Halaman

Jumat, 04 Januari 2013

Tidak Harus Hebat Untuk Menjadi Hebat


Selama ini banyak yang secara pribadi bertanya tentang aku, pacarku, dan berlian2ku. apakah kami senang terus, apakah berlian2 kami hebat2 sehingga kami tidak pernah marah sedih atau punya masalah? Ow......tentu tidak! Kami biasa biasa aja, banyak kekurangan, keburukan, kesalahan, kesedihan, kemarahan. Tapi apakah keburukan, kesedihan, kemarahan harus disebarluaskan? Ups......tapi ternyata tetap banyak yang ingin tahu juga tentang bagaimana kami jika sedih marah susah dan ada masalah. Oook, sekilas aku cerita, tapi tentu aku tidak akan mengumbar keburukan orang lain meski itu suami dan anakku sendiri. Kalau keburukanku ya banyak dan sdh pada tahu to? Beruntung aku bersama orang orang yang mengerti dan membuatku tidak seburuk itu. ehem......

Aku hanya akan berbagi, semoga ada pelajaran yang bisa diambil. Setidaknya.....pelajaran agar tidak seperti kami (eh...aku) jeleknya.

Setelah muter muter memenuhi undangan ke beberapa urusan ke negara tetangga, semalam aku kembali nengok studio mungil tempat berlianku tinggal. Ngobrol bertiga dengan ayahnya via skype hingga larut malam (bagi kami) setelah ayahnya subuh di Jakarta sana sebelum berangkat ke kantor. Lalu pagi ini sambil sarapan berdua dengan menu Indonesia 'ala chef Mama, kembali si ganteng harus mendengar tausiyah (uhuk.....keren amat tausiyah?) lebih tepatnya ocehan dariku yg mau gak mau harus dia denger dan terima sebagai emaknya, emboknya, ibunya, yang kata orang sih malaikatnya di dunia. Jiaaaah.........tetep aja minta pengakuan!!! Iyalah.....sebelum kutinggalkan dia karena aku ada janji lagi ke Prancis minggu depan, maka aku tidak menyia nyiakan waktuku bisa berduaan dengan ABG gantengku ini. Time to Ngoooomel!! 😜😍💬💓

Ya, aku, suamiku, bukanlah manusia hebat yang sempurna. Maka aku juga harus tahu bahwa berlianku juga bukan anak hebat yang sempurna. Jika aku sadar bahwa aku mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan, maka aku juga harus menerima jika berlianku pun mempunyai kekurangan dan kesalahan. Tugasku adalah introspeksi diri, memperbaiki diri, dan berusaha meminimalisir kesalahan, jika ingin berlianku melakukan hal yang sama. Setelah melihat lihat kondisinya, menginvestigasi (sifat auditornya kumat) segala hal tentangnya, aku menemukan beberapa hal yang harus kuperbaiki dan kukoreksi, memberi masukan dan kadang kemarahan jika diperlukan, lalu setelah itu kupeluk dan kuusap rambutnya sambil kucium keningnya dan kukatakan, "Bagaimanapun kamu tetaplah berlian Mama, belahan jiwa Mama, kecintaan Mama." Hehe......terkadang dia juga masih menyurukkan kepalanya itu ke pelukanku ke pangkuanku, entah karena merasa bersalah atau karena memang dia anakku yang tentu sampai kapanpun akan butuh meletakkan bebannya ke pangkuan dan pelukanku.

Jangankan jauh, yang berdekatan ketemu setiap hari saja masih sering bukan, anak anak melakukan kesalahan dan kita harus menegur atau memarahinya? Dan lalu emak n ayah yang harus mencari solusinya...... Demikian juga berlianku ini. Disamping kebanggaanku karena dia bisa survive di negeri nan jauh sendirian, dia diterima di 4 universitas pilihannya sehingga bingung milih mana, bisa menguasai arena di kota sebelumnya saat dia masih pre uni (studkol) sampai masuk TV masuk koran dan diminta foto bareng sama orang lokal layaknya dia seleb, dia bisa pamer kebudayaan dengan nari saman dan main angklung, namun di samping itu juga tidak sedikit kekurangan dan kesalahannya dalam menjalani kehidupannya di sini. Mengambil keputusan, menetapkan skala prioritas, memanaje waktu, uang, teman, saudara, dll memang bukan hal mudah, bahkan bagi kita orang orang yang sudah dewasa (kalo gak mau dibilang tua ya). Alhamdulillah bukan hal prinsip sih kesalahannya, hanya saja tetap membuatku dan pacarku pusing tujuh keliling mencari solusi atas masalahnya. Haha....itulah indahnya jadi orangtua. Mikiiirrrr terus.....biar awet muda. Atau awet mikir kali ya?

Kebetulan tadi pagi aku baca berita tentang anak Indonesia yang hebat dan mendapat beasiswa dari Oom Bill Gates. Aku bilang ke berlianku bahwa ga harus menjadi seperti anak itu kok untuk menjadi hebat bagi mama. Hehehe.....tahu dirilah dikit kalo kitanya biasa aja ya jangan nuntut anak jadi luar biasalah.  Anak hebat itu bagiku jika dia bisa memahami dirinya sendiri. Kalau tidak tahu ya tanya dan mencari tahu, jangan sok tahu. Jika salah ya introspeksi diri dan lalu memperbaiki dan jangan diulangi lagi kesalahannya. Tidak erlu sok paling benar yang justru akan menjadi makin salah karena tidak pernah mengakui kesalahan akan membuat kita melakukan kesalahan terus. Jika ada kekurangan ya diakui saja lalu mencari cara mengatasinya, apakah itu memanfaatkannya dengan mengoptimalkan menjadi sesuatu yang bermanfaat atau mengeliminasinya dengan mengoptimalkan kelebihan kita. Dst.....yang intinya menjadi hebat itu bukan harus hebat. Nah lo! Bingung ga siy??

Gitu temans.....terutama adek2ku yg japri, hidup itu indah karena ada masalah dan kesulitan, sehingga kita tahu dan bisa mencari solusi dan mensyukuri kemudahan. Kalau lurus aja lempeng aja tanpa masalah....maka itu adalah masalah. Lho???


Hahaha.......yuk kita bingung bersama...........

Tidak ada komentar: