Halaman

Rabu, 06 Februari 2008

Undanglah "Hiu-Hiu Kecil" Dalam Kehidupan Anda

Ketika saya kuliah S-2 di IPB, salah seorang dosen saya bercerita bahwa bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat menyukai makanan mentah terutama ikan mentah yang segar.

Tidak seperti Indonesia, Jepang memiliki perairan yang terbatas sehingga tidak mempunyai persedian ikan yang cukup. Para nelayan Jepang harus mengarungi lautan luas dan menempuh perjalanan yang jauh. Agar ikan tetap segar, para nelayan mendisain kapal dengan ukuran besar. Makin jauh mereka mencari ikan, makin jauh juga jarak yang harus ditempuh ketika pulang.

Dengan kondisi ini, ikan hasil tangkapan sudah tidak segar lagi. Bahkan sebagian aroma ikan itu menurunkan selera makan orang Jepang. Para penggemar ikan tidak menyukai ikan yang tidak segar apalagi dengan aroma yang telah berubah. Harga ikan tangkapan itupun jatuh, nelayan bisa mengalami kerugian.

Untuk menghindari kerugian para nelayan menciptakan cara baru. Kapal mereka dilengkapi dengan lemari pendingin. Dengan lemari itu daya jangkau kapal bisa semakin jauh. Ikan hasil tangkapan dimasukkan ke dalam lemari pendingin itu sehingga menurunkan resiko membusuk.

Namun para penggemar ikan di Jepang mampu membedakan dengan baik ikan yang masih segar dengan ikan beku. Mereka tidak senang dengan ikan yang yang telah dibekukan. Harga jual ikanpun menjadi jatuh. Para nelayan Jepang tidak kehilangan akal. Mereka kemudian menempatkan tangki yang besar di dalam kapal. Ikan hasil tangkapan yang masih hidup dimasukkan ke dalam tangki tersebut. Dengan cara ini, ikan hasil tangkapan yang dimasukkan kedalam tangki itu kesegarannya tetap terjaga.

Namun, ikan yang hidup di dalam tangki itu tidak mampu bergerak lincah sebagaimana ketika ikan-ikan itu hidup di laut bebas. Semakin lama para nelayan di laut, gerakan ikan itu semakin lambat. Ternyata berkurangnya gerakan ini menurunkan kesegaran ikan. Para penggemar ikan di Jepang tidak menyukai ikan yang fisiknya kurang segar.

Nah, untuk menjaga kesegaran ikan, para nelayan memasukkan ikan hiu kecil di dalam tangki itu. Hiu-hiu kecil itu mampu memakan beberapa ikan di dalam tangki. Namun, keberadaan ikan hiu ini menimbulkan kepanikan di dalam tangki air itu. Ikan-ikan hasil tangkapan nelayan berenang sekuat tenaga untuk menghindari sergapan ikan hiu.

Setibanya di pelabuhan Jepang, ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan Jepang itu masih tetap segar. Mengapa? Karena mereka terus bergerak lincah untuk menghindari sergapan ikan hiu. Walau sudah ditangkap berminggu-minggu, cita rasa ikan itu sama enaknya dengan cita rasa ikan yang baru ditangkap.

Bila hidup Anda ingin terus bergerak lincah, menjadikan hidup anda semakin hidup. Undanglah "hiu-hiu kecil" dalam kehidupan Anda. Memang, sebagian besar kita akan berusaha sekuat tenaga tatkala diberi lingkungan yang menantang.

Cobalah lakukan percobaan sederhana. Orang yang mengatakan saya tidak bisa lari, badan saya gemuk, kaki saya sakit. Sekarang letakkan orang itu di suatu lorong dan di belakang mereka di lepaskan anjing galak. Apakah mereka tetap mengatakan tidak bisa lari? Pasti orang itu akan lari terbirit-birit.

Saya pernah menonton acara believe it or not di salah satu stasiun televisi. Ada seorang pelatih renang yang bingung meningkatkan prestasi anak didiknya. Iming-iming hadiah tidak menyebabkan prestasi para muridnya meningkat. Akhirnya sang pelatih ini punya ide gila. Setiap anak didiknya berenang, 2-3 detik kemudian akan dilepaskan buaya kecil di belakangnya. Sang pelatih mengatakan, buaya ini akan mengejar setiap yang bergerak di air, jadi berenanglah sekuat tenaga agar tidak digigit buaya ini. Hasilnya, semua anak didiknya memecahkan rekor mereka.

Undanglah "hiu-hiu kecil" dalam hidup anda mulai sekarang maka hidup Anda akan menjadi lebih hidup dan penuh gairah. Believe it or not. Buktikanlah.

Nantikan buku saya yang kedua, diterbitkan pertengahan Februari 2008 oleh Gramedia, Judulnya Menyemai Impian Meraih Sukses Mulia atau Inspirasi Menuju Hidup Sukses Mulia

Salam Sukses Mulia

Jamil Azzaini

Tidak ada komentar: