia sendiri aja belum tentu begitu yak? Mana mungkin orang bisa memberikan sesuatu yang dia sendiri tidak punya?

Lagian, kan hari tenang, nggak boleh kampanye lagi, kok masih nyebarin amplop dan sms? Weeee........... calon legislator kok SENGAJA melanggar peraturan??? Mana mungkin bisa membuat peraturan yang baik kalau dia sendiri suka melanggarnya? PASTI nanti peraturan yang dibuat sesuai kepentingan diri dan golongannya. Masih mau milih yang beginian Pak? Bu?

Setelah menjadi anggota legislatif?? Boro-boro merealisasikan janji-janjinya. Lha ingat juga tidak!!! Wesss............. terbang entah ke mana janji-janji itu. Seolah hanya fatamorgana yang kita lihat di gurun panas. Indah......... menyejukkan....... memberi harapan.............. namun hanya hayalan! Salah satu ciri orang munafik, jika bicara................ DUSTA!!!

Lalu........ apa hubungannya dengan janji calon suami Dew???

Ha ha ha............... itu hanya joke aja! Gara-gara aku melihat kok banyak sih suami yang tega menyakiti istrinya? Mengkhianati istrinya? Membohongi istrinya? Dll kelakuan yang tidak disukai istrinya?

Padahal, sebelum menikah alias saat masih menjadi CALON SUAMI, pastiiiiii deh janji-janjinya selangit! Hanya dirimu yang aku cinta, akan setia sampai mati, akan menjaga diri dan hati calon istrinya, akan memenuhi segala kebutuhan bahkan keinginannya, dsb........... dsb............ dsb............ layaknya janji para CALEG pada konstituennya.

Setelah jadi suami................. trataa............. banyak yang melupakan janji-janjinya! Malah ada yang sibuk membuat janji-janji baru kepada yang lain. CMIIIW............. nggak takut sama Allah apa ya mereka? Kan saat menikah itu membuat janji di hadapan Allah untuk mengambil perwalian seorang anak perempuan dari ayahnya. Kok?? Malah disakiti???

Ada lagi joke tentang CALEG yang POLIGAMI. He he he.............. sorry berat, aku sih NGGAK BAKALAN milih dia sehebat apapun dia di masyarakat. Bagiku, kalau sama istri dan keluarganya saja dia berkhianat, mendua, apalagi sama negara, sama rakyat!!!!

He he he............... peace lah!! Sembrana pari kena.

1 komentar:

gin mengatakan...

itu ga cuma suami, bu. heheh..istri juga. kan emansipasi.