Halaman

Minggu, 29 November 2015

BULLYING

Sudah beberapa lama ini aku mendengar iklan layanan masyarakat di sebuah radio yang setia menemaniku saat nyopir. Iklan tentang banyaknya bullying di sekolah-sekolah (formal). Heranku, jika memang bullying sedemikian banyak terjadi bahkan cenderung memprihatinkan sampai diiklankan di radio cukup sering, kenapa hanya himbauan kepada orangtua agar aware? Kenapa bukan dicari penyebabnya lalu diatasi? Bukankan sekolah formal adalah sebuah lembaga pendidikan yang disediakan dan dibawah kendali pemerintah? Jika itu sekolah negri, bahkan seluruhnya seharusnya dalam kendali pemerintah karena gedung disediakan pemerintah, guru dan karyawannya sebagian besar adalah PNS yang digaji pemerintah, dll dll. Sekolah swasta pun tentu masih dalam kendali pemerintah karena tanpa memenuhi berbagai standar tanpa perijinan tentu tidak akan bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dan ujian nasional. Hm.....masih gak masuk logika sederhanaku.
Pengalaman princessku yang homeschool, saat dia try out barengan anak-anak dari berbagai sekolah formal juga dia dapati bagaimana teman-temannya akrab dengan bullying baik sebagai pelaku maupun korban. Haha....diapun sempat menjadi korban bullying dari teman-teman nya itu namun bisa dia atasi dengan elegan. ya....dia tunjukkan siapa yang pegang kendali di sana, siapa yang paling pinter, namun rendah hati dan pemurah dengan ngajari teman-temannya yang membutuhkan. Meski....sekarang dia sedang menjadi korban bullying anak kelas 6, dia sering cerita, curhat, namun minta ijin ke aku akan menyelesaikannya sendiri. Saat masnya yang adik kelasku itu dengar, waaaaaah..........murka dia adiknya dibully. Tapi tetap princess memohon ke mas gantengnya itu agar sabar dan memberikan kepercayaan padanya untuk menyelesaikannya baik-baik. Aiiiiih................mamanya terbang, bangga, kagum, sekaligus mikir......kok beda ya sama gw dulu yang kalau ada yang ganggu langsung sikat, ditantang berantem, gak peduli badan kecil harus lawan yang badannya gede mana cowok pula. Sakit, bonyok, belakangan mikirnya. Pokoke ada yang jual ya gw beli. TUNAI!!! Hihihi...........untung princessku bijak, girly, sekaligus keren mengatasi masalah.

Nah..........berkenaan dengan bullying, berlian gantengku membuat film pendek tentang hal tersebut. Eh tapi yang membuatku terbang adalah.............prolognyaaaa ituuuuuuuuuuuu......hahahaaaa...................... film pendek mengisi akhir pekan, semoga berkenan.

SILAHKAAAN................. 

Hi lads. This is a short film that I made a while ago.

Special thanks to my family, specially my parents Dewi Berlian who raised me and give me well education so that I can have a wonderful childhood and lovely life until now. And also thousand thanks for Ruby Fathzani and family to be generous enough to let me annoy them all the time. To Alexander Siahaan and Bari who are willing to take part of this film. And to Finley Daniel who helped me a lot during the making of this film. He is also a great photographer. Check out his pictures at his instagram https://www.instagram.com/fkreuz7/

Synopsis:
Silent Soul is a story about a human being who is suffering from the world most contagious disease called "Bullying". This story told how bullying can affect so much to a person. Specially if he also has a bad family background. You do not know what can happen to someone who always get constant bully.

Bully is not aimed only for childern, even adult experienced bully in the community. Bullying is the use of force, threat, or coercion to abuse, intimidate, or aggressively dominate others. The behavior is often repeated and habitual.

This is one of my goal to reduce this culture of bullying that our society does and also to make parents understand more that everything start from home. If you have a good environment at home this bully problem can be solved.


Tidak ada komentar: