Halaman

Kamis, 17 Januari 2013

Endless Love.....


Sambil melihat salah satu rahmat Allah, keindahan kapas kapas kecil putuh bersih namun dingin, salju, berjatuhan dari langit, lalu mereka berkumpul di tanah membentuk hamparan permadani putih nan lembut, aku teringat si cantikku, Princess. rasa kangenku membuatku ingat berbagai tingkah polahnya maupun ucapan ucapan cerdasnya. Allahu Akbar, sungguh Maha Besar Dia yang begitu pemurah memberiku anugerah indah berlian berlian itu........yang senantiasa menghiburku dan membuatku tersenyum walalu apapun keadaanku. Ini salah satu tingkah lucunya.......

Princess kecilku suka banget nari, juga nyanyi dan melukis. Hehe....wajar kali ya, aku dulu juga suka nari. Sejak kecil aku latihan nari Jawa meski diseling tari daerah lain seperti tari Bali, Sumatra, Betawi, dan juga tari modern. Seminggu dua kali ada guru tari yang datang ke rumah untuk melatihku, kakakku, dan adikku. Ya anak perempuan di rumah kami sejak kecil belajar menari. Entah kenapa, tapi aku suka. Kata bapak kami harus mengolah rasa dan raga selain olah pikir, salah satunya melalui tari tradisional. Sedangkan pacarku, ayah si cantik tentunya, suka dan pandai bermain musik sambil nyanyi. Juga pinter melukis. Mungkin karena itulah princess suka menari, menyanyi, dan melukis. Sedangkan mas masnya suka main musik, nyanyi, dan melukis. Tidak ada yg suka nari meskipun si sulung akhirnya sering tampil menarikan tarian tradisional semisal tari Saman di sini.

Tidak hanya lagu anak2 yang dinyanyikan oleh bidadari kecil kami itu, tetapi juga lagunya mas masnya yang memang juga suka bermusik. Ada yang main band dan sering diundang untuk tampil di sekolah lain malah. Duuuh......gimana lagi, untungnya mas masnya juga ikut aktif mengarahkan adik cantiknya itu agar pandai memilih lagu. Secara, dia sudah pintar mencari sendiri di Youtube ataupun buku musik.

Suatu hari saat kami berdua berkendara, di radio sedang diperdengarkan lagu jadul yang aku suka, Endless Love. Lha kok dia juga tahu lagu itu dan dia tahu aku suka. O M G rupanya aku gak aware kalau dia memperhatikanku selama ini tentang lagu kesukaanku dan lagu kesukaan ayahnya yaitu HOME. Ok aku gak bisa mengelak, maka kami berdua nyanyi sambil menikmati kemacetan jakarta.

Setelah lagu berakhir, princessku nyeletuk; "Mmmm.....adek tahu lho siapa endless love nya mama." gubraaggg.... What??? Emang dia tahu apa arti endless love? Pikirku dalam hati. Tapi aku berusaha tenang, sok kalem gitu, meski kaget.

'O ya? Siapa coba?' tanyaku penasaran dengan isi kepala cantik berambut kriwil itu.

"'Ya pasti tahulah.....Mama mau nebak?" Lho?? Kok malah balik nanya to cantik?

'Iiih.....ya adek pasti tahulah, jelas jelas Papa gitu endless love nya mama.' jawabku gemes.

"Ya bukanlah Ma......iiiih....Mama ini sotoy banget sih, bilang pasti pasti ternyata salah."

Ya Allah......galakan dia! Waduuuh.....kok dia bilang salah sih? Emangnya dia pikir aku cheat dari ayahnya apa ya? Lalu siapa yang dia maksud? Perasaan gak ada siapa siapa yang patut aku sembunyikan sampai dia perhatiin gitu sebagai endless love ku. Gggrrrrhhh...... Penasaran gak sih?

'Lah emangnya siapa dek? Kan yang jadi suami mama itu papa, ya berarti dialah endless love nya mama.' jawabku ketir ketir, takut dia mengira seseorang entah siapa yang mungkin saja kolegaku (karena princess sejak kecil jadi buntutku) adalah endless love ku. Tapi.....perasaan aku cukup menjaga pergaulan, gak gimana gimana yang membuat orang lain salah sangka. Ufff.....jadi kek remaja takut diinterogasi mamanya aja deh aku rasanya.

'Ok ok mama nyerah, emang siapa endless love mama?' tanyaku pasrah.

"Gini ya ma, kalau Papa itu first love nya Mama." heks......kaget aku dengernya. Dia tahu first love?

"Nah.....mas Hafizh itu second love nya mama......" dst dia jelasin satu persatu mas masnya sebagai cintaku yang ke berapa.

"Jadi.......Mama......ya adek inilah endless love nya Mama. Kan adek anak paling kecil. Ya berarti cinta terakhir mama ya adek. Gituuu...." dia menjelaskan dengan sungguh sungguh sampai tangannya berseliweran menekankan perkataannya, sambil mulutnya monyong sana sini bikin aku gemes. Andai gak nyetir pasti dia sudah aku kremes sambil kuciumin sampai dia cekikikan kegelian.

Masya Allah...... Miss U madness........My Endless love.......

Dewi sta'87
Jangan membenarkan yg biasa, tapi biasakan yg benar

Sent from my iPhone

Tidak ada komentar: