Kamis, 30 Juli 2009

PUISI UNTUK ANAKKU

Nak, kamu pasti tahu handphone, jika beli yang baru pasti ada manualnya
Kamu juga tahu saat ibu beli kulkas, ada manualnya
Televisi yang kita punya, juga ada manualnya
Radio, AC, rice cooker, blender, semua ada manualnya
Heiii............ komputer pun juga ada manualnya
Ibu pikir, tidak ada barang yang dibuat tanpa disertai manualnya

Tapi Nak,
Apakah kita menggunakan manualnya untuk mengoperasikan barang-barang tadi?
Apakah kita mengikuti petunjuk di dalam manual itu untuk merawat barangnya?
Apakah kita mempelajari, memahami, dan memaknainya dengan benar?

Atau..............
Kita hanya membuka dan membaca manualnya saat bermasalah?
Bahkan, saat itu pun kita tidak menggunakan manualnya?
Dan memilih membawanya ke tukang reparasi?
Terkadang malah langsung membuangnya dan membeli barang yang baru
Karena manualnya sudah kita buang bersama kardusnya
Sebagai barang bekas
Tanpa pernah membuka dan membacanya

Anakku,
Tahukah kau, jika kita pun diciptakanNya berikut manual?
Dan............ kita seringkali lupa
Kita tidak membaca, apalagi menggunakannya untuk merawat diri kita
Untuk mengoperasikan diri kita
Masihkah kita baca dan gunakan saat kita bermasalah?
Atau....................
Manual kita pun sudah dibuang?
Sudah tidak pernah lagi dibaca, apalagi dipahami dan diamalkan
Bahkan tidak pula digunakan sebagai pemecah masalah, pengobat duka dan lara
Hhhhh..................

Anakku,
Engkau anak yang cerdas
Engkau anak yang pintar
Engkau anak yang hebat
Maka anakku, gunakanlah manualmu dengan benar
Jangan hanya dibawa-bawa, dibaca, atau dihafal
Pahamilah maknanya, pesannya, petunjuknya............. dengan benar

Anakku, dengan manualmu itu
Engkau akan selamat
Dunia akhirat

Manualmu itu adalah..................... Al Qur'an

Jumat, 24 Juli 2009

TERLALU CINTA???

Banyak yang menuduhku terlalu mencintai pacarku, juga berlian-berlianku, anak-anakku. Hmm................ tentu saja mereka salah. Aku memang sangat mencintai mereka semua, yes, I do love them. Tapi, bukan TERLALU. Ya, bien sur, aku juga tahu kalau segala sesuatu yang terlalu itu tidak baik. Weee........... lha kalau cuma itu aja masa aku nggak tahu? Hhhh.............. ngremehin aku banget ya. Kwkwkwk................. aku nggak marah kok, meski komentar itu kebangetan. Hm........ aku selalu mencoba memahami pendapat orang lain.

Trus, kenapa kok aku terlihat sangat mencintai mereka? He he he................ bukan "terlihat", tapi memang aku sangat mencintai mereka, tapi bukan terlalu mencintai mereka. Ha ha ha..................... jangan pada bingung apalagi marah ya dengan penjelasanku ini.

Begini,
Aku sangat mencintai mereka, pacarku n anak-anakku. Mereka semua berlianku. Mereka sangat berharga bagiku. Mengapa? Karena sekarang ini, mereka adalah amanah Allah bagiku. Suamiku, anak-anakku, adalah amanah. Makanya sebisaku akan aku jaga mereka sebagai salah satu bentuk pengabdianku kepada Sang Pemilik, Allah. That's simple. Ya, bagiku adalah suatu kewajiban, keharusan, kebanggaan, sekaligus kehormatan, aku menjaga mereka. Karena menjaga mereka adalah mengemban amanahNya.

Naaaa.................... berarti, aku bukan cemburuan, over protektif, atau istilah lain yang negatif gitu deh!

Ha ha ha................. memang sih tanggapan orang-orang bermacam-macam. Ada yang setuju, mendukung, salut, tapi juga nggak sedikit yang bilang kalau aku "lebay", cemburuan, pengawasan melekat, over protektif, parno, "sakit", dll. Hhhhh.............. biarin aja deh, asal yang berpendapat negatif bukan pacarku atau berlian-berlianku. Ngapain dipikirin? Bikin sebel aja kan?

Lagian, makin orang "nyinyir" biasanya aku malah show up di depannya. Qi qi qi................. biar dia makin khekhi n suebeeellll................. Iiiih, kok aku jahat gitu sih? He he he............... bukan jahat kok. Cuma biar dia sadar dan segera bangun. Ngapain dia ngurusi aku dan keluargaku, kan??? Lha mending juga dia ngurus keluarganya sendiri. Kalau mau niru aku boleh kok! Nggak disuruh bayar royalti.

Ya, sangat mencintai keluarga itu bukan dosa, bukan aib. Memang sih, sekarang ini seringkali aneh! Kalau kita kelihatan sayang, cinta, sama keluarga malah diomongin. Apalagi suami istri. Gandengan tangan aja dirasanin, dibilang lebay. Jemput suami ke kantornya dibilang pengawasan melekat. Lha padahal biasa aja kaleee! Berpahala malahan.

Lha kalau orang masih belum nikah, pacaran malah dianggap mesra, bagus, setia. Padahal itu HARAM!!! Aneh kan!!!! Dasar pendapat setan ya?

Ups!! Sorry! Habisnya, setahuku yang mendukung kemaksiatan itu ya setan. Yang mengecam kebaikan itu ya temennya setan.

He he he................... ngomelnya finish! Mau siap2 kerja dulu ya.......................

Bonne chance!

Selasa, 21 Juli 2009

PESTA PERNIKAHAN

Menghadiri undangan pernikahan, baik itu undangan untukku sendiri (maklum sudah mulai dianggap tuwir), maupun menemani mama ke undangannya. Secara, mama kan kalau nggak ditemenin sendirian. Kasihan lah.

Nah, sehubungan dengan menemani mama inilah yang membuatku tergugah, menyesal, sedih, hhhhh.................. semoga aja keputusanku waktu itu adalah yang terbaik dan ada hikmahnya.

Yah, hampir di setiap undangan, jika menemani Mama, apalagi jika pernikahan anak teman Papa (alm), pasti pesta di gedung mewah atau hotel berbintang. Pestanya pun mewah dengan tamu undangan yang juga mewah. He he he............... istilah apa itu ya, tamu kok mewah? Hi hi hi......... biar seru ah. Maksudku tamunya ya rata-rata VIP di negeri ini, terutama di bidang perbankan. Secara, papa alm adalah seorang petinggi sebuah bank di negara RI tercinta ini.

Pesta yang meriah, mewah, dan tamu-tamu keren inilah yang seringkali membuatku sedikit menyesal. Aku agak menyesal dulu saat menikah nggak mau pesta meriah begitu. Heii............ jangan salah ngerti ya, aku bukannya menyesal karena nggak menikmati pesta meriah di pernikahanku lho (ehem............. sedikit sih). Tapi menyesal karena sangat mungkin aku telah mengecewakan keempat orangtuaku. Lho? Kok empat? Ya iyalah kan orangtuaku dan mertuaku.

Mungkin saja saat menikahkan anak-anaknya adalah saat bahagia dan kebanggaan bagi orangtua. Termasuk kemegahan pesta dan kedatangan tetamu, tentunya punya nilai tersendiri bagi mereka. Bukan sombong mungkin, tetapi pengakuan, eksistensi, dan kehormatan. Yah, aku dulu nggak mikir sampai ke situ. Apalagi saat kami menikah, Papa sedang ada di posisi yang cukup tinggi. Meski Bapak sudah pensiun, tapi beliau juga sangat dihormati dan tentunya sangat berharap bisa menikahkan aku, putri kebanggaannya dengan penuh kebanggaan.

Hhhh.................. bahkan sampai sempat terdengar meski samar-samar, kalau aku sudah hamil sebelum menikah, makanya pestanya sangaaaaaat sederhana. Apalagi untuk ukuran anak pejabat yang cukup tinggi. Waduuuuuh........................ amit-amit deh. Aku?? Hiiiii.................... sorry deh!

Tapiii...................... mereka nggak salah juga ya, bisik-bisik gitu? Hikcs............... makin sedih nih, jadi kebayang sedihnya keempat orangtua kami dulu saat kami maunya menikah sederhana. Padahal, biaya berapapun pasti mereka akan dengan senang hati mengeluarkannya untuk pesta kami.

Bapak, Ibu, Papa, Mama, ampuni kami berdua yang egois ini ya. Do'akan saja hidup kami berkah, sampai nanti di akhirat tetep bisa menjaga keutuhan ikatan yang telah direstui, sehingga menjadi berkah bagi kita semua, penghalang jilatan api neraka, dan mempertemukan keluarga kita dalam kebahagiaan di syurga.

Amiiiiin............................

Selasa, 14 Juli 2009

SSSSSTTTTT................. AKU SELINGKUH????

Qi....qi....qi....................... berdua pacarku, kami suka cekikikan membicarakan masalah ini. Lho? Membicarakan perselingkuhannya sendiri kok malah cekikikan berdua? He he he............... makanya baca dulu sampai habis ya.................................

Seringkali aku atau pacarku merasa bosen dengan keseharian kami. Nakalnya, kebosenan datang saat seharusnya kami menggeluti kewajiban kami masing-masing, pekerjaan kami masing-masing. Hm.......... aku sih nggak terlalu masalah karena aku bekerja bukan kepada orang lain maupun instansi tertentu. Tapi................... pacarku kan masih abdi negara, masih sebagai pegawai, yang pastinya terikat berbagai aturan kantor baik itu pekerjaan maupun waktunya.

Trus???? Kalau bosen gimana donk?????

He he he....................... tentu saja ide nakalkulah yang lebih sering muncul, meski dia juga tidak jarang lebih dulu melontarkan rencananya untuk kami lakukan. Dan........... sering juga idenya jauuuh lebih "nakal" dari ideku. Apakah itu??? Waaah............. sorry, maaf, ini off the record. Tapi, aku suka. Kami suka.

Kami janjian saat lunch time, ishoma, atau apalah istilah lainnya. Aku datang sendiri, dan dia pun datang sendiri dari kantornya untuk kemudian kami bertemu di suatu tempat yang telah kami sepakati bersama. Jangan malahan makan siang di luar sama orang lain kan!

Di mana atau ke manakah itu? Ya tergangtung sih. Kadang kami makan berdua, sekedar jalan-jalan "cuci mata" berdua, atau belanja kebutuhan rumah berdua, atau main boling berdua. Eh............... kalau masih punya berlian ungil yang masih ASI, kami jalannya bertiga sih.

Kadang kami makan berduaan, sambil bercanda. Kaki-kaki kami pun iseng banget ikut bercanda. He he he.............. aku paling suka gangguin kakinya saat duduk berdua.

Jika kami boling beruda, which is aku memang sama sekali nggak jago seperti dia. Bolaku sering banget masuk "got" di pinggir arena. Kalau sudah gitu, aku sebel dan lari ke pelukan atau pangkuannya. He he he............... sengaja sih, biar dipeluk. Sebenarnya aku jago main boling. Ha ha ha................ bohong! Aku beneran nggak bisa. Tapi pacarku itu? TOP BGT deh! Strike sudah menjadi langganannya.

Jalan berdua sambil belanja kebutuhan bulanan, kami bergandengan tangan, bercanda haha hihi, kadang pelukan di tengah keramaian lalu lalang orang yang kami cuekin, atau iseng berdua. Ha ha ha................. kami memang paling seneng bercanda dan cekikikan berdua. Membicarakan atau mengomentari sesuatu yang belum tentu lucu bagi orang lain. Namun bagi kami, dengan keisengan dan kreatifitas kami, maka semuanya menjadi lucu dan "gayeng" untuk dibicarakan.

Dan yang terpenting, itu sangat menghibur kami, mempererat cinta kami, memperindah hidup kami, dan meramaikan kebosenan kami akan keseharian, rutinitas, sehingga menjadi lebih berwarna.

Setelah itu, kami akan kembali ke mobil masing-masing. Ya, meski kadang tidak bisa parkir bersebelahan, kami usahakan parkir di lantai yang sama. Tentu saja dia akan mengantarku ke mobilku terlebih dulu sekaligus memasukkan barang belanjaan kami ke bagasiku karena akulah yang lebih dulu pulang (he he he.............. itulah asyiknya aku bisa memilih untuk pulang dulu atau tidak). Sedang dia harus kembali ke kantor.

Naaah................ sebelum berpisah di tempat parkir itu, kecupan kecil kadang disertai pelukan akan mengiringi perpisahan kami.

"Hati-hati cantik."
"Hati-hati cintaku."
"Love you..............."

Atau kata-kata lain yang biasanya dia bisikkan ke telingaku karena .................. rahasia............... akan membuatku berbunga-bunga dalam perjalanan pulang. Senyum-senyum sendiri saat nyetir seringkali menemaniku di perjalanan pulang.

Heii..................... hal-hal kecil, iseng, namun menyenangkan itu suatu hari menjadi pembicaraan hangat bagi kami berdua. Mengingat:

  1. Kami datang sendiri-sendiri.
  2. Ketemuan di tempat parkir.
  3. Jalan berduaan, mesra, gandengan, kadang pakai rangkulan, cekikikan berdua (aneh ya, kok setelah menikah malahan nggak mesra lagi sih???)..
  4. Berpisah di tempat parkir.
  5. Sebelum berpisah pakai acara dicium, dibisiki, cekikikan, lalu salam perpisahan yang mesra.
  6. Lalu, masing-masing pergi dengan kendaraan yang berbeda.
Waaaah...................... jangan-jangan??? Kami dikira orang sebagai pasangan selingkuhan ya??? Ha ha ha.................. kami berdua pun tertawa kalau membicarakan "kemungkinan-kemungkinan" kesan yang ditangkap oleh orang yang memperhatikan kami. Saat bawa-bawa baby, dikira selingkuh sampai punya anak. Ha ha ha........................

CMIIIW!!! Kok, GR banget ya. Emangnya ada yang peduliin???

EGP. Kembali lagi, kami nggak peduli apakah orang memperhatikan kami atau tidak. Juga sesuka kami kalau kami menganggap orang lain memperhatikan kami. Dasar narcist. He he he.....................

Yang pasti, cara "nakal" kami tersebut cukup mengobati kebosenan kami tanpa harus merusak hubungan indah yang telah Allah ijinkan bagi kami, PERNIKAHAN KAMI. Semoga selalu berkah.

Nah, ngapain janjian, makan siang bareng, ke luar jalan bareng, atau selingkuh sama orang lain jika bisa dilakukan berdua??? Hidup ini kita nikmati dan syukuri dengan membahagiakan diri dan keluarga. Jangan malahan merusak keluarga, tatanan indah yg sudah direstui Allah.
Love you cintaku......................

Selasa, 07 Juli 2009

PRINCESS NANGIS MEMAKSAKAN KEINGINAN???

Princessku sudah 2tahun setengah. Tambah pinter, tambah banyak akal, dan juga tambah banyak akal-akalan. Iya, di usia batitanya ini dia selalu belajar dan belajar apa saja. Semua yang tertangkap kamera cantiknya yang bening bersinar itu, atau terekam oleh kuping indahnya, juga analisa otak cerdasnya meski masih mungil, sangatlah pesat perkembangannya. Seringkali aku, papanya, maupun mas-masnya dibuatnya terkaget-kaget atas tingkah barunya.



Salah satu tingkah yang dia masih eksperimen adalah............... menggunakan tangisan dan teriakan untuk menggolkan keinginannya. Entah itu meniru, hasil pengamatannya dari anak lain yang ternyata berhasil menggunakan trik itu maupun eksplorasinya sendiri atas kemampuan berekspresinya yang memang makin berkembang di usianya sekarang. Ya, di usianya sekarang dia sedang mempelajari, mengeksplore, dan menganalisa hasilnya dengan melihat sikap kami (orang2 di sekitarnya) atas sikap Princess cantik kami ini.

Seperti yang terjadi suatu malam. Princess yang tidak tidur siang, sudah ngantuk dan terlelap saat hari masih sore (belum waktu tidur malamnya). Waduuuuh.............. alamat bisa bangun malem nih. Padahal aku jelas tidak mungkin mengikutinya tidur sore-sore. Hmm............. meski sudah bisa menduga, aku hanya berdo'a dia bobok sampai subuh. So, aku pun bisa tidur tenang hingga subuh menjelang.

Tapi.................. harapan tinggalah harapan. Kenyataan.................. ternyata tak seindah harapan. ha ha ha............................ jauuuuuuh lebih indah!

Saat aku baruuuu saja terlelap dalam peraduan dan mimpi indahku mulai terpampang..............

"Mammmaaaa....................... hoaaaaa.......................... hoaaa................................"
"Ada apa sih cintaku? Kok pakai nangis segala? Mama nggak ngerti maksud adek kalau nangis gitu. Mendingan adek ngomong aja, biar mama ngerti dan keinginan adek bisa tercapai. Lagipula, adek mengganggu papa, mas-mas, juga tetangga yang bobok. Mereka bisa sebel lho."
"Hooaaaa................. adek bla bla bla......................"



Hhhhh................ antara masih ngantuk, berisik, sebel, tapi tetep cinta banget membuatku terbangun dengan sangat tidak nyaman. Apalagi Princess ngomongnya sambil nangis, mana aku ngerti kemauannya??? Juga suara tangisnya yang terdengar berat dari tenggorokan itu membuatku khawatir jika tenggorokannya bisa sakit. Aku juga nggak mau dia nantinya akan menggunakan tangisan dan teriakan untuk menuntut jika usahanya ini berhasil.

He he he.................. meski sebenarnya ini bukanlah usaha pertamanya. Sudah beberapa kali dia melakukan aksi nangis teriak untuk menuntut sesuatu. Dan selalu aku ajarkan bagaimana seharusnya dia menyampaikan keinginannya. Tapi....................... dia tetep mencoba dan mencoba lagi, dan aku haruslah bersabar dan firm dalam mengarahkan bagaimana dia seharusnya bersikap jika menginginkan sesuatu.

"Ok, kalau adek nangis gini, mama males. Mama nggak bakalan mau memperhatikan adek. Apalagi memenuhi keinginan adek. Nggak lah! Mending mama bobok aja, masih malem, ngantuk."

Setelah menyampaikan sikapku, aku berbalik memunggunginya dan pura-pura tidur. Lalu..........
aku merasakan tangan mungil menyentuh punggungku setelah isak tangis dan teriakan berhenti. Ya, aku SELALU konsekuen dengan apa yang aku ucapkan pada berlian2ku. Makanya mereka sudah tahu jika aku ngomong maka bukan gertak sambel, juga bukan janji-janji syurga biar mereka diam.

"Maaa............ adek nggak nangis lagi nih. Adek mau maem."
"Ok, mama ambilin dulu ya, adek di sini aja."
"Adek mau ikut, Ma. Tapi adek kan masih ngantuk, jadi digendong mama ya, biar adek nggak jatuh. Kalau ngantuk sambil jalan kan bisa jatuh."

Gubraaak!!!!

Lha tadi dia minta gendong tapi aku tolak dengan alasan aku ngantuk dan bisa jatuh gendong dia saat ngantuk. Lha kok dia balik sekarang???

Sampai di dapur......................

"Ma, adek nggak jadi maem. Adek mau bawa kereta (baby stroller) ke kamar aja. Mama dorong keretanya adek duduk di dalamnya ya................"

Gubrak lagi!!!!

Karena tadi aku juga menolak mendorongnya di keretanya karena aku ngantuk n capek banget. Lha sekarang???? Secara tidak langsung dia menyuruhku lagi, bukan???? Ok, akhirnya aku dorong juga dia di dalam babystrollernya ke kamar dengan janji sampai kamar saja. Sesudah itu dia hanya akan duduk di sana tanpa aku dorong lagi.

Dia menepati janjinya. Akhirnya kami ngobrol berdua di kamar. Antara ngantuk dan cinta, tetep aja lucu obrolannya karena topik yang dia angkat sangatlah Princess banget. Lucuuuuu................ juga cerdas!

Menjelang subuh, dia bilang sudah ngantuk dan pengin naik ke tempat tidur. Lalu..................... zzzzzzzzzzzzzzz.......................zzzzzzzzzzzzzzzzzz........................... dia sudah terlelap dalam buaian mimpi indahnya.

Akuuuu??????????? Ya mana mungkin bisa tidur lagi jika masjid sudah mengumandangkan do'a bangun tidur???

Ya wis, bangunin papa dan juga mas-masnya agar mereka segera bersiap untuk shalat subuh berjamaah di masjid.

Aku dengan terkantuk-kantuk namun nggak mungkin tidur lagi segera melakukan aktifitas keseharianku. Semoga nanti siang ada kesempatan dan bisa menebus ................ TIDUR!!!

Minggu, 05 Juli 2009

TERKENAL

Bulan-bulan ini banyak banget undangan pernikahan. He he he............ secara, ternyata aku tuh sudah termasuk tuwir.................. terbukti seolah hari Sabtu dan Minggu sudah dipatok sebagai hari undangan. Rasanya dulu nggak gitu-gitu amat seringnya terima undangan. Hm................ kok serasa masih muda n imut aja ya??? Narcistnya kumat!

Selain sebagai undangan, kadang aku berdua Pacarku mendapat kepercayaan untuk "mejeng" berduaan dengan kain kebaya dan riasan komplit.................... sebagai bagian dari panitia acara. Seperti di acara yang belum lama berlangsung kami didaulat untuk menjadi among tamu. Tamu-tamu VIP menjadi tugas khusus kami untuk menjemput dari penerima tamu di depan, mengantarnya ke ruang VIP dan atau ke pelaminan untuk selanjutnya secara khusus berhak menyela antrian tamu lain untuk bersalaman dengan pengantin sekaligus diabadikan.

Tuan rumah mempercayai kami untuk tugas ini dikarenakan kami dianggap cukup kenal dengan para tamu VIP tersebut. Berbekal daftar nama dan HT untuk koordinasi dengan bagian depan dan pembawa acara, kami mulai standby. Eng ing eeeng......................

Satu.......................dua................................. lalu........................ lalu........................ lancaaaar..............


Lumayan pegel sih wira wiri dengan kain kebaya dan selop berhak tinggi. Maklum, biasanya pakai sepatu kets atau sandal teplek! Tapi................. ok aja sih, berduaan sama pacar sih. Ya sambil bertugas kami ngobrol berduaan, cekikikan, dan kadang nyanyi bersama ngikuti band yang memang selalu mendendangkan lagu-lagunya. Waah.............. jangan-jangan pengantinnya aja kalah mesra lho! Luv u cintakuu....................

Eh.............. rupanya pacarku mendapat kabar dari depan, jika ada seorang tamu VIP datang. Tapiiii............... hanya Ibu, Bapak (suaminya) tidak datang! Waduuuuh.................. pacarku bingung karena nggak yakin bisa ngenali kalau si Ibu pejabat itu sendirian. Ha ha ha............ ya jelas donk suamiku bingung.

Tapiii........................ tenaaaang................... dengan stil yakin aku menenangkan pacarku kalau aku ngenalin beliau karena pernah rapat bareng.

Bener sih, aku sangan ngenalin beliau dan kami pun langsung menyongsongnya dengan senyum manis dan aku menyapa lalu mengajak Ibu tamu VIP tersebut sambil berjalan ke arah pelaminan. Obrolan akrab dan aku yakin banget Ibu ini juga ngenalin aku. Secara, kami pernah rapat bareng.

Sesudah syik ngobrol dan kami mendekati pelaminan................................................. ternyata saudara saudara.................... beliau tuh sama sekali lupa sama aku.

Ha ha ha...................... memang ternyata beliau yang terkenal, tapi bukan aku dan dia saling kenal. Even kami beberapa kali terlibat acara dan rapat bersama, dan aku tuh selalu ngomong dan mendapat perhatian seluruh peserta rapat termasuk Ibu ini. Namun.................... tetep aja beliau nggak ngenalin aku saat ketemu di lain acara.

Alesan beliau sih, aku beda, makin cantik dengan kain kebaya dan riasanku (biasanya mukaku kan polos tanpa make up, bahkan tanpa bedak). Ha ha ha........................ nggak papa kok Bu, nggak ngenalin. Nggak usah berusaha mencari alasan biar aku nggak tersinggung. Emang dasarnya beliau yang terkenal kok, bukan kami saling kenal.

Hmmm......................... kayaknya memang pantes beliau masuk tamu VIP ya. Meski istri pejabat, tetep berusaha polite.

Rabu, 01 Juli 2009

MENURUTKU SBY TIDAK SIAP MENJADI PRESIDEN......... LAGI

He he he................ para pendukung SBY jangan marah ya membaca statementku ini. Ini kan sekedar suara hati seorang rakyat yang peduli dengan Presidennya. Iiiih................. gaya ya akyu!!

Emang................ beneran, aku peduli. Aku mau negara ini dipimpin oleh yang tepat. Dieee............ kayak tahu aja mana yang tepat.

Gini nih analisaku. Ehem................ sok deh, kayak pengamat politik profesional aja.

  1. Saat terpilih sebagai Presiden tahun 2004, aku sebagai rakyat tidak mengetahui programnya sebagai Presiden baik jangka pendek (5th) apalagi untuk jangka waktu 2 periode. Bahkan di sekolah2 juga tidak disosialisasikan, terbuktu berlian-berlianku juga tidak mendapatkan sosialisasinya. Seperti dulu saat aku kecil aku mengetahui program jangka pendek (5th) dan jangka panjang (25th) dari Bp Soeharto, Presiden RI saat itu. Makanya harusnya kita sudah tahu sejak awal jika Bp Soeharto memang berencana memimpin negri ini minimal 5 periode. Berarti, SBY memang tidak berencana menjabat lebih dari 1 periode. Jangan2 juga nggak ada rencana menjadi Presiden sama sekali ya?? Lha kan program periode 2004-2009 saja tidak terdengar. Kasihan kan kalau dipaksa??
  2. Tidak siap sama sekali siapa cawapresnya, bahkan sampai saat-saat akhir meski ngaku sudah mengantongi beberapa nama. Kalau memang berencana, mestinya bahkan jauh hari sebelum masa pemilu legislatif sudah menyiapkan "pasukan"nya dengan berbagai kemungkinan hasil pileg. Lha kan incumbent!
  3. Tidak siap bahkan sekedar slogan dan akronim nama capres cawapresnya. Terbukti saat deklarasi di Bandung tiba-tiba menggunakan "SBY Berboedi", lalu ............ tiba-tiba pula di tengah jalan berubah menjadi SBY-Boediono. Why? Kalau memang siap kan mestinya sudah "matang" dan jelas filosofi maupun arti yang dikehendaki.
  4. Juga mengenai slogan "lanjutkan" kenapa sekarang banyak slogan lain seperti; lebih tepat lebih baik? Lha kok malah mirip punya capres lain??? Bingun aku!
  5. Dari wajahnya, terlihat keletihan dengan kantung mata yang begitu nyata. Terlihat tidak FIT dan tidak siap secara fisik, kasihan rasanya jika harus membebani pundaknya dengan amanah yang demikian besar............ bangsa dan negara ini. Juga Bp Boediono yang saat debat terlihat capek banget. Kasihan, nggak tega rasanya.
  6. Secara mental mungkin juga sudah letih, makanya beliau sensi banget. Slogan calon lain dinilai mengecilkan dia, padahal kalau nggak sensi sih menurutku biasa-biasa saja. Lagian, kalaupun calon lain mengecilkannya, cuekin aja. Tunjukkan saja jika kubunya hebat dan cukup kompeten untuk maju dan menjadi pemenang.
  7. Pendukungnya pun tidak siap untuk mengantarkan beliau ke RI-1. Terbukti mereka terlihat sangat berambisi agar pemilu pilpres ini hanya 1 putaran saja. Kesannya, mereka tidak siap bertarung. Bisa jadi mereka sebenarnya tidak mempunyai amunisi lagi, sehingga jika sampai 2 putaran ya nggak punya "nyawa" lagi. Jadi jika 2 putaran mereka sendiri merasa bakalan kalah. He he he............. maklum, 2 kandidat lainnya kan pengusaha yang pastinya punya dana yang cukup. Belum lagi pendukung maupun tim suksesnya terkesan emosian dan nuduh2 pihak lain fitnahlah, nyeranglah, dll.
  8. Bahkan dari iklan-iklannya, menurut penilaianku sih, SBY itu siapnya menjadi seorang ayah, kakek, dan berbahagia bersama keluarga di hari tuanya. Juga berkegiatan sosial bersama petani, nelayan, guru, dll. Bukan menjadi Presiden.
Hmm............. makanya para pendukung, tim sukses, jangan maksa donk. Kasihan kan SBY.

Maaaf................. Bapak SBY yth, ini sama sekali tidak berarti saya menilai Bapak tidak kompeten lho. Tapi saya justru tidak ingin Bapak capek, menanggung beban amanah berat, jadi Presiden negeri ini. Karena Bapak adalah capres termuda saat ini (bener kan?) tapi terlihat paling tidak fit.

Mangga, Bapak istirahat saja, momong anak cucu, berbahagia di hari tua. Biarkan saja capres lain yang menggantikan kepemimpinan negeri ini. Bapak support dengan berbagai kelebihan yang masih Bapak miliki.